The Pieces of My Heart
ChanBaek as main
Drama
DISCLAIMER: Tokoh miliknya sendiri,keluarga, dan tuhan. Cerita murni dari hati saya /?
+15
Warning: mengandung kata-kata tak senonoh, hal-hal yang tidak logis, GS, drama semi gagal.
Baekhyun tersenyum dengan senang, ia menenteng tas plastik berwarna putih di tangannya, di dalamnya terdapat berbagai pasta dan minuman ringan yang telah ia siapkan sejak tadi siang. Dengan perasaan berdebar ia pun perlahan memencet bel apartemen Chanyeol.
"Baekhyun? Ayo masuk " Chanyeol terlihat bingung dengan kedatangan Baekhyun namun selanjutnya ia mempersilahkan waita manis itu masuk. Baekhyun pun mengangguk dan masuk ke apartemen Chanyeol.
"Ada Baek? Tumben sekali kau datang ke tempatku." Ujar Chanyeol sambil membawakan Baekhyun air putih di tangannya.
"Aku ingin merayakan rencana pernikahanmu dengan Kyungsoo, Chanyeollie. Aku bahkan sudah membawa masakan dan minuman kecil." Baekhyun tersenyum untuk menyembunyikan kesakitan di dalam kata-katanya, Chanyeol tersenyum senang.
"Wah, terima kasih Baek. Kau memang yang terbaik" Chanyeol mengambil bungkusan putih dari tangan Baekhyun dan membawanya ke ruang makan, menaruh masakan Baekhyun kedalam wadah.
"Aku tahu kau lebih menyukai Fettuccine, jadi aku memasakanmu itu" Baekhyun menyusul Chanyeol ke ruang makan.
"Berarti Fettuccine untukku dan Spaghetti ini untukmu?" tanya Chanyeol, Baekhyun mengangguk, lalu Chanyeol menaruh Fetuchinni itu di piringnya sendiri dan Spaghetti di piring Baekhyun.
"Selamat makan" Chanyeol tersenyum girang lalu melahap pasta kesukaanya itu, Baekhyun hanya tersenyum melihatnya.
Ditengah-tengah menikmati makanannya Chanyeol merasa pusing dan agak mual, Baekhyun yang melihat perubahan air muka Chanyeo-pun mendekatinya.
"Yeol.. kau tidak apa-apa?" Baekhyun memegang bahu kiri Chanyeol.
"Aku pusing Baek..."
"Biar ku bantu kau ke kamarmu" ucap Baekhyun seraya memapah Chanyeol ke kamarnya.
xoxo
"A-ah.. mm... Chanyeol..." kini Chanyeol tergesa-gesa melepaskan kemeja transparan yang membungkus tubuh sintal Baekhyun. Dikecupinya sekujur bahu wanita meremas surai gelap Chanyeol sambil mendesahkan, mendambakan sentuhan dari laki-laki yang sangat ia cintai ini.
Tak peduli Chanyeol sedang tidak sadar.
Tak peduli Chanyeol sedang dipengaruhi obat perangsang.
Tak peduli Chanyeol sebenarnya membayangkan bahwa yang ia sentuh adalah Kyungsoo.
Tak peduli ia akan kehilangan keperawanannya.
Tak peduli dengan esok hari. Mungkin saja sehabis ini hubungannya dengan Chanyeol akan hancur.
Tak peduli ia sedang tidur dengan lelaki orang.
Baekhyun melakukannya dengan suka cita, perasaan cinta dan nafsu yang membuncah.
Obsesi membutakan matanya, menulikan telinganya, dan merasuk ke sukmanya, membuat kabut nafsu menguasainya.
Baekhyun tidak peduli selama bersama Chanyeol.
Tubuh tegap Chanyeol membelai titik-titik seksual Baekhyun, kewanitaanya berdesir meminta lebih, dirabanya lengan kokoh Chanyeol itu, sementara Chanyeol semakin gencar menghisap kedua puncak dada Baekhyun. Mata Baekhyun terpejam lalu terbuka menikmatinya, ia sangat bahagia, ia merasa sangat hidup, melakukan sex, ia dan pria yang sangat berarti untuknya, Chanyeol.
Sesaat kemudian Chanyeol melesakkan kejantannya kedalam lubang surga Baekhyun, sedangkan sang wanita menjerit keras merasakan kewanitaanya terbelah, mengeluarkan darah segar tandanya ia sudah tidak gadis.
"Ngh... Kyungsoo... kau sangat sempit." Baekhyun ingin menangis mendengarnya, bahkan saat keperawannya terenggut, nama wanita lain yang di desahkan oleh Chanyeol, Baekhyun sakit hati.
Tidak menunggu Baekhyun, Chanyeol langsung menggerakkan kenjantanannya dengan menggila, tak acuh pada target yang ia masuki ini, walau sang wanita masih belum terbiasa dengan besarnya benda asing itu.
Lama kelamaan Baekhyun mulai bisa mengimbangi permainan Chanyeol, digerakkan pinggulnya berlawanan dengan Chanyeol, membuatn kulit bagian bawah mereka saling menggesek dan bertabrakan. Keduanya saling mendesah nikmat atas nafsu dan birahi, sampai akhirnya keduanya mencapai puncak.
Baekhyun terengah-engah menikmati pre-sexnya dengan Chanyeol. Sejujurnya ia sangat lelah, namun mana mungkin bisa mengandung jika hanya melakukannya sekali?
Tak peduli ia sudah sangat lelah.
Tak peduli aktifitas bersenggama itu menghabiskan tenaganya.
Yang penting rencananya sukses.
xoxo
Kyungsoo mematut dirinya di depan kaca, mengoles lip balm ber-aroma mix berry ke bibir bentuk hatinya, kesukaan Chanyeol. Jika ia memakai lip balm itu Chanyeol pasti akan selalu menciumi bibirnya, Chanyeol bilang aroma lip balm itu sangat sinkron dengan bibirnya, manis!
Digapainya kotak makan hitam yang berisi nasi goreng kimchi kesukaan Chanyeol, lalu dimasukkannya kotak makan itu kedalam ranselnya. Rencananya hari ini ia akan mengajak Chanyeol lari pagi, lalu di susul dengan siangnya menikmati kencan di kebun binatang. Hari ini akan menjadi hari yang sempurna, batinnya.
Kyungsoo berjalan ke pekarangan rumahnya, menunggu supir pribadinya mengambil mobil. Saat mobil mewah itu datang, Kyungsoo langsung membuka pintunya pelan dan duduk di jok belakang, khas menak.
Ia tersenyum dalam perjalanan menuju apartemen Chanyeol, membayangkan kencan yang menyenangkan bersama Chanyeol, seperti kencan kencan biasa mereka yang selalu manis.
Tak terasa ia sudah samai di depan gedung apartemen Chanyeol. Setelah mengucakan terima kasih kepada sang supir Kyungsoo-pun berjalan menuju kamar Chanyeol yang masih termasuk lantai bawah, jadi ia tidak perlu repot menaiki lift.
Kaki-kaki jenjangnya menapaki tangga menuju lantai kamar Chanyeol, sesekali memerhatikan penampilannya jika bertemu kaca, Kyungsoo tersenyum malu.
"Dasar Kyungsoo centil." Ia terkikik sendiri.
Beberapa kali Kyungsoo memencet bel apartemen kekasihnya itu, tetapi tidak ada respon dari dalam, padahal Kyungsoo hapal betul, biasanya Chanyeol sudah bangun jam segini. Lalu ia mencoba membuka kenop pintu Chanyeol, dan berhasil, ia tersenyum senang.
Apartemen Chanyeol masih rapi seperti biasanya, tapi di meja makannya masih terdapati dua piring pasta yang sudah dingin, Kyungsoo mendelik. Lalu dengan perasaan curiga ia buka pintu kamar Chanyeol.
xoxo
Chanyeol menggeliat di dalam tidurnya, lalu mencoba membuka kedua matanya yang masih mengantuk. Dirasakannya ada seseorang tidur di sampingnya, seingatnya ia tak pernah berani menyentuh Kyungsoo sebelum menikah, lalu siapa perempuan ini?
Saat bersamaan pintu kamarnya terbuka dan menampakan Kyungsoo disana, mata besar perempuan itu terbelalak melihat pemandangan di depan matanya. Chanyeol melihat sendiri kaki jenjang Kyungsoo yang terbalut celana lari itu bergetar. Chanyeol semakin bingung. Lelehan air mata kini menghiasi pipinya, dengan cepat perempuan itu berlari keluar apartemen Chanyeol.
Dengan perasaan bingung dan pusing yang menjalar di kepalanya, Chanyeol mencoba sekuat tenaga untuk bangun dari posisi tidurnya. Saat ia menengok kesampingnya ia menemukan Baekhyun disana sedang bergelung di dalam selimut hitam kesukaan Chanyeol. Melihanya Chanyeol membelalakan mata. Dengan marah ia segera berdiri di samping tempat tidur.
"Byun Baekhyun apa yang kau lakukan disini?!" teriak Chanyeol sambil menatap Baekhyun nanar. Baekhyun yang masih setengah sadar itu-pun terkagetkan olehteriakan Chanyeol.
"C-chanyeol..." Baekhyun terduduk di atas tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Dengan murka Chanyeol mendorong Baekhyun sampai terjatuh ke bawah tempat tidur.
"Jelaskan padaku wanita jalang!" punggung kecil Baekhyun bergetar menahan tangis.
"A-aku mencintai Chanyeol..." Baekhyun meneteskan air matanya.
"Kau tahu bahwa aku hanya mencintai Kyungsoo!" bentak Chanyeol. Baekhyun mendekatkan dirinya kepada Chanyeol, lalu memeluk kaki Chanyeol dengan tangan ringkihnya.
"Aku sungguh mencintaimu..." air mata terus bercucuran di matanya.
Chanyeol yang marah itu pun menendang perut Baekhyun, tergambar jelas kemurkaan di wajah tampan Chanyeol yang biasanya terhiaskan senyum ramah.
Sambil menghetakkan kakinya Chanyeol berjongkok mengambil pakaian Baekhyun dengan tatapan jijik lalu melemparkan pakaian itu kepada Baekhyun yang masih menangis.
"Keluar dari apartemenku sekarang juga!" suruh Chanyeol dengan murka, Baekhyun menggeleng lemah.
Dengan kasar, Chanyeol menarik lengan Baekhyun untuk berdiri lalu membawanya ke depan pintu apartemennya. Di dorongnya tubuh telanjang wanita itu keluar dari apartemennya, sampai Baekhyun jatuh terduduk.
"Mulai detik ini, aku tidak ingin melihat wajah jalangmu lagi." Ucap Chanyeol sambil menutup keras pintu apartmennya.
"Aku mencintamu Chanyeol..." Baekhyun kembali meneteskan air matanya.
TBC
Jahat? Maap... Lama update? Maaf banget... Pendek? MAAAAAAF
Akhirnya bisa update huhuhuhuhuhu, terima kasih buat yang udah follow, favorite, dan tentunya yang review! Yang siders pun aku ngucapin terima kasih karena udah bersedia baca karya nistaku :`) semoga ga mengecewakan yaaaaa
ChanBaek Luv : ini dramanya bakal lama... banget -_-
Baexian ree: iya gitu... kasian yea
Park FaRo : udah yaaa
: udah niiih makasih ya udah review
LeeEunin : iya anaknya canyol ko...
DarkLiliy : Baek mencintai Chan...
Jung Eunhee : pengennya enggak :/
Yewook Turtle : Baekhyun putus asa...
Maple fujoshu2309 : iya bener!
Aria Sweden : terima kasiiih
Isyarahfeni : selamat menikmatiii
Septhaca : semoga bagus ya...
ShinJiWoo920202 : perasaan pertemanan aja kayaknya
Chanchan61 : ini lanjutlah
Alint2709 : makasih...
Melizwufan : iya ya? Maap..
Rima-TAOma : muuph qq
CussonBaekby : waduh -_-
Nam mingyu : jangan jangan... *zoom in zoom out*
Sayakanoicinoe : maacy eaq
.39 : iya kasian -_- maksa sih
i-Baek : karena gue gak suka Chansoo! Samaan kita!
Laxyovrds : udah yaaa
Deplujung: PASTI! KAISOO! KAISOO!
Chinenyvri : waduh chinen! Mana yuto XD
Big Thx to
DarkLiliy, Dhea485, Galaxy YunJae, Jung Eunhee, KimRyeona19, LeeEunin, Maple fujoshi2309, PRae15Cha12, Rima-TAOma, Riyoung17, aidasuraya97, baexian ree, chika love baby baekhyun, chinenyvri, exo88sulay, .39, kalsowoon, kotakpensil, laxyovrds, nam mingyu, , rinirhm30, sayakanoicinoe, sicafiramin, yehetmania, Blacknancho, Dhea485, NiniKkam, Park FaRo, Yewook Turtle, aidasuraya97, alint2709, cici fu, deestoria, diahsshii, , , rinirhm30, sayakanoicinoe, summerbaek, teleportbabies
