WE ARE BROTHERS

Cast : Cho Kyuhyun, Cho Siwon *Cast akan bertambah seiring cerita

Genre : Brothership, Family, Drama, Angst, Hurt/Comfort

Warning : Typo(s) dan tidak sesuai EYD.

Disclaimer : All Cast isn't mine but this plot story is mine.

Don't like Don't read, Don't bash!

-Enjoy Reading!-

"Siwon hyuuung .. ! Aku pulaaaaang!"

Siwon menoleh begitu mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya, ia segera tersenyum begitu mendapati wajah yang sudah dua hari ini tidak dilihatnya. Kyuhyun. Ya, dongsaengnya baru saja sampai di apartemen setelah melakukan acara camping di sekitar kota Busan.

"Kau sudah pulang? Bagaimana acara campingmu? Menyenangkan?"

Siwon tertawa kecil begitu melihat Kyuhyun menghempaskan badannya di sebelahnya. Tas dan beberapa peralatan lain telah dibawa masuk ke dalam kamar Kyuhyun oleh beberapa orang pelayan. Meski tempat ini merupakan sebuah apartemen, namun Siwon menyewa beberapa orang pelayan untuk melayani kepeluan sehari-hari dirinya dan adiknya. Bisa dikatakan bahwa ini bukan benar-benar sebuah apartemen. Apartemen ini terletak di kawasan mewah pusat kota Seoul dengan fasilitas lengkap. Belum lagi ukuran kamar apartemen yang dibeli Siwon ini, seukuran dengan sebuah rumah besar!

Siwon menutup buku tebal yang sebelumnya ia baca. Ia kemudian membuat badannya serilex mungkin dan mulai menatap adiknya. Menunggu berbagai cerita yang siap terlontar dari mulut sang adik.

"Ne. Menyenangkan dan semuanya lancar. Hyung tau tidak? Kemarin saat aku memancing, aku berhasil mendapatkan ikan sebesar ini!"

Mata Kyuhyun berbinar ketika ia merentangkan tangan, memperlihatkan sebesar apa ikan tangkapannya kepada sang hyung, sedangkan Siwon hanya tertawa renyah sambil menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat betapa polos dongsaeng tersayangnya.

"Haha .. tentu saja, Kyu. Kau memang adikku yang paling hebat!"

Siwon membuat gerakan tangan mengelus surai coklat Kyuhyun. Kyuhyun yang mendapat perlakuan seperti itu langsung memajukan mulutnya dan menggerutu tak jelas. Melihat hal itu, Siwon langsung merangkul Kyuhyun dan menarik kepala Kyuhyun ke pangkuannya dengan lembut.

"Hyung! Aku bukan bayi!"

Kyuhyun masih saja menolak ketika Siwon memaksanya berbaring dan menyelipakan sebuah bantal, di antara paha Siwon dan kepala Kyuhyun. Namun akhirnya Kyuhyun mengalah dan membaringkan tubuhnya yang lelah. Camping selama dua hari bersama teman-teman universitasnya telah menguras tenaga meskipun memang sangat menyenangkan.

"Hyung, kapan kita akan mengunjungi nae eomma-appa?"

Kyuhyun tiba-tiba teringat percakapan terakhir lewat hubungan telepon dengan orang tuanya dua bulan silam. Eommanya mengatakan bahwa ia harus menjadi anak yang baik dan lulus dengan cepat agar bisa pindah ke New York bersama kakaknya. Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang kakak. Siwon hanya tersenyum sambil mulai mengelus rambut ikal Kyuhyun.

"Nae eomma-appa sedang sangat sibuk, Kyu. Kemarin mereka menelpon hyung. Katanya, mereka sedang berkeliling kota Eropa dan Amerika untuk menghadiri pertemuan internasional."

Kyuhyun berusaha menyembunyikan rasa kecewanya. Ia sudah dua bulan tidak bertemu dengan kedua orang tuanya. Alasan pekerjaanlah yang memisahkan jarak antara mereka. Kedua orang tuanya sangat sibuk mengurusi perusahaan kakek semenjak kakek meninggal tiga tahun silam. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan tingkat internasional, sehingga kedua orang tuanya harus turun langsung untuk menangani perusahaan tersebut.

"Kapan mereka memiliki waktu senggang hyung?"

"Semoga dalam waktu dekat ini, Kyu."

Percakapanpun terhenti. Tak ada yang melanjutkan pembicaraan tersebut. Siwon tenggelam dalam pikirannya sendiri sambil terus mengelus surai coklat milik dongsaengnya.

"Tidurlah, Kyu. Kau pasti capek."

Siwon tersenyum begitu menyadari kedua kelopak mata Kyuhyun telah terpejam. Ia terus membelai rambut Kyuhyun hingga Kyuhyun tertidur pulas di pangkuannya. Terdengar sedikit dengkuran halus dari Kyuhyun. Siwon masih saja memandangi wajah polos Kyuhyun yang sedang tertidur. Berbagai perasaan dan pikiran mulai berkecamuk saat melihat wajah polos adiknya.

Kyu …

Siwon terus menatap wajah Kyuhyun hingga tiba-tiba rasa kantuk mulai menyerang Siwon. Tak heran, ia memang bekerja lembur setiap hari selama Kyuhyun pergi camping. Ia berusaha menyelesaikan semua pekerjaannya, agar saat Kyuhyun pulang, ia dapat menemani Kyuhyun dengan baik. Mengikuti adiknya, Siwon akhirnya juga jatuh tertidur di sofa, dengan senderan sofa sebagai penumpunya.

.

.

.

Siwon terbangun ketika mendengar suara berisik yang menganggu tidurnya. Ia melihat sekeliling dan tersadar bahwa ia sedang berbaring di atas sofa, lengkap dengan selimut dan bantal di bawah kepalanya. Hari masih gelap, tapi sepertinya berisik sekali di kamar mandi. Dan .. dimana Kyuhyun?

Merasa penasaran, Siwon menyingkap selimutnya dan berjalan ke arah kamar mandi di sebelah dapur. Ia berjengit ketika mendengar suara … orang batuk? Bagai tersambar petir, Siwon langsung berlari dan dengan kasar membuka pintu kamar mandi, menampilkan sosok seseorang yang sungguh ia khawatirkan sekarang.

"Kyuhyunnie!"

Siwon langsung berjongkok di sebelah Kyuhyun dan membantunya membersihkan mulutnya. Sepertinya Kyuhyun baru saja muntah, dan dugaan Siwon benar, karena beberapa detik setelah ia membersihkan westafel, Kyuhyun kembali muntah, meski hanya air yang keluar. Siwon langsung mengelus punggung Kyuhyun, membantunya merasa lebih baik.

"Mianhe, hyung … mianhe …"

Kyuhyun berucap lemah ketika ia dipapah Siwon menuju kamarnya.

"Shh .. bicara apa kamu Kyuhyunnie. Tak ada yang perlu dimaafkan."

Siwon mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun saat dirasa tubuh Kyuhyun semakin lunglai. Berat tubuh Kyuhyun telah berpindah hampir seutuhnya di kedua lengan kekar Siwon.

Setelah sampai di kamarnya, Siwon langsung menidurkan Kyuhyun di atas kasur dan segera mengambil jaket tebal miliknya. Ia memasangkan jaket tersebut pada tubuh Kyuhyun yang menggigil kedinginan.

"Tidurlah … hyung akan berjaga di sini."

Siwon kembali mengelus rambut Kyuhyun dengan perlahan.

"Apa kau salah makan? Atau masuk angin?"

Siwon bertanya setelah beberapa saat keheningan menyelimuti mereka.

"Aku tidak apa-apa hyung, percayalah. Ini cuma mual biasa."

Kyuhyun tersenyum menenangkan, meski di mata Siwon senyum itu terlihat palsu. Terkadang semangat Kyuhyun berlawanan dengan kekuatan tubuhnya. Daya tahannya sangat lemah sehingga apabila ia merasa terlalu capek, maka tubuhnya akan dengan mudah drop. Bahkan uisa sudah menyarankan untuk melarangnya mengikuti acara-acara yang menguras tenaga, namun apa daya, tak seorang pun mampu mencegah Kyuhyun, kecuali dirinya sendiri.

Tanpa tersadar, Kyuhyun telah masuk ke dunia mimpi, meninggalkan Siwon yang masih setia mengelus kepalanya, berusaha menghilangkan kerutan sakit yang terpancar dari wajah polos dongsaengnya.

Siwon tahu benar apa yang diderita Kyuhyun sejak kecil. Meski secara fisik terlahir dengan sempurna, Kyuhyun memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Ia telah menderita pneumothorax sejak kecil. Selain itu ia juga mengalami trauma berat dengan apapun yang berhubungan dengan darah dan genangan air yang luas.

Siwon mengepalkan tangan ketika Ingatannya melayang ke kejadian beberapa bulan silam. Peristiwa tersebut membuat kondisi adiknya sering naik-turun, meski semenjak satu bulan ini keadaannya jauh lebih membaik. Sejak kejadian itu, Siwon telah bertekad akan melindungi dan tak akan membiarkan apapun serta siapapun mencelakai Kyuhyun, meski seujung rambut sekalipun.

Ia kemudian memandangi wajah Kyuhyun yang telah terlelap damai.

"Hyung janji akan berbagi kekuatan yang hyung miliki denganmu, Kyu." Ucap Siwon dengan lirih.

TBC

.

.

.

Tentu dengan membaca chapter ini timbul banyak teka-teki

Maklum chapter pertama.

Semoga kalian menantikan chapter selanjutnya!

.

.

Tolong berikan kritik dan saran agar author mampu menulis lebih baik lagi.

Kamsahamnida

Saranghae readers ~