"You're My Last Love"

Cast : - Choi Siwon
- Cho Kyuhyun
- Tan (Cho) Hankyung
- Kim (Cho) Heechul
- Choi Jiwon
- Choi Soo Hyun (Siwon's child)
- and other cast...

Warning : Genderswitch, typo bertebaran, cerita pasaran, no copy no bash..

Summary : Choi Siwon, seorang office boy yg juga duda beranak satu, jatuh cinta pada ibu guru cantik yg mengajar di tempat sang anak bersekolah. Setelah lima tahun menduda akhirnya Siwon kembali merasakan jatuh cinta lagi. Akankah Siwon mampu mengutarakan perasaannya dan memiliki sang ibu guru cantik?

Prev Part 1

"Lalu Hyunnie dirumah bersama siapa?"

"Cendilian, Caem.."

"Sendirian? memangnya Hyunnie tidak takut dirumah sendirian?"

"Ani, Hyunnie cudah biaca ditinggal appa bekelja. Kata Appa Hyunnie ga boleh takut coalnya umma pasti akan melindungi Hyunnie dan celalu belcama Hyunnie"

Lagi-lagi Kyunie terharu mendengar jawaban Hyunnie. Entah mengapa ada sedikit rasa sesak dihatinya. Obrolan guru dan murid itu pun terhenti saat seseorang datang dan menghampiri keduanya.

"Baby Hyunnie.."

"Appaaa..." Hyunnie segera bangkit lalu memeluk sang ayah.

PART 2

"Hey sayang, maaf ya appa terlambat lagi menjemputmu"

"Ga apa-apa, Appa.. Hyunnie ngelti kok. Lagian Hyunnie juga ditemenin cama Caem Hyunnie. Appa mau kenalan?"

"Uh? Ah.. annyeong haseyo saenim.. Choi Siwon imnida, saya ayahnya Hyunnie. Maaf bila saya merepotkan anda"

"Ne annyeong haseyo tuan Choi, Cho Kyuhyunie imnida. Tidak apa-apa saya justru senang bisa menemani Hyunnie"

"Appa, Hyunnie lapel. Kita pulang yuk"

"Ah baiklah, kalau begitu Cho saenim, kami pamit pulang dulu. Terimakasih sudah menemani anak saya"

"Ne tuan Choi sama-sama, hati-hati dijalan"

"Caem, Hyunnie pulang dulu ya. Coalnya Hyunnie udah lapel. Telimakacih cudah nemenin Hyunnie. Campai beltemu becok Caem yeppoo"

"Ahaha, ne Hyunnie yeppo hati-hati dijalan ne"

"Ayo appa kita pulang"

"Ne, Saenim saya permisi dulu" Siwon sedikit menunduk sambil tersenyum kearah Kyuhyunie.

Siwon dan Hyunnie pun berjalan meninggalkan taman kanak-kanak tersebut dan berjalan menuju halte bus yg terletak tak jauh dari sekolah Hyunnie. Siwon tidak memiliki kendaraan pribadi dikarenakan kondisi perekonomiannya. Ia bersyukur setidaknya sang anak masih bisa bersekolah walaupun masih TK. Setelah sampai dihalte mereka pun duduk sambil menunggu bus. Tidak berapa lama bus yg mereka tunggu pun akhirnya datang. Beruntung masih ada tempat duduk dan bus tidak terlalu penuh jadi Siwon dan Hyunnie tidak terlalu berdesak-desakkan saat didalam bus.

"Sayang, nanti kita mampir ke kedai ahjumma Lee sekalian makan siang"

"Ne appa, Hyunnie juga kangen pengen makan jajangmyun nya ahjumma Lee"

Tidak berapa lama bus pun berhenti. Siwon dan Hyunnie segera turun lalu mereka berjalan menuju sebuah kedai jajangmyeon langganan mereka. Masih ada waktu empat puluh menit sebelum Siwon kembali bekerja. Mereka pun masuk kedalam kedai yg langsung disambut oleh pemilik kedai.

"Annyeong Siwon-ah, annyeong Hyunnie sayang.."

"Oh Jumma annyeong.. jumma Hyunnie lapel, Hyunnie pecan jajangmyun cepelti biaca ne, cetengah polci"

"Ne, nanti ahjumma buatkan pesanan Hyunnie. Kau ingin makan apa, nak Siwon?"

"Ah seperti biasa saja ahjumma.."

"Kau tidak ingin mencoba menu lain?"

"Ah tidak ahjumma, uang saya pas-pasan. Mungkin nanti kalau saya memiliki uang lebih saya pesan yg lain"

"Aigoo.. kau ini seperti dengan siapa saja. Kalau kau ingin yg lain ahjumma bisa buatkan. Soal uang kau bisa membayarnya kapan-kapan"

"Ne terimakasih ahjumma. Tapi saat ini saya ingin menu seperti biasa saja"

"Baiklah.. tunggu sebentar ne.."

Ahjumma Lee pun pergi kedapur membuatkan pesanan Siwon dan Hyunnie. Tidak berapa lama ahjumma Lee datang membawakan pesanan Siwon dan Hyunnie.

"Ja.. pesanan datang.. ini untuk Hyunnie, dan ini untuk nak Siwon"

"Telimakacih jumma.."

"Sama-sama sayang, ahjumma tinggal dulu ya, selamat makan.."

"Uhm!"

"Baby, sebelum makan kita berdoa dulu ne"

"Ne appa.." Hyunnie pun memejamkan matanya mulai berdoa dalam hati.

"Amin.. selamat makan.."

"Appa.. menulut appa Kyu Caem tu bagaimana?"

"Kyu Ssaem? ehmm.. Dari yg appa lihat Kyu ssaem itu cantik dan juga baik. Memang kenapa Hyunnie bertanya seperti itu?"

"Ani.. Hyunnie cuma bayangin ceandainya Kyu caem bica jadi umma Hyunnie"

UHUK... Siwon tersedak air yg sedang diminumnya.

"Appa.. appa kenapa? appa baik-baik caja kan? Appa jangan bikin Hyunnie takut"

"Hahhh.. appa tidak apa-apa sayang, jangan khawatir"

"Huh appa nih cepelti anak kecil caja. Maca minum caja campe telcedak"

"Appa hanya sedikit terkejut saja. Kenapa Hyunnie bisa membayangkan Kyu Ssaem.. em.. jadi umma Hyunnie?"

"Coalnya Hyunnie cuka cama Kyu caem yg cantik juga baik cama Hyunnie. Hyunnie juga pengen ngelacain punya umma cepelti teman-teman Hyunnie yg lain" ucap Hyunnie sambil menunduk.

Siwon menghentikan acara makannya. Ia menatap putri tunggalnya yg sedang menundukkan wajahnya. Ia tau pasti anaknya tengah berusaha menahan tangisnya.

"Hey Hyunnie baby, lihat appa.."

Hyunnie pun mengangkat kepalanya dan melihat kearah sang ayah yg berada disampingnya. Siwon bisa melihat mata anaknya memerah karena menahan tangisan. Ia tau sang anak pasti ingin seperti anak-anak yg lain yg memiliki orangtua lengkap. Namun apa daya sampai saat ini Siwon belum menemukan wanita yg cocok. Apalagi ia hanya seorang duda dan tidak memiliki banyak harta. Mana ada wanita yg mau dengannya, fikir Siwon. Ia pun memeluk sang anak sambil mengusap kepalanya.

"Maafkan appa sayang.. selama ini appa belum bisa membuat Hyunnie bahagia. Appa berjanji suatu saat nanti jika sudah waktunya Hyunnie pasti akan memiliki umma baru"

"Benalkah appa?"

"Ne.. tentu saja"

"Cepelti Kyu Caem?"

"Ehm.. i-iya.."

"Kapan appa?"

"Entahlah, appa juga belum tahu. Kalau Hyunnie ingin umma baru Hyunnie harus sabar menunggu. Hyunnie mau kan bersabar?"

"Uhm.. Hyunnie mau belcabal cupaya bica punya umma balu. Tapi Hyunnie pengennya Kyu caem yg jadi umma Hyunnie, boleh ya appa?"

"Ah.. begini sayang.. soal jodoh itu sudah diatur sama Tuhan. Kita tidak tau siapa jodoh kita kelak karena itu rahasia Tuhan. Bisa jadi kalau Tuhan menghendaki appa sama Kyu ssaem berjodoh, Kyu Ssaem bisa jadi ummanya Hyunnie"

"Oh jadi begitu ya appa.. kalau begitu Hyunnie akan minta cama Tuhan cupaya Kyu Caem bica jadi umma Hyunnie"

"Yasudah sekarang kita lanjutkan makannya. Sebentar lagi appa harus kembali bekerja"

"Ne appa.." Kedua ayah dan anak itu pun melanjutkan makan mereka yg sempat tertunda.

Sementara itu di Mansion Cho..

Kyuhyunie baru saja sampai dirumahnya. Rumahnya nampak sepi. Ayahnya belum datang sementara ibunya pasti sedang berada dibutiknya. Ia pun segera naik menuju kamarnya yg berada di lantai dua. Ia masuk kekamarnya lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang empuknya. Mendadak ia teringat saat tadi bertemu dengan ayah dari Soohyun. Entah mengapa ia merasakan debaran aneh pada jantungnya saat melihat pria itu tersenyum. Jujur ia sedikit terpesona dan.. entahlah ia sendiri bingung bagaimana mendeskripsikannya.

"Ya Tuhan.. kenapa tadi jantungku berdebar-debar ya saat melihat ayahnya Soohyun. Apa jangan-jangan... Oh astaga.. apa yg sedang kufikirkan? Ah sebaiknya aku mandi dulu saja" Kyunie segera bangun lalu bergegas menuju kamar mandi. Ia perlu berendam agar fikirannya tidak kacau.

Siwon sudah mengantarkan anaknya pulang kerumah. Ia pun tengah bersiap untuk kembali bekerja.

"Hyunnie baby, appa berangkat dulu ne. Hyunnie baik-baik dirumah jangan kemana-mana. Tunggu sampai appa pulang. Kalau Hyunnie lapar diatas meja ada makanan pemberian dari ahjumma Lee"

"Ne appa.. Hyunnie akan jaga lumah baik-baik dan menunggu campai appa pulang"

"Anak pintar.. sekarang ppoppo appa dulu"

"Muach.. muach.." Hyunnie mencium pipi kanan dan kiri ayahnya.

"Okey.. appa pergi dulu.. jangan lupa kunci pintunya"

"Ayay kapten"

"Bye sayang.."

"Dah appa, hati-hati keljanya dan cepat pulang" Setelah sang ayah pergi Hyunnie pun segera masuk lalu mengunci pintu sesuai pesan sang ayah.

TBC..

Chap 2 is up.. gimana chingu masih pantas lanjut kah? so review juseyo^^.