Chapter 2

Great Uchiha

.

Chapter 2: Team 9!

.

Sudah 5 tahun sejak Naruto mengaktifkan Sharingan level terakhir dan kini sudah benar-benar memasteri semua kemampuan Sharingan di umur 7 tahun, sama seperti Itachi dan Shisui. Ia kini dikenal diseluruh desa Prodigy Klan Uchiha, sama seperti kakaknya, Shisui Uchiha. Ngomong-ngomong tentang Shisui, ia kini sudah menjadi Kapten ANBU dan Shisui membangkitkan Mangekyou Sharingan 3 tahun yang lalu. Kabar ini membuat shock seluruh desa dan Uchiha sendiri.

Kenapa? Karena tidak ada yang pernah membangkitkan Mangekyou Sharingan sejak Madara Uchiha dan Izuna Uchiha. Dan Shisui adalah orang ketiga yang membangkitkan Mangekyou Sharingan. Para Uchiha banyak yang iri dan bertanya bagaimana membangkitkannya pada Shisui, dan Shisui sendiri juga tidak tahu.

Shisui langsung menjadi Elit ANBU karena Mangekyou Sharingan dan berusaha menemukan kelebihan dan kekurangan Mangekyou Sharingan.

Setelah itu Naruto mulai membaca semua scroll dan menganalisis semuanya tentang Mangekyou Sharingan, tetapi hanya sedikit yang ia temukan karena Madara Uchiha waktu itu dikeluarkan dari klan karena ia ingin berperang dengan Senju.

Ngomong-ngomong soal Madara Uchiha, Madara Uchiha adalah orang yang sangat Naruto kagumi. Ia sangat suka membaca tentang Madara Uchiha. Banyak yang bilang Madara adalah Dewa, dan ia juga satu-satunya Uchiha yang bisa mengontrol Kyuubi, Monster Ekor 9, Monster yang terkuat. Karena itu, Naruto sangat mengaguminya dan berusaha sepertinya.

Kembali ke Mangekyou Sharingan, dikatakan, Mangekyou Sharingan membuat mata sang pengguna menjadi buta, dan Madara mengambil mata adiknya, Izuna Uchiha dan menyebabkan Madara mendapatkan Eternal Mangekyou Sharingan, hasil dari dua Mangekyou Sharingan bersatu.

Setelah membaca itu, Naruto mengingatkan Shisui agar tidak terlalu sering memakai Mangekyou dan akan membuatnya buta. Dan tentunya Shisui menuruti perkataan Naruto.

Dan lalu, baru-baru ini, Shisui bercerita pada Naruto bahwa Mangekyou Sharingannya memberinya kemampuan untuk membuat seseorang kedalam ilusi, dan memerintahkan orang itu dengan pikiran kita dan orang tersebut akan melakukan yang dilakukan tanpa sadar bahwa ia sudah dibawah Genjutsu. Tentunya, Naruto sangat tertarik dengan tekhnik itu. Shisui menyebutnya, Kotoamatsukami.

Ngomong-ngomong soal Genjutsu, selama 1 tahun ini Naruto latihan keras untuk meningkatkan Genjutsunya karena Ninjutsu dan Taijutsunya sudah diatas Genjutsu dan Naruto ingin mengimbangkannya. Karena itu, Naruto kini sudah bisa membuat Genjutsu tanpa handseal, dan hanya lewat menatap mata seseorang dengan Sharingannya.

Dan tentunya, kabar tentang Naruto yang sudah memasteri Sharingan di umur 7 tahun sudah menyebar, dan banyak yang membandingkan Naruto dan Itachi. Hubungan Naruto dan Itachi sendiri kini sudah seperti kakak dan adik. Itachi sering melatih Naruto dalam menggunakan Sharingannya dan Genjutsu. Karena itu, Naruto kini pengguna Genjutsu terkuat di klan Uchiha, di bawah Shisui dan Itachi sendiri.

Kalau melihat semuanya, kini kemampuan Naruto sudah setara dengan high-Chuunin atau low-Jounin. Ia bisa mengalahkan hampir semua Chuunin kecuali yang sangat ahli dan berpekalaman. Dan, yap, Naruto masih di Akademi. Dan mungkin bisa mengalahkan satu orang Jounin kalau ia serius.

Naruto kini berumur 11 tahun, dan, ia kini sedang berjalan di Uchiha Compound. Hari ini adalah hari Naruto menjadi Genin dan hari pembagian Tim. Naruto sudah mendapatkan hitai-ate Konohagakurenya dan ia ikatkan di dahinya sama seperti Shisui. Ia kini memakai baju kerah tinggi khas Uchiha berwarna biru, dengan celana putih. Rambutnya masih sama seperti 5 tahun yang lalu, spiky hitam berantakan khas Shisui dan Kagami.

Ia kini berada di depan rumah Sasuke dan Tatsuki. Hubungannya dengan Sasuke dan Tatsuki semakin baik. Mereka sering meminta Naruto dan Itachi untuk membantu mereka di pelajaran Akademi. Tentu saja, Itachi sibuk dan sering menolak, sementara Naruto lebih sering membantu mereka karena ia mempunyai banyak waktu luang, dan ia selalu kesepian karena Shisui sangat, sangat sibuk dengan pekerjaan ANBU-nya dan Itachi sendiri juga sudah menjadi Kapten ANBU bersama Shisui.

Dan, karena Sasuke dan Tatsuki juga sudah masuk Akademi, ia sering berangkat ke Akademi bersama Sasuke dan Tatsuki.

Ia mengetuk pintu rumah Sasuke dan Tatsuki.

"Tok Tok"

Ketuknya, dari dalam ada suara langkah kaki, dan pintu terbuka memperlihatkan Fugaku Uchiha. "Hm, Naruto?" Tanyanya.

Naruto hanya tersenyum kecil. "Fugaku-jii-san." Sapa Naruto. "Apakah Sasuke dan Tatsuki ada?" Tanya Naruto.

Fugaku mengangguk. "Sasuke! Tatsuki! Naruto sudah datang!" Seru Fugaku. Dan dari belakang Fugaku terdengar derapang langkah kaki yang terburu-buru.

Dan datanglah dua orang yang Naruto cari. Sasuke dan Tatsuki.

Sasuke dan Tatsuki memakai kaus lengan panjang berwarna hitam dengan simbol Uchiha di belakangnya. Sasuke memakai celana berwarna putih seperti Naruto, dan Tatsuki memakai celana spandex berwarna hitam dilapisi rok yang panjangnya di bawah lutut sedikit.

Sasuke dan Tatsuki sendiri sudah tumbuh 5 tahun ini. Mereka tumbuh tinggi, walaupun lebih pendek daripada Naruto, dan lumayan tinggi daripada anak-anak 9 tahun lainnya. Tatsuki sedikit lebih pendek daripada Sasuke. Rambut Tatsuki sendiri juga seperti Mikoto, tetatapi Tatsuki memilih dikuncir ponytail seperti Itachi, daripada digeraikan.

Dan Sasuke… Rambutnya masih jabrik ke belakang, seperti biasa.

Naruto tersenyum kecil pada mereka berdua. "Naruto-nii-san!" Seru Tatsuki sambil memeluk Naruto. Naruto hanya tersenyum kecil dan mengusap rambutnya. Ia kemdian melihat ke arah Sasuke dan kemudian mengusap rambutnya juga.

"Mari berangkat, Sasuke, Tatsuki. Kita sudah hampir telat." Ucap Naruto dan ditanggapi dengan anggukan semangat dari mereka berdua.

Selama diperjalanan menuju Akademi, mereka bertiga mengobrol tentang banyak hal. Mulai dari murid-murid di kelas Sasuke dan Tatsuki, gosip terbaru di Konoha, tips latihan dari Naruto dan banyak hal.

"Naruto-nii-san?" Panggil Sasuke.

Naruto mengalihkan pandangannya ke Sasuke, ekspresinya masih datar seperti biasa, "Hm?" Respon Naruto.

Sasuke melihat ke bawah. Ekspresi bingung terpancar di wajahnya. "Itachi-nii…" Ucapnya.

Naruto mengangkat alisnya, "Itachi-nii? Ada apa dengannya?"

Sasuke masih melihat kebawah dan ekspresinya berubah menjadi sedih. "Itachi-nii akhir-akhir ini menjadi aneh.. Setiap aku dan Tatsuki meminta latihan, ia selalu menepuk dahiku dengan jarinya dan berkata lain kali. Akhir-akhir ini Ia juga sering menjadi diam dan bertingkah aneh…" Jelas Sasuke.

Naruto mengangkat alisnya, bingung. "Hm… Mungkin dia stress karena pekerjaan ANBU. Shisui-nii-san juga selalu stress ketika ia pulang." Ucap Naruto mencoba menenangkan.

Sasuke dan Tatsuki tersenyum mendengarkan ini. 'Ya tentu saja! Aku tidak boleh memikirkan yang aneh-aneh tentang Itachi-nii. Tidak mungkinkan dia bertingkah aneh karena ia terlalu kuat dan ia ingin melawan lawan yang bisa mengetes kemampuannya dan kemudian ia membunuh seluruh klan hanya untuk mengetes kemampuannya? Ahahaha, konyol.' Pikir Tatsuki.

'Hm… Naruto-nii-san benar. Kalau begitu aku harus menjadi kuat seperti Naruto-nii-san dan kemudian masuk ANBU lalu membantu Itachi-nii mengerjakan tugasnya agar dia tidak stress.' Pikir Sasuke.

Tanpa sadar, mereka bertiga telah sampai di Akademi. Naruto mendrop Sasuke dan Tatsuki di kelasnya, "Sampai nanti, Sasuke, Tatsuki." Ucap Naruto dan dibalas anggukan semangat dari Sasuke dan Tatsuki.

Ia kemudian sampai di kelasnya. Ia membuka pintunya, dan…. Banyak fangirl yang langsung memandangnya dengan simbol love di mata mereka, entah b agaimana cara mereka melakukannya.

Ia melihat Tenten melambaikan tangannya padanya. Ia hanya mengangguk, dan kemudian melihat Lee yang sedang Push-up satu tangan di depan kelas sambil menghitung "199.. 200… 201…" dan seterusnya.

Ia kemudian berjalan ke tempat duduknya di samping Neji dan Tenten, dan kemudian menghela nafas.

"Ohayou, Naruto-kun." Sapa Tenten.

Naruto mengangguk padanya, "Ohayou, Tenten-san." Sapa Naruto balik dan membuat Tenten blushing dan kemudian memalngkan wajahnya.

Sementara Neji menyeringai, "Heh. Banyak wanita disini yang mencintaimu dan kau menolak semuanya. Kau sudah menjadi Gay, ha?" Goda Neji.

Naruto hanya menglarenya. "Diam, mata putih." Ejek Naruto.

Neji langsung cemberut mendengar itu. "Mata iritasi."

Naruto hanya memutar bola matanya malas, "Terserah." Balasnya.

Dan beberapa detik kemudian, Sensei mereka datang. Ia adalah seorang Yamanaka dilihat dari rambut blonde panjangnya. "Ohayou anak-anak. Hari ini adalah pembagian Tim dan mulai hari ini kalian akan memulai karir Shinobi kalian dan kalian akan melindungi desa Konoha. Sensei sarankan agar kalian lebih serius dengan latihan kalian karena dunia Shinobi sangat berbahaya. Baiklah, mari kita lihat tim kalian." Dengan itu, Yamanaka-sensei mulai membacakan Timnya.

"Team 9, Hyuuga Neji, Uchiha Naruto, dan Tenten."

Dengan itu, para fangirl Naruto langsung mendeathglare Tenten sementara Tenten hanya menggaruk leher belakangnya. Naruto hanya diam tidak perduli sementara Neji menyeringai.

"Untuk Rock Lee, kau dalam kondisi spesial karena itu kau tidak mendapatkan rekan satu Tim dan dinyatakan Elite Genin di bawah Jounin sensei, Maito Gai."

Naruto tertarik mendengar 'Elite Genin' ini, "Elite Genin?" Tanya Naruto.

Yamanaka-sensei mengangguk. "Yap. Dia tidak punya rekan satu tim, jadi dinyatakan Elite Genin dan akan membantu Tim lain dalam misi." Jelas Yamanaka-sensei. Naruto mengangguk mendengar penjelasan itu.

"Jounin sensei kalian akan datang 30 menit lagi."

.

45 Menit Kemudian…

Pintu kelas Naruto kembali dibuka. Terlihat seseorang yang terlihat berumur 40 tahun-an, dan ia mempunyai bekas luka di wajahnya dan ekspresi wajahnya terlihat… mengantuk.

"Hoam… Team 9, ke Training Ground 11." Ucapnya.

Naruto, Neji dan Tenten melihat satu sama lain sebelum mengangguk dan pergi ke Training Ground 11.

Training Ground 11…

Sensei Team 9 sedang tiduran dan melihat awan dengan tenang, sampai matanya menangkap Neji, Naruto dan Tenten, ia kemudian menguap sebentar lalu berdiri. "Maaf, aku kurang tidur." Ucapnya. Mereka mengangguk.

"Baiklah.. Hari pertama, bagaimana kalau kita perkenalan dahulu? Mulai dariku. Namaku Nara Shikaku, aku suka melihat awan dan bermain Shogi atau Go, Aku tidak suka dengan sesuatu yang menyusahkan, Hobiku melihat awan dan mungkin membaca? Mimpiku untuk masa depan adalah membuat kalian bertiga menjadi seorang legenda dan aku menjadi seorang Sensei Tim legenda seperti ketiga Sannin dan Sandaime." Ucap Shikaku. Ia kemudian menunjuk Neji, "Kau selanjutnya, Hyuuga."

Neji mengangguk, "Namaku Hyuuga Neji. Aku suka berlatih, melakukan sesuatu yang mustahil bagi keluarga cabang Hyuuga, dan mungkin mengalahkan Naruto. Aku tidak suka dengan keluarga utama Hyuuga. Hobiku berlatih, mungkin. Mimpiku untuk masa depan adalah.. Hm.. Menyatukan keluarga utama dan keluarga cabang Hyuuga."

Shikaku mengangguk, dan kemudian menunjuk Naruto. "Kau selanjutnya, Uchiha."

Naruto mengangguk, "Namaku Uchiha Naruto. Aku suka berlatih, melakukan sesuatu yang baru, dan berkumpul bersama keluargaku. Aku tidak suka dengan seseorang yang arrogan. Hobiku membaca buku atau membuat Jutsu baru. Lalu mimpiku untuk masa depan… menjadi ninja terkuat di seluruh Elemental Nation seperti Uchiha Madara." Ucap Naruto dengan nada berharap dan bangga.

Shikaku mengangguk, ia kemudian menunjuk satu-satunya Kunoichi di Team-nya. "Yang terakhir."

Tenten tersenyum, "Namaku Tenten. Aku suka dengan berbagai macam senjata. Aku tidak suka.. h, aku tak tahu apa yang aku tidak suka. Lalu hobiku adalah meningkatkan accuracyku dan latihan. Mimpiku untuk masa depan adalah menjadi Kunoichi yang hebat seperti Tsunade-sama!" Seru Tenten.

Shikaku mengangguk dan kemudian mengusap dagunya. 'Hm, mari kita lihat… Ada seorang Hyuuga yang membenci keluarganya. Uchiha yang… yah, semua Uchiha memang tidak mempunyai ekspresi. Lalu Kunoichi yang hyperactive. Tapi kalau dari sudut pandang lain, aku mendapatkan seorang Hyuuga yang ahli dalam Taijutsu dan petarung jarak dekat. Lalu Uchiha dengan Sharingannya, ia adalah petarung menengah dan biasanya pintar, berarti ia akan menjadi Strategist dalam Tim ini. Lalu Kunoichi yang ahli dalam senjata, berarti ia petarung jarak jauh. Mendokusai…'

"Baiklah, besok kalian kembali kesini lagi dan aku akan mengetes kalian apakah kalian berhak untuk menjadi Genin Konohagakure atau tidak." Dengan itu, Shikaku menghilang salam kepulan asap.

Naruto hanya menghela nafasnya dan berjalan kembali untuk pulang ke compund clan Uchiha sebelum memberi kedua rekan satu Timnya anggukan.

.

Naruto berjalan di keramaian desa Konoha. Kedua tangannya di kantung celananya dan wajahnya masih tanpa ekspresi. Hari ini 10 Oktober, desa mengadakan Kyuubi Festival. Dan, mengingat ini masih siang, berarti para penduduk sedang menyiapkan untuk festival nanti malam. Ngomong-ngomong soal Festival Kyuubi, Naruto masih tidak tahu bahwa Kyuubi bisa mati. Ia sudah membaca buku tentang para Bijuu dan ditulis di buku bahwa Bijuu adalah makhluk abadi yang tidak bisa dibunuh. Jadi, mengapa Yondaime bisa membunuhnya? Naruto hanya mengangkat bahunya saja tidak perduli. Mungkin saja Yondaime menemukan suatu cara untuk membuat Kyuubi tidak abadi dan membunuhnya.

Ia berjalan dengan tenang sampai…

"Demon!"

"Jangan lari, demon!"

"Akan kubunuh kau, demon!"

Alis Naruto berkedut menandakan bahwa ia sedang terganggu. Ia memutar kepalanya ke samping untuk melihat para penduduk sipil yang jumlahnya lebih dari 20 mengejar seorang anak perempuan.. ang keliahatannya seumuran dengan Sasuke dan Tatsuki. Ia berambut putih silver dikuncir kuda, lalu dengan dua buah poni di sisi dahinya. Ekspresinya terlihat panik dan ketakutan.

Naruto mengankat alisnya bingung. 'Kenapa dia dikejar dan.. demon? Bodoh. Hanya ada 9 demon di dunia ini dan mereka adalah Bijuu. Apa yang dia perbuat sampai dia mendapat julukan Demon? Wajahnya innosen.' Pikir Naruto. Ia kemudian mengikuti para penduduk yang kelihatannya marah.

"Maaf! Aku hanya mengambil roti! Aku belum makan selama 3 hari!" Teriak sang anak. Ekspresinya sangat ketakutan dan ia menahan tangisnya.

"Hah, jangan membuat alasan kau demon! Kau harus mati!"

"Ha! Jangan sok innosen kau demon!"

Naruto, mendengar alasan sang anak, membuatnya muak pada penduduk ini. Anak ini hanya mencuri sebuah roti, itu juga karena ia belum makan selama 3 hari, ia harus dikejar sampai begini? Satu hal yang paling Naruto benci: Kekejaman, dan ketidakadilan.

Naruto melihat anak itu masuk ke gang kecil, dan jalan buntu. Naruto tidak bisa anak itu dengan jelas dari jauh, tetapi Naruto tahu bahwa dia menangis dan membutuhkan pertolongan.

Sebelum para penduduk mulai menggebuknya, Naruto sudah muak dan memutuska untuk menolongnya. "Hey! Ada apa ini?!" Bentak Naruto pada penduduk.

Penduduk melihat kebelakang dan ketakutan. Ya, para penduduk tahu. Siapa yang tidak tahu Uchiha Naruto, sang Prodigy dari klan Uchiha? Tentunya, semuanya tahu dan membuat mereka gemetaran. "A-aku berusaha membunuh demon!" Teriak salah satu penduduk.

Naruto menyipitkan matanya, "Demon? Dia terlihat seperti anak innosen biasa. Lagipula, kalau ia mendapat julukan demon, kenapa dia tidak membunuh kalian semua saja? Dia terlihat tidak berdaya. Dan, beri aku alasan enapa kalian membunuhnya sebelum aku melaporkan semua ini pada Hokage." Ucap Naruto dengan dingin.

Para penduduk mulai ketakutan. "Di-dia mencuri roti di tokoku!" Teriak salah satu penduduk mencoba mencari alasan.

"Berapa harga rotinya?" Tanya Naruto.

"20 Yen." Jawab sang pemilik toko.

Naruto mengangguk dan mengeluarkan dompetnya, dan kemudian mengambil uang dari dompetnya. "Baiklah, akan kubayar 3 kali lipat, dan kalian semua harus pergi." Ucap Naruto dengan nada dingin.

Sang pemilik dengan senang menerima uangnya, dan kemudian kumpulan massa langsung bubar sebelum memberi sang anak death glare terakhir.

Melihat ini, Naruto menghampiri anak yang kini melihat ke Naruto dengan pandangan penuh harapan. Dari mata itu, Naruto bisa tahu bahwa anak ini sangat-sangat menderita. Dilihat juga dari bajunya dasternya yang lusuh. "Hey, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto memulai pembicaraan. Ia setidaknya setinggi Tatsuki, dan ia sedada Naruto.

Ia mengangguk pelan sebelum menghapus air matanya, "Te-terimakasih.." Ucapnya dengan nada takut dan gerogi.

Naruto melihat keadaannya. "Tidak. Kau tidak 'tidak apa-apa' kau terluka parah." Jelas Naruto. Ia masih diam saja. "Hm, aku tahu sedikit ninjutsu medis. Akan kuobati lukamu." Naruto mengumumkan. Kedua tangannya kemudian dialiri chakra berwarna hijau, dan chakra itu menyembuhkan luka-luka sang anak. Setelah selesai, ia tersenyum. "Nah selesai." Ucapnya.

Sang anak terlihat tersenyum bahagia sebelum mengangguk. Ia kemudian memeluk Naruto, "Terimakasih! Terimakasih!" Serunya.

Naruto hanya tertawa cekikikan. Ia kemudian mengusap rambut sang anak. "Kau bilang kau lapar bukan? Mari kita makan. Didekat sini ada kedai Ramen." Ucap Naruto.

Ia kemudian mengangguk bahagia. "Ichiraku Ramen! Aku selalu makan disana!" Serunya.

Naruto kembali tertawa kecil. "Baguslah."

Mereka kemudian berjalan ke Ichiraku Ramen. Setelah memasuki kedai, terlihat seorang pria tua yang kira-kira berumur 50 tahun lebih. Pria tua itu kemudian melihat ke arah sang anak dan tersenyum, "Yuki-chan! Sudah lama kau tidak kesini!" Seru pria itu.

Sang anak yang bernama Yuki tersenyum bahagia. "Ojii-san!" Sapa Yuki.

Naruto kemudian duduk di salah satu kursi, Yuki duduk di sebelah Naruto. "Pesan apapun yang kau mau, dan kau boleh tambah. Hari ini aku sedang banyak uang." Ucap Naruto.

Yuki kemudian melihat ke arahnya. "A-apa kau tidak keberatan?" Tanya Yuki gerogi.

Naruto tersenyum kecil. "Tidak. Silakan pesan." Ucap Naruto. "Ramen Ayam satu."

"Miso Ramen!" Seru Yuki semangat.

Setelah itu, mereka berdua makan bersama dengan bahagia. Dan tentunya… dompet Naruto hampir habis. Bagaimana tidak? Yuki memakan 5 mangkok ramen… dalam waktu 2 menit. Dia sangat, sangat lapar.

Setelah selesai makan, Naruto memutuskan untuk mengobrol sedikit dengan Yuki. "Jadi… namamu Yuki?" Tanyanya mencoba memulai pembicaraan.

Yuki mengangguk semangat. "Yuki Uzumaki, dattebane!" Seru sang Uzumaki. "Lalu, kau?" Tanyanya dengan semangat.

"Naruto Uchiha." Jawabnya singkat.

Mata Yuki melebar tidak percaya. "Kau.. Uchiha?" Tanyanya tidak percaya.

Naruto memandangnya bingung. "Em… Ya? Memangnya ada apa?" Tanya Naruto balik.

Yuki menggeleng. "Tidak.. hanya.. Uchiha adalah klan elite. Aku tidak menyangka bahwa salah satu anggotanya memutuskan untuk menyelamatkan demon sepertiku…" Gumam Yuki dengan nada sedih.

Naruto menaikan alisnya. "Demon? Kau? Demon?" Tanya Naruto.

"A-aku tidak tahu… Hanya… Orang-orang selalu memanggilku demon. Hanya Teuchi-jii-san, Ayame-nee-san disini, dan Hokage-jii-san yang tidak memanggilku demon." Ucapnya sedih.

Naruto memandangnya sebentar sebelum menghela nafasnya. "Yuki-chan…" Ucap Naruto, membuat Yuki blushing sedikit dengan suffixnya. Karena ini adalah laki-laki pertama yang seumuran dengannya yang memanggilnya dengan namanya ditambah suffix '-chan' "Coba kutanya, apakah kau menganggap dirimu adalah demon?" Tanya Naruto. Yuki menggeleng. "Nah. Berarti kau bukan demon. Itu saja. Simple bukan?"

Yuki mengangguk semangat dan memeluk Naruto bahagia. "Terimakasih, Naruto-kun!" Seru Yuki semangat, tak menyadari ia menambahkan suffix '-kun' untuk Naruto.

Naruto menghela nafasnya dan kemudian mengusap rambut Yuki. "Yuki-chan, aku harus pergi dulu. Bisa lepas pelukanmu?" Tanya Naruto dengan nada bosan.

Yuki blushing. Ia melepaskan pelukannya dari Naruto. "E-eh? Y-ya…" Jawab Yuki ragu-ragu.

Naruto kemudian berdiri dari tempat duduknya. "Sampai jumpa, Yuki-chan." Ucap Naruto.

Ia kemudian berjalan, sebelum berjalan jauh, ia mendengar namanya dipanggil.

"Naruto-kun!" Panggil sebuah suara yang ia ketahui sebagai Yuki.

Naruto menengok ke belakang dengan tatapan bingung.

"A-apa… kita bisa bertemu lagi?" Tanya Yuki malu-malu.

Naruto hanya tersenyum. "Yep. Saat makan siang di Ichiraku Ramen." Dengan itu, Naruto pergi. Meninggalkan Yuki yang tersenyum bahagia.

Dan, entah kenapa, Naruto selalu tersenyum disaat perjalanan pulang dan ia sampai di rumahnya. Ia kemudian membuka pintu rumahnya dan masih tersenyum sampai….

"NA-RU-TOOOOO!"

"Brak!"

"Bug!"

Ah, mari kita jelaskan. Naruto membuka pintu – Shisui datang dengan sebuah tendangan, dan entah kenapa reflek Naruto berkurang – Ia menghantam dinding dan membuatnya retak, dan kemudian ia jatuh dari dinding ke lantai.

.

Keesokan harinya, kita melihat Uchiha Naruto, yang masih mengantuk karena kurang tidur (terimakasih pada Shisui yang sangat berisik), bersender di sebuah pohon, menunggu senseinya datang.

"Neji, dimana sensei?" Tanya Naruto yang kesekian kalinya.

Neji hanya menggendikan bahunya tanda tak tahu. Sementara Tenten kini semangat melempari berbagai macam senjata ke Training Dummy.

Beberapa detik kemudian terdengar, "Poof!" Dan sensei mereka, Shikaku Nara berdiri disana dengan sebuah pita berwarna merah di tangannya. "Ohayou Naruto, Neji, Tenten." Sapa Shikaku.

"Ohayou."

"Hn."

"Ohayou Shikaku-sensei!"

Shikaku tersenyum pada mereka bertiga kemudian menunjukan mereka pita berwarna merah yang ia pegang. "Aku akan mengetes kalian apakah kalian berhak menjadi Genin atau tidak. Tesnya adalah, jika kalian bisa melepaskan pita ini dari lenganku, kalian lulus." Ia kemudian mengikat pita berwarna merah itu di lengan kirinya. "Dan… orang yang bisa mengambil pita ini lulus sementara yang lain akan dikembalikan ke Akademi." Lanjutnya. Membuat Naruto, Neji, dan Tenten melebarkan matanya mendengar ini. Ia kemudian meletakan jam weker di salah satu batang pohon yang dijadikan training dummy. "Waktu kalian 30 menit." Ia mengumumkan. "Dimulai dari… sekarang!"

Dengan itu, ketiga Genin langsung mengumpat sementara Shikaku berdiri di tengah Training Ground. 'Bagus. Naruto bagus dalam menyembunyikan hawanya dan mensupress chakranya. Sementara Neji mencoba munspress chakranya. Lalu Tenten cukup baik menyembunyikan hawa kehadirannya.' Pikir Shikaku.

Kemudian dari sebuah pohon di belakang Shikaku, meluncur 10 buah Shuriken. Shikaku kemudian meloncat ke samping, ketika ia meloncat ke samping, ia disambut oleh Tenten yang kini memegang sebuah pedang dan mengayunkannya ke kepala Shikaku dari kiri ke kanan.

Shikaku melompat ke belakang, ia kemudian mengambil sebuah kunai dan kemudian beradu pedang dengan Tenten. Setelah beberapa menit beradu skill, Tenten meloncat ke belakang dan mengambil sebuah scroll. Ia membukanya, dan dari dalam keluar ratusan senjata jarak jauh ke Shikaku.

Shikaku hanya menyeringai melihat ini, "Bagus sekali Tenten." Pujinya sebelum ia tertusuk berbagai macam senjata, dan ternyata ia berubah menjadi sebuah batang pohon. "Tetapi tidak terlalu bagus." Ucapnya dari belakang Tenten membuat Tenten shock, Tenten mencoba memutar ke belakang tetapi Shikaku sudah menendangnya ke depan dan membuatnya terpental.

Melihat kesempatan, Neji langsung mencoba mengetes keberuntungannya dengan beradu Taijutsu dengan Shikaku. Neji melompat dari pohon dan langsung berlari degan kecepatan cepat ke arah Shikaku. Ia sudah mengaktifkan Byakugannya dan menyerangnya dengan Juuken, berharap bisa menutup chakra point milik Shikaku.

Neji mengeluarkan beberapa pukulan Juuken, tetapi Shikaku dengan mudah menghindarinya. Ia kemudian menangkap pergelangan tangan Neji dan menendangnya di bagian perut. Neji, mengandalkan posisi pergelangan tangan kanannya yang ditangkap Shikaku dengan tangan kirinya, hanya melompat ke belakang Shikaku.

Shikaku, terpaksa melepaskan pergelangan tangan Neji, Neji kemudian berusaha menutup chakra point di lengan sekaligus mengambil pita merah yang diikat di lengan Shikaku. Shikaku tidak membiarkan ini, dan langsung meloncat ke belakang dan melemparkan kunai.

Neji menghindarinya, tetapi sayangnya, ia tidak melihat kertas peledak yang diikat di kunai dan,

"Boom!"

Shikaku memang sengaja hanya menggunakan ledakan kecil karena ia tidak mau Neji terluka.

Sementara Naruto, ia daritadi menonton aksi senseinya dan rekan satu timnya dan berusaha mengingat gerakan Senseinya agar ia tidak bermasalah jika menghadapinya.

"Kau yang terakhir, Naruto." Ucap Shikaku dari tengah Training Ground.

Naruto, tidak ingin menghabiskan waktu lagi, meloncat ke arah Shikaku sambil membuat handseal, "Katon: Karyuudan!" Seru Naruto menyemburkan naga api dari mulutnya.

'Itu setidaknya C-Rank Ninjutsu. Ternyata benar kata rumor, ia berbakat.' Pikir Shikaku sebelum ia membuat handseal, "Suiton: Suigandan!" Seru Shikaku, ia menyemburkan bola air ke naga api Naruto dan menyebabkan ledakan dan asap.

Shikaku langsung on-guard karena Naruto tidak terlihat dimana-mana.

"Mencariku, Shikaku-sensei?" Ucap Naruto dari belakang Shikaku, Shikaku kemudian langsung memutar badannya dan meloncat ke belakang. Ia melihat Naruto dengan 3 tomoe Sharingan di matanya sebelum tubuh Naruto terbelah menjadi 5 buah burug gagak yang meluncur ke arah Shikaku.

Melihat ini, Shikaku menypitkan matanya. 'Genjutsu?' Pikirnya. "Kai!" Seru Shikaku, dan benar saja, gagak-gagak itu langsung berubah menjadi 5 buah Shuriken meluncur ke arah Shikaku.

Shikaku bertindak cepat, dan kemudian menepis semua shuriken dengan kunai sebelum Neji datang dan memberikan berbagai macam pukulan Juuken. Shikaku menghindarinya dengan mudah, "Kurang cepat, Neji." Ucap Shikaku, ia kemudian menendang Neji membuat Neji terpental ke belakang.

Setelah menendang Neji, ia kemudia disambut oleh berbagai macam senjata dari Tenten. Ia hanya menyeringai dan menghindarinya dengan melompat kebelakang.

Sayangnya, ia menabrak pohon di belakangnya, ia ingin meloncat lagi, tetapi, "Poof!" Suara itu membuat mata Shikaku melebar dan shock. Ia melihat ke belakang dan melihat Naruto dengan Sharingannya menahan tangannya sambil menyeringai. 'Henge? Jadi Genjutsu tadi untuk mengalihkan perhatianku sementara ia Henge menjadi pohon dan membuat Tenten dan Neji memancingku untuk bergerak ke pohon ini. Taktik yang bagus.' Pikir Shikaku. Ia kemudian melihat kedepan dengan shock lagi, Neji sudah ada didepannya dan kemudian menutup beberapa Chakra pointnya.

Belum selesai, dari jauh, Tenten melemparkan kunai ke lengannya, memotong pita berwarna merah dan lepas dari lengan Shikaku. Shikaku hanya menghela nafasnya. "Hah… Baiklah, bisa jelaskan taktik kalian ini?" Tanya Shikaku.

Naruto kemudian muncul dari belakang Tenten, membuat Shikaku shock, dan kemudian Naruto yang menahan kedua tangannya berubah menjadi kepulan asap. "Kage Bunshin?" Tanyanya lebih kepada diri sendiri daripada ke Naruto.

Naruto mengangguk. "Yap. Aku memerhatikanmu bertarung dengan Tenten dan Neji, dan aku tahu bahwa kau lebih sering menghindar dengan meloncat kebelakang daripada memblok serangan kunai Tenten atau Juuken Neji, karena itu, aku membuat rencana untuk memancingmu ke Kage Bunshin-ku yang Henge menjadi sebuah pohon dan kemudian menahanmu. Sisanya kuserahkan pada Neji dan Tenten." Jawab Naruto sambil menyeringai. Neji juga terlihat menyeringai dan Tenten tersenyum.

Shikaku kembali menghela nafasnya, "Lalu, apa yang kau lakukan jika aku tidak terpancing?" Tanya Shikaku

"Gampang," Jawab Naruto. "Aku tinggal mendispel Kage Bunshin-ku tanpa kau menyadarinya dan membuat taktik baru." Jelas Naruto.

Shikaku mengangguk, "Lalu Tenten, kau yang lulus karena kau yang membuat pitanya lepas dari lenganku." Ucap Shikaku sambil menyeringai.

Tenten kemudian menggelengkan kepalanya dan mengambil pita yang terbelah dua, ia kemudian mengambil kunai dan memotong salah satu pita membuat pitanya menjadi tiga. "Nu-uh! Aku akan membaginya bersama Naruto-kun dan Neji-kun! Kau tidak bilang kita bisa membaginya kan?" Ucap Tenten sambil tersenyum.

Shikaku tersenyum menyeringai, "Baiklah.. kalian, lulus!" Seru Shikaku. Dengan itu, Tenten bersorak, Naruto tersenyum kecil dan Neji menyeringai.

Shikaku kembali berubah serius, "Tetapi ingat ini. Perbedaan dari Raja dan Kuda adalah insting. Kuda tidak mempunyai insting dan menyerang musuh tanpa berpikir, sementara Raja mempuyai insting dan menyerang musuh dengan strategi dan rencana yang matang. Intinya, ninja yang hebat bukanlah dari banyaknya Ninjutsu, atau cepatnya dia. Ninja yang hebat adalah ia yang mempunyai pemikiran yang pintar. Seorang Kage yang bodoh, bisa dikalahkan dengan seorang Genin yang pintar. Bertarunglah dengan otak kalian." Shikaku menasihati. Ketiga anggota timnya mengangguk.

"Baiklah, mulai sekarang kalian adalah Team 9!"

To Be Continued…

A/N: Ga nyangka banyak yang suka. Dan, sensei Naruto adalah Shikaku Nara. 80% banyak yang milih Shikaku, 19% milih Genma, 1% milih Inoichi. Dan… chapter depan adalah pembantaian klan Uchiha! Muahahaha!

Oh ya, ada polling lagi nih:

Kalian pengen Good Naruto atau Evil Naruto? Karena aku lebih gampang nulis Evil Naruto. Oh ayolah, nulis orang jahat lebih menyenangkan dan gampang daripada nulis orang baik.

Ohya, ada reviewer yang ngerequest Naruto jadi bagian Akatsuki. Ada yang setuju atau gimana nih?

Lalu.. disini emang Naruto over-powered. Tetapi, ia gak langsung tiba-tiba kuat, nggak, dia berlatih keras biar kuat. Sebenernya aku pengen buat Naruto jadi Godlike nanti. Oh ayolah, siapa yang ga seneng negliat Naruto bisa ngalahin semua musuh? Tetapi tenang aja kok. Naruto gak ngalahin semua musuh yang ia hadapin, karena kemampuannya masih biaa-biasa aja disini dan masih ada yang lebih kuat darinya.

Oke, sampai sini dulu, Sayonara!