"Minnie dimana?" Sungmin mengusap pipinya. "Mictel Teddy mana? Daddy?" tanya Sungmin beruntun.
"Kau di kamarku. Appa dan Umma-ku menyuruhku agar kau menginap di sini." Kyuhyun mengulurkan tangannya ke arah meja nakas samping tampat tidurnya. "Ini bonekamu. Dan Daddy-mu ada di rumah." Lalu ia menunjuk pintu balkon kamarnya yang tertutup.
"Yung… Kalau Minnie telbangun, Daddy celalu menyanyi untuk Minnie dan poppo Minnie-" Sungmin menunjuk bibir ranumnya. "-di cini."
"M-mwo?!"
…
Nae Superman
…
This story is EverLasting 's
…
Cho Kyuhyun
Lee(Choi) Sungmin!Kid
Tan(Cho) Hankyung Kim Heechul
Choi Siwon Kim Kibum
Jessica Jung(Choi)
Other cast
…
WARNING!
YAOI, BL, M-PREG, PEDOFIL, gaje, ngasal, NEWBIE(?), garing
DON'T LIKE? DON'T READ!
…Hana, Dul, Set…
Kyuhyun mendelik ke arah Sungmin. Mencium bocah 'perusuh' itu tepat di bibirnya?
"Yung?" Sungmin mengerjab di depan wajah Kyuhyun.
Kyuhyun menghela napas sejenak sebelum berkata, "Lalu, aku harus menciummu, begitu?"
Sungmin terdiam. Ekspresi wajahnya tak terbaca, bahkan oleh Kyuhyun sang jeniuspun. Bocah itu bergerak turun dari atas perut Kyuhyun dan kembali berbaring di samping Kyuhyun. Lupakan saja, ia tak akan mendapat ciuman atau lullaby malam ini.
"Jaljayo, Yung." Sungmin memejamkan mata, berpura-pura tidur.
Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang memejamkan matanya dengan tangannya yang memeluk bonekanya. Pemuda itu menarik tubuh Sungmin untuk semakin mendekat, lalu memeluknya. Sungmin sama sekali tak berniat membuka matanya sebelum mendengar suara merdu Kyuhyun.
There's nothing I could say to you (tak ada yang dapat kukatakan padamu)
Nothing I could ever do to make you see (tak ada yang dapat kulakukan untuk membuatmu mengerti)
What you mean to me (apa arti dirimu bagiku)
All the pain, the tears I cried (semua rasa sakit, air mata yang kukeluarkan)
Still you never said goodbye and now I know (tetap saja kau tak pernah mengatakan selamat tinggal dan sekarang aku tahu)
How far you'd go (betapa jauh engkau pergi)
I know I let you down (aku tahu aku telah mengecewakanmu)
But it's not like that now (namun kini tak akan seperti itu)
This time I'll never let you go (kali ini aku tak akan pernah membiarkanmu pergi)
I will be all that you want (aku akan menjadi seperti yang kauinginkan)
And get myself together (dan akan kulakukan sepenuh hati)
Cause you keep me from falling apart (karena kau telah menyelamatkanku dari kehancuran)
All my life, I'll be with you forever (seluruh hidupku, aku akan bersamamu selamanya)
To get you through the day (untuk temani hari-harimu)
And make everything okay (dan membuat segalanya menjadi baik)
Kyuhyun menghentikan nyanyiannya ketika mendengar dengkuran halus Sungmin. Ia tersenyum tipis, sangat tipis ketika menatap wajah Sungmin.
Cup…
Satu kecupan hangat mendarat di kening Sungmin.
"Jaljayo."
…KyuMin…
"Kyu, ireona…" Heechul menepuk-nepuk pelan pipi Kyuhyun. BIbirnya sedikit bergetar menahan tawa yang siap meledak kapan saja. Melihat Kyuhyun yang sejatinya adalah seorang pemuda yang dingin dan arogan, kini tidur memeluk seorang bocah kelewat imut seperti Sungmin. Haish, hal yang jarang, bahkan tak pernah Heechul jumpai.
"Kyu, sudah pagi." Heechul kembali bersuara.
"Eungh…" Kyuhyun menggeliat pelan. Pemuda itu membuka matanya yang terasa sedikit berat. Dan hal pertama yang ia lihat adalah rambut.
"Umma?" Kyuhyun mengernyit. Baru menyadari bahwa yang ada di pelukannya itu orang lain dan bukan ibunya setelah mendengar suara Heechul di sisi tempat tidurnya.
"Aigo… Karena tidur bersama Sungmin, kau jadi susah dibangunkan," goda Heechul yang membuat Kyuhyun mendengus kesal. Heechul memperhatikan putra semata wayangnya yang kini tengah membaringkan Sungmin yang semula tidur di atas perutnya dengan perlahan ke atas ranjang.
"Ng~" Sungmin menggeliat dan sedikit merengek. Matanya terbuka dan ia tak menemukan Daddy ataupun Mommy-nya di sekitarnya. Bocah itu menangis. Terisak dan meraung pelan.
"Sst…" Kyuhyun menepuk-nepuk pantat Sunmin. 'Woah, kenyal sekali,' batin Kyuhyun mesum.
Heechul bergerak menggendong tubuh Sungmin. "Hey…" panggilnya.
"Mom-my hiks-"
"Ini Chullie Umma. Minnie 'kan semalam menginap di sini. Uljima…" bujuk Heechul menenangkan Sungmin. "Cepat mandi," suruhnya pada Kyuhyun.
"Mbb~" bibir Sungmin bergetar menahan tangis. Heechul tersenyum melihatnya.
"Minnie mau mandi?" tanya Heechul dengan kekehan. Sungmin menatap Heechul sebelum akhirnya mengangguk.
Hidung Kyuhyun mengembang melihat Heechul lebih memperhatikan Sungmin dibanding dirinya. Ia melangkah kesal menuju kamar mandi di dalam kamarnya setelah sebelumnya merengut menatap Heechul lalu mendengus.
"Kajja, mandi di bawah," ajak Heechul yang kemudian menggendong Sungmin keluar kamar Kyuhyun.
…Nae Superman…
Kyuhyun sedang mengoleskan jell rambut ke rambut coklatnya ketika Heechul kembali masuk ke kamarnya dengan menggendong Sungmin yang hanya menggunakan celana dalam putih yang kemarin ia lihat dan juga kaus dalam putih. Ia hanya melihat pantulan bayangan Sungmin dan Heechul melalui cermin yang ada di hadapannya.
"Umma carikan baju Kyu Hyung dulu." Heechul mendudukkan Sungmin di atas kasur Kyuhyun, kemudian berjalan menuju lemari pakaian putranya.
"Hmph. Kenapa harus bajuku?" gumam Kyuhyun tak terima.
Sungmin mengerjab memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun yang mengoles rambutnya sendiri melalui cermin. "Yung cedang apa?" tanyanya dengan kepala miring.
Kyuhyun menatap datar bayangan Sungmin yang ada di cermin. "Sedang bercukur jenggot," sungutnya.
"Hng?" Sungmin semakin tak mengerti. Menyukur jenggot, kenapa yang diusap-usap kepala?
"Aish… Dasar bocah." Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati Sungmin. Tujuannya bukan untuk mendekat ke Sungmin, tetapi ia hanya ingin memakai sepatu sekolahnya yang kebetulan berada di bawah Sungmin.
Sungmin menatap wajah Kyuhyun dari samping yang kepalanya sedikit menunduk karena sedang fokus memakai sepatu.
"Yung?" panggil Sungmin yang membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya dengan sedikit enggan.
Cup!
Sungmin mengecup bibir Kyuhyun lalu tersenyum tanpa dosa, mengabaikan Kyuhyun yang kini tengah membeku dengan hati bergemuruh.
Heechul mendekati Kyuhyun dan Sungmin. Di tangannya sudah ada satu buah kaus berwarna putih milik Kyuhyun yang menurutnya paling kecil.
"Hanya ada ini. Tak apa, ne?" Heechul bertanya kepada Sungmin. Sungmin hanya mengangguk. Ia tak mungkin menolak karena ia hanya meminjam.
Brugh!
Heechul melempar kaus itu ke wajah Kyuhyun. "Pakaikan, lalu gendong Sungmin ke bawah," katanya tanpa memperhatikan tatapan kesal Kyuhyun.
Kyuhyun beralih pada Sungmin. Ia memakaikan kausnya pada bocah itu dengan hidung mengembang lantaran kesal. Sungmin yang melihat hidung Kyuhyun mengembang itu tertawa geli.
"Yung~" Tangan mungil Sungmin bergerak menekan dan mencubit hidung Kyuhyun yang sejatinya mancung itu.
Kyuhyun berdecak dan menggeleng untuk menghindari tangan kecil Sungmin yang menurutnya benar-benar nakal. Pemuda itu terdiam sejenak mengamati penampilan Sungmin yang kini telah memakai kausnya. Ia ingin tertawa. Kausnya yang dipakai Sungmin masih terlalu besar. Kaus putih itu menutupi hingga setengah lutut Sungmin dengan bagian leher yang kebesaran membuat pundak Sungmin sedikit terekspos.
"Cha~ Kita sarapan." Kyuhyun menggendong tubuh Sungmin untuk membawanya ke meja makan di lantai satu.
"Daddy!" Sungmin memekik tepat di samping telinga Kyuhyun yang kini tengah memejamkan mata sembari mengeluarkan sumpah serapah di dalam hati untuk Sungmin.
Siwon yang mendengar suara nyaring Sungmin langsung menoleh dan tersenyum. "Halo, anak Daddy," sapanya sembari mengambil alih Sungmin dari gendongan Kyuhyun.
Mati-matian Kyuhyun menahan dengusannya. Ia tidak melihat Jessica. Matanya menelisik ke segala arah. Dimana yeoja itu? Alih-alih demikian, pemuda itu segera mendudukkan diri di kursi meja makan yang biasanya.
"Bagaimana tidurmu?" tanya Siwon.
"Minnie tidak menyusahkan Kyuhyun Hyung, 'kan?" giliran Kibum bertanya.
"Ani!" Sungmin tersenyum lebar setelah menggelengkan kepalanya. "Daddy, poppo~" rengeknya.
Cup!
Bruuurr!
"Kyuhyun!" teriak Heechul horror ketika melihat Kyuhyun menyemburkan susu coklatnya.
"Eh?" Kibum menoleh terkejut.
Sungmin mengerjab. "Yung napa?" tanyanya polos.
Kyuhyun menggeleng merespon pertanyaan Sungmin. Ia mengambil tissue untuk membersihkan noda susu di sekitar mulutnya. "Mianhae," ucapnya dengan kepala tertunduk malu kepada semua orang yang ada di meja makan.
Cup!
Sungmin kembali mengecup bibir Siwon sebelum akhirnya menutup mulutnya dengan tangan lalu terkikik. "Molning kicc, Chagi~~"
Uhukk!
Kyuyun terbatuk karena tersedak ludahnya sendiri. Ia mengatur napas, lalu menormalkan detak jantungnya. Bocah bermarga Choi itu benar-benar bisa membuat dadanya bergemuruh.
"Kau itu kenapa, sih? Aneh sekali," cibir Heechul yang sama sekali tidak direspon oleh Kyuhyun.
"Minnie, kenapa berkata seperti?" tanya Hankyung dengan kerutan di dahinya.
Sungmin mengerjab sebelum menjawab, "Daddy juga cepelti itu jika belcama Mommy."
"Mwo?!" Hankyung dan Heechul tertawa kompak. Mentertawakan Siwon yang kini menggaruk pipinya dengan canggung.
Kyuhyun berdehem sebelum bersuara, "Ssica Noona dimana, Ahjumma?" ia memberanikan diri untuk bertanya pada Kibum.
"Dia berangkat kuliah pagi-pagi sekali," jawab Kibum dengan senyuman. Namja itu beralih menatap Sungmin yang ada di gendongan suaminya. "Omo… Minnie, ini baju siapa?" tanyanya.
"Baju Cupelman!" jawab Sungmin dengan cengiran khasnya.
Kyuhyun tersenyum konyol mendengar istilah 'Superman' yang Sungmin ucapkan untuk menyebutnya. Ya Tuhan, apa dirinya benar-benar setampan dan segagah Superman? Kyuhyun mulai berkhayal.
"Jangan sebut Kyu Hyung 'Superman'. Dia bukan Superman. Tapi ikan teri kurus yang tak suka makan sayur," ejek Heechul pada Kyuhyun yang ditanggapi dengan dengusan kesal oleh putranya itu.
"Kyu Yung tidak cuka cayul?" Mata Sungmin membulat. "Cayul enak. Minnie cuka. Cealucnya Kyu Yung makan cayul… Cayul bayam cepelti Popeye."
Kyuhyun tidak menanggapi ocehan Sungmin. Menurutnya, itu sangat tidak penting dan benar-benar mengganggu telinganya. Pemuda itu memakan roti bakar selai coklat kesukaannya dengan asal, menghabiskan susunya, lalu bangkit dari kursi makan. "Aku berangkat."
"Kyu Yung mau kemana? Minnie ikut!" seru Sungmin pada Kyuhyun yang kini tengah menyandang tas punggungnya.
"Sekolah, Minnie…" jawab Kyuhyun dengan nada yang dibuat semanis mungkin, terpaksa.
"Cekola?" Sungmin memiringkan kepalanya. "Minnie juga mau cekola! Daddy, Minnie mau cekola~" rengek Sungmin.
"Chagi, tidak boleh." Kibum memperingatkan Sungmin. "Minnie bisa bermain bersama Kyu Hyung nanti, jika Kyu Hyung sudah pulang, arraseo?"
"Ng~" Sungmin merengut dengan mata berkaca-kaca, bersiap meledakkan tangisnya.
Heechul menatap Kyuhyun seolah memberi isyarat.
Kyuhyun menghela napas sebentar sebelum mendekati Sungmin. "Sst… Nanti kita bermain jika Hyung sudah puang. Kau mau bermain apa? Game? Hyung punya banyak. Tapi sekarang, kau tidak boleh menangis, tunggu Hyung saja, okay?" Kyuhyun menaikkan alisnya di depan wajah Sungmin yang kini tengah mengucek matanya.
Sungmin mengangguk. Membuat senyum Heechul merekah. "Yakcok?" tanya Sungmin memastikan.
"Yaksok!"
"Poppo." Sungmin menunjuk bibirnya.
Kyuhyun terdiam sebelum mendekatkan wajahnya dan wajah Sungmin. Hanya anak kecil… Tidak apa-apa, satu kecupan di bibir tidak mengurangi kadar ketampanan, pikir Kyuhyun.
Cup…
"Okay, aku berangkat," ucap Kyuhyun dengan terburu-buru meninggalkan meja makan untuk berangkat. Dadanya sudah bergemuruh kencang, dan tak ingin orang-orang itu tahu, terutama ibunya, Heechul yang memang senang sekali menjahilinya.
…Superman…
"Pelajaran Kim Songsaengnim membuatku lapar," dengus Changmin seolah mengadu pada Kyuhyun.
"Terserah. Aku tidak peduli. Memangnya kapan kau tidak lapar?" Kyuhyun menyipitkan matanya ke arah Changmin.
Sepasang sahabat itu sedang berada di kantin sekolah. Di hadapan Changmin sudah terdapat satu porsi ramen berukuran besar dan dua gelas jus melon. Sedangkan Kyuhyun, di depan pemuda kurus itu hanya terdapat satu gelas jus jeruk.
"Arraseo… Kau kesal karena aku mentertawakanmu soal Jessica itu." Changmin masih sempat-sempatnya mengulum bibirnya untuk menahan tawa. Rasanya menggelikan sekali saat mendengar cerita Kyuhyun, bahwa sahabatnya itu sedang jatuh cinta.
"Hmph. Diam, kau," dengus Kyuhyun yang langsung dapat membungkam mulut Changmin. "Kau tahu? Aku sedang kesal."
"Iya, aku tahu," jawab Changmin dengan santai sambil menikmati ramennya.
Kyuhyun berdecak kesal sebelum mengomel, "Choi Changmin, bisakah kau fokus mendengarkanku?"
Changmin terdiam. Diletakkannya sumpit yang ia gunakan untuk memakan ramen. "Apa kaubilang?!" teriak Changmin tak terima.
Kyuhyun mengedikkan bahunya dengan santai. Ia tersenyum miring ketika melirik bangku yang cukup jauh dari tempatnya dan Changmin. Bangku itu diduduki oleh seorang pemuda yang kini melirik penasaran ke arah mereka. "Iya, iya, aku tahu. Aku minta maaf." Kyuhyun sedikit mengeraskan suaranya, lalu kembali berseru "Choi Changmin!" teriaknya membuat sosok yang sedaritadi mengamati mereka menatapnya tajam. Kyuhyun hanya terkekeh melihatnya.
Changmin mengalah. Ia kembali duduk dengan hati bersungut-sungut. Kalau saja ini bukan di kantin sekolah… Ia menggeram, lalu menatap kembali sahabatnya yang kini tengah meminum jus jeruknya dengan sedotan. "Aku tantang kau," ucapnya dengan mata menyipit ke arah Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk-angguk dengan santai, lalu menatap sombong pada Changmin. "Kau akan menangis nanti," ejeknya.
"Kalau kau kalah, biarkan aku mendekati Ssica Noona-mu itu." Changmin menyeringai penuh kemenangan begitu melihat ekspresi Kyuhyun yang seakan tak terima. "Sepertinya kau takut," sindirnya lalu mengedikkan bahu dengan acuh. "Okay, tidak usah saja. Aku kasihan padamu jika kau kalah."
Kyuhyun melotot ke arah Changmin, merasa tertantang. "Siapa takut?! Okay, aku terima tantanganmu! Tapi kalau aku menang, kau traktir aku selama satu minggu."
"Deal," kata Changmin santai.
Kyuhyun mendelik lalu berucap, "Deal."
…Minnieong…
Sungmin sedang duduk di atas meja bar di dapur rumah Heechul ketika merasakan sepasang lengan memeluk tubuhnya dari belakang. Ia terkejut lalu bersorak, "Kyu Yung!"
Kibum dan Heechul yang sibuk membuat adonan kue sontak menoleh menatap Sungmin. Mereka berdua tertawa dengan kompak.
"Kyu Hyung, Kyu Hyung. Ini Ssica Noona, Minnie." Jessica mengeratkan pelukannya ketika ia lihat Sungmin merengut.
Kibum dan Heechul kembali melanjutkan pekerjaannya. "Kyu Hyung pulang pukul dua, Minnie. Sekitar…" Heechul melirik jam dinding yang ada di dapur. "Satu jam lagi."
"Lama cekali," keluh Sungmin yang merasa bosan.
Jessica melepaskan pelukannya lalu berjalan memutari meja bar dan berdiri di hadapan Sungmin. "Bagaimana kalau main dengan Noona dulu? Noona baru saja pulang kuliah, tapi Minnie tidak menyambutnya." Jessica merengut. Berpura-pura kesal pada Sungmin.
"Chilleo! Minnie mau belcama Kyu Yung." Sungmin ikut merengut.
"Oh, jadi lebih sayang pada Kyu Hyung daripada Noona?" tanya Jessica dengan wajah memelas.
"Um…" Bibir Sungmin mengerucut. Ia berpikir. Sedetik kemudian menggeleng, lalu berkata riang, "Minnie lebi cayang Daddy."
Tring!
Bunyi dari oven itu menandakan bahwa kue yang Kibum dan Heechul panggang di dalamnya sudah matang dan siap untuk dimakan.
"Hm? Mom dan Ahjumma membuat apa?" tanya Jessica yang kini mendekati Heechul yang sedang mengambil nampan kue dari dalam oven.
"Kue kering. Kyuhyun bilang, temannya akan kemari nanti sepulang sekolah. Mereka suka camilan seperti ini." Heechul tersenyum sambil dengan perlahan memasukkan kue kering coklat yang berukuran sebesar telapak tangan mungil Sungmin itu ke dalam toples.
"Teman Kyu Yung akan ke cini? Namja atau yeoja?" tanya Sungmin dengan nada yang sarat akan kecemburuan.
Heechul terkekeh. "Namja, Minnie. Tenang saja, kau lebih manis darinya," jawab sekaligus puji Heechul.
Sungmin tersenyum senang mendengar jawaban sekaligus pujian Heechul padanya. Ia mengeratkan pelukannya pada boneka beruangnya. "Minnie manic, Mictel Teddy," ucapnya riang kepada sang boneka.
Kibum tertawa mendengar ocehan Sungmin. "Ya ampun…"
"Bummie, apa Minnie belum sekolah?" tanya Heechul. "Sepertinya dia pandai. Kulihat tadi dia mengeja tulisan di buku resep," lanjutnya.
"Belum, Hyung. Usianya belum genap 4 tahun. Aku takut dia tidak bisa mengikuti," jawab Kibum seraya menyalakan mixer.
"Sayang sekali, kupikir dia sudah sekolah."
"Umma, aku pulang~" teriak Kyuhyun dari pintu utama.
"Ahjumma, aku datang~" disusul teriakan nyaring yang dapat Heechul pastikan, itu teriakan Changmin.
Jessica mengernyit melihat Kyuhyun datang ke dapur bersama Changmin. Apalagi Kyuhyun terlihat berbisik-bisik pada Changmin dan meliriknya sesaat.
"Kyu Yung~" teriak Sungmin dengan nyaring. Bocah itu berdiri di atas meja bar dan menatap Kyuhyun dengan mata berbinar.
"Dia. Dia bocah cilik yang berani menyusahkanku, yang tadi kuceritakan." Kyuhyun kembali berbisik kepada Changmin. Matanya melirik sengit kepada Sungmin.
Changmin mengangguk-angguk sebelum akhirnya melempar senyum kepada Jessica. "Annyeonghaseyo, Choi Changmin imnida."
Kyuhyun terbelalak sebelum tergelak. "Jadi margamu sudah benar-benar menjadi 'Choi'?!" tanya Kyuhyun yang membuat Changmin melotot.
"Ani! Ani! Namaku Shim Changmin," ralat Changmin cepat sambil setengah menahan malu.
'Sama anehnya,' cibir Jessica dalam hati. "Jessica Choi." Jessica balas memperkenalkan dirinya dengan gayanya yang dingin seperti biasanya.
"Ehehe, Ssica Noona memang cantik-hmpp!" Changmin melotot sekaligus menahan teriakannya ketika merasakan kakinya diinjak Kyuhyun dengan sengaja.
Kyuhyun bersikap seolah tak terjadi apa-apa saat melihat kernyitan di dahi Jessica.
"Kenapa sudah pulang, Kyu?" tanya Heechul setelah mencuci tangannya.
"Ne. Tadi Changmin meracuni Han Sonsaeng," dengus Kyuhyun.
"Mwoya?! Dia tidak masuk karena memang sedang ada urusan, Pabbo!" teriak Changmin tak terima. Tatapan marahnya berganti senyum riang saat hidungnya tak sengaja mencium aroma kue. "Ahjumma?"
Heechul yang mengerti langsung menyela, "Iya. Kalian ke kamar dulu."
"Kyu Yung~~" teriak Sungmin saat Kyuhyun tak juga merespon sapaannya tadi. "Yung!" teriaknya dengan mata berkaca-kaca saat melihat Kyuhyun dan Changmin berlari menaikki tangga rumahnya menuju kamar Kyuhyun.
"Minnie?" Jessica mendekati Sungmin, lalu mengusap pipi adiknya yang kini basah oleh air mata.
"Gwaenchana. Nanti Minnie bisa menyusul Kyu Hyung dengan membawakan camilan," hibur Heechul. Namja berparas cantik itu menutup dua buah toples berisi camilan kue kering dan waffle.
"Ini, bawa ini ke kamar Kyu Hyung." Heechul menyerahkan dua buah toples berukuran sedang tadi kepada Sungmin setelah mengambil boneka Sungmin dari gendongan sang pemilik.
Jessica bergerak menggendong Sungmin untuk menurunkannya dari meja bar. "Ppali," suruh Jessica pada Sungmin yang kini sudah berlari menuju tangga.
…KyuMin…
Kyuhyun menyalakan play station-nya di kamar, lalu memilih game yang akan ia dan Changmin mainkan. "Kau ingin main apa?" tanyanya pada Changmin.
"Terserah kau. Aku optimis menang." Changmin menyeringai melihat tatapan membunuh dari Kyuhyun yang ditujukan padanya.
Kyuhyun kembali fokus memilih kaset game yang ingin ia mainkan. Ia memilih kaset game berjudul air strake. Pemuda kurus itu memasang kaset pada PS-nya.
"It's show time…" Seringai Kyuhyun mengembang.
"Aku akan memenangkannya," ujar Changmin percaya diri.
"In your dream-"
Brak!
"SUNGMIN!"
…To be Continue…
Halo hai~
Chapter 2 TBC. Tuh si Sungmin kenapa yah? XD
Kyuhyun kegatelan ya? Lenjeh? Slengekan? Wkwk, aku ngakak baca review kalian satu-satu. Tapi pada gemes sama Umin, kannnn? :D *kedip2genit
Oh iya, aku mau jawab pertanyaan yg kemarin ada di review,
Q: Usia Kyuhyun berapa?
A: Kan di chapter 1 sudah dijelasin lewat dialog Kyuhyun ke Sungmin, "Hei, Bocah, berhenti memanggilku 'Ahjussi'. Aku masih muda, tahu. Usiaku baru tujuh belas tahun. Jadi kau panggil aku 'Oppa'. Panggil 'Kyuhyun Oppa', mengerti?" jadi udah jelas, kan? :)
Q: Di sini yang yeoja cuma Jessica?
A: Kalau yang dimaksud chingu itu di keluarga Choi sama Cho memang iya, Jessica cewek sendiri. Tapi di keseluruhan cerita ini, nanti ada yeoja lain juga.
Trus, yg kmarin nyari konflik, emang di chapter 1 itu belum ada konfliknya. Mungkin konflik bakal muncul di chapter 3 atau 4. Sabar, ne? ;)
Dah, gitu aja. Maaf kalau ada yg belum terjawab. Makasih banyak buat temen-temen yg udah review di chapter kemarin. Sini, ngantri aku peluk cium {} :*
Ditassi, Yuuhee, Aegyeo789, KyuKyuBunny, kyumin pu, ChoLee, kyuminsaranghae, Guest, GameSMI, fitriKyuMin, fariny, TiffyTiffanyLee, kyumin4ever, aningeko81, tsubakiming, Guest, Park Heeni, Sissy, fitri, LiveLoveKyuMin, 010132joy, littlecupcake noona, allea1186, kiikyunnie, rinnatya12kmsyjs, 5351, bublekimdeer, TANK'S
Mumumu, saranghae :D semoga ketagihan aku peluk-cium(?), ketagihan buat review-nya itu :p
…
Review again?
Peluk cium lagi {} :*
Makasih sebelumnya,
Next? Review!
See you~
