Namimori Airport (07.00 AM)
Tsuna dan Chrome tiba di bandara setelah penerbangan terakhir. Tsuna memakai jaket hoodie orange tanpa lengan yang dibiarkan terlepas dengan kaos putih didalamnya dan celana jeans biru serta sepatu sneakers putih dan ransel kecil orange sedangkan Chrome memakai kaos hitam lengan panjang dengan dikedua bahunya berlubang dan celana biru pendek serta sepatu ala military hitam dan tas sandang kecil bewarna indigo. Semua orang disana terpaku menatap mereka berdua dan mulai berbisik-bisik 'apa mereka model?' atau 'cowoknya tampan tapi cantik, ceweknya beauty' dsb.
Kenapa mereka membawa hanya sedikit barang untuk sebulan lebih? Masing-masing mereka punya Storage box yang mana isinya beberapa pakaian dan senjata. Sedangkan diluar Storage box hanya dompet dan barang-barang kecil. Jadi, dengan ini mereka tidak perlu repot membawa banyak barang.
"Ehm Boss." Kata Chrome.
"Ya, Chrome?" Jawab Tsuna yang masih setia tersenyum dengan menyenandung nada.
"Jika Reborn-san tahu tentang ini dia akan sangat marah."Kata Chrome dengan serius.
"..." Tsuna langsung diam seribu bahasa.
"Belum lagi dengan Kumo-san." Tambah Chrome.
"..." Tsuna mulai keringat dingin.
"Dan -" lanjut Chrome.
"Chrome."
"Iya boss?" Tanya Chrome dengan bingung.
"Kita akan pulang sebelum mereka jadi ini rahasia diantara kita." Jawab Tsuna tidak kalah serius.
"Ta-" Sebelum Chrome bisa menyelesaikan kalimatnya, Tsuna langsung berkata "Ini perintah."
"Dan jangan coba kabari yang lain juga." Tambah Tsuna.
Chrome hanya mengangguk kepala dengan pasrah. Bossnya kalau sudah bertekad, tidak ada yang bisa mengubahnya. Chrome entah kenapa khawatir terhadap bossnya. Apa ini efek terlalu banyak mengerjakan paperwork ya?
(oh Chrome, seandinya kau tahu perasaan apa yang Tsuna rasakan setiap hari).
Setelah dua jam perjalanan dari bandara, mereka tiba di kota Namimori. Kota ini masih belum berubah banyak. Sudah ada beberapa bangunan yang ia tidak kenali. Sudah 10 tahun ia meninggalkan kota ini. Karna setelah graduation, Tsuna dan guardiansnya pindah ke Italy melanjutkan pendidikan dan latihannya menjadi boss. Awalnya Kyoya langsung menolak harus meninggalkan Namimori, tapi, setelah bujuk, rayu, dan puppy eyes dari Tsuna, Kyoya setuju (Bagaimana bisa Kyoya menolak Tsuna ketika ia so Fucking Adorable and cute in same time?). Tsuna dan Chrome tiba di sebuah cafe langganan Chorme bersama Kyoko dan Haru semasa SMP dulu.
"Hoo, bukannya itu Sawada-chan?! OOOIIII SAWADA-CHAN!" sahut pemuda berambut merah dengan gaya punk sambil memeluk bahu seorang wanita (yang masih diragukan apa itu manusia?) dari meja sudut ruangan sambil melambaikan tangannya yang bebas.
" Geh, Masaka?! Longchamp!"Kata Tsuna kaget sedangkan Chrome bingung.
"Kenalan boss?" tanya Chrome.
"Gyaa hisashiburi Sawada-chan, genki?! Hoo, gadis ini pacarmu ya Sawada-chan, Haloo! Aku boss ke-8 Tomaso Famiglia, Naito Longchamp!"Kata Longhamp terlalu gembira sambil tertawa.
"Sumimasen aku bukan pacar boss, aku guardian mist boss, Dokuro Chrome desu."Jawab Chrome sambil menunduk tenang.
"Sedang apa kau di Namimori dan siapa dia? Jangan bilang dia pacar barumu." kata Tsuna.
"Gyaa Sawada-chan tahu aja bikin aku malu! kenalkan pacar baruku, Cumi-chan! Imut kan?! Tentunya ngak kalah imutnya dari Dokuro-chan." Kata pemuda yang bernama Naito Longchamp dan lagi terlalu bahagia memperkenalkan pacarnya yang malu-malu. Tsuna melihat pacar Naito langsung sweetdrop dan maklum. Seperti biasa, tipe ceweknya selalu- Unik? Tapi beda dengan Chrome. Dia ingin menusuk Naito pakai Trindentnya. Beraninya dia samain Chrome dengan wanita - atau UMA? yang Strom-san selalu bicarakan? Apapun itu Chrome tidak peduli.
Tsuna menjabarkan tanganya untuk salaman. Saat Cumi-chan melihat Tsuna menjabarkan tangan, ia langsung memerah, histeris , mimisan, dan berakhir pingsan ditempat. Tragis.
"Eh?"hanya itu saja yang bisa Tsuna katakan.
"AAAHHH CUMI-CHAN! " teriak Longchamp menangis alay.
"Boss, bisa aku membunuh si kepala merah sialan itu sekarang?" Tanya Chrome serius dengan Trindent di tangannya. Tsuna langsung shock. Bagaimana bisa Chrome nya yang kalem dan penurut seperti ini?!
"C-Chrome simpan senjatamu dan kenapa kau ingin membunuhnya?! Dan Longchamp, berhenti menangis dan cepat hentikan perdarahnya sebelum-" sebelum Tsuna menyelesaikan kalimatnya, terlihat jelas roh Cumi-chan mulai keluar dari tubuhnya.
"HIIEE AMBULANS, AMBULANS!" jerit Tsuna panik sambil menelfon rumah sakit terdekat.
"Dia hanya kehilangan terlalu banyak darah. Untuk sementara, dia akan dirawat disini selama 3 minggu dan kita akan lihat perkembangannya. " kata Dokter.
Setelah mendengar itu semuanya merasa legah.
"Syukurlah Longchamp." Kata Tsuna menepuk bahu Naito.
"Thank's Sawada-chan, hiks kalau kau tidak disana hiks aku ngak tahu harus berbuat apa." Kata Naito yang masih mencoba menghapus air matanya.
"Ngak masalah kok, Aku ngak berbuat banyak." jawab Tsuna tersenyum sweetdrop.
"Ah, aku perlu membayar administrasinya dulu sampai jumpa lagi Sawada-chan, Dokuro-chan!" kata Naito tersenyum bahagia sambil meninggalkan Tsuna dan Chrome.
"Hubungi aku jika kau butuh bantuan!" Kata Tsuna yang di balas lambaian tangan. Setelah Naito sudah tidak terlihat lagi, Tsuna dan Chrome melangkah keluar dari rumah sakit.
"Boss, apa yang kita akan lakukan selanjutnya?" tanya Chrome membuka pembicaraan.
"Pertama-tama kita makan dulu ini sudah jam 2, tadi kita tidak sempat makan. Setelah itu, kita mencari apartement murah untuk bertempat tinggal." Jawab Tsuna menatap Chrome.
"Kenapa tidak di rumah boss?" tanya Chrome lagi.
"Semenjak Tou-san digantikan Basil, Tou-san pergi keliling dunia bersama kaa-san dan mereka memutuskan setelah trip mereka akan menetap di Italy permanent jadi, kami menjualnya dan kalau aku ke jepang, biasanya aku tinggal di rumah Kyoya." Jelas Tsuna.
"Eh! hei, Lihat cafe itu ramai sekali, sepertinya menarik, ayo kita coba!" kata Tsuna sambil berlari ke arah cafe tersebut meninggalkan Chrome sendiri. Merasa Chrome tidak mengikuti dia, Tsuna berbalik.
"Chrome cepaat keburu tidak ada tempaat!" kata Tsuna tersenyum bahagia sambil melambaikan tangannya menyuruh Chrome mulai mengikuti dia.
Chrome yang melihat itu jadi membandingkan bossnya yang terlihat muram di kantor dengan yang sekarang. Chrome ikut tersenyum dan mulai menghampiri bossnya.
Mungkin ini tidak buruk juga, selama bossnya bahagia ia pun akan ikut bahagia.
