Chapter 2

New Day, New Life

A : Semoga kalian menikmati chapter ini….

J : Aku Jane. Kakak pertama Arina-chan.

R : Aku Ray, kakak kedua Arina-chan. Aku dan Jeje kembar.

JR : Kadang-kadang kami akan ikut bercakap-cakap.

A : Langsung aja ke cerita…..

Jangan paksa dunia mengerti kamu

Kamulah yang harus mengerti dunia

-BP a.k.a. Arina Reniel's math teacher-

06.00 am…

"Huammhhh…", Amu bangun dari tidurnya. Dia menggeliat turun dari tempat tidurnya. "Jam 6….", Amu berpikir. "Jam 6?", kembali dia berpikir. Tiba-tiba matanya membesar. "AKU TELAT!", teriaknya. Burung-burung yang sedari tadi hinggap di atap rumahnya langsung terbang karena kaget mendengar suaranya. Anjing tetangganya menggongong menyahuti suaranya. Amu segera mengambil seragamnya dan masuk ke kamar mandi. Setelah itu, dia segera menyambar tas sekolahnya dan turun ke bawah. "Kayaknya ada yang kelupaan…", pikirnya. "LAPTOPKU!", teriaknya lagi. Amu kembali berlari menaiki tangga sambil tersandung-sandung.

Dengan cepat Amu membawa laptopnya dan kembali lari ke bawah. "Kayaknya ada yang lupa lagi deh…", pikirnya di ujung anak tangga lantai dasar. "TE!", Amu segera menutup mulutnya. Kembali Amu berlari ke atas dan mengambil telur berwarna pink yang ada di sebelah bawah bantalnya. "Mama dan Papa tidak boleh tau!", pikirnya dalam hati. Kali ini Amu melihat sekeliling kamarnya. "Aku tak mau naik lagi kalau ada yang ketinggalan.", dia berkata. Setelah yakin bahwa tak ada barang yang tertinggal, Amu turun ke lantai dasar rumahnya.

Di bawah, ayah, ibu dan adiknya, Ami, telah menunggu di meja makan. "Amu-chan, selamat pagi!", ibunya berkata dengan lembut. "Aku akan sarapan sambil berlari ke sekolah saja.", Amu segera berlari ke luar rumah setelah menyambar sebuah roti isi dari piringnya. "Ini kan masih 06.30. masih ada banyak waktu kok.", ayahnya menimpali. Mata Amu membesar. "AKU TELAT!", teriaknya lagi. Kali ini dengan volume suara yang lebih besar. Segera Amu berlari ke sekolah barunya, SD Seiyo.

Roti isi yang tadi diambilnya dilemparnya ke rumah tetangganya. Anjing tetangganya memakan roti tersebut. "Tak ada waktu unutuk makan.", pikirnya. Amu sampai di sekolahnya tepat sebelum gerbang sekolah ditutup. "Selamat…", pikirnya dalam hati. Amu berjalan masuk ke dalam sekolahnya. "Eh! liat deh anak itu. Keren ya! Cool and Spicy! Gaya pakaiannya juga stylish. Anak baru ya?", bisik-bisik terdengar dari anak-anak SD Seiyo. "Aku ya? lagi-lagi karakter luarku muncul. Padahal aku tak mau!", teraik Amu dari dalam hati. Dari luar Amu memang terlihat sebagai anak yang keren dan stylish. Tapi sebenarnya, dia anak yang ceroboh dan pemalu.

"Kok aku merasa pusing ya?", piker Amu. Dia limbung dan hampir jatuh ke tanah saat…. "Kamu tidak apa-apa?", Tanya seorang laki-laki. Dia menangkap tubuh Amu yang hamper jatuh. "Eh! Itu kan ketua OSIS Tadase Hotori! Mereka cocok ya!" bisik-bisik terdengar lagi. "Lebih baik kamu kuantar ke UKS. Sini aku Bantu.", Tadase mengantar Amu ke ruang UKS.

"Hanya kurang makan. Kamu belum sarapan, kan? Aku akan mengambil sesuatu untukmu.",guru UKS berkata dan meninggalkan ruangan. "Syukurlah kamu tidak apa-apa. Aku kira kamu sakit. Perkenalkan, aku Tadase Hotori, ketua OSIS SD Seiyo. Siapa namamu?", tanya Tadase. "Pangeranku!", Amu berteriak dalam hati. "Halo? Siapa namamu?", Tanya Tadase lagi. "Ah! Namaku Hinamori. Amu Hinamori.",jawab Amu cepat-cepat. "Jadi…Hinamori. Apakah kamu murid baru di SD Seiyo yang disebut-sebut itu?", Tanya Tadase lagi.

"I…Iya,", jawab Amu.

"Kamu kelas 5 kan?"

"I…Iya."

"Aku juga kelas 5. Kamu ada di kelompok apa?"

"Bintang.'

"Benarkah? Aku juga ada di kelompok bintang. Berarti kita sekelas."

"I…Iya."

Setelah itu, guru UKS masuk sambil membawa beberapa potong sandwich untuk Amu. "Hotori, bukankah seharusnya kamu sudah masuk ke pelajaran pertama?", tanya guru itu. "Ah! Saya akan segera pergi.", balas Tadase. "A…Aku ikut! Aku tak mau terlihat seperti anak pembangkang pada hari pertama sekolah.", Amu berkata. "Paling tidak kamu makan dulu. Setelah itu kamu boleh menyusul Hotori.", guru itu berkata. Amu makan dalam keheningan. Setelah meneguk air minumnya yang terakhir, Amu memberi salam pada guru UKS tersebut dan berjalan menuju kelasnya. "Uhh….Aku terlihat memalukan hari ini.", pikirnya. Karena tidak melihat jalan, Amu tersandung suatu benda dan nyaris terjatuh saat seseorang menangkap tubuhnya. Amu segera menoleh ke arah orang itu. "Dasar cewek bodoh!', orang itu berkata.

"Ka-Kamu siapa?", Tanya Amu terbata-bata. "Untuk apa kamu tau?", jawab laki-laki itu. "Dasar cowok menyebalkan. Padahal dia lumayan tampan.", pikir Amu. Laki-laki itu melepaskan tangannya dari Amu dan berjalan pergi. "Dasar menyebalkan! Jelek! Weee!", teriak Amu seraya menjulurkan lidah. "Namaku Ikuto Tsukiyomi, bukan Jelek! Sampai bertemu lagi Amu Hinamori!", balas laki-laki itu tanpa menoleh. "Dari mana kau tau namaku?" teriak Amu lagi. "Itulah kekuatan kucing. Hati-hati! Jangan sampai telurmu yang berharga jatuh lagi.", balas Ikuto sambil melemparkan sebuah telur berwarna pink. Amu menangkap telur itu dan segera menyimpannya dalam tas sekolahnya. "Mulai hari ini, dia akan jadi orang yang kubenci!", teriak Amu dalam hati. "Lebih baik aku segera masuk ke kelas agar bisa bertemu dengan pangeran.", pikir Amu cepat. Dia segera berlari ke kelasnya.

A : Chapter 2 selesai.

J : Ga-je (Gak jelas)

A : Mentang-mentang nama lo JJ GAJE gak usah ngatain orang gaje dong!

R : Hargailah adik kita Jaenahaniel! Kayak lo bisa aja bikin cerita kayak gini.

J: (tatapan membunuh)

R: Dadah semuanya! Pada chapter berikutnya, adik kami yang lain akan membawakan percakapan!(kabur)

J : RAY!

A: Itulah kakak-kakakku. Semoga kalian masih terus membaca dan senang dengan cerita ini.