Siapa bilang mencium pipi orang tanpa permisi tidak membuatmu merasa buruk .itulah yang dirasakannya sepanjang pagi .
Chanyeol memeluk guling ,bergulung di tempat tidur , membenamkan kepalanya ke bantal , bangkit lalu tidur kembali .
"Aigoo…"Bruk!
"Aw! Damn!" .
"Hyung ? kau baik-baik saja? " .Chanyeol memegangi kepalanya yang nyeri karena terjun bebas dari kasur , "gwencana " .Pemilik suara kecil dibalik pintu bercicit ," perlu kupanggilkan ahjuma ?".
"Aniyo , aku baik – baik saja " tegas Chanyeol .
….
Chanyeol POV
"JIka kau tidak membayarnya besok lusa , kalian harus angkat kaki dari tempat ini ".
Aku mengintip dibalik pintu , dadaku terasa nyeri melihat bibi Park harus memohon-mohon pada laki-laki cebol berwajah pemarah yang diringi dua lelaki kekar .Ya tuhan ijinkan aku membunuh laki-laki ini.
Kuberanikan diriku menemui tamu-tamu tak diinginkan .Tuan Shin , si makelar tanah menatapku tajam , maaf tuan tapi tatapan tajammu tidak mempan untukku ( lagipula matanya tidak setajam mata Kris Wu , sial ! kenapa aku bisa memikirkannya disaat seperti ini).
"Sudahlah , bibi tidak perlu memohon seperti itu " , kunaikkan wajahku lancang aku tidak ingin terlihat lemah dihadapan mereka .
"Wah wah akhirnya tuan Park keluar juga " .
"Ini , untuk uang muka" .Tuan Shin menyambar amplop berisi uang dari tanganku .Aku sempat menggores jarinya dengan kuku .Salah satu tukang pukulnya bersiap menghajarku .Tuan Shin mengangkat tangannya , " tidak perlu ". Pria itupun tunduk seperti anjing peliharaan."Kita pergi dari sini ".
Sebelum mereka pergi tuan Shin tersenyum padaku dengan cara menjijikan , "mungkin untuk memperlancar urusan kita kau bisa mampir ke tempatku ".Mwo! apa dia baru saja menggodaku , dasar bedebah sialan andai saja anak-anak tidak sedang mengintip di balik pintu tadi aku pasti sudah menyemburkan berbagai kata-kata kotor.
"Yeol , itu tadi uang beasiswamu? ". Aku tersenyum pada bibi Park , " tidak apa-apa aku sudah berhenti kuliah sebulan yang lalu".Akh~ kadang aku membenci diriku sendiri karena terlalu banyak tersenyum dan bilang tidak apa-apa .
Chanyeol POV end
….
Orang tuanya mengajarinya untuk tidak percaya cerita dongeng , apalagi ketika dia berdoa pada sebuah planet dan doanya dijawab dengan kehadiran seorang kurcaci raksasa manis yang memberinya sebuah ciuman ajaib , Kris menganggap semua itu mimpi , hanya mimpi . Tuan muda Wu berusaha melanjutkan hidupnya.
Tubuh ramping Kris berbalut setelan jas hitam yang menyempurnakan penampilannya .Hari ini hari pertama Kris bekerja di perusahaan ayahnya .Sebagai awal dia ditempatkan di bagian pemasaran .
Kris mendapat kantornya sendiri di lantai 30 gedung utama perusahaan keluarganya .
"Anda perlu sesuatu tuan muda " tanya sekretaris baru Kris sambil menyerahkan sebuah map tebal .
"Sudah cukup kau bisa pergi " .Wanita itu meninggalkan ruangan Kris .Raut kecewa jelas terpampang diwajahnya.
Kris membuka laptopnya , mempelajari berkas-berkas perusahaan ,dan memeriksa pendistribusian barang , semuanya pun berjalan sangat normal .
…..
Back To Yeol
"Hyung , hyung aku boleh ikut hyung bekerja " .
"Tidak boleh , merepotkan saja " .
Xiumin menggembungkan pipinya , "huh , aku kan ingin membantu ".
"Hey kau kan yang paling tua disini jaga yang lain saja ".Aku menyambar jaket dibelakang pintu angin kencang langsung menyeruak masuk dari luar . "Aku pergi dulu ".Xiu masih cemberut tapi dia melambaikan tangan , oke dia memang minta dimakan rupanya .
Dipekarangan anak-anak lain sedang bermain bola .Sebenarnya hanya empat anak, anak-anak lain sudah diambil keluarga mereka dan dinas sosial .
"Hyung~ mau bekerja ya " Luhan berlari kearahku dan memberi pelukan hangat .
Tiga anak lainnya menghampiri kami , mereka memasang tampang sok acuh tapi aku mengerti pikiran mereka .
"Kalian juga minta peluk? " aku merentangkan tangan .Jong in , si tanner terlihat menahan hasrat memeluk hyungnya sebelum dia akhirnya luluh diikuti Jongdae .Pelukan mereka cukup singkat .
"Sudah " kata mereka bersamaan .Tinggal maknae kami Sehun yang masih acuh .Sehun yang paling muda namun dia yang paling cepat menjadi dewasa kurasa .Jadi dia pasti menolak pelukan .Aku mengacak rambutnya ."Hyung pergi dulu ".
Akhirnya aku mendapat pekerjaan yang pantas ditengah kota menjadi seorang pembersih kaca .Jangan kira aku hanya membersihkan kaca jendela sebuah toko , itu sebuah gedung 40 lantai .Aku mendongakkan kepala, kenapa pemilik gedung ini begitu serakah melapisi gedungnya dengan banyak kaca kotak? .
Klek ! Yixing partner sekaligus pendahuluku memasang pengaman disekitar pinggangku , "aku sudah membersihkan sampai lantai 25 tinggal 15 lantai lagi tapi semakin keatas akan lebih sulit ".Dia menatapku ragu , "tidak masalahkan ?".Aku menggeleng , sama sekali tidak masalah kecuali bagian jatuh dan matinya.
Yixing menyarankan aku memulai dari atas .Ini seperti panjat tebing ditambah aku harus membersihkan lintasanku .
"Ingat jika kau tergelincir pegang tali merah " , kata – kata Yixing seperti potong kabel merah kalau tidak bom itu akan meledak .
Beberapa menit penyesuaian aku pun mulai terbiasa . Bagian menyemprotkan cairan pembersih dan mengelap kacanya mudah , bagian menyeimbangkan tubuh sedikit sulit karena tubuhku terlalu jangkung. Sesekali Yixing menurunkan cairan pembersih tambahan lewat tali kedua .
Hufh- sudah sembilan lantai , enam lantai lagi dan rasa mualku bisa pergi .Aku mengerti kenapa sepasang pembersih hanya membersihkan satu sisi gedung .
Sreg! Tali pengamanku tiba-tiba kendor .
"Wow ! " ,aku mendongak melihat Yixing mengatakan sesuatu , mungkin minta maaf .Astaga itu tadi mendebarkan .Aku menghabiskan waktu berhenti di lantai 30 untuk mengatur detak jantung , pekerjaan ini ternyata memacu adrenalin .
"Baiklah Yeol kau bisa melanjutkan ini " kataku meyakinkan diri .
Kusemprotkan cairan pembersih , mengelap kaca itu meski tanganku masih bergetar . Kaca itu semakin bening .Yang tadinya kukira hanya imaginasi bertambah nyata di depan mataku .
Kris Wu memakai jas duduk disebuah kantor dibalik kaca yang kubersihkan .
Dia memasukkan laptop dan kertas ke dalam tas kerjanya .Saat Kris diambang pintu dia sempat sempat bayanganku .Aku segera turun satu level di lantai 29 . Tentu saja aku malu bertemu dengannya lagi dalam pose spider-man seperti ini.
Chanyeol POV end
Sebuah laptop dipangkuannya dan seorang sopir pribadi di jok depan .Setengah perjalanan Kris memandang laptopnya dia tidak melakukan apapun .Tiga hari bekerja Kris berharap bisa melupakan Park Chanyeol .Wajah namja itu terlintas lagi dipikiran Kris . Pipi kanan Kris kadang masih terasa geli mengingat ciuman itu .
Kris tidak mengerti , mereka bertemu tidak lebih dari 20 menit , tidak ada yang mereka bicarakan selain bertukar nama lebih lagi Chanyeol hanya mencium pipi Kris sekilas kenapa Kris tidak bisa melupakannya dengan mudah .
Kris menutup laptopnya dengan kasar .Mata dark brown – nya mengamati sisi jalan yang dipenuhi pejalan kaki .Dari kejauhan seorang anak kecil berlari menemui seorang namja muda bertopi yang membawa es krim , mungkin kakaknya .Kris melihat sekilas namja itu , dia tidak akan melupakan telinga lebar orang itu.
"Bisakah kau berhenti " perintah Kris pada sopir pribadinya .
"Anda mau kemana tuan muda? ".
"Hanya sebentar ".
"Daebak ! ".
Chanyeol menyerahkan es krim pada Luhan .
Namja itu mendengus , "dasar rusa kecil baru sebentar pergi sudah minta es krim ". Luhan melempar senyum termanis pada hyungnya , ekspresinya berubah ketika melihat sosok dibelakang Chanyeol."Whoa , tampan sekali ".
"Nuguya ?".
"Itu hyung " .
Chanyeol memutar badannya .
"Hai " sapa Kris canggung .
"H-Hai juga " balas Chanyeol tidak kalah canggungnya .
TBC
Holla author balik lagi with chapter 2 maaf kalau kependekan maklum bikinnya ngebut . Jadi kalau pada mau tau kelanjutannya ikuti terus aja dan jangan lupa reviewnya .
DarKid Yehet : oke author bakal lanjutin . makasih reviewnya
jvngri : setuju Chan emang hyung yang baik . gomawo ya buat ninggalin jejak di FF ini
enchris.727 : iyalah kalau perlu netep dirumah ya . makasih reviewnya
sitarizkiana,fitri :siap nanti author benahin tanda baca yang pada kabur .
4HyunBam : makasih , krisyeol ngak jelek-jelek amat kok jadi jadilah shipper mereka #maksa
Sapphire Zells : thank reviewnya klo ceritanya emang mainstream author minta maaf tapi klo suka ya makasih deh
