Langsung aja ya gausah ada pengarahan author hehe. Enjoy readers!
The Heart Wants What It Wants
by: rclassyqueen
.
Naruto hanya milik Masashi Kishimoto! Ingat itu!
.
ALERT! Apabila kalian jadi baper bukan tanggung jawab author!
.
Enjoy!
Sakura melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ia sangat lelah hari ini. Eyeliner yang berantakan karena tangisan yang ia keluarkan berkali-kali. Dan kemudian ia merebahkan badan mungilnya di tempat tidur nya. Tanpa melepaskan sepatu nya ia pun mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur.
Ia benar-benar lelah dengan semuanya.
Konoha's Bar
"Sasuke, kau yakin dengan keputusan Sakura?", ujar lelaki dengan rambut kuningnya yang nyentrik. Ia kemudian meneguk segelas bir yang baru saja ia pesan.
Sedangkan lelaki yang bernama Sasuke itu hanya bisa terdiam bisu. Dengan gelas shampagne di tangan kanannya, ia menoleh kearah temannya.
"Tidak. Aku masih mencintainya"
08 October 2013
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00. Gadis itu masih tertidur dengan piyama yang masih di kenakannya. Padahal seharusnya ia bersiap-siap untuk pergi dengan sahabatnya, Ino Yamanaka.
"Sakura! Ino ada dibawah nak! Ayo bangun, sudah siang!", teriak sang Ibu dari bawah. "Tunggu sebentar ya, soalnya tadi malam Sakura pulang larut"
"Ah iya, Tak apa. Atau aku saja yang akan ke atas", ujar Ino dengan ramahnya.
"Oh ya silahkan", Ino pun tersenyum dan segera menuju kamar Sakura yang berada diatas.
CKLEK
"SAKURAAA! KAU MASIH TERTIDUR?!", teriak Ino dengan kencang dan membuat gadis itu tersontak kaget dan terjatuh dari tempat tidurnya.
BRUK
"HEI! BISA TIDAK KAU MENGECILKAN SUARAMU!?", ucap Sakura dengan badan yang masih tergeletak di lantai. Ia pun beranjak bangun dan siap-siap akan menghabisi sahabatnya itu.
"Aoa kau lupa? Hari ini kita harus mencari kado untuk Nanami! Besok kan dia ulangtahun!", jawab Ino tak kalah kencangnya. Sakura pun menepuk jidatnya yang lebar, eh salah, hehe.
"Astaga! Aku lupa! Yasudah, aku mau mandi dulu", Sakura pun langsung menuju kamar mandi dan segera bersiap-siap.
"Cih, melesat", lelaki itu kemudian menyalakan rokoknya lagi. Sudah hampir sebungkus rokok ia habiskan.
"Hei hei Shikamaru! Kau hampir menghabiskan sebungkus rokok lho. Jangan mentang-mentang kita sudah kuliah bisa seenaknya merokok!", ucap Chouji.
"Hah, masih mending aku merokok. Daripada Sasuke, hanya bisa meminum vodka, shampagne, wine", Shikamaru pun menoleh kearah temannya itu.
"Apa?", jawab Sasuke dengan polos.
"Hei hei. Sudahlah. Oh ya, besok Nanami mengadakan pesta. Sudah beli kado?", tanya Kiba.
"Ohiya, Nanami-san! Belum, bagaimana kita beli sekarang?", tanya Lee yang sedang mengerjakan essay dari dosen Jiraiya.
"Bukannya kau janji akan menyelesaikan essay dari pertapa genit itu?", jawab Naruto yang sedang memakan ramennya.
"Tak apalah! Demi Nanami-san!", ujar Lee dengan semangat.
"Hahaha, bagaimana jadinya Nanami melihatmu di party nanti", jawab Neji dengan setengah tertawa.
"Mungkin dia belum masuk pun udah diusir! Haha", jawab Kiba. Dan kemudian mendarat sebuah pukulan dikepalanya.
"Oh ya, Sasuke. Bagaimana hubunganmu dengan Sakura? Masih berjalan dengan mulus kan?", tanya Neji.
Sasuke meletakkan gelas yang berisikan wine nya di meja. "Masih"
"Apakah benar? Ku dengar kemarin dia di kampus nangis loh", jawab Neji dengan penasaran. Naruto, yang notabene adalah sahabat Sasuke dari kecil ikut penasaran apakah yang dikatakan Neji itu benar atau tidak.
"Aku tidak tahu. Mungkin ia terjatuh", jawab Sasuke dengan dingin.
Lalu tiba-tiba Naruto berdiri dan menatap Sasuke dengan tajam.
.
"Teme, ada hal yang harus ku bicarakan padamu"
"Ukuran baju Nanami apa ya? H-hei! Jangan melamun! Aku kan sedang berbicara!", jawab Ino sambil memukul bahu Sakura.
"A-ah? Ah... Maaf. Akhir-akhir ini aku lelah", jawab Sakura. Ino pun berkacak pinggang dan menoleh kearah Sakura.
"Setelah beli baju nanti, jelaskan padaku semuanya. Oke?"
Sakura pun mengangguk. "Hm"
Konohagakuen Park. 15.00 PM
"Nih", Naruto memberikan sekaleng bir kepada Sasuke dan duduk disebelahnya.
"Ada apa?", tanya Sasuke.
Naruto kemudian membuka penutup kaleng birnya. "Kudengar, kau dan Sakura sudah mulai renggang. Benar bukan?"
DEG
Sasuke mencoba menghilangkan rasa tegangnya terhadap Naruto.
"Tidak. Apa yang membuatmu berfikir seperti itu?", tanya Sasuke.
"Kemarin ia hampir bunuh diri karenamu"
DEG
Tahan Sasuke. Kau bisa mengatasi ini, gumamnya.
"Benarkan? Apa yang kau lakukan terhadap Sakura?", tanya Naruto dengan serius. Nada bicaranya berbeda dari biasanya.
Sasuke masih terdiam dan tidak dapat membalas perkataan sahabatnya itu. Karena memang benar bahwa dia dan Sakura sedang berantem hebat. Karena keegoisannya dan hampir saja tadi malam Sakura melakukan percobaan bunuh diri dan ditahan oleh Naruto.
"Mengapa kau selalu tak pernah ada ketika ia membutuhkanmu? Dia sangat mencintaimu. Jarang ada wanita seperti Sakura yang bisa bertahan denganmu selama ini"
"Jangan hanya karena keegoisanmu kau harus membuatnya ia makin menjauh dan makin membencimu. Malah, dia makin mencintaimu"
"..."
"Sasuke, kau boleh dingin terhadapnya. Tetapi, kau tidak boleh menyudutkannya dalam masalah yang kalian berdua hadapi. Ingat, kau tidak boleh menyakiti seorang wanita walau hanya sekecil kerikil. Kau ini sahabatku. Dan Sakura juga sahabatku. Kalian berdua sudah kuanggap saudara bagiku. Jangan mentang-mentang kau dewasa bisa melakukan semua hal yang kau suka. Buat apa kau memilikinya apabila hanya karena keinginan sesaat?"
"..."
"Ku beritahu sekali lagi. Minta maaf kepada Sakura. Sekarang. Katakan padanya bahwa kau salah. Tidak usah membawa bunga atau apapun. Datang kerumahnya dan akui kesalahanmu"
.
.
"Dobe, terimakasih", Sasuke menghapus airmatanya dan segera bangkit menuju rumah Sakura.
"Sama-sama. Teme", jawabnya dengan tersenyum
"Sakura, ayo ceritakan semuanya padaku!", jawab Ino dengan penasaran. Hampir 3 jam Sakura tidak mau berbicara soal masalahnya dengan Sasuke.
"Sakuraaa, separah inikah kau dengannya? Oke kalau kau tidak ingin cerita. Temui Sasuke dibawah dan maafkan ia. Mungkin memang hatimu lelah. Tetapi, beri ia kesempatan untuk mengakui kesalahannya. Dan buktikan bahwa kau tetap mencintainya. Janji?"
Sakura menghapus airmatanya dan tersenyum.
"Terimakasih, Ino."
DING DONG
Suara bel telah berkali-kali bunyi. Namun sang penghuni rumah tidak kunjung membukakan pintunya.
"Duh siapa sih malam-malam begini datang kerumah?", Sakura pun keluar menuju pintunya.
"Yaa sebentar"
CKLEK
Ia mendapati sesosok pemuda dengan kulit yang seputih porselen dengan rambut yang berantakan. Dan juga wajah yang berantakan.
"Sasuke-kun?"
Lelaki ini kemudian menatap kekasihnya yang nampak terkejut melihat kedatangannya.
"Sakura"
Ia kemudian berlutut dihadapan kekasihnya itu.
"I'm sorry. I'm such an asshole, I miss you"
Sakura terkejut dengan perkataan Sasuke barusan. Ia bingung harus menjawab apalagi. Sudah sering ia berkata seperti ini terhadapnya. Dan ia kemudian memaafkannya. Sekarang berbeda dengan dulu.
"Bangun. Tatap wajahku"
Sasuke pun kemudian berdiri dan menatap wajah Sakura. Ia tahu gadisnya sudah lelah terhadapnya.
"Buat apa kau selalu berkata seperti itu? Bukankah kau yang bilang kepadaku kemarin bahwa aku menganggu hidupmu?"
Sasuke pun terdiam.
"Jawab aku, Sasuke-kun"
"..."
PLAK!
Sebuah tamparan melayang di pipi Sasuke. Ia tahu ia pantas mendapatkannya.
"Kau tahu, hampir saja nyawa ku melayang karenamu? KAU TAHU TIDAK?!"
"..."
"Kau ini manusia atau iblis? Aku ini kekasihmu, Sasuke-kun! Aku rela kau sakiti berkali-kali karena aku sayang dan cinta padamu!"
"..."
"Sasuke-kun, aku juga punya batas kesabaran. Kau kira aku bisa memaafkanmu seperti dulu?"
"Sakura, aku tahu aku salah tapi-"
"PERCUMA KAU MINTA MAAF SASUKE! HATIKU SAKIT MELIHATMU SELALU BERTINGKAH SEPERTI INI!"
Tangisan pun mulai pecah dari Sakura. Ia sudah tak kuat menahan beban batin yang ia tanggung selama bertahun-tahun. Hatinya lelah. Sangat lelah. Dan ia pun tak tahu harus berbuat apalagi terhadap kekasihnya itu.
Sasuke kemudian memegang tangan Sakura dengan lembut. Ia pun menatap kekasihnya yang sedang menangis dihadapannya,.
"Sakura, aku berjanji. Demi Kami-sama, kau dan kehidupanmu aku akan berubah. Aku mengakui semua kesalahanku. Aku memang lelaki bodoh yang tak seharusnya kau pertahankan. Tetapi, kau tetap mempertahankan aku. Kau gadis terhebat dalam hidupku. Aku sangat mencintaimu. Sungguh. Demi Kami-sama, aku mau berubah dan tidak akan menyia-nyiakanmu lagi. Apakah kau mau memaafkan aku, Sakura?"
.
.
.
Ia menepis tangan Sasuke. Dan, rasa kecewa muncul di wajah Sasuke.
"Entahlah, kau sudah menyakiti hatiku. Aku lelah. Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini"
DEG
"Sakura, aku mohon. Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji akan berubah demi kau dan Kami-sama", jawab Sasuke dengan memohon.
"Maaf. Aku kecewa denganmu. Selamat malam"
BRAK
Pintu pun tertutup dengan kencanngnya. Sasuke tersungkur ke depan pintu rumah Sakura. Lututnya lemas mendengar perkataann Sakura.
"Sakura..."
Dan seketika image Uchiha yang terkesan dingin itu luntur. Airmatanya pun mengalir.
"Hiks... Sasuke-kun... Ma-maafkan aku... Hiks..."
TBC
Cupcup Sakuuu jangan sedih sini sini author pelukk
Saku: *peluk author*
Author: Jangan nangis lagi yaa, kita karokean saja! ayo!
Saku: *senyum* ayo!
Sasu: Hey aku bagaimana?
Author: Urus saja dirimu sendiri! :p
Sasu: Author sialan! -_-
Oke reviewnya jangan lupa ya! Sankyuuuu!
