Chocolate in Sweet Tooth
[AU || GS || Chapter 1]
Romance—Drama
PG
Starring :
EXO
OTP12
Warning !
Chinese and English content
Backsound : Orange Caramel –Catallena
…
Seoul University adalah salah satu universitas dengan peridikat A+, dan banyak yang mencalonkan diri untuk menjadi mahasiswa-mahasiswi universitas terbaik di Korea. Musim semi tahun ini terasa berbeda dengan biasanya—terutama setelah mendengar bahwa salah satu mahasiswi asal Changsa, Hunan yang kini telah menjadi penulis terlaris tahun ini. Tanpa diduga-duga, sosok hawa berumur 24 tahun itu adalh mahasiswi jurusan Dance Studies. Ia tidak hanya pintar dalam soal karang-mengarang, tetapi ia juga cantik secara fisik.
Surai hazel semi straight wave—tubuh ramping—dan berwajah seperti putri-putri kerajaan cina kuno.
.
.
.
Siapa yang tidak jatuh cinta dengan gadis bernama Zhang Yixing ini ?
Si Novelist pencinta Contemporary Dance.
Gadis itu memakai Cropped tee dengan Legging hitam sebagai kostum latihannya sehari-hari. Ia beserta dengan para penari lainnya melakukan pemanasan. Badannya yang begitu lentur mengikuti beberapa gerakan dan juga aliran lagu klasik dari Chopin yang bergema di ruang dansa.
Lagu yang rumit tetapi sangat menyenangkan.
.
.
.
"Point, Point,"
Sang dosen yang berasal dari United Stated itu mulai menginstruksikan gerakan selanjutnya. Dan jalan satu persatu memperhatikan postur para penarinya—dan menggangguk-angguk, sesekali ia membenarkan postur penarinya.
Ketika melihat sosok anggun Yixing—ia tersenyum puas.
"Beautiful as usual, Ms. Zhang," Mrs. Colleen berkomentar, "Relax,"
Yixing masih memfokuskan gerakan-gerakannya. Ia sedikit menjinjit kakinya dengan satu kakinya diangkat—satu tangannya dengan lembut ia angkat dan satunya lagi berpegangan dengan penyangga. Kemudian, ia naik turunkan kakinya seiring dengan ketukan lagu klasik tersebut.
Dan itulah yang selalu dilakukan dari seorang Zhang Yixing sebagai mahasiswi jurusan Dance Studies.
.
'She do what she likes the most'
.
"Sunbae,"
Yixing menolehkan kepalanya—menemukan seorang bersurai pirang—atau abu-abu, Well, siapa yang peduli. Lelaki adalah Hoobae-nya di Dance Studies, namun mereka kebagian jadwal yang sama untuk mata kuliah Contemporary Dance Class. Lelaki itu satu-satunya teman terdekat Yixing di kelas dan juga ia seorang penari professional yang namanya sudah ditahap international. Keakraban mereka berdua sering disalah-dugakan, banyak yang mengira bahwa mereka berpacaran. Nyata tidak, Jongin sudah memiliki kekasih yang merupakan mahasiswi jurusan Public Relation Studies.
"Kau mau makan siang denganku?" ajak lelaki itu, "My treat,"
Yixing yang terkenal ramah itu menyipitkan matanya dan tersenyum.
"Tumben kau mentraktirku, tuan Kim,"
"To be honest, kemarin aku baru dapat honor,"
Yixing membuka mulutnya dan menggangguk, "Ah, Yes! Our Kim baru saja pulang dari tour-nya,"
"Dan aku sudah membawamu oleh-oleh," Ia memberikan sekantung oleh-oleh, "Union Jack Clutch, Your Favorite,"
"Sweet! Kau tahu apa yang kumau!" pekik Yixing menerima kantung oleh-oleh dari Tuan Kim, "Lalu bagaimana dengan Europe Tour?"
Si tuan Kim atau nama aslinya—Kim Jongin itu tersenyum, "Menyenangkan dan banyak makanan enak di sana,"
"Kalau dibandingkan dengan di Tooth Fairy-Coffee Shop?" tanya Yixing mengetuk-ketuk bibirnya.
"Oh tentu saja, kudapan Tooth Fairy-Coffee Shop lebih enak," jawab Jongin mantap.
Yixing mengangkat bahunya.
"Jadi kau mau tidak?"
Yixing tersenyum sedih, "Maafkan aku, Jongin—aku ada urusan yang lain,"
Jongin menggangguk kecewa, "Ok, Arraseo,"
"Maaf ya, mungkin next time,"
Jongin menggangguk lagi dan langsung melangkah panjang keluar dari ruang latihan. Sedangkan Yixing bersiap-siap untuk pergi ke Coffee Shop yang sangat terkenal di kalangan penghuni Seoul University. Tempat dimana ia dan Pangeran-nya pertama kali bertemu.
.
.
.
Coffee Shop, indeed a romantic place for me and him
.
Lagu bernuansa ringan dan jazz sudah berdentang di lubang telinga Yixing, sebelum ia memasuki area Coffee Shop yang dimaksud olehnya. Nama Coffee Shop itu adalah Tooth Fairy-Coffee Shop, sebuah coffee shop yang menjual berbagai macam kudapan atau kue-kue kecil dan menyediakan kopi terbaik dari seluruh dunia. Maka dari itu, Jongin sangat menyukai kedai kopi ini, begitu juga Yixing. Gadis berlesung pipi sering datang ke kedai kopi untuk mengejar deadline dari editor atau pun bersantai dengan teman-teman dekatnya. Kedai kopi berhiaskan suasana vintage dan nuansa eropa—seperti mereka memasang French Pastry Shop Window untuk memperlihatkan kue-kue kecil yang menggoda iman atau pun mereka memberi sentuhan berbagai macam interior berbau Union Jack.
Dan para pelanggan kedai kopi itu terpesona dengan penampilan Yixing siang itu—gadis itu mengenakan Beige Peaked Collar Double Jacket dengan Onepiece putih sepaha dan kaki panjangnya diselimuti stocking berwarna kulit dan Black Staccatto Shoes.
.
.
.
"Antrian selanjutnya," kata pelayan berkacamata Wellington.
"Hi, Jongdae-ya," sapa Yixing.
"Anyeong, noona," balas pelayan itu dengan senyuman yang dapat melelehkan hati para wanita di kafe itu, "Jadi, apa pesanan-mu hari ini ? Macchiato atau Latte atau Kopi Luwak ?"
Pelayan tampan ini adalah mahasiswa Seoul University yang sangat berprestasi. Ia jauh-jauh dari orang tuanya di Pohang untuk menitik ilmu di Seoul. Karena ia tidak mau menyusahkan orang tua-nya, ia pun bekerja di kedai kopi itu sebagai Part-timer.
Kim Jongdae, namanya.
Pemuda ini setahun lebih muda dari Yixing dan kerap kali mereka terlihat sangat dekat. Jika ada waktu luang, Yixing mengajak pemuda asal Pohang itu berjalan-jalan.
Lagi-lagi, banyak sekali yang mengira Yixing mengencani pemuda jurusan Applied Music itu. Namun, lagi dan lagi, dugaan mereka salah.
"Latte saja—dengan double shot, ya. No sugar, seperti biasa," Yixing menyebutkan pesanannya.
"Untuk kudapannya?"
"Petit fours yang Red Velvet," Yixing menjawabnya dengan mantap.
"Baik—saya ulangin pesanannya, One Hot latte with double shot, no sugar dan Red Velvet Petit fours,"
Yixing menggangguk.
"Semuanya 8500 won,"
Lalu ia memberikan beberapa won untuk membayar pesanannya, kemudian ia mencari spot yang tepat untuk duduk. Jongdae langsung membuat Latte dan memberikan sedikit art-nya diatas cream kopi tersebut. Ia mengambil dua potong Petit Fours—kue asal perancis berukuran mini di atas piring keramik dan menghiasinya dengan saus strawberry dan cream—orang-orang menyebutnya sebagai Food Art.
.
.
.
'A good foods make a happy heart'
.
Jemari lentik Yixing menslide layar smartphone-nya, ia sedang melihat timeline SNS laki-laki idamannya. Laki-laki yang sudah berhasil membuatnya tergila-gila.
'Kim Joonmyeon'; nama dari pemuda itu.
Seorang mahasiswa Seoul University yang selalu menjadi 5 besar selama 3 tahun berturut-turut. Bagaimana Yixing dan Joonmyeon bisa saling bertemu?
Mereka bertemu sangat singkat.
.
.
.
Mereka bertemu di kedai kopi ini.
Tidak ada kontak mata atau saling menyapa satu sama lain.
Lebih tepatnya, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sejak itu, Yixing sering datang ke kedai kopi ini—untuk melihat sosok tampan itu.
.
.
.
Dan hari ini pun juga begitu.
.
"Noona, tak baik menguntitnya,"
Yixing mendongak dan menemukan Jongdae menaruh secangkir Latte dan Petit Fours di atas meja kayu putih.
"Aku tidak menguntitnya!"
Jongdae memutar bola matanya malas.
"Baiklah, baiklah—selamat menikmati,"
.
Setelah melihat Jongdae meninggalkannya, ia kembali lirik objek yang membuat jantungnya berpompa sangat cepat. Lelaki bernama Kim Joonmyeon itu sedang menyibukkan dirinya dengan tugas-tugasnya, mungkin. Ia selalu menyukai setelan blazer yang dipakai oleh Joonmyeon hari ini. Dan ia pun tahu apa merk Blazer tersebut dan harganya pun sangat fantastis. Tidak diragukan lagi kalau ia adalah putra Professor Kim. Dan ia sudah hafal menu kesukaan Joonmyeon di Tooth Fairy-Coffee Shop.
Sebelum Yixing menghancurkan maha karya Jongdae, ia pun mengabadikannya lewat sebuah jepretan foto di kamera Smartphone-nya. Lalu, ia membagi kenikmatan tersebut di akun SNS-nya.
' K_JDG Thank you for the good food. Bon Appetite'
Semenit kemudian, Jongdae menggomen foto tersebut.
' Zhgyxs No probs, Noona. Anything for your victory'
Yixing melirik sosok Jongdae yang tidak terlalu sibuk di counter. Ia terkekeh, lalu menyesap Latte-nya. Aroma kopi tersebut menyelimuti lubang hidungnya dan Yixing menyukai itu. Ia pun memotong kue asal perancis itu dan memakannya seperti British Lady. Menikmati saus strawberry yang begitu menggiurkan dan memanjakan lidahnya di setiap potongan Petit Fours.
Seketika Yixing mendapatkan ide—dan ia menggetikkan sesuatu di Smartphone-nya. Dan ini adalah ide untuk bukunya yang ketiga. Buku itu bertemakan dirinya—sebagai Elizabeth dan Joonmyeon—sebagai Robert. Keduanya mengenal satu sama lain namun mereka tidak pernah menyapa atau pun berbicara.
.
.
.
'Bunga blossom di musim semi tampak begitu cantik. Elizabeth mengedarkan pandangannya dan melepaskan nafas leganya. Memang bunga blossom sangat cantik ketika mereka gugur dan menghiasi pinggir jalan. Robert dengan anjing kesayangannya duduk di sebelah Elizabeth. Mereka tidak duduk berdekatan—namun Elizabeth bisa melihatnya. Paras tampan itu membuat jantungnya berdebar-debar. Bagaimana mereka tidak bisa saling menyapa, padahal mereka saling mengenal?
But a good things if he doesn't know her.
Jadi, Elizabeth puas menatap diam-diam Robert.
Tetapi, hati kecilnya berkata—apa ia puas dengan hanya menatap diam-diam?'
.
.
.
Jemari Yixing berhenti mengetikkan kalimat tersebut dan terdiam.
Ya, apa ia akan puas dengan ini semua?
Atau ia akan berakhir seperti Elizabeth yang selalu menatap seorang Robert.
Tetapi, ia tidak tahu apa yang ia harus lakukan.
.
Elizabeth didn't know what've should do to her Robert.
.
.
.
"Kim Jongdae,"
.
Yang dipanggil hanya mendongak—si petenor yang akan menggebrakkan industri musik Korea itu menatap bingung si penari nomer satu di Seoul University.
"Ada apa, Noona?"
.
"Aku butuh bantuanmu,"
.
Dan mata Kim Jongin berkedap-kedip, menatap tidak percaya.
.
.
.
That dancing small Catallena without even knowing, I fall for it.
TBC
Anyeong haseo
Terima kasih yang sudah mau review terutama Azura Eve—terima kasih sudah memberikan daku semangat. Lalu, buat yang mengoreksi untuk tanda baca—terima kasih banyak, daku akan membiasakan diri. Ngomong-ngomong di FF ini akan banyak bahasa pastry, hehe, jadi jangan bingung. Maafkan untuk TaoRis shipper, HunHan shipper, KaiSoo shipper, Chanbaek shipper, dan ChenMin shipper; karena FF ini terfokuskan sama SuLay shipper. Soalnya saya sedang ngidam bikin FF Sulay series. Haha.
Btw,
Happy Birthday, EXO's Guardian
Kim Joonmyeon
Without you, EXO may not strong as now.
Please do your best in EXO's first solo concert tomorrow.
Even without or with Kris.
Please stay strong.
Our Fearless Leader.
Our Guardian.
EXO's money stock.
Wish all the best.
#StayStrongEXO
XOXO,
Lin
[Breaking News]
Yixing update ig's and take selca with Suho
MY FEEL! OMG! I JUST WRITE OF YOU GUYS! WHY YOU SO UKE, XING-GEGE!
OXYGEN SUPPLIER, PLEASE!
