Disclaimer: Semua ini milik J.K Rowling dan Warner Bros'. DanRad juga Rupert G, juga bukan ciptaanku. Mereka semua nyata dan aku hanya pinjam nama saja. (kecuali beberapa OC yang kubuat) ;D. untuk Chapter terakhir kalian tahukan adegan McGonagall memangil Harry di Film ke-enam? Itu juga bukan punyaku, Cuma Copas doang kok(menyamakan dengan kejadian yang ada dan sedang terjadi).
Chapter 2: In Hogwarts?!
Dan and Rupert's POV:
Dan sedang di lokasi syuting, menunggu aba-aba dari sang sutradara, David Yates. Tapi dia tidak mendengar apa-apa. Sekalipun suara para pemain tambahan yang berseluyuran sana-sini.
"Dan, kita dimana?" Tanya Rupert disampingnya.
Sepertinya mereka berada di koridor dekat dengan tempat syuting untuk 'kelas ramuan Slughorn'.
Tapi, Dan yang kebingungan sendiri lansung masuk keruang bawah tanah itu.
"Potter! Weasley! Kenapa kalian bisa terlambat disaat seperti ini?!" Tanya seseorang yang sedang berjalan mendekat kearah mereka.
Mr Rickman? Bilang Dan dalam hati. Snape datang mendekati mereka dan memukul wajah mereka dengan buku ramuan yang dipegangnya.
"Potong 20 angka dari Gryffindor! Sekarang untuk kalian berdua, buka halaman 120!" kata Snape lagi, kembali ke tempat awalnya.
Sekarang Snape sedang memeriksa kuali-kuali dimeja dimana Tom Felton(Draco) duduk, sedang menertawakan Dan dan Rupert.
"Kenapa kalian bisa terlambat?!" Tanya Emma(Hermione) yang sekarang sedang mencampur bahan-bahan ramuan lainnya ke-kuali.
Dan dan Rupert binggung sendiri dan berpikir untuk memikirkannya nanti. Mereka duduk di samping Emma dan mulai bekerja.
"yang ini apa?" Tanya Rupert pada Emma, menunjukan bahan ramuan yang akan diracik.
"itu Scarrab, bukannya kau sudah mengenalnya dari dulu?" Tanya Emma balik.
"uh?" Rupert binggung sendiri.
Sekarang Daniel mengerti, tapi dia ingin memastikan lebih dulu.
"Emma, apakah kau tahu caranya?" Dan menunjuk cara pengerejaan pada halaman 120 itu.
"Oh, Harry ini gampang kau harus menumbuk Scarrab lebih dulu…." Jawab Emma, tapi Dan menghiraukannya. Dan tersenyum sendiri seakan ingin berteriak 'Misteri terpecahkan!'.
Selesai kelas mereka punya waktu sengang untuk melakuakn apapun yang mereka mau. Ini kesempatan Dan untuk menunjukan sesuatu pada Rupert.
"ada apa Dan!?" Tanya Rupert yang berusaha lepaskan jubahnya dari cengkraman Dan.
"aku harus menunjukan sesuatu padamu!" kata Dan terhenti sebentar lalu melanjutkan jalannya lagi.
"apa yang akan kau tunjukan!" Ronta Rupert lagi.
Mereka berhenti disebuah Portal yang menuju ke menara Griffindor.
"Password?" Tanya si Nyonya Gemuk.
"Floberworm" kata Dan(tahu setelah bertanya pada Hermione),mereka masuk kedalam dan mendapati lukisan lain yang ada di Ruang rekreasi bergerak.
"ayo kesini!" kata Dan. Merekapun masuk ke kamar mereka.
Dan menggambil koper yang seharusnya milik, Harry Potter dan mengeluarkan isinya: sebuah Jubah Gaib.
Dan memakai Jubah itu dan tubuhnya menghilang!
"Lihat ini nyata kita benar-benar seperti terperangkap disini dan menjadi, Harry dan Ron! Kau lihat mataku?" Tanya Daniel.
"um yah, hijau..." jawab Rupert tapi dia tersadar "Ah kau kan harusnya… matamu harusnya biru!"
"See I told ya!" kata Dan, melepas Jubahnya.
"kenapa kita tidak menikmati saja dulu, baru mencari jalan pulang"
"Tidak, kita boleh santai dulu tapi kita harus tetap memacahkan masalah ini. Kemungkinan Harry dan Ron yang asli ada di dunia kita sekarang." kata Dan.
"Apa aku peduli?" Rupert sedang bersantai di ranjang Harry, memakan kacang segala rasa bertie botts.
-di aula besar-
"Harry! Ron!" pangil Dean Thomas dari meja panjang Gryffindor.
"lihat ini!" Hermione memperlihatkan majalah The Quibbler, terpajang senyuman diwajahnya.
Dan membuka dan membacanya, "Oh bagus kalau begitu" kata Dan tanpa raut wajah apapun.
"aku meminta Dad untuk mengirimkan 1 kopi untukmu, dia kelihatan senang sekali melakukanya." Kata Evanna Lynch yang menghampiri meja Gryffindor.
Eh.. itu Luna Lovegood bukan Eva… Dan memperingati diri sendiri dan sadar bahwa dia ada di tahun ke-lima Harry di Hogwarts.
Cho Chang datang menghampirinya
"Hai Harry!" lalu langsung pergi.
"kelihatannya dia ingin berbaikan denganmu." Kata Hermione membalik Daily Prophet-nya.
"kelihatannya tidak" kata Dan yang mulai memakan makan siangnya.
"dari mana kau tahu?" Tanya Hermione penasaran.
"ah… bukan apa-apa"
Harry and Ron's POV:
"ACTION!" kata David Yates.
Harry dan Ron berlagak bodoh tidak tahu apa-apa di adegan 'kelas pertama dengan Slughorn'. Bahkan Harry tidak tahu siapa Slughorn itu.
"Mr Potter?" Tanya si 'Slughorn'.
"er…" Harry bingung, dia tidak membaca skrip sama sekali.
"CUT!" teriak sutradara lagi "syuting hari ini selesai kita lanjutkan besok"
-Sesampainya di lapangan parkir…-
Harry dan Ron berjalan mengikuti Emma menuju mobil mereka. Seseorang berdiri disamping mobil Dan.
"Mr Radcliffe?" dia menjulurkan tangannya, seperti meminta sesuatu.
"eh?" Harry langsung mengangkat tangannya, mengatakan dia tidak punya apa-apa.
"kuncimu Dan, Kuncimu!" kata Emma meruguh kantung celana Harry dan megeluarkan kunci mobil, diserahkannya pada si orang asing.
"Terimakasih Ms Watson." Jawab orang itu dan langsung membuka mobil.
"ku lihat kalian besok, jangan sampai telat Rupert!" kata Emma, mengeluarkan kunci mobilnya
"Ok?" jawab Ron kembali dengan pertanyaan.
"Mr Radcliffe?" Tanya si orang asing, sudah measuk ke mobil.
Harry pun masuk ke mobil, Ron sudah juga dipanggil 'supirnya' untuk pulang. Harry sampai di sebuah rumah yang besar.
"Daniel!" kata seorang wanita yang muncul dibalik pintu, langsung memeluknya
"eh?" Harry menjawab dengan lugu.
"ayo masuk, kita akan merayakan ulang tahun ibumu"
Tapi, Harry tetap masuk kedalam rumah itu. Di dalam rumah terdapat makanan-makanan berkelas mewah yang dipajang di lantai utama rumah.
"pestanya akan dimulai sejam lagi jadi aku harap sudah selesai mandi dan ganti baju" kata wanita paruh baya yang kelihatan masih fit itu.
Harry masuk ke kamar barunya itu. Di sana terdapat beberapa game console, komputer, dan yang lainnya.
"wow!" Harry terlihat takjub karena dia belum pernah merasakan bermain game console sebelumnya(itu karna Dudley).
"uh aku harus mandi ok" dia berkata pada diri sendiri.
Dan and Rupert's POV:
Mereka masuk ke kelas mantra. Dan masih tidak tahu apakah tongkat Harry berfungsi untuknya, diakan 'Muggle'.
"aku masih tidak tahu apakah tongkat Ron berfungsi untukku." Kata Rupert yang bermain dengan tongkat Ron, mengoyangkannya di depan wajahnya "Stupefy!" dia mengarahkan mantranya kearah Dan yang sedang membolak-balik buku pelajaran mantranya.
Sekejap, Dan langsung terpantul ke tembok belakang kursinya.
"Mr Potter, kau tidak apa-apa?" Flitwick melempar pandangan marah pada Rupert "Mr Weasley kau tidak boleh menggunakan mantra pertahanan terhadap ilmu hitam di kelasku! Potong dua puluh angka dari Gryffindor!"
"kenapa selalu aku?!" Tanya Rupert terheran-heran.
"itu memang salahmu!" kata Hermione.
Dia mirip dengan Emma!, pikir Rupert. Dan langsung dibawa ke rumah sakit setelah itu.
A/N: aku berhasil membuat word yang lebih banyak!. Ngomong-ngomong lagi run of idea nih untuk Chapter berikutnya, ada yang bisa bantu lewat review? ;D.
LunaScamander17.
Sebagai penjelasan wanita paruh baya itu adalah nenek Dan. ;D
