Warning: Berantakan,agak gak jelas, Update kilat 2 chapter sekaligus menjelang cuti Hari raya.
Disclaimer: Naruto by MASASHI KISHIMOTO.
Thanks buat yang sudah RnR.
Enjoy it.
"Itu..Hiraishin kah? Bagaimana Naruto bisa menguasainya? Minato, kushina, anak kalian benar-benar hebat." batin Hiruzen sambil melihat melalui bola ajaibnya, tidak lama setelah itu muncullah anbu ke dalam ruang Hokage.
"hamba melapor,Hokage-sama" ucap anbu tersebut sambil bersimpuh memberi hormat dihadapan hokage.
"lepas topengmu, Shisui!" titah Hokage.
"Hai.." Shisui lalu melepas topeng anbunya kemudian berdiri tegak menghadap sang Hokage.
"Hokage-sama, aku melihat Naruto melakukan jurus seperti Hiraishin, apak..-"
"Itu memang Hiraishin, Shisui, aku juga melihatnya dari bola ajaibku." Potong Hokage sebelum Shisui meneruskan laporannya.
"Jadi, itu memang benar bahwa naruto adalah putra dari Yondaime-sama dan Kushina-sama?" Tanya Shisui.
"Ya, itu memang benar." Jawab Hiruzen. (disini Cuma beberapa orang saja yang tahu kalau Naruto itu anak dari Yondaime-Hokage)
"Hm, Hokage-sama aku tadi juga sempat melihat ANBU root, kelihatannya mereka juga mengawasi Naruto."
"Anbu root?" Alis Hokage tua itu terangkat, "Untuk apa mereka mengawasi Naruto? Jangan-jangan Danzo merencanakan sesuatu, aku harus memperketat pengamanan untuk Naruto." Batin Hiruzen.
"Hmm..souka, jadi Danzo sudah mulai bergerak, tampaknya aku harus memperketat pengawasan pada Naruto." Ujar Hiruzen.
"Sebenarnya, apa hubungan Naruto dengan Danzo, Hokage-sama? Kenapa mereka sampai mematai-matai Naruto?" Tanya shisui.
"Sebenarnya sudah lama Danzo memintaku agar Naruto dimasukkan dalam skuad ANBU jajarannya, namun aku menolak, aku khawatir Danzo akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada Naruto." Jelas Hiruzen.
"Jadi begitu..tapi Hokage-sama tak perlu terlalu risau, saya akan selalu mengawasinya. Lagipula jika Naruto sudah bisa menguasai Hiraishin, hamba rasa ia sudah bisa melindungi dirinya sendiri Hokage-sama." Kata Shisui.
"Hmm, kau ada benarnya, tapi tetap saja aku galau (Ckk, Hokage bisa galau ternyata), Danzo adalah orang yang harus dijauhi." Jelas Hiruzen.
"Apa ada lagi yang mau kau laporkan, Shisui?" Tanya Hiruzen.
"Ya, beberapa hari ini aku melihat kedekatan antara Naruto dengan Itachi, mereka terlihat beberapa kali berlatih bersama." Terang Shisui.
"Begitukah, kelihatannya Naruto sungguh-sungguh ingin belajar jutsu Katon."
"Apa Hokage-sama yang menyuruhnya berlatih bersama Itachi?"
"Tidak-tidak, aku hanya memberi beberapa gulungan jutsu Katon, karena aku sangat sibuk jadi kusuruh ia mempelajari sendirir."
"Kelihatannya Naruto mendapatkan partner yang tepat, kalau begitu hamba mohon undur diri Hokage-sama."
"Hmm, teruskan pengawasanmu pada Naruto, jika ada hal yang jangal segera laporkan kepadaku!" Perintah Hiruzen dengan tegas.
"Hai..hamba undur diri." Dengan itu Shisui menghilang dari ruang hokage dengan shunshin.
Terlihat dipinggir sebuah danau dua ekor ehh.. maksud saya dua orang yang sedang berlatih jutsu katon, dilihat dari lambang dipakaiannya mereka berdua adalah Uchiha.
"Sasuke, kenapa bola apimu kecil sekali? Ternyata kau memang berbeda jauh dari itachi." ucap Fugaku.
"Tenanglah sebentar Tou-san, aku sedang berkonsentrasi." Jawab Sasuke sambil membuat handseal.
"Katon: Gokakyu no Jutsu." Semburan api keluar dari mulut Sasuke, namun kelihatannya itu masih belum memuaskan Tou-sannya.
"Sasuke, sudah kubilang beberapa kali tambahkan lagi chakra api mu itu, haahh.." Fugaku menghela nafas panjang, mengajari Sasuke ternyata lebih sulit ketimbang mengajari Itachi. Jika dulu dia hanya perlu tiga kali pertemuan untuk membuat si sulung Itachi menguasai jutsu Katon, kini sudah pertemuan yang ke lima dan Sasuke belum membuat perbedaan yang signifikan dibanding pertemuan pertamanya.
"Siing.." tiba-tiba muncul kilatan kuning disamping Fugaku dan Sasuke, menampakkan seorang bocah berambut pirang dan bermata biru, mengingatkan Fugaku akan seseorang dimasa lalu.
"Jutsu itu, hiraishin.." mata fugaku semakin melebar melihat siapa yang telah mengunakan jurus itu, hanya seorang bocah yang sebaya dengan Sasuke.
"Siapa kau anak muda" Tanya Fugaku menyembunyikan rasa terkejutnya, tidak menghiraukan Naruto yang celingak-celinguk mencari sosok Itachi, namun yang ia dapatkan malah dua orang yang kelihatan seperti ayah dan anak.
"hh, sumimasen, aku mencari Itachi-san, aku ada janji untuk berlatih dengannya hari ini." Jawab Naruto dengan sopan.
"Ayah bertanya siapa kau, bukan apa maumu, dasar dobe." Sasuke yang sejak tadi hanya diam melihat kini ikut menimpali.
"Apa kau bilang teme, siapa yang kau bilang dobe?"
"Dan siapa yang kau bilang teme, dobe?" Muncul kilatan listrik dimata Naruto dan Sasuke.
"Hei, sudah-sudah, Sasuke sopanlah sedikit pada orang lain." Ujar Fugaku melerai.
"Ehh.. Gomenansai aku tadi kelepasan, watashi wa Uzumaki Naruto desu, yoroshiku." Ujar Naruto sambil membungkukan badan 90 derajat.
"Naruto kah? Putra Kushina dan Minato? Hmm, tentu saja bagaimana aku bisa lupa." Batin Fugaku.
"Hmm, perkenalkan aku Fugaku ayah Itachi dan Sasuke sekaligus kepala klan Uchiha , tadi kau bilang ada janji untuk berlatih dengan Itachi, benarkah?" Tanya Fugaku.
"Iya, itu benar Fugaku-sama." Jawab Naruto.
"Kebetulan saat ini Itachi sedang ada misi, jika kau mau kau bisa berlatih bersama kami, mungkin dengan adanya dirimu Sasuke bisa lebih terpacu" kata fugaku.
"Hontou ni?" mata Naruto berbinar-binar mendengar tawaran menggiurkan dari ayah Itachi itu, kalau anaknya saja sudah sehebat itu bagaimana dengan ayahnya.. begitu pikir Naruto.
"ah ya tentu saja Fugaku-sama, arigatou gozaimasu." Ujar Naruto sambil membungkuk.
"Cih, memang kau bisa apa dobe." Tantang Sasuke.
"Apa kau bilang teme, tentu saja aku bisa aku sudah berlatih beberapa kali dengan nii-san mu itu." Balas Naruto sengit.
"Bagaimana kalau kau tunjukkan hasil latihanmu itu, Naruto. Arahkan Jutsu mu ke danau." Perintah Fugaku.
"Hai, Fugaku-sama." Dengan cepat Naruto membuat handseal.
"Katon: Gokakyu no Jutsu." semburan api besar keluar dari mulut Naruto, menguapkan air danau dan membakar beberapa dahan pohon disekitarnya. Sasuke yang melihat itu tidak percaya, bagaimana bisa dirinya yang seorang uchiha kalah dalam jutsu katon dengan anak dari klan yang entah datang dari mana,sudah bukan rahasia lagi di dunia shinobi bahwa klan uchiha mempunyai spesialisasi pada jutsu katon. Setiap klan uchiha yang terlahir pasti dan harus bisa menguasai jurus berelemen api tersebut, suatu aib apabila ada anggota klan uchiha yang tidak bisa atau lemah dalam penguasaan jurus berelemen api, apalagi sampai kalah beradu jutsu katon dengan anggota dari klan lain.
"Impresif, seperti yang diharapkan dari keturunan konoha no kiroii senko, Minato anakmu tumbuh dengan sangat baik." Batin Fugaku sambil mengulas senyum, teringat dengan sahabat sekaligus rival abadinya yang telah meninggal 10 tahun lalu.
"Sasuke, lihat Naruto walau dia bukan berasal dari klan uchiha dia sudah bisa menguasai elemen api lebih hebat darimu." Ucap Fugaku membuat telinga Sasuke memerah dalam artian lain.
"Kau itu berasal dari klan uchiha, salah satu klan terkuat dikonoha, sangat memalukan melihat ada anggota klan uchiha yang bahkan tidak bisa menguasai Gokakyu no jutsu." lanjut Fugaku lagi.
"Cih," Sasuke mendecih tidak suka sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
"Itu wajar saja tou-san, dia kan sudah sering berlatih dibawah bimbingan Itachi. Sedangkan aku baru 3 kali ini kau latih, itupun baru dasarnya saja." Ucap Sasuke mdncoba membaea diri.
"Ehh.. sebelumnya maaf menyela." kata Naruto,
"Sebenarnya aku juga baru 2 kali berlatih dengan Itachi, itupun hanya basic-nya saja. Seandainya dia ada disini sekarang mungkin ini akan menjadi pertemuan yang ketiga."
"Kau dengar sendiri kan, sasuke? Naruto bahkan baru 2 kali pertemuan dan dia sudah menguasai jutsu katon, kau harus lebih banyak belajar darinya." tegas Fugaku, heran dengan sikap anaknya yang kadang keras kepala, sedangkan Sasuke makin panas terlihat dari asap yang mengepul dari telinganya.
"Kalau begini lebih baik aku mengajari Naruto saja." lanjut Fugaku.
"Cih, ajari saja kalau kau mau" balas Sasuke, kelihatannya kesabarannya sudah mencapai batas, saat sasuke akan melangkah pergi tiba-tiba Naruto mengatakan sesuatu yang membuatnya tertarik .
"Ehh..jangan berkata begitu paman, begini saja bolehkan aku bergabung bersama kalian? Jika boleh kita akan bekerja sama, aku akan mengevaluasi apa saja kekurangan jutsu Sasuke, sebagai gantinya paman harus mengajariku jutsu katon baru, setelah aku selesai menguasai baru aku akan mengajarkannya ke Sasuke,bagaimana?" tawaran Naruto kelihatannya menarik perhatian ayah dan anak tersebut, terbukti dari Sasuke dan Fugaku yang kini diam di tempat seperti patung.
"Naruto anak yang berbakat, jika aku mengajarkan jutsu padanya mungkin akan lebih cepat ia kuasai, bagus sekali ini akan menghemat banyak waktuku." Batin Fugaku.
"Boleh juga, aku tak harus mendengarkan omelan tou-san setiap kali latihan." Batin Sasuke.
"Hmm..baiklah aku setuju." sahut Fugaku.
"aku juga." ujar Sasuke.
"yoshh..baiklah bisa kita mulai sekarang." teriak Naruto penuh semangat, sedangkan Fugaku dan Sasuke jawdrop ria.
TIME SKIP
Sasuke dan Naruto jatuh tersungkur dengan nafas terengah-engah, setelah mendapat latihan keras dari Fugaku tadi Naruto dan Sasuke langsung mencoba mempraktekkannya. Kini hanya tinggal mereka berdua karena Fugaku telah meninggalkan mereka beberapa jam yang lalu setelah sebelumnya menyerahkan beberapa gulungan jutsu kepada Naruto untuk dipelajari.
"Bagus Sasuke kau telah menguasai control chakra yang kuajarkan dengan baik, sekarang cobalah jutsu api-mu." pinta Naruto.
"Hmm..baiklah." jawab Sasuke lalu merapal segel.
"Katon: Gokakyu no Jutsu." semburan api Sasuke hampir memenuhi danau, Naruto yang melihat itu tersenyum puas, tidak menyangka Sasuke akan dengan cepat menguasai control chakra yang ia ajarkan.
"Hah..hah..hah.." Sasuke yang selesai mengeluarkan jutsunya berdiri dengan nafas memburu.
"Bagaimana, apa kau cukup puas?" Tanya Naruto.
"Lumayan, aku hanya perlu latihan lebih keras untuk menyempurnakannya." Jawab Sasuke.
"Naruto!"
"Hn?"
"Bagaimana kalau kita sparing?" tantang Sasuke.
"Tidak Sasuke, chakra kita berdua sudah terkuras habis, kalau kau memaksa bisa-bisa kita pingsan." Kata Naruto.
"Bilang saja kau takut." Ejek Sasuke.
"Hei..enak saja, kau melawanku sekarangpun belum tentu bisa mengalahkanku." Balas Naruto tak mau kalah.
"Sudahlah, lebih baik kita pulang, hari sudah mulai petang." Lanjut Naruto sambil memandangi langit yang mulai gelap.
"Souka..baiklah, jaa-ne Naruto." Sasuke lalu melangkah pergi meninggalkan Naruto.
"Sampai jumpa, Sasuke." Balas Naruto lalu menghilang dengan shunshin.
TBC
