Chapter 2. Terima kasih banyak atas review dari para pembaca. Nggak nyangka juga bakal nulis fic dadakan yang idenya kepikir waktu ngebayangin bibir kitty nya Jongdae. Ahahah.
Special thanks untuk Kim Yuan, Aquariisblue, Deushiikyungie, Pandamuda, Haeyeolhun dan Laychen Love love 2 yang telah meluangkan waktu untuk mereview. Mohon maaf author tidak sempat membalas satu persatu karena ngebikin fic ini fi tengah-tengah jadwal kuliah. Hahaha!
Cast: All EXO Member
Desclaimer : EXO member kepunyaan Orang tua mereka.
Summary – Chen yang sedang ditawari untuk bersolo karir dan keluar dari EXO tiba-tiba saja berubah menjadi kucing! Dengan perut kelaparan ia memutuskan untuk menemui para member EXO lainnya, namun masalahnya, apakah para member akan mengenali wujudnya sekarang?
.
.
ORANGE TROUBLE
.
Chapter 2. The Cat Meet The Beagles
'Dari ujung kepala sampai ujung kaki Hot Issue! '
Kumandang lagu hits milik girlband 4minute, Hot Issue bergema dari dalam sebuah toko aksesoris yang ada di daerah Seoul. Seekor makhluk berbulu oranye berkaki 4 tengah duduk di depan toko itu. Sibuk menatap pantulan dirinya sendiri di kaca etalase depan toko. Melirik lekat-lekat dengan mata membulat sambil mengikuti lirik lagu yang sedang berkumandang tersebut tanpa memperdulikan beberapa remaja keheranan yang melintas di belakangnya. Hanya dengan sedikit improvisasi lirik.
"Dari ujung kepala sampai ujung kaki aku penuh bulu…" Senandungnya lesu.
Dia adalah seekor kucing. Atau lebih tepatnya baru saja resmi menjadi seekor kucing semenjak pagi tadi. Peristiwa yang benar-benar aneh. Rasanya tadi malam ia masih berwujud seorang manusia bernama Kim Jongdae. Seorang Kpop Idol dengan nama panggung Chen yang tergabung dalam grup popular EXO. Seorang main vocal yang sedang galau karena tiba-tiba saja ditawari untuk bersolo karir. Dan ketika pagi datang… TADA! Roda kehidupannya telah berubah 180 derajat!
"ANDWEEEEEEE!" raungnya dengan suara melengking. Kucing naas itu langsung berguling di tanah sambil mencakar-cakar kepalanya sendiri.
"Ini pasti mimpi! Ini pasti mimpi! AYO BANGUN! Yang beginian cuma ada di film Sci-fi 'kan? Ini pasti mimpi! Ah JEBAAALLLL!"
Beberapa remaja yang lalu lalang mulai bergerak menjauh keheranan. "Aish! Apa kucing ini gila? Mana suaranya melengking banget lagi!" ujar salah seorangnya. Sebagai pengetahuan, meski Jongdae bisa mendengar suaranya sendiri berbicara dengan bahasa manusia namun manusia cuma bisa mendengar celotehannya itu sebagai 'meong meong meong'.
Lelah merutuki nasib, Chen kembali bangkit dan menatap wajahnya di kaca etalase toko. Bulunya oranye tebal dan agak acak-acakan. Mata super bulat dan ada sebuah tanda bekas luka seperti kilatan petir di dahinya. "Yang benar saja! Aku ini EXO Chen, bukannya Harry Potter!" keluhnya. Yah… Mungkin karena superpower milik Chen adalah petir jadi tanda seperti muncul.
Hari berangsur siang. Chen mulai berjalan berkeliling kota dengan langkah sempoyongan. Berjam-jam telah ia lalui ia sama sekali tidak memperoleh petunjuk tentang keajaiban yang sedang menimpa dirinya itu. Si kucing mungil mulai merasakan lapar yang hebat hingga ia memutuskan untuk berhenti sejenak di taman kota dan tidur tertelungkup di atas sebuah bangku kayu.
"Ah… Lapar… Aku harus kembali ke dorm secepat mungkin…" gumamnya dengan suara lesu sambil menggoyang-goyang pelan ekornya. "Tapi mana mungkin para member mengenaliku seperti ini? Ah… Otteokhae…"
Di tengah kebingungannya, dua orang gadis berseragam SMA dengan sandwich di tangan kebetulan melintas tepat di depan Chen. Asyik berbincang dengan riang.
"Yah, yah~! Kau sudah lihat Iklan Kolon Sport terbaru EXO-oppadeul? Jjinja Daebak!" seru gadis yang berambut panjang.
"Ah benar! Benar! Luhan-oppa benar-benar cool disitu!" balas gadis yang satunya lagi.
"Chen-oppa juga terlihat tampan! Aaahhh! Ekspresinya juga lucu banget!" balas si gadis berambut panjang kembali.
Mata Chen segera berkilat melihat Sandwich dalam genggaman si gadis berambut panjang. Dan yang lebih bagus lagi gadis itu adalah fansnya! Gadis itu pasti mau berbagi sandwich dengan idolanya ini bukan?
Tanpa pikir panjang Chen yang sudah lapar bukan main langsung menghambur dan memeluk lengan si gadis berambut panjang itu sambil mengeong dengan suara tragis. Dan hasilnya…
"KYAAAAAA!"
PLAAAK!
Tubuh mungil kucing Chen terhempas ke tanah akibat kibasan super si gadis.
"Aish! Dasar kucing gila! Berani sekali memelukku seperti itu! Yang boleh memelukku Cuma Chen-oppa tahu! Cuma Chen-oppa! AISH! Menyebalkan!"
Chen cuma bisa ketawa masam mengingat kebodohannya. Nampaknya ia masih belum terlalu sadar kalau sekarang wujudnya sudah bukan lagi seorang manusia.
"Oi, Kau kucing pendatang baru!"
Sebuah suara tiba-tiba muncul dari arah belakang. Chen segera mengibas-ngibaskan tubuhnya yang bergelimang pasir sembari menoleh kebelakang. Sumber suara itu ternyata seekor kucing belang hitam putih dengan tubuh gendut dan mata sipit.
"Kau kucing baru daerah sini hah? Hal konyol apa yang baru saja kau lakukan?"
"Eh… itu…" Ujar Chen dengan sedikit takut-takut. Hal luar biasa kembali terjadi dalam hidupnya. Ia sedang bicara dengan seekor kucing!
"Aku… kelaparan… jadi…"
"Kau lapar? Oh, kalau gitu berburu sendiri dong pabo! Nih! Kuberi satu hasil buruanku!" Si kucing gendut melemparkan bangkai seekor tikus hitam besar ke hadapan Chen yang sukses membuat main vocal EXO itu nyaris muntah.
"Ah, ma, maaf… Aku sangat berterima kasih atas pemberianmu tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku benar-benar berterima kasih. Aku akan pulang saja." Ujar Chen seraya membungkukkan kepala dan melangkah ke arah sebaliknya. Baru beberapa langkah ia berjalan si kucing gendut kembali memanggilnya.
"Oi, kucing baru! Siapa namamu?"
"…? Jongdae… Kim Jongdae… "
"Hmm… Aku Jonghyuk. Sering-seringlah ke sini!"
.
.
Lama berputar-putar dalam kota akhirnya Chen sampai di gedung SM Entertainment. Lama ia berdiri di depan gedung yang jauh terlihat lebih besar akibat tubuh kucingnya yang begitu mungil. Para member EXO biasanya akan berlatih di lantai 5 pada jam-jam segini. Ia telah memutuskan untuk menemui mereka, terserah mau diberi makan atau tidak asalkan ia bisa bertemu dengan para member.
"Satu orang member saja sudah cukup… " gumamnya.
Dengan langkah berhati-hati layaknya ninja Chen mengendap-endap menuju pintu masuk. Sayang security di depan gedung menangkap gelagatnya dan segera berlari mendekat sambil membawa sapu. Kebingungan, Chen langsung mempercepat langkahnya menuju pintu masuk gedung hingga tiba-tiba saja tubuhnya terasa begitu ringan dan terangkat di udara.
"Ahh, Kyeoptaaa~! Kucing siapa ini? Imut-imut!"
Mata bulat kucing Chen makin melotot begitu menyadari siapa yang tengah menggendong tubuhnya itu. SNSD Kim Taeyeon-sunbaenim!
Dengan wajah gemas Taeyeon memangku tubuh mungil Chen dalam lengannya dan membawanya masuk ke dalam gedung. Dan Chen? Cuma bisa terdiam dengan muka memerah. Mungkin jadi kucing bukan hal yang terlalu buruk.
Beruntung bagi Chen yang akhirnya bisa menerobos masuk kantor SM plus bonus rangkulan dari sang sunbae cantik. Ah… Byun Baekhyun, kau pasti iri sekarang!
Keduanya kini menaiki lift dan keluar di lantai 4. Dengan sigap Chen melompat dari gendongan Taeyeon dan berlari kencang ke ujung koridor. Kalau matanya tidak salah menangkap, ia baru saja melihat sosok Luhan hyung bersama Minseok hyung di sana. Dan benar saja, duo tetua EXO itu tengah asyik duduk di bangku tunggu sambil memainkan ponsel.
"Kau sudah mencoba menghubungi Jongdae?"
"Ponselnya nggak aktif-aktif. Dasar Jongdae… Padahal aku mau bilang bawakan aku bebek Peking pas dia pulang dari China nanti! Ibuku di China pintar membuatnya."
Saat ini Chen sedang bersembunyi di bawah kursi yang di duduki kedua hyungnya sambil menyimak pembicaraan.
China?
Apa ia nggak salah dengar?
Kenapa Luhan hyung bilang ia sedang di China?
"Apa boleh buat. Dia pergi promosi mendadak bersama Zhoumi hyung dan Liyin noona ke China seminggu penuh. Mungkin dia sedang banyak persiapan jadi tidak sempat angkat telpon…"
"Ah geurae? Nggak biasanya Jongdae kayak gitu…"
Mata si kucing Chen makin membulat heran.
"Aku ke China bareng Zhoumi hyung dan Liyin noona seminggu penuh? Apa maksudnya ini? Jelas-jelas aku sedang di sini! Apa ada orang lain yang ngaku-ngaku sebagai aku?" gumamnya sendiri. Nampaknya CEO songsaengnim masih belum mengabarkan tawaran solo karir itu pada para member yang membuat Chen sedikit lega. Ia memang sudah bertekad untuk tidak mengungkap tawaran itu pada para member sebelum ia mengambil keputusan.
Sedang asyik bergumam sendiri tiba-tiba wajah bulat Minseok hyung dan Luhan hyung nongol tepat di depan wajahnya. Chen terlonjak kaget.
"Xiumin… kenapa di kantor ini ada kucing?" Luhan yang lagi mengintip ke bawah kursi menjulurkan tangannya untuk meraih Chen dan mengangkatnya ke dalam gendongannya. "Mungkin punya salah satu member grup lain. Kucing liar nggak boleh masuk 'kan?"
Alangkah bahagianya Kim Jongdae karena berhasil meraih perhatian Luhan dan Minseok hyung. Terlalu bahagia malah sampai-sampai ia mulai ngoceh nggak karuan.
"Luhan hyung! Ini aku! Kim Jongdae! Hyung! Kau pasti mengenalku 'kan hyung! Ah, ngomong-ngomong aku lapar banget hyung!"
Sementara itu yang didengar Luhan dan Minseok. "Meong! Meong meong! Meong meong Meong!"
Serempak keduanya langsung memiringkan kepala ke samping dengan ekspresi 'nih kucing ngomong apaan?'.
"Sepertinya dia nggak suka kalau kugendong." Ujar Luhan kecewa.
"Nggak hyung! Aku bahagia sekali kau gendong kok! SUMPAH!" jerit Chen dalam bahasa kucingnya.
"Xiumin, kau mau coba gendong?"
"Aish, nggak ah! Nanti bulunya rontok. Tuh lihat di bajumu!"
"Oh! Beneran rontok! Apa boleh buat."
Luhan menurunkan kucing Chen kembali dan keduanya mulai melangkah pergi dengan wajah acuh seolah nggak terjadi apa-apa. Chen hanya bisa ber 'andwweeee' ria melihat kedua hyungnya yang sama sekali nggak menengok ke belakang itu.
.
Si kucing oranye melanjutkan langkahnya menuju lantai 5 lewat tangga darurat yang sepi lalu lalang manusia. Masih dengan langkah mengendap-endap, ia kini sampai di koridor lantai 5. Dan dari dalam salah satu ruangan, Kyungsoo Suho hyung dan Lay hyung keluar dan berjalan beriringan dengan santai menuju ke arahnya.
Chen mengganti rencana. Apapun yang ia lakukan rasanya mustahil para member akan mengenalinya. Hal yang terpenting sekarang adalah menarik perhatian para member, tinggal bersama mereka sehingga kehidupannya terjamin aman.
Dengan wajah sok polos tak berdosa Chen menunggu ketiga rekannya untuk lewat di depannya lalu menyapa mereka dengan suara mengeong yang super lembut dan seimut mungkin.
"Miaaw~!"
Dan ketiganya cuma melintas dengan wajah cuek.
"Kucing siapa tuh? Emang kucing boleh masuk kantor?" Tanya Kyungsoo sambil menengok ke belakang tanpa menghentikan langkahnya. "Kucing salah seorang staf mungkin… Jongin juga pernah bawa anjingnya ke kantor." Balas Suho. Segera Chen berlari mengikuti ketiganya dengan tampang memelas.
"Yaaah! Jangan cuekin aku dong!"
"Loh? Kucingnya ngikutin kita…" ujar Kyungsoo sambil menghentikan langkahnya, diikuti Suho dan Lay. "Kayaknya dia kelaparan. Kalian ada sesuatu buat dikasih?"
BINGO Suho hyung! Chen si kucing langsung berputar-putar kegirangan sambil menggoyang-goyangkan ekor turun naik.
"Ah, aku ada sesuatu yang pas buat kucing." Lay hyung yang baik hati mengeluarkan sebuah bungkusan dan menggiring kucing Chen ke sudut koridor. DI sana ia menjabarkan sebungkus sarden kering dan segera berlalu pergi setelah mengelus puncak kepala sang kucing yang kini malah kelihatan mual.
"Hu… huek…"
Sebagai catatan, seorang Kim Jongdae paling alergi dengan yang namanya ikan kering! Akhirnya ia berlalu pergi meninggalkan tumpukan ikan itu dengan wajah lesu.
"Gomawo Lay hyung, tapi maaf aku nggak bisa memakannya… Lagian kenapa Lay hyung bawa-bawa sarden kering sih?"
Samar-samar, dari salah satu ruangan Chen mendengar suara tawa cekikikan yang begitu familiar di telinganya. Dengan langkah bergegas ia masuk ke dalam ruangan itu dan benar saja. Dalam ruangan itu Kris hyung dan Huang Zitao tengah asyik berdiskusi ria.
"Sudah kuduga, itu tawanya Tao… Jja! Aku akan mencoba menggoda mereka."
Chen masuk perlahan ke dalam ruangan itu sambil mengeong pelan. Ia berhasil menyita perhatian dua orang rekannya itu yang kini malah memandanginya dengan raut wajah kaget.
"Kucing?"
"Kenapa ada kucing di sini?"
Dengan alis berkerut Kris mengulurkan tangannya ke arah Chen secara perlahan…
Dan mengibas-ngibaskan pergelangan tangannya dengan wajah malas.
"Hus! Hus! Pergi sana Pus!"
Segera mulut Chen langsung Jawdrop melihat tingkah si Galaxy hyung.
"KOK AKU MALAH DIUSIIIIIRRR?"
.
Chen akhirnya sampai di ruang latihan tempat ia terakhir kali berkumpul bersama para member tadi malam. Rasanya masih tidak bisa dipercaya… Baru tadi malam ia tertawa-tawa di ruangan ini bersama para member dan sekarang…?
"Jongin, di bagian ini harusnya tempomu lebih dipercepat."
"Kau sendiri ikut ngedance dong! Sudah berapa bubble tea yang kau habiskan sejak tadi sih!"
Duo maknae EXO Sehun Kai tengah berada dalam ruangan itu. Jongin masih sibuk merampungkan choreo yang sejak tadi malam ia tarikan sedangkan Sehun… lagi asyik duduk di sofa sambil menghirup Bubble tea.
Chen mulai mendekat dengan wajah mengiba-iba pada Sehun, berharap sang maknae mau membagi Bubble tea yang sedang dinikmatinya.
"Meooong…"
Chen langsung menggosok-gosokkan wajahnya pada kaki Sehun yang Cuma memandanginya dengan wajah datar.
"Jongin… ada kucing nih."
"Ah geurae? Aku lebih tertarik sama anjing." Jawab Kai tanpa menghentikan tariannya. Oh Sehun masih terus menghirup Bubble tea di tangannya.
Sruup… sruup….
"Meoong…"
Srruuup…
"Meong! Meong!"
Sruuuuppppp…!
"Ah! Sudah habis. Nih kalau kau mau!"
Oh Sehun menggulingkan botol bubble teanya yang sudah kosong ke hadapan Chen lalu berjalan ke arah Jongin dan ikut menari dengan santai.
Sumpah. Chen. Speechless.
"Dasar MAKNAE SUPER KEJAAAAMMM!" raungnya sambil membanting botol kosong bubble tea itu ke kepala Sehun. Dengan wajah kesal ia keluar dari dalam ruang latihan itu.
.
Chen kini cuma bisa berjalan lesu di lobi bawah gedung SM. Berkali-kali ia mencoba menemui para member namun hasil yang diperolehnya sama sekali jauh dari perkiraan. Ia mulai merasa putus asa.
"Apa yang harus kulakukan…" gumamnya pelan.
Di lobi bawah, ia berhasil menemukan dua sosok lain yang sedang berdiri di depan front desk. Park Chanyeol dan Byun Baekhyun baru saja datang ke kantor dan bisa dibilang, dua teman sebayanya itu adalah harapan terakhirnya.
"Chanyeol-ah! Baekhyun-ah!"
Dengan langkah girang ia langsung melompat memeluk kaki Baekhyun dan mengelus-eluskan kepalanya di sana.
"WUAAH! Kucing dari mana ini!" Seru Baekhyun kaget. Chanyeol segera berjongkok dan menatap si kucing lebih dekat. Ia lalu menjulurkan tangannya ke leher Chen.
"Sepertinya kucing liar. Dia nggak pakai kalung."
"Ah jjinja?"
"Sekali lihat juga bisa langsung tahu kok. Bulu acak-acakan kayak gini. Mana kerempeng lagi. Kalau dilihat-lihat penampilan kacaunya ini mirip Jongdae."
"MWORAGO!"
Kesal kena cemooh, Chen langsung menampar tangan Chanyeol dari lehernya. Sungguh ia terlupa bahwa ia kini memiliki cakar sehingga tamparannya malah membuat goresan memanjang di tangan Chanyeol.
"AkH! Tanganku!"
"Ah, Mian Chanyeol-ah!"
Chanyeol yang kesal melambaikan tangan pada salah seorang petugas security yang lalu berlari kecil ke arah mereka.
"Kenapa kucing liar dibiarkan masuk sih!"
"Yah! Park Chanyeol! Kau mau ngapain! Jangan panggil Security! Aku nggak sengaja! MAAAF!" Seru Chen dengan membabi buta. Terlambat baginya, sang Security kini berhasil mengambil alih tubuhnya dan membawanya menjauh dari dua sahabatnya itu.
"Chanyeol-ah! Baekhyun-ah!" Chen masih menyempatkan diri memanggil keduanya dari balik cengkeraman lengan sang security. Sungguh ia menyesal telah melukai Chanyeol hingga ia Cuma bisa melihat sosok temannya yang makin menjauh itu dengan wajah seperti mau nangis.
"Diluar udah mulai hujan loh… apa security itu bakal ngebuang kucing itu gitu aja?" Tanya Baekhyun dengan nada sedikit khawatir.
"Ngapain mencemaskan kucing sih Baekhyun? Hujan atau nggak itu emang sudah lingkungan hidupnya."
Chanyeol berjalan cepat menuju lift sambil mengelus-elus bekas cakaran di tangannya. Selang beberapa saat, ia lalu menoleh ke belakang. Siang hari yang tadinya cerah mulai dihujani hujan yang begitu deras. Dan entah kenapa bayangan wajah si kucing bebulu oranye terngiang-ngiang di dalam benak seorang Park Chanyeol.
.
Hujan deras mengguyur seantero kota Seoul. Si kucing berbulu oranye hanya bisa terdiam di bawah lindungan sebuah kardus di belakang gedung SM Entertainment sambil menatap ke arah langit yang begitu mendung. Sebagian besar tubuhnya telah basah oleh tetesan hujan. Bisa dibilang sebenarnya tidak ada gunanya lagi baginya untuk berteduh. Di depan mulut pintu belakang kantor SM, sang security masih berdiri dengan tegap hingga ia tak lagi berani mendekat.
Ada sebuah potongan roti yang terhampar di depannya. Sudah basah sepenuhnya oleh hujan. Malas rasanya Chen untuk menyambar potongan roti itu namun perut lapar membuatnya menyerah. Ia mulai mengendus roti itu dan menggigitnya sedikit demi sedikit.
"Sekarang aku 'kan binatang. Jadi nggak akan sakit perut. Hwaiting Kim Jongdae! Nanti juga bakal terbiasa!" Serunya sendiri sambil menyemangati dirinya sendiri.
Pikirannya terus melayang pada kejadian yang semenjak pagi ia alami ini selam ia memakan roti itu. Apa yang harus ia lakukan selanjutnya? Bagaimana caranya ia kembali ke wujud asal? Kalaupun kembali ke wujud asal, haruskah ia mengambil tawaran untuk bersolo karir itu?
Kunyahan si kucing berangsur melambat. Ia mulai meringkuk kedinginan dan berhenti makan.
"Dingin… lapar… ah… Apa yang harus kulakukan… "
Tiba-tiba gemercik air akibat langkah seseorang menyapu wajahnya. Chen mendongakkan wajah menatap ke atas. Betapa ia terkejut melihat sosok Park Chanyeol dan Byun Baekhyun telah berdiri di depannya sambil memegang payung masing-masing.
"Sudah kuduga, dia masih belum pergi jauh." Chanyeol menjulurkan sebelah tangannya dan mengangkat tubuh mungil si kucing ke dalam pangkuannya.
"Hehehe… kau jadi merasa bersalah 'kan Chanyeol?" goda Baekhyun sambil tertawa mengejek.
"Nggak juga kok!"
Chanyeol mulai berdiri dan memberikan payungnya pada Baekhyun sehingga ia bisa memangku Chen dengan kedua tangannya.
"Aneh juga. Kenapa rasanya kucing kurus ini rasanya tak asing bagiku."
"Jjinja? Sebenarnya aku juga merasa begitu. Rasanya kayak mengingatkan sama seseorang…"
Chen Cuma bisa melongo menyimak percakapan kedua sahabatnya itu dengan wajah manyun. Chanyeol menggigit bibir bawahnya sejenak sembari berpikir.
"Baekhyun… bagaimana kalau kita bawa dia ke dorm? Walau dia kurus dan acak-acakan sebenarnya dia cukup imut juga."
"Kita bakal memeliharanya? Aku sih nggak keberatan. Tapi para hyung kayaknya nggak bakal setuju."
"Jeongmal? Kalau begitu kita pelihara secara rahasia saja di dorm."
Byun Baekhyun tertawa nyaring dan mulai berjalan kembali ke arah kantor, diikuti Chanyeol di belakangnya.
"Hehh… menarik juga! Kita bisa menggunakannya untuk mengerjai Kris hyung sesekali."
"Ya 'kan? Kalau gitu ini rahasia kita berdua!"
Wajah Kim Jongdae kini begitu berseri-seri. Apakah ini mimpi? Usahanya akhirnya membuahkan hasil! Jujur tak terpikirkan sebelumnya kalau berada dalam pangkuan Chanyeol rasanya cukup hangat juga.
Bersambung ke Chapter 3. Our dorm is a complete mess!
Mohon maaf kalau ceritanya aneh banget…
