Sankyuu atas Reviewnya.
Gomen kalau ada kata-kata yang kurang nyambung, NA masih baru sih...
selain itu juga ada beberapa kesalahan, seperti nama Jimie yang seharusnya Jamie. maaf ya :(
selamat menikmati kembali cerita NA #hormat... GRAKK
RISE OF GUARDIAN
FANFICTION
PAST
Disclamer : DreamWorks Animation
Chapter 2
~ 30 Years Later ~
Jack Frost duduk di antara dahan pohon musim panas hari ini, beruntung saat ini sedang malam hari, jadi Jack tidak terlalu merasa kepanasan. Matanya yang biru menatap sosok yang mirip seperti Jamie yang sedang bercanda ria dengan tantenya, Sophie, mengingatkan dirinya tentang adiknya. debu emas berjatuhan di atas. Jack pun melihat debu emas milik Sandy memasuki beberapa rumah, dan matanya teralihkan pada anak Jamie dan Sophie yang telah tertidur. Jamie pun mengangkat anaknya masuk kedalam kamar begitu pula dengan anak Sophie. Jack pun terbang menghampiri Sandy.
"Apa kabarmu Sandy?" Sandy membalas dengan dua jempol dan senyuman. Jack pun tertawa kecil, Sandy memberikan tanda daun musim gugur kepada Jack, Jack kira itu hanyalah salah satu mimpi anak-anak hingga perlahan-lahan berubah menjadi bentuk seorang gadis.
"Kita dapat bertemu dengannya?" senyuman Sandy membuat Jack tertawa dengan senang.
"Apa yang kita tunggu ayo pergi Sandy," Sandy menunjukan jarinya ke arah atas dan di sana kereta milik North muncul dengan suara khas santa.
"Ayo pergi tuan-tuan," Sandy dan Jack duduk di kereta dengan Aswin yang duduk di sebelah Bunny.
"Hey Aswin," sapa Jack dan Aswin hanya mengangguk hormat, membuat Jack merasa tidak nyaman.
"Kalian semua di tugaskan untuk bertemu dengan keempat spirit of season, tetapi sebelumnya kita harus pergi ke Nature Island," kata Aswin. North pun mengguncangkan bola ajaibnya dan memunculkan portal ke Nature Island.
"Kau bilang kita tak bisa pergi menggunakan bola ajaib mu?" tanya Jack.
"HA. Kita telah mendapatkan izin untuk langsung menuju Nature Island menggunakan bola ajaibku," Jack pun mengalihkan pandangannya ke Aswin meminta penjelasan.
"Orang baru memang susah untuk diberitahu," Jack menatap Aswin tidak suka.
"Sudahlah Jack," Tooth berhasil membuat Jack menahan dirinya untuk membekukan Aswin di tempat. Jack pun mengalihkan pandangannya saat kereta seluncur North memasuki portal. Dan lagi-lagi Jack tetap terpukau dengan pemandangan Nature Island, sosok spirit yang lain muncul dan kali ini jumlahnya ada banyak, dan Jack dapat langsung membedakan yang mana prajurit dari berbagai musim. Setelah kereta milik North mendarat, Jack ingin cepat-cepat bertemu dengan gadis musim gugur itu. Jack sendiri bingung, kenapa dirinya sangat ingin bertemu dengannya.
"JACK!" teriakan Tooth membuat Jack terbangun dari lamunannya.
"Ada apa?" tanya Jack. Tooth menyuruhnya untuk melihat ke depan, dan di sana. 2 laki-laki dan 2 perempuan berdiri memandang pohon besar yang berwarna pelangi yang dikenal sebagai Mother of Nature.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Jack, membuat Aswin menoleh ke arahnya, tetapi yang di dapatkan Aswin adalah mata Jack yang ternyata terfokus kepada gadis berambut pink mengkilap tersebut.
"Mereka sedang menunggu Mother of Nature dan The Man in the moon untuk memberikan perintah atas penyerangan yang terjadi 2 minggu yang lalu,"
"Penyerangan?" tanya Jack, tetapi tak dijawab karena mata Aswin dan Jack terpukau ketika cahaya Aurora mengenai keempatnya. Kemudian ketika sinar itu hilang dan beberapa akar dan tumbuhan menutupi Mother of Nature, begitu pula dengan awan yang menutupi The Man in the moon. Kemudian muncul wanita dengan pakaiannya yang bergaya ala victoria.
"4 kingdom of season dan The Guardian…" Jack menatap gadis berambut pink itu yang dari tadi yang tidak menunjukan wajahnya, Jack sendiri geram. Jack akui, dia tidak pernah melihat wajahnya lagi ketika hari itu….
FLASBACK
Jack tertegun melihat wajah cantik gadis ini, rambutnya pink mengkilap, kulitnya putih, bulu matanya lentik. Jack pun sedikit terkejut ketika beberapa bunga mawar tumbuh disekeliling para spirit yang baru.
"Ini aneh," kata Aswin menatap gadis itu.
"Apa yang aneh?" tanya Jack.
"Rambutnya berwarna pink… te-tetapi dia spirit musim gugur," kata Bunny sedikit terkejut.
"Kulitnya pun putih," kata Tooth mendekat.
"Apa yang akan kamu lakukan Aswin?" tanya North. Belum sempat Aswin menjawab, suara Jack membuat yang lain terkejut.
"Ada apa dengan kalian? memang kenapa dengan gadis ini? kenapa tingkah kalian sangat aneh?" tanya Jack dengan suara yang kasar, gadis itu pun sedikit memberontak karena kesakitan akibat tangan Jack yang mencengkram pergelangannya beruntung gadis itu tidak terbangun.
"Panggilkan para prajurit! Bawa spirit baru ini ke kingdom," kemudian muncul beberapa prajurit spirit wanita dan membawa spirit baru pergi.
"Jack, setiap spirit memiliki warna rambut yang berbeda," kata Tooth memulai pembicaraan ketika para prajurit pergi.
"Pirang untuk musim semi, hitam untuk musim dingin, biru untuk musim panas, dan musim gugur… berwarna coklat," kata Bunny.
"Terus? Apa masalahnya?" tanya Jack.
"Jack… apa kamu ingat siapa yang membuat musim hujan?" tanya North. Sandy pun memunculkan tanda petir di atas kepalanya.
"Petir? Badai?"
"Lady Storm," kata Aswin. Jack mengalihkan matanya ke arah Aswin.
"Lady storm adalah spirit musim dingin… tetapi sekarang tidak lagi," kata North, Jack menatap bingung kearah North. Tooth pun dengan berat hati menceritakan kisah tersebut.
"Aswin. Bolehkah…" Tooth meminta izin kepada Aswin untuk memperbolehkannya menceritakan hal ini kepada Jack.
"Tidak masalah. Jack adalah Guardian," kata-kata Aswin membuat Tooth segera memberitahu Jack tentang masalah tersebut.
"Karna rambutnya berwarna abu-abu Jack. Spirit yang memiliki warna rambut yang berbeda, maka akan diusir," kata Tooth. Mata Jack menatap tak percaya. Hanya karna warna rambut yang berbeda?.
"Kenapa bisa? Tunggu dulu…. Apa mungkin…" Sandy menatap Jack dengan sedih.
"Maafkan aku Jack. Ini mungkin membuatmu sedikit terkejut, dahulu ketika spirit baru muncul dengan rambut berbeda, ada keyakinan bahwa 'mereka' akan membawa petaka bagi kestabilan alam dan karena itulah spirit yang memiliki warna rambut yang berbeda akan diusir atau mungkin diasingkan. selain itu juga kita tidak tahu 'mereka' ada dimana," kata Tooth.
"Mereka?" tanya Jack. Tooth segera menutup mulutnya.
"tenang saja. Gadis ini tidak akan kami biarkan diusir," kata Aswin.
Setelah kejadian tersebut, Jack diberitahu North bahwa gadis tersebut diterima di Kingdom Autumn dan tidak terjadi masalah, bahkan gadis tersebut sempat berkata ingin bertemu dengan Sandy dan Jack. Dan kabar ini telah membuat Jack melupakan permasalahan sebelumnya.
END OF FLASBACK
-Kingdom of Autumn-
Jack berani akui bahwa kerajaan musim gugur ini cukup indah. Warna orange, merah, dan kuning membuat tempat ini seperti di surga. Dan siapa sangka bahwa Jack dapat bertatapan langsung dengan gadis berambut pink yang dikepang saat ini. Jack dan para Guardian sedang berada di ruang lobi menunggu gadis itu untuk memulai pembicaraan.
"Sandman dan Jack Frost… aku… selalu ingin bertemu dengan kalian," kata gadis itu. Suaranya bahkan membuat Tooth menghampirinya.
"Coba buka mulutmu," gadis itu sedikit ragu, kemudian perlahan mulutnya terbuka dan dengan girang Tooth berserta baby Tooth berteriak senang.
"Lihat giginya. Putih bersih. Seperti Jack Forst," perkataan Tooth membuat gadis itu mengarahkan mata birunya ke arah Jack yang membuat Jack malu.
"Love bird," ejek Bunny, membuat Jack kesal.
"ah… namaku Rozfeya, biasa dipanggil Rose," satu nama itu sebenarnya asing untuk Jack tetapi ketika mendengar nama panggilannya… Jack rasa itu memang cocok untuk dirinya.
TBC~
haha sedikit aneh ya namanya?
di chapter selanjutnya NA akan coba untuk membuat adegan romantisnya
ah... sebelumnya NA mau kasih tau dulu bahwa dicerita ini Jamie sudah besar dan memiliki anak, begitu juga dengan Sophie. karna saat itu sedang musim panas yang berarti hari libur nasional, ceritanya keluarga Jamie dan Sophie sedang berlibur bersama keluarga besar.
terima kasih sudah mau membaca ya...
jangan lupa Raview ya... ^_^
