BELAHAN JIWA DEIDARA

MAK COMBLANG ALA AKATSUKI

By: Uchiha Yuki Sasori

CHAPTER 2

HIYEAH!! Akhirnya chapter 2 ini selesai juga!! Trims yah, buat review kalian di chapter 1 ya! Sorry, lama updatenya! Coz akhir-akhir ini Yuki lagi banyak ulangan harian! Jadi gak bisa segera nyelesaiin! Oke! Langsung baca, yah!

PENYEBARAN BROSUR ALA KAKUZU

"Di tempelin di sini aja, deh," ujar Kakuzu sambil nempelin brosur-brosur itu pada dinding beberapa toko di pasar loak itu, dengan seenaknya (Tanpa izin pemilik toko tentunya). Dia juga nempelin pada tiang-tiang listrik yang dilaluinya, tempat-tempat sampah, pos kamling, toilet umum, bahkan di gerobak tukang bakso

"Bang, nitip nempelin ini di gerobak, ya?" ujar Kakuzu sambil nempelin beberapa brosur di gerobak tukang bakso.

"Jangan ah, entar dagangan saya gak laku kalo gerobaknya di tempelin pengumuman gituan," ujar Tukang bakso risih

"Udah! Diem aja! Pokonya sekarang saya nitip! Ntar kalo Abang sobek juga terserah!" ujar Kakuzu lalu ngacir dengan cuek.

PENYEBARAN BROSUR ALA KISAME

"Nempelin dimana nih, ya?" ujar Kisame bingung sambil berkeliling kuburan dengan langkah terseok-seok, efek dari tendangan maut Pein kemarin

"Udah deh, disini aja!" ujar Kisame sambil nempelin beberapa brosur di tembok kuburan

"Trus disini," dia nempelin beberapa brosur di beberapa batang pohon kamboja

"Disini juga," ujarnya sambil nempelin beberapa brosur di beberapa batu nisan

"Disini juga, ah," ujarnya sambil nempelin beberapa brosur di keranda mayat

Setelah itu, Kisame pun pergi

"Dasar Setan gila!" gerutu seorang pengunjung yang sedari tadi mengamati ulah Kisame dalam diam. Lalu dia membaca salah satu brosur yang di tempel di batu nisan

"Setan betina pun gak bakal mau kalo pengumumannya norak gini," umpat orang itu

PENYEBARAN BROSUR ALA TOBI

"Permisi," ucap Tobi pada salah seorang pasien perempuan di sebuah RSJ

Pasien itu menatap kaget ke Tobi

"Letak toiletnya dimana, ya?" lanjut Tobi sopan

"Kau……..," pasien itu tiba-tiba tegang

"Saya Tobi," ujar Tobi ramah

"KAU BAJINGAN!!" Pasien itu berteriak sambil nunjuk Tobi dengan wajah berang

"HEH??" Tobi bingung. "Nama saya Tobi! Bukan Bajingan!"

"KAU BAJINGAN!! KAU MEMPERKAOS (biar agak sopan) AKU!! KAU LARI DARI TANGGUNG JAWAB! BAJINGAN!!" kali ini pasien itu mencekik dan mengguncang-guncangkan tubuh Tobi

"AARRGGGHHH!! LEPASIN!!" Tobi berusaha melepaskan diri. "BOHONG! ITU BOHONG!! TOBI ANAK BAIK! GAK PERNAH MEMPERKAOS!!"

"BAJINGAN!! KU BUNUH KAU!!" pasien itu tambah histeris

"TOLONGIN I !!" teriak Tobi. "TOBI ANAK BAIK! GAK PERNAH MEMPERKAOS!!"

2 orang perawat berlari tergesa-gesa ke arah Tobi dan pasien itu

"Surti! Udah dong!" salah seorang perawat itu mencekal tangan pasien itu dan menahannya. Tobi pun dapat bernafas lega

"DIA BAJINGAN!! SUDAH MEMPERKAOS AKU!!" Surti berteriak dan menangis histeris

"TOBI ANAK BAIK!!" Tobi ikut berteriak dan menggelng-geleng

"Udah! Lebih baik Mas pergi aja! Kalo ngladenin orang gila, berarti Mas juga gila!" bentak perawat itu jengkel ke Tobi

Tobi pun langsung ngacir hingga ia masuk ke sebuah toilet

"GYAAAA…..!!" terdengar suara jeritan cewek dari dalam toilet itu

Tobi pun keluar di iringi backsound GLONTANG gayung air yang jatuh setelah sukses mendarat dengan selamat di kepala Tobi

Lalu Tobi ke toilet di sebelah toilet tadi. Kali ini toilet yang tepat

"Fuh….legah….," gumam Tobi setelah buang air seni ( Deidara dan Sasori pasti protes berat. Air menjijikkan gitu di bilang seni!!)

Lalu Tobi keluar dan nempelin beberapa brosur di bagian depan pintu toilet, juga toilet di sebelah tadi. Brosur-brosur itu tepat menutupi tanda laki-laki / perempuan yang tertera depan pintu toilet

Beberapa lama kemudian, seorang dokter tergesa-gesa masuk ke sebuah toilet

"GYAAAA….!!" Backsound gayung jatuh terdengar lagi mengiringi keluarnya dokter itu dari toilet tersebut dengan paras merah

"Sial!! Siapa orang gila yang iseng nempelin brosur ginian depan pintu toilet?" umpat Dokter itu kesal sambil menatap brosur di pintu toilet

Tobi melanjutkan tugasnya. Ditempelkannya beberapa brosur di beberapa ruangan, pos satpam, tempat parkir, bahkan di kaca depan sebuah mobil Limosine

Seorang laki-laki berbaju kayak Surti, berlari menghampiri Tobi sambil membuka ke dua tangannnya lebar-lebar, sambil berteriak "KEKASIHKU……!!"

Laki-laki itu lalu memeluk Tobi dengan erat, Tobi syok kembali

"Sayang….jangan pergi ya! Kita nikah, yuk!" ujar laki-laki itu

"HAH?!" Tobi hamper Ko-Id saking syoknya

"Sayang…meski banyak yang menentang kita, aku gak peduli! Kita nikah, yuk! Kawin lari aja! Kan lagi nge-trend truh!"

"APA? TOBI GAK SUKA KAMU!! TOBI BUKAN YAOI! TOBI ANAK BAIK!"

"Sayang…meski kita sama-sama laki-laki, gak papa kok. Sesudah nikah, kita kan bisa ngadopsi anak,"

"GAK MAU! TOBI GAK KENAL KAMU! TOBI ANAK BAIK! BUKAN YAOI!" Tobi meronta-ronta

"Sayang…jangan per…..,"

BUGH! Akhirnya Tobi berhasil terlepas dari laki-laki itu setelah membuat laki-laki itu memiliki potensi tidak bisa punya anak gara-gara tendangannya barusan di -sensor-nya

"Sayang…kau menyakitiku…," laki-laki itu mengaduh kesakitan

Tobi pun lari terbirit-birit ketika laki-laki itu hendak memeluknya lagi

PENYEBARAN BROSUR ALA ITACHI

Itachi tidak ke Panti Jompo! Uchiha gitu loh!! Jaim dong, tampang-tampang keren gitu ke tempat nenek-nenek dan kakek-kakek. Mungkin Itachi takut tersaingi ketampanannya oleh para kakek disana, kali. (Itachi Fan Club, sorry ya! JK)

So, Itachi bikin spanduk ukuran jumbo segede spanduk kampanye partai. Spanduk itu bertuliskan kata-kata yang sesuai dengan brosur tadi. Lalu, di pasangkannya spanduk-spanduk itu di pusat keramaian. Seperti di mall, bioskop, jalan raya, juga di rumah sakit yang lagi kebakaran (kan ramai tuh)

"Gini kan lebih praktis!" Itachi tersenyum puas setelah tugasnya selesai ( Bukannya tambah capek dan rugi materi tuh? Terserah deh! Yang penting gak ke Panti Jompo kali ya?)

PENYEBARAN BROSUR ALA SASORI

Ternyata, tuh bocah ingusan beneran nyamperin beberapa warung remang-remang, warung terang benderang dan warung gelap gulita, alias warung yang lagi tutup. Di tempelkannya brosur-brosur itu di warung-warung tadi, bahkan di genteng-gentengnya juga

Sekarang, dia lagi nyamperin sebuah warung remang-remang yang banyak cewek…..yah, kalian tau lah! Cewek-cewek itu lagi nongkrong nungguin langganan mereka

"Hai Sasori!" sapa salah seorang cewek disitu sambil tersenyum menggoda

"Hai," jawab Sasori

"Mau pake siapa?" rayu cewek itu

"Gak dulu. Gue lagi ada tugas," jawab Sasori.

Tiba-tiba mata Sasori melihat seorang cowok yang lagi mesra-mesraan ma seorang cewek disitu. Karena Sasori penasaran, maka dihampirinya tuh cowok

"HAH?! SASUKE?!" pekik Sasori kaget setelah tau siapa tuh cowok

"Hah?! Siapa lo?" Tanya Sasuke risih. "Jangan sok akrab, deh,"

"Hoi! Gue temen aniki lo, tauk!"

"O ya? Gak pernah liat,"

"Masak sih? Gue kan terkenal,"

"Lebih terkenal gue, sih….makanya gue gak ngenalin elo,"

Sasori tersenyum sabar

"Weizz!! Ngapain lo disini?" Tanya Sasori

"Menurut lo?" Sasuke cuek sambil merangkul pundak cewek di sebelahnya (Hiks! Kau mengkhianatiku, Sasuke!!). "Lo sendiri ngapain disini?"

"Gue ada misi penting yang menurut gue gak penting," Sasori tersenyum nakal. "Lo sering kesini, ya?"

"Iya! Mang napa?" (Author : "SHANNAROOOO!!" sambil mo ninju tunangannya yang sok innocent ini)

"Huh! Payah! Ternyata selera Uchiha murahan! Segala macam cewek jalanan di embat!"

"Khukhu," Sasuke tertawa pelan. "Sama kan dengan selera lo?"

DEG!! Senjata makan tuan nih, pikir Sasori

"Gue sih, masih jarang-jarang ke sini. Sedangkan elo malah pelanggan tetap. Dah jadi member, lagi!"

"Hehehehe…kok tau sih?" Sasori tertawa kikuk

"Ya iyalah! Untuk apa gue di lahirin dari klan Uchiha kalo gak jenius?"

"PAMER!!"

"Gak papa, dong! Daripada elo, gak ada yang bisa di pamerin,"

"Huh!" Sasori cemberut, lalu memberikan beberapa brosur ke Sasuke

"Apaan nih?" Tanya Sasuke sambil menajamkan penglihatannya karena penerangan lampu di situ yang kurang

"Kertas,"

"Siapa bilang ini laptop?!" dengus Sasuke. "Maksudnya kertas apaan?! Awas kalo jawab kertas A4!"

"Kertas folio,"

"CHIDORI!!"

"GYAAAAA!!"

Beberapa waktu kemudian…

"Jadi gitu! Lo coba Bantu ya! Sapa tau di kampung lo ada cewek yang sesuai dengan kriteria di kertas itu," ucap Sasori sambil nancepin kepalanya ke lehernya

"Kayaknya sulit, deh! Biar di bayar sejuta dollar pun, belum tentu ada yang mau,"

"Yah,pokoknya bantuin deh!" kali ini Sasori berusaha ngebetulin pusarnya yang agak geser dikit ke paha

"Oke, deh. Tapi kapan nih, aniki gue cari cewek kayak gini?" gumam Sasuke

"Gak tau! Selama ini, dia tidak menunjukkan tanda-tanda cowok normal,"

"Hah?"

"Ya udah, deh!" Sasori bangkit dari duduknya. "Gue pulang. Tolong ya!"

"Tapi kalo gak ada yang mau?"

"Ya elo aja yang gantiin," ujar Sasori jengkel lalu pergi menjauh

Sasori merasa langkahnya aneh… Kayaknya kakinya gak bisa melangkah secara bergantian. Kaki kanan-kiri majunya bersamaan

"HOI! SEJAK KAPAN LO JADI POCONG?!" teriak Sasuke sambil tertawa terpingkal-pingkal

"Siaaaa…llll!!" geram Sasori marah dan malu. "Kayaknya ada kesalahan teknis nih! Ugh! Gara-gara Sasuke!!" Sasori melompat cepat-cepat, ingin pergi jauh-jauh dari sana

"Gimana? Udah kalian sebarin brosurnya?" Tanya Pein sok bossy

"Iya! Bawel amat lo!" dengus Sasori yang capek abis balap karung

"Kalo gitu, sekarang kita ke Jatim," lanjut Pein

"Heh?!" semua syok, terutama Sasori yang pengen banget istirahat

"Lha? Kan pendaftarannya disana. Kalian gimana, sih?"

"Iya, ya…," gumam Itachi lemas

"Pein…," gumam Kakuzu

"Ada apa?"

"Kita kesananya jalan kaki aja yuk,"

"OGAH! Lo aja sendiri! Jangan bawa-bawa gue!"

"Pein, mikir dong lo! Ongkos transportasi sekarang mahal, belum lagi banyak terjadi kecelakaan!"

" Lo takut?"

"Ya enggak sih,Cuma ngeri aja,"

"Sama aja kaleeeee," sembur yang lainnya

"Ya udah, kalo lo takut, lo jaga markas aja! Ntar kalo Deidara pulang dan tanya kami kemana, lo cari alas an yang masuk akal ya! Jangan bilang ke Jatim," lanjut Pein

"Oke deh! Paling-paling gue bilang ke Gua Pacitan!" jawab Kakuzu

"Kalo gitu, lo malah nunjukin pusatnya!" ujar Kisame sampai muncrat saking semangatnya

"Mana?" Itachi nyodorin tangannya ke Kakuzu

"Apanya yang mana?" Kakuzu dapat feeling buruk

"Ya ongkos lah! Lo pikir kita bener-bener mo nurutin saran lo buat jalan kaki?"

"Alah! Dasar cowok manja! Sini-Jatim aja gak mau jalan kaki," omel Kakuzu

"Alah! Dasar cowok pelit! Sini-Jatim masak disuruh jalan kaki?" omel Tobi

"Ya udah! Nih!" Kakuzu ngasih 1 lembar 5ribu

"Heh?" Pein menatap dan memegang uang itu dengan wajah risih

"Buat naik apa nih?" geram Kisame

"Perahu getek," jawab Kakuzu nyantai

"Sudah ku duga," batin Tobi lemas

DEG! Kakuzu merasa perasaanya tidak enak saat teman-temannya menatapnya dengan tatapan siap menyerang

"SERAAANNNGGG!!" teriak Pein mengkomando

Sesuai komando, anak buah Pein pun maju menyerang Kakuzu. Tobi dan Sasori bagian megangin kaki Kakuzu, Kisame bagian mencekal tangan Kakuzu, dan Itachi bagian kerudungnya Kakuzu

"Gue buka nih kerudung lo," ancam Itachi

"JANGA…..NNN!!" Kakuzu histeris

"Kalo lo gak mau ngasih duit 1 juta, gue lepas nih kerudung," lanjut Itachi sambil mulai narik-narik kerudung Kakuzu

"JANGA,NNN! JANGAN BUKA PENUTUP AURATKU!!"

"Lo cewek ato cowok sih? Auratnya kok di rambut?" Tanya Kisame

"Jangan Itachi!! Lo bisa tersangi dengan kemilau indah rambut gue !!"

"Halah! Siapa yang merasa tersaingi dengan tua bangka kayak elo? Rambut beruban aja di banggain!"

"OKE! OKE! Gue kasih kalian duit! Dasar brengsek!!"

Akhirnya Kakuzu lepas setelah dengan berlinang air mata, air hidung, air telinga, air kulit dan air mulutnya (pokoknya kelima indranya mengeluarkan air) dia terpaksa menyerahkan uang 1 juta ke para pemeras tadi

Akhirnya Pein, Tobi, Kisame, Itachi dan Sasori pergi ke Jatim dengan numpang pesawat jet Supersonic. Mereka naik di bagian sayap pesawat. Yah…namanya aja numpang! Masak mau yang VIP?!

Please….reviewnya dong…..

TALKSHOW

Yuki: Hai

Kisame : Halo

Itachi: Hey

Sasori : Oi

Pein: Yuhu!!

Kakuzu : Woi

Hidan : Assalamualaikum Wr Wb dan salam sejahtera

Tobi : Yippie Yippie Yei!!

Zetsu : Zlurp

Yuki : Thanks yaw, buat reviews kalian di chapter 1. wah… aku seneng banget lho!!

Itachi : Aku juga seneng lho, ada yang request jadi pacarku…. (sambil menyibakkan rambut hitam urang-aring nya)

Sa : Jangan keras-keras. Ketombe mu bisa migrasi ke rambutku!!

Tobi : Wah, pasti cewek itu kalo mau bicara ama kamu, jarak antara kalian minimal 100 meter ya, Itachi?

Itachi : kenapa?

Tobi : kalo deket-deket, bisa koma panjang dia! Nafasmu itu bagai radiasi nuklir, yang bahkan bisa menyebabkan wanita jadi mandul.

Yuki : sejak kapan lo pinter, Tob?

Itachi : Oh ya, buat Faika Araifa-chan, sorry ya. Aku terpaksa mengkhianatimu. Author yang menakdirkan, bukan DJ (Dewa Jashin). Jadi, kalo mau ngegaplok orang pake sandal, gaplok dia aja (sambil nunjuk Yuki)

Y : hiks! Aniki jahat! (menangis di pelukan Pein)

P :Sabaku no Ghee, ini bukan gue yang minta lho (sambil ngelus2 punggung Yuki)

Z : Sabaku no Ghee, kamu itu minta jadi pacar Pein yang mana?

Kis : Pein no 5?

Ka : Pein no 6?

Sas : atau Pein Bokep?

Pe : jangan percaya, ya. Itu kerjaan Author yang sensi aja ma gue

Y : Siapa yang sensi?! Aku hanya mengungkap sebuah fakta! Udah deh! Gak nyambung lo pada! O ya, buat yang dah kasih tau apa itu bahasa Indonesianya kalamenjing ( bahasa daerah Author yang agak nyeleneh). Ternyata bahasa indonesianya adalah jakun ya?! Ahahahaha…(ketawa malu)

Ka : jangan lebar-lebar!! Kutu2 di tubuh Kisame bisa kesedot

Kis : …. (lagi perang melawan hawa nafsu mutilasi-sasi)

Y : Ya udah, thanks yaw! Maaf, kalo lagi-lagi talkshownya gak nyambung.

Ze : Lo kapan pernah nyambung?

Yu : Aniki!!

Sas n Ita : my lovely Imouto!!

Tob : Karena Authornya lagi konser (nangis dengan menghentak-hentak), maka saya yang gantiin. Tunggu Chapter 3 nya ya. Reviews nya jangan lupa.

Tob : NB : Yang mau jadi Tobi Fan Club? (Promosi murahan)

O ya, reviewnya dong!!