Gesshoku

A/N : duh, saya baru menciptakan adanya Orochimaru POV dalam chapter ini, sebetulnya saya juga bingung, tapi mau bagaimana lagi?hahaha

Disclaimer : Kakek Kishi.

Pair : NaruSasu, NeejiSasu (belum ada scene nya)

Rate : T – M saya bingung, sebenarnya ingin M, tapi belum ada adegan yang bisa dikatakan adegan dewasa ( bloody scene ataupun lemon #plak), jadi saya tetapkan menjadi T+ saja

Genre : Rommance / Mystery.

Warning : Yaoi, Shounen Ai/BL, Possible OOC, Typo(s), etc.

Happy reading! DON'T LIKE, DON'T READ !

"Uchiha? Kenapa kau begitu menginginkanku untuk membantunya? Bukankah para Uchiha adalah musuh terbesar Vampire?"Tanya Tsunade kepada Naruto yang terlihat kebingungan menghadapi pertanyaannya.

"Aku…"

~Gesshoku~

Chap 2 : The Hostility

Part one

"Aku..a-aku hanya ingin menolongnya saja Baa-chan.." Ucap Naruto sembari memandangi wajah pemuda Uchiha yang sekarang ada digendongannya.

"Apakah kau tahu konsekuensi jika membawa seorang Slayer kedalam kediaman Namikaze ini Naruto? Lagi pula, dia adalah keturunan Uchiha, yang jelas-jelas adalah musuh dari Namikaze!" ucap Tsunade santai sambil mengalihkan pandangannya terhadap cucu tersayangnya yang tengah berpikir untuk mendapatkan pertanyaan darinya itu. "Sudahlah, kau tak perlu menjawabnya Naruto..letakkan bocah itu di ranjang." Lanjut Tsunade sambil menunjuk sebuah ranjang berukuran sedang didalam ruangan tersebut.

"Ha'i Baa-chan." Langsung saja Naruto merebahkan tubuh Uchiha muda itu keranjang yang tadi ditunjukkan oleh Tsunade.

Diperhatikannya dengan cermat wajah Uchiha dibawahnya itu. Rambut biru donker, kulit seputih salju, wajah yang manis, dan wajah yang halus jika disentuh. Semburat merah muncul pada kulit tan Naruto.

'Kenapa kau Naruto? Ingat dia seorang Slayer! Lagipula dia seorang laki-laki' piker Naruto

Sibuk dengan pikirannya sendiri, Naruto tidak menyadari bahwa Tsunade sedang memperhatikannya dengan tatapan yang tak bisa terbaca.

"Bagaimana Aku bisa mengobati dia, jika kau terus berdiri disitu Naruto~!" Ucap Tsunade dengan nada menggoda pada Naruto. Entah apa yang dipikirkan oleh Tsunade, hingga terbesit pikirannya untuk menggoda cucu kesayangannya itu.

"H-ha'i Baa-chan." Ucap Naruto sembari berjalan menyamping, agar Tsunade dapat memeriksa keadaan Uchiha itu.

Mulailah Tsunade menempelkan tangannya kebagian luka pemuda Uchiha itu, muncullah sinar hijau dari telapak tangannya. Dengan perlahan luka yang berada dilehernya kembali tertutup, nafas yang tadinya menderu sekarang berubah menjadi nafas yang tenang dan pelan, ada sebersit perasaan lega terpampang dari wajahnya pucatnya.

"Nah Naruto, sekarang keadaan Slayer ini sudah membaik, hanya butuh istirahat beberapa hari saja." Ucap Tsunade sembari melangkahkan kakinya menuju mejanya kembali.

Perasaan lega yang tadinya secuil, kemudian tumbuh menjadi hangat, setelah mendengarkan perkataan Tsunade. Tapi hal itu hilang saat Tsunade memulai kembali pembicaraannya.

"Kau tidak bisa menempatkan Uchiha itu disini Naruto! Jika Tou-san mu mengetahuinya, pasti dia marah besar! Lebih baik kau segera membawanya pergi dari sini."

'Benar apa yang dikatakan Baa-chan, Aku harus membawanya pergi dari sini!' piker Naruto

"Baiklah Baa-chan, dan terimakasih telah mengobatinya." Ucap Naruto sembari mengangkat tubuh pemuda bermarga Uchiha itu.

Tetapi belum sempat mengangkat tubuh pemuda itu, pintu ruangan sudah dibuka dengan kasar oleh seseorang.

BRAK

"To-tou-san.."

Orochimaru POV

"Ugh, sialan bocah Uchiha itu! Berani-beraninya dia menusukku dengan pedangnya itu!"

Kujejakkan kakiku melewati gang yang sempit dan gelap ini, entah kenapa aku merasakan sakit dibagian yang tadi ditusuk bocah Uchiha itu! Siapa namanya? Sa..Sasuke! Nah itu nama anak brengsek yang dengan lancang menusukkan pedangnya itu!.

Dengan kecepatan yang sama, kutelusuri gang demi gang, hingga aku merasakan bau yang sama dengan bocah Uchiha itu, bau Slayer, tapi bau bocah Uchiha itu lebih baik dari ini.

Kulihat seorang pemuda berambut panjang, dengan kulit pucat memegang pedang yang sama persis dengan pedang bocah Uchiha tadi, tapi bedanya pedang itu pemuda ini berwarna hitam dan dialiri cairan berwarna perak, aku yakin itu adalah darah Vampire.

Kuhentikan langkahku dan berhenti tepat didepan pemuda itu. Sesaat ku pandangi pemuda yang mempunyai mata lavender, kulit putih pucat, rambut panjang yang tertiup kesana-kemari itu, dan disebelahnya terdapat seonggok badan yang terkapar.

"Wah wah, sepertinya hari ini Aku sering melihat para Slayer dimana-mana?" ujarku untuk menarik perhatiannya. Dan...Bingo! Raut mukanya yang dari tadi datar, kini nampak adanya sedikit keterkejutan mendengar ucapanku tadi.

End of Oro's POV

Pemuda yang berada dihadapan Orochimaru segera mengacungkan pedangnya kearah Orochimaru.

"Dimana kau melihat Slayer lain itu?" ucap pemuda itu dingin to the point.

"Kau tidak punya sopan santun seperti bocah Uchiha itu rupanya." Ucap Orochimaru dengan penekanan terhadap nama keluarga Uchiha. "Harusnya kau mengenalkan dirimu dahulu anak muda!" tambah Orochimaru dengan seringaian yang memuakkan.

"Aku tidak perlu memperkenalkan diriku, cukup kau katakan saja dimana kau melihat Slayer itu!"

Orochimaru menggendikan bahunya, "Aku melihatnya ditepi hutan, tapi.." seringai Orochimaru semakin lebar

Mendengar kalimat menggantung dari Orochimaru, pemuda bermata lavender dibakar emosi. Diapun mendekati Orochimaru yang tepat berdiri dihadapannya, dengan sekali hentakan kaki, pemuda bermata lavender telah berdiri dihadapan Orochimaru dengan pedang terancam menggores leher Orochimaru.

"Cepat katakan dengan jelas! Kalau tidak, kau tahu apa yang akan Aku lakukan dengan lehermu itu, ular busuk!" ucap pemuda itu dengan kalimat yang tajam, mata lavendernya menyiratkan kemarahan dan ketidaksabaran.

Keringat jauh merembes dari pelipis Orochimaru, "Dia dibawa oleh seseorang." Orochimaru berusaha menutupi ketakutannya, yang disebabkan oleh pedang yang siap memotong lehernya itu.

"Seseorang? Siapa?"

"Se-seseorang, tepatnya Va-vampir dari keluarga Na-namikaze."

"Sial!" pemuda itu memasukkan Kusanagi kedalam sarungnya, dan berbalik hendak meninggalkan Orochimaru ditempat itu.

"Percuma saja kau mencari pemuda Uchiha itu, mungkin sekarang dia telah menjadi bagian dari 'mereka' fufufufu."

Mendengar perkataan Orochimaru, pemuda itu berbalik dan mencabut Kusanaginya, sesaat kemudian pemuda itu hampir menebaskan Kusanagi tepat dileher Ular lancang itu, sampai seseorang dating..

"Hyuuga-sama, kami menemukan Kusanagi milik Uchiha-sama." Mendengar nama Sasuke disebut, Neji langsung berbalik dan berbisik kepada Orochimaru dengan nada mengancam, "Sekarang kau kulepaskan, jangan pernah kau menunjukan wajahmu itu didepanku jika kau tetap ingin hidup!"

Setalah pemuda yang diketahui bermarga Hyuuga itu melepaskan Orochimaru, Orochimaru langsung pergi dari tempat itu sembari mendecih kesal.

"Dimana kau menemukan Kusanagi ini?" Tanya pemuda Hyuuga itu kepada seorang bawahannya.

"Kami menemukan ini ditepi hutan sana Hyuuga-sama." Jawab orang itu sambil menunjukkan arah kepada sang Hyuuga.

"Baiklah, ayo kita segera kesana." Pemuda Hyuuga itu melangkah menuju ketempat yang ditunjukkan oleh bawahannya.

Setibanya ditempat itu, dia dikejutkan oleh sesosok Miko berbaju putih dengan bawahan berwarna merah darah, berambut hitam panjang yang sedang berdiri membelakanginya.

"Apa yang anda lakukan disini Hinata-hime?" ucap pemuda Hyuuga itu sambil membungkukkan badannya.

Mendengar seseorang menyebut namanya, Miko bernama Hinata itu berbalik, "Aah, Neji-nii jangan panggil Aku dengan embel – embel -hime" jawab Hinata(maaf disini Hinata tidak ngomong terbata-bata, kasihan Hinata terlihat lemah jika ngomong begitu). "Aku hanya mengecek tempat ini, tadi Aku merasakan adanya Akai ito(benang merah) yang sangat kuat disini Neji-nii."

"Akai ito? Tapi siapa Hinata-hime? Disini tak ada siapapun."

"Yah, Aku tidak tau Neji-nii, mungkin hanya perasaanku saja. Oh iya, sedang apa Neji-nii disini? Bukankah seharusnya Neji-nii menjaga daerah barat?"

"Saya mencari Sasuke, Hinata-hime." Tergambar raut kekhawatiran dimuka pemuda yang bernama Neji itu. "Sudah tiga hari ini, dia pergi dari kekediaman Uchiha tanpa member kabar."

"Sasuke? Tadi Aku merasakan cakranya dan cakra seorang Vampire disekitar sini, tepat saat Aku merasakan adanya Akai ito, cakranya terasa lemah Neji-nii." Ucap Hinata hati-hati. "Sebentar Neji-nii, mungkin Aku bisa melacak cakranya untukmu." Sambung Hinata.

Neji melihat Hinata yang sibuk mengucapkan mantra yang diketahui adalah mantra-mantra yang hanya bisa dipelajari oleh para Miko. Sebersit cahaya muncul dari kening Hinata.

Hinata membuka matanya, matanya bercahaya ungu, Neji tak kaget dengan itu, karena itu sudah menjadi rahasia umum, jika seorang Miko yang sedang melakukan ritual, matanya akan berubah warna.

"Sasuke Uchiha, seorang Slayer yang sekarang dalam keadaan lemah dan tidak sadarkan diri, berada diantara pohon-pohon yang menjulang tinggi, dinaungi cahaya teduh yang mengikat dalam massa lalu yang terbentuk sejak dulu." Hinata menutupkan matanya kembali, cahaya yang bersinar dikeningnya hilang perlahan.

"Hinata-hime, apa maksudnya dengan 'dinaungi cahaya teduh yang mengikat Sasuke dalam massa lalu?" Tanya Neji penasaran dengan perkataan Hinata tadi.

"Maaf Neji-nii, Aku tidak tau itu…" jawab Hinata. Melihat Neji menunduk lesu Hinata menambahkan dalam perkataannya, "..tapi Neji-nii, Aku melihat sebuah Castle yang indah dan megah, mungkin Sasuke berada disana.." ucap Hinata disertai dengan senyum hangat.

"Sial! Pasti Vampire dari keluarga Namikaze itu yang menyebabkan ini semua!" geram Neji sembari mengepalkan tangannya. "Hinata-hime, sebaiknya anda pergi dari sini, tempat ini tidak aman!" sambung Neji.

Neji yang hendak memasukki hutan itu, langsung dihentikan oleh Hinata.

"Neji-nii, sebaiknya Neji-nii beritahu kepada Fugaku jii-san dan Mikoto baa-san, Aku takut mereka khawatir terhadap Sasuke." Ucapan Hinata berhasil menghentikan langkah Neji.

'Benar apa yang dikatakan Hinata, lagipula Aku tidak mungkin masuk dan menghadapi keluarga Namikaze sendirian!' piker Neji.

"Baiklah Hinata-hime. Ayo kita kembali!" Neji, Hinata, serta bawahan Neji meninggalkan tepi Hutan itu.


"APA?" teriak seorang keras dari sebuah mansion elite bergaya jepang.

"Tenanglah Fugaku, jangan biarkan emosimu mengendalikan akalmu." Ucap seorang wanita yang duduk disebelah pria yang berteriak tadi.

"Bagaimana Aku bisa tenang Mikoto! Berani benar rupanya Namikaze itu menculik anakku! Kurang ajar!" pria yang dipanggil Fugaku itu hanya geram menahan emosinya.

"Fugaku jii-san, apa yang akan kita lakukan?" Tanya pemuda dihadapan Fugaku, tak lain adalah Hyuuga Neji.

"Aku kecewa padamu Neji, Aku piker kau bisa menjaga Sasuke setelah kau menjadi tunangannya! Tapi sama saja!" ucap Fugaku sarkatis terhadap pemuda dihadapannya.

"Maaf Fugaku jii-san, Mikoto baa-san…" Neji hanya menundukkan kepalanya sembari merutuki kebodohannya.

"Obito!" Fugaku memanggil seseorang kepercayaannya yang bernama Obito, yang juga adalah keluarga Uchiha.

"Ada apa Fugaku-sama?"

"Perintahkan kepada bawahanmu untuk menyiapkan kuda, kita akan pergi kekediaman Namikaze sekarang!" ucap Fugaku dengan tangan terkepal.

"Baiklah Fugaku-sama." Ucap Obito mendengar sebuah Ultimatum dari seorang Fugaku Uchiha.

Fugaku dan Mikoto berlalu diikuti dengan Obito dibelakngnya hanya menyisakan Neji yang sedang duduk tertunduk dengan raut muka menahan marah yang besar.

Dikediaman Namikaze-

"To-tou-san.." ucap pemuda pirang terbata, karena dikagetkan oleh pintu yang dibuka dengan paksa oleh seseorang yang sangat Naruto kenal, Tou-san nya, sang Namikaze Minato di ikuti Kaa-san nya, Uzumaki Kushina.

PLAK

Sebuah tamparan keras bersarang dipipi Naruto, dan mengakibatkan darah berwarna perak keluar dari ujung bibirnya, "Berani sekali kau Namikaze-Uzumaki Naruto membawa keluarga Uchiha kedalam castle Namikaze ini!" ucap Minato geram.

Mata Kushina hanya bisa mengeluarkan air mata melihat anak satu-satunya itu ditampar dengan keras oleh Suaminya, "Sudahlah Minato. Kasihan Naruto!" ucap Kushina tak tega melihat putra semata wayangnya.

"Urusai Kushina! Dia telah memalukan nama Namikaze dengan membawa seorang Slayer, apalagi bermarga Uchiha kedalam Castle ini! Bagaimana jika Dewan tau tentang hal ini? "

"Iya Aku tau Minato, Aku tau itu, tapi kita bisa membicarakannya baik-baik, mungkin Naruto mempunyai sebuah alasan." Ucap Kushina sambil berlari kearah anaknya yang terpental akibat tamparan sang ayah.

"Benar Minato, tenangkan dirimu dulu!" ucap Tsunade yang sedari tadi hanya melihat.

"Baiklah Kaa-san, Kushina." Minato meredam amarahnya yang telah memuncak, dan diambang batas.

Naruto berdiri dihadapan Tou-san nya. Menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya.

"Tou-san harap kau mempunyai alasan yang tepat Naruto!" ucap Minato sambil mendudukkan dirinya di sofa.

"A-aku.." Naruto bingung hendak mengucapkan apa, sampai akhirnya suara Tsunade memotong jawaban Naruto.

"Tadi, saat kami dalam perjalanan pulang ke Castle, kami tidak sengaja menemukan pemuda Uchiha ini terbaring lemah, jadi Aku minta Naruto membawanya kemari, agar Aku bisa mengobatinya." Ucapan Tsunade membuat Naruto kaget.

'Apa yang Baa-chan pikirkan? Kenapa tiba-tiba beliau berbicara begitu?' piker Naruto

"Apa benar begitu Naruto?" Tanya Minato terhadap anak satu-satunya itu.

"Be-benar Tou-san, A-aku menemukannya bersama Baa-chan tergeletak didalam hutan" ucap Naruto terbata, keringat dipelipisnya mengucur mulus meninggalkan wajahnya yang tampan.

"Baiklah, kali ini kau Tou-san maafkan, sekarang letakkan dia ketempat semula kau menemukannya! Tou-san tidak ingin Dewan mengetahui hal ini!"

Tidak mau membuat orang tuanya marah besar, Naruto hanya bisa menganggukan kepalanya, pertanda dia setuju. Setelah itu, Minato dan Kushina beranjak dari ruangan Tsunade.

"Terima kasih Baa-chan mau menolongku tadi."

"Baa-chan tau perasaanmu Naruto, kau mencemaskannya bukan?" pandangan Tsunade kini tertuju pada pemuda Uchiha yang terbaring di ranjang, tanpa Naruto jawab pun, Tsunade bisa mengetahui itu benar.

"Tapi bagaimana Baa-chan? Keadaannya masih lemah.." ucap Naruto sembari mengelus-elus rambut biru dongker milik pemuda yang terbaring dihadapannya.

"Pergilah kehutan Werewolf, datanglah kekediaman Inuzuka, mereka mempunyai obat untuk pemuda ini." Ucap Tsunade sambil melangkah keluar, tapi sebelum keluar Tsunade berhenti dan berbalik.

"Tapi ingat Naruto, kau harus waspada terhadap para werewolf selain klan Inuzuka." Tsunade kembali melangkahkan kakinya menjauhi ruangan itu.

Naruto memandangi wajah damai pemuda Uchiha itu.

"Hei bangunlah…Aku ingin tau siapa namamu?.." matanya menatap sendu kepada badan yang tergeletak lemas dihadapannya. Dengan segera Naruto mencuri cium dikening pemuda itu, entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat merasakan kulit pemuda Uchiha itu menyentuh bibirnya. Segera saja Naruto mengangkatnya untuk meninggalkan Castle Namikaze.

Naruto tak sadar adanya sepasang mata Green Sea sedang memandangnya dengan tatapan sendu.


"Kita sudah sampai Fugaku-sama." Ucap seorang bernama Obito.

"Hn"

Fugaku, Obito, Neji, serta beberapa bawahan Obito, melangkahkan kakinya kedalam Castle Namikaze. Sejenak Fugaku menatap bangunan Castle bercorak Eropa itu dalam diam, mengingat masa lalunya.

Flashback –

"Hei Fugaku, kau tau apa artinya Damai?"ucap pemuda pirang a.k.a Namikaze minato kepada sahabatnya a.k.a Uchiha Fugaku.

"Menurutku Damai itu ketenangan."jawab Fugakui datar tanpa memandang wajah si penanya.

"Yaa. Aku juga berpikiran sama. Eh Hei, kelak jika kita sudah mewarisi kekuasaan Tou-san kita, apakah kau akan membantuku Fugaku?"ucap Minato sembari memandang kesamping dimana Fugaku tidur.

"Membantumu?"

"Ya! Tentu saja membantu, membantuku untuk menciptakan kedamaian diantara 5 suku (Vampire, Manusia, Elf, Werewolf, dan Siluman)."

Mendengar hal itu Fugaku tersenyum, "Tentu saja sahabatku, Aku pasti membantumu." Akhirnya mereka tertawa bersama-sama.

Flashback End –

'Sudah lama sekali..' ucap Fugaku dalam hati, entah kenapa pusing dan sakit yang ia rasakan setiap membayangkan memori itu.

Lamunan Fugaku terhentikan saat ada seorang penjaga mencegah mereka.

"Maaf, anda mencari siapa Uchiha-sama?" Tanya salah seorang penjaga kepada Fugaku dan rombongannya.

"Kami hanya ingin menemui Minato-sama." Jawab Obito cepat.

"Baiklah, silahkan masuk, saya akan memanggilkan beliau dahulu." Pengawal itupun berlalu dari hadapan Fugaku yang sedang memandangi foto dua keluarga yang menjalin ikatan Harmonis, yaitu keluarga Namikaze dan Uchiha.

Ditempat lain di Castle Namikaze

"Aku yakin Dewan telah mengetahui hal ini Kushina, apalagi Fugaku, dia pasti akan tambah menyalahkan Aku setelah insiden pembunuhan Itachi 10 tahun yang lalu." Ucap Minato sambil menundukan kepalanya.

"Aku tau Minato, tapi itu semua bukan salahmu, Itachi hanya ingin melindungi sahabat terbaik ayahnya." Ucap Minato sambil merengkuh suaminya kedalam pelukan.

Flashback –

"..Grrrrr…Grrrrr.."

Beberapa rombongan Siluman menghadang Minato dan Kushina saat perjalanan kembali ke Castle Namikaze, memang jalan ini sangat jarang ditempuh oleh manusia ataupun Vampire, tapi mengingat anak mereka yang ditinggal di Castle sendirian, mereka memutuskan untuk melewati jalan sepi itu, karena waktu yang dibutuhkan relative cepat.

"Kushina, cepat berlindung dibelakangku." Ucap Minato kepada istrinya, Kushina.

"Keluarga Namikaze, huh? Sudah lama Aku ingin membunuh kalian yang seenaknya saja mengganti peraturan berburu kami!" ucap salah satu Siluman dari rombongan itu, dan langsung menyerang Minato yang sendirian, Kushina ingin sekali membantunya, tapi Minato melarangnya.

Tak lama kemudian Minato terkepung oleh beberapa Siluman.

"Gyahahaha, ternyata kekuatanmu tak sehebat yang kami dengar Namikaze-sama." Senyum meremehkan disuguhkan terhadap Minato oleh salah satu Siluman dihadapannya.

"Dengan ini, berakhirlah hidupmu!" dengan satu ayunan saja, cakar tajam yang menghiasi tangan Siluman itu dapat mencabik kulit Minato, tapi…

"Holy Spiral, Enchanted Sign." Terdengar seseorang merapalkan mantra yang diduga mantra para Slayer.

Dengan itu, Siluman yang dari tadi memojokkan Minato tumbang semua.

"Minato Jii-san, kau tak apa?" Tanya seorang pemuda berambut hitam diikat belakang, dan mempunyai warna mata sehitam malam.

"Ah, Ita-kun, Jii-san berterima kasih padamu." Itachi membantu Minato berdiri.

Kushina yang sedari tadi diam, menghampiri Itachi dan Minato.

"Terima kasih Ita-kun, kau menyelamatkan suami Baa-san." Ucap Kushina sambil membungkuk.

"Ah, itu hanya kebetulan saja kok Baa-san." Itachi menjadi salah tingkah sendiri dibuatnya.

"Ya sudah, Jii-san tinggal dulu ya Ita-kun." Ucap Minato sembari memberikan Itachi sebuah senyum tulus.

"Baiklah Jii-san, Baa-san, hati-hatilah dijalan." Dengan itu Minato dan Kushina kembali melanjutkan perjalanannya.

Itachi yang baru ingat untuk mengantarkan barang Minato yang tertinggal langsung kembali ketempat Minato dan Kushina, tapi salah seorang Siluman yang tadi tumbang langsung bangkit dan menyiapkan cakarnya untuk membunuh Minato, melihat itu langsung saja Itachi mengerahkan seluruh kecepatannya untuk memeberi perlindungan kepada sahabat baik ayahnya.

"AWAS JII-SAN!" Itachi berteriak keras. Minato yang mendengar teriakan Itachi segera membalikkan badan.

Deg

Minato mematung melihat didepannya ada Itachi yang sedang meringis kesakitan karena cakar Siluman itu berhasil menembus perutnya. Darah keluar dari dalam mulutnya.

"Ji..Jii-san…" Itachi yang mendapat luka parah hanya bisa terjatuh, pandangannya mulai kabur. Sedang Minato? Minato menatap marah kepada Siluman tadi. Matanya yang berwarna biru cerah kini berwarna merah darah, taring-taring giginya memanjang siap untuk mencabik daging segar, kuku jarinya yang pendek, kini menjadi panjang.

"Beraninya kau…" dengan cepat Minato menancapkan tangannya tepat di area jantung Siluman itu.

Minato kembali mendekati tubuh Itachi yang sedang berada dipangkuan istrinya.

"I..Ita-kun, bertahanlah Ita-kun.." isak Kushina membahana.

"Jii…san..tolong…uhuk.." darah segar muncrat dari mulut Itachi, "to..long…bawakan..uhuk uhuk…jasad..kuughh..uhuk..pada Tou-san dan Kaa…sann…." Setelah menyelesaikan kalimatnya, mata seindah malam itu kini tertutup untuk selamanya. Kalung salib yang berada disaku celana Itachi menyala, tapi baik Kushina dan Minato tak ada yang menyadarinya.

Minato dan Kushina hanya mampu menangis. Mereka langsung membawa jasad Itachi kedalam kereta mereka, dan langsung menuju ke mansion Uchiha, dan sebagai sambutannya adalah pukulan dari seorang Uchiha Fugaku kepada Namikaze Minato

Flashback End –

TOK

TOK

TOK

Lamunan Minato terhenti ketika di interupsi oleh suara ketukan.

"Maaf mengganggu anda Minato-sama, tapi Uchiha-sama telah datang untuk menemui anda." Ujar seseorang diluar ruangan dimana Minato dan Kushina berada.

DEG

Minato yang mendengar kata Uchiha ditambah dengan embel-embel –sama, langsung kaget, tidak mungkin Uchiha sembarangan yang datang ke Castle nya ini, pasti itu adalah Uchiha Fugaku.

Kushina yang mengetahui hal ini hanya bisa mengeratkan pelukannya.

"Temui dia, dan katakanlah apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Kushina sambil melepaskan pelukannya.

Minato berdiri diikuti Kushina meninggalkan ruangan itu menuju ketempat Fugaku.

Terlihatlah beberapa orang dilantai loby istana, hanya ada satu orang yang Minato dan Kushina hafal. Uchiha Fugaku.

"Fu-Fugaku.."

"Hn, Minato.."

TO BE CONTINUED….

Haaah, akhirnya saya publishkan, maaf agak berantakan kosakata yang saya pakai, ini juga saya garap dalam waktu 2jam tanpa persiapan yang matang hehehe #kgk ade yg nanye boss#

Oh ya, ngga apa-apa kan di fict ini g ada chara Itachi? Kalau pengin ada, saya udah siapin alurnya kok hehehehe. Tapi kalo g ada yang keberatan si, y saya g masukan lagi chara Itachi..

Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada para readers yang sudi memberikan review pada saya ^^a, semua masukkan yang kalian berikan sangat saya hargai lhooooooo.. –bow-

Hehehe

Sasuke : "kenapa Aku tidur molo El?"

El : "km lg sakit"

Sasuke : "enak bener si Dobe, kebagian banyak"

El : "pemeran utama"

Naruto : "heh Teme, yang banyak itu Tou-san kita!"

El : "Ah terserah kalian. Para readers walaupun Readers sudah tau ini Fict yang sangat tidak bermutu, tapi sudilah memberi sedikit (banyak jg gpp) masukkan melalui Reviews" –Bow-

Balasan review (Cuma buat panjang-panjang page) hahaha XD :

Jurino phantomhive : hoho, tak masalah Juri-san, yang penting anda meluangkan waktu untuk membaca Fict bobrok ini, makasih lhoo –bow-

Kuroichi-hara : iyup, g masalah juga kok Hara-san, yang penting da baca hehehehe. Iya ini NaruSasu, awalnya mau SasuNaru, tapi udah bosen ah –geplaked ma SN FC- heheheh, btw mksh –bow-

Sasutennaru : ahaha makasih STN-san (plakplak) mksd saya SasuTenNaru kok hehehe.. jawabannya ada di chap ini kok..bilang suka y? jgn dulu ah, masa baru-baru langsung bilang suka, g seru dong :p, btw makasih da rev –bow-

Ryuuka Uchiha : iya Ryuu-san, hehe makasih –bow-

Winter Ney : yosh makasih Ney-san, masukan anda akan saya ingat terus (kalo g lupa y Ney-san, habis udah pikun Authornya) hahaha, makasih –bow-

Mika : ini NaruSasu Mika-san, makasih –bow-

Hayashibara Nao : yup bener bgt Nao-san. Hehe.. makasih lhoo –bow-

Lopelope : wokeh Lope-san, saya sangat berterimakasih atas masukannya lhoo.. g bikin katarak kok, Cuma bikin belekan hahhaa bercanda XDv.. maunya jg M kok, ntar juga ada lemony, tapi gtw juga si, tergantung adik saya lagi ON g otak Fujoshinya, fufufufu –Author tidak bisa membayangkan adegan lemon- … tapi untuk chap-chap ini saya make T+ aja dlu.. wokeh Lope-san, kapan-kapan saya PM anda, dan minta saran anda. Oh ya, btw makasih saran dan Lope-san –bow-