Hallooooh! Beta kembali dengan chap 2!

Akhirnya ya Tuhaaan! Ada juga yg baca! *terharu

Beta cepet-cepet apdet, udh kebelet sih

Berikut adalah balasan review:

yolaselalungefanssakura : makasihh udh dibilang bagus. Emang baru chap 1 jadi ga ada romantisnya dulu. Namanya juga first meet. Sebenernya juga baru nyadar sih. Heheh. Klo soal kakaknya, beta juga gatau. Tolong kasih contoh siapaaa aja.

Nara kazuki : makasihh udah dibilang baguss. Pair-nya gasuka? Nanti masukin slight dah.

Uchiha Yuki-chan : iya ini udah apdet

Udh deh. Bosen ngebacot. seperti biasa, Klo mo review, beta ga maksa, mo flame, puji, kritik,komen de es be terseraah

WARNING : ANEH, GAJE, GA JELAS, TYPO, DE ES BE, DE KA KA, DE EL EL

UNEXPECTED

DISCLAIMER: Naruto jelas punya bang Masashi

Rate : T

SasoSaku

Chap 2 : New Neighbors

SAKURA POV

Aku memarkir motor sport hitam-biruku di tampat parkir VVIP di basement Autumn Executive Apartement.

"Selamat sore sakura-sama, apa tas anda perlu saya bawakan ke kamar anda?" wanita dengan seragam hitam yang sangat kukenal menyambutku hangat.

"tidak perlu, Shizune," aku menjawab dengan jawaban yang tiap hari kukatakan. Heran, tidak bosan-bosan mereka menanyakan hal yang sama padaku. padahal jawabannya sudah pasti tidak.

Segera menaiki lift menuju lantai 27. Dan ketika aku tengah berjalan menuju kamar sweet-ku, kamar 2711, aku melihat..

Sesosok pria berambut merah, berbadan tinggi tegap membawa 3 koper besar dan 1 ransel. Berdiri tepat di samping kamarku.

Itu...

Sasori-senpai?

SASORI POV

Aku sekarang tengah mencari kunci kamarku yang seingatku kutaruh di ranselku. Ketika kuraba-raba kantongku, ternyata aku menyimpannya di kantong celana. Dasar otak pikun.

Ketika kubuka pintunya..

Kamar apartemen ukuran besar yang terlihat super mewah membuatku kaget. Dasar otou-san, sudah kukatakan berapa kali agar mendapat kamar apartemen biasa. Dengan langkah gontai aku memasuki kamarku yang luas.

Ketika kulihat pintu kayu dengan ukiran mewah berlambangkan daun maple yang merupakan lambang apartemen ini, langsung saja kubuka. Ternyata isinya..

Kamar tidur besar dengan kasur ukuran king size terpampang begitu saja didepanku.

Bahkan kamar mandinya saja ukurannya hampir melebihi kamar kost-ku yang lama.

KRUYUUUUUUUK

Cih. Aku lapar, sedangkan aku tidak punya makanan instan untuk dimakan. Terpaksa aku makan diluar. Sudah dapat dipastikan, makanan di apartemen ini pasti sangat mahal. Duitku pas-pasan pula. Aku hanya bisa makan pagi dan malam di sini karena gratis. Semua sudah diatur ayahku. Ia merupakan salah satu pendiri apartemen ini.

Terpaksa aku makan diluar. Cari makanan murah aja. Aku mengambil kunci mobilku dan segera keluar kamar.

Tepat setelah aku membuka pintu kamarku, seseorang dari kamar sebelah. Sepertinya aku mengenal sosok berambut pink itu.

"Sasori-senpai?" anak perempuan itu menyebut namaku.

"kau.. Sakura Haruno?" ah.. sekarang aku ingat. Dia adalah perempuan berbakat bersabuk cokelat yang hampir mengalahkanku pada kumite tadi.

KRUYUUUUUUUUUK

MAMPUS AKU MALU BANGET!

"senpai lapar?" Sakura memulai pembicaraan.

"a..aku..nggak.."

KRUUYUUUUK

Dasar perut kurangajar, bikin malu aja.

"tunggu.. biar kutebak, senpai laper, gak punya makanan instan, tapi gak mau makan di restoran sini karena mahal, duit pas-pasan, trus mau cari makanan murah diluar?"

KOK DIA BISA TAU DETAIL BANGET? BIKIN TAMBAH MALU AJA

"eh..hehe.. aku.." sejak kapan aku mulai gagap?

"kutraktir," sakura memotong kata-kataku

"eh..tapi.." sebenernya seneng juga sih, tapi kan gengsi, ditraktir murid sendiri

"mau gak?" sakura berbalik badan. "kebetulan aku juga mau makan,"

KRUYUUUUUK

Perut sialan.

"ya udah! Iya, iya, semua yang kamu katakan benar! Iya aku mau ditraktir!" hah.. malu berat aku..

.

Ternyata benar, itu restoran super mahal, super mewah.

"selamat sore, Sakura-sama, anda mau pesan apa?"

Tunggu, kok dia manggil Sakura-sama?

Namanya itu kan Sakura Haruno. tunggu.. Haruno? Jangan jangan dia..

"aku pesan Lemon Tea panas dan steak tenderlon medium, Sasori-senpai mau pesan apa?"

Pertanyaan Sakura membuyarkan lamunanku aku segera membuka buku menu yang sampulnya saja sepertinya terbuat dari kulit sapi muda super halus.

BUSET? Masa air mineral aja harganya sampe 15 ryo? Bahkan spaghetti aja harganya 60 ryo. Mahal banget!

(NOTE! DI FIC INI 1 RYO = 1000 RUPIAH. BERARTI 60 RYO = 60.000 RUPIAH)

"ehm.. aku mau sandwich aja," terpaksa aku pilih yang paling murah. Padahal perut merana.

"baik jadi pesanannya lemon tea panas.." si pelayan mulai menyebutkan pesanan

"tunggu," Sakura memotong kata-kata si pelayan

"senpai, ga usah pikirin soal harga. Pilih yang mana aja,"

Kok ini anak bisa baca pikiranku sih?

"ya udah, aku pesan spaghetti carbonara dan ice coffee," aku pasrah deh. Asal pilih aja.

"baiklah. Jadi pesanannya lemon tea panas, steak tenderloin medium, spaghetti carbonara dan es kopi, ada pesanan lagi Sakura-sama?" Sakura hanya sedikit mengangkat tangannya, seperti menolak pengemis yang suka ada di perempatan lampu merah.

"baiklah, mohon ditunggu sakura-sama, saya permisi dulu." Si pelayan menundukkan badan. Formal abis.

"a..anu, sakura.."

"apa?"

"ka..kamu bayar pakai apa? Di sini kan makanannya mahal," kenapa juga aku harus tanya begitu? Kaya orang ga punya duit aja.

Tanpa banyak bicara, sakura langsung mengeluarkan kartu kredit platinum. Karena malu aku diem aja, remaja udah punya platinum card? Aku aja gak."dari mana kamu.."

"orangtuaku tinggal di Perancis, kakakku kuliah di Inggris, karena tinggal sendirian aku diberi kartu kredit untuk kebutuhan sehari-hari." Sakura tinggal sendiri? Tanpa pikir panjang, mulutku mengeluarkan suara dengan sendirinya," kamu bayar biaya apartemen pakai.."

"ditanggung orangtuaku, mereka pemilik sekaligus pendiri apartemen ini." Waw, jawaban sakura menjawab semua pertanyaanku. Berarti dia anak dari Masashiro dan Koyuki Haruno? Kaya banget dia.

"memangnya orangtuamu nggak marah kamu makan yang mahal-mahal?" mulutku gak bisa berhenti bicara

"nggak, kata mereka ini wujud permintaan maaf mereka,"

" maaf menunggu, ini spaghetti carbonara, ice coffee, dan lemon tea, steak tenderloinnya mohon ditunggu. Sebentar lagi jadi, saya permisi," si pelayan membungkukkan bandannya formal lalu pergi.

Ketika kucicipi spaghetti-ku, rasanya..LUAR BIASA. Sayang banget kalo dimakan cepet-cepet. Tapi aku nggak bisa nahan lagi. Langsung aja kulahap spaghetti itu dengan cepat. Tapi...

Sakura hanya memperhatikanku yang lagi makan lahap sambil sesekali menyeruput lemon tea-nya dengan senyum kecil tersungging di bibirnya.

Selagi makan sekali-kali aku curi-curi pandang melihat wajahnya yang ternyata.. lumayan cantik juga kalo lagi senyum. Coba kalo dia.. Aduh! Mikir apa aku

"maaf menunggu, steak tenderloin anda sudah siap Sakura-sama. Selamat menikmati,"

Tanpa kusadari spaghetti-ku sudah habis. Tapi aku masih saja mengemut sendok bekas spaghetti tadi.

"Senpai ngapain? Aku mau balik ke kamar," kata-kata sakura membuyarkan lamunanku. Dia sudah selesai makan?

"ah.. iya.."

SAKURA POV

Dari tadi kulihat senpai makan. Lucu sekali. Kayaknya dia gengsi.

Tapi wajahnya tadi lumayan juga. Ah! Aku mikir apa sih.

"sampai jumpa besok Sakura."

"ya,"

SKIP TIME

"sakuraa.. gue capek banget ikut eskur futsal. Disuruh ini.. disuruh itu.. lari sana.. lari sini.. malas banget gue!" si Ino mulai lagi ngocehnya. Sekarang sudah istirahat kedua. Tapi dia gak capek-capek ngomong.

"eh, eh, Sakura, si Sai itu ya, kemaren, DIA NEMBAK GUE GETHOOO DEH! TRUS YA GUE TERIMA!"

"oh ya? Bagus deh,"

"halo Sakura,"tiba-tiba Sasori-senpai lewat begitu saja didepanku sambil menyapaku. " siang senpai,"

Ino melongo. Ketika senpai sudah menjauh, Ino tetap melongo. Ajaib!

"Sakura.." ino mulai bicara

"apa?"

"i..itu..siapa?"

"itu Sasori-senpai, guru baru eskur karate. Kenapa?"

hening

"OH MY GOD! DIA KEREN BANGET! MELEBIHI SAI-KUN! AKU JUGA MAU IKUT KARATE AH! " Baru 1 menit yang lalu kita ngomonin cowok barunya, sekarang udah tergila-gila sama orang lain.

"trus Sai sama teman-teman futsal-lo gimana?"

"alaah, itu mah gampang. Tinggal diajak juga mau. Sai kan udah bilang ke gue kalo dia tergila-gila sama gue, bakal ngikutin kemanapun gue pergi. Lagian denger-denger Sai, Sasuke, sama Naruto udah mulai bete di futsal."

"lo mau ikut karate cuma karena ada cowo keren di sana? Dasar,"

"bodo, suka-suka gue, pokoknya mulai besok gue bakal ikut karate!"

"hh.. terserah."

TBC

Aduuh. Selese juga. Cape jugaah. Kadang males ngetik, kadang ga ada ide.

Jadi?

R

E

V

I

E

W

?