"Kisame, gak ngerjain lagi?" tanya Doof-sensei.

"He-eh, emang kenapa, sensei? Pemilu udah lewat, kali!" jawab si tersangka dengan tidak elitnya.

"Apa pembelaanmu kali ini, wahai tersangka?" tanpa memperdulikan jawaban kurang tidak senonoh yang keluar dari mulut sang tersangka, hakim meminta pembelaan.

"Ano...malas aja kali, ya? Ehehehe..." pembelaan diberikan oleh tersangka dengan lebih tidak elit.

"Baiklah, berdasarkan UU tahun 10 SM maka ditentukan hukuman untuk anda adalah berdiri tanpa kaki di pojok kelas!" hakim mengetukkan cangkulnya (maklum, gak punya palu. Itupun tadi cangkulnya habis minjem oom Kakashi, tukang kebun sekolah).

"Kok, tanpa kaki? Jadi pake apa?"

"Pake telor satu diceplok mas...YA TERSERAH ELU DONG! MAU PAKE LIDAH KEK, PAKE HIDUNG KEK! CEPETAN BERDIRI SANA!"

"Ck, mendokusai"


Halo, minna-san! Saya kembali lagi! Chapter dua fic saya sang gaje ini akhirnya kelar juga! Hahahahaha!

Makasih, ya yang udah review chapter satu kemaren! Kalo gitu, izinkan saya ngebalas review dulu!

Fujisaki Fuun: Makasih, ya Fuun-senpai! Reviewnya pendek banget, nih, hahahaha! *dilindes* Nih, saya udah apdet! Sekali lagi makasih, ya!

Deidei Rinnepero 13: Maaf, nih Rinne-senpai, kalo saya ngejelekin pasangan lesbinya! *dibom c4* Nih, saya udah apdet! Makasih, ya!

Hana D'Kunoichi: Duh, Hana-senpai kok manggilnya kakak, sih? Emangnya kapan saya nikah ama kucing peliharaannya? *diboyong ke RSJ* Makasih, ya, udah ngingetin kesalahan saya! Ini saya sudah update!

: OOC, ya? *baru nyadar* Ini saya udah update! Makasih ya!

CuteGirlNamedMarsha: Marsha-chan, kamu sebenernya sakit perut ato masuk angin, sih? *digebukin sekampung* Makasih, ya! Ini saya udah update!

The Portal Transmission-19: Makasih, Portal-senpai! Ini saya udah update!

Nah, sekarang mari dibaca lagi lanjutan fic saya yang gaje bin abal ini, let's go to the TKP!

Warning: OOC (SANGAT PERLU DIPERHATIKAN), Gaje, Garing, Badai Typo, dkk

Disclaimer: Bukannya udah pada di-klaim Malaysia, ya? Ehehehe

Naruto Masashi Kishimoto

Eyeshield 21 © Yuusuke Murata & Riichiro Inagaki

Fairy Tail © Hiro Mashima

Nurarihyon no Mago © Hiroshi Shiibashi

K-On! © kakifly

Neon Genesis Evangelion © Yoshiyuki Sadamoto

The Melancholy of Haruhi Suzumiya © Nagaru Tanizawa & Noizi Ito

Lucky Star Kagami Yoshimizu

Bleach Tite Kubo

Phineas and Ferb Dan Povenmire & Jeff Marsh


Junior High School: Maniacal | Chapter 2

By: Jonathan Ryousuke

"Sensei, sensei, izin ke WC boleh gak?" tanya Pain kepada Doof-sensei.

Doof-sensei mengalihkan pandangan dari koran yang barusan dibacanya. Dilihatnya Pain, Sasori, Hidan, Deidara, Kakuzu, Itachi dan Tobi yang berbaris di hadapannya layaknya orang ngantri BLT.

"Izin ke WC kok satu batalyon? Kalian mau ke WC atau mau tawuran?"

"Kan mereka pada mau nemenin...Pain atut ah kalo cendilian cencei...nanti Pain bica diculik, ih ngeli..." jawab Pain sok imut.

'Siapa juga yang mau nyulik elo? Malah elo kali yang disangkain penculik' batin Doof-sensei.

"Plisss..." kali ini disertai puppy eyes no jutsu.

"Baiklah, tapi kalian harus kembali dalam waktu lima..."

Sebelum Doof-sensei menyelesaikan kalimatnya, Pain dkk telah melesat meninggalkan kelas dengan kecepatan setara dengan pedagang siomay lagi digrebek Satpol PP. Kisame yang sedang menjalankan hukuman pun kabur dan mengekor teman-temannya. Doof-sensei pun hanya bisa melepas kepergian mereka dengan rasa stroberi, eh rasa kesal.

oOo

WC di pojok sekolah adalah tempat favorit Pain dkk untuk membolos pelajaran. Tempatnya luas, sebelas banding sepuluh dengan jidat Sakura. Cukup nyaman dan sejuk, juga sangat terawat. Tidak ada satupun bau kurang sedap karena setiap hari selalu dibersihkan oleh CS [1]. Satu-satunya yang tidak mengenakkan dari tempat ini adalah rumor tentang arwah gentayangan yang mendiami wilayah di sekitarnya. Kabarnya, sepuluh tahun yang lalu seorang siswa ditemukan tewas keracunan di empang belakang WC akibat menenggak parfum kawannya yang disangka jus karena aromanya yang menyerupai kuah opor ayam (gaje amat matinya, edan ya tu orang?).

Pain menyalakan rokok kesayangannya, lalu mengisapnya. Begitu pula Sasori, Hidan, dan Kakuzu. Sementara Kisame mulai berkutat dengan HP-nya. Itachi mendengarkan musik dari I-pod Kisame. Deidara mulai menjalankan perawatan facial di wastafel. Sementara Tobi langsung main kapal-kapalan kertas di lubang toilet.

"Tob...sini gabung sama kita napa?" tanya Pain kepada pahlawan bertopeng loli tersebut.

"Iya Tob, nih ikutan ngerokok sama kita..." tawar Hidan.

"Gak mau ah, Tobi anak baek gak ngerokok, gak baek bagi kesehatan!" tolaknya.

"Elo pikir maenan kapal-kapalan di situ baek bagi kesehatan apa?"

"Ah, wateper lah bos, lagi asik-asiknya kale..." jawab Tobi sekenanya sambil meneruskan kegiatannya.

Sasori, Hidan, Kakuzu, Kisame, dan Itachi langsung menunaikan ibadah sweatdrop berjamaah dengan Pain sebagai imam.

"Duh...krim pemutih wajah gue udah hampir abis nih, un..." keluh Deidara.

"Beli lagi aja kali, gitu aja kok repot" ujar Itachi.

"Mahal tauk...mana gue gak dikasih duit jajan tambahan sama bokap, un..."

"Ada cara yang murah untuk memutihkan wajah kok, Dei-chan! Bisa dibilang gratis malah!" timpal Hidan (idih, pake suffix –chan).

"Hah? Masak sih Dan, un?"

"Masak di dapur, Dei-chan...yaiyalah, percaya sama gue!"

"Caranya, un?"

"Tuh, liat di pojokan," jawab Hidan sambil menunjuk botol BAYCLIN yang bertengger di salah satu pojok WC. "Elo minum itu, dijamin muka elo langsung kinclong!"

"Kalo gitu caranya gue bakal jadi penunggu baru WC ini kali, un," gumam Deidara kesal setelah berhasil mendaratkan bogem di kepala Hidan.

"Penunggu aslinya gak bakalan ngerestui elo, Dei" kata Kisame.

"Eh, ngomong-ngomong soal penunggu, lo semua pernah denger gak, rumor tentang arwah orang mati yang sering gentayangan di sekitar WC ini?" Pain membuka percakapan.

"Yang mati sepuluh tahun lalu itu?" tanya Sasori.

"Emangnya rumor itu benar, Leader-sama?" tanya Kakuzu.

"Eits, benar kali...kata CS kita si Juugo itu, kabarnya kalo malam disini banyak..."

"Ha...hantunya...?" tanya Itachi gugup.

Demi mendengar kata 'hantu', Sasori langsung sembunyi di balik Itachi, Tobi langsung nyungsep di toilet, Kisame langsung menghabiskan persediaan lolipop Tobi, Hidan langsung menggigit-gigit samehada-nya Kisame, dan Kakuzu langsung menghitung duit hasil ngamennya kemaren.

"...banyak nyamuknya" Pain menyelesaikan kalimatnya. Teman-temannya langsung tepar di lantai.

oOo

Sementara itu, di kelas...

"Oke, kerjakan soal dari halaman 10-14," perintah Doof-sensei kepada murid-muridnya yang manis.

"Ah, kebanyakan sensei..." keluh Asuka.

"Kalo mengeluh ditambah sampai halaman 20!"

"APA!" pekik Konan sambil joget-joget lebay.

"Berteriak ditambah lagi sampai halaman 30,"

"ANJI**!" teriak Akaba dengan gak sadarnya mengabsen ragunan.

"Mengumpat ditambah lagi sampai halaman kantor Walikota!" Doof-sensei mulai kesal.

Akhirnya dengan sungguh terpaksanya dan tidak ikhlasnya murid-murid unyu (?) ini langsung membuka buku dan mengeluarkan alat tulisnya. Daripada ditambahin lagi sampai halaman rumah oom Satpam Kotetsu, ntar disangkain mau nyolong durennya, lagi.

TOK! TOK! TOK! BRUK! BRUK! Terdengar suara pintu kelas diketuk. BRUAK! BRUAK! BRUAK! Tempo suara ketukan tersebut makin meninggi, seakan-akan si pengetuk sudah bernafsu ingin mendobraknya dengan paksa.

"Ada orangnya~" kata Doof-sensei yang lagi membaca korannya.

"Sensei, bukain napa!" teriak Mio.

"Hah, ngapain buka-bukaan, haram taukhhh...sungguh TER~LA~LU~ kau Mio-chan sialan, kekekeke..." tukas Hiruma dengan Rhoma Irama Mode: On.

"Bukan kayak gitu, baka! Maksudnya bukain..."

"Bukain sekarang? Oh em ji, elo udah kagak waras, Mio-chan? Ntar jadi skandal, lho!" potong Akaba.

"Bukain pintunya maksud gue, hentai yaro!" teriak Mio geram setelah berhasil menorehkan skor touchdown di kepala Akaba.

Doof-sensei kemudian terlihat seperti menyadari sesuatu, lalu cepat-cepat menghampiri pintu yang nyaris almarhum jika tidak dibuka dengan segera.

"Eh, maaf, habisnya tadi gue kira gue lagi ada di WC, hehehehe" jelasnya sambil membuka pintu.

Sweatdrop pun muncul di kepala anak-anak didiknya. Untung aja gak kelewatan nggak nyadarnya, ntar bisa-bisa si Doof-sensei malah bombardir di tempat, tuh.

"Maafkan kami, kami terlambat sensei~..."

"Kirain siapa, ternyata kalian..." guma Doof-sensei saat mengetahui siapa sebenarnya sang pengetuk (baca: pendobrak) pintu.

Di depan pintu berdirilah sebuah tanaman cryptid langka dan seorang gadis berkuncir kembar. Mereka terlihat basah kuyup karena kehujanan. Mereka adalah Zetsu dan Azusa Nakano.

"Kenapa kalian terlambat?" Doof-sensei memulai interogasi.

"Kehujanan, sensei...masa basah kuyup begini kebakaran?" Zetsu bagian putih memberikan keterangan.

"Iya, udah ujan, becekh, gak adha ojekh, chapek dekh..." kata Zetsu bagian hitam dengan logat kansai+swahili+betawi.

"Kok bisa kehujanan? Kamu kan bawa payung?" tanya Doof-sensei lebih lanjut sambil menunjuk kurungan venus flytrap-nya Zetsu.

"Habisnya kami kan belum mandi lima tahun, jadi mumpung hujan kami mandi sekalian...eh, tau-taunya kami malah lupa waktu, ehehehe" jawab Zetsu hitam dan putih bersamaan. Doof-sensei sweatdrop.

"Nah, kalo kamu kenapa, Nakano-san? Diajak mandi sama Zetsu-san?" tanya Doof-sensei pada Azusa.

"Bukan! Sa...saya... saya kebanjiran, motor saya mogok, jadi harus berenang sampe sini..."

"Oh, ya sudah...ayo masuk" perintah Doof-sensei. "Calon atlet renang dunia, nih," katanya saat melihat Azusa berjalan menghampiri bangkunya.

"Kalo saya calon apa, sensei? Calon legislatif untuk pemilu tahun 2012, ya?" tanya Zetsu.

"Calon pewaris Sumanto" jawab Doof-sensei.

oOo

Kembali ke Pain dkk...

"Eh, udahan yok, sebentar lagi bel, lho! Habis ini kan pelajaran Fisika!" ajak Pain kepada hamba-hamba sahaya-nya.

"Eh, iya! Kalo terlambat bisa dicabut nyawa kita sama Rangiku-sensei!" Itachi langsung berdiri.

"Fi...fisika? Habis ini fisika?" tanya Kisame dengan wajah pucat, sehingga penampilannya jadi mirip baju seragam yang ia kenakan (putih-biru).

"Haloooo...Elo habis dari planet mana, sih Kis?" Hidan bertanya dengan heran.

"Nah, Kisame belum ngerjain PR...hayo...siapa suruh tadi nggak ikutan nyalin..." Deidara mengintimidasi Kisame.

"Iya, hayo Kisame...hayo Kisame...hayo Kisame..." celetuk Sasori.

"Kisame nanti dibantai sama Rangiku-sensei..." kata Hidan, sukses membuat Kisame makin pucat.

"Iya Kis, nanti gak dapat jodoh lho..." Tobi ikut-ikutan menyudutkan Kisame dengan kata-kata yang sama sekali gak nyambung.

"Ah...URUSAI!" teriak Kisame. "Kalian bukannya ngebantuin malah nyudutin gitu! Jahanam amat sih jadi teman!"

"Itu sih DL, Kis...Derita Loe!" kata Pain.

oOo

"Oke, pelajaran kita cukup sampai disini! Sampai jumpa di pertemuan berikutnya! Jangan lupa lanjutin tugas yang belum selesai!" kata Doof-sensei setelah bel pergantian jam berbunyi.

"Ok, sensei...si~yu~ bai bai..." Yuki dengan alay-nya melepas kepergian sensei-nya tercinta (?) itu.

Anak-anak 7-6 pun kembali meneruskan kegiatan orkestra ragunan mereka yang tertunda tadi pagi. Pain dkk (minus Kisame) pun telah hadir kembali untuk memeriahkan suasana. Eh, tunggu...mana Kisame? Saking takutnya dihukum Rangiku-sensei, hiu darat itu pun memutuskan untuk sembunyi di WC.

Kegembiraan mereka tidak lama, sepuluh menit kemudian, sesosok wanita datang memasuki kelas dengan sebuah zanpakutou terhunus di tangannya. Rangiku-sensei. Tanpa dikomando, Pain yang tadinya membuat seluruh kelas ketawa sampai muntah-muntah (akibat kelakuannya menarikan gerakan Hare Hare Yukai sambil menyanyi lagu Stasiun Balapan) langsung buru-buru duduk di bangku. Sasori yang sedang membaca komik hentai langsung menjejalkan komik itu ke tas Pain. Hidan yang sedang melakukan ritual Jashinisme langsung membaca ayat kursi keras-keras. Itachi yang masih ketawa langsung menahan ketawanya sampai kencing di celana. Kakuzu yang lagi ngitung duit langsung membuang duitnya di tempat sampah. Tobi yang lagi ngemut lolipop langsung menelan lolipop-nya bulat-bulat. Deidara yang lagi manicure langsung menendang bokong Tobi (?). Zetsu yang lagi ngupil langsung memakan upilnya. Hiruma yang lagi memoles senjata langsung menembaki Akaba. Akaba yang lagi main gitar langsung memberikan gitarnya ke pengamen. Natsu dan Gajeel yang lagi baku hantam langsung berpelukan mesra (kok malah BL?). Gray yang lagi gak pake baju langsung menutupi dirinya dengan gorden. Konan, Tsurara, Yuki, Asuka, dan Mio yang sibuk berdiskusi langsung sembunyi di dalam karung. Yui yang ngebo langsung bangun dan mengguyur kepalanya dengar air keras. Konata yang lagi maen game di laptop langsung merusak laptopnya dengan linggis. Azusa yang lagi SMS-an mesra sama pacarnya langsung nelpon nanya harga beras. Kok pada sarap semua, yah?

"Oke! Hari ini kita akan praktek perpindahan kalor! Sebelum itu kumpulin dulu PR kalian!" teriak Rangiku-sensei lantang.

"Sir, yes Sir!" jawab anak-anak, kemudian mereka mengeluarkan buku PR-nya masing-masing dan menumpuknya di meja guru. Tobi dengan segala keautisannya langsung menyiapkan satu liter minyak tanah dan korek api karena mengira mau ada pembakaran sampah massal.

"Hiruma! Konan! Bawakan alat praktikum dari lab!" perintah Rangiku-sensei lagi setelah mencetak homerun di bokong Tobi.

"Ha~i!"

oOo

Suara ledakan dengan syahdunya terdengar berkali-kali dari arah kelas 7-6. Semua berawal dari keidiotan Tobi yang mengoplos spiritus untuk praktikum dengan minyak nyongnyong. Entah setan apa yang merasuki Tobi sehingga ia memutuskan untuk menambahkan sedikit aroma pemanis pada spiritus yang dianggapnya berbau tidak enak. Melawan kodrat rupanya.

"Tobi! Balik ke sini lo!" teriak seorang wanita berpakaian compang-camping dan berambut jabrik. Zanpakutou bernama Haineko diacung-acungkan dalam genggamannya. Wanita ini sedang terlibat kejar-kejaran dengan seorang mahluk bertopeng loli.

"Tobi anak baek! Tobi kagak sengaja! Tobi anak baek jadi ampuni Tobi!" teriak mahluk itu sekencang-kencangnya memakai toa klenteng kesayangannya. Seluruh sekolah sampai mengira kalau ada yang lagi promosi pembalut wanita.

Sementara, sekumpulan anak-anak dengan muka gosong dan rambut afro melihat adegan action gratisan itu dengan cengonya. Bukan, mereka bukan anak-anak pedalaman Kenya yang nyasar ke Ichigaku Gakuen. Mereka adalah korban-korban tak berdosa dari ledakan tadi.

"Seni adalah ledakan, un," kata Deidara.

oOo

Waktu istirahat adalah hal yang paling menyenangkan bagi para pelajar Ichigaku Gakuen. Setelah masalah tentang insiden yang dilakukan Tobi berhasil diselesaikan dengan damai, sekarang adalah waktunya untuk menghibur diri sejenak. Pain, Sasori, Deidara, Tobi, Itachi, Zetsu, Konan, dan Kakuzu, beserta Kisame yang baru selesai sembunyi, langsung berpesta pora di kantin. Hiruma, Akaba, Natsu, Gajeel, dan Gray pergi ke koperasi setelah berkeliling sekolah meminta setoran seikhlasnya (baca: malak). Mio, Tsurara dan Asuka kembali berkicau sepuasnya, kali ini dengan anak-anak kelas sebelah. Yui kembali mengejar mimpinya. Konata kembali membasmi kejahatan dalam game-nya. Yuki, Azusa, dan Hidan pergi ke perpustakaan. Tunggu, untuk apa Hidan ke perpustakaan?

"Mbak, mbak, buku 'Siapa Bilang Jashin Tidak Bisa Membajak' edisi revisi tahun kemaren udah masuk belum?" tanyanya kepada mbak penjaga perpustakaan.

"Tunggu bentar, ya? Biar mbak cek dulu" jawab mbak berkacamata bernama Levy McGarden itu ramah. Kemudian ia mengutak-atik informasi di dalam komputer di hadapannya. "Waduh, kayaknya gak ada deh...udah gak masuk nih kayaknya..." katanya.

"Kok bisa, mbak?" tanya Hidan.

"Mbak gak tau, tuh...gomen ya dek..."

"Haaaah...ya sudahlah...maaf merepotkan mbak..."

"Gak papa, senang bisa membantu"

Sementara itu, di Departemen Agama Konoha City, dua orang petugas terlihat membawa tumpukan buku-buku yang berat ke lapangan. Seorang petugas menggali lubang yang besar disana, kemudian setelah selesai kedua temannya bergegas melempar tumpukan buku-buku itu ke dalam lubang tersebut. Setelah menyiramnya dengan oli, mereka menyalakan korek api kemudian menjatuhkannya ke tumpukan buku-buku tersebut.

"Buku aliran sesat lagi, ya?" tanya seorang petugas yang bernama Genma Shiranui.

"Ya, kalau tidak salah judulnya 'Siapa bilang Jashin Tidak Bisa Membajak'" jawab temannya yang bernama Gen Takekura.

oOo

Bel kembali berbunyi, menandakan istirahat telah berakhir. Murid-murid dengan tertib kembali masuk ke kelasnya kecuali anak-anak kelas 7-6. Mereka masih dengan setianya nongkrong di luar kelas layaknya monyet bisulan.

Seorang pria datang menghampiri kerumunan sirkus tersebut. Dengan ramahnya pria bernama Renji Abarai itu mengajak para mahluk sirkus itu masuk ke kelas untuk kembali belajar. Mau tidak mau, mereka masuk ke kelas. Memang, guru Bahasa Indonesia mereka ini sangat ramah, tidak seperti Rangiku-sensei, tetapi bankai-nya yang bernama Hihiou Zabimaru itu kelihatan susah diajak kompromi.

"Baiklah, sekarang buka buku halaman 120, ya! Hari ini kita akan belajar tentang sastra melayu klasik!" ujarnya bersemangat.

"Tidak perlu banyak tanya, Tobi...Ikuti saja pelajaran ini dengan baik, ya!" ujarnya lagi ketika melihat si topeng loli mulai mengangkat tangannya. Abarai-sensei tahu, meladeni pertanyaan Tobi bisa berujung keautisan fatal. Tobi pun menurunkan tangannya lagi.

"Yak, Nagato-san, silahkan baca kutipan sastra melayu klasik di halaman tersebut!" perintah Abarai-sensei kepada Yuki.

"O~ki doki~, sensei..." jawab Yuki dengan tingkat ke-alayan tinggi.

...Adapun Tucker kemudian membentuk 2 buah team bernama Team Magma dan Team Aqua, Team Aqua tersebutlah menjalankan bisnis baju dalam. Pada suatu hari bertandanglah seorang pelanggan, adapun ia mencoba baju dalam yang terlalu ketat, lalu bertanya ia kepada Pramuria, "Bagaimana penampilan orang gila ini?". Pramuria itu berkata, "Hanya Maria Ozawa-lah makhluk Tuhan yang boleh tampil sexy!". Syahdan iapun mengoyak baju dalam itu jadi dua bahagian yang serupa dengan pedang samurai. Pelanggan itu membuka topengnya dan ternyata ia adapun Maxie, pemimpin daripadapun Team Magma. Ia memakan tiga kilo petai sehingga terkentutlah ia. Syahdan kentutnya mencapai Khyrgiztan dan Pantai Gading.

Archie, ketua daripadapun Team Aqua pun marah, bangkitlah syahwatnya dan ia pun menantang Maxie mengenai siapa yang celana dalamnya paling besar. Maria Ozawa datang dan berkata, "Kalian seharusnya malu daripada diri kalian sendiri, celana dalam kalian sepuluh jengkal lebih molor daripadapun belalai gajah India".

Syahdan iapun memanggil tutornya yang ternyata adapun Lorelei. Terlihat olehnya bahawa adapun Maxie menderita impotensi stadium lima yang tiada mungkin disembuhkan. Jika ia berkata jujur, Maxie akan sakit jantung dan kumat sehingga melakukan sesuatu hal yang tiada dapat disahkan. Jadi, apa yang harus Lorelei katakan? Iapun berkata "Percayalah, apa kata SBY." Maxie menyadari bahwa ia terlalu banyak makan makanan pedas seperti wasabi, kimchi, sambel uleg dan pembalut wanita. Kerana sadarlah oleh itu pulalah ia kemudianpun menyembah kepada Dewa Jashin dan berkata, "Ya Jashin, hamba bermohon minta ampun kepadaMu!" Loreleipun berkata, "Pergilah ke Hobby Shop terdekat,"...

"Yak, cukup!" Renji-sensei memerintahkan Yuki berhenti membaca. Sementara Yuki sudah muntaber stadium 4 akibat membaca karya sastra dari planet Keron tersebut. Begitupun anak-anak 7-6 yang lain. Mereka terlihat seperti bebek yang menahan boker selama sepuluh tahun.

"Sekarang, jawab pertanyaan bapak! Apakah tema dari karya sastra melayu klasik di atas?"

oOo

Sekarang kita lihat jawaban mereka masing-masing. Sumpah, Author lagi nggak mood menulisnya dalam bentuk dialog setelah membaca sastra melayu klasik yang dibaca Yuki tadi. Sukses membuat ayam peliharaan Author bertelor anak gajah.

Pain: Butik celana dalam!

Konan: Boy's Love alias Yaoi!

Zetsu: Keluarga Cendana!

Deidara: Pelatihan teroris!

Hidan: So pasti pemujaan terhadap Dewa Jashin!

Kisame: Apaan sih? DBD gue denger ni cerita!

Sasori: Pinokio dan Geppeto!

Itachi: Human Trafficking!

Kakuzu: Kok gak ngebahas uang, sih?

Tobi: Tobi anak baek tau! Itu cara memasak ayam tanpa ayam!

Hiruma: Tch! Yang ngarang ni cerita minta dimakan Cerberus, kali ya?

Akaba: Orang patah hati karena ditolak kekasih! (Itu kan derita loe)

Natsu: Kehidupan di RSJ, ya?

Gajeel: Asik, ada Maria Ozawa-nya!

Gray: Ekhibisionis kayak gue, nih, tokohnya...

Tsurara: Jijik, ah...

Asuka: Penyerangan angel di Tokyo-3?

Mio: Ah, saya jadi terinspirasi untuk membuat lagu, nih...

Yuki: *tepar*

Azusa: Kehidupan keluarga Yui-senpai...

Yui: Chowder sama Shnitzel lagi belanja pupuk kandang!

Konata: Cheat game PB, ya?

Jawaban siapa yang benar? Ya tentu gak ada...Asbun semua, sih...Jelas-jelas tema cerita di atas itu tentang 'tips-tips memalak yang baik dan benar'.

oOo

Suara bel berbunyi untuk terakhir kalinya pada hari itu. Semua anak pun gembira menyambut jam pulang yang telah lama mereka tunggu-tunggu. Tidak sabar bagi mereka untuk pulang ke habitat mereka yang nyaman. Memang, tidak semua jalan pulang yang dituju adalah rumah. Bagi para anggota Akatsuki misalnya, minimal mereka melakukan ritual geng-nya dulu sebelum benar-benar pulang ke rumah. Seperti apa sih, suasana saat pulang sekolah di Ichigaku Gakuen? Tunggu chap berikutnya, ya!

TSUZUKU...

(A/N: [1] CS:Cleaning Service, bukan Counter Strike)

Author: Thanks untuk yang udah baca fict aneh ini! Nanti saya update lagi! Arigatou Minna-san~ saya kembali ke habitat saya dulu, yaa...hahahaha...

Readers: Emang habitat lo dimana, sih?

Author: Terserah gue dong, di kebon mangga elo juga bisa...

Readers: *nimpukin author pake jengkol*