Pedophile
Author: Lovara
Genre: Campur aduk
Rate: Aman (?)
Cast: Kris,Tao,Lay,Suho
Summary: Kris terpaksa menjadi guru pengganti di TK Exotic menggantikan sepupunya yang bekerja sebagai guru dan sekaligus pemilik Exotic. Kris yang sejak awal memang tidak terlalu menyukai anak kecil, tentu saja tidak menyukai pekerjaan ini, sampai ia bertemu dengan sosok manis yang mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
...
YAOI,OFFICIAL COUPLE,NO GS,NO STRAIGHT
...
DON'T LIKE
DON'T READ
NO BASH
NO PLAGIAT
REVIEW PLEASE
Ini murni dari pemikiran author sendiri,so kalo nemu FF yang hampir sama anggap aja kesamaan pemikiran antara author ^^
A/N: Mungkin ini akan dibuat kumpulan FF oneshoot 'Pedophile' jadi setiap chapter tidak saling berhubungan.
...
Happy Reading
...
"Ayolah Kris, kau harus membantu ku" pinta seorang namja cantik pada Kris.
Kris menatap sepupunya itu dengan pandangan tajam, sudah 3 jam lebih sepupunya itu merengek.
"Sudah ku bilang aku tidak mau, aku tidak menyukai anak kecil" ucap Kris mutlak.
"Kau belum mencobanya, anak-anak di Exotic sangat lucu dan menggemaskan. Kau pasti akan menyukai mereka" pinta nya lagi.
"Tidak"
"Hiks~ kau tega pada sepupu mu ini Kris? Kau tahu kalau Junmyeon sangat sibuk dengan pekerjaannya dan baru sekarang ia bisa meluangkan waktu bersama ku. Apa kau tidak mengerti perasaan sepasang kekasih yang ingin menghabiskan waktu bersama?" isak namja itu.
Kris mengusap kasar wajahnya. Ia sudah hapal dengan kebiasaan sepupunya ini. Jika Kris tidak menuruti perintahnya ia akan menangis atau bahkan mengadukan hal ini pada umma nya. Dan pasti akan berakhir umma nya menyita kredit cardnya selama sebulan.
"Baiklah, aku akan membantu mu" ucap Kris akhirnya.
Namja itu menatap Kris dengan pandangan senang. "Kyaaaa~ terima kasih Kris"
"Lepaskan pelukan mu, Zhang Yixing" seru Kris sambil berusaha melepaskan pelukan sepupunya.
"Kau memang sepupu terbaik, Kris" puji Yixing.
"Dan kau sepupu terburuk yang ku punya. Dan ingat hanya seminggu tidak lebih, kalian itu liburan atau sebenarnya pergi bulan madu huh?!"
"Mungkin saja nanti disana Junmyeon akan melamarku~" ujar Yixing dengan wajah merona.
"Ck, awas saja kalau si pendek itu tidak sampai menikahi mu, akan ku potong kaki nya menjadi 4" ancam Kris.
"Yah! Junmyeon pasti akan menikahi ku. Seharusnya kau yang menikah terlebih dahulu, kau sudah terlalu tua untuk tinggal sendiri seperti ini"
"Memikirkannya saja sudah membuatku pusing"
"Apa kau tidak ingin merasakan ada orang yang memperhatikan mu?lalu anak mu akan memanggil mu 'Daddy' saat kau baru pulang kerja, makan bersama dimeja makan sambil bercengkrama, apa kau tidak ingin merasakannya?"
Kris memandangi sepupunya yang sibuk membayangkan tentang masa depannya.
"Kau terlalu banyak menonton drama di Tv, Xing" ujar Kris tajam.
"Dasar manusia berhati besi, lihat saja nanti saat kau menikah aku sudah menggendong anak bersama Junmyeon dan kau sudah tua renta saat menikah" gerutu Yixing.
"Kau menyumpahi ku menikah diusia tua huh?"seru Kris tidak terima.
"Kau memang sudah tua tuan Wu"
"Unicorn jadi-jadian"
"Naga pabbo"
"Nenek pikun"
"Kau..."
Belum sempat Yixing membalas perkataan Kris, ponsel dalam saku nya bergetar. Ia segera mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.
"Yeoboseyo Myeonnie~"
Kris bergidik mendengar suara Yixing yang kelewat lembut itu.
"Nde~ kita akan pergi besok"
"..."
"Jangan khawatir, sepupu ku yang bodoh itu mau menggantikan ku selama seminggu"
Kris mendeathglare Yixing.
"Arraseo~ nado saranghe Myeonnie~"
Lalu Yixing menutup teleponnya.
"Apa lihat-lihat?!Kau merasa iri dengan ku huh?!"
"Cih, sampai Junmyeon mu itu setinggi tiang listrik, itu tidak akan terjadi"
"Jangan lupa kau besok harus datang ke Exotic pukul 7 pagi"pesan Yixing.
"Dasar cerewet"
...
Jam weker yang berada dimeja nakas itu berdering sangat heboh, namun sepertinya gundukan dalam selimut putih itu sama sekali tidak terganggu dengan suara deringannya. 5 menit berlalu, gundukan itu masih tertidur lelap dan jam weker sudah berhenti berdering.
Brak...
Kris menyingkap selimutnya kasar, ia melihat jam weker disampingnya. Pukul 06.30 itu artinya ia hanya punya waktu setengah jam untuk bersiap-siap dan pergi ke Exotic.
"Sial aku terlambat" rutuknya lalu berlari menuju kamar mandi.
Duagh...
"Argh, siapa yang meletakkan tempat sampah disini" teriak Kris dari dalam kamar mandi.
10 menit kemudian Kris sudah keluar dari kamar mandi, ia langsung menyambar kaos biru dan celana panjangnya dengan cepat. Ia sedikit berlari menuju dapurnya dan segera meminum susu dari kotaknya langsung.
Pukul 7 tepat Kris sampai di Exotic. Yixing sudah memberitahu jika disana ada seorang ahjuma yang akan membantu Kris mengurusi anak-anak itu. Kris masuk ke dalam kelas yang berada dipojok. Kelas yang semula ramai kini berubah menjadi hening berkat kehadiran Kris.
"Se-selamat pagi"ucap Kris pelan.
Hening. Tak satu pun dari anak-anak itu yang menjawab ucapan salam dari Kris.
"Sial, mereka mengacuhkan ku" gerutu Kris dalam hati.
"Ajuchi ciapa?" tanya seorang anak yang duduk dibangku depan Kris.
(Untuk sekolahnya bayangin aja kayak TK nya Sinchan, jadi hanya ada 2 kelas)
Kris merasa ada batu besar yang jatuh diatas kepalanya. Umurnya baru 23 tahun dan anak ini memanggilnya ahjushi.
"Ehem~ mulai hari ini hyung akan menggantikan Yixing hyung mengajar kalian selama seminggu"jelas Kris.
"Ajuchi, memangnya Yicing caem kemana?"tanya bocah berambut pirang dengan tubuh yang lumayan besar.
"Panggil aku hyung dan Yixing saem kalian sedang pergi berlibur dengan kekasihnya"jelas Kris merasa sedikit kesal.
"Nama hyung ciapa?"
"Oh ya perkenalkan nama hyung Wu Yi Fan, kalian bisa memanggil Kris hyung atau Yifan hyung"
"Klic hyung, hyung mirip cekali dengan boneka angly bild" celetuk anak yang duduk dipojok kelas.
Kris menyipitkan matanya dan melihat name tag didada anak itu.
"Yeah~ dan kau mirip boneka dakocan~ Kim Jongin"batin Kris kesal.
"Klic caem~ apa nanti jika cudah becal aku bica jadi pacalnya Klic caem?" tanya seorang bocah perempuan dengan rambut hitam panjangnya yang dikuncir dua nampak malu-malu.
"Saat kau besar tentu saja aku sudah tua renta"ratap Kris.
"Nona manis, sebaiknya kau mencari pacar yang seumuran dengan mu"ujar Kris
Tok Tok...
Suara ketukan dipintu menginterupsi kegiatan perkenalan mereka. Kris melihat seorang wanita paruh baya dan sepertinya seorang anak kecil yang bersembunyi dibalik tubuh wanita itu.
"Ah, benar ini kelas Yixing?"tanya wanita itu bingung.
"Be-benar, aku Kris sepupunya dan hari ini Yixing tidak mengajar"jelas Kris.
"Mianhe Kris saem, aku mengantarkan Tao. Dia sakit dan baru masuk hari ini" wanita itu memperkenalkan bocah yang sedari tadi bersembunyi dibelakangnya.
"Ayo Tao~ kau tidak ingin mengucapkan salam pada guru baru mu ini?"ujar wanita itu.
Dengan takut-takut bocah itu –Tao- mengangkat kepalanya dan melihat Kris yang berdiri didepannya.
Saat mata mereka bertatapan, Kris merasa jantungnya sedang lari maraton. Mata panda yang terlihat lucu, kulit nya terlihat sangat halus, bibir mungilnya merah alami dan rambut hitamnya yang mungkin akan terasa sangat halus jika Kris menyentuhnya.
"Yixing brengsek, kenapa dia tidak pernah mengatakan kalau ada anak semanis ini disini" umpat Kris dalam hati.
Kris memasang wajah coolnya dan berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan anak itu.
"Annyeong Tao~ aku Kris yang akan menjadi guru mu untuk sementara"ucap Kris terdengar sangat lembut sekali.
Tao mengerjapkan matanya berulang kali. Membuat Kris ingin membawanya pergi dan menyimpan Tao dikamarnya sendiri.
"Annyeong~ concaengmin~"
Bahkan suara Tao pun sangat lembut seperti permen kapas bagi Kris.
"Nah Tao sekarang sama Kris saem, umma akan menjemput Tao nanti"ujar wanita itu yang ternyata umma Tao.
Umma Tao menyerahkan Tao pada Kris. Lalu mereka hidup bahagia selamanya #Plak #SalahFokus
"Sekarang kita masuk kelas, semua teman-teman mu sudah menunggu"ucap Kris sambil menggandeng tangan mungil Tao.
"Oh God~ bahkan tangannya sehalus suaranya"batin Kris berfanboy ria.
"Tao!" teriak dua bocah dengan perbedaan warna kulit yang sangat kontras.
"Cehunnie~ Kai~"
Tao melepas gandengan tangannya dan berlari menghampiri dua bocah itu. Mereka bertiga berpelukan layaknya teletubies.
"Tao kemana?kenapa tidak macuk cekolah?"tanya Sehun bocah dengan kelebihan pigmen putih pada kulitnya.
"Tao cakit~ huh Tao minum obat pahit"jawab Tao dengan wajah murung.
"Tao jangan cedih~ kalena Tao cudah cembuh"ucap Kai yang kebalikan dari Sehun bocah ini justru kelebihan pigmen coklat pada kulitnya.
"Tao kangen Cehunnie cama Kai"
Lalu mereka ber 3 berpelukan lagi.
"Ehem..."
Suara Kris yang terdengar menggelegar itu, membuat ketiga bocah yang tengah berpelukan itu memandangnya heran.
"Ke-kembali lah ke tempat duduk kalian, kalian bisa melanjutkan acara berpelukan kalian nanti saat istirahat tiba"ujar Kris sedikit gugup karena Tao melihatnya dengan ekspresi menggemaskan.
...
Kris menatap satu-persatu muridnya yang kini sedang bermain dihalaman depan sekolah. Kebanyakan dari mereka bermain bersama teman-temannya. Kris melihat sosok yang sudah mencuri perhatiannya sejak pertama bertemu, Tao. Bocah itu sedang duduk dibawah pohon bersama Sehun dan Kai.
Entah kenapa Kris berpikiran kalau Sehun dan Kai tertalu dekat dengan Tao. Lihatlah mereka bertiga sekarang, Tao duduk diantara Sehun dan Kai sambil memangku buku cerita bergambar. Bibir mungilnya mengoceh sesuatu entah apa itu.
"Congcaenim~"
Lamunan Kris dikejutkan dengan suara anak perempuan. Kris mendapati 3 orang murid perempuannya berdiri disampingnya.
"Ada apa?"sahut Kris lembut pada Ji Eun, nama anak itu.
"I-ini caem~"Ji eun menyerahkan selembar kertas yang dilipat asal-asalan.
"Apa ini?"tanya Kris sambil menerima kertas itu.
"Jieun menulic curat cinta untuk congcaenim~"jawabnya malu-malu.
Haah?!Kris menerima surat cinta dari bocah berumur 3 tahun yang bahkan belum lancar mengucapkan huruf S.
"Terima kasih, nanti saem akan membacanya"ujar Kris sambil tersenyum.
Setelah Jieun dan kedua temannya pergi, Kris menatap kertas ditangannya. Ia penasaran apa yang Jieun tulis untuknya. Kris membolak-balik kertas yang ia pegang, sesekali ia mengerutkan keningnya. Kris sama sekali tidak bisa membaca apa isi surat itu karena isinya hanya coretan-coretan yang tidak beraturan.
"Apanya yang surat?ini lebih mirip coretan tidak jelas"ucap Kris kesal.
Memangnya ada bocah berumur 3 tahun yang sudah lancar menulis?sepertinya kau sudah gila Kris.
Ia lalu melipat 'surat' itu dan memasukannya kedalam kantung celananya.
Kris memperhatikan lagi –ehem- sang pujaan hati. Mata Kris melebar saat mendapati Tao tidak ada ditempatnya lagi. Kris mengedarkan pandangannya untuk mencari Tao, dan gotcha! Kris mendapati Tao sedang bersama teman perempuannya. APA?! Mata Kris membesar lagi, melihat keduanya sedang berada didekat ayunan. Oh tidak, bisa Kris lihat kalau anak perempuan itu sedang berbicara dengan ekspresi malu-malu.
Dengan langkah panjang miliknya, Kris mendekati dua anak itu.
"Hey~ kalian sedang apa?"interupsi Kris membuat keduanya sedikit kaget.
"Caem~?"sahut keduanya.
"Kenapa tidak bermain dengan yang lain?"tanya Kris lagi.
"Huh, caem ganggu caja~"ujar anak perempuan itu sambil menghentakkan kaki mungilnya.
"Mengganggu?memangnya Tao dan err- Hyuna sedang apa?"
"Klic caem~ pacal itu apa?"tanya Tao polos.
Kris melongo.
"Tadi Hyuna bilang ingin jadi pacal Tao~"
"AANNDDDWWWEEEEEE!"
...
Kris mendorong kereta belanjaannya yang hampir penuh. Malam ini ia terpaksa pergi ke supermarket karena kulkasnya kosong. Kris melihat sebuah boneka panda yang terpajang disalah satu etalase dan entah kenapa ia langsung teringat pada Tao.
"Klic caem~"
Bahkan Kris bisa mendengar secara nyata suara lembut Tao.
"Klic caemmm~"
Lihat saja Kris bahkan merasakan bocah itu tengah merengut karena ia mengabaikan panggilannya.
"Klic caeemmm !"
Oh ternyata Kris tidak sedang melamun. Tao dan ibu nya berada disamping Kris.
"Sedang berbelanja sendirian?"ujar ibu Tao ramah.
"Ah, nde~"jawab Kris kikuk.
"Klic caem~"panggil Tao yang duduk diatas kereta belanjaan ibu nya.
"Ada apa Tao?"
Kris menahan hasratnya untuk benar-benar membawa kabur Tao karena bocah itu terlihat semakin terlihat menggemaskan dengan kaos putih dan celana pendek biru.
"Klic caem, mau main cama Tao?"
"Ha?!"
"Emh~ sebenarnya Tao sudah merengek ingin pulang, tapi sebentar lagi ada diskon yang cukup besar"ucap ibu Tao sedikit malu.
Kris mengerti maksudnya.
"Bagaimana kalau Tao dititipkan bersama ku sementara anda bisa berbelanja?"tawar Kris yang dalam hati tentu saja berharap ibu Tao mengijinkannya.
"Apa tidak merepotkan?Tao anak yang sedikit aktif"ujar ibu Tao merasa tidak enak.
"Tentu saja tidak"jawab Kris kelewat semangat.
Kris tersenyum sangat lebar selama perjalanan menuju tempat bermain anak. Semua barang belanjaannya sudah ia titipkan, ia tidak mau moment bersama Tao terganggu hanya karena plastik-plastik belanjaan itu.
"Klic caem~ kita mau main apa?" tanya Tao sambil mendongakkan kepalanya.
"Tao boleh memanggil ku gege jika tidak berada di sekolah~"
"Gege~?" panggil Tao dengan ekspresi menggemaskan.
Kris kembali berfanboy ria.
Mereka sampai ditempat bermain anak, setelah melepas sepatu nya dan juga milik Tao, Kris membawa Tao ke dalam. Tempat ini benar-benar penuh dengan anak kecil. Kedatangan Kris sepertinya menarik perhatian para orang tua disana. Mereka memperhatikan Kris dari atas sampai bawah, Kris sedikit merasa risih dengan tatapan mereka. Oleh karena itu Kris membawa Tao bermain di pojok ruangan.
"Klic caem~ Tao mau main itu" Tao menunjuk sepeda mini berwarna biru cerah.
"Ah~ Tao bagaimana main bola dengan gege saja?" tawar Kris.
"Tapi Tao ingin naik cepeda itu~" Bibir Tao mengerucut sempurna, menandakan jika ia sedang kesal saat ini.
"Sepertinya aku akan terkena serangan jantung" batin Kris yang tidak kuat melihat pemandangan indah didepannya.
"Ba-baiklah, akan gege ambilkan sepeda nya. Tao tunggu disini jangan kemana-mana" pesan Kris.
Tao mengangguk lucu sebagai jawaban.
Kris melewati sekumpulan ahjuma paruh baya yang sedari tadi memperhatikannya. Ia sedikit membungkuk sambil melemparkan senyuman.
"Omo~ dia tampan sekali"
"Apa anak yang bersama nya itu anak nya?"
"Sepertinya bukan~"
"Seandainya aku 20 tahun lebih muda, aku pasti mau sekali jadi pacarnya" ucap seorang ahjuma bertubuh tambun dengan makeup setebal kulit badak.
Kris yang tidak sengaja bertatapan dengan ahjuma itu hanya tersenyum kaku, sedangkan ahjuma itu mengedipkan sebelah matanya pada Kris. Merasa hidupnya terancam, Kris dengan cepat mengambilkan sepeda kecil untuk Tao dan segera berlalu dari kumpulan ahjuma-ahjuma itu.
"Huft~ hampir saja keperjakaan ku terancam" ucap Kris sambil mengusap peluhnya.
"Gege~ bantu Tao dolong cepeda nya~" Tao merengut karena ia kesusahan mengayuh sepeda kecilnya.
Kris mendorong sepeda Tao dari belakang, sekaligus menyeimbangkan sepeda itu agar Tao tidak terjatuh. Ia memperhatikan bokong Tao yang bergerak seirama dengan kayuhan kakinya. Lupakan bokong berisi para yeoja yang sering Kris lihat dimajalah *uhuk* dewasa miliknya.
"Oh God~ tolong hentikan waktu nya agar aku dapat menikmati pemandangan indah ini lebih lama" doa Kris dalam hati. Amin.
Ckitt...
Tao mengerem sepeda nya, Kris yang sibuk dengan lamunannya pun menubruk bokong kenyal Tao karena posisinya yang menunduk.
"Tuhan~ ambil nyawa ku sekarang" seru Kris bahagia.
Tidak mau dicap mengambil kesempatan dalam kesempitan, Kris segera memasang wajah cool nya lagi. Namun jika diperhatikan wajahnya semakin mirip ahjushi genit yang senang menggoda gadis berseragam sekolah.
"Tao?ada apa?" tanya Kris lembut dan jangan lupakan efek bunga-bunga disekitar Kris.
"Gege~ Tao lapal~ Tao ingin makan~"
"Tao ingin makan apa hmm?! Nanti gege belikan semua untuk Tao~"
"Benalkah?gege mau belikan cemua untuk Tao~?" tanya Tao antusias.
Untung saja didekat tempat bermain itu, ada sebuah kedai yang tidak terlalu ramai. Kris memperhatikan menu yang tertera disana.
"Gege~ Tao mau ini" tunjuk Tao pada gambar dibuku menu.
"Spagheti?Tao mau spagheti?"
"Cepageti~ Tao mau cepageti" ucap Tao dengan nada menggemaskan.
Kurasa tidak perlu dijelaskan apa yang ada dipikiran Kris saat ini, tentunya tidak jauh dari kata "Oh Tuhan~ aku ingin membawa nya pulang"
Tak perlu menunggu berapa lama, pesanan mereka datang. Di depan Tao sudah terhidang spagheti dan satu gelas susu hangat, sedangkan Kris ia hanya memesan secangkir cappucino hangat.
"Huwaaa~ machita~" puji Tao saat menyuapkan spagheti itu ke mulutnya.
Kris tersenyum melihat Tao yang makan sendiri menggunakan garpu, saus spagheti mengotori sudut bibirnya. Tak jarang Tao mengambil spagheti dengan tangan kosong karena ia kesusahan menggunakan garpu. Tao menjilati jarinya yang terkena saus spagheti.
"Aku ingin jadi jari nya~" ratap Kris sambil memperhatikan bocah itu makan.
"Umma~ hyung itu terlihat seperti ingin memakan anak yang ada didepannya" celetuk seorang bocah yang duduk di dekat Kris dan Tao.
"Hust~ jangan berkata seperti itu" sahut umma nya.
Kris segera meminum cappucino hangat nya dengan cepat dan berharap Tao juga menyelesaikan makannya supaya mereka bisa keluar dari kedai ini.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih" ucap Kris sopan karena umma Tao bersedia mengantarkan Kris pulang.
"Jangan terlalu sungkan, seharusnya aku yang berterima kasih karena Kris saem sudah bersedia menjaga Tao" sahut umma Tao sambil tersenyum.
Selesai makan, Kris dan Tao kembali ke tempat bermain dan rupanya umma Tao sudah menunggu disana. Merasa berhutang budi, umma Tao menawarkan Kris agar pulang bersama nya. Mungkin karena kelelahan Tao sudah tertidur pulas di baby chair miliknya sambil memeluk boneka panda.
...
Sekarang Kris mempunyai kebiasaan baru, setiap sore ia akan pergi ke taman bukan untuk berolahraga tapi untuk bertemu dengan Tao. Ia pernah tak sengaja bertemu dengan Tao yang sedang bermain ditaman bersama umma nya. Dari situ ia mengetahui kalau setiap sore Tao akan datang ke taman itu untuk bermain.
Agar tidak mengundang kecurigaan hari ini Kris memakai celana training dan hoodie abu-abu. Ia mengendarai sepeda nya menuju taman, sepanjang perjalanan Kris tersenyum lebar membayangkan ia akan bertemu dengan Tao tanpa pengganggu (Read: Sehun dan Kai).
"Umma~ hyung itu tertawa sendiri seperti orang gila"
Kris langsung memasang wajah dinginnya kembali. Sesampainya ditaman, Kris segera mencari Tao yang biasa nya berada tak jauh dari tempat bermain untuk anak-anak.
"Yo ! Kris !" panggil seorang namja tinggi dengan senyuman yang terlampau lebar.
"Chanyeol?" ucap Kris melihat sahabatnya itu berada ditaman.
"Sedang apa kau disini?" tanya Kris.
"Seharusnya aku yang bertanya pada mu, sedang apa kau disini? Setiap ku ajak ke taman kau selalu menolak" sahut Chanyeol.
Kris tersenyum canggung.
"Chan hyung~"
Suara merdu semerdu suara nyanyian malaikat terdengar ditelinga Kris.
"Ada apa Tao? Apa kau ingin makan cemilan mua?" tanya Chanyeol
"Tunggu ! kenapa kau bisa mengenal Tao?!" seru Kris terkejut.
"Klic gege~" panggil Tao setelah mengetahui Kris ada disana.
"Hay Panda~" sahut Kris sangat lembut.
Chanyeol bergidik.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku dobi, bagaimana kau bisa mengenal Tao?" selidik Kris.
"Tentu saja aku mengenalnya Kris, aku tinggal serumah dengan Tao" jawab Chanyeol malas.
"APA?!"
"Yah ! jangan berteriak seperti itu" seru Chanyeol karena terkejut dengan suara teriakan Kris.
Kris memegang kedua pundak Chanyeol dan menatapnya tajam.
"Bagaimana bisa kalian tinggal satu rumah? Apa kalian juga menghabiskan waktu bersama? Makan dimeja yang sama, mandi bersama dan tidur bersama?"
Chanyeol mengiyakan semua pertanyaan Kris. Kris menjambak rambutnya sendiri. Sekarang ia sudah mirip orang gila dengan rambut berantakan.
"Jelaskan seperti apa hubungan kalian pada ku" ucap Kris lemah.
"Hubungan? Aku dan Tao? Tentu saja kami sepupu. Memangnya kau pikir kami berdua apa?" jawab Chanyeol.
O_O?
Kali ini giliran Chanyeol yang menatap Kris. Ia bingung dengan kelakuan absurd sahabatnya ini. Sesaat Kris berteriak seperti orang gila dan sekarang ia hanya diam dengan tatapan mata kosong.
"Kris? Kau baik-baik saja?"
Chanyeol menepuk pelan pundak Kris. Ia sempat berpikir kalau Kris tengah kerasukan setan, namun Chanyeol segera menepis pemikiran itu.
"Setan mana yang berani merasuki raja iblis, huh?!" batin Chanyeol.
"Kenapa-"
"Kau mengatakan sesuatu Kris?"
"Kenapa-"
"Apanya yang kenapa?"
"Kenapa makhluk idiot dan mesum seperti mu bisa mempunyai sepupu semanis dan seimut dia! " seru Kris kalap sambil menunjuk Tao yang sedari tadi melihat Kris dan Chanyeol berdebat.
Bugh...
Sandal Chanyeol mendarat dengan manis dikepala Kris.
Chanyeol dan Kris duduk dibangku taman sambil mengawasi Tao yang bermain pasir tak jauh dari mereka.
"Jadi kau menggantikan Yixing mengajar di Exotic?"
Kris mengangguk, matanya tidak pernah lepas dari Tao. Ia akan segera mengirimkan sinyal membunuh jika ada anak lain yang mendekati Tao.
Plak...
Chanyeol memukul Kris dengan tangan besarnya.
"Apa yang kau lakukan, Park? Kau ingin membuat ku idiot seperti mu huh?!" omel Kris.
"Kau bahkan sudah terlihat idiot, Kris. Dan berhentilah menatap Tao seolah-olah Tao itu mangsa mu" seru Chanyeol merasa keselamatan sepupunya terancam jika berada didekat Kris.
"Brengsek. Wajah tampan seperti ini kau bilang idiot" rutuk Kris kesal.
"Chan hyung~ Tao ingin makan es klim~" tunjuk Tao pada penjual es krim yang berada tak jauh dari mereka.
"Tao ingin es krim? Akan gege belikan yang banyak untuk Tao" sambar Kris.
"Jinca~? Gege akan belikan yang banyak untuk Tao?" ucap Tao semangat.
Kris tersenyum, membuat Chanyeol terpana. Bukan karena senyuman menawan Kris, tapi karena Kris semakin terlihat sangat idiot dengan senyum lebar seperti itu.
"Tao~ kau sudah memakan es krim tadi sebelum kesini bukan? Hyung tidak mau kau sakit karena terlalu banyak makan es krim" peringat Chanyeol.
Tao langsung memasang wajah cemberut. Bibirnya maju serta pipi gembilnya semakin terlihat bulat karena ia menggembungkan pipinya.
"Tapi Tao ingin es klim~" rajuk Tao sambil menghentakan kaki nya.
Chanyeol mengusap rambut Tao dengan lembut.
"Besok hyung janji akan belikan Tao es krim, tapi untuk hari ini tidak ada es krim" bujuk Chanyeol.
"Benalkah~? Hyung tidak bohong kan~?"
"Tentu saja tidak, hyung janji akan membelikan Tao es krim besok"
"Yaksok?"
Tao menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Chanyeol. Kris? Jangan ditanya lagi, sejak Tao mengerucutkan bibirnya ia mati-matian menahan hasrat untuk segera menculik Tao.
...
"Kau?! Kenapa kau kemari?" tunjuk Kris pada Chanyeol yang sudah berada di Exotic sepagi ini.
"Tentu saja mengantar Tao, memangnya untuk apa lagi? Melihat wajah idiot mu itu?" sahut Chanyeol.
Kris hampir saja memukul Chanyeol jika ia tidak mendengar sebuah suara merdu (menurut Kris).
"Celamat pagi Klic caem~" sapa Tao dengan senyuman lebar.
Aura hitam Kris kini berubah menjadi aura yang lebih lembut dengan efek bunga-bunga dan pelangi disekitarnya.
"Selamat pagi Tao~ apa tidur mu nyenyak semalam?" tanya Kris sangat ramah.
Tao mengangguk.
"Cemalam Chanchan hyung tidul cambil memeluk Tao~"
Kris melirik tajam Chanyeol yang berdiri disebelahnya. Chanyeol merinding karena aura Kris tiba-tiba menjadi gelap kembali.
"A-ada apa?" tanya Chanyeol gugup.
"Tao-ie~"
Kris menatap sebal dua bocah yang berlari menghampiri mereka.
"Cih, datang lagi dua pengganggu" rutuk Kris.
"Nah Tao jangan nakal, hyung akan menjemput mu nanti" ucap Chanyeol.
"Tao tidak pelnah nakal~"
"Tunggu kuliah sedang libur, lalu kenapa kau rapi sekali?" tanya Kris curiga dengan penampilan Chanyeol yang terlalu rapi untuk hanya sekedar mengantar Tao.
"Hehehe... Kau memang sahabat yang baik Kris, kau selalu memperhatikan penampilan ku rupanya"
Kris ingin muntah mendengarnya.
"Hari ini aku ada kencan dengan seseorang"
"APA?!"
"Bisakah kau tidak berteriak seperti itu Kris?!" seru Chanyeol kesal.
"Kau berkencan? Ku kira kau tidak memiliki kekasih seperti ku?" ujar Kris mengabaikan protesan Chanyeol.
Chanyeol memasang wajah datar.
"Aku tidak mau menjadi perjaka tua seperti mu Kris, aku sedang berkencan dengan Baekhyun"
Kris sepertinya tidak asing nama yang Chanyeol katakan.
"Baekhyun? Sepertinya tidak asing"
"Tentu saja, dia tetangga sebelah apartement mu" sahut Chanyeol datar.
"AP-mhhhh"
Sebelum Kris kembali berteriak, Chanyeol langsung membungkam mulut nya dengan telapak tangannya. Setelah memastikan Kris tidak akan berteriak, Chanyeol melepaskan tangannya.
"Jangan banyak tanya, aku harus pergi sekarang. Baekkie akan marah jika aku terlambat menjemputnya dan tolong jaga Tao" ucap Chanyeol lalu pergi meninggalkan Kris.
Kris menatap kepergian Chanyeol dengan hati dongkol.
"Nah Tao~ ayo masuk kelas bersama ge-"
Ucapan Kris terhenti karena Tao sudah tidak ada didekatnya lagi. Ia melihat Tao yang berjalan sambil bergandengan tangan bersama Sehun dan Kai, meninggalkan Kris sendirian disana.
"-ge"
...
"Hari gege akan membelikan semua yang Tao mau~" ucap Kris sambil tersenyum.
"Whoaaa~ apa pun yang Tao mau?" ulang Tao dengan ekspresi menggemaskan.
Kris mencubiti pipi gembil Tao dengan gemas.
"KENAPA KAU ADA DI MOBIL KU, KRIS?!" teriak Chanyeol yang berada dibalik kemudi.
"Chan~ fokuskan perhatian mu pada jalanan didepan. Kau mau kita bertiga mati hmm?" ujar Kris bijak.
"Oh ya, maafkan aku" ucap Chanyeol.
"TAPI BISAKAH KAU JELASKAN KENAPA KAU BERADA DIMOBIL KU?" teriak Chanyeol yang sepertinya baru tersadar dengan tujuan awalnya.
"Aku? Aku hanya ingin membelikan sesuatu untuk Tao~" jawab Kris tanpa rasa bersalah.
Chanyeol menjemput Tao setelah ia selesai mengantar Baekhyun. Dan Kris dengan seenak jidatnya ikut masuk kedalam mobil Chanyeol. Ia bahkan dengan tenang duduk dikursi penumpang bersama Tao yang duduk dibaby chair miliknya. Chanyeol sudah seperti sopir bagi Kris dan Tao.
"Tao mau es klim~" seru Tao semangat karena hari ini hyung nya sudah berjanji akan membelikan es krim ditambah Kris mengatakan akan membelikannya semua yang ia inginkan.
Mobil Chanyeol memasuki parkiran basement sebuah supermarket. Kris segera melepaskan sabuk pengaman milik Tao dan menggendong bocah montok itu.
"Kajja kita pergi~" seru Kris meninggalkan Chanyeol dibelakangnya.
Kris dan Chanyeol menjadi perhatian beberapa pengunjung karena tinggi badan mereka dan wajah tampan yang mereka miliki, dan tak lupa Tao yang sibuk berceloteh riang.
"Lihat dua namja tampan itu, apa mereka sepasang kekasih?"
"Anak kecil yang digendong juga lucu sekali~"
"Mungkinkah itu anak mereka berdua?"
"Kira-kira siapa yang menjadi seme dan uke diantara mereka berdua~?"
Kris dan Chanyeol bergidik mendengar percakapan dua yeoja yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Jauh jauh dari ku, aku tidak mau dianggap pasangan mu" usir Chanyeol.
"Cih~ memangnya aku sudi? Lebih baik aku digosipkan bersama Tao" balas Kris tak kalah ketus.
"Gege~ Tao mau boneka itu" tunjuk Tao pada sebuah boneka panda yang berukuran sangat besar.
"Kajja kita kesana"
Kris membawa Tao memasuki toko boneka yang Tao maksud, Chanyeol mengikuti mereka dari belakang dengan jarak yang cukup aman. Ia tidak mau digosipkan menjadi pasangan Kris, ia lebih baik menjadi uke Baekhyun ketimbang digosipkan menjadi pasangan tiang idiot itu.
Setelah membelikan Tao beberapa boneka dan mainan, Kris membawa Tao ke tempat makan. Sedari tadi mengitari pusat perbelanjaan itu membuat perut Kris meraung-raung minta diisi.
"Tao ingin apa?" tanya Chanyeol sambil membolak-balik buku menu.
"Es klim~"
"Es krim nya setelah makan, arra? Bagaimana kalau nasi goreng?" usul Chanyeol.
"Naci goyeng~?"
"Iya nasi goreng, yang selalu hyung makan saat sarapan"
"Tao mau naci goyeng~ naci goyeng~" seru Tao semangat.
Pesanan mereka akhirnya datang. Tao nasi goreng dan Kris serta Chanyeol memesan seporsi jjangmyeon.
"Celamat makan~" Tao menyendok sendiri nasi goreng miliknya.
Sesuai janji Chanyeol, Tao mendapatkan es krim nya setelah ia menghabiskan makan siangnya. Tao sibuk menghabiskan es krim didepannya dengan lahap.
...
"Ada apa?" tanya Kris ketus saat melihat Chanyeol yang datang menjemput Tao dengan wajah mencurigakan.
"Kris? Kau sahabat ku bukan?"
Kris mengangguk.
"Kita sudah bersahabat sejak Sd bukan?"
Kris mengangguk lagi.
"Lalu kalau kau sedang kesulitan, aku pasti orang pertama yang membantu mu bukan?"
Kris lagi-lagi mengangguk.
"Kalau begitu-"
"Cepat katakan apa mau mu, Park! " seru Kris emosi.
"Hari ini aku ada kencan dengan Baekhyun dan umma Tao sedang keluar kota"
"Jadi...?"
"Jadi, mau kah kau menjaga Tao? Aku berjanji akan menjemputnya setelah-"
"Oke" jawab Kris bahkan sebelum Chanyeol menyelesaikan ucapannya.
"Eh?"
"Kau boleh menitipkan Tao ditempat ku"
"Benarkah? Aku tidak salah dengar? Kau tidak demam kan, Kris?"
Kris menahan amarahnya.
"Sudahlah cepat pergi, si cerewet itu tidak suka kalau kau terlambat" Kris mendorong Chanyeol agar segera pergi.
"Terima kasih Kris~ akan ku bawakan oleh-oleh nanti~" seru Chanyeol sambil melemparkan flying kiss.
Kris menatap jijik mobil Chanyeol yang mulai menghilang dibelokan.
"Nah~ sekarang saatnya memanfaatkan waktu berharga ini"
Kris bersenandung kecil sambil melangkah kan kaki nya kedalam kelas, dan seketika cuaca menjadi mendung.
"Brengsek kenapa tiba-tiba cuaca menjadi gelap?" rutuk Kris.
Didalam kelas hanya ada Tao yang sedang duduk.
"Klic caem~kemana Chan hyung? Tao ingin pulang~" rengek Tao.
Kris berjongkok dan mengusap rambut Tao yang selalu terasa halus.
"Hari ini Tao akan main ke tempat Kris ge, nanti Chanyeol hyung akan menjemput Tao di tempat Kris ge"
"Ke tempat Klic ge~"
Tao memiringkan kepalanya sambil berkedip. Semoga Kris kuat dengan godaan didepannya ini. Amin.
...
Kris membuka pintu apartementnya dengan hati-hati. Selama perjalanan menuju apartemennya Tao tertidur, sepertinya bermain seharian bersama Sehun dan Kai membuatnya kelelahan. Kris menidurkan Tao diranjang miliknya, ia bersyukur sempat mengganti seprei tadi pagi. Ia meletakkan dua buah bantal disisi kanan dan kiri Tao, menjaga agar bocah itu tidak terjatuh nantinya.
Tao mengerjapkan matanya, yang pertama dilihatnya hanya langit-langit kamar yang putih. Tidak ada wallpaper panda seperti yang ia biasa lihat saat pertama kali bangun tidur. Disamping kanan dan kirinya pun hanya ada bantal, bukan boneka panda ukuran besar.
"Hiks...Umma...Hiks..." tangis Tao pecah karena merasa asing dengan kamar ini.
Brak...
Kris keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dipinggangnya, ia segera menyambar handuk saat mendengar suara isakan Tao.
"Tao ada apa?" tanya Kris panik.
"Hiks... Tao mau panda...panda Tao mana..." jawab Tao sambil terisak.
Kris bingung, ia tidak memiliki boneka panda dikamarnya. Hanya ada boneka alpaca putih kesayangannya. Rupanya Kris tidak kehilangan akal, ia segera memakaikan kacamata hitam pada boneka alpaca miliknya.
"Lihat ini panda~" bujuk Kris agar Tao diam.
Tao mengamati boneka yang ada ditangan Kris.
"Panda~" senyum Tao terkembang lebar, ia segera memeluk alpaca milik Kris.
Kris bernapas lega, setidaknya ia berhasil membuat Tao berhenti menangis. Kris sudah memakai pakaiannya, ia menggendong Tao beserta alpaca miliknya yang sekarang menjadi panda.
"Klic ge tulun~" Tao meminta turun dari gendongan Kris.
Bocah montok itu menyeret boneka Kris sambil berkeliling apartement Kris yang masih asing untuknya.
"Klic ge, kenapa noona ini tidak pakai baju?" tanya Tao saat menemukan sebuah majalah dengan cover depan yeoja yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.
Kris segera mengambil majalah itu dan menyembunyikannya dari Tao.
"I-Itu- itu karena... kepanasan, ah iya noona itu kepanasan" jawab Kris gugup.
"Uh~ aneh cekali, cekalang cudah hampil mucim hujan~ kenapa noona itu kepanacan?" ujar Tao bingung.
"Hahaha... Gege juga tidak tahu" tawa Kris hambar.
Ia merutuki dirinya sendiri yang tidak sempat membereskan majalah dewasa sehingga Tao melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat.
Tangan kecil Tao kini memegang remot Tv. Ia ingat saat dirumah, benda kecil ini akan menyalakan Tv dan ia bisa menonton kartun kesukaannya, Pororo.
Piip...
Tao berhasil menyalakan televisi didepannya, bukan kartun pororo yang ia dapat namun sebuah adegan drama dimana yeoja nya sedang mencium namja.
"Huwaaa" Kris berteriak lalu mematikan televisinya.
Tao mengerjapkan matanya melihat adegan tadi.
"Klic ge, kenapa noona itu memakan bibil hyung didepannya? Apa noona itu kelapalan, eoh?" tanya Tao polos.
Kris ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok. Bagaimana ia harus menjelaskan semua itu pada Tao?
"Ka-karena noona itu lapar, maka nya ia memakan bibir hyung itu" jawab Kris asal.
"Tao ingin nonton pololo~" rengek Tao teringat ia ingin menonton pororo.
"Pololo?" ucap Kris tidak mengerti.
"Pololo~"
"Ah~"
Kris akhirnya mengerti maksud Tao. Ia segera mencari channel televisi yang menayangkan kartun anak-anak itu. Tao duduk diam sambil menonton kartun pororo kesukaannya, sedangkan Kris hanya duduk disebelah Tao.
"Klic ge~ Tao lapal~" Tao menarik ujung kaos Kris.
"Tao lapar? Tao ingin makan apa? Nanti gege buatkan"
Tao berpikir makanan yang ia inginkan.
"Tao ingin bibil klic ge~" jawab Tao sambil tersenyum.
Hening. Kris membuka mulutnya lebar. Sepertinya jiwa Kris sedang tidak pada tempatnya. Melihat Kris hanya terdiam, Tao mulai kesal. Ia merangkak dan berdiri diatas kedua paha Kris. Ia memegang bahu Kris untuk menjaga keseimbangannya.
Chu~
Tanpa aba-aba Tao menempelkan bibirnya pada bibir Kris. Kris masih tidak percaya, Tao mencium nya tepat dibibir.
"Tao macih lapal~" ucapnya.
Ia lalu mencium kembali bibir Kris bahkan sedikit menggigit bibir bawah Kris.
Brak...
"Kris~ aku pulang~"
"Tao~ hyung datang menjemputmu~"
Chanyeol dan Yixing datang diwaktu yang salah.
"KRIS ! APA YANG KAU LAKUKAN PADA MURID/SEPUPU KU !"
"Tu-tunggu aku bisa jelaskan ini !" mohon Kris pada Yixing dan Chanyeol yang sudah membawa benda tajam ditangan mereka.
END
Halo~ Yixing disini~
Dapet tugas dari authornya buat ngepost surat wasiat terakhir dia ^^.
Oh, ada yang nanya kemana authornya? Tadi sih Yixing liat authornya pergi sama Kris ke laut. Kencan? Nggak mungkin, Kris masih doyan bokong semog nya baby panda. Kalo gak salah sih tadi Kris bilang mau pake authornya buat umpan mancing hiu, yah semoga saja authornya bisa selamat ^^
Oke ini surat dari authornya.
"Gak akan banyak omong, karna nyawa sedang diujung tanduk. Jadi, yang udah baca FF nista bin absurd ini tolong review :3 typo dan kesalahan lain memang sudah biasa :3 nggak lucu alias garing juga udah biasa, karna saya bukan pelawak :3"
Nah itu surat dari authornya, seperti kata author jangan lupa meninggalkan jejak setelah baca FF ini ^^ /wink/
*Diseret Suho ke kamar*
