Chapter 2

Ia membereskan kamarnya dan mengajak masuk hime. Hime terlihat sangat antusias setelah melihat rak-rak buku yang terpampang indah di kamar Yongguk. "Kau ingin membacanya? Baiklah, akan ku ajari kau membaca!"
_

"ini A, ini B" ucap Yongguk mengajarkan 'kucingnya'. Himchan terlihat sangat antusias untuk belajar. Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 10 malam, waktu untuk himchan tidur.

"Baiklah, sekarang sudah waktunya kau untuk tidur" ucap Yongguk yang disusul kedipan mata lucu Himchan. Yongguk membereskan semua buku yang berserakan dan langsung tidur di tempat tidurnya. Yongguk menepuk-nepuk bagian yang kosong ditempat tidurnya, "sini, mari tidur" ucapnya. Himchan dengan semangat lari menuju tempat tidur Yongguk dan langsung menutup matanya.

Setelah melihat Yongguk yang sudah tidur lelap, Himchan mempunyai inisiatif untuk membaca semua buku yang ada di rak-rak Yongguk. Satu-persatu bukunya ia ambil dan ia baca, dengan telatennya ia membaca hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, ia begadang demi membaca buku-bukunya itu.

Yongguk terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari yang masuk melalui jendelanya. Ia mengerjapkan matanya tatkala melihat Himchan sedang duduk focus membaca buku-bukunya. Cahaya matahari dan angin musim semi menerpa wajah mulusnya. Dan lihat! Kuping kucing kanannya yang turun terlihat sangat imut.

"sedang apa kau, himchan?" sapa yongguk mengagetkan Himchan yang tengah serius membaca. "kau mengagetkanku, ah, selamat pagi ^^" jawab himchan yang disertai kagetan dari Yongguk. Mungkin rahang yongguk sdah jatuh kelantai saking kagetnya bahwa Himchan dapat berbicara. "kau.. kau bisa berbicara?!" "ya, aku bisa setelah membaca semua bukumu" himchan menunjuk buku-buku yang berserakan, buku-buku yang telah ia baca. "kau.. membaca semua ini dalam 1 hari?" "ya, dan ini buku terakhirmu, tapi aku sedikit bingung, mengapa disini perempuan-perempuannya hanya memakai baju minim?" Tanya Himchan polos. Yongguk yang baru bangun tidur dan sedang mengumpulkan nyawanya langsung melebarkan matanya, ia segera mengambil buku tersebut dan menyembunyikannya dibelakang badan kurus Yongguk. "i..ini namanya majalah, jangan pernah membaca majalah ini lagi, mengerti?!" jawab Yongguk panic dan ternyata majalah tersebut adalah majalah yang ia pinjam dari Daehyun yang ia belum sempat membacanya.

"ta..tapi-" "tidak, ini milik daehyun, sudahlah ayo kita mani dan segera pergi ke rumah daehyun untuk mengembalikan ini" jawab yongguk cepat dan disertai lelehan keringat dingin dipelipis kanannya.

"mandi? Apa itu?" himchan bertanya seraya memiringkan kepalanya kekanan, membuat ia seperti kucing sungguhan. Yongguk bingung bagaimana menjelaskannya, tiba-tiba, ia mempunyai ide untuk memberitahu apa itu 'mandi' kepada himchan. Yongguk segera mengajak himchan untuk ke kamar mandi. Ia membantu membukakan pakaian himchan.

Dag..digg..dugg..

Jantung himchan berdetak cepat tatkala ia mulai membantu membuka pakaian himchan. Himchan dengan mata kucingnya hanya terdiam karena tak tahu situasi sekarang ini.

"kau tidak membuka pakaianmu juga?" Tanya himchan polos. "ah.. aku sudah mandi, kali ini kau saja yang mandi, tak apa kan?" jawab Yongguk. Himchan menjawab dengan hanya anggukan lemah dikepalanya, tanda ia mengerti. "nah, sekarang kau masuk ke bath up, aku sudah mempersiapkan busa yang menggunung untukmu. Himchan menengok kearah bath up dan ia membuka lebar mata kucingnya. Busa-busa yang sangat banyak telah memenuhi bath up tersebut. Ia mulai memasukan satu kakinya, disusul dengan kakinya yang lain dan kemudian ia berendam. Ia tertawa geli setelah Yongguk iseng menempelkan busa ke rambut himchan. "baiklah, kau hadap sana, akan ku gosok punggungmu" setelah diberitahu yongguk untuk menghadap kearah lain, akhirnya himchan menurutinya. Yongguk mulai menggosok punggung halus dan putih itu. "sangat bersih.. apa kau, seorang malaikat?" Tanya yongguk dalam hati. Himchan menggerakan kupingnya, tanda ia suka atas sentuhan-sentuhan yang dilakukan yongguk padanya. "uhh.. itu geli.." pout himchan setelah yongguk mulai menggosok bagian lehernya. "apakah sangat geli? Hmm?" goda yongguk mencium leher himchan. Himchan yang sedang memunggungi yongguk pun tertunduk dan ia blushing. Ia memegangi kedua pipinya dan mengatakan sesuatu dengan polosnya, "mengapa pipiku panas?" yongguk memecahkan tawanya saat himchan mengatakan itu. Mereka akhirnya bercanda hingga tak terasa bahwa himchan sudah selesai untuk mandi.

Yongguk mengambil baju untuk himchan dan himchan sekarang ini tengah menggoyangkan pundaknya. Ia lupa bahwa ia adalah seorang manusia sekarang ini. "ya! Kau kan manusia, bagaimana bisa kau tetap melakukan kebiasaanmu dulu?" kesal yongguk karena sekarang lantai kamarnya basah karena himchan. Himchan memasang muka sedih dan membuat yongguk gemas ingin menciumnya. "oh. Maaf.. bukan.. bukan maksudku begitu.." ucap yongguk merasa bersalah. Himchan langsung mengambil kasar baju yang ada ditangan yongguk dan membawanya ke kamar mandi. Sekarang ia sudah tau cara untuk memakai baju. Dengan langkah kasarnya. Ia pergi meninggalkan yongguk sendirian dikamarnya.

Mereka berbaring dikasur milik Yongguk, tetapi, himchan memunggungi yongguk. Himchan masih ngambek karena oerkataannya tadi. "chan.. chan-ah.." panggil yongguk lembut. "chan-ah, jawab aku.." yongguk masih berusaha untuk memanggil himchan, tetapi sama sekali tidak ada jawaban dari manusia 'kucing' tersebut. Ekor milik himchan bergoyang-goyang menandakan ia ingin sesuatu. "miaw.." yongguk kaget setelah mendengar himchan mengeong. Yongguk langsung memeluk himchan dari belakang seraya mengucapkan kata maaf. "aku.. minta maaf"

….

HAALLOWW hehe

Aku histeris setelah melihat himchan upload foto dia sama yongguk huhu flashback ceritanya ya? Wkwk

Jangan lupa review nya ya, aku greeget bgt kalau ngebayangin himchan itu kucing T.T

Makasih yang udah baca :3