Title : Please Stand Beside Me

Writer : Mimiso

Cast : Yunjae, Yoosu, Sichul

Rating : Family, Romance, Hurt, Mpreg...hehe...

Rating : M

Summary :

Kim Jaejoong melihat keanehan pada suaminya -Jung Yunho- akhir-akhir ini. Kemudian mencoba menyelidiki apa yang terjadi. Mampukah ia bertahan untuk selalu berdiri disamping suaminya saat ia mendapatkan penghianatan?

Disclaimer :

Cerita ini hanya fiktif belaka. Hasil imajinasi berlebihan dan hanya meminjam cast'nya saja.

Warning:

Typos, EYD belepotan, alur kacau, dll.

Yunho POV

Aku terdiam memandangi wajah cantik seseorang yang ada dihadapanku. Ia tertidur setelah bermain seharian bersamaku. Kami bersenang-senang seharian ini karena aku datang cukup pagi hari ini, jadi cukup banyak waktu yang kami habiskan bersama. Setelah bermain panas beberapa ronde dengannya pagi tadi, kami mencari makan siang sekitar jam dua siang. Berjalan-jalan, menonton, menikmati musik pinggir jalan seperti remaja yang baru berpacaran. Aku benar-benar melupakan keluarga kecilku yang menunggu dirumah.

Setelah puas berkencan, kami bahkan masih mempunyai banyak waktu untuk melanjutkan permainan panas kami yang tertunda hingga malam benar-benar larut. Kami bermain dengan pengaman tentunya, aku tak akan mau menebar benih sembarangan. Aku hanya menebar benih pada rahim istriku, namja cantikku yang istimewa. Satu lagi, aku tidak akan membiarkannya membuat kissmark ditubuhku, Jaejoong bisa curiga kalau melihatnya.

Rasa bersalah mulai menghantuiku ketika mengingat keluarga kecilku yang bahagia. Aku benar-benar berharap apa yang aku lakukan ini tidak akan merusak kebahagiaan kami. Egois bukan, begitulah diriku. Orang-orang yang mengenalku pasti mengetahui hal itu. Tapi entahlah, aku menikmatinya.

Bahkan aku bingung dengan diriku sendiri. Orang lain mengatakan bahwa hidupku sempurna. Tampan, kaya, memiliki istri yang cantik dan anak-anak yang lucu, sangat sempurna bukan?

Kalian pasti bertanya kenapa aku masih mencari kesenangan lain diluar rumah. Awalnya aku tidak berminaat sama sekali, tapi yeoja-yeoja itu selalu datang dan menempel padaku. Lama kelamaan aku tergoda melakukannya. Berselingkuh. Benar-benar menegangkan, tapi menyenangkan – aku menikmatinya. Tapi tetap saja, hanya satu orang yang aku cintai, istriku. Aku juga bingung dengan diriku sendiri, kalau aku mencintainya kenapa aku terus menyakitinya seperti ini.

Yeoja yang ada yang sedang tidur dihadapanku ini adalah yeoja kesekian yang aku tiduri. Ahh~~ aku lupa berapa banyak, mungki tujuh. Tidak, sepertinya delapan. Ohhh shit, aku benar-benar lupa berapa banyak pastinya. Biasanya aku akan menjalin hubungan singkat dengan mereka, tiga bulan atau kadang empat bulan, yang paling lama enam bulan. Yeoja yang beruntung ini adalah Kwon Boa, kekasihku yang sekarang. Dia benar-benar cantik, walaupun tetap kalah dari BooJae-ku.

Yunho POV End

Yunho berhenti mengamati wajah damai didepannya, kemudian menatap meja nakas disampingnya.

"Mwo...sudah larut sekali. Aku harus pulang." Namja itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan bersiap pulang.

%%%%%

Jaejoong tertidur di sofa ruang tamu dirumahnya, menunggu suami tercintanya pulang. Ia benar-benar kelelahan membujuk kedua putranya sejak pagi tadi. Si kembar benar-benar mengerjainya habis-habisan. Seharian ini ia harus berulang kali membereskan rumah karena perbuatan kedua bocah ini. Bahkan sebelum tidurpun mereka berulah, mereka hanya akan diam saat Jaejoong menggendongnya. Kedua bocah evil itu berebut untuk digendong, dan akan rewel apabila salah satu berhasil naik ke dalam gendongan Jaejoong. Pinggang namja cantik ini serasa akan lepas dari tubuhnya. Akhirnya duo evil ini tidur dengan sendirinya setelah kelelahan.

Yunho membuka masuk rumahnya secara perlahan. Tersenyum melihat istrinya tertidur di sofa karena menunggunya. Sudah jam sebelas malam, pantas saja Jaejoong tertidur.

"Mianhae Boo." Yunho mengecup lembut kening istrinya.

"Uhhh..."Jaejoong mengerang pelan, badannya sakit semua. Mengerjapkan metanya dan memandang Yunho dalam.

"Yunnie, kau sudah pulang. Jam berapa ini ? Apa kau lapar ? Mian, aku tidak sempat memasak, putra-putramu itu benar-benar menyebalkan. Mereka membuat tubuhku remuk. Tapi aku sudah memesan makanan, kalau kau ingin makan akan kupanaskan sebentar." Jaejoong beranjak kedapur, tapi Yunho menarik tangannya.

"Tidak usah Boo, kau pasti lelah. Kka, kita tidur, aku akan membersihkan diri dulu."Yunho menarik tangan Jaejoong menuju kamarnya. Mendudukkan istrinya diranjang, kemudian mengambil baju ganti dari lemari pakaiannya dan berjalan menuju toilet didalam kamranya.

Jaejoong duduk diranjang menunggu suaminya keluar dari kamar mandi. Pikirannya masih berkecemuk, memikirkan apa yang dilakukan suaminya seharian diluar.

Kleekk.

Pintu toilet terbuka, manampilkan sosok tampan Jung Yunho yang baru selesai mandi. Jaejoong manatap intens suaminya yang seksi itu.

"Kenapa melihatku seperti itu Boo? Kau merindukanku, hm?"Yunho tersenyum lembut, sambil mengelus rambut istrinya.

"Tentu saja Yun, aku sangat merindukanmu. Kau tidak?" Jaejoong menatap sengit suaminya.

Yunho terkekeh, "aku juga merindukanmu sayang, jangan merajuk eoh."

"Yun, aku ingin bertanya. Apa kau mencintaiku?" raut muka Jaejoong berubah sendu.

"Kenapa kau bertanya seperti itu, Boo. Apa kau meragukanku? Aku sangat mencintaimu dan kedua putra kita. Kalian nafasku, duniaku, dan kekuatanku."Yunho menggengam tangan Jaejoong.

"Ani Yun, aku hanya takut kau akan meninggalkanku. Satu lagi, apa kau pernah berbohong padaku?"

Yunho terlihat gugup, "A..ani Boo. Aku selalu jujur padamu. Apa kau mencurigaiku berbuat macam-macam?"

Jaejoong tersenyum,"aku hanya bertanya Bear, kenapa gugup begitu eoh? Atau kau benar menyembunyikan sesuatu dariku?"

"Tidak kok." Yunho memalingkan pandangannya dari Jaejoong.

'Kau Bohong Yun'

%%%%%

Pagi harinya Jaejoong bangun pagi-pagi sekali. Menyiapkan sarapan, membereskan rumah, dan membersihkan halaman sambil bersenandung riang. Ia bahkan sudah lupa bahwa kemarin perasaannya galau karena suaminnya membohonginya.

Jaejoong memang selalu melakukan pekerjaan rumah dengan tangannya sendiri, selain ia memang suka melakukannya, ia juga tidak mau orang lain yang mengurus segala keperluan suami dan anak-anaknya.

"Yeeay...selesai. Masih terlalu pagi untuk membangunkan anak-anak, lebih baik aku mencuci mobil Yunnie saja." Jaejoong menyeret selang air dan menggunakannya untuk menyiram mobil Yunho. Menggosok seluruh body mobil dengan pembersih mobil khusus dengan penuh penghayatan. Kemudian menyiramkan air bersih kembali.

"Selasai...mobil Yunnie bersih sekarang. Tinggal merapikan dalamnya saja." Jaejoong membuka pintu mobil Yunho dan masuk kedalamnya. "Uhhh...si beruang besar itu berantakan sekali. Rasanya kemarin aku juga merapikan isi mobil ini, kenapa berantakan lagi. Pantas saja si duo evil itu senang sekali membuat rumah seperti kapal pecah." Jaejoong menggerutu sendiri melihat isi mobil Yunho yang kacau.

"Eoh... Apa ini?" Jaejoong menemuka sesuatu di bawah kursi penumpang depan. "Tiket Bioskop? Ada dua." Meneliti tanggal yang tertera di sobekan tiket itu, kemudian meremasnya. Matanya memanas, "Berapa kebohongan lagi yang kau simpan Yun. Kau tega." setetes air mata menetes ke pipinya.

%%%%%

Pagi ini mood Jaejoong benar-benar hilang, biasanya ia selalu bercerita macam-macam pada anak dan suaminya setiap sarapan. Kali ini yang ada hanya sunyi, Jaejoong memilih diam daripada ia malah menangis didepan anaknya nanti.

"Boo, kau kenapa?"Yunho yang heran dengan kediaman istrinya bertanya khawatir.

"Ani Yun. Apa sore nanti kau ada acara? Aku ingin nonton denganmu. Sedang ada film baru di bioskop, sepertinya menarik. Judulnya Please stand beside me." Jaejoong memancing pengakuan Yunho.

"Uhuk..uhuk...Ap..apa? Kenapa tiba-tiba ingin menonton?"Yunho merasa seperti maling yang tertangkap tuan rumah.

"Hanya ingin Yunnie-ya. Apa tidak boleh, jangan-jangan kau sudah nonton ya?" Jaejoong merasa di atas angin.

"Belum nonton kok...hanya saja, bagaimana dengan anak-anak?" Yunho mencoba berkilah.

'Bohong lagi'

"Biarkan Suie dan Chunnie yang mengurus mereka. Pasti mereka akan senang sekali. Ya kan anak-anak?" Jaejoong memandang kedua anaknya dengan tatapan membunuh sehingga membuat kedua putranya tersebut kesusahan menelan makanannya.

"N..ne Eomma." jawab keduanya, kemudian kembali menunduk melahap makanannya dengan perasaan was-was.

"Anak pintar. Bagaimana Yun? Jaejoong kembali mengalihkan pandangannya pada suaminya.

"Baiklah Boo. Jam lima aku akan menjemputmu dari rumah sakit. Nanti kita langsung ke bioskop."

Jaejoong tersenyum,"Ne YinnieBear."

'Kena kau'

%%%%%

"Suie-baby... Kau benar-benar hebat. Kau lihat ekspresi klien-klien kita tadi saat melihat presentasimu. Aku benar-benar beruntung memiliki istri sepertimu." Park Yoochun, seorang Direktur muda yang hangat dan ramah kepada siapapun. Sedangkan sang istri hanya diam dan mempercepat langkahnya.

"Yaa... Park Junsu, kenapa meninggalkan suamimu yang tampan ini eoh?" berusaha mengejar istrinya sebelum tertinggal jauh.

Grapp. Yoochun berhasil menangkap pergelangan tangan Junsu. "Kenapa?"

"Salah sendiri, kenapa ke menggoda putri Direktur Song didepan istrimu eoh? Kapan kau merubah sifat playboymu itu Park Yoochun."

Yoochun tersenyum,"Kau cemburu rupanya,"memeluk ringan istrinya "aku hanya beruamah tamah Junsuie. Kau tau kan, hanya dirimu yang bisa menaklukanku. Aku harus berterima kasih pada Jae Hyung yang sudah memperkenalkan adik manisnya padaku. Kemarikan wajahmu. Ada sesuatu dibibirmu." Yoochun menarik dagu istrinya, kemudian menarik pinggang istrinya. Junsu tersadar saat sudah terlambat. Bibir manis milik suaminya sudah menempel di bibirnya. Namja manis itu hanya memejamkan mata dan menikmati apa yang diterimanya dari suami tercintanya. Toh ia senang-senang saja. Untung saja keadaan sekitar mereka sedang memang sudah terbiasa menerima serangan-serangan mendadak dimanapun dari suaminya yang mesum itu. Jadi ia sudah tidak kaget.

Kim Junsu adalah adik angkat Jaejoong, mereka bertemu di panti asuhan. Mereka memiliki seorang nuna, Kim Ahra. Semua anak yang ada di panti asuhan tempat mereka diasuh memiliki menggunakan marga Kim sebalum ada yang mengadopsi mereka, karena pengurus sekaligus ibu panti asuhan mereka bernama Kim Tae Hee. Ahra, Jaejoong dan Junsu sudah seperti saudara kandung, mereka begitu dekat bahkan setelah mereka berpisah dan masuk perguruan tinggi. Jaejoong kemudian menikah dengan Yunho, sedangkan Ahra menikah dengan seorang pengusaha bermarga Go dan pindah ke kemudian mengenalkan Junsu kepada sepupu Yunho, Park Yoochun. Tak ada yang menyangka bahwa mereka menikah sekarang. Walaupun terpisah, mereka bertiga tetap berkomunikasi, walau hanya sekedar telpon atau berkirim email.

Kemesraan pasangan ini terganggu dengan suara ponsel Junsu. "Chunnie, ponselku berbunyi." Junsu menggeliat berusaha melepaskan pelukan Yoochun di pinggangnya.

"Ck...mengganggu saja."Yoochun melepaskan lengannya dengan terpaksa.

"Yoboseo Hyung. Ada apa?"

'Suie, kau sudah makan siang belum?' jawab seseorang diseberang line.

"Belum Hyung, apa kau mau mentraktirku?"

'Ayo makan siang bersama, aku ingin menceritakan sesuatu. Berdua saja.'

"Kenapa Hyung? Kedengarannya tidak bersemangat sekali. Kau bertengkar dengan Yunho Hyung."

'Nanti akan kuceritakan.'

"Baiklah, kita bertemu di tempat biasa satu jam lagi."

'Ne, gomawo nae suie. Yoboseo.'

Klik.

Junsu mematikan ponselnya, dan disambut dengan pandangan menyelidik dari suaminya,"Siapa?"

"Jae Hyung. Dia mengajakku makan siang bersama." jawab Junsu datar.

"Jadi aku makan sendirian siang ini." Yoochun mulai mengeluarkan jurus merajuknya. Sudah dapat dipastikan bahwa istrinya itu tidak akan menolak apabila yang memanggilnya adalah hyung kesayangannya itu.

"Mian Chunnie-baby. Keliahatannya Jae Hyung sedang ada masalah. Nanti malam saja ya kita makan bersama. Aku akan memberi jatah lebih." sedikit banyak kadar kemesuman Junsu terpengaruh suaminya karena mereka selalu bersama.

Yoochun menyeringai mendengar pernyataan istrinya tersebut. Raut mukanya yang muram berubah menjadi cerah seketika."Ne Baby, aku menunggumu."bisiknya di telinga Junsu, membuat namja manis itu merinding seketika. Yoochun meninggalkan istrinya yang mematung, masih dengan seringai setan dibibirnya.

Junsu tersadar, "Ommo...ommo... apa yang kau katakan Park Junsu. Si mesum itu pasti akan menghabisimu nanti."

%%%%%

Dua orang namja berada disebuah cafe tempat biasa mereka berkumpul. Menghadap makan siang yang telah mereka pesan. Si namja cantik hanya menatap makanannya tanpa minat, sesekali mengaduk-aduk tanpa memakan sesuappun.

"Kenapa makanannya tidak dimakan Hyung?"tanya namja manis yang tak lain adalah Junsu.

Jaejoong terdiam lama."Su aku curiga sepertinya Yunho berselingkuh."

"Uhuk..." Junsu meminum minumannya dengan rakus."Dda..darimana Hyung tahu?"

"Dia semakin sering berbohong akhir-akhir ini. Dan kemarin aku menemukan 2 tiket bioskop, padahal dia bilang akan meeting untuk proyek amalnya." wajah Jaejoong semakin muram mengingat kejadian tadi pagi.

"Mmungkin dia pergi nonton dengan kliennya itu."

Jaejoong mendesah, "Tapi aku sudah telpon ke rumah sakit. Kaya Yoona, memang tidak ada jadwal meeting hari itu. Haaahh~~...aku galau Suie."

Raut muka Junsu berubah menegang. Jaejoong menatap Junsu dalam.

"Yaa... Park Junsu, apa kau tahu sesuatu? Aku melihat ada yang kau sembunyikan."

TBC

Anyeong...

Cepet kan...cepet kan...cepet kan...mian kalau agak membosankan disini, dan pendek banget...tapi saya usahakan updatenya cepet...biar cepet sampai klimaks nanti...udah g sabar nulis klimaksnya...

Lagi dalam semangat menulis soalnya...hehe...

Chingudeul juga semangat ya reviewnya...

Gomawo untuk Vic89, gothiclolita89,Anabell, FC, tyrhyeee, Life 4 Love, Youleebitha, Michelle Jung, DahsyatNyaff, YunJae24, PandaPandaTaoris