Moiriscarlett presents:
I Don't Hate You, Sis. I Just… N'ah, I Hate You.
Disclaimer: Indonesia sama Malaysia suatu saat punya saya. Amin. -shot- Tapi sekarang punya masyarakat. Axis Powers Hetalia juga belum jatuh ke tangan saya. Masih punya Hidekaz.
Warning: Tidak "layak". Ancur. First fic, jadi percobaan. Mungkin OOC. Don't like, don't read. Garing.
Maaf kalau ada kemiripan plot. Sumpah, saya nggak ngopy~
Chapter II - Malaysia. Me-alay-sial..
"Kukuruyuk! Cuit cuit cuit! Guk guk! Tiiin tiiin! Ole!"
"Hoaaaaahmm"
Wah, sudah pagi, ya. Hmmm. Si Endon pasti masih tidur. Dasar anak kebo.
Pagi, readers. Aku Malaysia. "Adik"-nya si Endon-Nesia yang kemarin menulis fitnah di chapter satu. Tolong jangan anggap serius tulisan bodohnya itu ya. Namanya juga orang bodoh, tulisannya pasti ngasal. Tapi tenang saja, dia tidak akan bisa menulis apa-apa dulu beberapa hari ini karena "tidak sengaja" kupukul dengan tongkat baseball-nya yang hanya ia gunakan untuk memukuli Netherlands jika berkunjung ke rumah.
Iya. Soal pemukulan Netherlands dengan tongkat baseball itu sungguhan terjadi kok. Masuk koran, lho! Yah, maklum lah, si Endon itu kalau soal cinta sama sekali enggak peka. Ssssttt… Jangan bilang-bilang Endon ya! Diam-diam kan Netherlands suka sama Endon. Dulu, Netherlands menjajah Endon hanya untuk mendekati si cewek urakan itu. Aku heran dengan selera si tulip pedophile. Demen kok ya sama cewek kelamin setengah. Ckckck…
Enough about that git, ups! Maksudku, cukup tentang -piiip- itu. Maaf, aku keceplosan bicara bahasa Inggris. Kebiasaan sih dulu sama Iggy- ehm, England selalu bicara bahasa Inggris. Kalian pasti sudah tahu soal "penjajahan" England terhadapku di chapter satu. Iya, itu juga sungguhan. Tapi aku tidak menyesal kok "dijajah" olehnya. Kalau "penjajahan" itu tidak pernah terjadi, aku pasti sekarang masih menjadi negara primitif seperti si Endon itu. Cih.
Aku masih ingat, dulu, England selalu membangunkanku pagi-pagi dan mengajariku membuat berbagai macam jenis teh. Aroma teh buatannya yang khas menenangkan setiap orang- bahkan makhluk yang menciumnya. Satu senti lidahku mengecap cairan manis dalam cangkir inggris yang mungil, rasanya seperti melayang di surga. Ditambah lagi aku meminumnya bersama orang istimewa. Betapa indah masa-masa dulu, saat-saat aku diterbangkan oleh secangkir kecil teh buatannya.
Dan untuk siapapun yang sering mencaci makanan buatannya, kalian pasti punya selera kuliner yang buruk. Aku tidak pernah bosan dengan scones buatannya yang terkadang agak gosong.
Eh, bicara apa sih aku ini. Cukup! Sudah bagus sekarang bisa merdeka, malah sok kangen dengan penjajah. Hmph.
Oh iya, setelah aku membaca chapter satu, aku mau menyanggah beberapa pernyataan si Endon tentangku.
Aku tidak "mengkopi" budayanya. Budaya kita jelas saja mirip. Kita kan "saudara".
Waktu dia bilang kita saling "menata"
rambut satu sama lain, sebenarnya DIA berlari-lari membawa gunting sambil mengejar-ngejar AKU yang ketakutan akan ancamannya yang mau membotakkan rambutku.
Iggy- ehm, England bukan meninggalkanku karena bosan. Tetapi karena dia ingin aku mandiri dan merdeka.
Dia bohong waktu bilang dia tidak mengatakan hal-hal buruk tentangku. Dia jelas-jelas melakukannya saat rapat dunia, rapat ASEAN, dan rapat apapun yang didatangi kami berdua.
Dia tidak membenciku. Dia hanya agak tsundere untuk mengakuinya.
Abaikan no. 5
"Cklek!"
Eh, kok pintunya dibuka? Jangan-jangan Endon udah bangun.
"Hoaaaammm… Woi, Malay, gua pinjem laptop lu lagi dong… Japan tadi nawarin doujinshi yaoi yang udah update. Mau kagak lu?"
Aduduh. Mati. Kalo sampe ngeliat ini chapter gua diapain yak?
"Woi. Malay. Haloooo… Kok diem aja? Ngerjain apa sih emangnya?"
"JA-JANGAN LIAT!"
"Emang apaan sih?
"E-EH JANGAN!"
"…"
"E-Eh? Endon? Woi! Ngapain peluk-peluk? Eh? Kok nangis? Ndon, woi!"
"I love you, sister…"
Aku juga sayang sama Kak Nesia.
"Ngomong-ngomong, yang tsundere kan elu."
Saking sayangnya aku pingin cekek Kak Nesia dan kirim Kak Nesia ke surga secepatnya. Amin.
~Malaysia's POV: End~
Lebih ancur lagi. -facepalms- Gua emang author dablek.
Chapter 3 bikin gak ya? Kalo bikin, rencananya sih tentang pandangan "adek-adek" ASEAN tentang Indonesia sama Malaysia. Tenang aja, saya gak berniat bikin yuri/shoujo ai. Gak demen. -dibunuh fujoshi dan fudanshi yang tersinggung-
Review~
