Warmth

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, Super Junior, BTS (maybe)

Genre : Drama, Slice of Life, Romance, hurt/Comfort, Yaoi

Rate : T

Alur suka - suka, typos, ga suka? Tutup aja, hehehe...

.

.

.

.

.

~ Chapter 1~

.

.

.

.

.

Seorang namja berkaca mata hitam melangkahkan kakinya keluar dari sebuah bandara, dia melihat kearah jam tangannya, pukul enam sore.

" Baiklah, aku sudah ada disini. Dan aku akan memarahimu karena tidak memberikanku kabar selama dua bulan Jung! Awas kau!"

Namja berpakaian hitam dari atas sampai bawah itu membuka kaca matanya dan membuat orang – orang memperhatikannya. Tampan. Itu yang mereka tangkap setelah melihat namja itu. Sedangkan namja yang menjadi perbincangan itu bersikap biasa saja dan berjalan menuju sebuah taksi.

" Tunggu aku Jung Changmin" Desisnya dengan aura gelap disekitarnya

Dia menaiki sebuah taksi yang membawanya kesebuah rumah disalah satu kawasan elit yang ada di Seoul.

Ting Tong

Ting Tong

Namja berpakaian hitam itu menekan bel sebuah rumah yang cukup besar, dia menunggu dan tak lama seseorang membukakan pintu itu. Seorang namja yang sudah mulai menua namun masih terlihat cantik diusianya yang menjelang lima puluh tahun.

" Aku pulang"

" OMO! Kyunieee!"

GREP

" Astaga eomma!"

" Kau pulang juga Kyu..."

" Ne eomma.."

" Eomma merindukanmu Cho Kyuhyun"

" Aku juga"

Namja bernama Cho Kyuhyun itu memeluk eommanya erat dan melepaskannya setelah beberapa saat. Rasa rindu itu menyeruak karena sudah sudah hampir tiga tahun dia tidak bertemu secara langsung dengan keluarganya terutama eommanya.

Kyuhyun memasuki rumahnya yang ternyata tidak berubah sama sekali, saat memasuki kamarnya pun dia melihat tidak ada perubahan pada kamarnya. Masih seperti sebelum dia pergi keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

" Bagaimana London?" Tanya sang eomma

" Membosankan tanpa eomma, appa dan adikku yang absurd itu"

" Aigo... Cepat mandi dan kita akan makan bersama. Adikmu akan pulang dari tempat les sebentar lagi begitu juga dengan appamu"

" Ne eomma"

Sang eomma keluar dari kamarnya, Kyuhyun menatap meja belajarnya. Dia menaruh sebuah figura disana, didalamnya terdapat foto dirinya dan seseorang yang menjadi sahabatnya selama ini, Changmin.

" Aku membencimu... Kenapa kau tidak memberiku kabar dua bulan ini hingga aku harus pulang kemari untuk memastikan keadaanmu?"

Kyuhyun mengusap figura itu kemudian dia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dia berjalan ke ruang makan dan melihat adiknya yang sepertinya baru pulang dari tempat les mengganggu dimeja makan. Mengambil beberapa cumi goreng tepung dan akhirnya dimarahi oleh eommanya.

" Tunggu sampai appa pulang" Kyuhyun memukul tangan sang adik hingga adiknya tersentak dan melihat kearah pelaku

" OMO! Hyungieee! KYAAAA~~~~~"

Namja berusia empat belas tahun itu langsung menerjang sang kakak, tangannya dilingkarkan ke leher dan kakinya melingkar pada pinggang Kyuhyun.

" Y-ya! Kau berat!" Pekik Kyuhyun

" Kapan pulang hyungie ah?!" Tanya sang adik

" Ya bocah alien! Lepaskan aku dan kembalilah duduk"

" Ish! Hyung tidak seru!"

" Ingat usiamu Cho Taehyung"

" Usiaku baru empat belas tahun hyungie~~"

Namja bernama Taehyung itu akhirnya turun dari tubuh kakaknya dan kembali duduk kemudian menarik Kyuhyun untuk duduk pada kursi yang ada disebelahnya.

" Aku sungguh merindukanmu hyung" Taehyung mengerucutkan bibirnya

" Aigo... Kita kan baru saja melakukan video call seminggu yang lalu Tae"

" Hyung bahkan tidak memberitahu akan pulang"

" Kejutan!"

" Ish"

" Appa pulang"

" Eoh?! APPPAAA~~~ Lihat siapa yang datang!"

Kyuhyun langsung menutup telinganya saat suara adiknya yang sesungguhnya mirip dengan suara eommanya itu berteriak. Aigo... Sepertinya malam ini dilewatkan Kyuhyun dengan keributan di rumahnya.

.

.

" Eomma..." Kyuhyun memanggil sang eomma saat dia memasukkan makanan kedalam mulutnya

" Ya?"

" Changmin tidak menghubungiku sejak dua bulan yang lalu. Dia masih rutin main ke sini kan?"

" Kyunie ah..."

Wajah sang eomma terlihat serius, bahkan Mrs. Cho itu menghentikan pergerakannya dan menatap sendu kearah Kyuhyun.

" Ada apa?" Tanya Kyuhyun, dia merasa ada hawa tidak enak menerpanya

" Sebenarnya seminggu yang lalu..."

.

.

.

.

.

" Shit!"

Kyuhyun memukul stir kemudinya berkalinya, saat ini Kyuhyun tengah mengendarai mobilnya dan terhenti karena lampu merah. Dia tidak mengindahkan panggilan eommanya saat dia berlari keluar tanpa ingat bahwa makannya belum selesai dan dia hanya menggunakan piyama untuk keluar rumah tanpa pakaian penghangat.

Yang ada dipikirannya hanya satu, Changmin. Otaknya tidak mampu berpikir jika sudah menyangkut soal Changmin. Tidak... Dia harus ada disamping Changmin sekarang, dia sudah melanggar janjinya dulu dan dia tidak mau melanggar untuk kedua kalinya. Dia tidak mau menyesal untuk kedua kalinya.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya seperti orang gila, yang dia tahu dia harus sampai ke rumah Changmin secepat yang dia bisa sebelum terlambat. Setelah sampai Kyuhyun langsung berlari kearah gerbang rumah Changmin dan langsung diizinkan masuk oleh penjaga disana setelah pengasuh Changmin melihatnya.

Yeoja paruh baya itu memeluk Kyuhyun sembari terisak pelan. Kyuhyun mengelus punggung yeoja itu dan memintanya untuk mengantarkan Kyuhyun kedalam rumah Changmin.

Yang didapat setelah masuk kedalam rumah Changmin adalah, sebuah koper ada di ruang tengah sementara seorang namja cantik yang Kyuhyun kenal adalah eomma dari Changmin duduk disana dengan anggun.

" Changmin mana?"

Tanpa ada kalimat sapaan atau basa – basi Kyuhyun langsung bertanya dimana Changmin. Jaejoong -eomma Changmin- langsung menoleh dan menatap kaget ke arah Kyuhyun.

" Kyunie..."

" Dimana Changmin?!" Kali ini Kyuhyun menaikkan nada bicaranya

CEKLEK

mereka berdua menoleh, Kyuhyun melihat appa Changmin -Yunho- keluar dari sebuah kamar menarik sebuah koper.

" Kyu?" Mr. Jung mengerutkan keningnya

" Dimana Changmin?"

" Kyunie, Changmin..."

" Apa kalian sadar kalian menyakiti siapa? Apa kalian tahu bagaimana reaksinya saat kalian memutuskan ini semua dulu? Kalian tahu bagaimana bahagianya Changmin saat kalian kembali rujuk dan sekarang..."

" Kyu... maaf kami sudah-"

" Kalian egois"

" Tapi ini yang terbaik" Jawab Mrs. Jung

" Dimana Changmin sekarang?" Tanya Kyuhyun menatap tajam eomma dari Changmin, persetan dengan semua tatakrama

" Changmin tidak disini lagi Kyu" Jawab Mrs. Jung dengan lirih

Kyuhyun mendesah penuh amarah pada kedua orang yang ada di depannya, Kyuhyun kemudian menatap tajam kedua orang yang merupakan orangtua dari sahabatnya.

" Bagi kalian ini memang yang terbaik tapi tidak untuk Changmin... Kalian tahu kenapa Changmin bertahan dirumah ini? Karena kalian... Dia bertahan selama lima tahun mendengarkan semua pertengkaran kalian dalam diam, melihat bagaimana kalian saling memaki dan menyembunyikannya dengan senyuman. Mungkin ini yang terbaik untuk Changmin, pergi dari sini"

Kyuhyun membalikkan tubuhnya hendak beranjak pergi namun suara Mrs. jung menahan kepergiannya.

" Kau tahu dimana Changmin?" Tanya Mrs. Jung

" Bahkan keberadaannya saja kalian tidak tahu? Orangtua macam apa kalian?"

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan tegas keluar rumah, dia melihat Song ahjumma menatapnya sendu.

" Tolong jaga Changminnie, ahjumma mohon" Ucapnya sendu

" Tentu ahjumma, tanpa mereka suruh pun aku akan menjaganya"

" Terima kasih"

Kyuhyun pergi setelah memeluk Song ahjumma, yeoja yang sudah merawat Changmin selama tujuh belas tahun ini. Kyuhyun menebak dimana Changmin berada sekarang, namja itu tidak memberitahukan apapun pada kedua orangtuanya?

Kyuhyun memutar ulang memorinya, Changmin pernah bercerita jika suatu hal yang buruk terjadi maka dia akan tinggal sendiri...

" Astaga... Semoga dia ada disana" Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan cepat dan berharap bahwa Changmin ada disana

.

Setengah jam kemudian Kyuhyun sampai disebuah bangunan apartemen yang sederhana bertingkat dua puluh. Tempat yang sederhana, dekat dengan sebuah panti asuhan dimana Changmin sering mampir dulu, sebuah taman yang ramai anak – anak.

Dulu saat mereka masih Junior High School dan bermain dekat taman yang ada disini, Changmin menunjuk apartemen ini dan berkata akan tinggal disana saat kedua orangtuanya bercerai atau paling tidak ada kejadian buruk yang menimpa keluarganya. Kyuhyun saat itu marah karena Changmin memikirkan hal yang tidak – tidak. Tapi memang saat itu kondisi keluarga Changmin memang tidaklah baik sehingga Changmin berkata seperti itu.

Kyuhyun memakirkan mobilnya dan masuk, dia bertanya menghampiri penjaga yang ada disana.

" Permisi ahjusshi, aku ingin bertanya. Apa benar Changmin tinggal disini? Aku takut salah gedung" Ucap Kyuhyun

" Changmin?"

" Namanya Jung Changmin"

" Ah~ Pemuda ramah itu eoh? Ya, dia baru pindah kesini seminggu lalu. Orangnya sangatlah ramah"

" Boleh aku tahu dia tinggal dilantai berapa? Aku sudah menghubungi ponselnya tapi tidak diangkat"

" Kau siapanya?"

" Aku sahabatnya"

" Sebentar"

Ahjusshi itu membuka sebuah buku dan memberitahu pada Kyuhyun dilantai berapa Changmin tinggal. Kyuhyun mengucapkan terima kasih dan segera masuk ke dalam lift untuk menuju lantai lima belas.

TING!

Suara lift itu menyadarkan Kyuhyun, dia keluar dan mencari pintu bernomorkan 106, setelah menemukannya Kyuhyun menatap mesin password yang ada dipintu apartemen itu. Kyuhyun terdiam sebelum akhirnya dia menekan tombol yang ada dimesin itu, berharap apa yang ditekannya benar.

CEKLEK

" Kau... Tidak pernah berubah Chwang..." Lirih Kyuhyun

Kyuhyun membuka pintu itu dan masuk ke dalam apartemen tersebut. Tapi didalamnya gelap, Kyuhyun mencari saklar lampu dan masuk kedalam apartemen itu lebih jauh. Dia bisa melihat sebuah sofa dan meja disana, diatasnya ada beberapa cup ramen instan.

" Kau tidak makan dengan benar eoh?"

Kyuhyun berjalan kearah sebuah pintu, dia membukanya dan masuk secara perlahan. Gelap. Dia menyalakan lampu namun tidak juga menemukan sosok yang dia rindukan itu. Kyuhyun berpikiran bahwa Changmin sedang berada diluar. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk berbelanja untuk memasakkan sesuatu untuk Changmin.

Sementara itu...

" Terima kasih pelukannya ahjumma, aku sangat senang"

" Jika kau ingin pelukan, datang saja setiap hari... Toh tidak masalah bagi ahjumma"

" Terima kasih"

" Lihat~~ Jika sudah ada si tiang listrik eomma melupakanku"

" Kau kan sudah ada Donghae"

" Aish, eomma~~"

" Hyung, aku hanya pinjam eommamu sebentar"

" Nah Changmin ah... Kau menginap malam ini?"

Namja bernama Changmin itu melepaskan pelukannya dari Mrs. Lee -eomma Hyukjae/Eunhyuk- dan menatapnya.

" Mianhae ahjumma, aku harus pulang dan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah" Ucap Changmin

" Arasseo, tapi pastikan kau menginap diakhir minggu"

" Ne"

" Nah Hyukjae antar Changmin pulang"

" Aku pulang sendiri saja ahjumma, tidak apa – apa" Tolak Changmin

Changmin segera berdiri, Mrs. Lee masih memaksa untuk mengantarkan Changmin namun Changmin menolak. Dan akhirnya Eunhyuk mengantarkan Changmin bersama Donghae ke halte bus terdekat.

" Sering – seringlah mampir Min" Ucap Eunhyuk setelah mereka sampai di halte bus

" Aku sangat senang jika aku bisa menghabiskan jatah makan malammu setiap hari hyung" Balas Changmin

" Ya!"

" Hahahaha, sudah ne? Busnya sudah sampai"

GREP

" Kau memilikiku, Donghae juga eomma dan appaku untuk berbagi Min. Kau tidak sendirian" Ucap Eunhyuk saat dia menarik paksa Changmin kedalam pelukannya Changmin melihat Donghae tersenyum padanya dan menganggukkan kepalanya.

" Ya, aku tahu. Aku sangat beruntung memiliki kalian. Terima kasih"

Setelah Eunhyuk melepaskan pelukannya, Changmin menaiki bus dan melambaikan tangannya pada Eunhyuk dan Donghae. Setelah agak jauh Changmin menyandarkan kepalanya pada kaca bus dan menatap datar pemandangan diluar jendela.

Dia sendirian walaupun Eunhyuk berkata bahwa dia tidaklah sendirian. Apa lagi sejak dia memutuskan untuk memutuskan kontak dengan sahabatnya. Sahabatnya yang sebentar lagi bertunangan, semua orang yang disayanginya pergi... termasuk sang sahabat yang diam – diam dia sukai. Dia akan bertunangan dan meninggalkan bekas luka yang amat sangat menyakitkan bagi Changmin.

Sehingga dia memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya sebelum semuanya terlambat dan hatinya terluka terlalu dalam. Tapi... Changmin merindukannya... Merindukan sahabat tercintanya... Merindukan suara penuh makian namja itu, merindukan tingkah laku namja yang sudah tiga tahun tidak bertemu dengannya itu. Merindukan sosok yang akan menjadi milik orang lain.

Sosok yang dulu telah menolak cintanya karena beranggapan bahwa apa yang dia katakan adalah hanya sebuah candaan. Dan Changmin mencoba menerima itu, dia menjadi sahabat terbaik untuknya sampai satu hari sang sahabat mengenalkan pada sosok yang dia sebut kekasih. Hatinya hancur saat itu apalagi dua bulan yang lalu sang sahabat berkata akan bertunangan dengannya sehingga Changmin memutuskan untuk menjaga jarak dengannya, menjaga agar hatinya tidak sakit terlalu dalam.

Changmin memejamkannya dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum masuk ke dalam kawasan apartemen sederhananya. Memasang senyum palsunya dan berjalan seakan tidak ada masalah dalam hidupnya.

" Oh, Changmin" Sapa ahjusshi sang penjaga

" Annyeong ahjusshi" Sapa Changmin dengan nada cerianya

" Tadi ada temanmu yang menanyakanmu tapi dia sudah pergi"

" benarkah?" Changmin jadi bertanya – tanya siapa temannya yang dimaksud oleh sang ahjusshi " Terima kasih ahjusshi, aku akan naik dulu"

" Ne"

Changmin membungkukkan tubuhnya dan masuk ke dalam lift, dia keluar saat sampai pada lantai tempatnya tinggal. Berjalan pelan menuju pintu apartemennya dan membukanya, dia langsung berjalan kearah kamar dan duduk dipinggir tempat tidurnya.

Mengambil sebuah figura yangada diatas meja nakas, sebuah foto saat usianya sepuluh tahun. Tersenyum bahagia diapit kedua orangtuanya saat dia memenangkan olimpiade matematika nasional tingkat sekolah dasar.

" Bogoshippo..."

.

.

.

" Sepertinya sudah cukup"

Kyuhyun keluar dari sebuah mini market dengan dua kantung belanjaannya. Dia bersenandung sembari berjalan kearah apartemen Changmin, dia sungguh ingin melihat Changmin saat ini. Ingin bersamanya, seperti janjinya dulu.

Kyuhyun sampai didepan pintu apartemen Changmin sepuluh menit kemudian, dia menekan password apartemen Changmin dan masuk kedalamnya.

" Eoh? Lampunya menyala? Apa Changmin sudah pulang?"

Kyuhyun menunduk, dia melihat sepasang sepatu sport ada disana, Kyuhyun tersenyum kemudian berjalan mencari namja yang dia rindukan itu. Lampu ruang tengah belum menyala dan langkah Kyuhyun membawanya kedepan pintu kamar Changmin.

Namja itu menaruh barang belanjaannya dan membuka pintu kamar Changmin dan dia langsung bisa melihat dalam kegelapan sesosok namja duduk dipinggir tempat tidur dengan memegang sebuah figura.

" Chwang ah..." Panggil Kyuhyun dengan lembut

Sosok itu menoleh, menatap datar pada namja yang berdiri di depan pintu. Lebih tepatnya dia mencoba menajamkan telinganya karena baru saja mendengar suara seseorang yang sedang dihindarinya walaupun dia sangat merindukannya.

" Chwang ah..."

Kyuhyun berjalan dengan cepat kearah Changmin dan memeluk namja itu, menenggelamkan wajah Changmin didadanya kemudian mengelus punggung namja itu.

" K-kyu..."

" Ne ini aku... Aku disini Chwang... Aku disini untukmu"

" Kyu..."

Tangan Changmin beranjak naik dan memeluk pinggang namja itu, tidak peduli pikirannya semenit yang lalu yang menyatakan bahwa dia harus menjauhi seorang Cho Kyuhyun.

" Aku disini Chwang" Lirih Kyuhyun

" …."

" Menangislah..."

" ….."

" Namja tangguh juga bisa menangis, tidak apa Minnie ah..."

Kalimat terakhir Kyuhyun membuat Changmin mulai mengeluarkan air matanya dan dia terisak setelahnya. Kyuhyun tetap diam pada tempatnya berdiri, membiarkan Changmin memeluknya dalam posisinya yang duduk sedangkan dia berdiri.

Changmin memeluk erat pinggang Kyuhyung hingga Kyuhyun meringis tapi dia tetap diam, dia tahu hanya pada dirinya Changmin akan terbuka dan menjadi dirinya sendiri. Ketika ingin tertawa Changmin akan tertawa lepas, ketika ingin menangis maka Changmin akan menangis bahkan terisak bahkan meraung penuh kesedihan.

Kyuhyun mengelus pelan punggung Changmin, tidak berusaha menenangkannya karena Kyuhyun tahu Changmin sudah menahannya sangat lama.

.

.

" Minumlah Min" Kyuhyun memberikan segelas coklat hangat untuk Changmin

Changmin mengambilnya dan meminumnya perlahan, sedangkan Kyuhyun duduk dipinggir tempat tidur Changmin, dia memperhatikan Changmin yang tengah meminum coklat hangatnya sembari bersandar pada kepala tempat tidurnya.

" Terima kasih"

" Kenapa kau diam Min? Kenapa kau menahannya sendirian? Kenapa tidak memberitahuku? Kau bahkan menghilang selama dua bulan ini" Ucap Kyuhyun dengan nada lembut

Changmin tersenyum miris, haruskan dia mengatakan semuanya?

" Aku tidak mau kau merasakan kesedihanmu sendirian, kau sangat berharga untukku. Kau-"

" Sabahatmu, iya kan?" Potong Changmin

" Ne"

Ada rasa kecewa saat Changmin menyebutkan bahwa dia adalah sahabatnya, tapi memang mereka sahabat sampai detik ini bukan?

" Kenapa kembali?" Tanya Changmin menatap gelas yang ada ditangannya

" Aku mencarimu"

" Aku hanya hilang dua bulan Kyu"

" Tapi itu membuatku sangat mengkhawatirkanmu"

" Aku tidak pantas kau khawatirkan"

" Kau ini kenapa eoh?"

" Tidak apa – apa. Kapan kau kembali ke London?"

" Eh? Kau mengusirku?"

" Kau sudah menemukanku sekarang dan aku pikir kau akan kembali ke London?"

" Pabbo"

Kyuhyun mengambil gelas coklat yang ada ditangan Changmin dan meminumnya, dia kemudian menatap Changmin yang menatapnya dengan pandangan bingung.

" Aku pindah kesini lagi Min" Jawab Kyuhyun pelan

" Kenapa?" Changmin mengerutkan keningnya

" Agar bisa bersamamu" Kyuhyun mengatakannya dengan pipi sedikit merona tapi Changmin tidak begitu memperhatikannya

" Kenapa? Kenapa kau seakan selalu memberikanku harapan Kyu... Kalau kau ingin bisa bersamaku apa kau juga bersedia tinggal bersamaku disini?"

" Chwang ah..."

" Tentu tidak, apa yang akan calon tunanganmu katakan jika tahu kau tinggal bersamaku. Tapi mungkin dia bisa mengizinkannya karena dia tahu benar kalau aku dan dirimu bersahabat"

" Ya! Jung Changmin!"

PLETAK

Kyuhyun menjitak gemas kepala Changmin hingga namja itu meringis kesakitan.

" YA! Kenapa kau melakukannya!" Pekik Changmin tidak terima

" Kau menyebalkan"

" Tapi aku berkata yang sebenarnya"

" Aku tidak bersamanya lagi pabbo!"

" Ha?" Changmin menatap Kyuhyun dengan wajah blank-nya

" Aku tidak bersamanya lagi"

" Wae?"

" Hmm... Bolehkan aku jujur? Setelah aku memberitahukanmu bahwa aku akan bertunangan dengan kekasihku kau menghilang... Dan seminggu setelah kau menghilang aku merasa kehilangan, sangat... Tanpa aku sadari kau berperan besar dalam kehidupanku. Sebulan cukup untuk menyadarkanku bahwa bisa hidup tanpa kekasihku tapi aku tidak bisa berjauhan denganmu. Nilaiku berantakan, otakku kosong karena sering memikirkanmu dan... Yah... Aku memutuskan kekasihku dan mengurus kepindahanku kesini"

" Kau tidak sedang mengigaukan?"

" YA! Aku serius"

" Tapi... Kau sudah dua tahun bersama namja itu Kyu"

" Dua tahun bersamanya tidak ada artinya saat dua bulan kau tidak bersamaku. Hidupku seakan hancur. Maafkan aku Min... Maaf aku baru menyadarinya"

" Kyunie..."

" Apa pernyataan cintamu empat tahun yang lalu masih berlaku?"

Changmin menatap kaget pada Kyuhyun, bagaimana ini? Jantungnya berdebar kencang saat ini.

" Tapi kau menganggap itu lelucon dulu" Ucap Changmin datar

" Itu kesalahan besarku Chwang"

" Aku tidak bisa Kyu" Lirih Changmin

Kyuhyun menatap Changmin dengan mata berkaca – kaca. Apa semua sudah sangat terlambat untuknya? Apa Changmin sudah memiliki orang lain saat ini? Tidak... Memikirkan Changmin berjalan berdua dengan yeoja atau namja lain membuat hati Kyuhyun panas.

" Chwang ah..."

" Aku takut kau pergi lagi"

" Tidak, aku akan berada disini. Bersamamu, menemanimu"

" Yakinkan aku" Ucap Changmin menatap dalam mata Kyuhyun

Kyuhyun menaruh gelas yang dipegangnya pada meja nakas, dia naik keatas tempat tidur untuk menangkup wajah Changmin. Perlahan dia mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya dengan bibir Changmin, hanya menempel dan Kyuhyun menjauhkan sedikit wajahnya dari wajah kaget Changmin.

" Aku akan buktikan, saranghae" Lirih Kyuhyun sebelum akhirnya dia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Changmin

.

.

.

Changmin terbangun karena merasa kebas pada tangan kirinya, saat membuka mata dia melihat seseorang dalam pelukannya. Ah... Changmin ingat tadi malam dia tidur bersama Kyuhyun. Hanya tidur tidak lebih.

Mengabaikan tangan kirinya yang kebas karena menjadi bantal kepala Kyuhyun, Changmin memandangi wajah yang sudah tiga tahun tidak bisa dia sentuh malah orang lain yang menyentuhnya.

" Terima kasih sudah kembali untukku"

Changmin mengeratkan pelukannya dan mengecupi puncak kepala Kyuhyun berkali – kali. Sampai dia sadar Kyuhyun mulai terganggu.

" Chwang..." Lirih Kyuhyun " Lepas, aku sulit bernafas"

" Aniya"

" Jam berapa ini? Bukankah kau harus kuliah?"

" Masih jam setengah enam Kyu"

" Bagunlah, kau harus mengantarkanku ke rumah sebelum kita berangkat bersama ke kampus bukan?"

Changmin menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun, dia menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukannya dari Kyuhyun. Kyuhyun akan kuliah di kampusnya dan berada satu tingkat diatas Changmin, Changmin sangat bersyukur Kyuhyun kuliah ditempatnya.

Usai mandi berbersiap – siap, Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju rumahnya bersama Changmin yang duduk tenang disampingnya.

" Sudah berapa lama tidak main kerumahku eoh?" Tanya Kyuhyun

" Hmm.. Sejak kau memberitahukanku bahwa kau akan bertunangan sepertinya"

" Wae?"

" Aku tidak ingin sakit terlalu dalam sehingga aku ingin menjaga jarak darimu serta keluargamu"

" Kau bodoh"

" Aku begini untuk melindungi diriku dari rasa sakit Kyu" Lirih Changmin

" Sekarang aku ada disampingmu, untukmu, selalu... Jadi kau tidak sendirian lagi, aku juga tidak akan membiarkanmu merasakan sakit lagi Chwang"

" Terima kasih, semoga saja ucapanmu bisa aku percaya"

Lima belas menit kemudian mereka sampai dan Kyuhyun menggandeng Changmin menuju rumahnya. Changmin menurut saja karena Kyuhyun memang sering menggandengnya dulu.

" Kami pulang"

" OMO! Kyunieeee~~~!"

Terdengar suara cempreng eomma dari Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun dan Changmin menutup kedua telinga mereka.

" Eommamu masih saja sama" Gumam Changmin

" Ne"

" Ya! Anak nakal dari mana saja kau? Eoh? Minnie?" Mrs. Cho menatap namja tinggi yang berdiri disamping Kyuhyun

" Annyeong Junsu ahjumma" Changmin membungkukkan tubuhnya

" Aigo... jadi kau menginap ditempat Minnie? Ahjumma sangat merindukanmu Minnie ah" Mrs. Cho mendekat dan memeluk erat Changmin

Changmin membalas pelukan Mrs. Cho dan dia merasa Mrs. Cho menepuk – nepuk punggungnya pelan.

" Ayo masuk dan kita sarapan bersama tapi..." Mrs. Cho menggantungkan ucapannya sementara Kyuhyun sudah berjalan masuk kedalam rumahnya

" Tapi apa eom-"

Changmin mengerutkan keningnya saat Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya. Dia melepaskan pelukannya dari Mrs. Cho dan berjalan menuju Kyuhyun sedangkan Mrs. Cho masih terdiam dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

" Kenapa Kyu?"

" Minnie ah..."

Changmin langsung menoleh ketika mendengar suara lembut itu, suara yang sudah menemaninya tujuh belas tahun dia hidup di dunia.

" Eomma"

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Alooohhaa~~~~~~~~~

Annyeong!

Cho update kan ff baru Cho... Hehehehehe, masih nunggu in kan? Gak? Ya udah end...

kkkkkk...

.

Special Thanks :

.

SecretVin137, muticute. Ara05, naminara, akiramia44, D2121, yuly. Cassiopeia, Bestin84, RereYunjae Pegaxue, nabratz, JonginDO, heeli, dwi. Yuliani. 562, GaemGyu92, himeryo99, Shieru Hana, sofyanayunita1, kyunihae, misschokyulate2, elite Minority. 1111, dheaniyuu, Putri246, shanzec, alby. Chun, rismamalmul, fujoshixx, melani. S. Khadijah, Peincess Jae, teukiangle, birin. Rin,

Yang udah follow, fav, Guest dan SiDer

.

Makasih ya #bow

.

Hmmm... Apa ya? Yunjae? Muncul chap depan, di chap ini bang mimin dulu yang muncul, chap depan baru deh jaemma sama Yunpa sayoongg #plakkk

.

Oke?

.

See u next chap?

Chuuu~

.

.

.

.

Senin, 20 Juni 2016