Title: Unspeakable Secret

Cast: Kyuhyun (17) , Donghae(18) , Siwon(18)

Gendre: Brothership/ Familly/ Friendship

Rating: T

Chapter: 2

Aku tidak suka adik yang lemah sepertimu, jika kau seperti ini terus maka jangan pernah memanggilku hyung lagi/ aku ingin menghapus ingatanku ini, aku benci ingatan ini/ dari sekian banyak manusia didunia ini, kenapa harus kau ?/

"kita ke Rumah Sakit Kyu, bertahanlah" ucap Junhae.

Tangan Kyuhyun menahan lengan Junhae dan menggeleng seakan meminta agar dia tidak dibawa ke Rumah Sakit. Junhae melihat mata Kyuhyun dengan tatapan yang penuh arti namun masih terlihat tegas dan berwibawa. Junhae kemudian menutup pintu mobil tersebut dan melajukan mobilnya.

Selanjutnya...

Junhae melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Junhae sangat mengerti jika Kyuhyun membenci rumah sakit setelah kejadian yang pernah dia alami sewaktu kecil. Dan karena kejadian itulah kenapa dia saat ini sering mengalami sakit pada dadanya. Kejadian tersebut juga membuat Kyuhyun mengalami hilang ingatan.

"ap...pa... jeball... ja..ngan... ke.. sa... na..." ucap Kyuhyun terbata-bata karena rasa sakit yang menyerang dadanya.

Junhae hanya diam saja dan enggan untuk menanggapi ucapan Kyuhyun. Donghae yang menemani Kyuhyun dibangku belakang hanya bisa melihat raut wajah khawatir sang appa dari samping. Donghae sangat mengerti jika appanya sangat khawatir kepada Kyuhyun.

"appa..." gumam Donghae pelan karena dia merasa kasihan pada Kyuhyun jika dia harus dibawa kerumah sakit tetapi dia juga khawatir pada Kyuhyun. Disaat seperti ini, menuruti kemauan appanya adalah hal yang paling benar untuk Donghae.

Kyuhyun terlihat masih menahan sakit yang menyerang bagian dadanya. Setelah memasuki area rumah sakit tempat dimana Junhae bekerja, Junhae segera membantu Kyuhyun untuk keluar dari mobil. Terlihat sekali wajah kesakitan Kyuhyun sehingga membuat Junhae langsung menggendong Kyuhyun dipunggungnya. Donghae mengekori Junhae yang sedang menggendong Kyuhyun. Nampak beberapa perawat menghampiri Junhae yang berjalan keruang UGD. Junhae dengan sigap melakukan pertolongan pertama kepada Kyuhyun. Diambilnya stetoskop dan segera memeriksa pernapasan Kyuhyun. Terdengar sangat sesak ditelinga Junhae begitu dia mendengarkan napas Kyuhyun yang terdengar berat. Junhae meletakkan selang bantu pernapasan pada Kyuhyun kemudian menyuntikkan obat untuk meredakan sakit Kyuhyun.

Setelah beberapa saat, pernapasan Kyuhyun mulai stabil kembali. Junhae dan Donghae yang melihat hal tersebut menjadi sedikit tenang. Junhae kemudian memasangkan infus pada lengan kiri Kyuhyun.

Junhae mengelus pelan surai hitam Kyuhyun yang basah oleh keringat.

"mianhae appa, aku tidak menjaganya dengan baik" ucap Donghae pada Junhae.

"gwaenchana, dia akan baik-baik saja selama ada kamu disampingnya" ucap Junhae sambil menepuk pelan bahu Donghae.

"appa... tentang kemarin malam... itu..." Donghae tidak melanjutkan ucapannya.

"wae?" tanya Junhae penasaran karena Donghae tidak melanjutkan ucapannya.

"anio,, opseo..." Donghae tidak jadi berbicara kepada Junhae. Junhae mengerti apa yang akan dikatakan Donghae padanya tetapi untuk saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas masalah kemarin malam.

Minsoo dengan langkah terburu-buru memasuki rumah sakit dan mencari ruang UGD dimana Kyuhyun sedang dirawat saat ini. Namun dari jauh nampak Junhae dengan jas putihnya menghampiri sang istri.

"yeoboo, bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanya Minsoo dengan wajah yang sangat khawatir.

"gwaenchana, aku sengaja memasukkannya ke rumah sakit agar dia bisa beristirahat dengan total hari ini, dan mungkin dia akan lebih menjaga kesehatannya karena aku yakin setelah dari sini dia akan semakin benci rumah sakit" ucap Junhae dengan setengah bercanda.

"mwo? apa kau sengaja melakukan ini pada Kyuhyun? bagaimana jika dia bertambah parah dengan membawa Kyuhyun ke rumah sakit" ucap Minsoo memarahi Junhae.

"intensitas sakitnya mulai bertambah yeoboo, Donghae bilang jika Kyuhyun mengalami sakit pada dadanya saat disekolah dan saat aku menjemputnya tadi, menurutmu apa aku harus membawanya pulang begitu saja? Bahkan dia nyaris kehilangan kesadaran lagi" ucap Junhae menjelaskan dengan nada sedikit kesal. Minsoo hanya menyimak dan memikirkan jika tindakan Junhae adalah yang terbaik. Seharusnya Minsoo percaya kepada Junhae sepenuhnya karena Junhae lebih banyak tahu daripada dirinya.

"mianhae, aku hanya terlalu khawatir pada Kyuhyun" ucap Minsoo menyesal.

"gwaenchana, aku mengerti... sebaiknya kau temui Kyuhyun sekarang" ucap Junhae pada Minsoo.

"ne" Minsoo berjalan kedalam ruang UGD sedangkan Junhae memilih pergi untuk memeriksa beberapa pasiennya di rumah sakit tersebut.

Minsoo berjalan dengan perlahan memasuki ruang UGD dimana ada beberapa pasien yang sedang dirawat sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap. Minsoo mencari keberadaan Kyuhyun dan Donghae.

Nampak dari jauh terlihat Donghae sedang duduk menemani Kyuhyun yang mungkin sedang tertidur karena pengaruh obat.

Kau begitu menyangai Kyuhyun, Hae-ya... Batin Minsoo saat melihat bagaimana Donghae menjaga Kyuhyun.

Minsoo berjalan mendekati Donghae dan Kyuhyun.

"Hae-ya, bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanya Minsoo pelan pada Donghae.

"appa bilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. apa kau percaya pada ucapan appa?" tanya Donghae yang membuat Minsoo tersenyum.

"wae? kau tidak percaya pada appamu?" tanya Minsoo balik.

"molla, appa menyebalkan,, kenapa tidak membawa Kyuhyun pulang saja? Padahal dia tahu jika Kyuhyun sangat benci rumah sakit" ucap Donghae kesal.

"lalu kenapa kau tidak mencegah appamu?" tanya Minsoo lagi.

"itu... " Donghae menghentikan sejenak ucapannya.

"aku percaya pada appa"ucap Donghae yang akhirnya mengakui jika dia sebenarnya sangat mengandalkan sang appa. Mendengar jawaban Donghae yang seperti itu membuat Minsoo tersenyum senang.

"apa setelah ini Kyuhyun boleh pulang, eomma?" tanya Donghae pada Minsoo.

"molla tetapi aku akan membicarakan hal itu pada appamu" ucap Minsoo.

Donghae sedikit lega mendengar ucapan Minsoo karena dia tahu jika eommanya akan melakukan hal yang dia inginkan meskipun pada akhirnya sang appa lah yang menjadi korbannya.

Dilain tempat, sebuah mobil mewah bewarna hitam memasuki halaman rumah yang terbilang cukup besar dengan pagar yang tinggi dan halaman yang luas. Dua orang pelayan nampak membukakan pintu pada kanan dan kiri mobil untuk seseorang yang akan keluar dari dalamnya. Sari sebelah kanan nampak Siwon keluar dari dalam mobil dan berlalu begitu saja tanpa menunggu sang eomma yang sejak tadi berada satu mobil dengannya. Im TaeRi hanya menghela napas dengan keras melihat kelakuan anaknya yang selalu seperti itu kepadanya. Taeri dapat mengerti mengapa Siwon berperilaku seperti itu padanya tetapi dia selalu berusaha sabar terhadap sikap Siwon.

Taeri menyusul Siwon yang sudah masuk kedalam rumah besarnya. Wanita berparas cantik dan anggun itu menghentikan langkahnya saat dia melihat Siwon dan suaminya tengah berbicara. Wajah Siwon berubah menjadi serius dan penuh amarah sehingga membuat Taeri menjadi penasaran dengan apa yang dibicarakan suaminya dengan Siwon barusan. Siwon memilih pergi kedalam kamarnya dan meninggalkan sang appa seorang diri.

"yeobo..." panggil Taeri pada namja dengan kacamata dan nampak masih gagah dengan kemeja putihnya.

"oh ne" jawab Choi Junpyo dengan senyum yang berwibawanya.

"Kenapa pulang cepat sekali?" tanya Taeri pada Junpyo.

"mwoya,, apa kau tidak senang jika aku pulang cepat?" tanya Junpyo.

"anio,, bukan begitu"

"aku akan kembali bekerja setelah ini, aku hanya ingin bilang jika aku akan kerja lembur nanti, jadi jangan menungguku" ucap Junpyo dengan senyuman yang selalu dia tunjukkan untuk istrinya.

"hanya itu? bukankah kau bisa bicara lewat telepon yeoboo," ucap Taeri yang merasa jika Junpyo hanya akan menghabiskan waktu jika bolak-balik pulang dari perusahaan kerumah, mengingat jika jarak perusahaan dan rumah cukup jauh.

"anio, sebenarnya aku juga ingin mengatakan sesuatu pada Siwon" ucap Junpyo.

"mengatakan apa?" Taeri berusaha ingin tahu apa yang dibicarakan ayah dan anaknya itu.

"aku akan memberitahumu nanti, tetapi sepertinya Siwon sedikit marah padaku karena hal itu maka sebaiknya kau tidak mendekatinya dulu" ucap Junpyo yang membuat Taeri semakin penasaran tentang apa yang dibicarakan Junpyo dan Siwon.

Taeri hanya diam namun dia begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Diruang UGD, Minsoo sedang berbicara dengan Junhae sang suami agar Kyuhyun dapat segera dibawa pulang. Sejak sadar beberapa saat yang lalu, Kyuhyun selalu mengeluh dan minta agar dia segera dibawa pulang. Kyuhyun bersikeras jika keadaannya sudah baik-baik saja.

"yeoboo, rawatlah Kyuhyun dirumah nde?" bujuk Minsoo.

Junhae nampak berpikir dengan apa yang harus dia lakukan, namun setelah cukup lama diam akhirnya Junhae memperbolehkan Kyuhyun untuk pulang. Junhae yang memang berprofesi menjadi seorang dokter memilih untuk merawat anaknya dirumahnya sendiri. Selama ini memang jarang sekali keluarganya mengunjungi rumah sakit jika bukan karena hal yang sangat mendesak karena Junhae bisa merawat keluarganya dirumahnya dengan perawatannya.

Junhae membawa Kyuhyun pulang kerumah dengan omelan sepanjang jalan menuju rumahnya. Minsoo yang menemani Kyuhyun dibangku belakang selalu membela Kyuhyun. Dengan penuh kasih sayang, Minsoo menyandarkan kepala Kyuhyun dibahunya agar Kyuhyun merasa nyaman. Donghae yang duduk disamping appanya yang sedang mengemudi hanya dapat memandang kedekatan sang eomma dalam diam. Tidak dipungkiri memang jika dia tidak merasa cemburu dengan kelakuan eommanya yang begitu hangat kepada dongsaengnya. Namun bagi Donghae, Kyuhyun adalah yang utama dibandingkan dirinya sendiri. Entah kenapa tetapi Donghae benar-benar menyayangi Kyuhyun bahkan melebihi kepada dirinya sendiri.

Setiba dirumah kediaman mereka, Junhae memapah kyuhyun sedangkan Minsoo membukakan pintu dan Donghae membawakan tas Kyuhyun. Junhae membaringkan tubuh Kyuhyun diranjang Kyuhyun kemudian keluar kamar untuk mengambil sesuatu. Minsoo membawakan pakaian ganti untuk Kyuhyun dan membantu Kyuhyun untuk mengganti seragam sekolahnya dengan celana dan sweater.

"eomma, apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun yang melihat eommanya sibuk membuka baju yang Kyuhyun kenakan.

"wae?" tanya Minsoo dengan polosnya.

"eomma... Kyuhyun pasti malu jika kau yang membantunya untuk berganti pakaian" ucap Donghae.

"apa eomma salah? Sejak kecil, eomma selalu menggantikan baju untukmu.." ucap Minsoo pada Kyuhyun.

"mwoya... itukan saat aku masih kecil eomma" ucap Kyuhyun protes.

"biar aku saja eomma yang membantu Kyuhyun untuk ganti baju" ucap Donghae.

"geurae, anak eomma sudah besar sekarang... aigoo beruntungnya aku punya putra yang tampan-tampan... kalau begitu aku akan memasak untuk makan malam nanti, urus dia ya Hae" perintah sang eomma pada Donghae. Donghae tersenyum dan kemudian membantu Kyuhyun ganti pakaian.

Tidak lama setelah itu Junhae masuk sambil membawa sebotol infus untuk Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat hal tersebut langsung melempar pandangan protes untuk appanya.

"appa, apa yang akan kau lakukan padaku?" tanya Kyuhyun pada Junhae.

"menurutmu untuk apa lagi?" ucap Junhae cuek sambil menyiapkan jarum suntik yang sudah dia sambungkan pada selang infus.

"Hae-ya, sebaiknya kau ganti seragammu itu lalu istirahat, aku tidak mau melihat anak-anak appa sakit semua" perintah Junhae pada Donghae yang duduk di tepi ranjang Kyuhyun.

Kyuhyun semakin bergidik ngeri saat Donghae meninggalkannya berdua hanya bersama appanya. Bukan karena appanya jahat, bahkan Junhae adalah sosok yang sempurna sebagai appa dimata Kyuhyun. Yang membuat Kyuhyun takut adalah apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.

Donghae meninggalkan Kyuhyun berdua dengan sang appa dikamar tersebut. Rasa canggung tiba-tiba sangat terasa diantara keduanya. Tidak ada kata yang terucap dari mulut Kyuhyun maupun Junhae. Junhae masih sibuk menyiapkan tiang infus yang akan digunakan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap Junhae dalam diam.

"jangan menatapku seperti itu" ucap Junhae masih dengan posisi awalnya tanpa memandang Kyuhyun.

"appa, bukankah tadi sewaktu dirumah sakit, aku sudah diberi infus, kenapa kau melakukannya lagi?" tanya Kyuhyun dengan sedikit takut.

"wae? apa kau takut? Tadi kau hanya menghabiskan setengah cairannya jadi sekarang harus ditambahkan lagi" ucap Junhae.

Kyuhyun hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Junhae. Sikap Kyuhyun yang diam seperti itu membuat Junhae menyimpulkan jika Kyuhyun sangat takut dengan jarum suntik. Junhae sudah paham akan hal itu tetapi ini adalah hal yang baik untuk Kyuhyun dan kesehatannya.

Junhae berjalan mendekati Kyuhyun dan meletakkan tiang infus disamping Kyuhyun. Junhae kemudian duduk disisi ranjang Kyuhyun dan memegang tangan kanan Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya karena dia tidak suka jika harus melihat jarum tersebut menusuk kulitnya.

"gwaenchana tidak akan sakit kok, apa kau tidak percaya pada appa?" ucap Junhae yang melihat reaksi ketakutan Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menyahuti ucapan appanya dan hal itu membuat Junhae menghela napas beratnya.

Sampai kapan kau akan takut pada hal-hal medis Kyu? Bahkan appamu sendiri selalu berhubungan dengan hal-hal tersebut setiap hari. Batin Junhae yang sedikit kasihan melihat sikap Kyuhyun.

Junhae pun memasangkan infus pada lengan kanan Kyuhyun dengan cekatan. Dan tanpa menunggu lama, selang infus kini menancap dilengan Kyuhyun.

"jah, sudah selesai.." ucap Junhae agar Kyuhyun membuka matanya.

Kyuhyun melihat tangannya yang kini tertancap jarum infus dengan pandangan tidak suka.

"wae? appo?" tanya Junhae pada Kyuhyun.

"appo...appo... appo!" Kyuhyun mengucapkannya dengan nada kesal ditambah ekspresi yang sangat lucu. Junhae bukan kasihan malah tersenyum melihat wajah Kyuhyun.

"sebaiknya kau istirahat Kyu..." perintah Junhae pada Kyuhyun.

Junhae hendak meninggalkan Kyuhyun namun Kyuhyun mencegah langkah Junhae.

"appa..." panggil Kyuhyun.

"temani aku" lanjut Kyuhyun yang membuat Junhae memutar balik tubuhnya menghadap Kyuhyun.

"wae?"

"itu..." Kyuhyun menghentikan kalimatnya.

Junhae melihat ekspresi bingung didalam wajah Kyuhyun, Junhae pun menghampiri Kyuhyun dan duduk ditepi ranjang.

"wae? apa kau takut?" tanya Junhae seolah mengerti apa yang akan Kyuhyun ucapkan namun tidak Kyuhyun lakukan.

"apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Junhae lagi. Kyuhyun sempat takjub dengan apa yang Junhae ucapkan, seolah Junhae bisa membaca pikirannya saat ini.

"opseo,, lupakan saja... appa boleh pergi" ucap Kyuhyun yang membuat Junhae semakin enggan untuk pergi.

"mwoya? Kau mengusirku setelah meminta untuk ditemani?" ucap Junhae.

"anio, bukan begitu..."

"kau sudah meminta ditemani jadi aku akan melakukannya" ucap Junhae yang membuat Kyuhyun tersenyum didalam hatinya. Meskipun Kyuhyun meminta appanya untuk pergi tetapi itu hanyalah sebuah ucapan gengsi dari Kyuhyun, sebenarnya dia berharap jika appanya tidak akan pergi dan ternyata Junhae bisa memahami isi hatinya saat ini sehingga memilih menemani Kyuhyun tidur.

"tidurlah, appa akan menemanimu" ucap Junhae yang membuat Kyuhyun tidak ragu lagi untuk menutup kedua matanya.

Junhae pun menemani Kyuhyun yang tidur dengan duduk ditepi ranjang Kyuhyun sambil memandang wajah lelah Kyuhyun.

Taeri duduk termenung didepan televisi yang ada didepannya. Pikirannya melayang memikirkan Siwon. Taeri pun beranjak dari duduknya dan berjalan kearah dapur untuk membuatkan beberapa makanan dan membawakan vitamin pada Siwon.

Taeri berjalan dengan perlahan menuju kamar Siwon. Dia mengetuk pintu tersebut untuk beberapa saat namun tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut.

"Siwon-ah..." panggil Taeri dari luar kamar Siwon.

Tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut membuat Taeri membuka pintu tersebut.

Tidak ada orang memang didalam kamar yang terbilang sangat besar tersebut.

Taeri masuk kedalam kamar tersebut dan melihat apakah anaknya ada didalam kamar mandi. Setelah memastikan tidak ada orang Taeri pun meletakkan minuman dan beberapa kue yang dia siapkan untuk Siwon.

"sedang apa anda disini" ucap Siwon tiba-tiba dari arah pintu.

"eh, aku membawakan vitamin dan beberapa kue untukmu.. makanlah, bukankah kau belum makan setelah pulang sekolah tadi" ucap Taeri dengan memandang Siwon dengan sedih.

"jangan sok perhatian dan baik padaku, bawa lagi apa yang anda bawa itu" ucap Siwon dingin sambil melangkah keluar dari kamarnya lagi.

Taeri hanya dapat menghela napas beratnya saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari anaknya. Benarkah anaknya?

Terdengar dering telepon Siwon yang membuat Taeri penasaran dengan apa yang sebenarnya Siwon dan Junpyo bicarakan. Taeri mengikuti arah jalan Siwon yang berjalan menuju balkon rumah besar tersebut tidak lupa dia membawa apa yang dia bawa untuk Siwon tadi. Taeri berjalan mengendap-endap dan mendengarkan sebuah percakapan yang Siwon ucapkan entah kepada siapa yang ada diseberang sana.

"kapan pernikahannya?" ucap Siwon setelah tersambung dengan seseirang yang menghubunginya.

Pernikahan? Batin Taeri

"apa kau benar-benar akan menikah eomma?" ucap Siwon lagi.

Ternyata wanita itu Batin Taeri lagi setelah tahu siapa yang menghubungi Siwon

"kau ingin aku hadir?" ucap Siwon dengan dingin dan raut wajah yang terlihat memendam emosi.

Siwon sebenarnya bukanlah anak yang dingin sseperti sekarang ini tetapi karena masalah keluargalah yang membuat Siwon menjadi seperti ini. Choi Junpyo dan eomma Siwon bercerai saat usia Siwon 6 tahun dan saat usia Siwon menginjak 8 tahun, sang appa menikah lagi dengan Taeri. Hal inilah yang membuat Siwon sangat membenci Taeri, karena Siwon pikir jika karena Taeri lah keluarganya hancur seperti ini. Bahkan sampai sekarang Siwon masih membenci eomma tirinya itu. meskipun nampak baik didepan Junpyo namun saat hanya berdua saja dengan Taeri, Siwon sangat menunjukkan kebenciannya itu. Seperti saat ini meskipun Taeri berusaha untuk sabar dan selalu menunjukkan perhatiannya pada Siwon namun semua itu tidak berarti apapun untuk Siwon.

"apa yang anda lakukan disini?" tanya Siwon saat mendapati Taeri yang menguping pembicarannya dengan eommanya.

"Siwon-ah, aku hanya..."

"tidak sopan..." potong Siwon dengan ketus dan dingin.

"Siwon-ah..." panggil Taeri. Namun Siwon segera melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Taeri.

"saengil chukae... selamat ulang tahun..." ucap Taeri dengan tulus yang membuat Siwon menghentikan sejenak langkahnya. Bahkan eomma kandungnya tidak ingat hari ulangtahunnya hari ini. Eomma kandungnya terlalu sibuk mengurus pernikahannya.

"bahkan eomma kandungku saja hanya membahas pernikahannya dan tidak memikirkanku jadi berhentilah akting perhatian seperti itu" ucap Siwon masih dengan memunggungi Taeri.

"geurae! Aku memang sudah muak dengan semua ini.. bahkan sikapku yang tulus kau anggap sandiwara saja.. aku sama lelahnya denganmu" ucap Taeri yang dengan sengaja sedikit membentak Siwon. Siwon sedikit tersentak dengan reaksi yang ditunjukkan eomma tirinya itu. Siwon akhirnya meninggalkan Taeri sendirian.

Saat dia memasuki kamarnya terlihat sebuah bingkisan kotak bersampul biru dengan pita yang menjadi hiasan diatasnya. Nampak secarik kertas terletak diatasnya. Sebuah surat yang menunjukkan siapa pengirimnya.

Siwon membuka bingkisan itu lalu melihat isi kotak tersebut. Sebuah jam tangan mewah yang sangat indah. Namun Siwon malah menutupnya kembali dan meletakkan dilaci mejanya.

Kyuhyun nampak terusik didalam tidurnya dan hal tersebut membuat Junhae yang sedari tadi menemani Kyuhyun menjadi mengerutkan keningnya.

Belum lama Kyuhyun tertidur tetapi sepertinya dia bermimpi hal yang membuatnya gelisah dalam tidurnya. Keringat dingin nampak mulai membasahi tubuh Kyuhyun dan semakin terlihat semakin banyak. Junhae sedikit khawatir pada Kyuhyun yang seperti itu.

"gwaenchana, appa disini Kyu..." ucap Junhae dengan pelan sambil memegang tangan Kyuhyun yang terbebas dari infus. Junhae juga mengelap keringat Kyuhyun perlahan dengan handuk yang memang ada dinakas Kyuhyun.

Hal itu mampu membuat Kyuhyun sedikit lebih tenang. Junhae terus memandang Kyuhyun.

Aku tahu hal ini pasti akan terjadi padamu lagi Kyu. Batin Junhae.

Junhae begitu tahu apa yang Kyuhyun rasakan saat ini adalah perasaan yang pernah Kyuhyun alami sewaktu kecil. Rasa kesakitan yang Kyuhyun alami sangat lama sewaktu kecil. Bukan hanya Donghae dan Minsoo yang ingin agar Kyuhyun melupakan kejadian itu tetapi Junhae juga ingin agar Kyuhyun hidup seperti sekarang saja tanpa masa lalunya. Tetapi tidak ada yang bisa Junhae lakukan. Ingatan seseorang masih bisa muncul jika orang tersebut memang tidak ada niatan untuk membuang ingatan itu. Amnesia yang permanen pun dapat sembuh jika ada niat untuk mengingat kenangan yang hilang itu. Ingatan Kyuhyun bukan hilang tetapi hanya sedang disembunyikan karena mungkin hal itu cukup menyakitkan. Meskipun Kyuhyun sejak awal tidak berniat membuang ingatan tersebut, namun karena suatu hal itulah membuat ingatan itu harus terhapus secara paksa.

TBC

Para readers banyak yang sudah menebak jalan cerita FF ini, dan banyak juga yang benar. Alur cerita ini memang sangat umum, tetapi author mencoba membuat suatu masalah yang sangat kompleks. Semoga kalian menikmati FF ini ya... ini pure Brothership, Friendship dan Family jadi tidak ada cinta-cintaannya kok. Siwon disini tetap baik kok dan author bermaksud menambahkan tokoh Suju lain jika memang sempat. Hehehe ^^

Happy reading ya... gomawo ^^