Konichiwa,
Saya kembali lagi. Yang episode pertama itu dari anime(sebagian). Sedangkan di chapter kedua ini gak ada sebagian dari anime. Yang penting baca dulu, deh. Ceritanya pasti lebih seru daripada yang chapter pertama. Dan silahkan membaca ^O^
Disclaimer : CardCaptor Sakura buatan Clamp.
Sakura's POV
Aku dan Kerberos berjalan di padang pasir. Kami kepanasan, "Panas sekali disini. Sebaiknya kita kembali saja." kata Kerberos terjatuh karena tidak kuat untuk terbang.
"Tadi 'kan kubilang, sebaiknya kita tidak ke gurun pasir kan?"
"Kan yang tahu keberadaan clow card 'kan aku," bayangan-bayangan tiba-tiba rasanya bergerak.
"Hoe!" aku berteriak ketakutan.
"Kenapa? "tanyanya.
"Tadi...bayanganmu bergerak menjauhi dirimu!"
"Tidak ada apa-apa kok. Mungkin cuma sayapku yang menakutimu!"
"Tapi, bayangan itu seperti tak melekat pada..." aku masih ngomong.
"O! Sakura! Lihat itu!" katanya menunjukan sebuah saloon.
"Saloon?"
"Ya! Pasti kita mendapat informasi Clow Card disana." katanya mengira-ngira.
"Kamu sebenarnya gak tahu kan?" tanyaku.
"Memang iya. Tapi kita harus ke tempat itu karena aku haus."
ooooo
Setelah sampai, "Ayo kita masuk ke kedai minuman cowboy!"kataku. Kerberos mengangguk.
Saat masuk ternyata...
"Ini benar-benar kedai minuman cowboy,ya?" tanyaku saat melihat kelakuan orang-orang sedang bermain cowboy-cowboy-an.
Ketika duduk di meja bar, seorang butler menanyakan, "Mau pesan apa nona?"
"Es serut...!" kataku dan Kerberos bersamaan.
"Maaf kami tidak menjual yang seperti itu!" katanya meminta maaf.
"Jadi adanya apa?" tanyaku.
"Susu, jus kaktus, wine, rassy(minuman dari India), jus palem dan jus tropical,"
"Semuanya aneh-aneh. Kalau begitu aku pesan rassy saja," kataku.
"Aku susu yang dingin," kata Kerberos.
"Oh ya, Kero," aku ngobrol sementara butler menyiapkan minuman.
"Kenapa kamu memanggilku dengan nama seperti itu?" tanyanya sambil kesal.
"Habis mukamu seperti katak dan kamu lucu!" jawabku.
"Tapi 'kan aku adalah si penjaga yang tersegel!" katanya sambil marah.
"Ini minuman dan tagihannya," kata butler sesudah memberikan kami minum dan tagihannya.
"Hoe?" kataku panik ketika mengecek kantongku tidak ada uang sama sekali. "Kero kamu punya uang, nggak?" tanyaku berbisik.
"Aku? Tidak punya,"
"Hoee!"teriakku, sampai keras sekali.
"Ada apa nona?" tanya seorang butler yang melayaniku tadi.
"Kami tidak punya uang. Bisakah kami membayarnya dengan bekerja disini?"
"Bisa, tapi ada syaratnya," katanya.
"Apa itu?"
"Kalau tempat ini menjadi sukses aku bisa menggaji kamu per hari, tetapi jika tidak sukses kamu terus bekerja disini dan mendapat gaji yang lebih kecil."
"Hoe..."
oooo
Lalu..
"Kita benar-benar kerja disini," pikirku.
"Pertama kamu akan menjadi pelayan. Setelah lulus kamu akan membuat resep sendiri dan membuatnya untuk pembeli tapi jika itu berhasil. Yang terakhir, setelah lulus dari semua itu kamu harus mengantar pesanan pembeli yang menunggu di rumah mereka. Sekarang mulai kerja!" jelas butler tadi.
"Wa!" Kero menjatuhkan piring dengan tak sengaja.
"Sudah kubilang kamu cuci piring saja, dasar Kero!" kataku kesal.
Dan semua pekerjaan selesai saat kedai mulai ditutup. "Kerja yang bagus,nona. Besok kamu akan membuat resep makanan/minuman sendiri. Kalau enak, kami izinkan menjualnya,"
"Terima kasih banyak."
"Rumah anda dimana?"
"Aku belum punya rumah," jawabku.
"Kalau begitu kamu kuizinkan menginap disini sampai kamu melunasi hutangmu."
Aku tersenyum lebar karena senang. Esok pagi aku akan berusaha!
Esok paginya, "Ayo mulai kerja nona! Aaa!" Setelah itu membangunkanku dia berteriak.
Aku langsung bangun dan melihat apa yang terjadi. "Eh, kenapa semuanya jadi berantakan?"
"Ah, ini pasti ini ulah kartu SHADOW," kata Kero.
"SHADOW?"
"SHADOW, bayangan yang bergerak. Dengan kata lain, saat kita diam berdiri, bayangan kita akan bergerak. Dan setelah malam dia melakukan sesuatu dengan semaunya, seperti, merusak barang, membuat berantakan dan lain-lain. Kartu SHADOW memang selalu bersikap begitu dan semaunya," jelas Kero.
"Kero! Sebaiknya kita menangkapnya malam ini. Kalau tidak kehidupan akan menjadi kacau. Ya kan?"
"Itu baru yang namanya cardcaptor!"
"Sudah kubilang aku tak mau jadi cardcaptor!"
ooooo
Malamnya, "Ukh, aku takut," kataku sambil menggigil.
"Seharusnya cardcaptor itu..."
"Hoe!" aku berteriak karena ketakutan melihat bayangan yang bergerak.
"Itu SHADOW! Tapi dia bersama bayangan orang. Jadi, Sakura tangkap dia!"perintah Kero.
"Tapi 'kan aku tak tahu cara menangkapnya. Apa kamu punya cara agar aku bisa menangkapnya dengan mudah?"
"Oh ya, itu! Tapi kalau itu berhasil..."
"Sudahlah! Ayo lakukan!"
Kero menyalakan lampu sampai terang banget. Lalu bayangan orang-orang hilang.
"Sakura itu tubuh aslinya! Tangkaplah!"
Aku langsung memegang kuncinya, "Kunci yang menyembunyikan kekuatan kegelapan. Tunjukan bentuk aslimu sebelum diriku. Aku, Sakura, memerintahkanmu dibawah kontrak kita. RELEASE". Lagi-lagi kuncinya menjadi tongkat.
"Win..."
"Ah, jangan pakai windy! Cepat Sakura sebelum SHADOW kabur! Gunakan fly!" kata Kero memberitahuku.
"Fly!"aku terbang menyusul ke depan SHADOW agar tidak kabur.
"Sekarang baru keluarkan windy!" perintah Kero
"Buatlah jebakan untuknya, WINDY!" kataku lalu windy mengikat SHADOW.
"Kembalilah ke tempat dirimu sebenarnya, CLOW CARD" SHADOW kembali menjadi kartu.
"Hebat Sakura! Tapi kamu sedikit lemas, sebaiknya kamu kembali tidur," kata Kero.
"Aku bukan kecapekan! Tapi aku ketakutan! Hoe!"
"Sudah kubilang, Cardcaptor tak pernah takut. Hoamm," kata Kero sambil menguap. "Besok kamu kan kerja ayo kita tidur!" kami berjalan kembali tidur di tempat tidur(ya iyalah masa di ofuro).
Ooooo
Keesokan harinya, "Terima kasih atas kerja samanya, nona." kata butler yang waktu itu.
"Ya, sama-sama."
"Ada surat dari nona kaya di pedesaan sana, dia meminta, 'buatlah menu barumu itu ke mansionku. Chef aslinya harus membuatkan dan bertemu denganku'."
"Itu isi suratnya?"
"Ya, kamu membutuhkan peta ini untuk sampai di tempatnya. Lalu setelah kembali kamu akanku gaji dan kamu bisa pulang," katanya sambil memberikan surat dan petanya.
Ooooo
Aku dan Kero pergi mencari tempat yang mengirim surat itu.
"Ukh, berat.."kata Kero mengeluh.
"Sini, gantian. Kamu pegang petanya, aku pegang esnya," kataku agar Kero tak mengeluh.
"Sakura itu!" kata Kero menunjukan pedesaan.
"Itu..."
"Desanya ada disitu! Setelah kita melewati hutan!"
"Karena kamu tidak bisa melihat peta, kita jadi putar-putaran."
"Karena aku merasakan clow card."
"Clow card tidak ada disini! Yang penting kita antarkan ini ke pelanggan," kataku sambil marah.
Ooooo
"Anu, permisi..." kataku memanggil seseorang disana.
"Kamu tahu mansion di desa ini? Ini alamatnya," kataku memberi suratnya.
"Oh, ini tempat tinggal itu," katanya menunjukan rumah yang besar.
"I..itu mansion ya?"
"Itu mansion milik nona terkaya di desa ini. Namanya adalah White yang sekarang menjadi pemimpin desa ini sekarang."
"Terima kasih informasinya," kataku berterima kasih.
Ketika sampai, "Ada perlu apa masuk ke sini?" tanya Bodyguard disana.
"Nona di mansion ini memintaku kesini. Ini suratnya," kataku memberi surat yang kuterima.
"Tamu yang diundang ya. Baiklah biarkan saya mengantarkan anda ke tuam putri,"
"Tuan Putri?"
Ooooo
Ketika Sakura bertemu dengan tuan putri, "Putri ...datang," kata salah satu bodyguardnya sambil membunyikan suara terompet.
"A...! Tomoyo!" kataku kaget melihat sang 'tuan putri' yang dimaksud para bodyguard.
"Tomoyo? Mungkin kamu salah orang. Namaku White, aku yang meminta kamu membawa pesananku. Bagaimana kita berbicara sambil minum teh?"
Sambil menunggu White di ruang tamu yang mewah, aku melihat pantai dari jendela.
"Aneh sekali. Masa siang-siang ada angin laut," kata Kero.
"Apa clow card lagi?" tanyaku.
"Tidak tahu...soalnya aku tidak merasakan keberadaan mereka sekarang," jawab Kero.
"Ah, maaf menunggu!" kata White masuk. "Apa kamu suka pemandangan pantai? Kamu terus melihatnya dari jendela."
"Y..ya...," jawabku gugup dengan sedikit tersenyum.
"Bagaimana kalau kita minum teh disana saja? Aku terbiasa minum teh di pantai karena selalu banyak acara yang tempatnya di pantai,"
"Bo-boleh...,"
Ooooo
"Pemandangannya bagus, ya? Seharusnya aku makan esnya disini," katanya dengan tersenyum.
"Benar juga ya. Tapi sepertinya sekarang anginnya agak kencang...," Aku baru saja mengatakan itu, seorang pelayan datang sambil berkata, "Nona, sebaiknya kita kembali ke mansion saja. Airnya mulai pasang sekarang,"
"Baiklah. Ayo kita kembali! Kero-chan juga,"
Ketika mau kembali, pasang tambah naik lalu air menangkap kakiku. Airnya menarikku ke laut.
"Sakura!" mereka memanggilku tapi air yang mengikatku makin menarikku ke bawah.
"Eh?"ketika aku membuka mata, "Kamu Clow Card 'kan?"
Tetapi nafasku hampir habis, tiba-tiba pasangnya kembali surut. Aku sudah pingsan saat yang lain menylamatkanku.
Ooooo
"Syukurlah kamu terbangun!" seru White ketika aku membuka mataku.
"Ah, tadi aku melihat Clow Card!"
"Itu pasti WATERY." kata Kero menjelaskan.
"Clow Card? Itu apa? Jelaskan semuanya dari awal bisakah?" tanya White dengan mata yang berbinar-binar.
"Baik, nama dia adalah Kerberos. Tadi aku bilang namanya Kero 'kan? Itu nama panggilnya." kataku menjelaskan.
"Ya, karena dia terlihat berbeda dari namanya dan mirip kayak katak," kata White berpendapat sama denganku.
"Jangan samakan aku dengan katak! Aku si penyegel yang disegel untuk menjaga Clow Card!" kata Kero.
"Clow Card seperti apa? Semacam kartu tarot?" tanya White.
"Seperti ini, dia akan menggunakan ini untuk melawannya. Dan pokoknya Sakura menjadi Cardcaptor Sakura!" kata Kero sambil menunjukkan Clow Card.
"Hebat, boleh aku merekammu sebagai Cardcaptor? Dan perkenalkan tongkat ajaib yang dikatakan Kero"
"Nanti malam saja. Aku akan menangkap Clow Card nanti malam," jawabku.
"Sekarang saja lagipula sudah jam 9 malam," kata Kero.
"Kalau begitu pakai kostum dulu, ya," kata White mendorongku.
"Kenapa baju ini?" tanyaku.
"Karena baju itu cocok untukmu. Dan ini videonya."
"Itu untuk apa?"
"Untuk memvideokanmu, tentu saja kan?"
"Aneh sekali dia. Mirip Tomoyo. Sudah lupakan saja, aku harus memikirkan gimana cara menangkap WATERY?" pikirku panik.
"Oh ya, kamu suka es buatan Sakura?" tanya Kero.
"Es krim dan es serutnya enak. Chef di mansionku mencoba agar bisa membuatnya." Jawab White.
"Es... es... es!" pikirku. "Terima kasih kalian berdua. Aku akan berusaha menangkap WATERY!"
"Hah? Kenapa tiba-tiba?" kata Kero.
"OK, mulai video!"
Ooooo
Sebelum mencari aku harus mengeluarkan tongkatnya.
"Kunci yang menyembunyikan kekuatan kegelapan. Tunjukan bentuk aslimu sebelum diriku. Aku, Sakura, memerintahkanmu dibawah kontrak kita. RELEASE" Lagi-lagi kuncinya menjadi tongkat. Aku ke pantai untuk mamastikan adanya WATERY.
"Pasti dia ada di..." Airnya mulai pasang. "Kyyaaaa!"
Ketika membuka mata, aku melihat WATERY. Tapi untungnya dia tidak menarikku.
"WATERY!"panggilku. "Kejar aku kalau berani!" kataku berenang ke daratan.
Aku ingat yang dikatakan White, "Belok kanan, lalu kiri, lalu belok kanan lagi. Disana ada lemari es kosong. Mungkin kamu bisa membekukan WATERY disana."
Aku langsung berlari kesana. Saat di gudang kosong aku di belakang pintu dan langsung keluar. Dan, "WINDY!"
Setelah itu aku langsung menutup pintunya. Saat pintunya kubuka, WATERY jadi beku.
"Hebat Sakura! Sekarang lakukan!" kata Kero memujiku.
Aku harus mengubahnya menjadi kartu. "Kembalilah ke tempat dirimu sebenarnya, CLOW CARD!" sekarang WATERY kembali menjadi kartu.
"Berhasil!" kataku.
Besok paginya, "Terima kasih atas semuanya. Aku berangkat!" kataku ke bodyguard.
"Tunggu!" kata White
"White! Tapi kenapa?"
"Aku ikut pergi denganmu. Kita akan mencari Clow Card dengan ini," katanya menunjukan trailernya.
"Trailer,ya..." Aku terkejut ketika memasuki trailer itu. "Kok isinya kostum semua? Terus ini geraknya gimana?"
"Tenang saja, aku bisa melakukanya dengan ini. Ini adalah pemberi perintah,kamu pencet tombolnya lalu pakai headphone microphonenya. Lalu kita meminta untuk jalan, mobil ini akan jalan. Kalau minta tempat untuk tidur kita pakai futon saja. Kita juga bisa meminta agar bisa mandi disini, kok. Dan aku bisa memvideokan Sakura. Sekarang aku mau nonton video kemarin," kata White mau menonton video saat Sakura mengejar WATERY.
GUBRAK!
"Ya..yang penting kita sekarang semangat mencari Clow Card," kata Kero.
"Ouu!" kata kami bertiga sambil bersemangat.
Rai : "Akhirnya selesai. Terima kasih atas kerja samanya Sakura, Tomoyo, dan Kero. Walaupun Tomoyo jadi orang lain di cerita ini terima kasih atas kerja samanya untuk cerita ini"
Tomoyo : "Kami memang aktor. Jadi tidak ada kesalahan setiap kali berakting. Apalagi Sakura"
Kero : "Selanjutnya bakal menangkap kartu apa?"
Rai : "Hintnya : bahasa inggrisnya hujan dan kayu"
Sakura : "Hoee...menangkap 2 kartu?"
Rai : "Biar cepet menangkap kartunya. 'Kan totalnya 52 kartu. Belum lagi jadi Sakura card"
Sakura : "Hoeee...banyak banget kartu yang harus dicari. Ngomong-ngomong Sakura card itu apa?"
Kero and Tomoyo : "Apa itu?"
Rai : "Sabar...nanti bakal dibahas setelah menangkap semua clow card. Baiklah, untuk para pembaca, nantikan chapter 3nya dan..."
Rai, Kero, Sakura : "Sayonara...sampai bertemu la... ^o^ "
Tomoyo : "Tunggu! Kita lupa ngomong itu kan"
GUBRAK
Rai : "Oh, iya,ya, baiklah kami mengucapkan"
Semuanya : "Happy New Year! Semoga tahun depan menjad tahun yang lebih baik bagi kita semua"
NB : Jujur! Sebenarnya aku udah 3 kali ngomong beginian karena selalu menulis fanfic!
