Balasan review

Lucy chan: Wah Arigatou sudah mau baca _ silahkan ini chapter 2 nya semoga suka :p

Kikoylogia: Kikoy-san arigatou sudah mau baca! Aku seneng deh *kegirangan , iya nih aku terinspirasi dari anime Kaichou wa maid-sama! Oh iya Kikoy-san aku emang lupa yang tentang mata uang*pundung harusnya emang jewel T_T baru inget pas Kikoy-san review hontouni gomen *nangisgulingguling yoshh ini dia chap 2 semoga suka 3

Dragneel00: Arigatou sudah mau baca dozou chap 2!!

Zashiiy: Natsu emang mesum!! Ayo kita tabokin bareng-bareng!! *tawajahat

Dragneel77: Chap 2 up!! Semoga chap ini alurnya sudah nggak kecepetan ya *puppyeyes

Aquaflew: KYAAA Aqua-chan arigatou sudah mau baca! *nangisharu ,semoga aja Lucy kuat ya:p, semoga chap ini tidak mengecewakan *sujud

Nyan: Kamu suka Natsu mesum??? Aku jugakkk!! *fangirlakut

Hannah: Makasih Hannah-chan!! * dozou chap 2

Nashi Dragneel23: Nashi-chan KYA!! Arigatou sudah mampir*sujudsyukur semoga bisa diselesaikan cepet ya:' doain aja supaya gaada hambatan:'''''

Monkey D. Naffy: Bro ini dah lanjut bro! Btw aku perempuan bro:'v

Guest: Chap 2 dozou!

Guest: Semoga ini panjang ya Guest-san hiks T_T *nangisbombay

Guest: Lebih mesum? Tenang saja GYAHAHAHA!! *ditampol

Ifa.dragneel: Yoshhh selamat membaca

Fairy Tail by Hiro Mashima

My Lovely Maid by Mika

Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fic ini, hanya pinjam karakter Mashima-sensei *pundung

Warning: OOC, alur maksa/kecepetan, DLDR, AU, Typos dan kekurangan lainnya.

Genre: Romance, Hurt/comfort, Drama

Rate M for safe

Pair: Natsu x Lucy and other slight

Enjoy~

Don't like don't read :)

Chapter 2First test

"Hoi aku pulang dulu!" Seru Sting sembari memakai sepatu sekolahnya, jam menunjukkan pukul 06.40 pm. Matahari-pun sudah kembali ke peraduannya, serigala melolong, bulan kini menggantikan tugas sang mentari.

"Berhati-hatilah! Di persimpangan jalan suka ada banci yang mengemis pelukan lelaki pirang!" Seru Natsu diiringi tawanya. Lucy yang tengah membantu Virgo menyiapkan makan malam tertawa dalam hati.

"Sialan kau!" Melihat Sting yang menggerutu tidak jelas sekaligus kewalahan membawa tas, gitar lalu menenteng laptopnya, Lucy berlari dari dapur untuk membantu membawa barang-barangnya sampai ke luar gerbang.

"Ah terimakasih banyak." Sting menggaruk pipinya yang tidak gatal saat Lucy dengan strong nya membawa gitar sekaligus tas miliknya, Lucy pun mengangguk sopan.

"Kau tidak perlu khawatir, Natsu adalah orang yang baik." Ucap Sting, tiba-tiba. Sepertinya Sting tau begitu banyak hal tentang Natsu, fikirnya.

"Semoga begitu." Lirih Lucy tersenyum samar.

"Memang kau pelayan Natsu yang ke berapa?" Lucy menautkan alisnya tidak mengerti saat Sting melontarkan pertanyaan yang aneh menurutnya.

"Maksudmu Tuan muda punya lebih dari satu pelayan pribadi?" Sting menggeleng pelan.

"Pelayan pribadinya tidak pernah lama dengan dia lalu dalam kurun waktu dekat tiba-tiba mengundurkan diri, mungkin kau yang ke-8." Sting tertawa kecil.

"Memangnya dia se-kejam apa?" Tanya Lucy dengan raut polos campur ngeri membuat Sting ingin mencubitnya sekarang, eh? Apa yang kau fikirkan Sting!

"Hei! Pulang sana!" Seru seseorang dari lantai dua membuat Sting dan Lucy mengadah serempak. Lucy pamit dan buru-buru masuk ke dalam agar tidak kena sembur Tuan muda-nya. Sting pun meledek lalu masuk ke dalam mobilnya dan melesat meninggalkan kediaman Dragneel.

Lucy yang melihat Natsu berlari menuju meja makan langsung siap siaga. "Tuan muda silahkan, makananya sudah siap." Ayolah Lucy perlakukan dia seperti raja! Lucy pun menarik kursi makan dan membiarkan Natsu duduk dengan angkuh.

"Kau ingin makan dengan apa?" Natsu menggeleng pelan sembari memangku dagunya dan menatap Lucy yang kebingungan.

"Aku duduk disini bukan untuk makan, melainkan untuk tau lebih banyak tentang dirimu." 'Hoh rupanya dia kepo' batinnya tertawa jahat. Mungkin kalau di film kartun kepala blondenya akan mengeluarkan tanduk dan seringai jahat.

"Siapa nama lengkapmu?"

"Lucy." Alis Natsu terangkat.

"Hanya Luce?"

"Sebenarnya Lucy Tuan bukan Luce." Jelasnya singkat dan padat.

"Siapapun kau, kau tetap Luce ku." Bukannya merona atau tersenyum malu-malu kucing seperti gadis lainnya, Lucy malahan ingin menjambak rambut pink Natsu dan menaruh kepalanya di dalam kloset. Jahat bukan?

"Berapa umur mu?"

"16 tahun."

"Kenapa kau mengambil pekerjaan ini?"

"Karena aku ingin."

"Apakah kau..." Natsu menggantungkan kalimatnya.

"...pernah berciuman?" What the Hell! Pertanyaan macam apa itu!

"Maaf tuan aku tidak bisa menjawabnya." Natsu tersenyum miring. Lucy yang tengah disenyumi mendadak gugup.

"Kenapa? Kau secara tidak langsung menolak perintah dari Tuan mu." Oh tidak! Ia tidak mau dipecat karena menolak perintah 'aneh' alias tidak bermanfaat untuk dijawabnya.

"Ak-aku akan menjawabnya setelah kau makan malam kalau begitu."

"Aku tidak pernah makan malam dan tidak akan mau." Grrr! Orang ini!

"Kalau begitu aku juga tidak akan menjawabnya." Ucapnya dengan lantang.

"Tinggal jawab iya atau tidak!"

"Tinggal makan apa susahnya!" Semburnya ketus. Natsu menyeringai kemudian bangun dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Lucy, yang ia yakin pemuda itu pasti kembali ke kamarnya.

"Aku tambah waktumu menjadi 3 jam!" Teriak Natsu sebelum benar-benar hilang di balik pintu kamarnya. Lucy meringis mendengarnya, andaikan oh andaikan ia bukan majikan, Lucy akan menendang bokongnya sampai tidak bisa duduk!

'Baik dari mananya!'

TOK TOK TOK!!

"Tuan muda buka pintunya. Kumohon." Seru Lucy dari luar dengan segalas susu dan sepiring makanan lezat yang dibawa olehnya. Natsu, pemuda itu seperti menulikan indera pendengarannya, dengan senyum menawannya ia masih setia di depan komputer dan memainkan game yang sedang booming.

"Aku akan menjawabnya!" Seru Lucy lagi, membuat Natsu menghentikan games Mobile Legend yang sedang ia mainkan.

Pintu pun tidak lama terbuka menampakkan sosok mahkluk tampan tengah memerhatikan dirinya dengan seringai.

"Taruh di dalam." Titah Natsu di balas anggukan oleh Lucy.

Cklek

"Hei kenapa pintunya dikunci?!" Seru Lucy panik, imajinasi terliarnya sudah berkelana dikepala miliknya.

"Kau belum menjawabnya." Oh tidak! Natsu berjalan mendekat dan semakin mendekat, spontan Lucy menjauhkan dirinya tanpa sadar sedangkan tubuhnya sudah menyentuh pagar balkon yang pintu menghubungkan kamar dan balkon tidak tertutup.

"Aku akan menjawabnya setelah kau makan malam! Kau tidak percaya?" Angin sepoi-sepoi menerbangkan dengan gemulai kedua surai manusia ini. Natsu kembali mendekat membuat Lucy yang panik setengah mati spontan menginjak sesuatu yang licin sayangnya tangan gadis itu terlepas dari pegangan pada pagar balkon dan kaki jenjangnya terpeleset, tunggu—

"KYAAAA!!!"

"OI LUCE!" Natsu dengan asal membuang ponselnya kemudian menarik tangan gadis itu masuk ke dalam dekapannya. Lucy memejamkan matanya ketakutan tidak berniat untuk membuka matanya sama sekali, mungkin saja jika ia membuka matanya ia akan bertemu cahaya yang amat terang dan jalan menuju surga lalu ia akan bahagia selamanya! Kekekeke!

"Hei sampai kapan kau memejamkan matamu?"

'Pasti ini iblis yang mencoba mengeluarkanku dari surga!' Batinnya mulai mengkhayal lebih jauh.

"Hei pirang aneh! Buka matamu!" Natsu dengan kejam mencubit pipi gadis itu membuat Lucy benar-benar terjatuh dari surganya(?)

Lucy pun dengan amat terpaksa membuka matanya, bersiap mengeluarkan makian pada sang iblis(?) Tetapi terhenti saat ia sadar bahwa hidung mancung milik mereka saling bersentuhan, manik karamelnya bertemu dengan manik onyx miliknya. Alis tebal, hidung yang macung, bibir sexy, wajah rupawan, astaga! Sesempurna inikah iblis jahat itu(?)

"Sudah puas mengagumi ku?" Kilatan jahil milik sang iblis— ah tepatnya Natsu membuat Lucy sepenuhnya sadar bahwa ia bukan malaikat melainkan setan (baca: Natsu) dengan cepat ia melepas dekapan Natsu dan menatapnya nyalang.

"10 menit lagi tes kita akan dimulai jadi persiapkan dirimu." Natsu memberikan kunci kamarnya, Lucy langsung menyambarnya dan membuka pintunya dengan cepat.

'Dasar pinky idiot!!! Arghhh aku benci kau!! '

"Hime ada masalah?" Tanya Virgo kebingungan.

"Ah tidak Virgo-san hanya saja barusan aku gagal membunuh kecoa." Lucy memonyongkan bibirnya sebal.

"Apa aku perlu dihukum?" Lucy hanya bisa sweatdropped.

"Tidak-tidak!" Virgo mengangguk dan kembali menjalankan tugasnya sedangkan Lucy kembali ke kamarnya dan mengobrak-abrik isi kopernya. Kaos lengan panjang dan celana panjang sepertinya cocok untuk tes kali ini.

TOK TOK

"Hime Tuan muda memanggil anda! Tuan muda bilang temui dia di kolam renang belakang!" Seru Virgo.

"Ah ya Virgo-san sebentar!" Lucy buru-buru mengganti pakaiannya dan menemui Natsu yang tengah duduk di bangku dekat kolam memakai baju super santai. Kaos V neck berwarna merah dan celana selutut berwarna putih.

"Permisi anu... " Natsu menoleh dan ajaib ia langsung terbengong melihat pakaian yang dikenakan oleh Lucy.

"Hei kau mau berenang atau mau mancing sih? Seperti gembel!" Lucy yang tak sudi di ejek 'gembel' melangkah mendekati Natsu dan siap untuk memaki sebelum pemuda itu melempar sekantung plastik.

"Pakai itu tidak ada penolakan." Lucy yang heran namun mau tidak mau harus kembali ke kamarnya dan melihat apa yang diberi Natsu.

Sesampainya di kamar, lagi.

Mata karamelnya membulat sempurna

Sepasang bikini super sexy berwarna merah muda.

"Sialan! Argggg! Dia memang benar-benar gila sekaligus mesum!" Teriaknya frustasi level tinggi.

"Jangan lama atau aku akan memecatmu!" Teriak Natsu yang entah kapan berdiri di depan pintu sembari berteriak.

Oke memang tidak ada pilihan. Lucy lagi-lagi mengganti pakaiannya menjadi bikini yang super sexy dan kalau boleh jujur Lucy malu setengah mati! Oh ya Tuhan lagipula orang gila mana yang berenang pada malam hari!

Lucy memakai jaket kebesarannya guna menutupi tubuhnya kemudian berlari menemui Natsu yang tengah membelakanginya.

"Jangan lihat!" Seru Lucy sedikit panik lalu merapatkan jaketnya, Natsu yang hendak menoleh menghentikkan gerakannya dengan kesal.

"Bagaimana aku menyatakan kau lulus tes jika aku tidak melihatmu?!" Sewot Natsu yang tiba-tiba berbalik tanpa diminta.

Hell yeah

Dengan amat sangat susah payah pemuda itu menelan ludahnya dengan amat sangat kasar saat disuguhi penampilan seperti ini. Kaki jenjangnya, pinggul yang lebar, perut tanpa lemak dan errrrrr

Sial! Ada apa denganku!

"Hei! Jangan terlalu lama meihatku dan cepat katakan tes apa yang harus aku lakukan?!" Lamunan Natsu tersadar dan ia berdeham pelan.

"Cepat berenang aku ingin melihat kau bisa berenang atau tidak." Natsu pun yang melihat ada keganjalan pada tubuh Lucy menghentikannya sebentar.

"Tunggu, kau mau berenang menggunakan jaket?" Lucy pun yang menyadari kebodohannya menepuk jidatnya dan dengan sekali gerakan ia membuka jaketnya dan mengekspos tubuh sexy miliknya.

"Luce," panggil Natsu.

Lucy menoleh. "Apa?"

"Uhukkauuhuksexyuhuk." Natsu pura-pura batuk di sela-sela perkataannya.

"Maaf Tuan aku tidak mendengarnya, bisa kau mengulanginya?" Lucy yang tidak mendengar terlalu jelas pun bertanya kembali.

"Lupakan dan cepat berenang." Pemuda salmon itu menggunakan jari telunjuknya untuk menyuruh Lucy kembali bersiap.

"Berapa lama?"

"Tiga jam, kau tidak ingat?" Lucy memaki dalam hati, ia pun bersiap meluncur dan—

BYUR

—mengapa kakinya tidak menapak?

"HUWAA!! TOLONG!!" Teriaknya dengan susah payah sedangkan Natsu tertawa geli melihatnya, setelah puas tertawa pemuda itu melepas kaosnya, dengan santai ia meluncur dan dengan heroiknya ia menyelamatkan Lucy.

"Kukira kau bisa berenang." Ejek Natsu yang sama sekali tidak di gubris oleh Lucy, gadis itu masih megap-megap dan terbatuk-batuk.

"Kau! Kau sengaja ingin membunuhku?!" Teriak Lucy menunjuk tepat di depan muka Natsu di tengah kolam, ingat mereka masih berada di kolam dengan posisi Natsu memeluk tubuh gadis itu, ya tentunya tanpa Lucy sadari.

"Hei apa yang kau lihat?!" Natsu tidak menggubris satu pun makian dari gadis blonde itu, mata onyx nya masih menelusuri wajah cantik yang diterpa lampu taman, manik karamelnya, rona kemerahan yang menjalar di pipinya dan jangan lupa bibir plum yang mengkilap itu.

Wajah pemuda itu semakin mendekat dan perlahan memiring lalu terpejam seiring angin menerpa wajah mereka, Lucy yang masih loading terdiam menunggu apa yang ingin ia lakukan.

Cup

Butuh waktu beberapa detik Lucy mencerna semua ini dan—

PLAK!

"Apa yang kau lakukan!" Semburnya marah dan berapi-api. Natsu mengusap pipinya hang terjeplak telapak tangan, dan ia pun bingung sendiri apa yang dilakukannya sampai-sampai mencium bibir milik Lucy, padahal ia hanya ingin menggodanya tetapi malah kebablasan!

"LE-PAS-KAN!" Spontan Natsu melepas Lucy tapi gadis itu lupa bahwa tinggi kolam itu melebihi tingginya alhasil ia menarik-narik tangan Natsu. Pemuda itu kembali menariknya lalu mendekapnya.

"Apa aku yang pertama?" Bisiknya tepat pada telinga gadis itu dengan nada sensual. Lucy merinding disko, ayolah kemana jurus-jurus yang biasa kau pakai saat melumpuhkan lawan? Ayolah Lucy!

"Kumohon lepaskan," kali ini Lucy benar-benar memohon membuat Natsu mendekapnya lebih erat. Lucy pun siaga satu!

"Jika sekarang kau ku lepaskan, kau pasti akan kembali menarik tanganku." Lucy terdiam dan menyadari bagaimana posisi mereka saat ini, dada bidang milik Natsu bersentuhan dengan mi-mi-mi-mi-mi-mimi peri!! SIAL AKU TIDAK BISA BERFIKIR JERNIH!

"Baiklah kau lulus tes." Natsu mengangkat Lucy ke pundaknya tiba-tiba membuat gadis itu memekik tertahan.

"Turunkan aku!" Desisnya tajam dan dengan suka rela Natsu menurunkannya atau lebih jelas menjatuhkannya.

"Itte," Lucy merasakan bokongnya patah tulang sekarang.

"Pakai ini." Natsu melempar kaos miliknya dan pergi meninggalkan Lucy yang masih mencerna apa yang sudah Natsu lakukan padanya.

'DIA MENCURI CIUMAN PERTAMAKU SIALAN!!'

[{(OoO)}]

Sudah tiga hari semenjak kejadian Natsu menciumnya, Lucy menjaga jarak antara dirinya dan Natsu, sepertnya tidak ingin terlibat lebih jauh lagi.

"Selamat pagi Natsu-sama." Sapa beberapa pelayan centil—menurut Lucy yang berusaha menggoda Tuan muda yang tampan sekaligus cuek ini.

"Hei Luce mana sarapanku?" Lucy tersentak kaget dan buru-buru menyediakan sarapan sang Dragneel. Tangan mereka sempat bersentuhan dan dengan cepat Natsu menahan tangan milik gadis itu.

"Temani aku makan disini." Lucy menghela nafas dam menarik tangannya dengan susah payah.

"Maaf Tuan aku masih banyak pekerjaan." Lucy sama sekali tidak ingin menatap pemuda sialan ini yang telah mencuri ciuman pertamanya.

"Tugasmu adalah melayaniku, benarkan?" Lucy kehabisan kata-kata, memang benar sih itu tugasnya adalah melayani Natsu karena gadis itu tidak apa pilihan pada akhirnya ia memilih mengalah, gadis itu duduk tepat di seberang Natsu tetapi menghadap kesamping, tidak ingin menatapnya. Natsu merasakan bahwa gadis itu tengah menghindarinya.

"Ada apa denganmu?" Mata onyxnya menyelidik ke arah gadis itu.

"Bukan urusanmu." Balas Lucy seketus-ketusnya.

"Terhadap majikan kau tidak sopan." Lucy menahan kata-kata makian di dalam mulutnya, jika ia memaki Natsu sekarang mungkin Lucy harus kembali mencari pekerjaan.

"Kau marah karena aku mencium mu?" Lucy menahan emosinya, tentu saja marah idiot!

"Aku minta maaf kalau begitu." Minta maaf jidatmu!

"Hei jangan mengabaikanku nona." Natsu kembali menarik tangan Lucy, otomatis ia tersentak dan menatap Natsu.

"Aku akan memaafkanmu jika kau bisa mengembalikan ciuman pertamaku." Desis Lucy samar membuat Natsu tersenyum miring.

"Jadi aku adalah ciuman pertamamu? Lagipula kenapa kau sangat marah aku mencuri ciuman pertamamu?" Tanya Natsu amat sangat penasaran.

"Seharusnya ciuman pertamaku adalah untuk suamiku kelak! Bukan untukmu!" Ucap Lucy marah walaupun samar-samar agar tidak terdengar oleh pelayan yang lain.

"Kalau begitu aku ingin menjadi suamimu, bagaimana?" Dengan santai Natsu kembali memajukan wajahnya, Lucy yang merasa ada alarm bahaya memundurkan wajahnya. Gadis blonde ini memejamkan matanya bersiap untuk memaki sebelum—

Drrt drrt drrt

"Halo Lis?"—seseorang menelefon Natsu.

"Dirumahku? Kenapa mendadak sekali?"

"Tidak ada, oke jam 3 sore." Oke jujur saja Lucy penasaran siapa yang tengah meneleponnya, apakah itu seorang laki laki...atau perempuan? Eh? Sejak kapan ia jadi penasaran?

Lucy yang masih penasaran pun tidak sadar bahwa genggaman Natsu terlepas dan ia sudah pergi tanpa mengucapkan sepatah kata. Ia kecewa, tapi mengapa harus kecewa?

[{(OoO)}]

Minna! Bagaimana dengan chap ini? Kalian suka kah? Kalau masih kurang panjang hontouni gomen *sujudsujud

Oh iya minna sepertinya minggu depan Mika belum tentu bisa update lagi dikarenakan jadwal kegiatan sekolah yang padat :' *curahanhatiseorangpelajar

Mika usahakan buat update kalau ada waktu luang, doakan saja semoga sekolah tiba-tiba mengadakan libur masal atau mendadak banjir(?) *ditendang

Oke sampai jumpa!!

Jangan lupa review ya biar author ngetiknya tambah semangat! :p