Before...
"mark hyung..."
Ucap youngjae sebelum ia kehilangan kesadaran sepenuhnya, terakhir yang youngjae dengar adalah suara bising ambulans dan petugas yang berusaha menyelamatkannya.
dan sebuah suara yang sangat familiar di telinganya. berteriak histeris di luar sana
"JAEEE! JAE AKU MOHON BERTAHAN, CHOI YOUNGJAE!"
.
.
.
.
.
.
.
##
Mark gelisah, sedari tadi yang dilakukannya hanya berbaring, duduk, mengecek ponselnya, berbaring, duduk, dan begitu seterusnya tanpa henti. Mark bingung dengan jantungnya yang tiba-tiba berdetak resah, firasatnya mengatakan akan ada sesuatu buruk yang terjadi
Tapi apa itu?
Entahlah, yang jelas perasaan itu sangat mengganggunya, sampai-sampai mark tidak bisa berkonsentrasi dengan tugas akhirnya. Padahal tugas itulah yang akan menentukan masa depan mark kedepannya, dan mark tak mau ayah nya mengamuk karena tidak bisa lulus tepat waktu
Jadi, berniat untuk mengusir perasaan yang mengganggunya ini mark memutuskan untuk ke pantry kecil yang ada di rumah nya. menyeduh secangkir kopi lalu membawanya ke balkon yang menghadap langsung dengan halaman belakang. Menyesap kopinya perlahan
Bahkan hingga cairan hitam pekat yang di gelas mark itu habis tak tersisa, perasaan mark sama sekali belum membaik. Malah semakin gelisah.
"ada apa ini? kenapa perasaanku semakin tak enak saja?" tanya mark pada dirinya sendiri
Tak sengaja mata mark melihat sebuah bingkai foto yang berdiri manis di samping tv nya. sebuah figura yang berisi gambar dirinya dan youngjae sedang tersenyum dengan background universal studio, mark ingat foto itu diambil saat mereka sedang berlibur, tentunya bersama jaebum
Hah, mark jadi penasaran apa yang sedang youngjae lakukan sekarang bersama jaebum? Terakhir youngjae mengabarinya akan memberikan sedikit kejutan pada jaebum sebagai perayaan anniversary mereka yang ke lima tahun
Mark tak habis fikir, bagaimana bisa youngjae masih bisa bertahan di sisi jaebum sementara si brengsek itu sudah berkali-kali menusuknya dari belakang? Bagaimana bisa youngjae masih memberi jaebum kesempatan sementara berkali-kali pula jaebum mengkhianati kesempatan itu?
Yang pasti mark tau, youngjae melakukannya karena cinta. Karena cinta nya pada jaebum yang mampu mengampuni semua kesalahan yang jaebum perbuat
Sama seperti mark, karena cinta. Karena cintanya juga kepada youngjae hingga ia masih bisa bertahan berada di sisi pria manis itu tanpa memperdulikan perasaannya sendiri yang terluka. Padahal ia tau, yang di cintai youngjae itu adalah jaebum, bukan dirinya
Presetan. Mark tak perduli. Ia bertahan karena youngjae, karena ingin menjaga youngjae. mark masih percaya jika youngjae memang jodohnya, dengan sedikit kesabaran yang mark pegang, pasti akan dapat membuat youngjae menjadi miliknya
Ya. Mark percaya itu
Mark melihat angka yang ada di jam dindingnya. "ini sudah jam 3. Harusnya youngjae sudah selesai bersama jaebum, apa dia lupa kalau hari ini akan pergi ke busan?" monolog mark pada dirinya sendiri.
Mark merogoh saku celananya, setelah mendapatkan apa yang di cari ia lalu mengeluarkan tangannya yang sudah memegang benda persegi empat, ponselnya. "mungkin ada baiknya aku menanyakannya" kata mark, sebelum mendial sebaris nomor yang sudah di hapalnya diluar kepala
Sayang, youngjae tidak mengangkat telfonnya. Membuat mark semakin bingung. Karena sesibuk apapun youngjae, ia tidak akan membiarkan telfonnya tak terangkat –kecuali ketika sedang tidur-. Apalagi hanya karena bersama jaebum, youngjae bahkan pernah mengangkat telfon mark disaat ia sedang berciuman dengan jaebum. Membuat jaebum mengerang dan ingin memaki mark saat itu juga
"kucoba sekali lagi, jika masih tak di angkat mungkin mereka benar-benar sedang sibuk berdua"
Tak mau menyerah, mark kembali menelfon youngjae. berharap-harap cemas kali ini youngjae mengangkat telfonnya
Sekali, dua kali, tiga kali nada sambungan itu terdengar, tapi tak kunjung ada tanda-tanda youngjae mengangkat telfonnya
"youngjae kumohon angkat telfonnya, please..." pinta mark
"..."
Dan ternyata dewi fortuna berada di pihaknya, mark bisa mendengar suara-suara selain suara nada sambungan di seberang sana dan mark yakin youngjae mengangkat telfonnya
"halo jae. Kau dimana? Kenapa tadi tak menjawab telfon hyung? apa kau sudah selesai dengan jaebum?" tanya mark to the point, namun tak ada suara yang menjawab di seberang sana
"halo? Jae? Youngjae? kau masih ada di sana kan?" tanya mark lagi, tetap tak ada jawaban
"apa terjadi sesuatu padamu? Katakan jae! Apa jaebum menyakitimu lagi? Apa dia sedang bersama jinyoung lagi?" sama seperti sebelumnya, masih tak ada jawaban di seberang sana. membuat mark semakin kalut
"kau masih di apartemen jaebum bukan? Tetaplah disana hyung akan ke sana, tunggu sebentar jae. Kali ini hyung benar-benar akan memberi jaebum pelajaran yang pantas untuk—"
"ini aku jaebum, mark"
Ucapan mark terputus ketika seseorang di seberang sana menjawabnya, dan ternyata itu jaebum bukan youngjae. mark sedikit terkejut, buru-buru ia menetralkan suaranya dan berusaha mencoba untuk tetap tenang
"sorry, apa youngjae bersamamu? Bisakah berikan telfon ini padanya, ada yang ingin ku tanyakan pada youngjae" pinta mark sopan, dalam hati mark berdoa semoga jaebum tak mendengar apa yang ia katakan tadi, apalagi saat ia membawa nama jinyoung. Youngjae pasti akan sangat marah padanya nanti
"aku memang bersama youngjae, tapi..."
"tapi apa?"
"aku sekarang ada di rumah sakit xxxxx, bisakah kau datang kesini sekarang?"
Alis mark berkerut, bukankah tadi kata youngjae ia akan pergi ke apartemen jaebum? Mengapa sekarang justru jaebum berada di rumah sakit? Firasat mark yang sedari tadi kacau semakin memburuk
"ada apa? Kenapa kau bisa berada di sana? lalu di mana youngjae?"
"young-youngjae..."
"youngjae dimana, jaebum? Jangan berbelit belit! Kau membuatku bingung"
"youngjae... mengalami kecelakaan saat pulang dari apartemenku dan sekarang keadaannya kritis"
"APA!?"
Mark kaget bukan main, jantungnya terasa sudah akan lepas dari kerangka paru-parunya. Jadi ini jawaban atas perasaan buruknya sedari tadi.
"aku akan segera kesana!"pip. mark mematikan sambungan telfon secara sepihak
Seperti orang yang sedang kerasukan setan, mark tergesa-gesa mengambil kunci mobilnya kalap dan segera masuk ke dalam mobilnya. Bahkan untuk memasukkan kunci ke lubang kunci mobilnya saja mark berkali-kali gagal. Tangan nya sangat gemetaran
"youngjae... youngjae... youngjae... tunggu aku" berulang kali mark menyebut nama youngjae, seperti sebuah mantra. Setelah berhasil menghidupkan mesin mobil mark melajukan mobilnya membabi buta tanpa perduli apa yang ada di depannya
"mian, youngjae mianhae. Maafkan aku, aku harusnya menjagamu, harusnya aku menemanimu tadi. maaf. Maaf. Maaf. Youngjae maafkan aku" mark tak dapat menahan air mata kekalutannya. Kata maaf terus terucap dari bibirnya
Ia menyesali keputusannya lebih memilih mengerjakan tugas sialan itu ketimbang menemani youngjae ke apartemen jaebum. Mark menyesal, jika saja ia tadi menemaninya, mungkin sampai detik ini youngjae tidak akan celaka dan baik-baik saja
Dalam hatinya mark bersumpah, ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada youngjae nantinya.
.
.
.
.
.
.
##
Berantakan. Satu kata yang menggambarkan kondisi jaebum saat ini. penampilannya kusut dengan baju yang ternodai bercak-bercak darah milik youngjae disana sini saat ia ikut membantu para petugas untuk mengevakuasi tubuh malang –mantan- kekasihnya yang terjebak di dalam taxi. Jaebum bahkan berulang kali berdoa pada tuhan saat detik-detik penyelamatan youngjae sebelum taxi itu meledak menghancurkan yang ada di sekitarnya
Saat jaebum melihat youngjae pergi menggunakan taxi, jaebum ternyata tak tinggal diam, ia langsung berlari kembali ke apartemen nya, mengambil kunci mobilnya tanpa memperdulikan apakah jinyoung masih ada di sana atau tidak, dan langsung berusaha mengejar taxi yang ditumpangi youngjae
Tapi saat sampai di perempatan jalan raya, jaebum terpaksa berhenti karena banyaknya kerumunan orang dan mobil ambulans di depan jalannya. Awalnya jaebum tak terlalu perduli dan ingin melanjutkan perjalanannya mengejar youngjae. ketika akan melaju, ujung mata jaebum secara tak sengaja melihat sebuah taxi terjungkir balik
Hingga akhirnya ia turun ke lokasi kejadian dan mendapati youngjae lah yang menjadi korban kecelakaan naas itu.
Dan seketika jaebum berubah menjadi orang kerasukan yang terus menjeritkan nama youngjae disertai kata 'bertahan' dan 'maaf'
Jaebum sempat dihadang para petugas ketika ia nekat mendekati taxi yang sewaktu-waktu dapat meledak, tapi ia sama sekali tak perduli. Yang ada di fikirannya hanya keselamatan youngjae, keselamatan orang yang amat ia cintai
"BAGAIMANA BISA AKU DIAM DISINI SEMENTARA DI DALAM SANA KEKASIHKU SEDANG DALAM BAHAYA!" setelah jaebum berkata begitu, para petugas akhirnya menyerah dan membiarkan jaebum membantu mereka menyelamatkan youngjae
Sekarang, jaebum berdiri di depan ruang operasi. Sejak sejam yang lalu youngjae di masukkan ke dalam ruangan mengerikan itu, belum ada tanda-tanda operasinya akan segera selesai, atau salah satu dokter akan keluar dan berkata padanya bahwa operasi berjalan lancar dan youngjae baik-baik saja
Dan itu membuat jaebum semakin cemas
Ia tak mau kehilangan youngjae dengan cara seperti ini, presetan dengan youngjae yang tak akan memaafkan dirinya setelah ini tapi yang pasti jaebum berharap dan sangat sangat berharap orang yang sangat ia cintai itu akan baik-baik saja
Masih terngiang di fikiran jaebum keadaan youngjae yang sangat parah saat di keluarkan dari mobil itu, tak sadarkan diri dan penuh luka mengerikan yang berhias darah segar. Jaebum nyeri sendiri melihatnya, terasa dalam dadanya perasaan bersalah yang teramat sangat yang kini menyiksanya
Youngjae menjadi seperti ini karena dirinya, karena dirinya. Dan jaebum tak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesatu pada youngjae nantinya
Drrrt drrrtt drttt
Ponsel youngjae yang berada di dalam saku jaebum bergetar. Para perawat memberikan semua barang bawaan youngjae padanya saat mereka akan membawa youngjae ke dalam ruang operasi, termasuk ponsel milik youngjae
Jaebum menatap nama yang tertera di layar persegi itu
'Mark Hyung' calling...
Ragu, jaebum ragu harus mengangkatnya atau tidak. Ia tak mau mark sampai tau keadaan youngjae sekarang, karena jika mark tau yang menjadi penyebab youngjae menjadi seperti ini adalah dirinya, habislah ia
Tapi di sisi lain, mark adalah sahabat kental youngjae. dan jaebum tak bisa egois untuk menyembunyikan ini dari mark karena selama ia tak ada di sisi youngjae, mark lah yang menjaga kekasihnya itu
Perlukah jaebum diingatkan kembali jika hubungannya dengan youngjae sudah berakhir?
Panggilan itu terlanjur terputus sebelum jaebum sempat mengangkatnya dan jaebum sedikit bernafas lega. Tapi itu tidak lama, karena mark kembali menelfon dan kali ini jaebum memberanikan untuk menjawabnya
"halo jae. Kau dimana? Kenapa tadi tak menjawab telfon hyung? apa kau sudah selesai dengan jaebum?" suara mark memberondongnya ketika jaebum baru saja menempelkan ponsel itu ke telinganya. Jaebum memilih diam dan tak berkata apapun
"halo? Jae? Youngjae? kau masih ada di sana kan?" suara mark sarat akan kekhawatiran di seberang sana, semakin membuat jaebum merasa gugup dan tak bisa membuka suaranya
"apa terjadi sesuatu padamu? Katakan jae! Apa jaebum menyakitimu lagi? Apa dia sedang bersama jinyoung lagi?"
DEG. Mau tak mau jantung jaebum berdetak takut saat mark menyebut nama jinyoung. Sekelumit pertanyaan tiba tiba menderu kepalanya. Bagaimana bisa mark tau perihal masalahnya dengan youngjae dan jinyoung
"kau masih di apartemen jaebum bukan? Tetaplah disana hyung akan ke sana, tunggu sebentar jae. Kali ini hyung akan benar-benar memberi jaebum pelajaran yang pantas untuk—"
"ini aku jaebum, mark" dan jaebum tau. Mark kaget di seberang sana
"sorry, apa youngjae bersamamu? Bisakah berikan telfon ini padanya, ada yang ingin ku tanyakan pada youngjae"
"aku memang bersama youngjae, tapi..."
"tapi apa?"
"aku sekarang ada di rumah sakit xxxxx, bisakah kau datang kesini sekarang?"
"ada apa? Kenapa kau bisa berada di sana? lalu di mana youngjae?"
"young-youngjae..."
Jaebum ragu, apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya pada mark atau berbohong dan menyembunyikan ini semua setidaknya sampai youngjae memintanya pergi
"youngjae dimana, jaebum? Jangan berbelit belit! Kau membuatku bingung"
"youngjae... mengalami kecelakaan saat pulang dari apartemenku dan sekarang keadaannya kritis"
Dan dalam sekali tarikan nafas, jaebum mengatakannya. Ia tak bisa menyembunyikannya. Karena sekarangpun posisi dirinya sudah bukan lagi kekasih youngjae. dan kenyataan itu membuat hatinya sakit
"APA!?"
"aku akan segera kesana!" sambungan itu diputus sepihak oleh mark. tak sopan memang tapi jaebum tak perduli. Sekarang yang menjadi masalahnya adalah, bagaimana mark bisa tau tentang kedekatannya dengan jinyoung?
Apa maksud perkataan mark bahwa ia menyakiti youngjae lagi?
Apakah mark dan mungkin youngjae sudah sedari lama mengetahui tentang... perselingkuhannya?
Dan yang menjadi pertanyaan besar dalam diri jaebum, apa yang harus ia jelaskan nantinya pada mark?
Semua pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di dalam fikiran jaebum. Mencambuk otaknya hingga jaebum merasakan sakit yang teramat sangat menyerang kepalanya
.
.
.
.
.
.
.
##
Kini, mark sudah berdiri di hadapan jaebum dengan nafas ternengah-engah. Kelihatan sekali bahwa dia habis berlari. Setelah berhasil menenangkan dirinya mark duduk di bangku tunggu yang ada di samping jaebum
"apa kau bisa menjelaskan semua ini, im jaebum?" nada suara mark penuh penekanan seolah ia sudah tau semua yang akan di sampaikan jaebum.
Jaebum menghela nafasnya berat. "youngjae ke apartemenku tanpa sepengetahuanku"
"aku tau"
"kau tau?"
"ya, dia izin padaku karena kami ada janji sebelumnya akan pergi ke busan"
"busan? Untuk apa?"
"bisakah kau lanjutkan saja ceritamu?" mark ternyata berusaha mengalihkan pembicaraan. Tak mungkin kan ia mengatakan pada jaebum bahwa tujuan mereka berdua ke busan adalah mencari jinyoung
"dan..."
"dan dia memergokimu sedang bersama jinyoung lagi, begitu?" celetuk mark tepat sasaran, membuat tubuh jaebum membeku.
"lagi? Ap- apa maksudmu youngjae sudah..."
"seharusnya aku tak berhak mengatakan ini tapi..." mark sengaja menggantungkan kalimatnya karena ingin melihat bagaimana respon jaebum, dan ternyata sesuai harapan, jaebum terlihat sangat penasaran dengan apa yang akan ia katakan
"tak sadarkah kau bahwa bukan kali ini saja youngjae memergokimu bersama jinyoung?"
Jaebum benar-benar membeku bahkan saluran pernafasannya tercekat, membuat jaebum sesak nafas seketika
"youngjae sudah tau kau mengkhianatinya bahkan sebelum kejadian kau mencium jinyoung di koridor kampus tiga bulan yang lalu"
Kaget. Jelas. Bukan kaget lagi, jaebum bahkan merasakan baru saja mark melempar bom ke arahnya. Jaebum kikuk, ia seperti baru saja tertangkap basah sedang mencuri, atau lebih parah
Ia tertangkap basah berselingkuh dengan sepupu kekasihnya sendiri
Jadi, youngjae mengetahui semua ini sedari lama. Tapi mengapa pemuda manis itu tak memutuskannya sedari dulu?
"jika ia sudah tau, mengapa ia masih memilih berada di sampingku?" tanya jaebum. Dan ternyata pertanyaan itu membuat mark geram sampai ke ubun-ubun
"brengsek! Kau ini bodoh atau dungu. Bagaimana kau masih bisa bertanya seperti itu padahal sudah jelas karena ia mencintaimu. DIA SANGAT MENCINTAIMU!" ujar mark penuh penekanan, seolah menyadarkan pria kurang ajar di hadapannya ini
Melihat jaebum terdiam, mark melanjutkan. "dia, memaafkan semua kesalahanmu begitu saja padahal ia tau kau akan mengulangnya lagi. Dia berkali-kali memberimu kesempatan walaupun dia sendiri tau kau selalu menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan kau masih bertanya kenapa dia melakukannya?"
mark benar-benar menohok hatinya. Membantingnya pada sebuah kenyataan dan akibat dari perbuatannya yang sangat tak patut di ampuni.
"kau adalah orang terbodoh yang pernah ku temui, im jaebum. Kau memiliki kekasih yang begitu sempurna menerimamu apa adanya dan memaafkan kesalahanmu begitu saja, tapi kau malah berselingkuh dengan orang yang baru kau kenal beberapa bulan."
Jaebum menunduk. Kata kata mark menampar keras padanya, tak secara langsung memang tapi lebih pedih daripada sebuah bogem mentah. Tapi, ada yang salah disini, ada sesuatu yang terlewatkan oleh mark
"jinyoung bukan orang yang baru ku kenal. Dia mantan kekasihku jauh sebelum aku mengenal youngjae"
Kali ini justru mark lah yang terdiam, mematung mendengar fakta baru yang ia dengar dari jaebum. mark tak menyangka kisah cinta dari orang yang di cintainya itu ternyata rumit dan penuh kebetulan seperti ini.
Mark merasa, takdir mempermainkan mereka berempat. Ya, mereka berempat termasuk dirinya dan jinyoung
"aku dan jinyoung sebelumnya pernah menjalin hubungan, tapi kami berpisah karena jinyoung dipindahkan ke luar kota dan aku tak boleh menghubunginya lagi. Di saat hatiku sedang hancur itulah, youngjae datang padaku. Membawa semua warna cerah ke dalam hidupku. Sampai pada akhirnya, aku merasakan bahwa aku mencintainya" terang jaebum. Mark dalam diam mendengar semua yang dikatakan jaebum, tanpa merespon ataupun menyela. Hanya mendengar
Lagi. Jaebum menghela nafasnya. "entah tuhan mempermainkan takdir kami atau bagaimana, youngjae memperkenalkan jinyoung sebagai sepupunya padaku. Kau tau perasaanku saat itu bagaimana? Bingung. Resah. Sangat mengejutkan mengetahui fakta bahwa mantan kekasihmu adalah sepupu dari kekasihmu sendiri"
Jaebum meremas tangannya sendiri, jujur ia lelah jika harus mengulang kembali cerita lama yang sudah berusaha ia kubur dalam dalam. Tapi ia harus, daripada mark semakin salah paham dan nantinya akan berdampak buruk bagi hubungan youngjae dan jinyoung
"jinyoung datang dengan segala penawaran kebahagiaan, hatiku yang belum sepenuhnya melupakannya tergoda begitu saja. Kami berdua gelap mata karena saling merindukan. Sampai kami melupakan fakta, ada youngjae yang telah kami sakiti disini"
"..."
"berkali-kali aku dan jinyoung berusaha untuk menjauh dan melupakan apa yang telah terjadi, tapi tak pernah berhasil. Setiap aku bertemu dengannya tiba-tiba perasaanku kalut, perasaan lama itu menggerogotiku dan terjadilah seperti apa yang kau ketahui"
"tapi tetap saja. Apapun alasannya kalian berdua telah melakukan kesalahan fatal. Kalian sudah menyakiti youngjae. kalian biadab" bukan kata kasar sebenarnya yang ingin mark sampaikan, dia out of control karena amarahnya yang memuncak
Hening. Tak ada yang membuka suara setelah pembicaraan terakhir mark. jaebum masih dengan diamnya dan mark terlalu malas menghadapi jaebum. Sampai mark berdiri dan memutuskan mencari udara segar selagi menunggu operasi youngjae berakhir
"yang aku heran. Mengapa youngjae sampai seperti ini, setahuku hatinya sudah terlanjur kebal melihat kalian berdua berciuman"
"kami bukan sekedar berciuman, tapi. Bercinta..."
BUAGH!
Sebelum jaebum melanjutkan ucapannya, ia telah dibuahi bogem mentah di pipinya oleh mark.
BUAGH. BUAGH
Sekali, dua kali rasanya tak cukup untuk mark melampiaskan amarahnya yang membara pada pria yang kini sudah telentang di lantai dengan memar di pipi dan rahangnya.
Jaebum hanya diam. Membiarkan mark menghajarnya tanpa ampun. ia tau, pukulan saja tak akan cukup untuk menebus semua dosanya yang sangat besar pada youngjae. sekalipun nyawa taruhannya semua dosa dosa itu tak akan bisa tertebus dengan mudahnya
"APA KAU TAU YOUNGJAE KE APARTEMENMU HANYA UNTUK MEMBERIKANMU KEJUTAN PERAYAAN HUBUNGAN KALIAN YANG KELIMA TAHUN? BRENGSEK!" teriak mark kalap, mencaci jaebum tepat di wajahnya. Jaebum sendiri terbelalak di tengah kesakitannya akibat tinjuan manis dari mark
Jaebum bahkan baru ingat jika sekarang adalah tepat hari anniversary hubungan mereka. Jika sebelumnya jaebum selalu memberikan kado kado manis untuk youngjae sekarang malah jaebum menyakiti perasaan si manis itu
Sekarang jaebum merasa, dirinya sudah terlalu jahat pada orang yang ia cintai itu
Tangan mark terayun untuk meninju jaebum yang ketiga kalinya, tapi bukan wajah jaebum yang di hantamnya, melainkan lantai keramik yang ada di samping kepala jaebum. Ini rumah sakit dan mark tidak mau diseret keluar oleh security sementara ia belum tau bagaimana keadaan youngjae di dalam sana, mark masih ingin menemani youngjae disini
"pergilah."
Jaebum perlahan berdiri, di benaknya mungkin sekarang ia harus pergi. Memberi waktu untuk mark tenang dan tidak membuat kekacauan di sini. Lagipula ada mark, pria itu pasti bisa diandalkan untuk menemani youngjae saat ini "baiklah, tapi nanti aku akan kembali dan—"
"maksudku pergi dari kehidupan youngjae. lepaskan youngjae dan biarkan aku yang menjaganya"
Jaebum terbelalak kaget-lagi-, matanya membola. "MWO?"
Dan mark menatap jaebum sinis. "kenapa? Kau tak mau? Bukankah kau tidak bisa menjaganya lagi dan sekarang dia celaka karena mu."
"tap-tapi, aku mencintainya"
"cinta kau bilang? Dengan berselingkuh di belakangnya, itu yang kau sebut cinta? Picik sekali kau jaebum"
Jaebum menunduk. Sial! Semua yang dikatakan mark tepat sasaran membuatnya seperti orang bodoh yang hanya bisa menunduk, terdiam, dan tak bisa menyangkal apapun
Tapi tunggu, kenapa mark begitu kukuh dan bersikeras ingin ia melepaskan youngjae? apa jangan jangan...
"kau benar. Aku mencintai youngjae" ujar mark seolah dapat membaca apa yang jaebum fikirkan saat ini.
Mark pergi, berlalu begitu saja meninggalkan jaebum yang mematung. Tapi belum jauh mark melangkah, ia berhenti.
"aku tidak main main dengan perkataanku,jaebum" setelah berkata begitu mark benar-benar pergi dari sana. membiarkan jaebum yang bergelung dengan perkataan ambigu mark
Perkataan yang mana? Yang dia bilang dia mencintai youngjae
Atau...
Ah entahlah, jaebum tak mau memikirkan itu sekarang. Yang menjadi prioritas utamanya untuk saat ini adalah youngjae
.
.
.
.
.
Biar kuberitahukan suatu rahasia kecil pada kalian. saat ini, dibalik logika dan kesadaran fikiran, entah ini imajinasi atau nyata, sebuah bayangan tak kasat mata berdiri memperhatikan pembicaraan kedua pria yang sangat di kenalnya. Ekspresi bayangan itu berubah-ubah setiap kata yang dikeluarkan kedua pria itu.
Kadang sedih, tersenyum, tertawa, dan... mematung
"kau benar. Aku mencintai youngjae"
Mendengar kalimat itu meluncur dari salah satu mereka, membuat raut wajah sang bayangan tersenyum cerah. Tangan tembus pandangnya menyentuh dada yang juga sama transparan seperti bagian tubuh lainnya
Dan perlahan, bayangan itu menghilang bak abu tertiup angin
.
.
.
.
.
.
##
"MWOYA?" jaebum tidak bisa lagi mengendalikan rasa keterkejutannya ketika mendengar kabar dari perawat yang ia ketahui adalah salah satu dari tim kedokteran yang menangani youngjae
"ne. Dia sudah dibawa sekitar 3 jam yang lalu. Apa wali nya tidak memberitahukan hal ini padamu?"
"wali? Siapa wali nya? suster, choi youngjae itu sudah tidak mempunyai orangtua, ia anak tunggal dan keluarganya entah dimana. Bagaimana mungkin ada orang yang mengaku sebagai walinya?"
"entahlah, tapi seseorang bernama Mark Tuan mengaku sebagai wali dari youngjae dan menangani semua administrasi dan proses pemindahan perawatannya"
Sial! Jaebum mengumpat dalam hatinya, jaebum tak tau bahwa keputusannya untuk pulang semalam berdampak begitu besar seperti ini, sangat besar karena ia harus kehilangan youngjae nya
"kalau begitu saya permisi" pamit sang suster sopan, berlalu begitu saja membiarkan jaebum dengan segala fikiran di benaknya
Sedikit banyak jaebum mulai menyesali keputusannya pulang semalam. Tapi ia pulang juga ada alasannya. Di saat fikiran jaebum kalut dengan kondisi youngjae, tiba-tiba ia kefikiran nasib jinyoung yang sempat ia telantarkan di apartemennya. Jadi dengan berbagai pertimbangan berat antara hatinya yang menyuruh ia tetap tinggal dan logikanya yang memintanya menemui jinyoung. Akhirnya jaebum memutuskan pulang, sekedar memastikan mantan kekasihnya itu baik-baik saja
Hey, sebejat bejat nya im jaebum. Dia masih memiliki rasa tanggung jawab yang besar
Tapi alangkah kagetnya jaebum saat keesokan harinya ketika ia kembali ke rumah sakit, ia mendapati fakta bahwa youngjae sudah di pindahkan ke rumah sakit luar negeri untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik di sana. karena tim dokter di rumah sakit itu juga kekurangan tenaga medis.
Dan lebih parahnya lagi, pihak rumah sakit seolah menutup mulut mereka ketika jaebum bertanya kemana youngjae dibawa. Membuat jaebum putus asa harus kemana lagi ia mencari youngjae
Ternyata, mark bersungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan. Tentang mengambil youngjae dari sisi jaebum.
Dddrt drrrt
Jaebum mengecek ponselnya yang bergetar, sebuah pesan masuk. Mata jaebum melebar ketika nama mark lah yang muncul di layarnya. Spontan ia langsung membuka pesan dan membaca nya cepat
Dahi jaebum mengernyit dalam setelah selesai membaca keseluruhan pesan itu. Matanya tertutup erat, menandakan sang empunya sedang mencoba mengendurkan beban fikirannya. Setelah merasa sedikit tenang, jaebum kembali membuka matanya disertai erangan dan hembusan nafas panjang
Secepat kilat, jaebum mengetikkan beberapa kalimat balasan untuk mark. "baiklah, kali ini aku menyerah. Ku serahkan dia padamu. Dan aku harap kau benar-benar memegang kata-katamu untuk membahagiakannya. Karena jika sekali saja kau menyakitinya, aku juga akan melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan hari ini" send. Setelah memastikan pesan balasannya terkirim jaebum kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya
"terimalah jaebum, ini adalah hukuman yang pantas untukmu"
Di detik yang sama namun berbeda tempat, mark menatap ponselnya dengan senyum diikuti dengusan kecil. "maaf saja, tapi aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang telah kau perbuat, im"
Mark mematikan ponselnya dan menaruh benda persegi empat itu ke sembarang arah. Kini ia memfokuskan dirinya pada seseorang yang tengah terbaring di sampingnya. Seseorang yang begitu berharga,yang akan menjadi miliknya sebentar lagi. youngjae masih terpejam, terbelenggu dalam koma nya.
Mark dan youngjae kini sudah berada di dalam pesawat yang akan lepas landas 5 menit lagi. Tujuan mereka adalah tempat kelahiran mark, Los Angeles. Dengan kekuasaan yang dimiliki keluarga Tuan, tentu hal yang sangat mudah membawa youngjae pergi bersamanya ke tempat yang lebih baik untuk fisik maupun hati pemuda manis itu
Lagipula, mark tau. Youngjae pasti akan meminta pada mark untuk membawa dirinya pergi. Ia tau itu
mark menggenggam dingin milik youngjae, sebelah tangan lagi mark gunakan untuk menyingkirkan poni yang menutupi dahi youngjae dengan penuh kasih sayang. Mark menatap wajah youngjae yang tertutupi mangkuk oksigen itu lekat-lekat
"jae-ah. Cepat buka matamu, mata mu terlalu berharga untuk di sembunyikan terus menerus. Karena nanti, ada banyak kebahagiaan yang akan ku perlihatkan padamu. Kau pasti tak mau melewatkannya bukan? Jadi cepatlah bangun"
Youngjae tak merespon, mata nya masih tertutup. tubuh yang tertempel berbagai kabel dan peralatan medis penunjang hidupnya memperlihatkan youngjae semakin fragile di mata mark. membuat mark mau tak mau sedikit meneteskan airmatanya
Mark tak perduli jika nantinya saat youngjae sadar pun jaebum masih tersimpan di hatinya, mark tak perduli jika nantinya youngjae masih belum bisa membuka hatinya untuk mark, mark tak perduli.
Yang jelas, mark bertekad dalam hatinya. Mark akan membahagiakan dan memiliki youngjae dengan caranya sendiri. Tapi sebagai langkah awal, mark akan mengobati terlebih dulu luka yang di alami youngjae. baik luka fisik akibat kecelakaan itu, maupun luka hatinya akibat seseorang bernama im jaebum
Bemodalkan cinta dan ketulusan yang ia miliki, mark yakin dirinya bisa menjadi cinta terakhir untuk seorang Choi Youngjae. ya, pasti.
.
.
.
.
.
From: Mark Tuan
to: Im Jaebum
Sorry. Youngjae sekarang ada bersamaku. Sudah kubilang bukan, aku tidak pernah main-main dengan apa yang ku katakan. Kau tak perlu cemas, youngjae akan sangat aman disini karena ada aku yang akan menjaga dan membahagiakannya. Kau juga tak perlu membuang waktumu untuk mencari kami, ada jinyoung yang sekarang menjadi tanggung jawabmu. Jaga dia, youngjae akan sangat marah padamu jika ia tau kau juga menyakiti sepupu tersayangnya.
.
.
END
How? Apakah ff markjae ku ini mengecewakan?kkk
Jika kalian berkenan review, aku juga berkenan membuat prolog untuk ff ini.
Ah,liat aja nantilah, dream knight aja kesendat sendat. Kkk
Next project oneshoot: MARKJIN
Who's exited?
Sign
Carlmark
