Yaaaiiii Kai-chan hadir lagiiii~ ngga nyangka ada yang ngereview dichappi pertama
Saking senengnya langsung teriak-teriak gaje di les .. malu /
yah,, semoga chap 2 ini lebih baik dari chap pertama. Dan kayaknya fic ini akan selesai 1-2 chap lagi.. gomen..
yah.. makasih udah mau ngeluangin waktu buat baca bacotan Kai-chan..
Disclaimer : hiks! Mungkin aku harus kedunia parallel, dan mungkin disana Amano Akira-san akan memberikan KHR pada Kai-chan T^T
Warning: YAOI, OOC(of course), tidak menggunakan EYD yang dibenarkan (ketauan ga dengerin guru tuh), OOT, typos (Kai-chan ngarep ini ga ada), GAJE, abal-abal, dan laen-laen~
Mohon untuk ga nge-flame… tapi kritik dan saran sangat Kai-chan perlukan~
.
.
.
Enjoy~
.
.
Chapter sebelumnya
Hibari dan Tsuna sedang dalam perjalanan pulang. " ahahaha… tadi itu seru sekali". Kata Tsuna
"hn, aku ngantuk" jawab Hibari OOT.
"ahahaha… terima kasih sudah mengajakku, Hibari-san!" kata Tsuna sambil berlari kecil didepan Hibari. "lain kali kita kesini lagi, ya?".
Meleng, Tsuna tak memperhatikan jalan disekitarnya.
TTTIIIIINNNN TTIIIINNNN. Sebuah mobil melaju dengan kencang. Tsuna kaget. Tak bisa bergerak.
"AWAAAASSSS!" Hibari berteriak sambil mendorong Tsuna.
BRRUUUUUAAAAAAKKKKKK.
.
.
.
.
Tsuna shock. "apa….. yang terjadi….? Hibari-san…"
.
.
~*HibaTsuna*~
.
.
"Hei, sudah dengar berita itu. Tentang kejadian kemarin!?". Tanya seorang siswi yang memakai seragam sekolah Nami-chuu.
"Iya, Hibari-senpai menyelamatkan Dame-Tsuna'kan?". Balas yang seorang lagi.
"Apa mereka tidak apa-apa?!"
"Dame-Tsuna sih tidak terluka sama sekali, tapi Hibari-senpai…"
"Eh, memangnya Hibari-senpai kenapa?"
"Dia…"siswi itu memutus pembicaraannya.
.
.
.
.
"Koma."
.
.
~*HibaTsuna*~
.
.
"Hhh.. Dame-Tsuna, kau harus makan!". Perintah Reborn. Yang entah kenapa ia sedikit menghawatirkan anak didiknya tersebut.
Yang ditanya hanya menggeleng dengan pandangan kosong. Saat ini Tsuna sedang meringkuk di tempat tidurnya. Ia terlihat sangat shock dengan kejadian kemarin. Gara-gara dia, Hibari harus masuk rumah sakit dan sekarang dalam keadaan koma.
"Ya sudah.. terserah padamu.". reborn menyerah. Kemudian ia keluar dari kamar Tsuna.
BLAAMMM. Terdengar suara pintu tertutup.
"Hiks.." Tsuna mulai menangis. "gara-gara Aku, Hibari-san…".
"Apa aku meninggal, herbivore?". Tanya seseorang dibelakang Tsuna.
"Tidak. Hibari-san koma…hiks.." jawab Tsuna.
"Hn, berarti aku belum mati…"
"I-ini semua salahku… andai saja.. waktu itu…". Tsuna tak dapat menyelesaikan kata-katanya.
"Apa sebegitunya kau menyukaiku, hm?" tanya seseorang itu
"iy-" Tsuna memutus kata-katanya lalu menoleh.
.
.
Hening . Tak ada suara jangkrik karna ga ada yang pelihara jangkrik.
.
.
.
"HIIIIIIEEEEEEEEEE! HIBARI-SAN SUDAH JADI HANTUUUUUU!". Teriak Tsuna saat menoleh kebelakang dan dilihatnya Hibari tapi dengan wujud yang tembus pandang. Oh Tsuna, kenapa reaksimu lambat sekali seperti siput yang berumur ratusan tahun- mana ada! *dibantai-
"berisik, kamikorosu!". Bentak Hibari. Padahal, sebenarnya Hibari sedang menahan tawa. Tsuna kicep. Setelah dirasa sudah agak tenang, Tsuna memulai pembicaraan.
"E-etto, Hibari-san, kenapa jiwa Hibari-san bisa keluar dari tubuh Hibari-san?". Tanya Tsuna. Aneh kan memang? Memang ini cerita horror apa?. Tapi… memang itulah yang terjadi saat ini.
"Entah,". Hibari hanya mengangkat bahu. "aku tidak tahu. Tiba-tiba saja sudah menjadi seperti ini.". jelas Hibari dengan cuek. Dan setelah itu Hibari kaget. Kaget karna Tsuna menangis.
"Hiks..". tanpa sadar Tsuna mengeluarkan air matanya.
'Eeehhh?! Kenapa aku menagis?'. Batin Tsuna.
"Ugh… ". Setelah selesai dengan tangisnya Tsuna berkata-yang lebih tepat disebut berteriak-. "Aku akan membantu Hibari-san ketubuh asal apapun yang terjadi!". Tsuna memejamkan matanya dengan erat saat ia berteriak begitu.
Hibari yang melihat reaksi Tsuna hanya bisa tersenyum tipis. "Hn,". Memang hanya itu reaksi Hibari.
Tsuna yang melihat Hibari tersenyum langsung blushing. 'ini dia! Ini! Ini yang bikin siswi di Nami-chuu klepek-klepek!'. Batin Tsuna. Setelah itu Tsuna tersadar dari batinan nistanya.
"Ehhm! Aku ingin tahu, apa Hibari-san bisa menyentuh sesuatu?". Tanya Tsuna.
Yang di tanya hanya diam tapi melakukan gerakan. Hibari berusaha menyentuh kepala Tsuna dengan tangannya, tapi hasilnya nihil. Tangan Hibari malah menembus kepala Tsuna.
"Tidak bisa, ya?". Tsuna menjadi sedih. Tapi setidaknya ia bahagia karna bisa bertemu dengan Hibari. Yah.. walau dalam wujud hantu, sih.
"AH! bagaimana kalu kita kerumah sakit sekarang? Mungkin jika kau menyentuh tubuhmu, kau bisa kembali lagi, Hibari-san!". Tiba-tiba Tsuna mendapatkan ide.
"Hn, memangnya ini komik, hm?". Hibari mendeathglare Tsuna. Tsuna hanya ber'hie'ria. "Yah, tapi boleh dicoba".
.
.
~*HibaTsuna*~
.
.
Sesampainya mereka di Rumah Sakit Namimori, mereka langsung menuju ke kamar rawat tempat Hibari berada. Disana tampak sosok tubuh Hibari yang tergeletak lemah diranjang dengan alat bantuan pernafasan dan alat lainnya untuk mendeteksi detak jantung.
Hibari kemudian menyentuh tubuhnya sendiri. Tapi, nihil. Tak ada yang terjadi. Gagal. Air muka Hibari langsung berubah. Kecewa mungkin?
Tsuna menatap nanar pemandangan didepannya. 'Apakah.. Hibari-san akan meninggal?'. Batin Tsuna. Ia takut penjaga awannya akan meninggal.
Melihat mata Tsuna berkaca-kaca, Hibari langsung mengambil tindakan.
"Hei, tampak seperti aku sedang memakan tanganku sendiri..". kata hantu Hibari sambil memasukkan tangannya yang tebus pandang kemulut tubuhnya sendiri. Nampak seakan-akan tubuh Hibari sedang memakan tangan.
"Puh!... ahahaha!". Tsuna mulai tertawa. Melupakan apa yang tadi dikhawatirkannya. "Ahahaha… itu aneh, Hibari-san! Lagian, badan orang jangan dibuat mainan dong!"
"lagian kenapa tiba-tiba-". Tsuna tak melanjutkan kata-katanya saat ia melihat Hibari menoleh kearah lain. Malu, mungkin?
'Ah… karena aku seperti mau menangis?!... daridulu aku sudah tau kalau kau itu baik, Hibari-san…'. Batin Tsuna sambil melihat Hibari-lebih tepatnya arwahnya-
"Hn, ayo.. kita cari cara lainnya…". Hibari melangkah pergi dari tempat ia berdiri. Tsuna hanya mengiyakan saja.
TAP. TAP. TAP. Terdengar suara langkah kaki Tsuna di lorong rumah sakit itu. Eh? Jangan bilang kalian lupa bahwa Hibari adalah hantu, jadi tentu saja tak ada suara langkah kaki.
'Dari tadi jalannya cepat sekali!'. Batin Tsuna sembari berusaha mengikuti langkah Hibari. Padahal Tsuna sudah lari kecil, tapi masih tertinggal agak jauh dibelakang.
TEPP. Hibari berhenti. Menunggu seseorang yang masih berusaha mengejar langkahnya. Hibari melirik Tsuna dan berkata. "Lambat, herbivore.. apa jalanku sebegitunya tidak bisa kau ikuti, hm?"
"Sa-sama sekali tidak bisa kuikuti-".
BRRUUUKKKK.
Tsuna terjatuh dan tidak sempat menyelesaikan kalimatnya. Haduh, dasar Tsuna. Krik.. krikk. Suasana hening beberapa saat.
Hibari terdiam memandang Tsuna, dan Tsuna sedang berusaha bangkit dari jatuhnya dan berusaha untuk berdiri lagi.
"Hng!". Hibari hanya mendengus geli. "Dasar herbivore". Dan sekarang malah terkikik kecil.
'Sejak Hibari-san menjadi hantu, entah kenapa ia menjadi lebih talkactive..'. kau benar, Tsuna.. Hibari sepertinya menjadi lebih talkactive. Tapi bukankah itu bagus?
.
.
"Oh, jadi begitu, Hibari tidak bisa kembali ketubuh aslinya". Kata seorang bayi memakai topi fedora dengan seekor kadal bernama Leon diatasnya. Pasti udah pada kenal dong? Iya! Dia! Si Sparta Reborn! *dor!. Sekarang jalan yang diambil Hibari dan Tsuna adalah member tahu Reborn, yahh siapa tau Reborn tau kunci untuk keluar dari masalah ini, bukan?
"Iya. Reborn, kau bisa melihat Hibari-san? Dia sekarang ada disebelahku". Kata Tsuna sembari menunjuk ruang kosong di sebelah kanannya.
"tentu saja aku bisa melihatnya, Dame-Tsuna! Aku hitman nomer satu..". balas sinis Reborn.
'Errrr… apa hubungannya sama hitman? Daripada hitman lebih bagus disebut dukun atau cenayang, mungkin?'. Batin Tuna. "Aku tahu apa yang dipikiranmu, Dame-Tsuna! Aku bukan dukun!". Bentak Reborn –lagi-
Hibari yang sejak tadi hanya diam sambil duduk-duduk pun akhirnya ikut angkat barbell- eh! Bicara!. "Hn, jadi apa yang akan kita lakukan, akanbo?"
"Entahlah, yang bisa kukatakan saat ini hanyalah bahwa kau akan tinggal disini saja bersama Tsuna.."
"HIIIIEEEEEE! Kenapaaa?!". Pekik Tsuna.
"Tentu saja karna itu tanggung jawabmu Tsuna, Kau yang membuat Hibari celaka!" balas Reborn. "kau harus mau, Hibari! Setelah ini aku akan menelepon Giannini, Spanner dan juga Shoichi untuk mencari jalan keluarnya"
Hibari hanya mengangguk. Tsuna tidak habis pikir jika Hibari mau tinggal dirumahnya. Tsuna kira Hibari akan tetap tinggal di Nami-chuu sampai ada informasi lebih lanjut.
.
.
~*HibaTsuna*~
.
.
Hari Selasa. Bukan waktunya untuk liburan. Ya, Tsuna sekolah hari ini dengan ditemani oleh Gokudera dan Yamamoto seperti biasanya. Kemana Hibari? Aaahh.. Hibari sudah berangkat kesekolah tercintanya terlebih dahulu.
Sesampainya disekolah Tsuna langsung diberondong pertanyaan dari para siswa dan siswi seperti 'Apa kau pacaran dengan Hibari-senpai, Dame-Tsuna?' atau 'Hubungan kalian seperti apa sih?' dan lain-lain. Hal ini membuat Tsuna risih, tapi ia bersyukur karna ada Gokudera yang melindungi boss-nya yang walau caranya agak ekstrim.
.
.
Sudah sore. Tapi Tsuna masih berada di sekolah untuk mendapatkan pelajaran tambahan dari sang guru. Oh, ini sangat membuat Tsuna stress. Untuk informasi, Gokudera dan Yamamoto sudah pulang terlebih dahulu-yang walau Gokudera sempat menolaknya-.
"Hhaaahhh! Akhirnya selesai jugaaa….". Tsuna meregangkan tubuhnya yang sempat kaku karna terlalu banyak duduk. Kemudian Ia menuju keatap sekolah. Kenapa? Untuk menjemput Hibari tentu saja.
CKLEK. Suara pintu menuju atap terbuka. Dan seseorang- ah! tidak! Bukan seseorang karna ia tembus pandang . Hibari. Ya, TSuna sedang mencari Hibari untuk pulang bersama. Dan ia melihat Hibari sedang tidur disana.
'Aku heran, kenapa Hibari-san tidak pernah masuk angin, ya?'. Batin Tsuna, memang aneh bukan?. Setelah itu Tsuna langsung mengambil tempat duduk disamping Hibari. Tsuna mendongak melihat langit yang sudah berwarna orange cerah. 'Yaahhh… menunggu Hibari-san tidur sebentar tidak masalah, kan?'
.
.
.
Perlahan-lahan Tsuna membuka matanya. Ia langsung tersentak kaget.
"hooo… sudah bangun, herbivore?". Kata arwah yang ada di sebelahnya. Ya, Tsuna memang tadi ikut tertidur. Sesaat setelah Tsuna tertidur, Hibari bangun. Dan Hibari memutuskan untuk menunggu Tsuna
"go-gomen, Hibari-san!". Setelah itu Tsuna melihat kearah langit. "HIEE! Sudah hampir malam"
"hn, pulang.". perintah Hibari. Tsuna hanya mengangguk saja. Mereka pulang melewati sebuah gang yang agak lebar. Sepi. Itulah kesan pertama dari jalan yang mereka lalui.
"Hei! Kau, serahkan uangmu!". Bentak seorang preman. Dibelakang preman itu ada beberapa orang lagi.
"Hi-hiieee… aku tidak membawa u-" perkataan Tsuna terhenti ketika Hibari melancarkan aura ala tukang jagal (?).
"mengganggu murid Nami-chuu!. Kami…. Korosu!". Hibari mengeluarkan deathglare terbaiknya.
"Ayo kabur! Si pendek itu punya aura yang setara dengan Hibari! Mo-mohon maaf!". Setelah ketua geng itu meminta maaf, mereka langsung ngibrit meninggalkan Tsuna dan Hibari.
Tsuna mangap. Tak menyangka bahwa aura Hibari sebegitu dahsyatnya. 'Hibari-san…. Mengerikan!'. Sementara itu, Hibari hanya cuek sambil berjalan menuju rumah Tsuna.
Sesampainya di rumah Tsuna, Tsuna dikejutkan oleh adanya Reborn yang berada dikamarnya sambil menatapnya serius. Dan intuisi Tsuna mengatakan adanya hal yang buruk akan terjadi.
"A-ada apa, Reborn?". Tanya Tsuna. Ia hanya bisa berharap kali ini saja, intuisinya salah.
"Hn, ada berita buruk, hm?". Hibari pun ikut-ikutan kepo.
"Yaah… sebenarnya, iya." Jawab Reborn. "Dame-Tsuna, aku sudah bertanya pada Shoichi, Spanner dan Giannini tentang Hibari. Lalu mereka shock."
"Ke-kenapa?". Tanya Tsuna. Hibari hanya mengangkat satu alisnya saja.
"Mereka berkata… jika tubuh seseorang kosong tanpa jiwa, berbeda dengan orang yang sedang koma. Jika koma, jiwa mereka masih berada di tubuhnya, dan ini berbeda dengan Hibari, tentu saja. Tubuh Hibari yang kosong memungkinkan organ tubuhnya perlahan melemah karna tidak adanya jiwa didalamnya". Jawab Reborn dengan tenang walaupun air mukanya sedikit menunjukkan kekhawatiran.
"Hn, lalu?". Hibari akhirnya bertanya.
"Hibari.. jika kita tidak menemukan cara untuk menyatukan jiwamu dengan tubuhmu dalam tiga hari kau akan….". ucapan Reborn menggantung. Reborn menghela nafas.
.
.
.
.
"meninggal"
.
.
To Be Continued (LAGI?!)
Lagi? To be continued lagi? Aahhhhh! Tapi Kai kan udah jelasin sejak awal :v . dan kenapa endingnya selalu nggantuuungggg! (soalnya Kai ngga ada ide lagi )
Makasih bagi yang sudah ngereview..
Gimana, Kuroko-san? Terkejut ngga? Atau masih terlalu mainstream? Maaf deh….
Kyuushirou-senpaaiiii… makasih udah susah payah nyariin Kai ide dan bikinin adegan yang 'iya-iya' Hibari sama Tsuna.. mungkin bisa dipakai *senyumnista
Yaahhh… makasih juga bagi yang sudah mau baca fic ga jelas Kai-chan.
Kalu udah baca, tolong direview ya? Itu sangat berarti buat Kai-chan ^^
Last word, TENGKYUUUUUUUUUUU~~~~
