YIPPIE!!! hahahaha!!! liburan dataaang!!! Maksud ane liburan lebaran haji, teman-teman!!! Met menikmati kambing dan sapi ya!! -??-

Karena libur yang dihitung-hitung tiga hari, maka saia teruskan fic ini~ *ga penting* tapi maaf apdetnya rada telat yah~ ada masalah dikit (baca: penghematan! ga mau ke warnet, terpaksa nunggu ke skul!)

houkeh... silahkan dibaca~~

****If Two Worlds Meet****

.

.

.

BLEACH © TITE KUBO

.

.

If Two Worlds Meet © kazuka-ichirunatsu23

.

- Chapter 2 -


Kelas masih sepi, atau tepatnya tak ada orang satupun, kecuali perempuan itu.

Tatsuki duduk bertopang dagu, dahinya berkerut serius.

"Apa benar yang kulihat kemarin?" gumamnya sendiri.

Ia kembali berpikir, dan sesekali memutar matanya ke beberapa arah, seolah dengan melakukan itu bisa membuatnya mendapatkan jawaban.

"Aha! Nanti ada baiknya kutanyakan dengan Ichigo saja!!" ia tersenyum cerah sembari menepukkan genggaman tangan kanannya ke telapak tangan kiri.

Perlahan namun pasti, beberapa orang mulai berdatangan, ada yang sendiri, bergerombol, dan berpasang-pasang.

"Nah, itu dia!" pekik Tatsuki dalam hati saat Ichigo dan Rukia memasuki kelas bersamaan. Ditunggunya sebentar saat Ichigo ke tempat duduknya sendiri dan meletakkan tas, dan didekatinya.

"Yo, Ichigo!" sapanya sembari menepuk bahu Ichigo yang lebih tinggi darinya.

"Oh, kau. Ohayou, Tatsuki!"

"Ohayou, Tatsuki-chan...." Rukia menyapa ramah.

"Ohayou," jawab Tatsuki.

"Ada apa pagi-pagi begini? Atau kau mau menyontek PR-ku?" tanya Ichigo penuh selidik.

"PR? Bukannya hari ini kita tidak punya PR?"

"Iya sih...." jawab Ichigo kemudian, "Lantas?"

"Ada yang mau kutanyakan."

"Apa itu?"

"Shinigami itu, benar-benar ada?"

Dapat Tatsuki lihat perubahan air muka kedua orang itu. Rukia seperti menyerahkan komando kepada Ichigo untuk menjawabnya.

"Shi... Shinigami? Tentu saja ada! Kenapa memangnya?"

"Mereka tidak bisa dilihat manusia, kan?"

Ichigo menggeleng cepat.

"Memang kebanyakan manusia tidak bisa melihatnya," timpal Rukia.

"Kalian berdua pernah melihatnya?"

"A... A... I... Itu...." Ichigo gelagapan menjawab, sementara Rukia membuang muka.

"Benar ya, shinigami itu berpakaian kimono hitam dan membawa pedang berbentuk aneh kemana-mana?"

"Iya sih... Tapi bentuk pedang mereka berbeda-beda," jawab Ichigo santai. Tapi Rukia kemudian menginjak kaki Ichigo, hingga Ichigo mengerang.

"Berbeda? Jadi kau pernah melihatnya juga?" Tatsuki terus menghujani mereka berdua dengan pertanyaan-pertanyaan, yang tentu saja membuat mereka berdua semakin terdesak.

Ichigo semakin bingung harus menjawab apa. Melihat partnernya sudah kehabisan kata, Rukia dengan sigap mengambil alih.

"Kenapa Tatsuki-chan menanyakannya terus? Kau melihatnya ya?"

"Sebenarnya.... Iya...."

"Apa?! Kau bisa melihatnya?" pekik Ichigo.

"Pantas saja, reiatsunya cukup besar," bisik Rukia pada Ichigo. Ichigo menjawab dengan anggukan kecil.

"Lalu, kenapa kau menanyakannya pada kami?" balas Rukia bertanya.

"Err, aku pikir kalian tahu banyak. Soalnya... Aku pernah melihatmu berpakaian seperti yang kuceritakan tadi, Ichigo...."

Keempat mata itu membelalak kaget, jauh lebih kaget dari sebelumnya.

"Ah, itu...." Ichigo mulai bingung lagi merangkai kata-kata.

"Eh, Tatsuki-chan, kami keluar dulu ya! Mau membeli makanan!!" Rukia menangkap tangan Ichigo, dan membawanya lari keluar.

Tatsuki memandang kepergian mereka.

"Sepertinya kalian berdua menyembunyikan sesuatu...." gumamnya.

xxx

Tatsuki menenggak cepat sekaleng minuman dingin itu. Empat kali tanding satu lawan satu cukup membuatnya lelah.

Ia pun melirik ke jam tangan hitam yang tergeletak di atas tas birunya.

Sudah hampir pukul 7 malam rupanya. Ia terlalu asyik berlatih hingga lupa waktu. Dengan cepat ia masukkan pakaian karatenya, tanpa mempedulikan keteraturannya lagi. Ia harus buru-buru.

Tatsuki pun melemparkan kaleng minumannya ke tempat sampah dan....

DUAK!

"Aw..." pekiknya pelan. Lagi-lagi, ada seseorang yang menabraknya. Tapi kali ini dari belakang.

"Kalau jalan lihat-lihat!!" tegur Tatsuki lagi dan ups... Wajah ini familiar!

"Kau!!"

"Re... Re... Ren.... Siapa namamu kemarin?" Tatsuki menunjuk-nunjuk ke wajah orang itu.

Renji menepiskan tangan Tatsuki. "Renji tahu! Renji!! Ingat itu!!"

"Iya... Iya...." Tatsuki menjawab malas, namun matanya bertahan memperhatikan Renji, lagi-lagi dari atas hingga bawah.

"Ah, reaitsu-nya dari sebelah sana! Ja ne!" Renji pergi lagi.

Tatsuki melongo. Padahal tadi ia berniat menanyakan banyak hal pada Renji.

Lagi-lagi. Aha, Tatsuki heran pada satu hal; kenapa ia mesti mendapat hal yang begitu membingungkan seperti ini? Kenapa ia jadi bisa melihat shinigami?!!

Hanya saja ia tidak tahu, ada rencana lain dari garisan takdir. Alasan ia bisa melihat wujud yang tak seharusnya bisa dilihat manusia biasa itu.

xxx

"Begini, bodoh, kecepatan angular itu adalah kecepatan sudut! Jika kau ingin mencari jawaban dari nomor itu, cari pakai rumus ini!" Rukia mulai membentak Ichigo. Bagaimana tidak, sejak tadi Ichigo belum mengerti apapun yang dijelaskan Rukia.

Mereka sedang belajar bersama di rumah --tepatnya kamar Ichigo, bersama Tatsuki dan Orihime.

Tatsuki menggelengkan kepala melihat mereka berdua, dan Orihime hanya tertawa.

Kericuhan kecil yang mereka buat akhirnya selesai setelah Rukia mau meminjamkan hasil pekerjaan yang ia buat untuk Ichigo yang tak kunjung mengerti.

"Yo, Ichigo, Rukia, Inoue!!" Renji tiba-tiba datang, dengan 'sopannya' melalui jendela.

"Yo!" sahut Rukia.

"Bisakah kau masuk selain dari jendela?" tanya Ichigo.

"Ya mau bagaimana lagi? Lewat depan dan dengan sopan mengetuk pintu kamarmu, kepala jeruk?" Renji melompat masuk, dan saat matanya tertuju pada orang keempat di ruangan itu, "Kau lagi??!"

Tatsuki menoleh. "Kau!!" ia menunjuk ke orang itu.

Ichigo, Rukia, dan Orihime tercekat.

"Kenapa kau ada disini?" tanya Renji dengan suara keras.

"Kau juga?! Sedang apa disini?"

"Jawab pertanyaanku dulu!!"

"Aku belajar disini!" Tatsuki mengacungkan buku tulisnya, "Dan kau sendiri? Dengan seenaknya masuk ke kamar orang lewat jendela!"

"Terserah aku!! Kenapa kau yang marah?"

"He... Hei.... Kalian... Kalian saling kenal?" heran Ichigo.

"Bagaimana tidak? Orang ini yang menabrakku tempo hari hingga bajuku basah!!" sahut Tatsuki.

"Aku yang menabrak? Bukannya kau yang jalan tidak hati-hati?"

"Kau!!" seru Tatsuki lagi.

"Hei!! Berhenti bertengkar di rumahku!!" tegur Ichigo, "Dan kau Tatsuki, bagaimana kau bisa melihatnya?"

Tatsuki pun berpaling dari Renji. Sementara Renji dengan cueknya duduk di tempat tidur Ichigo.

"Mana aku tahu. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa melihat shinigami sekarang."

"Tatsuki-chan...." Orihime berujar pelan.

"Ini kasus aneh," Rukia menyilangkan tangan di dada, dan tampak sedang berpikir.

"Kalian yang aneh!" kata Tatsuki kemudian, "Kenapa kalian bertiga juga bisa melihatnya, bahkan bertegur sapa dengan akrab dengan makhluk ini!" tunjuk Tatsuki.

Ketiganya salah tingkah. Terlebih Ichigo, hingga keringat bercucuran dari pelipisnya.

"Ichigo dan Rukia adalah shinigami. Sementara Inoue juga bagian dari kami, sebagai tenaga penyembuh terkuat yang pernah ada," Renji mengambil alih.

"Kalian berdua... Shinigami?" tanya Tatsuki setengah tak percaya.

Rukia mengangguk pelan, begitu pula Ichigo.

"Bagaimana bisa?"

Ichigo menghela nafas, Rukia menatapnya.

"Biar aku yang menjelaskan...."

Rukia memulai kisahnya, dari awal, pertemuan antara Ichigo dan Rukia, menyelamatkan Rukia ke Soul Society, pemberontakan Aizen, menghadapi para Bount, hingga menyelamatkan Orihime ke Hueco Mundo, dan sampai ke Winter War yang telah berlalu.

"Kalian menyembunyikan hal sepenting itu? Bahkan kau, Orihime?"

"Maafkan aku, Tatsuki-chan...." Orihime menunduk.

"Jangan kau salahkan mereka, tomboy!" Renji menyela.

"Namaku Tatsuki!" potong Tatsuki.

"Shinigami memang tak seharusnya berurusan dengan manusia seperti kalian. Bukan kehendak mereka menyembunyikannya, tahu. Kalau semua manusia tahu, bisa kacau. Kuharap kau mau menutup mulutmu," kata Renji sembari mengelus Zabimaru-nya.

Tatsuki terdiam.

"Baiklah. Aku mengerti. Aku akan menjaga rahasia ini."

Tampak Rukia menghela nafas lega, dan Ichigo mengelap keringatnya. Sementara Orihime tersenyum pada sahabatnya itu.

"Semoga kau konsisten dengan tekadmu, gadis tomboy," Renji memandangnya dengan mata menyipit.

"Panggil aku Tatsuki!!"

"Iya, Iyaa...."

Mereka lalu kembali pada pekerjaan masing-masing. Keempat orang itu mengerjakan tugasnya, dan Renji menekuri awan diluar.

"Ngomong-ngomong, ada apa kau tiba-tiba kesini? Tidak ada hollow?" tanya Rukia.

"Satu hollow sudah kubunuh hari ini. Haah... Sampai kapan aku akan ditugaskan di kota ini? Bukannya seorang fukutaichou masih punya tugas di Soul Society?" Renji merebahkan diri.

"Tanyakan itu pada Soutaichou," sambung Ichigo, "Salahkan dirimu yang terlalu malas sebagai fukutaichou, sehingga ditugaskan membunuh hollow di dunia manusia."

"Jaga mulutmu, jeruk! Bukannya kau yang malas? Kau adalah shinigami pengganti disini, kenapa tidak melakukan tugasmu? Ini daerah tanggung jawabmu!"

"Ya, memang. Aku juga tidak tahu."

Renji mendengus kesal.

"Sudahlah, terima saja kenyataan. Kau bunuh para hollow, sementara tugasku adalah menjaga Rukia...." Ichigo menepuk-nepuk pelan kepala Rukia, kemudian membelai rambutnya, yang sukses membuat Rukia memerah malu.

"Cih," Renji membuang muka. Kemudian berjalan mendekati mereka berempat.

Dengan cepat Renji mengambil salah satu gelas sirup yang tergeletak begitu saja di lantai, dan tanpa ragu meminumnya.

"Hei!! Itu minumanku!!" pekik Tatsuki. Tapi Renji tak bergeming, tetap saja menelan isi gelas itu hingga habis.

"Biar saja. Aku haus," Renji hampir saja melemparkan gelas itu jika tidak diberi deathglare oleh Ichigo.

"Aku pergi dulu," sambungnya lagi. Dan dengan santainya melompati jendela kembali.

"Sepertinya dia sedang dalam mood yang buruk," Rukia menggeleng, yang dijawab oleh Ichigo dan Orihime bersamaan dengan anggukan.

"Tadi katanya... Hollow?"

"Aha, sepertinya perlu penjelasan panjang lagi. Ichigo, ambilkan buku gambarku," perintah Rukia. Ichigo cuma menurutinya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Rukia memulai lagi penjelasan beserta gambar andalannya. Sesekali Ichigo menimpali, dan terkadang pula Rukia memukul Ichigo karena ejekan-ejekan kecil yang dilontarkan di rambut oranye itu.

Tatsuki mengangguk-angguk, padahal sebenarnya ia tak terlalu paham mengenai hollow-hollow itu.

"Nah, bagaimana?" tanya Rukia, sembari menutup buku gambar besar itu.

"Yah, begitulah...."

"Jadi shinigami itu berat, Tatsuki," Ichigo berkata.

Tatsuki lagi-lagi hanya mengangguk. Ah, satu lagi kenyataan yang tak pernah ia ketahui muncul ke permukaan dan dipahaminya.

xxx

Angin menyibakkan anak-anak rambut Tatsuki yang biru kehitaman layaknya bulu gagak itu. Ia mendengus kesal.

Namun bukan kesal karena angin itu, tapi karena langkah kaki yang membuntutinya sedari tadi, sejak ia melangkahkan kaki pulang dari rumah Ichigo.

"Mau apa kau mengikutiku, Renji Abarai?!" ia menoleh dengan kesal.

"Aku curiga padamu."

"Curiga? Apa yang kau khawatirkan dariku? Khawatir aku membocorkan hal tadi?"

"Mungkin kurang lebih bisa dibilang begitu."

"Memang wajahku kelihatan seperti pembohong yang licik?"

"Wajah bisa menipu, aku kurang yakin denganmu."

"Apa?!! Mereka itu sahabat dekatku! Mana mungkin aku mengkhianati mereka?"

"Yakin? Kau bisa menjaga mulutmu?"

"Tentu saja! Aku berjanji!!"

"Bisa kau beri aku bukti?"

"Bukti? Sepenting itukah?"

"Ini masalah dua dunia, tomboy. Salah sedikit saja, kekacauan akan terjadi."

Mata Tatsuki mengerling sekitarnya. Kemudian ia membuka tas selempangnya, mengeluarkan sebuah pisau kecil.

Tanpa ragu ia menggoreskannya ke jari telunjuk kirinya, hingga meneteskan darah sedikit demi sedikit.

"Nih! Kalau perlu janji darah!!' ia mengacungkan jari yang berdarah itu ke depan Renji.

"Baik," Renji mengambil pisau itu, dan melakukan hal yang sama dengan Tatsuki, "Janji, kau tidak akan memberitahukan hal ini kepada siapapun."

"Ya. Aku berjanji."

Tatsuki perlahan menarik tangannya, "Nah, percaya padaku?"

"Ya. Tapi belum sepenuhnya."

Tatsuki menyipitkan mata. "Bodoh."

"Iya, iya.... Tapi jika kau melanggarnya, aku tak keberatan memberimu pelajaran yang berat."

"Terserahlah. Sudah, aku pulang dulu. Ja ne!" Tatsuki melangkahkan kakinya menjauh dari Renji.

Tiba-tiba, sebuah suara besar mengerikan muncul. Renji menoleh ke asal suara, dan Tatsuki menghentikan langkahnya, bergidik.

"Heh, reiatsu yang besar juga...." Renji menyeringai, menarik Zabimaru dari sarungnya.

"A... Apa itu?" Tatsuki gemetar.

"Kau takut, tomboy?"

Tatsuki tak menjawab, bukan tak mampu, tapi ia sedang berpikir. Meneruskan langkahnya dengan langkah seribu, atau bertahan disini. Ah, ia lebih memilih yang pertama.

"Hei!! Tunggu! Kau disini saja!" cegah Renji. Bersamaan dengan itu, seekor hollow besar muncul di hadapan mereka, menatap keduanya dengan tatapan lapar.

"Mau dimangsa oleh makhluk itu? Lebih baik aku lari!!"

"Kalau kau lari, dia akan semakin mengejarmu!! Disini saja, biar aku tidak kewalahan menghalaunya!" Renji menahan tangan Tatsuki.

"Ba... Baik...."

Tatsuki bersembunyi ke belakang Renji, berpunggungan dengannya, tapi....

CRASH!

"ARGH!!"

Hollow itu berhasil mengarahkan cakarnya ke Tatsuki, dan menyebabkan bahu gadis itu mengeluarkan darah yang banyak. Renji lengah.

"Tatsuki!!" Renji berbalik, menahan Tatsuki agar tetap berdiri.

"Aww!!" Tatsuki memegangi bahunya sambil meringis kesakitan. Renji melompat ke atas, mengarahkan zanpakutou-nya ke kepala hollow itu.

DUAKK!!

Lagi-lagi hollow itu mengarahkan serangannya ke Tatsuki. Makhluk itu menendangnya hingga terpental jauh.

Dan sekarang, Tatsuki sudah tidak bisa lagi merasakan keadaan sekitarnya. Dengan kata tepatnya, pingsan.

"Hollow kurang ajar, hoero, Zabimaru!!!"

- To Be Continued -



kazuka : yuhuuuyy!!! selesaii!!

yukina : mana perayaannya?

kazuka : perayaan apaan?

yukina : perayaan lu bebas dari WB!

kazuka : ya perayaannya ini!! Hadiah fic dari saia!! Saia benci WB!! Menghancurkan minta dan bakat serta kemampuan juga semangat!!! *berapi-api, nginjek poster WB*

yukina : *sweatdrop* jangan tunjukkan kegilaanmu disini! Cukup di kelas aja kamu gila, kasian reader kalau kamu gila disini! Daripada gila gaje, mending bales ripyu!! Dan ripyuer pertama adalah....

kazuka : mss Dhyta!!! Yay! Halo mss! ketemu lagi ama author gaje ini yaa!! Syukurlah kalo mss juga suka nih pair... nyoo!!

yukina : hentikan suffiks gilamu itu!

kazuka : yee... biarin nyo! Aku kan suka... selanjutnya, ripyu kedua... CursedCrystal!! Ahaa~ Dini-nee!!! penasaran? ikutin terus aja!

yukina : *nimpuk kazu pake sandal* kata Ichakuchiki, lanjutkan!!

kazuka : berdoalah semoga WB enggak lagi menghampiri saia... Ahahaha.... nyoo~!

yukina : *sweatdrop* nah... ada flamer kayaknya nih.... DarkDamons....

kazuka : flamer? tukang bakar ya? *nyiapin air*

yukina : *sweatdrop lagi* udah! Tuh, dengerin apa kata-katanya! Titikmu kelebihan!

kazuka : iya, iya... makasih, dark-dark!

yukina : *bingung ama partnernya yang makin gaje* berikut, dari Ruki_ya....

kazuka : nyaha? Ruki suka bila saia kebanyakan muncul? Ah, syukurlah, terima kasih.... *ngebungkuk ampe jeduk lantai* yosh! Dari Yumemiru Reirin.... ini, sudah kuapdet!! Jujur, aku ketularan Reirin suka ama RenTatsu!

yukina : dari Chizu Michiyo.... gimana gitu? maksud? oke, nih author dah ngapdet kok....

kazuka : ahahaha.... dari dilia shiraishi.... wah? di-alert? MAKASIH~~

yukina : nah, ini nih... kasih tanggapan nih... dari Hito....

kazuka : Gak mau nih pair? Gak suka? Ya udahlah, aku ngehormatin kamu yang gak suka, dan demi kenyamananmu, kalau kamu beneran gak suka, gak usah dibaca. Ini masalah hak masing-masing, aku ngehormatin kamu kok, tenang aja, jangan marah....

yukina : *nepuk2 kazu* sabar neng.... lanjut aja deh, dari Mayonakano Shadow Girl....

kazuka : nah, ini nih yang bikin aku semangat lagi! makasih ya... nih, apdetannya!

yukina : dan ada red-deimon-beta!!!

kazuka : debriii!!!! ini juga bikin saia gak down lagi!! makasih deb! Eh, mau request? boleh deh... mau req pair apa??

yukina : lalu seiri... yoi! Nih, lanjutannya~

kazuka : Lovetta.... asyiiik!!! Ada satu lagi yang suka nih pair!! Yihuyy!! Syukurlah nyo!

yukina : *lagi2 sweatdrop* dan terakhir, dari archerrylime....

kazuka : syukurlah lagi kalau ada yang seneng. Dan saia akan lebih senang jika kamu ketularan... ufufufu~ *evil smirk* dan, udah apdet nyo!!!

yukina : duh, ternyata ada ripyu lagi!! huwa! nih, dari BlackWhite Feathers....

kazuka : Hoia! oke, oke, nih, udah kuapdet!

yukina : yosh! Udah selesai!! Makasih, minna!!

kazuka : makasih yang udah baca, dan saia akan lebih bahagia, sehat dan sentosa -???- jika anda bersedia dengan senang hati dan ikhlas meripyu!! SANKYUU!!!!

.

.

.

.

WANTED : REVIEW