Sementara itu, di mansion Namikaze, Mekai

" Haaah, tempat ini tak banyak berubah ", ucap naruto bermonolog, dia kemudian berkeliling sebentar, sebelum dihadang oleh para iblis penjaga

" Siapa kau, iblis asing ? " tanya salah satu iblis yang sepertinya pimpinan dari mereka. Tubuhnya tinggi tegap dengan surai spike berwarna perak dan sebuah masker yang menutupi wajahnya. Mengetahui siapa yang bertanya, Naruto hanya tersenyum misterius.

" Kau lupa denganku, Kakashi nii ? " tanya Naruto kepada iblis tersebut. Dia adalah Hatake Kakashi, seorang iblis kelas atas yang menjadi knight milik kakaknya, Menma. Sekaligus iblis yang pertama kali mengajarkannya teknik berpedang.

" Kutanya lagi siapa kau, dan kenapa kau memanggilku kakak ?! " Nada lebih tegas disertai sedikit KI dikeluaran iblis perak itu. Dirinya bingung kenapa sosok iblis didepannya memanggilnya kakak. ' hmm, rambut pirang-emas, sepertinya dia dari klan namikaze, tapi mata itu, aku seperti tak asing dengannya '

" Huh, kau tak asik ttbayou" Kali ini Naruto mengeluarkan trademark ciri khasnya dulu. Yah, meskipun kini dia sudah meninggalkannya sih. Alasannya ?, tentu saja karena larangan dari dewi tertinggi mitologi shinto ketika dia dalam masa pelatihan

' ttbayou ?, jangan jangan ?!'

" k ka kau, naruto" ucap Kakashi terbata, yang membuat para iblis penjaga di belakangnya tersentak kaget. Well, siapa yang tak mengenal seorang Namikaze Naruto, putra kedua Lord Minato dan Lady Kushina. seorang prodigy dari Namikaze dan di gadang gadang menjadi penerus gelar Lucifer di masa mendatang, serta satu satunya iblis yang memiliki afinitas elemen petir hijau.

" Ah, akhirnya kalian ingat juga "

" d dia naruto sama ?!"

" s serius ?! "

" Oi minna, segera beri kabar kepada lord Minato dan lady Kushina bahwa Namikaze Naruto telah kembali dari latihannya " teriak Kakashi kepada para iblis penjaga dibelakangnya, kemudian memeluk naruto sebentar

" Dan okaeri Naruto, kenapa kau tidak memberi kabar kepada kami terlebih dahulu ?"

" Hehehe, kau tentu tidak lupa dengan hobiku bukan, Kakashi nii ? " mendengar alasan itu, Kakashi hanya bisa tersenyum maklum. Kebiasaan Naruto yang selalu membuat kejutan ternyata tidak berubah

" Ha'i ha'i, ayo kita masuk terlebih dahulu, keluargamu pasti sangat terkejut atas kepulangan mendadak ini " ucap Kakashi mengajak sosok iblis yang telah ia anggap sebagai adiknya masuk ke mansion.

" i itu Naruto sama ? "

" kyaa tampannya !, Naruto sama jauh lebih tampan daripada dulu "

Bisikan bisikan para maid yang berlalu lalalng terdengar jelas ditelinga kedua iblis yang sedang berjalan masuk menuju ruang keluarga itu.

" wah wah, tak kusangka kau sekarang jauh lebih populer " ucap Kakashi dengan eye smile nya

" maa, aku tak sepopuler itu kok " balas naruto seraya menyapa para maid yang berpapasan dengannya

Di sisi lain

" Dasar anak bodoh, mengapa kembali tanpa mengabari terlebih dahulu" gerutu Kushina, dia tak habis pikir kenapa Naruto pulang tanpa memberi pesan atau berita.

" setidaknya kita bisa menyambutnya kan ? "

" sudahlah Kushina, kau tentu sudah hafal bukan kebiasaan anak itu " Minato berkata menenangkan istrinya yang memiliki sifat 'sedikit' tempramental

" ha'i ha'i "

Di ruang keluarga, terlihat seluruh keluarga naruto sudah berkumpul, mulai dari sang ayah, Namikaze Minato, lalu ibunya, Namikaze (Gremory ) Kushina, kemudian kakaknya, Namikaze Menma, dan yang terakhir, adiknya, Namikaze Asia.

" Uwahh, tak kusangka onii chan sudah kembali " seru Asia dengan nada gembira mengetahui kakaknya sudah kembali dari latihan. Meskipun dirinya sedikit lupa dengan wajah sang kakak karena kakaknya pergi saatnya dia berusia enam tahun. " uuu, Asia yakin onii chan sudah jauh lebih tampan "

Minato dan Kushina hanya memandang aneh kearah putri mereka

" err, Asia chan, kau bukan penyuka incest kan ? "

Mendengar pertanyaan ibunya, Asia hanya mampu face palm

" lie, aku masih normal kok, kaa chan "

" yokatta "

" Heh, kuyakin aku masih jauh lebih tampan dari adik bodoh itu " dengus Menma dengan nada bangga

Tak lama kemudian, terlihat Naruto berjalan beriringan bersama Kakashi. Naruto yang melihat keluarganya pun tersenyum. Kerinduan terpancar jelas di kedua manik kuning-emasnya. Mencoba berjalan mendekat kearah mereka, tiba tiba kushina sudah berada didepannya.

' cepat sekali '

Plak

Bukan sebuah pelukan, namun malah tamparan cukup keras dia terima dari sang ibu.

" k ku kushina ? "

" k kaa chan ?! "

Naruto yang hendak protes kemudian terkejut ketika kushina memeluknya erat dan menangis di bahunya

" hiks o hiks okaeri hiks naru chan" ucap kushina disela tangisnya. Naruto tersenyum, kemudian membalas pelukan ibunya, " hmm, tadaima kaa chan"

Setelah selesai dengan acara penyambutan dadakannya, kini terlihat naruto dan keluarganya sedang menikmati makan siang bersama sembari bercengkrama. sudah lama mereka tidak makan siang bersama naruto

" jadi Naruto, bagaimana hasil latihanmu? " tanya Minato

" tentu saja luar biassa tou san, sekarang aku cukup kuat untuk mengahajarmu ", ucap Naruto tersenyum tipis. Minato yang mendengar ucapan anaknya hanya tersenyum maklum, mana mungkin naruto yang hanya berusia 25 tahun bisa menghajarku, saat ini butuh 2 orang maou dalam bentuk true form untuk bisa mengimbangiku, batinnya percaya diri.

Dirinya tak tahu bahwa kini naruto bisa mengimbangi yondai maou dalam bentuk true form sekaligus

" ne minna, siapa diantara kalian yang bisa berpedang ?", Naruto bertanya kepada keluarganya

" ano, onii chan, memang kenapa kau bertanya seperti itu ", Asia bertanya kepada kakaknya, jujur, akhir akhir ini dia sering belajar berpedang kepada knight milik kakaknya, Hatake Kakashi

" ah, apakah kau bisa berpedang, imoutou ?", bukannya menjawab, naruto balik bertanya kepada adiknya, yang dijawab oleh muka memerah malu oleh asia

" bukankah kau akhir akhir ini sering belajar berpedang bersama Kakashi nii, Asia chan ?" Menma menanyakan kebiasaan latihan berpedang adik bersama knightnya belakangan ini.

" ha'i , gomenasai menma nii chan " ucap Asia menundukan kepalanya, merasa bersalah karena meminjam knight kakaknya tanpa ijin

" kenapa kau menundukan kepala nee, aku tak akan marah kok " ucap Menma menenangkan asia. " justru aku malah senang kau bisa belajar seni beladiri bersenjata "

" jadi imouto, kau tertarik ilmu berpedang ?", Naruto meminta kepastian asia

" ha'i onii chan" jawab Asia tegas

" naru chan, kenapa kau bertanya tentang pedang kepada asia chan ?" Kushina menatap putra keduanya penasaran.

" karena aku ingin memberikan pedang ini, kepada asia chan " Naruto lalu menciptakan sihir peyimpanannya. Mengambil sebuah pedang yang sangat mereka kenali

" bu bukan kah itu.." Minato menunjuk pedang yang Naruto keluarkan dengan jari bergetar karena terkejut

" seperti yang tou san kira, ini adalah Narukami, pedang dengan elemen petir yang kuat, cocok untuk seorang klan pengendali petir seperti kita " Naruto menjelaskan pedang yang berada di tangannya, Narukami, sebuah pedang yang memiliki elemen petir

" aku mendapatkannya dari salah satu dari five dragon king, [Fafnir] " tambah naruto yang semakin membuat tersentak kaget

" k kau bertemu Fafnir ?"

" maa, hanya pertemuan biasa kok "

" nah imoutou, coba kau pegang ini " Naruto menyerahkan Narukami kepada Asia

" wah, sugoi ne onii chan " mata Asia berbinar melihat Narukami yang dipegangnya sesekali memercikkan petir berwarna kuning cerah. Naruto dan yang lainnya hanya terkekeh melihat tingkah asia.

" ehmm, Naruto, ada yang harus dibahas mengenai pertunanganmu " Minato berdehem untuk meminta perhatian, kemudian menatap serius kearah anaknya

" ada apa dengan pertunanganku, tou san", tanya Naruto penuh keheranan. " apa ada masalah ?"

" sebenarnya pihak Gremory sudah menanyakan kepada kita tentang hari pernikahanmu dengan Rias, berhubung kau sudah kembali, bagaimana jika malam ini kita pergi ke mansion gremory untuk membahas tentang hari pernikahan kalian ?"

" ha'i, aku tidak keberatan kalau kita pergi malam ini, tou san ", Naruto menjawab dengan semangat, tidak sadar akan kenyataan pahit yang sebentar lagi di terimanya

Timeskip

Malam harinya, Naruto bersama keluarganya pergi ke mansion Gremory untuk membahas pernikahan antara Namikaze Naruto dan putri kedua lord Gremory, Rias gremory. Perlu diketahui bahwa Rias adalah salah satu teman masa kecil Naruto. Selama perjalanan, tak henti hentinya naruto tersenyum sembari menatap kotak kecil di tangannya. Ah, dia ingin tau bagaimana Rias sekarang

Sesampainya di mansion gremory, keluarga Namikaze langsung di sambut oleh para maid di sana

" silahkan ikuti saya ", ucap seorang maid bersurai silver, yang dibalas oleh anggukan oleh keluarga Namikaze

Setelah sampai di ruang keluarga, Naruto dan keluarganya langsung disambut oleh keluarga Rias

" ah, hisashiburi, Naruto kun, minna " ucap wanita bersurai colat yang merupakan ibunda dari Rias. Dia adalah Venelana Bael, seorang iblis kelas atas dari klan Bael

" hisashiburi, Baa san ", balas Naruto,

" baa san, dimana Rias, dari tadi aku tak melihatanya ", ucap Naruto sambil menengok kanan dan kiri.

" ah, kau sangat merindukannya ne? Rias chan mungkin masih dikamarnya. Grayfia, bisakah kau antarkan Naruto kun kekamar Rias ?" pinta Venelana kepada maid bersurai silver yang menjemput naruto beserta keluarganya tadi

" Ha'i,silahkan ikuti saya, Naruto sama ", Grayfia kemudian berjalan menuju kamar rias yang di ikuti oleh naruto. Meninggalkan keluarga namikaze dan gremory yang sedang berkumpul membahas pernikahan putra dan putri mereka

" Grayfia nee, bagaimana kedaan Rias selama ini ", tanya Naruto kepada maid yang berjalan di sampingnya

" keadaan Rias sama selama ini baik, Naruto sama ", balas maid itu dengan nada datar namun sopan

" mou, buang keformalanmu Grayfia nee, kau tau aku benci keformalan kan ?" , Naruto berujar kesal kepada maid disampingnya. Oh ayolah, dia sudah kenal dengan maid itu sejak kecil, bahkan kata ibunya, maid itu sering berebut dengan maou leviathan untuk menggendongnya waktu dia masih bayi.

Grafiya yang mendengarnya hanya terkikik geli, lalu memasang senyum ramah di wajahnya. " ha'i ha'i Naruto kun ", grayfia menceritakan tentang kehidupan Rias selama ini, tentang bagaimana Rias mendapat peerage nya, termasuk seorang seikiryuutei. Tak terasa, mereka sudah hampir sampai di kamar rias

'kekkai', batin naruto merasakan kekkai di sekitar kamar rias.

Lalu menghentikan Grafiya yang berjalan di sampingnya. Grafiya yang sedang berjalan tentu terkejut karena naruto menggenggam tangannya, hendak bertanya, namun naruto menjelaskan tindakannya terlebih dahulu.

" Grayfia nee, aku merasakan kekkai pendeteksi di depan kita, bisakah kau tekan auramu setipis mungkin?", pinta naruto serius

" wakatta, Naruto kun " grafiya mengangguk, lalu menenkan auranya setipis yang dia bisa

Mereka lalu berjalan perlahan menuju pintu kamar Rias, mencoba mendengar apa yang ada dibalik pintu itu

' ah, isse, ah kun, ka kau, terla ah lu keras''

"ugh buchou ,kau sempit ugh sperti biasa''

" kyaa, k kau ah membuat ah ku gilah ah '' bu buchou, ugh ak aku keluar''

"ah ke keluar ah keluarkan se ah mua, bi biar kan aku men ah dapat ba ah yi naga''

" ahhh/ugggh'

Naruto dan Grafiya yang mendengar desahan dari balik kamar Rias tentu saja sangat terkejut. Dengan segera, Naruto lalu menghantamkan tinjunya ke pintu kamar Rias, mencoba memastikan apa yang dia dengar

Deg

Pyarr

Hancur sudah hati naruto ketika melihat Rias bercumbu dengan lelaki yang dia rasakan sebagai Seikiryuutei. Dengan segera, dia berbalik, meninggalkan raut wajah terkejut dari rias dan issei.

" na naruto kun?" pekik Rias kaget, dirinya tidak tau bahwa yang dimaksud tamu spesial oleh Grayfia adalah tunangannya. Hendak mengejar Naruto,namun seketika tubuhnya menggigil ketakutan

" Tetaplah disini, kau menjijikkan Rias Gremory ",Grayfia berkata dingin disertai Killing Intents yang membuat issei dan rias terduduk dengan mata melebar. " inikah balasan atas semua yang Naruto kun lakukan untukmu ?, derajatmu tak lebih rendah dari seorang pelacur "

Deg

Keluarga naruto dan rias yang sedang bercengkrama seketika tersentak merasakan KI yang cukup kuat dari arah kamar Rias. Mereka semua lalu bergegas kearah sumber KI tersebut. Di suatu lorong mansion, mereka berpapasan dengan naruto yang berjalan dengan menundukkan kepalanya.

" Naru chan !", seru kushina yang melihat putranya. Ketika mendekat Kushina menyadari bahwa ada yang berbeda dari Naruto. " ada apa Naru chan ?", tanya kushina mencoba menghentikan naruto.

" daijoubu kaa chan , aku hanya ingin sendiri ", Naruto melepas genggaman ibunya perlahan, lalu segera meninggalkan mereka yang menatapnya penuh tanda tanya.

" sudahlah, lebih baik kita segera ke kamar Rias, mungkin kita bisa mendapat petunjuk disana ", ucap Minato memberi solusi. Mereka lalu berlalu, namun, perasaan tak enak mulai memenuhi diri Kushina.

' sialan, apa apaan perasaan ini '

Seketika mereka tersentak. Kushina memangis sembari menutup mulutnya melihat pemandangan di kamar Rias

Di kamar Rias, terlihat Issei dan rias yang masih membeku karena KI dari Grayfia. Tubuh mereka yang polos hanya tertutup selimut sudah menjelaskan kenapa naruto bersikap aneh tadi

" kalian " Asia berkata dengan nada dingin, lalu mengeluarkan Narukami, ingin membunuh mereka berdua karena telah menyakiti kakaknya. Kakak yang selalu di idolakannya, kakak yang selalu menemaninya, kakak yang memberikan hadiah yang tak ternilai kepadanya. Namun, sebelum Asia melesat, seketika mereka terdiam merasakan sebuah energi kelam dari luar mansion

" kuso, Naruto ! ", Minato berteriak menyadarkan mereka. " banyak yang harus kita bicarakan setelah ini, Gremory, dan kalian, cepat segera keluar, kita harus menenangkan Naruto " Minato berkata dengan nada dingin, kemudian segera keluar dengan teknik andalannya.

[ hiraishin ]

Di halaman mansion, terlihat Naruto sedang menunduk sembari menggenggam kotak kecil berisi hadiah untuk Rias. Memori memori ingatan kebersamaannya bersama Rias perlahan muncul

' naruto kun, ayo tangkap aku'

'naruto kun, suatu saat nanti, kita akan menikah kan?'

'naruto kun,cepatlah, sona dan sasuke sudah menunggu'

'naruto kun, kau yakin ingin pergi?'

'naruto kun, cepatlah kembali, jangan kau biarkan hati ini menunggu terlalu lama, jangan kau biarkan rindu ini terlalu dalam'

Tes tes tes

Air mata mulai jatuh, membasahi kotak kecil hadiah untuk Rias di genggamannya. Dirinya benar benar tak menyangka bahwa Rias benar benar tega melakukan ini kepadanya. 'apa salahku?',Tanyanya pada diri sendiri.

Tapi sudahlah, nasi telah menjadi bubur, rias sudah mengkhianatinya, mengingkari janjinya. Tak ada gunanya memikirkannya lagi. Dia merupakan murid para dewa, seharusnya dia lebih bisa mengontrol emosinya. Tarik nafas, hembuskan. Naruto lalu menormalkan tekanan energinya

Minato yang pertama kali sampai di halaman mansion hanya terdiam melihat apa yang dilakukan naruto. Dia tidak berusaha mendekat, ataupun menyapa naruto. Minato masih menunggu reaksi anaknya

Tak lama kemudian, datang para keluarga namikaze dan gremory beserta Rias dan Issei berdiri di dekat Sirzech. Kushina lalu mendekati Minato, bermaksud menanyakan bagaimana keadaan naruto. Minato lalu menunjuk tempat dimana naruto terdiam. Berniat memanggil putranya, namun suara yang sangat dia kenali mendahuluinya.

" Naruto kun", panggil Rias. Naruto lalu menoleh kearah Rias, memori dimana Rias tengah bercumbu bersama Sekiryuutei kembali melintas di kepalanya.

"kenapa", tanya Naruto lirih

" na naruto kun, a aku bisa jelaskan", ucap Rias yang mulai menitikkan air mata. Dirinya tidak menyangka bahwa akan sesakit ini ketika naruto, teman masa kecil sekaligus tunangannya meninggalkannya

" kenapa, kenapa, kenapa kau mengingkari janjimu, kenapa kau mengkhianatiku, apa salahku padamu?! ", Naruto kini berteriak marah, energi yang semulanya telah stabil kembali meningkat

" na naruto kun, a aku"

" bukankah kita sudah berjanji untuk saling mempercayai, tak tahukah kau banyaknya wanita diluar sana yang telah kusakiti hatinya demi dirimu kuulangi lagi, hanya demi dirimu !"

Dengan paras yang tampan serta kekuatan yang luar biasa tentu membuat naruto digilai oleh para gadis dari berbagai ras dan mitologi.

" aku selama ini berlatih, untuk menjadi kuat, agar bisa melindungimu. Kuulangi lagi, semua pengorbananku, kepercayaanku, hancurnya raga ini hanya untukmu dirimu, hanya untukmu Rias "

" tapi, kenapa kau malah mengkhianati kepercayaanku ?!"

Semua mencoba menahan tangisnya setelah mendengar perkataan naruto

" Jawab aku, Rias Gremory ", teriak Naruto, matanya perlahan berubah, dari iris kuning-emasnya menjadi hitam kelam dengan pupil emas vertikal, KI yang begitu dahsyat menguar dari tubuh naruto

" Oi, kenapa kau membuatnya menagis brengsek " Issei yang melihat King sekaligus kekasihnya terduduk menangis berteriak tak terima

Wushh, Blarr

Seketika Naruto sudah berada didepan Issei, menendang dengan tepat leher Seikiryuutei itu dengan kaki berlapis petir

Cough

" diamlah bajingan!, kau tak tau apa apa! "

Semua yang melihat perubahan naruto hanya tersentak kaget. " Venelana, Zeoticus , bawa Rias dan sekiryuutei menjauh dari sini, mereka hanya akan menjadi sumber masalah. Sirzech, segera panggil yondai maou, aku merasakan hal buruk tentang perubahan Naruto"

" Menma, Asia, segera lakukan evakuasi penduduk, panggil bantuan jika perlu, kosongkan daerah ini radius !0 km. Sementara yang lain, tetap disini bersamaku" . Minato memberi komando, jika dugaannya benar, Naruto akan mengaktifkan true form miliknya.

"ha'i/wakatta", mereka lalu segera melakukan apa yang diperintah minato

" Kini, kuperlihatkan setitik hasil dari jerih payahku selama ini ".

Bdummm

Sama seperti di olympus, muncul kubah hitam yang menelan Naruto

Swushh

Pilar energi keluar dari kubah hitam itu, membentuk badai awan hitam di sertai kilatan petir hijau di atas langit ibukota mekai, Lilith. Muncul rantai rantai hitam berpendar kemerahan dari dalam tanah, bergerak liar, melantunkan suara kematian bagi siapapun yang mendengarnya. Dari tengah badai, muncul Naruto yang menatap sekeliling dengan dingin

" kuso, kenapa sirzech lama sekali " gerutu minato melihat badai dengan kilatan petir hijau. Untungnya semua penduduk sudah di evakuasi ke tempat perlindungan sementara, sehingga tak ada korban jiwa akibat badai yang putranya ciptakan.

" Minato sensei ", teriak 4 orang yang baru saja sampai

" kenapa kalian lama sekali "

" gomen sensei "

" haaahh sudahlah, lebih baik segera aktifkan true form kalian, Naruto benar benar lepas kendali ", Minato lalu mengakifkan True formnya. Perlahan tubuhnya diselimuti aura keemasan

" kenapa harus mengaktifkan true form sensei ?", tanya Sirzech bingung. Ayolah, Naruto hanya iblis berusia 25 tahun, kenapa harus mengaktifkan true form hanya untuk menghadapinya.

" cepat aktifkan dan jangan membantah, kau pikir siapa yang menyebabkan naruto menjadi seperti ini ", perintah Minato dingin, disertai KI yang cukup untuk membuat iblis kelas ultimate pingsan, dirinya sedang tidak ingin dibantah kali ini.

Setelah mengaktifkan True form, mereka segera terbang, mencoba mendekati dan mengajak bicara naruto

" Naru tan, sadarlah ", teriak Serafal Leviathan. Diantara yondai maou, serafal lah yang paling akarab dengan naruto. Sifat yang childish tapi dewasa disaaat bersamaan membuat naruto nyaman bersamanya.

" Sera nee " suara naruto terdengar mengagetkan mereka

" naruto, kau masih sadar ?", teriak minato

" tentu tou san, aku sudah membangkitkan True form sejak usiaku 15 tahun " naruto tersenyum, meskipun mereka menyadari bahwa kali ini ada yang berbeda dari senyum naruto, entah kenapa, senyum naruto kali ini terlihat dingin dan kosong. " kau lupa, aku adalah prodigy "

" dimana Rias dan Sekiryuutei ?" naruto memandang sekeliling, mencoba mencari dua sosok yang telah menyakiti hatinya

" kenapa kau mencari mereka Naruto ?", Sirzech bertanya kenapa naruto ingin mencari adik beserta muridnya

" tentu saja unuk membunuh mereka ", ucap naruto dingin, seringai mengerikan nampak di wajah tampan naruto

" membunuh mereka, jangan bercanda sialan !" Sirzech menatap naruto nyalang. " mereka yang bahkan tidak memiliki niat untuk membunuhmu, tapi kau ingin membunuh mereka, kau benar benar sudah kelewatan !", Sirzech melesat maju kearah Naruto

Dirinya tidak terima jika dia harus kehilangan rias beserta muridnya.

" tunggu sirzech, cih dasar siscon", Minato yang berniat menghentikan sirzech mendecih karena sirzech terlebih dahulu maju

Grep

Semua menatap terkejut ketika kepalan tangan berlapis power of destruction milik Sirzech ditahan dengan mudah.

" Kelewatan ?, kurasa tidak ", Naruto mencengkram lengan Sirzech, kemudian melemparnya kearah Minato. " setelah mengkhianatiku, kurasa kematian adalah hal yang pantas untuk mereka ", Naruto menatap remeh kearah sirzech

" Setelah semua yang kulakukan untuknya, setelah berbagai hal yang kami lalui bersama, dia menyakitiku, hanya karna sekiryuutei itu dia mengkhianatiku?!, jangan bercanda ?!"

Blarrr

Tekanan energi Naruto kembali menggila, badai petir hijau dan rantai rantainya membuat daerah sekittar porak poranda

" Naruto, oi, Naruto sadarlah ",minato dan yang lain mencoba membuat kekkai untuk mengurangi dampak kehancuran kota lilith

Kushina yang melihat keadaan putranya tak kuasa menahan tangis. Hanya karna seseorang wanita dari klannya naruto menjadi seperti ini. Tak tahan dengan situasi ini, Dia lalu mengepakkan sayap iblisnya, melesat kearah putra keduanya

" Kushina, jangan gegabah " Minato berteriak panik ketika mengetahui bahwa sang istri terbang mendekati Naruto

Greb

Sebuah pelukan hangat sarat akan kasih sayang menghentikan naruto. Kushina memeluk naruto erat, mengabaikan rasa sakit akibat tersambar petir hijau milik anaknya. Dirinya hanya ingin putranya kembali.

" ka kaa chan", ucap Naruto lirih

" tentu nak, ini kaa chan"

" gomenasai kaa chan, aku berlebihan " Naruto lalu menonaktifkan true form miliknya

" daijoubu, kaa chan paham perasaanmu, jadi bisakah kau ikut kaa chan, ada banyak hal yang harus kita bicarakan"

" ha'i kaa chan "

Mereka lalu menuju kearah minato dan yondai mao

" gomenasai minna, honto ni gomenasai ", naruto membungkukkan badannya, tau bahwa ini merupakan kesalahannya

" daijoubu naruto, kita hanya perlu memperbaiki kerusakan dan menjelaskan masalah ini di depan tetua". Minato lalu memerintahkan yondai maou untuk memperbaiki kerusakan, namun dihalangi oleh naruto

" tak perlu tou san, biar aku yang memperbaiki hal ini"

" Tapi kerusakan ini terlalu banyak untuk kau perbaiki sendiri naruto", sela Ajuka, sang maou Bebub tidak setuju. Terlalu banyak memakan sihir untuk memperbaiki kerusakan kota Lilith yang tidak bisa dibilang sedikit, bahkan, bagi seorang maou sepertinya.

" tenang saja ajuka nii, aku punya cara sendiri untuk hal ini ", naruto berusaha tersenyum, meskipun senyumnya telah berbeda, menjadi senyuman kosong

[ hidden magic : re creation ]

[ Re Creation , sebuah sihir pengembali khusus yang memerlukan konsentrasi dan kecerdasan yang sangat tinggi karena si pengguna harus menghafal serta mengetahui struktur benda yang ingin dikembalikan.

Naruto lalu menembakkan laser berwarna putih ke langit mekai. Laser itu langsung pecah, menjadi serbuk serbuk berkilaluan. Seketika, setelah serbuk serbuk itu jatuh , bangunan bangunan di sektar mereka yang terkena dampaknya mulai memperbaiki diri sendiri.

" Na naruto, ba bagaimana kau?", tanya Minato tergagap

" Aku menguasai salah satu teknik yang hanya bisa digunakan oleh para dewa, tou san ". Naruto lalu mengambil nafas secara perlahan seraya memegang kepalanya yang terasa berdenyut ." dalam menggunakan sihir ini, aku , yang notabenenya bukan makhluk abadi seperti mereka tentu saja memiliki efek samping, ya i tu "

Grep

Naruto lalu pingsan di pelukan Kushina. Tidurlah naru chan, kaa chan akan menjagamu, kau sudah melewati banyak hal hari ini

" benar benar calon Lucifer ", puji Ajuka tersenyum

" hooahhmmm, kita punya penerus yang hebat ", ucap Falbium menguap malas dan bosan

" Aku melihat masa depan kaum iblis yang cerah di tangannya " Serafall melihat wajah lelah Naruto yang pingsan, lalu berkata dengan lembut tanpa nada childish yang biasa ia gunakan .

" ", sementara Sirzech hanya melihat Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan.

" Kushina, bawa naruto ke mansion, biarkan dia istirahat, dia telah melewati hari yang berat ", Minato tersenyum lembut melihat naruto yang pingsan di pelukan Kushina.kau benar benar melampauiku nak , batin Minato

" ha'i " Kushina lalu hilang tertelan lingkaran sihir teleportasi bersama Naruto

" Falbi, Sera, Ajuka , segera kabarkan kepada penduduk sekitar bahwa keadaan telah aman dan kondusif. Sementara aku, Sirzech, dan Grayfia akan membicarakan masalah ini kepada tetua iblis.

" ha'i, wakatta "

Mereka lalu menghilang ditelan lingkaran sihir teleportasi masing masing

Cut -

Yosh, aku sangat berterimakasih atas kritik dan saran yang kalian berikan dan aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi typo sekaligus memperbaiki penggunaan EyD. Mode true form minato ? sama seperti kyuubi chakura mode miliknya

Masalah top 10, kurasa aku punya versi tersendiri khusus untuk fict ini

1. Three dragon god

2. Naruto Namikaze

3. Shiva and ...

4. Vhisnu

5. Brahma and Zeus

6. Sakra

7 ...

8 ...

9. Minato Namikaze

10...

Yap, untuk masalah kekosongan akan diisi seiring berjalannya cerita. Oh iya, aku juga pengen nambahi heroine di fict ini yang merupakan saudari dari viola, maka dari itu aku pengen minta saran dari kalian

Kousaka reina

Shinonono Houki

Valerie tepez ( bukan dhampire)

Tomoe Gozen

Pilihan kalian

Nah itu adalah list calon harem sekaligus saudari dari viola, silahkan vote pilihan kalian ya..untuk masalah kekuatan mereka, kita lihat seiring pilihan kalian

Oke cukup sekian pembahasan dari chap ini

mungkin beberapa hari lagi aku akan publish cerita lain

Mur4s4me out