The Twins : Chains & Blade
Disclaimer : MK & II.
Pair : ?
Warning : AU, OC, OOC, Gaje, Typo's, HalfGodLike!NaruMenma, Smart!NaruMenma, NoJinchuuriki!NaruMenma, dll.
Summary : Dark Chains, adalah simbol si Sulung. Dan Holy Blade, adalah Simbol si Bungsu. Si kembar ini adalah Utusan sang pemimpin Dewa-Dewi Olympus, Zeus. Mereka diberi sebuah misi seumur hidup oleh sang Dewa petir. Mampukah mereka menyelesaikan misi mereka? Check this Out!
ǁǁ
ǁǁ
Setelah mendengar perkataan Zeus Barusan, Ares dan Hades mengangkat tubuh Menma dan Naruto kedalam gendongannya. Lalu tanpa sepatah katapun yang keluar daru mulut mereka, mereka berempat langsung masuk kedala portal masing-masing meninggalkan Zeus seorang diri ditempat itu.
"Semoga, tugas yang nanti aku berikan pada kalian bisa kalian selesaikan dengan baik." Gumam Zeus sambil memandang kedua Portal itu yang mulai mengecil dan akhirnya menghilang.
ǁǁ
ǁǁ
After all : 7 Year Later
ǁǁ
ǁǁ
Didepan Istana sang Dewa Petir, Zeus. Kini terlihat 2 orang yang tengah berjalan kearah pintu utama Istana tersebut. Pertama, seorang laki-laki berrambut merah, memakai sebuah armor mewah kebesarannya, dan yang kedua adalah seorang wanita berrambut putih yang memakai pakaian Maid. Ya, sudah dipastikan kedua orang itu adalah Sirzechs Lucifer dan Ratu serta istrinya, Grayfia Lucifuge.
Setelah sampai didalam, kedua orang- atau lebih tepatnya iblis itu disambut oleh sang Pimpinan para dewa Olympus.
"Ahh, lama tak berjumpa Gaki. Ada apa gerangan yang membuatmu datang menemuiku?" tanya Zeus yang masih duduk di singgasana kebesarannya.
Kedua iblis itu pun juga disuruh duduk di tempat duduk yang sudah tersedia disana, setelah duduk, sang pemegang gelar Lucifer kembali memandang Zeus.
"Ya, lama tak berjumpa Zeus-sama. Kedatangan ku kemari adalah untuk meminta bantuan yang sudah saya beritahukan sebelumnya." Ucap si Lucifer sopan.
"Oh, bantuan untuk membatalkan pertunangan adikmu dengan si Phenex muda itu kah?" terka Zeus.
"Benar Zeus-sama, seperti yang saya katakan sebelumnya. Walaupun adik saya menolak pertunangan itu, maka akan diadakan Rating Game. Tapi mengingat sampai saat ini, Peerage adik saya masih belum lengkap dan kurang berpengalaman, sudah dipastikan kalau Adik saya bersama Peeragenya akan kalah telak." Ucap Sirzechs panjang lebar.
"Hmm, tapi bingung denganmu. Dari sekian banyak Iblis-iblis di duniamu itu, kenapa malah kau meminta bantuan padaku? Bukankah kau bisa saja menyuruh satu diantara mereka untuk melakukan tugas itu?"
"Itu tidak mungkin Zeus-sama. Kalau Sirzechs-sama melakukan itu, maka itu akan berdampak negatif dari para petinggi maupun tetua Underworld. Mereka pasti akan mencemooh Sirzechs-sama karena terbukti melakukan kecurangan, yaitu merencanakan pembatalan pertunangan yang sudah diresmikan oleh kedua belah pihak." Grayfia langsung menjawab pertanyaan Zeus.
"Oh~, baiklah. Aku mempinyai orang yang tepat untuk melakukan tugas itu." ujar Zeus, setelah itu dia berdiri dan menghampiri Sirzechs dan Grayfia yang juga ikut berdiri.
"Sekarang pejam mata kalian karena sekarang aku akan membawa kalian ketempat orang itu." lanjutnya setelah berdiri didepan kedua iblis itu.
Sirzechs dan Grayfia yang mendengar itu pun langsung memejamkan mata mereka. melihat itu, Zeus juga langsung menepuk bahu kedua iblis itu dan langsung menghilang setelah petir yang datang entah dari mana menyambar tubuh mereka bertiga.
ǁǁǁ ǁǁǁ ǁǁǁ
Jdeer!
Zeus, Sirzechs, dan Grayfia muncul di sebuah tempat yang entah berantah. Tempat itu adalah tempat yang sangat luas dan lapang dengan dikelilingi oleh awan putih sejauh mata memandang.
"Disinilah tempat orang itu." ucap Zeus sambil melihat ke sekeliling.
"Err, apa anda yakin Zeus-sama? Disini bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan, bagaimana anda menyimpulkan kalau orang itu ada ditempat ini dan juga dimana ini Zeus-sama?" tanya Sirzechs bertubi-tubi.
"Heh, sekarang kita berada di Venezuela, tepatnya sekarang kita berada di puncak Gunung Roraima. Dan kau berkata tidak ada tanda-tanda kehidupan? Mari kita buktikan." Ujar Zeus sambil memandang Surzechs di kalimat terakhir.
Setelah itu, Zeus melangkah kearah tengah-tengah tempat, namun saat sampai di langkah ke 6, Zeus menghentikan langkahnya kemudian menjulurkan tangannya kedepan. Tiba-tiba muncul sebuah kubah tipis Empat warna. Keempat warna itu adalah Hitam, Merah, Kuning, dan Putih. Keempat warna itu bergabung dan membentuk pola Spiral.
Sirzechs dan Grayfia yang melihat Kubah itu agak terkejut dan kagum secara bersamaan, lalu mereka mendekat kearah Zeus saat melihat Dewa Petir itu membuat celah sebesar pintu di Kubah didepannya itu.
"Nah, sekarang ikut aku. Didalam, kalian akan bertemu dengan orang itu dan juga 4 dewa-dew lain selain diriku." Ucap Zeus sambi melangkah kedalam kubah itu duluan.
Kedua iblis itu tak mengeluarkan suara sepatah pun, mereka lebih memilih untuk mengikuti Zeus masuk kedalam kubah itu.
DUUAAARRRRR!
Dan yang mereka lihat dan dengar pertama kali didalam Kubah itu adalah ledakan besar yang menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan suara itu sukses memekikkan telingak kedua iblis itu.
Secara tiba-tiba, Kubah yang mengurung tempat itu kembali menghilang. Zeus dan kedua Iblis itu bisa melihat dua orang pemuda yang identik sedang bertarung ditengah tengah tempat itu.
"Ayah? Apa yang kau lakukan disini?"
Zeus serta Sirzechs dan Grayfia langsung mengalihkan pandangan mereka kesamping. Dan disana mereka bisa melihat dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.
Sirzechs dan Grayfia yang melihat dan merasakan Aura mencekam salah satu dari keempat orang itu mundur beberapa langkah. Ya, orang atau dewa yang membuat mereka seperti itu adalah seorang laki-laki berpostur tubuh tinggi berkulit putih pucat, matanya memancarkan sinar berwarna merah menala, rambut putih panjangnya entah kenapa selalu bergoyang-goyang, raut wajah yang memancarkan kekejaman, terlebih sabit besar dengan ganggang berwarna Bronce bermata entah besi atau entah apa berwarna hitam dan putih dibagian tajamnya itu sukses membuat Sirzechs dan Grayfia beberapa kali menengguk ludah mereka. benar, yang mereka lihat itu adalah sang penguasa dunia Bawah mitologi Yunani, Hades.
Zeus yang melihat gelagat suami-istri itu hanya menghela nafas, dia sudah menduga kalau mereka akan seperti itu saat mereka bertatap muka dengan Hades, kakaknya.
"Baiklah, sekarang kita hampiri mereka. kalian jangan takut, dia tidak akan melukai kalian kok." ujar Zeus sambil memandang Sirzechs dan Grayfia.
Setelah itu, mereka berjalan kearah Hades dkk dengan Zeus yang berjalan paling depan. Setelah sampai, Zeus mengalihkan pandangannya kearah pertarungan dua orang pemuda yang ada di tengah-tengah tempat itu.
"Bagaimana? Apakah Suami kalian sudah selesai dengan latihan yang kalian berikan Athena, Artemis?"
Dan sungguh, perkataan Zeus barusan langsung mengejutkan Sirzechs dan Grayfia. Bagaimana tidak? Ternyata yang sedang bertarung di tengah-tengah tempat itu adalah suami dari Dewi Strategi dan Perang yang terkenal tak pernah mau berdekatan dengan yang namanya laki-laki dan Dewi Perburuan yang konon akan membinasahkan laki-laki yang ingin meminang maupun berbuat macam-macam dengannya? Sumpah demi Pantat maskulin Michael, itu sungguh tak bisa dipercaya. Itulah isi fikiran Sirzechs dan Grayfia yang yah, walau agak keluar jalur sedikit.
"Mereka sudah menyelesaikan semua latihan yang kami berikan pada mereka Ayah. Dan pertarungan mereka ini adalah sesi terakhir dari latihan mereka sekaligus untuk menunjukkan semua kemampuan yang kami ajarkan." Ujar seorang wanita cantik berrambut pirang panjang beriris hitam legam, Athena.
"Benar. Kami hanya ingin melihat mereka bertarung dan mengeluarkan semua yang sudah kami ajarkan." Timpal wanita cantik berrambut putih panjang beriris Onyx, Artemis.
Zeus pun ber Oh ria setelah mendengar penjelasan kedua anaknya. Lalu dia kembali melihat pertarungan sengit antara dua pemuda identik tersebut yang ternyata adalah si Twin Namikaze. Sirzechs dan Grayfia yang melihat pertarungan itu sangat kagum. Bagaimana tidak, pertarungan yang mereka lihat itu adalah pertarungan kelas tinggi yang mengandalkan semua komponen pertarungan, mulai dari kecepatan, hingga Strategi yang memukau.
Beberapa saat kemudian, pertarungan yang mereka lihat itu selesai dan dimenangkan oleh pemuda berrambut Pirang panjang berpakaian serba hitam, salah satu dari kedua pemuda tersebut.
Twin Namikaze Place's.
"B-baiklah Nii-san, aku menyerah. Segera jauhkan Rantai-rantai mengerikan ini." kata salah satu diantara mereka berdua, tepatnya seorang pemuda berrambut kuning panjang yang memakai Simple Armor berwarna Hitam keemasan dengan corak Emas bening dan beberapa kain berwarna Merah Maroon bercorak Emas yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Dialah si Bungsu Namikaze, Namikaze Menma.
Saat ini tubuh Menma tengah terkinci secara mutlak oleh beberapa Rantai Hitam yang melilit tubuhnya setra tiga buah rantai yang berujung seperti bilah Kunai yang sangat tajam saat ini menari-nari didepan mata dan Mulutnya, siap kapan saja untuk menusuk target masing-masing. Terlihat disamping tubuh Menma, sebuah pedang yang agak besar berwarna putih tulang dibagian bilahnya dan berwarna Emas di bagian gagangnya. Dan juga sebuah perisai berwarna Emas bergambar kepala Naga tergeletak tak jauh dari Menma.
Sedangkan pemuda yang melihat dan mendengar perkataan Menma itu hanya menyeringai. Dialah Naruto, si sulung Namikaze itu sekarang memakai pakaian yang hampir sama seperti pakaian Menma, hanya saja warnanya saja yang membedakannya. Kalau Simple Armor berwarna Hitam semi Emas dan Emas bening, Simple Armor yang digunakan Naruto berwarna Hitam legam bercorak Emas di setiap ujung Armornya. Kain yang digunakannya juga berbeda, kain yang digunakan untuk menutupi bagian bawah tubuhnya berwarna hitam polos.
"Oh ayolah Adikku. Aku bahkan baru saja menggunakan Rantai-rantaiku. Yah minimal aku menusuk salah satu matamu dan menghanurkan jantungmu itu baru aku akan menganggap pertarungan ini selesai." Ucap Naruto sambil menampilkan seringan kejamnya.
"Apa kau gila Nii-san!? Aku ini adikmu Bodoh! Masa kau juga ingin membunuh adikmu sendiri hah!?" terak Menma dengan mata membulat setelah mendengar perkataan Gila kakaknya itu.
Naruto yang mendengarnya pun tertawa keras dan melepas lilitan rantainya dari tubuh menma serta menghilangkan rantai tersebut. Lalu dia menghampiri adiknya yang saat ini terduduk dengan raut bingung yang terjelas di wajahnya ketika melihat kakaknya.
"Haha. Aku hanya bercanda. Lagian mana mungkin membunuh adikku sendiri. nah sekarang kita hampiri mereka, sepertinya kita kedatangan tamu." Ujar Naruto sambil membantu adiknya berdiri.
Setelah itu Naruto berjalan terlebih dahulu sedangkan Menma saat ini kembali memungut Pedang dan Perisai miliknya.
"Ck, kekutanku selalu saja dibawah Nii-san, aku heran bagaimana hantu mengerikan yang menjadi senseinya dan Istrinya itu melatihnya." Kesal Menma yang sudah selesai memungut dan menghilangkan pedang dan perisainya.
"Haha, dia adalah kakakmu, wajar dia lebih kuat darimu agar dia selalu bisa melindungimu ketika nanti kau melawan musuh yang lebih kuat darimu. Dan kau tau Gaki, menurut Kuro-nii, kakakmu itu sengaja meminta Hades-sama dan Athena-sama untuk melatihnya dengan kadar latihan yang sangat mengerikan. Itu karena apa? Tentu saja hanya untuk melindungimu, dia sangat menyayangimu dan dia tidak ingin kehilanganmu seperti sebelumnya saat dia kehilangan orang tua kalian. makanya kau lihat sekarang dia seperti diatas angin saat kau melawannya, itulah hasil latihan yang dia jalani." Kata sebuah suara yang tiba-tiba berdengung dikepala Menma.
Menma yang mendengar ucapan tersebut agak tersentak dengan mata yang hampir keluar. Mendengar suara barusan membuatnya tersenyum sambil melihat punggung kakaknya yang berjalan tak jauh darinya. "Begitu ya. Aku baru menyadarinya, terimakasih atas apa yang kau katakan Kiiroyaza." Gumamnya sambil berjalan.
"Sama-sama Gaki." Ucap suara itu lagi yang ternyata adalah makhluk yang mendami tubuhnya.
"Hey Menma! Cepat sedikit bodoh!"
Menma yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya dan memandang kakaknya yang ternyata sedang menunggunya. Menma yang melihat itu mengangguk dan mempercepat langkahnya.
"Yah, meskipun kadang dia menyebalkan. Tapi itu tak menguraingi rasa hormat dan rasa sayangku padanya." Lagi-lagi Menma mengguman dan dibalas dengan tawa dari Kiiroyaza.
Setelah sampai disamping kakaknya, mereka berdua kembali berjalan kearah Zeus dan yang lainnya. Beberapa saat akhirnya mereka sampai didepan Zeus dan yang lain. Grayfia yang melihat kedua bersaudara ini dari dekat langsung saja mengeluarkan semburat tipis di pipinya. Karena tak dapat dipungkiri, si kembar itu memiliki paras yang sanggup membuat kaum hawa merona, bahkan berteriak histeris.
"Ayah. Ada apa anda kemari dan siapa mereka?" tanya Naruto sambil menunjuk Sirzechs dan Grayfia.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicaraka dengan kalian, dan ini menyangkut masalah misi kalian." Jawab Zeus dengan nada serius.
"Ehem! Maaf mengganggu, tapi karena sepertinya urusanku disini sudah selesai. Aku akan kembali kedunia bawah, yah beberapa jiwa sudah menungguku untuk menyiksa mereka." ucap Hades menyela pembicaraan Zeus dan si kembar.
"Benar apa kata Paman Hades. Aku juga ada keperluan sekarang." Timpal Ares.
"Baiklah, kaliam boleh pergi."
Mendengar itu, Ares langsung pergi dari sana dengan kereta perang yang dia Summon dan Hades pergi menggunakan Teleport asap kegelapannya. Setelah itu, Zeus kembali memandang si Kembar.
"Oh iya, bisakah kalian menghilngkan [Yaza Mode] kalian? Agak aneh menurutku kalau kalian terus menggunakan mode itu." ucap Zeus terdengar agak sensi menyebut mode yang dipakai oleh si kembar.
Naruto maupun Menma yang mendengar itu pun menganggukkan kepala mereka bersamaan. Setelah itu mereka berdiri tegak sambil menutup mata masing-masing. Langsung saja tubuh mereka diselimuti oleh cahaya berwarna Hitam dan Emas yang cukup untuk membuat semua yang ada disana menutup mata.
Beberapa setelahnya, cahaya yang menyelimuti tubuh Menma memudar dan menghilang, lalu sekarang terlihatlah sosok Menma yang berbeda radi yang tadi. Dimana saat ini rambutnya memendek dan memiliki jambang di kedua sisi wajahnya, iris mata yang tadinya berwarna merah darah sekarang berubah menjadi Blue Shappire. Dan pakaian yang dikenakannya sekarang terlihat lebih normal dari sebelumnya.
Setelah Menma, kini Cahaya hitam yang menyelimuti tubuh Naruto pun juga menghilang dan memperlihatkan sosok Naruto yang asli. Rambut panjangnya berubah menjadi Undercut Slick Back Style dengan dua buah garis Horizontal di atas telinga kiri (Look Takiya Genji Hair Style). Mata yang tadinya berwarna merah darah kini berubah menjadi Blue Shappire seperti Menma, dan pakaian yang dipakainya tentu agak tertutup berwarna serba hitam.
Grayfia yang melihat itu lagi-lagi memerah, oh Image yang selama ini ia jaga langsung runtuh setelah melihat sosok si kembar yang sebenarnya. Athena dan Artemis yang menyadari apa yang terjadi dengan ratu terkuat di Underworld itu menyeringai.
"Bagus, sekarang kita pergi ke istanaku. Kalian, Athena dan Artemis, bisa kembali ke Istana kalian masing-masing jika kalian mau." Ucap Zeus lagi.
"Baik ayah." Setelah mengucapkan kata itu, Athena menghilang ditengah tengah lingkaran sihir bergambar burung hantu dan beberapa ukiran-ukiran lain berwarna Biru. Sedangkan Artemis langsung mengeluarkan sayap merpatinya dan terbang menjauh dari tempat itu.
"Baiklah, sekarang kita juga pergi." Ucap Zeus lagi.
Setelah itu Zeus lenyap dengan Teleport petirnya, Sirzechs dan Grayfia menghilang menggunakan lingkaran sihir khas Gremory. Dan si kembar, mereka menghilang menggunakan lingkaran sihir berbentuk gambar 2 Naga dan gambar Yin-Yang.
Skip : Athena's Temple (At 09.44 PM)
Saat ini sang Dewi Strategi dan Perang aka Athena sedang berada didalam kamar Pribadi miliknya dan sang suami aka Naruto. Terlihat sang Dewi sedang duduk di depan meja Rias miliknya sambil melepas ikat rambut pirang panjangnya.
Cklek!
Athena menampilkan senyum lembutnya saat melihat pintu kamarnya yang berada di belakang terbuka dan melihat sosok suaminya yang memasuki kamar mereka dari pantulan cermin besar yang ada didepannya.
Naruto yang melihat istrinya yang sedang merias diri itu tersenyum dan berjalan menghampirinya. Setelah itu, langsung saja Naruto memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipi istrinya dengan lembut.
"Seperti biasa, kau terlihat sangat cantik saat menggerai rambutmu sayang." Bisik Naruto lembut yang sukses membuat Athena mengeluarkan semburat tipis di pipinya.
"Jangan menggodaku terus sayang." Balas Athena yang terdengar agak gugup. Naruto yang mendengarnya kembali melebarkan senyum lembut nan menggodanya. "Oh iya, apa yang kau bicarakan dengan Ayah dan kedua Iblis itu?" lanjut sang Dewi sambi memandang wajah Naruto melalui cermin riasnya.
"Yah, bisa dibilang pembicaraan yang sangat penting." Jawab Naruto. Lalu pemuda itu melepas pelukannya dan berjalan ke ranjang mewah yang ada dikamar tersebut.
"Kedua Iblis itu meminta bantuan pada Ayah untuk Membatalkan Pertunangan Adiknya, dan yang Ayah tunjuk sebagai orang yang akan membatalkan pertunangan itu adalah aku dan adikku, yang walau sebenarnya Menma saja sudah lebih dari cukup untuk membatalkan pertunangan itu." lanjut Naruto setelah duduk ditepi ranjang.
"Dan pembicaraan yang paling penting adalah, Aku dan Adikku akan menjalankan tugas kami yang sebenarnya. Kau tau apa yang aku maksud kan?" ujar Naruto lagi.
"Tentu, tugas untuk menghentikan ketegangan-ketegangan para Fraksi Akhirat itu dan membuat mereka bersatu dalam perdamaian kan?" kata Athena yang saat ini sudah berdiri dan berjalan kearah Naruto.
"Benar. Yah meskipun aku kurang yakin bisa melakukan tugas itu tapi, kita tidak akan tau hasilnya sebelum kami mencobanya kan."
Athena hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan suaminya. Lalu dia membaringkan tubuhnya diranjang mereka sambil tetap memandang sang Suami.
"Kapan kau dan Menma akan mulai menjalankan tugas itu, dan kapan kalian akan membatalkan pertunangan iblis itu?" tanya Athena lagi.
"Kami akan memulainya 2 hari lagi, kami akan pergi dari sini dan menuju ke Jepang, tepatnya ke Kota bernama Kuoh untuk memulai tugas itu. Secara kebetulan, adik dari Sirzechs itu berada disana. Pertunangannya akan diadakan 2 bulan lagi, namun sebelum itu terjadi Sirzechs juga meminta kami untuk mengawasi adiknya itu." Jelas Naruto.
Lalu dia ikut merebahkan tubuhnya di samping sang Dewi. Setelah beberapa detik menyamankan posisinya, Naruto kembali memandang sang Dewi.
"Nah, pembicaraan kita sampai disini dulu ya."
Cup!
Ketika menyelesaikan ucapannya, Naruto langsung mencium bibir manis sang Sang dewi sebagai ucapan selamat malam dan sang dewi dengan senang hati membalas ciuman itu. setelah selesai, Naruto kembali pada posisi nyamannya.
"Selamat malam sayang." Ucap Naruto lembut.
"Ya, selamat malam." Balas Athena dengan nada yang tak kalah lembut.
Beberapa saat kemudian, akhirnya sang Dewi terlelap dan terbang kedunia mimpinya. Meninggalkan Naruto yang saat ini masih belum memejamkan matanya.
Naruto POV.
Hallo semuanya. Seperti yang kalian tau, namaku Namikaze Naruto. Dan setelah kalian melihat sedikit ceritaku diatas, aku tak perli lagi membahas siapa aku dan adikku, siapa kami, dan asal kami karena itu sudah jelas.
Sebelumnya, aku yakin kalian sudah membaca kata Kuroyaza dan Kiiroyaza bukan. Nah sekarang aku akan menjelaskan siapa mereka. mulai dari Kuroyaza. Kuroyaza adalah seekor Naga Hitam yang mendiami tubuhku. Bentuk fisiknya menurutku berbeda dari para Naga kebanyakan. Bagaimana tidak, dia adalah sosok Naga Hitam yang memiliki sayap Hitam yang berbentuk seperti sayap Gagak berwarna hitam pekat, dan lagi, dia memiliki tiga pasang tanduk runcing dikepalanya dan satu tanduk besar yang mencuta di atas hidungnya. Sisiknya yang berwarna hitam yang bercorak Tribal berwarna emas, namun corak Emasnya itu hanya ada di sisik di bagian dadanya saja.
Dan dia jugalah salah satu sumber kekuatan yang aku punya. Kekuatan yang aku dapat darinya adalah Rantai kegelapan yang bahkan tidak bisa diputuskan oleh Trua Longinus sekalipun, mengendalikan Rantai kegelapan itu sangat susah karena Aura yang dimunculkan oleh rantai-rantai itu adalah Aura Negatif yang tiada batas, namun beruntung aku menguasainya secara penuh berkat bantuan Kuroyaza sendiri dan juga Paman Hades serta Istriku yang sangat aku cintai, Athena.
Ngomong-ngomong soal hubunganku dengan Athena. Itu berawal 2 tahun yang lalu, saat masih berumur 15 tahun. Saat itu aku sudah mulai mencintainya karena sifatnya yang ramah dan sangat baik padaku, namun itu hanya berlaku untukku karena Athena belum pernah aku lihat begitu saat dekat dengan laki-laki lain kecuali Ayah dan Ibunya. Dan saat aku beranjank 16 tahun, itulah saat dimana aku mengutarakan perasaanku padanya.
Dan kalian tau apa yang terjadi? Dia malah tertawa dan hanya menganggapnya sebagai candaan belaka. Aku yang melihatnya begitu tanpa pikir panjang langsung menyambar bibirnya dengan bibirku. Terkesan kurang ajar memang, apa lagi sempat dia membulatkan matanya saat aku menciumnya. Namun, beberapa detik setelahnya dia memejamkan matanya dan membalas ciumanku. Oh man! Itulah moment yang paling membahagiakan dalam hidupku. Setelah bibir kami terpisah, dia tersenyum padaku dengan blush tipis yang menghiasi pipi tipisnya.
Dan mulai saat itulah kami mulai menjalin hubungan. Dan tepat setelah umurku 17 tahun, tepatnya 4 bulan yang lalu. tiba-tiba Ayahnya datang saat aku berlatih dalam bimbingannya dan Hades, dia dengan seenaknya menyruhku untuk menikahi putrinya. Man! Itu sangat mengejutkan, dan dua hari setelahnya pernikahan kami pun diselenggarakan. Acaranya sangat meriah, dan semua Dewa-Dewi Olympus datang dan memberikan kami ucapan selamat.
Bahkan salah satu dari mereka, tepatnya Dewi Aphrodite dengan nekatnya mencium ku tepat di bibir. Dan kejadian itu membuat para tamu terkejut dan juga membuat Ahena membentak saudara se Ayah itu habis-habisan. Sedangkan aku waktu itu hanya terdiam dengan Menma yang terus terusan berceloteh menanyakan apa aku tidak apa.
Haahh, setelah acara itu sele— O'o, Athena ternyata mengubah posisi tidurnya dan memeluk tubuhku.
"Tidurlah sayang, malam sudah larut."
Oh, ternyata dia kembali sadar dari tidurnya. Dan sepertinya benar, malam sudah larut, mau tidak mau aku harus segera tidur. Aku dengan gerakan lembut pun membalas pelukannya dan mengiyakan perkataannya.
Sepertinya lain kali saja aku melanjutkan ceritaku ya. Sampai jumpa!
Naruto POV End.
ǁǁ
ǁǁ
[To Be Continue.]
Entah apa yang harus gue omongin. Yang punya Akun tiba-tiba ngSMS gue buat Updatein fic nya dia yang ini. makanya sekarang gue update aja, kalau kalian mau tanya, tingalin aja review. Yang punya sekarang lagi kerja di Mataram, baliknya juga ntar tanggal 14.
Salam, Edy.
