Selamat membaca,

xXXx

Hinata sampai tepat waktu di Rumah sakit, malam ini dia akan menggantikan temari untuk berjaga di ICU

"Sekali lagi terimakasih Temari-san" ucap Hinata sambil membungkuk kan badan nya

"Tidak masalah, aku juga tidak ada yang di kerja kan"

"Tetap saja aku harus berterima kasih" ujar Hinata

"Baiklah Hinata, kalo begitu aku pulang dulu.. Jaa nee"

"Jaaa Temari"

Selepas kepergian Temari, dia segera menuju ruangan ICU untuk melakukan absensi.

Hinata melirik jadwal jaga malam ini, ternyata malam ini dia di temani oleh Shikamaru, Kiba, dan Tenten.

Puk

"Hai Hinata, melamun kah???"

"Kiba.. kau mengagetkan ku" Hinata menggerutu karena terkejut

"Kau saja yang melamun, knp menyalahkan ku!!"

Hinata yang merasa ini bahasan yang tidak berguna, maka lebih baik dia meninggalkan Kiba menuju meja nya.

"Hinata semua untuk pemeriksaan rutin sudah di siap kan" ujar tenten

"Baiklah aku bereskan ini dulu setelah itu kita lakukan pemeriksaan" sahut Hinata

Tepat jam 7 malam Hinata, Tenten, dan Shikamaru memulai pemeriksaan rutin nya.

Malam ini di ruangan ICU hanya ada 8 pasien, mereka memulai dari seorang pria tua yang mempunyai penyakit jantung.

Mencek Tekanan darah, menggunakan stetoskop untuk mendengarkan dada pasien, lalu di akhiri dengan sebuah suntikan berisi cairan obat. Begitu seterus nya sampai ke delapan pasien mendapatkan pemeriksaan rutin.

"Hah akhir ny selesai juga" Ucap tenten

"Mendokusai" sahut shikamaru

"Kau orang yang tidak punya selera hidup tuan koala" ujar tenten

Shikamaru hanya mengangkat bahu nya seolah dia tidak peduli apa yang di ucapkan oleh Tenten.

xXx

Hinata sedang asyik membaca riwayat seorang pasien sampai Tenten datang ke meja nya

"Bagaimana dia Hinata??" tanya Tenten

"Siapa maksud mu??"

"Ck, sapa lagi kalau bukan Uchiha Sasuke"

"Ehm selain kasar, cuek dan tidak tau terima kasih dia juga seperti nya misterius, kau tahu maksud ku kan..."

"Ya aku paham" sela Tenten " dia meninggalkan kertas itu tanpa bicara apapun, memang aneh tapi siapa tahu itu untuk membalas kebaikan mu"

"Dengan cek senilai 100.000¥, kau gila" desis Hinata

Tenten hanya mengankat bahu mendengar pernyataan Hinata.

"Aku akan mengembalikan nya" walaupun Hinata dengan ragu mengatakan nya, tapi hati nya mantap ingin mengembalikan cek tersebut

"Sekarang kau yang gila Hinata" ujar Tenten setengah marah mendengar penuturan Hinata

Mulut Hinata hanya melongo mendengar tenten menggerutu, apa salah nya, dia hanya tak ingin menggunakan apa yang bukan hak nya, siapa tahu cek itu tak sengaja tertinggal.

Semakin Hinata memikirkan kepala nya terasa pening, mungkin saat ini lebih baik Hinata menyimpan nya dahulu.

Sekarang sudah jam satu malam saat ini giliran Hinata untuk istirahat, dan pemberian obat setiap delapan jam akan di lakukan Kiba dan Tenten.

xXxXx

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah satu bulan cek itu berada di tangan Hinata. Walaupun terkadang Hinata tergoda ingin mencairkan nya, tapi dia tetap bersikukuh itu bukan hak nya.

Siang ini Hinata betugas di ICU seperti biasa, seperti nya sebentar lagi akan masuk waktu makan siang.

Hinata sudah selesai dengan tugas nya tinggal menunggu Tenten lalu pergi ke kantin rumah sakit.

"Hinata, sudah lama menunggu kah??" Tanya Tenten

Hinata hanya tersenyum sambil ber ujar " lumayan, dan kau harus membayar nya"

Tenten pun hanya tertawa mendengar guyonan Hinata

xXx

Sekarang di meja kantin mereka sudah berkumpul ada Shikamaru, Kiba, Tenten dan Hinata.

"Berapa hari ini tokyo sering di guncang gempa ya" ujar Kiba

"Kau benar Kiba, gara-gara gempa kemarin vas bunga yang baru kebeli pecah, huh, sial!" Ujar Tenten

"Kita harus lebih waspada saat ini, seperti nya gempa susulan masih terjadi" sahut Kiba

Disaat Hinata dan yang lain akan menyuap makanan tiba-tiba meja mereka bergetar, piring-piring bergerak dengan cepat Kiba berteriak untuk sembunyi di bawah meja, Hinata dan Tenten yang kaget langsung bersembunyi, lain hal nya shikamaru yang di tarik oleh Kiba.

Disaat Kiba dan Tenten merapal do'a agar mereka selamat, Hinata merasakan ada yang aneh, kenapa semua orang melihat mereka bukankah seharus nya mereka juga sembunyi. Seolah menyadari tatapan Hinata, dengan cepat Shikamaru melihat sekeliling

"Dasar bocah sialan" rutuk shikamaru

Ctak

"Aduhhh Shika apa yang kau lakukan" teriak Kiba, tidak terima kepala nya dipukul

"Kau membuat kita seperti orang bodoh"

"Maksud mu" tanya Kiba dengan polos

" Lihat di sana" shikamaru menunjukan dengan dagu nya

Seorang pekerja kontruksi yang sedang mengebor untuk melakukan perbaikan jalan membuat beberapa tempat di sekitar nya ikut bergetar.

" Ini benar-benar bodoh" ujar Kiba

"Ini konyol" Tenten berucap

"Ini sangat memalukan" ucap Hinata

Mereka mendesah pasrah dibawah meja menjadi tontonan satu kantin.

"Apa kalian baik-baik saja" ujar salah seorang rekan mereka yang terlihat bingung dengan empat orang dokter muda itu.

"Ya kami baik-baik saja senpai" ujar Hinata setengah mengintip dari bawah meja.

"Ya kami hanya... Men..cari sesuatu.. ya sesuatu , iyakn Kiba, Shikamaru" berusaha menahan malu.

"Kau benar-benar bodoh, Kiba" desis shikamaru

Kiba yang ditatap nyalang Shikamaru hanya menelan ludah nya, Kiba sebenar nya ingin membela diri tapi begitu melihat tatapan Shikamaru diri nya langsung ciut.

Shikamaru lah yang pertama pergi dari kantin disusul dengan Hinata yang menundukan kepala nya berusaha menutupi wajah nya karna malu, sedeang kan Tenten dan Kiba masih membungkuk beberapa kali seraya mengucap kan "gomen" kepada rekan-rekan yang lain

xXXxxx

Hinata masih menggerutu sepanjang lorong rumah sakit, 'Kiba benar-benar bodoh' begitulah rutuk nya.

Dan di saat itulah seorang pria berperawakn tinggi dengan rambut raven melintas di depan nya, lebih tepat nya menuju lift.

Hinata masih memandang pria yang sibuk dengan telpon genggam nya itu sembari menunggu lift terbuka.

Ting

Denting bunyi lift terbuka itu menyadarkan Hinata bahwa pria itu adalah Uchiha Sasuke, dengan cepat Hinata berlari tapi terlambat Sasuke sudah masuk ke dalam lift.

Hinata yang mengetahui Sasuke ke lantai dasar segera menuju tangga darurat, dengan setengah berlari Hinata menuruni tangga yang untung nya hanya dua lantai.

Tepat di lantai dasar Hinata menoleh kesana kesini guna mencari sosok Sasuke, dan saat Hinata menemukan nya dia segera berlari lagi, tapi takdir berkata lain Sasuke lebih dulu masuk kedalam mobil nya dan pergi.

Hinata yang melihat itu hanya terdiam, sudah di depan mata hanya tinggal sedikit lagi, kenapa aku hari ini sial sekali rutuk Hinata.

"Hufftt"

Hinata hanya melangkah gontai kembali ke dalam rumah sakit.

Tbc

Ini kaya ny gak dapet feel nya.. tapi maksa up.. nanti mungkin bakal revisi..

Salam hangat Miko