Warning: Lemon, agak OOC, AU, typo(s).
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Special Activity chapter 2: Mine and Yours
"Hhhh~…"
Sraaakkk
Ctek.. Ctek..
Sraaakkk
"Ini gimana sih?"
Sraaakkk
Suasana kelas hening saat itu, cuma terdengar helaan nafas, atau bisikan pelan, juga suara kertas dibuka, atau pulpen dimainkan. Mata Tsunade-sama memicing dibalik kacamatanya, memperhatikan setiap ekspresi muridnya. Hell, 7 lembar kertas ulangan Kimia itu bukan hal yang menyenangkan lho, sungguh.
"Astaga, elektrolisis? Bilangan oksidasi?" gumam Itachi pelan, Kyuubi meliriknya lalu memutar mata bosan.
"Kau sudah menggumamkannya 17 kali setiap kali membaca ulang soal itu, keriput." Komentarnya pelan. Itachi meliriknya.
"Benarkah? Wow, perhatian juga kau padaku." Jawabnya pede. Kyuubi kembali memutar matanya dan kembali berkonsentrasi pada soal di depannya. Itachi melirik lembar jawaban Kyuubi, sedikit terkejut, hampir selesai ternyata. Hanya tinggal beberapa soal tentang laju reaksi dan termokimia. Sementara miliknya sendiri hanya baru selesai 2/3 nya.
"Kyuu, sepertinya punyamu hampir selesai." Bisiknya pelan. Kyuubi mendelik, "Aku tidak terima pencontekan, maaf."
Itachi menghela nafas frustasi. Dan kembali berkutat dengan soal-soalnya sendiri.
"Waktu kalian 10 menit lagi." Kata Tsunade. Segera disusul ekspresi kaget dan buru-buru dari para murid.
Suasana kelas kembali hening. Terlihat Kyuubi meregangkan jari-jarinya, selesai sepertinya.
"5 menit lagi, Uzumaki Kyuubi, kau bisa mengumpulkan punyamu kalau sudah selesai."
Kyuubi hanya mengangguk dan berdiri membawa soal serta jawabannya, memberikannya pada Tsunade.
"Uzumaki, nama ibumu siapa?" tanya Tsunade tiba-tiba. Kyuubi mengerutkan dahinya, "Uzumaki Kushina, Sensei. Ada apa dengan ibu saya?" jawabnya pelan. Tsunade menggeleng.
"Tidak, hanya untuk data, sepertinya di catatanku hilang. Baiklah, kembali duduk."
"Baik, Sensei."
Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan lagi, akhirnya Tsunade mengumumkan, "Waktu habis. Tinggalkan soal dan jawaban di meja kalian, silahkan keluar kelas. Dan Uchiha, saya minta anda untuk mengumpulkan hasil kerja teman-teman anda." Kata Tsunade.
Itachi mengangkat sebelah alisnya, bingung, "Aku?" gumamnya pelan, sedikit heran.
"Ya, kau, tidak usah banyak tanya, cepat atau teman-temanmu bisa saja menyontek pada yang lain." Kata Tsunade galak. Itachi segera melaksanakan perintah Tsunade dan membawanya ke meja guru.
"Ini, Sensei." Katanya saat menurunkan kertas-kertas itu dari tangannya. Tsunade mengangguk, "Siapa nama ibumu, Uchiha?"
Itachi pun mengerutkan dahinya, "Uchiha Mikoto, Sensei. Ada apa?"
"Tidak. Silahkan keluar."
Akhirnya Itachi harus puas keluar kelas tanpa tahu alasan Tsunade menanyakan hal itu.
Di luar kelas teman-temannya sedang heboh membicarakan ulangan tadi.
"Yang benar saja, masa elektrolisis keluar? Itu di akhir buku!"
"Astaga, aku lupa mengisi nomor 4!"
"Sepertinya aku akan minum obat nyamuk sepulang sekolah."
Itachi mengedarkan pandangannya, mencari kepala dengan rambut merah mencolok. Dan ketemu, kelihatannya Kyuubi sedang mengobrol dengan seseorang.
Itachi mengerutkan dahinya, sepertinya itu sepupu jauhnya, Uchiha Madara. Dia tampak mengobrol santai dengan Kyuubi. Rambut panjang jigraknya dibiarkan. Bukan karena dia malas mengikatnya, Itachi tahu, Madara bilang itu lebih keren daripada diikat =.=
Dan Kyuubi terlihat, err, senang? Sepertinya dia senang sekali bisa mengobrol dengan Madara. Dan sesekali pipinya memerah saat Madara menjawab perkataannya.
Itachi merasa seseorang menumpahkan lava diatas kepalanya. Matanya menyipit tidak suka.
"Iya! Dan kau tahu? Ternyata mengurus rubah itu tidak sulit!"
"Ah, tentu, aku sudah mengurus mereka beberapa tahun ini. Memang bukan hal sulit, Kyuu-chan. Kau mau melihat rubah-rubahku? Mampirlah ke rumah sepulang sekolah."
"Ahaha, iya. Hanya saja-"
"-Hanya saja kau harus menemaniku ke toko buku kan sepulang sekolah?" potong Itachi. Madara menyipitkan matanya, Kyuubi mendelik tidak suka.
"Dengar ya, keriput. Aku tidak suka kau memotong perkataanku! Itu tidak sopan!" kata Kyuubi. Itachi menyipitkan matanya, kentara sekali dia sedang emosi.
"Tidak sopan, eh?" katanya tajam. Kyuubi sedikit terkejut.
"Sepertinya aku harus kembali, Kyuu-chan. Sampai jumpa." Kata Madara, Kyuubi hanya mengangguk pelan.
"Kau ini kenapa sih? Datang-datang memotong pembicaraan orang! Ada apa?" tanya Kyuubi, sedikit kesal. Itachi memasang wajah dingin andalannya.
"Oh, jadi aku mengganggu, maaf ya." Katanya datar. Lalu berjalan meninggalkan Kyuubi yang bingung.
"Dia kenapa?" gumamnya pelan.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi. Kyuubi segera membereskan bukunya ke dalam tas. Terlihat Itachi keluar duluan. Kyuubi segera mengejarnya.
"Hei! Katanya minta ditemani ke toko buku? Kenapa jalan duluan? Hei!" panggil Kyuubi sambil berlari. Itachi tidak memperdulikannya dan terus berjalan.
"Itachi! Aku bicara padamu, Uchiha!" teriak Kyuubi sambil terus berlari. Itachi masih tak memberi respon.
Mendadak kaki Kyuubi tersandung sesuatu hingga dia terjatuh.
BRUK!
"Aduh!" Kyuubi meringis saat lututnya membentur lantai dengan keras.
"Kau tidak apa-apa, Kyuu-chan?" tanya seseorang tiba-tiba sambil membangunkan Kyuubi. Namun sepertinya Kyuubi susah berdiri, lututnya terluka.
"Ah, luka ya, ayo kuantar ke UKS." Kata orang yang ternyata Madara itu. Kyuubi menurut, Madara memapahnya. Itachi melihat semuanya, sekali lagi sepertinya lava sudah tumpah diatas kepalanya. Dia segera berjalan menyusul mereka.
"Kau harus hati-hati, Kyuu-chan, kenapa tadi kau berlari?" tanya Madara.
"Ah, tadi aku-.."
"-Harus pulang bersamaku, betul kan, Kyuu?" Itachi muncul tiba-tiba. Madara kembali menyipitkan matanya, kenapa anak ini, batinnya.
Itachi segera menyentak pegangan Kyuubi pada Madara dan menariknya.
"Hei kau mau apa? He- aduh! Itachi! Lututku sakit, bodoh! Aw! Hei!" sepertinya Itachi tidak merespon. Dia terus menarik Kyuubi yang tertatih-tatih.
"Itachi! Berhenti! Aku susah berjalan! Hei!" Kyuubi terus berteriak dan Itachi tak kunjung merespon. Tangannya mencengkeram tangan Itachi, keras. Kukunya sedikit melukai tangan Itachi, sehingga yang punya menoleh dengan wajah dinginnya.
"Kenapa?" tanyanya datar. Kyuubi menatapnya marah. Namun sedetik kemudian dia terduduk sambil meringis.
"Cepat." Kata Itachi sambil berusaha menarik Kyuubi lagi. Kyuubi menepis tangannya.
"Kau tidak mengerti sakit, Itachi? Lututku sakit! Kenapa kau tiba-tiba menarikku?" tangis Kyuubi pecah. Sakit sekali di kakinya, namun lebih sakit di hatinya. Kenapa Itachi? Aneh sekali hari ini, batinnya bingung.
Itachi terdiam, sadar dengan apa yang dia lakukan. Terlihat lutut Kyuubi berdarah. Itachi segera menunduk dan menggendong Kyuubi ala bridal style.
"Gomen." Bisiknya pelan di telinga Kyuubi. Dia segera membawanya ke UKS.
Madara memperhatikannya. Lalu mengangguk-angguk, "Soukka, soukka. Jadi dia menyukainya? Kenapa tidak bilang?" gumam Madara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
xxxXXXxxx
Kyuubi sedang duduk selonjoran di kasurnya, merasakan nyeri pada lututnya, saat seseorang masuk dari jendela kamarnya.
"Siang, Kyuu." Sapa orang itu. Kyuubi mengerutkan dahinya.
"Itachi? Kenapa masuk lewat sana? Kau tidak tahu gunanya pintu?" omel Kyuubi. Itachi terkekeh, "Ibumu menelponku, menyuruhku menemanimu, katanya dia mau ke Ame. Jadi karena aku sedang di kamar, ya yang paling cepat menuju kamarmu lewat sini." Jelasnya. Kyuubi memutar matanya.
"Kau bawa apa? Aku bosan." Kata Kyuubi memperhatikan kantong di tangan Itachi.
"Ini? Pierching."
"Apa? Kau mau memasangnya di telingamu?" kata Kyuubi sambil menutup mulutnya ngeri. Itachi mengangguk santai, "Dan di telingamu juga."
"A-apa? Aku tidak mau! Itu sakit pastinya!"
"Aku yang akan memasangkannya, tenang saja."
"Tidak mau!" tolak Kyuubi teguh. Itachi menyeringai lalu naik ke atas kasur Kyuubi, mulai bergerak menindih gadis itu.
"Hei! Kau mau apa? Jangan paksa aku untuk menggunakan benda sialan itu!" Kyuubi meronta, Itachi menahan tangannya.
"Kau tidak sedang dalam posisi bisa melawan, Kyuu-chan." Kata Itachi sambil terus menyeringai. Kyuubi bergidik.
Alih-alih memasangkan pierching, Itachi malah menciumi leher Kyuubi, memberinya kissmark dimana-mana. Kyuubi menggeliat, "E-enghh~ kau mau apa sebenarnya? Ngghh~"
Itachi tidak menjawab, dia terus mencium, menggigit dan menjilat leher Kyuubi hingga pemiliknya tak bisa berhenti mendesah.
Tangannya mulai membuka kancing piyama Kyuubi dan menarik branya ke atas hingga dia bebas meremas dan memainkan dada gadis itu. Kyuubi mendesah hebat. Tangan Itachi meremas-remas dadanya sambil sesekali memilin putingnya lembut. Membuat pemiliknya menjerit keras sambil memeluknya. Oh sekarang dia tidak ditahan tangan Itachi lagi.
"Ngghh~ Ita-aahh~" Kyuubi terus menggeliat, merasakan sensasi geli sekaligus nikmat di dadanya. Sekarang mulut Itachi ikut bekerja, mengulum puting Kyuubi dan memainkannya dengan lidahnya. Kakinya menggesek-gesek bagian bawah Kyuubi pelan, Kyuubi mengerang, ada rasa terkurung saat bagian itu tidak disentuh langsung.
"Ngghh~ buka saja-aaaah~ ngghh~" Kyuubi terus mendesah tak nyaman. Itachi menyeringai.
"Kau mau menyerahkan telingamu ini sebagai gantinya?" bisik Itachi sambil meniupkan udara hangat ke telinga kanan Kyuubi. Kyuubi bergidik.
"Ita-aaah~ onegai~ ngghh~" kata Kyuubi, memohon. Kaki Itachi terus menggesek-gesek bagian bawahnya tanpa membuka celananya.
"Telingamu, Kyuu-chan~ bagaimana hm?" Kyuubi mengerang, mencengkeram pundak Itachi.
"Kalau kuizinkan kau akan membukanya?" tanya Kyuubi. Itachi mengangguk mantap. Akhirnya Kyuubi mengizinkannya.
"Baiklah. Here I go." Itachi memfokuskan pandangannya pada telinga Kyuubi.
CTAK!
"Aw!" Kyuubi meringis. Itachi tersenyum, "Tidak sesakit yang kau kira, kan?"
Kyuubi hanya mengangguk pelan.
Itachi segera menuntaskan janjinya, membuka celana Kyuubi serta cd nya, melemparnya ke sembarang arah dan langsung menusukkan jarinya ke lorong Kyuubi.
"Aaaaah~ ngghh~" Kyuubi mendesah lega. Jari Itachi bergerak maju-mundur, kadang menekannya dalam-dalam hingga Kyuubi menjerit nikmat.
Tak lama Itachi menarik jarinya dan mulai menatap lorong itu. Kyuubi mengerutkan dahinya, baru saja dia mau tanya, dia kembali terkapar sambil mendesah hebat.
Itachi memasukkan lidahnya ke lorong Kyuubi, memainkan lidahnya yang lincah di dalam sana. Kyuubi menjerit geli sekaligus nikmat, Itachi terus memainkan lidahnya di sana hingga Kyuubi hampir klimaks. Namun dia segera mengeluarkan lidahnya. Kyuubi merenggut kesal.
"Kenapa sih?" protesnya. Itachi tersenyum, lalu menyodorkan alat pierching pada Kyuubi.
"A-apa?" tanya Kyuubi bingung. Itachi memutar matanya, "Pasangkan di telingaku, tentu saja."
Kyuubi menelan ludah, "A-aku? Kenapa tidak pasang sendiri?" Itachi tersenyum.
"Let me be yours, Kyuu-chan." Katanya sambil mencondongkan kepalanya ke depan Kyuubi. Kyuubi mengerutkan dahinya, "Maksudmu?"
"Sudahlah cepat pasang saja." Kata Itachi, Kyuubi manyun, namun sedetik kemudian dia kembali cemas. "Bagaimana kalau aku gagal? Lalu telingamu sakit?"
"Tak masalah. Karena itu kau harus menggunakan kekuatanmu kalau tidak ingin aku kesakitan. Yah, kecuali kau mau aku kesakitan itu sih beda perka-.."
"-Tentu saja tidak!" potong Kyuubi. Itachi tersenyum, "Kalau begitu, ayo." Katanya sambil memiringkan kepalanya, mendekatkan telinga kanannya pada Kyuubi. Tangan Kyuubi gemetar, dia mengarahkan alat itu di telinga Itachi. "Sebelah sini?" tanyanya sambil memegang bagian bawah telinga Itachi, Itachi mengangguk.
Kyuubi memejamkan matanya.
CTAK!
Hanya terdengar helaan nafas Itachi. Kyuubi terengah-engah.
"Baik kita bisa mulai lagi." Kata Itachi, dia langsung memposisikan bendanya di depan lorong Kyuubi dan mulai memasukkannya perlahan.
"A-ah! Nggh~" Kyuubi mengerang-erang saat Itachi memaju-mundurkan bendanya hingga masuk sepenuhnya. Tubuhnya bermandikan peluh.
"Kau hangat sekali, Kyuu-chan~" kata Itachi, menghembuskan udara di telinga Kyuubi. Membuat Kyuubi memerah. "Sepertinya di bawah sana tidak sabar, hm?" goda Itachi sambil memainkan rambut Kyuubi.
"Come on~" rengek Kyuubi. Itachi tersenyum. "Kasih nggak yaaa?" dia terus menggoda Kyuubi dengan tidak menggerakkan sedikitpun bendanya di dalam sana.
Mendadak Kyuubi mendorong Itachi dan menindihnya, mulai naik-turun diatasnya. Itachi tersenyum.
"Hngghh~ ngghh~ aaah~" Kyuubi mendesah hebat. Itachi tak bergerak sedikitpun. Kyuubi mulai kesal.
"Kau ini kenapa sih?" tanyanya kesal. Itachi tersenyum misterius, "Telinga kirimu belum, manis~"
"A-apa? Cu-cukup satu saj- ah! Baiklah!" Kyuubi mulai pusing dengan Itachi. Dia langsung memiringkan kepalanya hingga telinga kirinya di depan Itachi. "Cepat!" katanya. Itachi terkekeh.
CTAK!
"Sudah kan?"
Itachi mengangguk. Dia langsung mendorong Kyuubi dan mulai in-out dengan ganas di lorong Kyuubi. Kyuubi menjerit keras.
"Aaaaah~ Hnggh~ a-ah! Ngghh~" Kyuubi mendesah heboh sambil memeluk Itachi. Menariknya lebih dekat.
"Aaaah~ Ita-yeaaaah~ harder! Aaahh~" Itachi menuruti permintaan Kyuubi, lebih ganas lagi menyerang gadis itu.
"Uuuhh~ aaaah~ faster-aaaah~" Kyuubi menjerit, Itachi mempercepat gerakannya. Membuat Kyuubi melayang saat dindingnya bergesekan dengan benda Itachi.
Namun saat sedang seru-serunya, Itachi kembali berhenti. Kyuubi mendelik, tahu apa yang Itachi mau.
"Kemarikan!" katanya galak. Itachi tersenyum dan memberikan alat itu pada Kyuubi.
CTAK!
"Sudah tuh!"
"Good job, Kyuu-chan." Kata Itachi sambil mencium bibir Kyuubi sejenak.
Dia langsung menuntaskan tugasnya, in-out di lorong Kyuubi dengan ganas dan lebih cepat. Kyuubi menjerit lega, "Oooh! Yeeaaah! A-aaaaah~ nggh~ a-ah!"
Itachi terus bergerak di dalam sana, Kyuubi makin kerepotan mendesah. Karena Itachi selalu mempermainkannya, kadang cepat, saat dia hampir sampai, pasti Itachi menyeretnya kembali.
"A-aaah! Kau mempermainkanku! Breng- aaah! Nggggh~"
"Aku mulai bosan dengan style ini. Coba yang lain yuk?" Itachi menghentikan gerakannya. Kyuubi mendelik, "Style yang bagaimana? Berdiri lagi? Silahkan saja kalau kau mau menahan beratku."
Itachi menggeleng, "Bagaimana kalau kita sama-sama berdiri?" Kyuubi mengerutkan dahinya. Itachi tersenyum, "Ayo berdiri saja."
Mereka pun sama-sama berdiri, "Menghadap belakang." Kata Itachi, Kyuubi menurut.
"Pegangan pada tembok, Princess." Itachi mulai memasukkan bendanya, Kyuubi mengerang keras. Itachi terus memaju-mundurkan bendanya hingga masuk sepenuhnya.
"A-aaaah! Itachi~ aaaah~ ngghh~" Kyuubi mencakar-cakar tembok. Itachi mendekap tubuhnya erat, meremas dadanya dan menciumi lehernya. Kyuubi semakin kerepotan mendesah, Itachi in-out dengan cepat.
"Itachi~ aaaaah~ hell, it's so nice, yeaaah~"
Itachi terus in-out, sesekali diam merasakan bendanya terjepit dengan hangat dalam lorong Kyuubi yang berdenyut merasakan kenikmatan.
Mereka terus bergerak memanja masing-masing, 30 menit berlalu dengan posisi itu dan Kyuubi merasa dia akan sampai sebentar lagi.
"Uuuhh~ yeaaaah~ aaaaah~"
"Sssh~ ngghh~ ah~" Itachi ikut meramaikan suasana saat bendanya terasa diremas oleh lorong Kyuubi. Dia menekankan bendanya dalam-dalam, Kyuubi menjerit.
"Almost! Almost! Aaaa-aaaaaaah!" Kyuubi mendesah panjang lalu jatuh terduduk. Tanpa sadar lututnya kembali berdarah.
Itachi tersenyum sambil terengah-engah, "Kau benar-benar hebat, Kyuu. Bisa mengimbangi aku. Haha~"
Kyuubi mendelik, "Hah~ hah~ jangan harap kau bisa mengalahkanku, bodoh."
Itachi kembali tersenyum, "Bagaimana kalau kau bantu aku?" tanyanya sambil menunjuk bendanya yang masih tegak sempurna.
Kyuubi merenggut, "Sini!" katanya, sambil memposisikan diri 69, sehingga saat dia mengulum milik Itachi, Itachi 'membersihkan' lorongnya.
"Mmmhh~ nggh~" Kyuubi mendesah sambil mengulum milik Itachi, Itachi mulai menegang.
"Hmmmhh~ mmmh~" tanpa sadar Itachi menggigit kecil klitoris Kyuubi, hingga Kyuubi kaget dan menggigit benda Itachi.
"Mmmhhh!" Kyuubi sudah klimaks lagi, Itachi pun membersihkan cairannya. Beberapa saat kemudian Itachi menyusul dan langsung dibersihkan oleh Kyuubi. Mereka sama-sama terengah.
"Tidurlah, berapa ronde kita hari ini ya?" kata Itachi sambil tergelak. Kyuubi masih terengah-engah, Itachi menggendongnya ke kasur, membetulkan bajunya dan menyelimutinya.
"Sleep tight, Princess." Katanya sambil mencium kening Kyuubi, yang entah sejak kapan menjadi hobinya saat mengantar Kyuubi tidur. Kyuubi mengangguk dan menutup matanya. Mulai tidur dengan tenang.
Itachi tersenyum puas melihat hasil kerjanya. Dia mengelus kepala Kyuubi lembut. Yeah, after all he's only jealous, right?
Itachi tahu, Kyuubi tidak menganggapnya lebih dari seorang sahabat dan teman 'bermain'. Karena itu, dia sedikit 'memaksa' Kyuubi untuk jadi miliknya. Yah, setidaknya Itachi pikir dengan memasang tindik inisial namanya di telinga Kyuubi, akan menandai bahwa gadis itu sudah dia miliki. Jadi tak boleh ada seorang pun yang merebut Kyuubi.
Oke, saatnya author membuka kartu Itachi, dia memang menyukai- bahkan mencintai Kyuubi. Bukan karena mereka bersahabat sejak kecil, namun dia memang benar-benar menyukai gadis itu. Itu alasannya selalu manja pada Kyuubi.
xxxXXXxxx
"Kakak? Sejak kapan pake pierching?" tanya Naruto sambil memiringkan kepalanya, heran.
Kyuubi memutar matanya, "Tadi siang."
"Waaah, bagus, itu inisial siapa kak? U dan I." kata Naruto. Kyuubi mengangkat sebelah alisnya, "Benarkah?" dia memang belum mengecek bentuk apa yang ditindikkan Itachi di telinganya.
Kyuubi segera ke depan kaca, memperhatikan. Pierchingnya berwarna hitam, di telinga kanan huruf U dan di kiri huruf I.
"Apa maksud si keriput itu?" gumamnya.
Sementara di rumah Itachi.
"Niisan! Kau pake pierching?" tanya Sasuke, melongo. Itachi mengangguk.
"Kenapa?" tanyanya balik. Sasuke menggeleng, "Huruf U dan K itu siapa kak?"
Itachi tersenyum, "Himitsu." Katanya sambil mengedipkan sebelah matanya. Sasuke bengong.
xxxXXXxxx
"Waaah, Kyuu? Kau pake pierching?" tanya Tenten besoknya di sekolah. Kyuubi hanya mengangguk singkat.
"Bagus lho, kau kan tidak pernah pake anting kayak cewek, jadinya kalau pake itu keliatan imut." Komentar Tenten. Kyuubi mendelik.
"Ohayo, minna-saaan~" sapa Itachi, Tenten menoleh.
"Oha- hei! Kau juga pakai pierching?" tanyanya heran. Itachi tersenyum.
Kyuubi melotot pada Uchiha satu itu, "Kemari!" katanya sambil menyeret Itachi ke bangku mereka.
"Apa maksudmu memasangkan U dan I di telingaku?" tanya Kyuubi. Itachi tersenyum santai lalu menunjuk telinganya sendiri. Kyuubi mengerutkan dahinya, "U dan K?" gumamnya sambil menatap pierching berwarna merah itu.
Matanya langsung terbelalak, "Astaga, apa sih maksudmu?"
Itachi terkekeh, "You're mine and I'm yours, Kyuu-chan." Katanya. Kyuubi mengerutkan dahinya.
"Jadi kau menandai aku sebagai 'milikmu' begitu?"
Itachi mengangguk. Kyuubi menjerit.
"APAAAAAAAAAAAAAA?"
To Be Continued
Balesan review,
Daisuke, oke ini udah lanjut
Arashi Chika, salam kenal. Sasunaru? Beribu maaf, saya sudah tidak begitu suka pair itu , ItaKyuu teman kok, hmm sepertinya tidak akan ada yang hamil. Ah yang itu, itu ceritanya kepotong, entah saya lupa nge-save atau gimana, ceritanya kan Ita belum 'sampai' tapi Kyuubi bantu dia (Yah, mungkin kamu tahu bagaimana caranya ;) )
Yah tidak masalah, terima kasih sudah membaca
