A KyuMin Fanfiction from

Kazha KazuhaJOY / Kazhazious

Proudly Present :

Be Locked by Soul

Warning :

YAOI, Boyslove || Crime, Thriller, Romance and lil bit Angst || M Rated for Blood Scene || Typo(es) || OOC ||

Disclaimer :

This fic is Mine,

all the stories in it purely hatched from my rotting brain, kkk

I'am a KyuMin Shipper

This is my second work after Pink In The Blues ^^

so

Plagiatism, Copy Paste, Bash and Flame, Don't Allowed!

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ !

.

Background Music : B.A.P – One Shot

.

Summary:

Sebuah kegilaan memonopoli seorang namja yang baru saja di kenalnya, Kyuhyun terhadap Lee Sungmin. Membunuh adalah pekerjaannya untuk melancarkan obsesinya untuk mempertahankan Lee Sungmin yang dengan paksa telah menjadi miliknya.

Tapi Sungmin bahkan telah mempersiapkan diri untuk membunuh Kyuhyun, dia menegaskan bukan seorang yang hina sebagai korban obsesi dan mahluk menjijikan budak seorang gay.

.

.

.

Happy Reading & enJOY^^~

.

.

.

Chapter 2

.

.

Sungmin memandang hamparan lembah yang begitu luas didepannya, seharusnya tempat ini menjadi tempat yang bisa membawa perasaan nyaman untuk siapapun, tapi tidak untuk saat ini.

Sungmin berdiri di antara keluarganya yang tengah menaburkan debu putih, kontras dengan baju tradisional mereka yang berwarna hitam. Semua orang menangis dengan begitu kehilangan dan tak rela. Hanya ia yang tidak menangis, matanya yang membengkak dan jejak air mata yang telah mengering di wajahnya.

Perasaan semakin tersayat, ketika ini adalah debu terakhir yang di taburkan ibunya. Debu dari jenazah Siwon yang memang dari awal, telah hangus terbakar bersamaan dengan mobilnya, membuat pihak keluarga mengambil beberapa jejak debu yang ada di sekitar tempat kejadian.

.

.

Semua orang telah pergi, hanya tinggal menyisakan Sungmin, ibu, ayah, tunangan Sungmin dan Jungmo sahabatnya. Ibu tiri Sungmin yang tak henti-hentinya menangis sambil memukuli dadanya, membuat Sungmin semakin terluka dan menatap ibu tirinya itu dengan perih. Ia menunduk dalam, menyalahkan dirinya lebih banyak.

"Siwon anakku, kenapa semua ini harus terjadi padamu… Kenapa kau tega meninggalkan eomma.." Sungmin akhirnya tak bisa menahan beban tubuhnya, ia beringsut tersungkur ke tanah. Bagaimana bisa ia seolah baik-baik saja sekarang, pikirannya kacau dengan apa yang telah terjadi.

Ia sungguh tak bisa melihat ibu tirinya seperti ini, ia benar-benar merasa begitu bodoh dan jahat.

Grepp

"Kau harus kuat Sungmin-hyung.."

Jungmo memeluknya dengan iba, Sungmin tak bisa berkata apa-apa. Ia larut dalam penyesalan dan kehilangan yang sangat dalam tentang kematian Siwon.

Sungguh tak ada yang curiga dengan apapun yang terjadi tentang kematian dan ledakkan itu, meskipun Sungmin bilang bahwa ini pembunuhan yang direncanakan namun semua orang tak ada yang percaya. Polisi hanya bilang bahwa dengan bukti yang ada di TKP, dapat disimpulkan bahwa Siwon di rampok karena disana di temukan benda tajam sebelumnya, dan dompet Siwon yang ada di sekitar tak jauh dari mobil, di temukan kartu kredit dan uang tunainya sudah tak ada. Selebihnya polisi tak bisa menyimpulkan apapun, karena sang korban sudah tak berwujud dan tempat kejadian jauh dari kamera CCTV yang terpasang di jalan tol tersebut.

Bagaimana bisa polisi berkata seperti itu, apa mereka telah di bodohi.

Degg !

Sungmin merasakan firasat buruk, dengan ia kasar mendorong tubuh Jungmo. Sungmin mengedarkan pandangannya, terlihat ada kilatan ketakutan disana.

Jungmo sangat heran dengan perilaku Sungmin "Ada apa hyung?"

Sungmin menatap Jungmo dengan khawatir, kemudian menatap tunangannya yang tengah menenangkan ibunya di mobil. Pandangan matanya menyiratkan bahwa ia benar-benar tak tahu harus bagaimana, ia begitu gelisah.

Sungmin berbisik "Menjauh dariku Jungmo!"

Ia segera berdiri, Jungmo benar-benar tak mengerti apa maksud Sungmin. Apalagi Sungmin berjalan mundur seperti ketakutan, Jungmo kembali mendekati Sungmin berniat untuk menenangkan.

Brug !

"Menjauh kataku !"

Sungmin mendorong hingga Jungmo terjatuh ke tanah, kemudian ia berlari tanpa arah, meninggalkan Jungmo tanpa penjelasan apapun. Jungmo menghela nafasnya, ia tahu Sungmin sangat menyayangi Siwon meskipun dia kakak tirinya, begitupun dengan Siwon terhadap Sungmin. Ia mengerti perilakunya barusan pasti karena Sungmin sangat kehilangan Siwon.

Jungmo segera berdiri dan merapihkan jasnya "Eh, apa ini?" Ia merasa ada sesuatu yang terselip di antara jassnya "Kertas?" Dengan penasaran ia membuka remasan kertas kecil itu

"8. 5. 12. 16. . 13. 5."

'Apa ini?'

.

.

.

Sungmin tertunduk, tak berniat sedikitpun bersuara ataupun mengangkat kepalanya.

"Kau belum makan dari tadi, Ming..Ayolah.."

Suara bariton milik Kyuhyun menginterupsinya, ia tengah menyodorkan makanan lezat di hadapannya. Namun sayang, sedikitpun ia tak tertarik. Sungmin lebih tertarik memejamkan matanya dan memainkan ujung jarinya. Kyuhyun menyimpan kembali makanan itu ke meja, Kemudian menatap Sungmin dengan penuh sayang.

Tangannya terulur menyentuh surai hitam Sungmin "Aku tak ingin kau sakit Ming.."

Dengan segera Sungmin menepis tangan laknat itu, ia benar-benar benci dengan mahluk yang ada di hadapannya ini. Sikap manis memuakkannya ini Sungguh tak pantas dengan kejahatannya yang tak bisa ia maafkan. Tangan kotor itu, tangan kotor yang telah membunuh kakaknya.

Kyuhyun akhirnya memandang Sungmin dengan datar namun dalam "Aku hanya menyentuh beberapa helai rambutmu Ming, kenapa kau sekasar itu. Bahkan laki-laki jelek tadi memelukmu, kau tak menolaknya"

Sungmin terperangah kaget, firasat buruknya benar-benar nyata. Ternyata Kyuhyun benar-benar tak membiarkan Sungmin menghilang dari pandangannya walau sedetik, ketika Sungmin bilang ingin menghadiri prosesi penghormatan terakhir pada Siwon.

Sungmin segera menatap Kyuhyun dengan memelas "Bukan, bukan dia yang memelukku tapi aku yang—"

"Kau tak pintar berbohong Ming.. lagipula aku melihat acara tadi siang tanpa melewatkanmu sedikitpun" Kyuhyun membalas tatapan Sungmin dengan sedikit kemarahan disana.

Sungmin menelan ludahnya dengan susah payah, ia benar-benar tak mau sesuatu yang buruk terjadi terhadap Jungmo. Kyuhyun benar-benar tak bisa dianggap main-main dengan perkataannya, terbukti dengan apa yang telah terjadi pada Siwon. Meskipun Sungmin tak mengenal Kyuhyun namun, orang seperti Kyuhyun sepertinya tak bisa ia remehkan dalam hal berbahaya.

"Kau tenang saja, aku takkan pernah bertemu lagi dengannya" ujar Sungmin sambil berdiri berniat meninggalkan ruangan tersebut.

"Tapi dia sudah menyentuhmu di depan mataku Ming, aku sungguh tak tenang.." Kyuhyun ikut berdiri menyusul jejak langkah Sungmin yang terhenti karena perkataannya.

Sungmin tak tahan lagi, dan segera berbalik menatap Kyuhyun dengan jijik dan benci.

"Sebenarnya kau ini siapa hah? ! aku telah menyetujui untuk meninggalkan kehidupanku dan tinggal bersamamu agar kau tak melakukan lagi apa yang telah kau lakukan pada Siwon hyung! kenapa kau seenaknya mempermainkan hidupku !"

Sungmin memaki Kyuhyun dengan penuh amarah, tidak. Orang yang ada di depannya ini tak normal. Dia benar-benar gila.

Setelah terjadi ledakan itu, Kyuhyun membawanya ke rumah ini. Orang ini menawarkan, oh tidak, lebih tepatnya mungkin mengancam Sungmin untuk tinggal bersamanya dan meninggalkan kehidupannya maka Kyuhyun tak akan pernah menyakiti ataupun membunuh orang yang pernah menyentuhnya, meskipun itu orangtua Sungmin.

Tidakkah Sungmin merasa gila dengan ancaman seperti ini? Orang yang baru saja dikenalnya karena bisnis, dengan mudahnya membuat kehidupannya menjadi hancur seperti ini, dan tidak berdaya seperti ini. tidakkah ini begitu tidak adil untuknya?

Sungmin menjadi begitu frustasi dengan keadaan ini, bagaimana mungkin pernikahannya yang tinggal beberapa minggu lagi dengan tunangannya harus terhenti tiba-tiba. Dan yang lebih Sungmin pikirkan adalah keselamatan tunangannya tersebut beserta orangtuanya. Bagaimanapun caranya sekarang, Sungmin harus bisa mengamankan orang-orang yang ada di sekitarnya dari ancaman kegilaan Kyuhyun.

Bukan Sungmin tak bisa melawan, tapi akibatnya itu begitu fatal. Jika ia berontak sedikit saja, ancamannya ketika ia berontak maka saat itu juga akan lenyap satu nyawa orang yang ia kenal. Sungguh mengerikan bukan?

Kyuhyun nampak tenang menatap sungmin "Kenapa kau begitu menyayangi pengacara Choi yang hanya saudara tirimu eoh? Aku memang berjanji seperti itu, tapi yang kulihat tadi pagi itu di luar apa yang aku janjikan, sayang. Kau tahu, pelukan seperti itu hanya aku yang boleh melakukannya terhadapmu, seperti ini.."

Dengan paksa Kyuhyun meraih Sungmin ke dalam pelukannya, ia menyesap wangi tubuh Sungmin dengan seksama. Sungmin berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun, dan ia berhasil

"Kau pikir karena aku mau hidup denganmu, kau bisa seenaknya menyentuh tubuhku eoh? Sudah kubilang aku bukan gay sepertimu ! Menjijikkan !"

Kyuhyun mengeram kesal, dan kembali menarik Sungmin ke dalam dekapannya. Ia tatap manik hitam Sungmin itu dengan tajam.

"Jangan pernah menolakku Ming, karena siapapun tak berhak menyentuhmu seperti aku menyentuhku ! Kau pasti bisa menerimaku sayang"

.

.

.

.

Jungmo duduk termenung di café, tempat biasanya ia bersantai dengan Sungmin. Ia masih memandangi kertas lusuh dengan angka aneh yang ia dapatkan saat tadi pagi. Ia yakin itu adalah kertas dari Sungmin. Namun saat ia ke pergi ke rumah Sungmin, eomma-nya bilang bahwa semenjak mengurusi persiapan pernikahannya, Sungmin tidak tinggal di rumahnya dengan alasan terlalu jauh untuk bolak balik Seoul – Ilsan. Kemudian ia temui tunangan Sungmin, namun ia juga tadinya ingin menanyakan pada Jungmo tentang Sungmin, karena ia pun belum bertemu Sungmin setelah pemakaman. Begitupun saat Jungmo langsung pergi ke apartemennya disini –Seoul-, nihil.

Di lihat bagaimanapun angka-angka ini, tak bisa ia apa-apakan. Nomor telepon? Jelas bukan, tanggal lahir? Bukan. Lalu apa?! Jungmo mengerang frustasi.

Tuukk..

Ryeowook menaruh kopi pesanan Jungmo, kemudian mendudukan dirinya di hadapan Jungmo.

Nampaknya kehadirannya belum di sadari Jungmo, terlihat dia tetap memperhatikan sebuah kertas lusuh dengan fokus.

"ada apa Mo?"

Jungmo terlonjak sehingga kertas yang di pegang terjatuh di ke depan Ryeowook. Ryeowook menyerngit ketika membaca angka yang tertulis disana "8. 5. 12. 16. . 13. 5.?".

Jungmo mengangguk pelan, kemudian mengambil kembali kertas itu. Siapapun pasti akan menyerngit aneh melihat angka ini, buktinya sebelumnya Jungmo menanyakan hal ini terhadap teman-temannya namun mereka hanya menggeleng pelan.

"Ya Jungmo ! Apa itu undian nomor lotre? Eihh…Aku tak menyangka ternyata kau.."

Jungmo tersenyum aneh, bagaimana bisa Ryeowook berpikiran seperti itu terhadapnya, lagi pula mana ada nomor undian lotre dengan titik-titik di antaranya, setahu dia nomor undian lotre itu tanpa titik-titik namun, sebagai pembatas diantara banyak angka sesekali akan di selipkan tanda sambung. Tapi apa yang di katakan Ryeowook bisa saja bukan, itu adalah kebenaran? Ini hanyalah angka biasa, siapa tahu Sungmin habis bermain judi karena frustasi akan kematian Siwon.

Jungmo segera menggeleng 'Tidak, Sungmin-hyung bukan orang yang suka berjudi. Lalu apa ini?'

Jungmo menyerah, ia menyamankan duduknya lalu mengambil kopinya "Jangan menuduhku seperti itu hyung, lagipula apa ini terlihat seperti nomor undian lotre?"

Ryeowook memperhatikan kembali angka-angka itu, ia menggelengkan kepalanya namun sedetik kemudian ia seperti menemukan sebuah cahaya di kepalanya

"Ah, aku ingat ! Aku pernah melihat Sungmin hyung beberapa minggu yang lalu. Ia menulis seperti pesan namun dengan tulisan angka seperti ini, sama persis dengan titik-titiknya pula"

"Uhukk..Uhukk.."

Jungmo tersedak menelan kopi yang baru saja masuk ke tenggorokannya, Ryeowook yang panik kemudian menepuk-nepuk tengkuk leher Jungmo. "Kau ini kenapa Mo?"

"Katakan padaku hyung, apakah Sungmin hyung bilang sesuatu padamu hyung tentang ini?"

Ryeowook mengangguk " Eoh, saat kutanya Sungmin hyung karena penasaran, ia hanya menjawab 'ini sebuah kode rahasia untuk melamar pacarku' kemudian Sungmin hyung tak bilang apa-apa lagi, dia hanya tersenyum bahagia sambil berkutat dengan jari-jarinya seperti menghitung sesuatu"

Jungmo seperti menemukan jalan dari penjelasan Ryeowook 'Itu dia !'

Jungmo segera mengeluarkan alat tulisnya. Ryeowook memperhatikan keanehan Jungmo yang tiba-tiba bertingkah seperti Sungmin tempo hari. Tanpa banyak berpikir Ryeowook duduk kembali ke tempatnya tadi dan memperhatikan Jungmo.

Akhirnya Jungmo mendapatkan jawabannya, ternyata angka-angka ini adalah Nomor urutan dari Huruf alfabhet, kemudian titik-titik itu untuk berfungsi sebagai pembatas angka satu sama lain agar tidak menyatu dan dua titik di antaranya berfungsi sebagai spasi.

8 untuk H, 5 untuk E, 12 untuk L, 16 untuk P, 13 untuk M dan yang terakhir 5 untuk E.

Jungmo tertegun membaca hasil dari kode rahasia itu, mulutnya terbuka "HELP ME"

.

.

.

.

Sungmin menemukan dirinya terpojok di dinding kamar dengan tubuh yang terjebak diantara himpitan dinding dan tubuh Kyuhyun. Tubuhnya yang tak bisa leluasa bergerak karena tangan kekar Kyuhyun tengah mengunci pergerakan tangannya ke kedua sisi kepalanya, begitu pula dengan kakinya. Ia tidak bisa menendang bebas, kakinya terbuka di antara himpitan kaki Kyuhyun.

Kyuhyun yang telah menguasai keadaan, ia tetap betah memainkan lidahnya di dalam mulut sungmin. Bibir Sungmin yang begitu memabukan bagaikan Anggur, membuat Kyuhyun tak berhenti mencicipinya lagi dan lagi. Tak peduli bibir seksi itu akan sangat mengkilap dan membengkak karena ulahnya, justru menurutnya itu akan membuat Sungmin semakin seksi di matanya. Dengan bangga Kyuhyun akhirnya dapat menikmati manisnya bibir Sungmin, sejak pertama bertemu hasrat di dalam dirinya begitu menggelora terhadap Sungmin, ia tidak bisa menyia-nyiakan semua ini begitu saja.

Sedikitpun Sungmin tak menikmati semua ini, ia mengutuk dirinya yang tak bisa berbuat apapun dan direndahkan seperti ini oleh Kyuhyun. Hanya rasa jijik yang terpatri di dalam otaknya berciuman dengan seorang pria, tak pernah terlintas sedikitpun di pikirannya. Merona sudah pipi Sungmin karena kebutuhan oksigen yang mendesak, bibirnya bergetar di dalam kuluman bibir Kyuhyun. debaran jantung Sungmin yang terasa dengan mudah oleh Kyuhyun, maka dengan sangat tidak rela ia lepaskan tautan bibir mereka.

Ia tatap Sungmin yang tengah menghirup udara sebanyak-banyaknya, rasa puas melingkupi dirinya. Bagaimana Sungmin bisa seperti ini karena ulahnya, terengah dan bibir yang telah mengkilap begitu seksi dengan saliva milik mereka yang mengalir di sekitarnya. Kyuhyun mengusap lembut pipi sungmin, dan itu langsung disambut tatapan jijik dari Sungmin

"Kau begitu manis dan seksi Ming, bagaimana bisa aku bisa membiarkan tunanganmu itu menikmati semua ini darimu. Sungguh, aku tak bisa membiarkannya sedikitpun—"

Cuiihh !

Kyuhyun membelalakan matanya tak percaya, Sungmin telah meludahi wajahnya yang terpandang itu.

Sungmin tersenyum menghina "Mahluk menjijikan ! Kau pikir aku rela di perlakukan seperti ini olehmu eoh? Kata-katamu juga tak lebih sama menjijikannya dengan perilakumu! Kau hanya pantas mendapat itu dariku"

Tangannya yang terbebas dari genggaman tangan Kyuhyun, ia berusaha mendorong tubuh Kyuhyun. Namun gagal karena seketika Kyuhyun menghimpit kembali tubuhnya kali ini dengan kasar, sepertinya Sungmin telah melakukan hal yang salah, Karena terlihat mata Kyuhyun berkilat penuh amarah, bagaimana mungkin ada orang yang berani meludahi wajahnya ini. Terlebih ini dari orang yang ia cintai !

Sungmin sedikit menciut, ketika senyuman mengerikan itu terpampang kembali di wajah Kyuhyun. Kyuhyun menggunakan ujung jarinya untuk menelusuri wajah Sungmin, mulai dari mata, pipi, hidung dan akhirnya berakhir di bibir. Ia menatap bagian itu dan sedikit menekan-nekannya.

"Lee Sungmin, bibirmu ini sangatlah manis kenapa kau terus mengotorinya dengan perkataanmu yang tidak enak di dengar itu, apalagi kau menggunakannya untuk menodai wajahku seperti tadi"

Kyuhyun tetap menatap bagian itu, Sedikitpun Sungmin tidak merasa tersanjung dengan perkataan Kyuhyun yang memuji bagian tubuhnya tersebut.

Sungmin mendecih pelan "Kenapa kau tak suka eoh? Kau memang pantas mendapatkan itu, kau benar-benar pantas mendapat hinaan itu, atau akan kulakukan kembali agar kau sadar, bahwa kau itu menjijikan, kau itu gila !"

"Lee Sungmin !"

Kyuhyun menggeram marah menatap manik foxy itu dengan hasrat yang menggelora, kali ini sedikitpun Sungmin tak gentar. Ia membalas tatapan Kyuhyun dengan penuh perlawanan dan jijik, mungkin ada bagusnya ia membuat Kyuhyun marah dengan begitu Kyuhyun akan melepasnya dan membencinya, sehingga tak perlu ada hal-hal yang mengerikan yang selalu Kyuhyun bicarakan padanya.

"Kenapa kau Marah, atau kau merasa dengan apa yang telah kukatakan? Baguslah kalau begitu, sekarang menyingkirlah! Kau membuatku sulit bernafas Brengsek ! Dan aku tak suka dengan keadaan ini, sangat begitu menjijikan untuk pria normal sepertiku !"

Sungmin lagi-lagi tersenyum menghina dan meremehkan, sepertinya perkataannya tepat mengenai sasaran. Lihat saja Kyuhyun menunduk pelan, tak urung pula untuk membalas perkataannya.

Kyuhyun dengan segera mengangkat kepalanya kemudian menyeringai

"Kau mengesankan Ming, Bagaimana kau membuatku semakin bergairah hanya karena caci makimu barusan? Bagaimana bisa ada orang yang mampu melakukan itu? Setelah ini aku benar – benar akan membuatmu 'Sulit bernafas' Ming dan kau akan menyukai keadaan ini bahkan kau akan meminta lebih padaku ! perhatikan.."

"Arghh.."

Sungmin tersentak dengan perkataan Kyuhyun barusan sepertinya ia salah memperkirakan keadaan. ia menjadi ketakutan, ketika dengan secepat kilat Kyuhyun menggendongya dan menjatuhkannya di kasur seketika menindihnya dengan kasar. Kyuhyun segera melancarkan aksinya tanpa membuang waktu, ia raup kembali bibir Sungmin dengan penuh nafsu, Sungmin segera menggelengkan kepalanya dan memukul pundak Kyuhyun merasa bahaya yang menyala di dalam otaknya, namun Kyuhyun tak mengindahkan pukulan-pukulan kecil Sungmin, justru perlakuan Sungmin yang seperti itu, membuat adrenalinnya meninggi dan hasratnya semakin membumbung tinggi. Kyuhyun memegangi kedua sisi kepala Sungmin agar tidak bergerak, sehingga ia leluasa bermain di bibir Sungmin.

Ketika Sungmin yang tak mau membuka mulutnya membuat Kyuhyun menggigit bibir bawah Sungmin dengan gemas

"Arrgghh-hmmphh"

Akhirnya Kyuhyun dapat mengekplorasi mulut Sungmin kembali, ia belai lidah Sungmin, kemudian menggelitik langit-langit mulut Sungmin. Sehingga Sungmin sedikit bergetar dan terengah, ciuman ini lebih mengerikan dari ciuman yang sebelumnya, ia menutup matanya pertanda menikmatinya, perasaan jijik itu akhirnya sedikit terhapus oleh intensitas ciuman Kyuhyun yang begitu lihai di dalam mulutnya. Ia tidak bisa berpikir sehat sekarang.

Akhirnya pukulan Sungmin melemah, tangannya kaku begitu saja. Mengetahui hal itu, Kyuhyun segera mengarahkan tangan ke dalam kemeja Sungmin, ia telusuri dada mulus itu dengan pelan lalu mengelusnya, ia segera menemukan benda yang ia cari.

Sungmin seketika mendesah dalam mulut Kyuhyun, ketika Kyuhyun memilin dan memanjakan nipple-nya. Sungmin sedikit beringsut dan refleks meremas baju depan Kyuhyun

'Bagaimana mungkin ini begitu nikmat?'

Sungmin mengumpulkan akal sehatnya untuk menolak semua hal yang menguasai tubuhnya saat ini, namun seperti tak kunjung ia temukan. Akal sehatnya telah tertelan habis oleh gairah yang telah di bangkitkan oleh Kyuhyun, sentuhan dan ciuman intim Kyuhyun membuatnya tak bisa berpikir. Jantung berdetak lebih cepat mengiringi situasi panas ini.

Sungmin yang begitu polos tentang seks dengan mudah tubuhnya tertelan dalam kenikmatan dan menerima semua ini, bahkan Sungmin tak pernah merasa seintim ini dengan tunangannya, mereka hanya melakukan sebatas French kiss dan cumbuan.

Namun tidak senikmat ini, kenapa Kyuhyun begitu pintar memanjakan dirinya,

'kenapa dia begitu hebat?' tidak. Sungmin rasanya tersedot ke dalam situasi yang begitu menguntungkan untuk Kyuhyun.

Kyuhyun melepas tautan bibir mereka dan ia tatap Sungmin yang masih terpejam dengan kening yang berkerut. Ia genggam tangan sungmin yang tetap setia meremas kemejanya

"Kau kenapa sayang?"

Kyuhyun menyadarkan lamunannya dari perang antara akal sehat dan kebutuhan nafsunya yang sekarang dibangkitkan oleh Kyuhyun. Sungmin membuka matanya dan menemukan Kyuhyun tengah menatapnya dengan penuh arti. Seketika ia merasakan pipinya merona, bukan karena marah ataupun akibat ciuman barusan, namun tatapan Kyuhyun yang membawanya pada rasa yang tak biasa, dan bayangannya tentang sentuhan Kyuhyun membuat dadanya berdesir hebat.

Melihat Sungmin yang tak kunjung bersuara ataupun berontak, Kyuhyun merasa ia dapat menguasai Sungmin. Langsung Kyuhyun menelusupkan wajahnya ke leher Sungmin ia hirup sebanyak-banyaknya wangi tubuh Sungmin dari sana, kemudian mencumbu leher Sungmin,menggerakan mulutnya untuk meninggalkan banyak jejak kissmark disana.

"Arghh.."

Sungmin mendesah, dan itu untuk pertama kalinya desahan itu terdengar oleh Kyuhyun dan membuat ia semakin gila menelusuri leher sungmin dengan bibirnya, banyak sudah kissmark yang telah ia ciptakan dileher Sungmin.

Kepuasannya untuk menaklukan Sungmin dengan mudah, membuat ia harus mempercepat 'pekerjaannya' ini, ia harus segera menaklukan Sungmin. Sungmin yang begitu pasrah dan hanya terus mendesah membuatnya semakin menyunggingkan seringaian kebanggaannya. Orang yang dia cintai akhirnya dapat menikmati apa yang ia lakukan terhadap tubuhnya.

"Ahnn.. Hentik-kanhh.."

Sungmin menggelinjang tak nyaman, Kyuhyun ternyata sudah mengalihkan perhatiannya pada tubuh Sungmin yang sudah half-naked, yang entah kapan Kyuhyun melepas bajunya itu, ia mendekati nipple Sungmin yang menegang, ia jilati bagian itu dengan pelan, sesekali ia menggigitnya dengan gemas. Sedangkan nipple yang satunya ia pilin dengan keras. Sungmin rasanya seakan ingin meledak, tangannya refleks menjambak rambut kecoklatan Kyuhyun, pertanda ia sedang melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan.

"Hen-tikanhh..Akh.."

Kyuhyun menyeringai di sela-sela pekerjaannya "Jangan bilang hentikan, tubuhmu terlihat sangat menikmati sentuhanku Ming.."

"Ahhn..Akh.."

Sungmin tak dapat mencerna semuanya dengan benar, Dadanya naik-turun beriringan dengan sentuhannya tangan dan mulut Kyuhyun yang terus mengerjai bagian itu.

Tangan Kyuhyun yang menganggur, Akhirnya mengarah ke perpotongan strategis selangkangan Sungmin

"Argghhh..Henti-kannhh..Ahh"

Kyuhyun meremas daerah itu dengan instens, ia mengangkat kepalanya untuk memperhatikan ekspresi wajah Sungmin yang begitu seksi dan menggairahkan. Ia usap kepala sungmin dengan sayang.

"Berhentilah berbohong Ming, Kau menikmati ini Bukan?"

Sungmin menggelengkan kepalanya. Tidak, ini terlalu nikmat untuknya, Kyuhyun benar-benar membuatnya sulit bernafas karena kenikmatan ia yang berikan. Ia tidak bisa terjebak dalam situasi ini terus-menerus. Tapi ia bisa apa? Tubuhnya bertolak belakang dengan apa yang ia ingin lakukan untuk menjauhkan Kyuhyun dari tubuhnya.

"Ahh..Ahh..Ahh"

'So hot'

Sungmin mendesah mengikuti remasan tangan Kyuhyun yang terus bekerja di selangkangannya, Kyuhyun hampir frustasi mendengar desahan seksi Sungmin dan ingin membungkan kembali bibir itu.

"Teruslah mendesah Ming, sebut namaku.."

"Ahh..Cc-ho..Kyuhh..Ahh"

Ddrrrttt.. Drrttt…

Ponsel Kyuhyun bergetar dari saku celananya, Kyuhyun mencoba mengabaikannya.

Drrtt..Drrttt

Lagi-lagi ponselnya bergetar kembali, ia merutuki dirinya karena dia mematikan ponselnya dan menyimpannya di nakas. Akhirnya kebodohannya ini membuat ia terganggu dari kesenangannya bersama Sungmin.

"Yeoboseyo.."

Kyuhyun langsung berdiri meninggalkan tubuh Sungmin yang berantakan, Sungmin merasakan kehilangan dari sentuhan yang tadi melingkupinya, ada rasa kecewa disana. Ia menutup matanya dan terengah bebas menghirup udara.

"Apa? Kau yakin? Baiklah aku akan segera kesana.."

Piip.

Kyuhyun menyimpan ponselnya ke saku celananya kembali, ia pandangi Sungmin dengan senyuman mengembang, melihat perilaku Sungmin dan hasil karya yang tercipta di tubuh Sungmin. Ia dekati kembali tubuh itu

Cupp

Sungmin membuka matanya dan terbelalak kaget, ketika wajah Kyuhyun begitu dekat dengannya, Kyuhyun baru saja mencium pipinya.

"Dengan berat hati, aku harus pergi dulu Ming.."

Kyuhyun menatap Sungmin dengan sayang dan menyesal, Sungmin sedikitpun tak bisa berkata apa-apa melihat tatapan itu.

"Kita lanjutkan nanti, aku harus mengurus orang yang membuatku tak tenang..setelah ini kau harus makan, ne?"

Kyuhyun segera beringsut meninggalkan tubuh Sungmin beserta kamar itu, tak lupa ia menguncinya. Sedangkan Sungmin masih tetap terdiam dengan berbagai hal yang berkecamuk di dalam dadanya.

.

.

.

.

'Aku pasti akan menyelamatkanmu Hyung'

Jungmo sekarang tengah berdiri di depan sebuah rumah mewah, dia diawasi oleh penjaga rumah tersebut.

Setelah dapat memecahkan pesan angka dari Sungmin, Jungmo langsung bergerak cepat. Ia pergi ke berbagai tempat untuk mengumpulkan informasi, termasuk ke Restaurant milik Sungmin. Meskipun informasi yang dia dapat sangat minim, ia yakin bahwa Sungmin dalam bahaya.

Sudah hampir 15 menit ia menunggu sang pemilik rumah untuk keluar, ia tidak bisa menunggu lama. Ia menelan ludahnya, namun ia tidak bisa gegabah, ia tidak ingin salah langkah. Karena orang yang akan ia hadapi ini bukan orang sembarang, ia dari keluarga terpandang dan keturunan penguasa Korea. Dan meskipun ia tak yakin 100 % bahwa orang ini pelakunya, setidaknya orang ini ada hubungannya dengan kematian Siwon, yang menurutnya itu tidak wajar untuk disebut perampokan. Orang ini adalah..

"Maaf lama menunggu, Jungmo-ssi.."

Cho Kyuhyun, dia orangnya.

Jungmo sedikit berkerut heran, dari mana orang ini tahu namanya. Bahkan mereka untuk pertama kalinya baru bertemu hari ini, dan Jungmo tidak mungkin tidak tahu tentang Kyuhyun, pebisnis yang begitu jenius di usia mudanya, dan sering menjadi perbincangan hangat di dunia politik, bisnis maupun entertainment Korea.

"Tenang saja, Jungmo-ssi, aku mengetahui dirimu dari Sungmin" ujar Kyuhyun sedikit berbisik dan melihat sekitar seperti mengetahui keheranannya,

Jungmo sedikit tertegun. 'Dari Sungmin? Jadi benar orang ini yang telah..'

"Katakan dimana Sungmin hyung?!"

Kyuhyun hanya tersenyum tenang menanggapi desisan Jungmo, ia melihat jam tangannya dan merangkul Pundak Jungmo hingga ia berbalik dan membawa Jungmo menghadap mobil milik Jungmo.

Jungmo semakin keheranan, Kyuhyun membisikkan sesuatu "Kau jangan terlalu keras menyebutkan namanya, ia saat ini tengah dalam bahaya. Dan aku hanya berusaha menyelamatkannya, namun untuk Siwon aku gagal"

Kyuhyun tertunduk menyesal, sungguh orang ini benar-benar berbakat dengan akting dengan bualannya, Jungmo yang susah percaya dengan orang baru. Kini dengan mudahnya percaya dengan omongannya barusan, terlihat dia segera menatap Kyuhyun dengan panik.

"Jadi maksudmu ? Ada orang yang menginginkan mereka mati Kyuhyun-ssi? Kenapa kau tak bilang padaku?"

Jungmo melepaskan pegangan tangan Kyuhyun yang memakai sarung tangan, melekat begitu erat di pundaknya, ia sangat tidak sabar dengan penjelasan yang akan keluar dari mulut Kyuhyun. Apa semua analisisnya ini salah?

Kyuhyun menatap Jungmo dengan hati-hati "Aku justru heran kenapa Sungmin meminta bantuanku, tapi ia bilang orang lain tidak boleh tahu.."

Jungmo tertegun,

'Menjauh dariku Jungmo !' 'Menjauh kataku !'

ia jadi teringat saat tiba-tiba berkata seperti itu dan bersikap aneh. Sungmin tiba-tiba dengan kasar mendorongnya hingga jatuh. Ia tahu Sungmin tak pernah kasar. Jika memang ia dalam bahaya kenapa Sungmin tidak langsung bilang padanya, kenapa justru ia memberikan pesan rahasia lewat angka.

Jungmo membelalakan matanya, ia menoleh ke arah Kyuhyun. Jangan-jangan orang yang telah mencelakai Siwon dan mengancam keselamatan Sungmin adalah keluarga Sungmin sendiri ! Tapi untuk alasan apa?

"Apa Sungmin hyung tahu siapa yang melakukannya? Tolong cepat katakan padaku Kyuhyun-ssi?!"

Kyuhyun benar-benar puas dengan hasil kerjanya berakting saat ini, lelaki bodoh ini sedikitpun tak mencurigainya.

'Mana informasi yang kau kumpulkan itu eoh? Sia-sia saja untuk mencurigaiku'

"Bukan aku yang akan memberi tahumu Jungmo, tapi Sungmin sendiri.."

"Apa? Memang Sungmin ada dimana? Disini?"

Jungmo panik dan melihat sekitar rumah Kyuhyun, ia edarkan penglihatannya untuk menulusuri jendela kaca rumah Kyuhyun satu demi satu. Kyuhyun lagi-lagi hanya menepuk pundak Jungmo, refleks Jungmo menoleh.

"Tidak, terlalu beresiko jika ia disini. Dia ada di suatu tempat, tapi sebelumnya ia memintaku untuk merekam penampilanmu sebentar lagi di Cafe Mouse Rabbit"

Oh iya, ia lupa bahwa sebentar lagi Bandnya akan tampil di Café itu. Tapi kenapa Sungmin ingin merekamnya?

"Merekam?"

"Iya, nanti Sungmin yang akan mengatakannya padamu tentang alasan itu, aku tak tahu apa-apa"

Kyuhyun yang mulai malas dengan perbincangan tak berguna ini, ia segera menuju mobil dan sejenak berbalik sebelum ia masuk bolehnya.

"Masuklah ke mobilmu, untuk mempercepat waktu. Kau ingin segera bertemu dengan Sungmin kan?"

Jungmo yang tidak banyak bicara langsung mengangguk, sekilas ia menatap rumah itu dan masuk ke dalam mobilnya, sejenak ia menepuk-nepuk pundaknya yang kotor dengan kedua tangannya.

"Kenapa Sarung tangan Kyuhyun-ssi sangat kotor, aku harap ini tidak menganggu penampilanku nanti"

.

.

.

"TIDAK ! JUNGMO ! ! PERGI ! KU BILANG PERGI !"

Tepat di balik jendela kamar lantai 2, Sungmin memukul kaca tersebut ia panik melihat Jungmo yang sedang mengobrol dengan Kyuhyun, mereka begitu tenang. Lagi-lagi keperihan di hatinya muncul, bagaimana bisa Jungmo begitu bodoh datang kemari, ia hanya mengantarkan nyawanya pada Kyuhyun.

Teriakan Sungmin yang sia-sia, ruangan ini kedap suara dan kaca film ini terbuat bukan dari bahan kaca biasa. Ingat Kyuhyun orang yang sangat mengerikan juga kaya.

Sungmin mencari benda untuk memecahkan kaca ini, ia menelusuri kamarnya, sial tak ada benda keras apapun selain nakas, shower dan ranjang di kamar ini. Sungmin kembali menggedor-gedor kaya itu,

'Aku harus mengurus orang yang membuatku tak tenang'

Kata-kata Kyuhyun tadi terus saja terngiang-ngiang, ia yakin yang dimaksud Kyuhyun adalah Jungmo, ia tidak bisa lagi kehilangan orang yang ia sayangi, Jungmo adalah sahabat dekatnya dan orang pengertian terhadapnya. Meskipun begitu dia adalah manusia yang akan Kyuhyun bunuh !

"BRENGSEK! PERGI JUNGMO ! KUMOHON !"

Sungmin mengerang frustasi, bagaimana bisa ia terus seperti ini, bahkan sesaat yang lalu ia malah menikmati waktunya dengan Kyuhyun, orang macam apa ia? Ia merasa begitu tolol dapat larut dalam hal yang menjijikkan yang disuguhkan Kyuhyun untuknya, namun tidak di pungkiri ia menikmatinya.

Kyuhyun telah masuk ke dalam mobil, tinggal Jungmo sekilas terlihat ia memandang ke arah kamarnya, kemudian ia juga masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Kyuhyun yang ada di depannya.

Sungmin semakin panik dan memukul-mukul kaca tersebut dengan keras, tidak, Jungmo tidak boleh mengikuti Kyuhyun. Ia yakin Jungmo yang terlihat tenang-tenang saja termakan tipu muslihat Kyuhyun yang begitu sempurna, sama seperti dirinya dan Siwon.

"TIDAK JUNGMO ! JANGAN IKUTI DIA ! TIDAK ! DIA AKAN MEMBUNUHMU! JUNGMO!"

Sungmin akhirnya terduduk lemas, sekali lagi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa terdiam seperti waktu itu, waktu Siwon terbunuh dengan mengenaskan. Matanya memerah, Ia kembali dalam sebuah penyesalan yang tak henti mengalahkan dirinya sendiri.

Ia memukul-mukul jejak kissmark Kyuhyun yang ada di dada dan lehernya, merasakan jijik pada dirinya sendiri, terlebih Kyuhyun.

"BIADAB! MAHLUK TERKUTUK KAU, CHO KYUHYUN !"

.

.

.

Kyuhyun duduk di Kursi paling pojok, ia menghindari keramaian suara para gadis yang mengganggu, yang bernyanyi mengikuti sang vokalis. Kyuhyun memegangi smartphone-nya untuk merekam penampilan Jungmo seperti apa yang katakan tadi.

Jungmo yang begitu piyawai memainkan gitar, jari-jarinya yang terampil bergerak dengan lincah dan aura gitaris yang begitu lekat dengannya, tak jarang membuat pengunjung berdecak kagum. Begitu juga dengan Kyuhyun,

"Sebenarnya Jika kau tidak menyentuh Sungmin-ku, aku tidak akan melakukan ini. Kau bisa menjadi seorang gitaris terkenal.."

Sekilas Jungmo melambaikan tangannya ke arah Kyuhyun yang tengah merekam aksinya, Kyuhyun hanya membalasnya tersenyum menyeringai. Yang tentu saja tidak akan terlihat oleh Jungmo.

"Tapi sayang kau sudah masuk daftar manusia yang harus ku musnahkan !"

Kyuhyun berapi menggumam sendiri tangannya yang memegang smartphone sedikit bergetar menahan amarah, dikala ia ingat Jungmo memeluk Sungmin dengan begitu erat tempo hari, jika ia orang yang ceroboh mungkin saat itu juga ia akan membunuh dan mencabik-cabik tubuh Jungmo di depan banyak orang.

Kyuhyun menghela nafasnya dengan berat sambil memperhatikan gerakan tangan Jungmo dengan seksama, matanya menyipit tajam "Aku tak akan salah perhitungan, sebentar lagi pasti bereaksi.."

Ini klimaks dalam pertunjukan yang di tunggu-tunggu oleh pengunjung. Bagian tersulit dan klimaks memainkan jari-jarinya di antara senar-senar itu, Jungmo fokus memperhatikan gerakan tangannya dan irama musik, semua orang mulai riuh. Keringat mengucur dari dahi Jungmo, ia gigit bibirnya sesekali, sebentar lagi lagunya akan selesai. Dan dengan penuh percaya diri Jungmo menyelesaikan bagian nada suara gitar yang begitu memikat, ia mengangkat gitarnya sejajar dengan dadanya, selesai sudah penampilannya. Dan akhirnya inilah yang di tunggu-tunggu oleh para gadis, Jungmo akan selalu menjilat jari telunjuknya setelah permainan selesai dan..

"Arrrgghhhh !"

Bruugg

KYAAA. . .

Para gadis dan penonton itu riuh dan berteriak histeris, bagaimana tidak? Setelah menjilat jari telunjuknya Jungmo langsung meraung pias menggelepar ke lantai panggung, mulutnya terbuka lebar, ia memegangi leher oleh kedua tangannya, matanya membelalak begitu terbuka.

Teman-temannya yang ada di atas panggung panik mendekati Jungmo, begitupun dengan pengunjung. Badan Jungmo menjadi kaku berguling-guling ke belakang,

Kyuhyun tersenyum mengerikan dengan puas, ia mematikan smartphone-nya setelah merekam penampilan Jungmo hingga bagian barusan. Dengan santai ia mendekati panggung dan menghalau begitu banyak orang.

Ia menatap tubuh Jungmo yang tak berhenti mengejang dan mencekik lehernya dengan kaku

"Tolong semuanya jangan seperti ini, seseorang cepat panggil Ambulans!"

Ujar Kyuhyun sambil berjongkok di hadapan Jungmo, lagi-lagi ia berakting panik dan itu terlihat sangat bagus. Tanpa sepengetahuan orang lain, Kyuhyun tengah memberikan senyuman mengerikan terhadap Jungmo, dan itu hanya di sadari oleh Jungmo yang tengah meregang nyawa sekarang.

Ia tidak tahu mengapa tatapan Kyuhyun seperti itu padanya, keringatnya mengucur semakin deras dan sesak yang tak tertahankan dari tenggorokannya, ia butuh banyak oksigen yang sepertinya tiba-tiba menipis susah ia hirup. Jantungnya pun berdetak lebih cepat dua kali dari biasanya.

Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Jungmo, ia berbisik "Kau ingin tahu kan siapa yang membunuh Siwon?"

Deg !

Jungmo yang sedang dalam keadaan mengenaskan seperti ini, baru menyadarinya sekarang. Kyuhyun menyeringai lebih menyeramkan dari pada tadi, aura ini. Aura mengerikan dari seorang pembunuh !

Bagaimana bisa dengan begitu mudah percaya terhadap orang ini, memang analisanya tak pernah salah. Namun ia yang salah karena terkecoh oleh wajah innocent Kyuhyun, yang tadi sore orang ini perlihatkan padanya. Dengan kata lain Sungmin juga bersama dengan orang ini !

Ia harus segera memberi tahu seseorang, setelah ini ia harus memberi tahu polisi yang sebenarnya. Keringat yang mengalir itu telah berganti dengan keringat dingin, yang membuatnya semakin tersiksa dengan denyut jantungnya dan sesuatu yang terdorong kuat dari paru-parunya.

"Akulah orangnya Jungmo-ssi, dan aku juga yang sekarang meracunimu lewat sarung tanganku.. Jangan salahkan aku kenapa kau hobi menjilati jarimu itu! Aku akan beritahu alasannya kenapa sebelum mati !" Kyuhyun menatap mata Jungmo yang memerah dengan tajam

"Kau ingat-ingat apa yang kau lakukan di pemakaman pengacara Choi waktu itu ! Sekarang nikmatilah sisa waktu hidupmu yang hanya tinggal beberapa detik lagi, setidaknya aku membiarkanmu mati dengan indah Jungmo-ssi, bye"

Kyuhyun segera berdiri dan menyatu dengan kerumunan orang yang secara seksama menonton penderitaan Jungmo.

Dengan keadaannya seperti ini, Jungmo berusaha untuk berpikir 'Memang apa yang pernah aku perbuat terhadap Sungmin di pemakaman?'

Ia merasa tidak pernah berbuat jahat terhadap Sungmin, malah ia ingin menenangkan Sungmin.

Deg

'Menjauh dariku Jungmo !' 'Menjauh kataku !'

Jadi itu alasannya Sungmin yang sebenarnya, Sungmin ingin menyelamatkannya dari ancaman orang ini, Ia tersenyum miris di antara penderitaannya.

Ternyata orang ini juga ada di pemakaman dan sedikitpun ia tak menyadarinya. Tapi kenapa orang ini melakukan hal seperti ini? Ia mencelakai Siwon yang jelas-jelas statusnya sebagai kakak yang sangat menyayangi Sungmin. Jungmo berusaha menutup matanya yang tengah membulat merah dan berair karena menahan kesakitan, demi memikirkan satu hal.

Jadi itu alasannya, 'Orang ini membunuh semua orang yang menyayangi Sungmin, orang ini mencintai Sungmin'

Ia telah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, tapi ia juga telah dalam keadaan tak berdaya seperti ini 'Sial ! Sial ! Sial !'

"Uhukk..Uhukk "

KYAA…

Jungmo mengeluarkan darah, tak hanya dari mulutnya namun hidung juga telinganya. Semua orang disana menjerit dan berteriak segera meninggalkan tempat itu, teman-temannya menangis tanpa bisa melalukan apa-apa melihat Jungmo seperti ini.

"Kenapa Ambulansnya belum datang juga ? ! !"

Akhirnya tangan Jungmo melemah dan tergeletak tak berdaya, matanya yang memerah tak henti-hentinya menatap Kyuhyun yang tetap menontonnya di antara pengunjung dengan raut wajah yang di penuhi kepuasan, sungguh bagaikan iblis yang ingin mengambil nyawanya.

Jungmo merutuki dirinya, ia terus saja terbatuk-batuk dengan iringi darah yang tak berhenti keluar di sela-sela mulutnya, panas, sesak dan perih menggerototi dirinya sudah. Kepedihan terasa di dalam dadanya, ia benar-benar telah gagal, jika saja ia lebih waspada. Airmatanya mengalir begitu saja dengan panas di pipinya yang di penuhi darah, matanya memandang langit-langit panggung yang di penuhi cahaya.

'Sungmin hyung, maafkan aku..aku telah gagal, aku belum sempat menyelamatkanmu..mianhae'

"Uhukk..uhukk.. Argghhh !"

Tubuh Jungmo mengejang kembali, akhirnya melemas seketika. Jungmo saat itu juga telah meninggal bersamaan dengan airmata penyesalan yang menghiasi wajahnya.

Kyuhyun langsung berbalik meninggalkan tempat itu, sambil memainkan smartphone-nya.

Senyumannya terkembang dengan indah di wajah tirusnya.

Satu lagi, orang yang berani menyentuh Sungmin telah ia musnahkan. Rasa khawatirnya kini sedikit berkurang.

"Sungmin pasti akan senang melihat video ini.."

.

.

.

.

To Be Continued..

Finished writing and posting this chapter on 6th of April 2013

Terima kasih minna-san, Saranghae ;))