...

Your arms, your warmth, your heart

I want to see it all, i beg you

This moment, even the warm flower scented wind

Even the sky without a single cloud

Everything feels cold

And i'm even scared of the clear sky

If you're not here, i'm just a corpse

So how can i breath?

It hurts, i'm always cry cry cry

I'm goung craz, exhausted without you

I think of you without stoping

I hate it all, i hate every single day

It makes me cry

If there's a chance, i'll catch you

I'm running, it's starting, count down

I'm ready to be cut by rose-like embrance

As i hold you again

-Hold Me Tight –

.

.

.

Semua cast milik Tuhan, orang tua and Agency mereka tapi ceritanya tetep milik saya meskipun rada nggak nyambung antara isi dan judul (?) .

Plagiat (?) biar Tuhan yang bales

.

.

.

Happy reading... ^^

[Kediaman Keluarga Kim]

Seoul, 21 Juni 2016

Langit hari ini sedang cerah, menampakkan warna biru yang mampu menenggelamkan siapa saja yang memandangnya begitu pula dengan Victoria, istri dari Kim Namjoon seorang workaholic namun tetap mengutamakan keluarganya. Bukannya V sedang bersedih hanya saja ia masih memikirkan perkataan putra sulungnya Yoongi yang mengatakan bahwa ada ahjussi aneh yang terus menerus menatap mamanya. Sebenarnya V tahu kalau laki-laki itu terus saja menatapnya intens hingga membuatnya merasa tidak nyaman. Awalnya ia memang ingin menyapa laki-laki itu tapi putri kecilnya Jimin tiba-tiba saja rewel saat itu.

...

"He makes me scared, auff" Victoria bergidik ngeri.

...

Tiba-tiba saja V merasakan sepasang tangan kekar melingkar indah di pinggangnya posesif mebuat V sedikit berjingkat akibat terkejut.

"Siapa yang membuatmu takut honey?"

Terdengar suara rendah yang serak khas orang bangun tidur, siapa lagi kalo bukan suaminya tercinta Kim Namjoon. Hidung bangirnya menyusup diantara perpotongan leher V membuatnya terkikik geli namun ia tetap menyukainya.

"Nothing dear, kau sudah sarapan? Mau makan apa?" V bertanya pada suaminya mengingat Namjoon memang sering melupakan waktu makannya akibat sibuk bekerja.

"Aku ingin memakanmu sayang" Namjoon berbisik rendah di telinga istrinya, tapi bukan V namanya kalo ia mudah terjerat rayuan sang suami.

"Benarkah? Coba saja kalau begitu" setelah mendengar jeritan suaminya akibat cubitan sayang V pada perutnya yang rata, Victoria lantas berlari sambil tertawa puas melihat sang suami yang mengerang protes, dan begitulah keseharian dari keluarga Kim yang begitu hangat.

...

[Wonwoo House]

"Umma...Jihunie umma, apakah Appa tidak jadi kesini?"

"Sebentar lagi Appamu akan datang Jinnie sayang, bersabarlah oke?"

"Hmm..baiklah"

Gadis kecil di hadapannya itu mengangguk pasrah, sebenarnya Wonwoo juga khawatir kalau adiknya tidak akan datang menjenguk putri kesayangannya akibat sibuk dengan urusannya di kantor tapi bukan itu alasan sebenarnya Jeon Jungkook jarang menjenguk Seokjin putrinya ia masih sangat, sangat terluka setelah kepergian istrinya.

"Apakah ada yang sedang merajuk?"

Suara tegas itu membuat Seokjin atau Jinnie yang biasa Wonwoo memanggilanya menengok ke arah sumber suara yang sangat di hapalnya.

"Appa!"

"Hello sayang"

Gadis berusia 2 tahunan itu menghambur dalam pelukan sang appa dan mendekapnya erat seakan tak ingin appanya hilang jika ia melonggarkan sedikit saja pelukannya.

"Hey..hey...kenapa Princess Appa menangis eoh?"

"Appa... hiks.. Jinnie rindu Appa.. hiks"

Terdapat sayatan tak kasat mata yang melukai hati Jungkook setelah mendengar penuturan putrinya, tapi apa daya Jungkook tidak bisa menjaganya sendirian terlebih ia masih berkabung atas kepergian Taehyung. Jadi Jungkook lebih percaya menitipkan putri tercintanya pada kakak perempuannya Jeon Wonwoo yang telah lama vakum dari dunia model dan kini telah menjadi Kim Wonwoo selaku istri dari Kim Mingyu.

"Maafkan aku yang selalu merepotkanmu nuna..."

"Hey...it's okay dear, berhenti menjadi cengeng di depan Jinnie, itu akan membuatnya semakin sedih."

Jungkook mengangguk patuh pada kakaknya dan perlahan melepaskan pelukan putrinya.

"Lihat apa yang Appa bawa?"

"Boneka super duper besar Mario dan Olaf untuk Jihoon onni"

Seketika mata Seokjin berbinar indah menampilkan kembali senyum manisnya yang sebelumnya hilang karena sedih. Si kecil Jinnie berlalu mengambil boneka Marionya dan memanggil kakaknya untuk turun dan bermain bersama, kedua kakak beradik Jihoon dan Seokjin itu tenggelam dalam permainan yang membuat perasaan Jungkook sedikit lebih baik.

"Mata dan senyumannya benar-benar mirip dengan Tae..."

...

2 tahun kemudian...

"Jiminie cepatlah aku akan terlambat!"

Suara cempreng khas anak laki-laki itu berhasil membuat adik perempuannya mengerucutkan bibir mungilnya yang lucu membuat sang ibu gemas dan mencubit pipinya setelah memasang sebuah pita kecil sebagai sentuhan akhir rambut hitamnya.

"Sebentar lagi sayang, astaga bersabarlah"

Sang ibu membalas lembut rengekan putra sulungnya yang sedari tadi mengeluh takut terlambat berangkat ke sekolah karena adiknya yang sibuk didandani oleh sang ibu, well ini adalah hari pertama putri kecilnya masuk Taman Kanak-kanak.

"Daddy lihatlah Yoongi oppa sangat menyebalkan"

Kini giliran sang adik yang merengek, mengadu pada sang ayah karena kelakuan kakak laki-lakinya yang Jimin bilang sangat menyebalkan.

"Hey, siapa yang mengajarimu kata-kata itu sayang...Yoongi oppa tidak menyebalkan." Dan ini dia suara rendah sang kepala keluarga yang menatap tak percaya sang putri berkata bahwa kakaknya menyebalkan sambil mengangkat tinggi-tinggi gadis kecil yang berusia lima tahunan itu.

"Ahahaha...appa turun, jiminie takut."

Jimin memekik girang ketika lengan panjang ayahnya mengangkat tubuh ringannya tinggi-tinggi disusul dengan decakan malas sang putra sulung yang sedikit iri. Melihat kelakuan ketiga malaikatnya itu V mengecup sayang pipi pucat putranya dan membuka lengannya lebar-lebar disusul tubuh kurus yang menghambur ke dalam pelukannya sambil terkikik geli karena sang ibu yang mengecupi wajahnya. Melihat adegan manis tersebut Jimin berontak minta turun dari gendoangan sang ayah dan menghambur memeluk punggung ibunya. Bibir mungilnya menghantarkan kecupan-kecupan kecil ke wajah sang ibu yang membuat V merasa geli dan ikut tertawa. Kedua putra putrinya berteriak kencang secara bersamaan membuat hati sang ibu terasa ingin meledak karena buah cintanya benar-benar menggemaskan.

"Mama morning kiss!"

Tawa wanita itu pecah ketika ritual morning kissnya bersama sang buah hati berakhir dengan sang kakak mengecup pipi kanan dan sang adik mengecup pipi kirinya ditutup dengan pelukan keduanya. Setelah itu mereka berlari menuju garasi dimana sebuah mobil Audy hitam telah menunggu dengan lelaki paruh baya yang tersenyum manis ke arah keduanya, dia adalah Park Chanyeol supir kepercayaan keluarga Kim.

"Bagaimana dengan Morning Kiss ku Mama?"

Suara berat itu terucap indah di telinga Victoria bersamaan dengan sepasang lengan yang membalikkan tubuhnya pasti dan mendorong pelan tubuhnya merapat kepada sang pemilik suara yaitu suaminya tercinta. Tanpa menunggu jawaban sang istri benda kenyal itu telah mendarat pasti pada tumpukan daging yang tampak begitu menggoda Namjoon sebelumnya. Bibir yang telah menempel pada bibir V itu memberikan kecupan-kecupan singkat dengan sedikit jilatan dan kuluman yang memabukkan. Keduanya terlena dengan ritual pagi yang hampir setiap hari mereka lakukan setelah buah hatinya pergi ke sekolah diakhiri dengan kecupan hangat dan lama pada dahi V.

...

The bold type is belong to Seokjin lines

[Jungkook's Family]

"Topi?"

"Ote"

"Seragam?"

"Ne"

"Sepatu?"

"Sipp"

"Siapa berangkat?"

"Aye kapten"

Pagi itu pasangan ayah dan anak, Jungkook dan Seokjin sedang sibuk dengan persiapan hari pertama sekolah. Bukan sekolah yang sesungguhnya karena putri tunggalnya ini baru berusia 4 tahun sehingga ia menitipkannya pada salah seorang guru taman kanak-kanak kenalan kakaknya dimana Jihoon keponakan Jungkook juga akan bersekolah disana. Awalnya Jungkook merasa ragu melepaskan putri semata wayang titipan mendiang sang istri mengenal dunia luar lebih cepat dibandingkan usia seharusnya, tetapi Wonwoo kakaknya yang memaksa dan meyakinkan Jungkook bahwa itu demi kebaikan Jinnie agar mempunyai lebih banyak teman tidak hanya Jihoon kakak sepupunya. Akhirnya dengan membuang nafas kasar dan dengan wajah amat sangat terpaksa Jungkook mengisi form pendaftaran TK tersebut. Menatap pilu sang putri, Jungkook merasa gagal sebagai orang tua tunggal kebanggaan peri kecilnya itu sampai saatnya Seokjin menoleh ke arahnya dan tersenyum lebar setelah Bibinya Kim Wonwoo memberi kabar bahwa lusa ia akan mulai masuk sekolah bersama Onninya. Jungkook jadi merasa tidak tega untuk melarang putrinya dan membawanya tetap tinggal dirumah sang nenek yang merupakan ibu Taehyung dengan senang hati akan mengasuh cucunya, mataharinya setelah Taehyung meninggal. Lagi, Jungkook menghela nafas tidak rela melihat putrinya untuk mengenal lingkungan baru.

...

8 years ago...

"Jadi, apa kau tahu putriku.., Jeon Jungkook-ssi ?"

Malam itu adalah malam tak terduga yang harus dialami Jungkook setelah mulut sialannya berkata tanpa perintah ketika melamar seorang gadis di gereja tempat kakak perempuannya menikah waktu itu.

" N..ne Tuan Kim, saya tahu putri anda Kim Taehyung."

"Ehem, maksudku adalah apa kau kenal baik putriku?"

"Eh? Ah.. itu.."

Yah, malam itu adalah pertama kalinya Jungkook datang di kediaman keluarga Kim, orang tua Kim Taehyung gadis yang sudah membuatnya tergila-gila selama beberapa bulan ini. Setelah pertemuan tak terduga dan dengan konyolnya Jungkook melamar seorang gadis tepat setelah beberapa detik ia melihat gadis itu untuk pertama kalinya. Jungkook merasa gugup setelah 24 tahun ia hidup di dunia, bahkan ia tak pernah merasa segugup itu ketika menghadapi client atau saat berusaha mendapatkan sebuah proyek besar untuk perusahaannya, sungguh lidah Jungkook kelu ketika harus menjawab berbagai macam pertanyaan "Calon Mertua-nya itu". Keringat dingin mulai bercucuran ketika sepasang mata tajam itu menatap intens Jungkook, bahkan bagi ketiga gadis coret kedua gadis ditambah satu wanita paruh baya yang sedari tadi sibuk terkikik di dapur melihat Jungkook seperti kelinci kecil tak berdaya di hadapan seekor singa lapar. Ketiga perempuan itu adalah Taehyung, Ibunya dan Baekhyun kakak sepupu Taehyung. Mereka sibuk membuat makanan untuk acara makan malam saat itu setelah Jungkook meminta ijin pada Taehyung untuk mengunjungi kediamannya bermaksud menemui kedua orang tua Taehyung dan berakhir dengan Jungkook yang ditanyai macam-macam oleh ayah Taehyung.

Setelah acara makan malam, Jungkook kembali mengobrol dengan keluarga yang tampak bahagia itu. tepat saat jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam waktu korea Jungkook kembali melihat sepasang mata itu berubah sendu. Taehyung tampak begitu sedih meskipun bibirnya melengkungkan senyum yang tak akan pernah Jungkook lupakan.

"Apa kau yakin?"

Lagi, pertanyaan itu meluncur dengan sangat mulus dari bibir tipis yang selalu Jungkook kagumi. Jungkook tidak membalas pertanyaan Taehyung, dia hanya melangkahkan kakinya mendekat dan menarik gadis di depannya dengan kedua lengan kuatnya, lengan yang mungkin saja bisa menghancurkan tubuh ringkih gadisnya.

.

.

.

END...?

Duarrrrrr...

Ollow ada yang kangen sama nih sequel ? nggak ada ? yaudah di bikin end disini aja .

Errrr...sebenernya gue rada bingung mo bikin Tae meninggal gegara apa *ditabok

Jadi gue berharap ada yang review buat ngasih saran atau mungkin request adegan gitu atau mungkin request apalah asal bukan jodoh T^T

Oke cuap-cuapnya udahan dulu, jadi author itu susah rek... susah kalo gada yang review :")

Pengen banget delete cerita atu-atu lol

So... MIND TO REVIEW ? ... please ?