"Hinata !!! Hinata !!! Hinata !!!" teriak seorang wanita berambut merah dari balik pintu kamar Hinata.

Hinata menggeliat pelan dibalik selimutnya, entah mengapa dia merasa tidurnya benar-benar nyenyak. Namun teriakan dan gedoran pada pintu kamarnya tidak kunjung berhenti membuatnya terpaksa bangkit dari kasurnya yang nyaman.

Cklek...

"Apa yang kau lakukan ?!! kenapa kau mengunci pintu kamarmu hah ?!!" sembur Karin sesaat setelah melihat tubuh Hinata diambang pintu.

"Ada apa ??" tanya Hinata datar.

Karin mendengus pelan lalu melipat tanganya didepan dada, "Kau memang bodoh !! apa kau lupa ?!! hari ini akan ada keluarga terhormat yang akan datang kemari. Dan kau masih belum menyiapkan apa pun untuk menyambut mereka ?? keterlaluan sekali nona Hyuuga !!"

Hinata menaikan sebelah alisnya, dia tidak mengingat bahwa hari ini akan ada pertemuan penting di mansion Hyuuga. Selain itu tidak ada kewajibannya untuk menyiapkan segala tek tek bengek mengenai pertemuan. Karena itu adalah tugas maid dan sang nyonya rumah tiri.

"Souka, baiklah aku akan bersiap. Terima kasih informasinya Karin-baa san." Hinata tersenyum mengejek lalu menutup pintu kamarnya tanpa menunggu respon dari Karin.

HER DEVIL HUSBAND

Warning: OOC, TYPOS, CRACKED- PAIR, etc

Rate: M

Disclaimer: Naruto Belonging Masashi Kishimoto

DON'T LIKE DON'T FLAME

DON'T LIKE DON'T FLAME

DON'T LIKE DON'T FLAME

READ AND REVIEW PLEASE (0.0)

Coba baca lagi deh siapa tau jadi suka *author maksa*

=

1

=

Kehidupan Hinata layaknya seorang putri raja di negeri dongeng. Dia adalah putri tunggal dari Hiashi dan Hikari. Saat Hinata berusia 10 tahun, ibunya meninggal dunia akibat stroke. Setelah kejadian tersebut sikap Hiashi berubah drastis padanya.

Hiashi masih menyayanginya namun dia menambahkan pendidikan yang keras pada Hinata. Karena Hinata akan menjadi pewaris seluruh kekayaan keluarga Hyuuga. Hiashi melakukannya karena takut jika dirinya akan menyusul Hikari dan tidak sempat memberikan Hinata ilmu yang akan berguna dalam kehidupannya kelak. Meskipun Hiashi merasa bersalah karena memaksa anak kecil yang seharusnya masih menikmati masa kecilnya, malah dipaksa belajar dunia bisnis yang keras dan kejam.

Hinata diajarkan berbagai ilmu bisnis secara langsung oleh Hiashi dan adik kembarnya Hizashi. Karena pendidikan yang diberikan Hiashi lebih penting, dia pun memutuskan untuk mengeluarkan Hinata dari sekolah formal dan mengikut sertakan Hinata home schooling.

Setelah dirasa mendapatkan ilmu yang cukup, Hinata pun meminta untuk kembali masuk sekolah formal. Hinata menjadi murid kelas XI meskipun saat itu usianya masih 15 tahun. Disanalah Hinata mulai berpacaran dengan Naruto, senpainya. Yang berusia 18 tahun.

Kisah cinta Hinata dan Naruto layaknya pangeran dan putri kerajaan, mereka terlihat sangat cocok dimata siapapun. Namun siapa yang tahu bahwa di hati Naruto hanya ada Sakura, yang merupakan sahabat Hinata.

Setelah kelulusan, Naruto memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di tokyo. Komunikasinya dengan Hinata pun semakin jarang. Apalagi ditambah dengan kesibukan Hinata di perusahaan, membuat hubungan mereka semakin buruk. Tanpa Hinata sadari Sakura menjalin hubungan dengan Naruto dibelakangnya.

Saat Hinata akan mendaftar ke universitas dia melihat Naruto berciuman dengan Sakura di taman Ueno. Hinata benar-benar tidak menyangka, Naruto dan sahabatnya akan menghianatinya seperti ini, tapi rasanya benar-benar sulit untuk membenci Naruto dan Sakura. Dia pun memutuskan untuk melupakan Naruto dan menjaga jarak dengan Sakura.

Satu tahun kemudian, dengan tiba-tiba Hiashi memberitahukanya bahwa dia akan menikah lagi dengan Uzumaki Kushina, ibu Naruto. Hinata benar-benar syok mendengar pernyataan ayahnya yang begitu mencintai mendiang ibunya akan menikah lagi tanpa meminta persetujuannya.

Setelah keluarga Uzumaki pindah ke mansion Hyuuga, kehidupan Hinata berubah. Naruto kini tidur disamping kamarnya dan Karin adik dari Kushina juga ikut tinggal di mansion Hyuuga. Ya siksaan dihidup Hinata muncul dari Karin dan Naruto bukan dari sang ibu tiri.

Mungkin terdengar agak janggal jika dalam dongeng kerajaan, karena biasanya sang ibu tiri lah yang menyiksa sang tuan putri. Hinata tahu bahwa Karin memiliki rencana untuk menjatuhkan perusahaan yang sudah lama dirintis oleh mendiang ibunya. Dan Naruto selalu muncul dihadapannya seperti tidak memiliki dosa apapun padanya.

HER DEVIL HUSBAND

Hinata baru saja menyelesaikan mandinya, dia hanya menggunakan handuk yang menutup sebatas dada dan setengah pahanya. Dia tengah berdiri didepan cermin yang mematut seluruh pantulan tubuhnya, dia melihat ada sesuatu yang janggal pada bahunya. Ada sebuah lambang faustus.

"Apa ini ??" Hinata menggosokan telapak tanganya pada bahu kananya.

Tiba-tiba bayangan kejadian semalam melintas dalam ingatannya. Tadi malam Hinata menyepi di balkon kamarnya, hatinya benar-benar teriris melihat Naruto membawa Sakura ke rumahnya dan juga Karin yang mengucapkan sumpah serapah padanya karena dianggap tidak becus mengerjakan laporan perusahaan.

Seumur hidupnya, dia tidak pernah diperlakukan kasar oleh siapa pun. Meskipun Hiashi mendidiknya dengan keras, tapi dia tidak pernah melakukan kekerasan fisik ataupun menghardik Hinata dengan ucapan kasar.

Setelah beberapa saat menyepi tiba-tiba Uchiha Sasuke, kawan lama Naruto. Muncul dihadapannya dan mendeklarasikan bahwa dirinya adalah seorang iblis kelas atas yang siap mengabulkan permintaan Hinata. Hinata mengenal Sasuke sebagai senpainya saat masih di senior high, karena Naruto selalu membawa Sasuke dalam kencan mereka.

Hinata memejamkan matanya untuk memperjelas kembali bayangan yang melintas dalam pikirannya. Dan semuanya jelas. Dia sudah membuat kontrak dengan Sasuke dan hatinya menjadi imbalan.

"Apa kau sudah mengingat semuanya, sayang ??" tiba-tiba saja Sasuke muncul dibelakangnya.

Hinata membolakan matanya lalu membalikan badanya menghadap Sasuke yang hanya berjarak tiga langkah. "U-Uchiha-san ?? ba-bagai-mana bi-bisa ka-kau ??" Hinata benar-benar gugup, apalagi menyadari dirinya yang tidak memakai apapun selain handuk.

"Sudah ku bilang, aku iblis. Aku dapat melakukan apapun sesuai keinginanku." Sasuke merasakan dark soul Hinata menyadari kehadirannya. "Apa kau menyesal membuat kontrak denganku ??" lanjut Sasuke sambil mendekati Hinata.

"A-aku tidak menyesal, se-selama ka-kau dapat mengabulkan keinginanku." Ah dark soul Hinata belum benar-benar muncul.

"Baiklah, segera pakai gaun itu, kita akan sarapan bersama." Ujar Sasuke sambil menunjuk gaun berwarna hitam berlambang Uchiha pada dada kanannya.

Hinata kaget, dia tidak menyadari sejak kapan ada gaun di atas tempat tidurnya. Diawal Hinata sudah mengatakan bahwa dia tidak mengingat akan ada acara formal di rumahnya pagi ini, dan sekarang ada sebuah gaun formal diatas kasurnya, jadi semua ini adalah ulah Sasuke. "Apa ?!!!"

Tap..tap...tap... brak...

"Hinata !! ada apa ??!!" Naruto tiba-tiba saja membuka pintu kamar Hinata.

Naruto membulatkan matanya menyadari penampilan Hinata saat ini, pipi Naruto merona. Sedangkan Hinata langsung beringsut mengeratkan handuknya. Naruto berjalan mendekati Hinata.

"Berhenti disitu Naruto !!" Teriak Hinata.

Naruto mengabaikannya, dia terhipnotis oleh tubuh Hinata. "Kubilang berhenti, sialan !!" akhirnya dark soul Hinata muncul, sedangkan Sasuke sedang menyembunyikan dirinya untuk menyaksikan kejadian selanjutnya.

Naruto membolakan matanya lagi mendengar umpatan Hinata, untuk pertama kalinya dia mendengar Hinata mengumpat padanya. "Ada apa sebenarnya Hinata ??"

"Keluar kau sialan dari kamarku !! harusnya aku yang bertanya ada apa kau masuk ke kamarku hah ?!! jangan berusaha mencari kesempatan !!!" Hinata memandang Naruto tajam.

Naruto membeku ditempatnya, dia bingung harus menjawab apa. Tadi dia sedang menunggu Hinata didekat kamarnya, entah mengapa dia merasa merindukan saudara tirinya itu. Setelah beberapa lama menunggu, Naruto malah mendengar teriakan dari kamar Hinata dan refleks dia masuk.

"Ba-baiklah aku akan keluar." Naruto pun mundur tanpa membalikan badannya. "Segera ke bawah, tamu kita sebentar lagi tiba." Naruto pun lari menuju lantai bawah tanpa menutup pintu.

"Sial !! dia melihat tubuhmu !!" umpat Sasuke sambil membanting pintu kamar Hinata.

"Tunggu, kenapa Naruto tidak bisa melihat mu ??"

"Sudah kubilang, aku bisa melakukan apapun sesuai keinginanku." Sasuke mencengkram dagu Hinata dengan keras, tidak lembut seperti semalam. "Haruskah kubilang, bahwa aku cemburu melihat pria lain melihatmu ??" lanjut Sasuke dengan mata yang berubah menjadi merah menyala.

Hinata terkekeh, "Jadi, tuan Uchiha yang agung ini cemburu pada Naruto ?? rivalmu selama di senior high ?? ya ampun duniaku pasti sudah terbalik."

Sasuke menyeringai, "Kau ingat ?? kau sudah menjaminkan hatimu, jadi kau dapat merasakan perasaanku dan aku dapat merasakan perasaanmu."

"Ah kau benar, sebaiknya aku segera memakai gaun dari mu itu, sebelum aku masuk angin." Hinata menepis tangan Sasuke pelan. "Demo, arigatou Uchiha-san." Hinata tersenyum pada Sasuke.

"Hn." Balas Sasuke lalu menghilang dari hadapan Hinata.

HER DEVIL HUSBAND

"Dimana Hinata, Naruto ??" tanya Hiashi tajam saat Naruto muncul dari tangga dengan wajah yang kusut.

"Mmm dia sedang bersiap-siap dikamarnya jii-san." ujar Naruto gugup sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Hiashi menolak dipanggil tou-san oleh Naruto, karena dia tahu Naruto-lah yang membuat Hinata menangis beberapa tahun yang lalu. Sedangkan Hiashi menikahi Kushina karena janjinya pada Minato sesaat sebelum dia meninggal. Jadi Hiashi tidak pernah menyentuh Kushina selama pernikahannya. Namun Hinata dan Naruto tidak mengetahui hal tersebut.

"Aku disini tou-san, ada apa ??" tanya Hinata dengan senyum manis di wajahnya, dia tengah berdiri diujung tangga belakang Naruto.

Hiashi tersenyum lembut lalu mengulurkan tangannya pada Hinata. Dia pun menerimanya dengan senang hati. "Kau terlihat sangat cantik, sayang. Kenapa kau tidak memberi tahu tou-san jika kau dekat dengan keluarga Uchiha ??" Hiashi membawa Hinata menuju ruang tamu untuk menunggu tamunya.

Hinata mengernyitkan sedikit alisnya, "Ah, gomen tou-san, aku hanya takut jika hubunganku dengan Uchiha-san tidak berakhir dengan baik dan itu akan membuat tou-san kecewa." Sebenarnya yang dikatakan Hiashi masih kabur dikepalanya, namun dia menjawabnya dengan asal tapi kebohongan tidak langsungnya berjalan dengan lancar.

Sedangkan Naruto yang mengikuti dari belakang semakin dibuat penasaran dengan percakapan Hiashi dan Hinata.

'Uchiha ?? Sasuke kah atau ada yang lain ??' batin Naruto.

"Baju mu terlalu terbuka, kau tidak boleh berpenampilan seperti itu ketika bertemu dengan kolega bisnismu." Celetuk Karin yang sedang duduk menyilangkan kakinya.

"Tidak perlu menasihati putriku, apapun yang dia pakai dia akan tetap terlihat cantik. Dan ngomong-ngomong soal kolega bisnis mereka sepertinya lebih tertarik pada putriku, dari pada kau." Ujar Hiashi datar.

Karin memberikan death glare pada Hiashi, entah mengapa dia merasa bahwa Hiashi tidak menyukainya seperti dia tidak menyukai Hinata. Karin merupakan pewaris dari perusahaan milik keluarga Uzumaki, dan Naruto mewarisi perusahaan Namikaze milik mendiang ayahnya.

Tok..tok..tok...

"Sepertinya tamu kita sudah tiba..." ujar Kushina yang tiba-tiba muncul di belakang Karin.

Dua orang maid pun membuka pintu besar tersebut, Hiashi, Hinata, Naruto, Karin, dan Kushina pun berdiri berjajar untuk menyambut tamu mereka. Muncul lah empat orang laki-laki berpakaian formal serba hitam dan seorang wanita memakai gaun hitam panjang ditengahnya.

Mata Hinata menyipit memastikan matanya tidak salah melihat, salah satu lelaki berpakaian hitam tersebut adalah Sasuke yang beberapa menit lalu menemuinya. Sedangkan Naruto menampilkan wajah bodohnya melihat keluarga Uchiha dihadapannya. Dan Karin wajahnya merona padam entah mengapa.

"Selamat datang Fugaku." Ujar Hiashi datar namun hangat.

Fugaku mengangguk lalu berjalan mendekati Hiashi lalu mereka pun berpelukan. "Lama tidak berjumpa Hiashi, bagaimana kabarmu ??" ujar Fugaku setelah melepaskan pelukannya.

"Kabarku baik." Ujar Hiashi lalu mempersilahkan keluarga Uchiha untuk duduk. Namun tiba-tiba Mikoto mendekati Hinata dan memeluknya. "Gaun yang dipilihkan Sasuke-kun memang cocok untukmu."

Hinata merona sambil memandang Sasuke dari balik punggung Mikoto. Dia tengah tersenyum padanya ah bukan lebih tepatnya dia menyeringai. Mikoto pun melepaskan pelukannya lalu duduk disamping Fugaku yang duduk berhadapan dengan Hiashi.

"Sebelum kita memulai sarapan, sebaiknya kau mengenalkan anggota keluargamu Fugaku. Aku hanya mengingat nama putra bungsumu." Ujar Hiashi jujur. Sasuke kembali menyeringai, ya Hiashi berhasil mengingat namanya karena ulahnya.

"Tentu saja kau tidak lupa nama istriku, bukan ??" Hiashi mengangguk, "Dia Itachi, putra sulungku." Itachi bangkit lalu menunduk hormat. "Dia Sai keponakanku, dia juga tangan kanan Sasuke." Sai melakukan hal yang sama dengan Itachi. "Lalu, mengapa ada keluarga uzumaki dan Namikaze dirumah mu ??"

Hiashi meneput dahinya dengan tidak elit, "Aku lupa memberitahumu, setahun lalu aku menikah dengan Kushina, mantan istri Namikaze Minato dan laki-laki disana adalah Naruto putra dari Kushina dan Minato."

"Pantas saja kau tidak pernah berkunjung ke mansion Uchiha lagi Naru, ternyata kau pindah kemari." Celetuk Itachi.

Karin memasang wajah sebal karena Hiashi sama sekali tidak memperkenalkannya, "Ehem, namaku Karin, aku adik Kushina-nee san." ujar Karin dengan bangga.

"Kau bibi Hinata ?? pantas saja kau terlihat tua." Celetuk Sai dengan senyum palsunya.

Perempat siku muncul di dahi Karin, namun tidak ada satu pun dari keluarga Uchiha yang menghiraukannya.

"Sebaiknya kita mulai sarapan bersama sambil membahas rencana yang kau tulis di surat." Ujar Hiashi sambil berjalan menuju ruang makan bersama Hinata disampingnya.

Bagi orang yang tidak mengetahui isi hati Hiashi pasti akan merasa janggal melihat Hiashi tidak berjalan bersama dengan istrinya, tapi karena keluarga Uchiha adalah iblis, mereka dengan mudah mengetahui isi hati dan pikiran orang lain.

HER DEVIL HUSBAND

Semua orang tengah menunggu dessert yang sedang dipersiap kan oleh para maid. Hinata lah yang memilihkan dessertnya, dia memilih pie tomat untuk Sasuke, ice cream buah untuknya dan Lemon Meringue Pie untuk yang lainnya.

"Selera mu bagus sekali Hinata-chan." Ujar Mikoto saat melihat Lemon Meringue Pie yang disajikan oleh maid.

"Ah ini bukan apa-apa baa-san, sebenarnya aku lebih menyukai makanan tradisional dibandingkan makanan western." Ujar Hinata jujur.

Hinata duduk disebelah kanan Hiashi, disampinya duduklah Sasuke yang semenjak tadi terus menyeringai padanya. Dihadapan Hinata duduk lah Kushina, Naruto kemudian Karin.

"Kau benar-benar tahu selera Sasuke, dia benar-benar menyukai tomat, dia tidak akan menyentuh masakanku jika tidak ada tomat didalamnya." Mikoto memberengutkan wajahnya. Dan dibalas senyuman oleh Hinata. Dia sengaja menyuruh maid membuat pie tomat untuk Sasuke karena perintah dari Sasuke secara langsung melalui telepati.

"Baiklah Hiashi, kau pasti sudah tahu maksudku kemari, untuk melamar putri tunggalmu." Ujar Fugaku datar.

"Uhuk..." Hinata tiba-tiba saja tersedak ice cream buahnya, Sasuke pun memberikan minum pada Hinata dengan hati-hati.

"Pelan-pelan saja, sayang." Sasuke mengelus punggung Hinata pelan mengalirkan getaran aneh pada tubuh Hinata.

TBC

Yeeee first chap update !! minna jangan lupa review, vote, foll dan fav yaaa _ makasih buat yang udah tebak-tebakan sama aku, LOL

Udah tau kan tokoh antagonisnya siapa ?? dan alasan Hinata nangis di balkon, tapi alasan Sasuke engga ngambil jiwa Hinata belum aku bongkar wkwkwk biarkan kalian nebak aja sampai puas #apasih agak worse sih di chap ini, feelnya kurang dapet. Dan tokoh antagonis yang sebenarnya belum muncul. Mereka yang muncul di chapter ini belum benar-benar antagonis lho. Di chapter dua Sasuke mulai ngeluarin keahliannya sebagai iblis. Tapi belum terlalu wah.

Aku insya allah bakal update teratur, hari Selasa atau Kamis. Tergantung padatnya aktivitas saya di sekolah.

Selamat berbuka puasa untuk yang menjalankan puasa sunah senin-kamis atau puasa arafah dan Selamat hari raya Idul Adha bagi umat muslim.

Salam Uchiha Kazeera- Himekazeera.