Cerita sebelumnya :
"Yagami-kun" panggilnya.
"Y-Yeah, ada apa?"
"Bagaimana dengan lukamu? Apakah sudah baikan?" tanya Meiko khawatir.
"Um,… masih sedikit terasa sakit sih, tapi tenang saja. aku sudah lebih baik sekarang! ngomong-ngomong sudah berapa lama aku tak sadarkan diri disini. Mochizuki-san?" jawabnya ingin tahu.
"Kau tak sadarkan diri sudah 2 hari, semua teman-teman pada mengkhawatirkanmu. Yagami-kun dikelilingi orang-orang yang luar biasa" sahutnya tersenyum hangat, Taichi yang mendengar itu hanya menunduk menyesal.
"Itu tidak berlaku untukku"
EH?!
"Apakah ada yang salah, Yagami-kun?" terkejut karena Taichi berkata seperti itu dengan nada gemetar.
"Aku yang sekarang penuh dengan keraguan dan takut dalam pertempuran. beberapa bangunan yang rusak bahkan orang-orang yang tidak bersalah terluka akibat serangan para digimon yang tidak terkendali semua ini membuatku merasa bersalah"
"Yagami-kun"
"Tapi, tetap saja aku ini tak pantas bersama dengan yang lainnya-… Mochizuki-san?!" Taichi terkejut bahwa kedua tangan wanita itu mendekap tangan kanannya.
"Aku yakin para digimon kita menginginkan kehidupan manusia yang normal tanpa ada yang terganggu oleh mereka dan aku yakin mereka pun memiliki alasan tersendiri untuk melakukan ini"
"Mochizuki-san" gumamnya.
"Pada saat itu Mei-chan menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Yagami-kun yang sedang sekarat, tapi saat itu Mei-chan berkata dia tidak menyesali apa yang dipilihnya dan aku sadar bahwa Mei-chan dan para digimon yang lainnya, benar-benar ingin melindungi Yagami-kun juga" ujar Meiko menangis mengingat kejadian yang terjadi didunia digital sebelumnya.
HIKS! HIKS!
"A-Agumon!" gumam Taichi tak dapat membendung kesedihannya kali ini. Meiko yang melihat reaksi pria itu bersedih tanpa ragu dan gugup membenamkan kepalanya pada dadanya.
"Kau harus tegar Yagami-kun" kata Meiko menenangkan Taichi dan mendekapnya dalam pelukannya.
"U-Um…" gumam Taichi pelan.
Disclaimer : Digimon Adventure tri
Pair : Taichi x Meiko, Yamato x Sora, All character.
A/N : Fanfic ini hanya berupa pemikiran asal dari author yang abal-abal dan pasaran, jika ada pihak yang tidak suka dengan cerita ini. mohon tekan back kembali.
Chapter 02 : Pernyataan cinta? Sora atau Meiko yang akan kau pilih.
Pagi hari ini diawali dengan cuaca yang cerah terang oleh sinar matahari, beberapa aktivitas kegiatan sekolah di SMA Odaiba berjalan normal seperti biasanya. Pemuda itu dikelilingi oleh beberapa teman sekelasnya, beberapa ada yang ingin tahu dan ada juga yang khawatir melihat perban yang membungkus tangan kanannya.
"Taichi, apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
"Benar, kau habis berkelahi dengan siapa? Lalu siapa yang akan menjadi striker kita dalam pertandingan minggu ini?!"
"Kurasa Yagami-kun, akan diliburkan dulu, mustahil jika dia bermain dengan kondisi seperti ini"
"Ah,… itu aku tersandung batu hingga begini akhirnya, Eh?! kenapa tidak boleh manajer padahal ini pertandingan penting sekali-…. Aduduh sakit, sakit, sakit. kumohon jangan lakukan!?" ujar Taichi menolak, namun keinginan keras kepalanya harus berakhir bahu kanan yang dicengkram kuat oleh wanita surai merah tua pendek sebahu dengan urat kekesalan yang muncul pada kepalanya.
"Sakit tahu!" gerutu Taichi memarahi manajernya.
"Y-Yagami-kun, j-jangan paksakan dirimu dulu, lebih baik pulihkan dirimu untuk saat ini!" saran Meiko yang ikut bergabung dalam obrolan teman-temannya.
"Yang dikatakan Mochizuki-san benar, menurut saja Taichi!"
"Benar!"
"K-Kurasa begitu" sahut Taichi pasrah karena kalah dalam jumlah suara. Dirinya hanya meruntuk sebal.
AHAHAHA!
Beberapa orang yang berada dikelas itu tertawa melihat reaksi konyol dari Taichi, namun sahabatnya memandang dirinya dengan raut wajah sedih dan mulai keluar kelas menjauhi dirinya, pemuda itu sekilas tak mengerti mengapa gadis itu Sora memandang dirinya dengan raut wajah murung.
"Ada apa dengannya?" batin pria itu memandang Sora tak mengerti.
JAM ISTIRAHAT.
Pelajaran dijam pertama telah selesai, beberapa murid mulai istirahat. Taichi kali ini berada diruang UKS, dirinya hanya meruntuk menahan sakit, karena harus mengganti perban yang baru. pria paruh baya itu diam dalam menyembuhkan anak itu yang tidak bisa diam.
"Diamlah Yagami! Nanti akan terlepas kembali perbannya!" marah pria itu kepada Taichi.
"Habisnya sakit sekali Nishijima-sensei!" sahut Taichi menggerutu, beberapa kali melakukan gulungan roll terakhir dan mengikat dengan kuat.
"Aduh! Sensei pelan-pelan sedikit, kenapa?!"
"Kau ini laki-laki masa dengan luka seperti ini saja sudah banyak mengeluhnya!" ejek Nishijima kepada Taichi.
"Dasar sensei payah!"
"Apa kau bilang?!"
"Ah, tidak apa-apa!" Kebiasaan Taichi yang asal bicara hampir membuat dirinya bisa mendapatkan luka kedua karena kurang hati-hati dalam berkata.
"Dasar, aku akan keluar sebentar. Beristirahatlah diruangan ini Yagami!" perintah Nishijima beranjak pergi.
"Ah,… baiklah, terima kasih. Nishijima-sensei" ucap Taichi membungkuk kecil. Pria paruh baya itu memberikan senyuman kepadanya dan mulai menutup pintu UKS. Meninggalkan pemuda itu yang tidur diranjang pasien, bau khas obat dan ruangan AC membuat pria itu sedikit menenangkan pikirannya untuk rileks.
TOK! TOK!
Suara pintu yang berbunyi, menandakan ada orang yang ingin masuk kedalam kelas. Kedua orang itu terkejut mendapati sahabatnya datang menjenguk dirinya diruang UKS, bersama. Siapa lagi jika bukan Yamato dan Sora yang datang.
"Kalian berdua?" Taichi tertegun mengapa mereka berdua datang.
"Bagaimana lukamu Taichi?" tanya Yamato.
"Masih terasa sakit, lalu dirimu?" tanya kembali Taichi, karena mereka berdua terluka karena berusaha untuk melindungi teman mereka.
"Seperti yang kau lihat, sudah sedikit baikan sih, kurasa. benar begitu Sora" jawab yamato sambil berkata kepada Sora.
"Ya-… eh, m-maksudku-…"
TOK! TOK!
Semua mata tertuju kepada pintu putih disana, seseorang masuk kedalam ruangan UKS, teman satu kelas Taichi dan Sora, wanita surai hitam lurus panjang sepunggung dengan kacamata yang dia selalu gunakan. Membawa beberapa plastik berisi makanan dari kantin yang dia bawa. Ekspresi Sora berubah redup terkejut, murung akan kedatangan Meiko dirinya hanya menundukkan kepalanya dalam diam.
"Eh? Ishida-kun dan Sora-san, juga berada disini?" tanya Meiko terkejut akan kedatangan dua temannya yang merupakan anak terpilih juga.
"Mochizuki-san, tumben sekali kau berada disini. apa kau menjenguk Taichi juga?" sahut Yamato ingin tahu.
"Y-Yeah, t-tadi Yagami-kun meminta tolong kepadaku, untuk membelikan roti yakisoba dikantin, jadinya aku mampir kesini" ujar Meiko menerangkan sambil memberikannya kepada Taichi, Yamato dan Sora.
"Terima kasih Mochizuki-san" ucap Taichi dengan cengiran khas lima jarinya.
"Ah, maaf merepotkan. Terima kasih" ucap Yamato menerima dengan perasaan tidak enak.
"Dan ini untukmu Sora-san-…"
PLAK!
"Aduh, Sora-san, ada apa-… " Meiko tak mengerti mengapa makanan pemberian dirinya ditepis oleh tangan Sora, baik Taichi dan Yamato sama sekali tidak mengerti.
"Oii… Sora apa yang terjadi padamu? Mengapa kau melakukan itu kepada Mochizuki-san-… Sora?!" Yamato yang tak mengerti dengan sikap gadis dengan nada memarahinya dan betapa terkejutnya bahwa gadis itu menangis dalam diam, linangan air mata membendung dan menatap tajam Meiko dengan iris marah.
"Sora-san, a-ada apa?" tanya Meiko dengan hati-hati, tak mengerti dengan sikap Sora yang aneh.
"Hei, Sora mengapa kau bersikap seperti itu kepada Mochizuki-san. cepat minta maaf?!" ujar Taichi.
"Mengapa kau tidak mengerti juga, bodoh! aku ini menyukaimu Taichi!" ujar Sora dengan nada penuh penekanan 'Suka' memandang Taichi dengan iris sedih. Yamato dan Meiko yang mendengar itu terkejut.
"Pada saat itu aku datang buru-buru untuk menemuimu dirumah sakit namun, yang kulihat membuat hatiku sangat sakit, aku melihat Meiko-chan sedang memeluk Taichi. mengapa kau harus melakukan hal itu didepanku Meiko-chan!?" tanya Sora dengan paksa.
"I-Itu…"
"Kau hanyalah orang luar dan bukan bagian dari kelompok kami!"
"Sora!"
"A-Anu,… itu…"
"Ayo jawab aku!"
"Hentikan Sora, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik!" ujar Yamato berusaha menenangkan Sora.
"Diam! ayo jawab aku Meiko-chan!" desak Sora dengan paksa.
"Jawab aku!"
"I-Itu… a-aku… Yagami-kun?!" gumam Meiko ketakutan hampir menangis melihat ekspresi Sora dingin, terkejut bahwa Taichi sudah memegang erat tangan kanannya dan membawa dirinya pergi keluar dari ruangan.
"Taichi?"
"T-Taichi, k-kenapa?!"
"Sora, dinginkan kepalamu sebelum kau bicara kasar kepada Mochizuki-san. dia adalah teman kita sekarang. saat ini aku tak mengerti apa yang sedang menganggu pikiranmu, namun apa yang kau katakan sebelumnya sudah sangat keterlaluan!" ujarnya kepada Sora. perkataan itu seakan menjadi pisau yang menusuk hati gadis itu, pernyataan Taichi yang penuh bijaksana dan mau menahan emosinya demi melindungi orang lain.
"Yamato!" panggil Taichi memandang dirinya, mengerti maksud temannya dia pun mengangguk mengerti.
"Yeah?" Yamato melihat sikap Taichi yang menunduk dengan raut keraguan.
"Tidak jadi, Mochizuki-san, ikut denganku sebentar!" ajak Taichi sambil mengenggam tangan Meiko. mereka berdua menghilang dibalik pintu meninggalkan Yamato dan Sora.
"T-Tapi?"
"Taichi!?" panggil Yamato mencoba menghentikan sahabatnya, namun dirinya tak menyauti perkataannya.
DI ATAP BANGUNAN SEKOLAH SMA ODAIBA
Mereka berdua sudah berada diatas sambil duduk disana menikmati pemandangan beberapa murid yang sedang berada dilapangan, kegiatan olahraga sedang dilakukan. Meiko menatap Taichi dengan iris ekspresi tak mengerti.
"Mochizuki-san"
"Y-Yeah?"
"Maafkan aku telah membuatmu, terlibat dalam masalahku! Lalu jangan pikirkan soal perkataan Sora yang tadi, dia memang seperti itu mudah sekali tersinggung dan cepat marah. tapi dia itu sebenarnya selalu mencoba memikirkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri ketika dalam masalah. mungkin terdengar egois, tapi sebenarnya dia orang yang sangat baik" ujar Taichi hibur.
"Begitu ya. b-baiklah aku mengerti" ucapnya merasa bersalah.
Mereka berdua terdiam kembali
"Yagami-kun, apakah k-kau ada waktu luang setelah pulang sekolah, maukah kau menemaniku kesuatu tempat hari ini?" tanya Meiko.
"Aku tidak ada latihan bola hari ini, kurasa aku bisa ikut, tapi mau kemana kita?" jawab Taichi dengan polosnya.
"Nanti juga tahu, kalau begitu kita nanti pergi bersama ya, kau maukan!" ajak Meiko bersemangat, Taichi yang melihat sikapnya seperti itu hanya menyetujuinya dengan senyum hangat.
TONG! TONG!
Bel sekolah telah berbunyi menandakan bahwa jam istirahat telah berakhir. Mereka pun mulai masuk kedalam kelas kembali untuk melanjutkan pelajaran berikutnya. Sora yang melihat mereka berdua datang bersama sekilas menatap mereka, ketahuan oleh Taichi dan Meiko, membuat gadis itu kikuk, memandang kaca disebelah kirinya. mereka berdua hanya saling menatap, menahan tawa geli melihat sikap Sora yang seperti anak kecil, karena ketahuan.
KEGIATAN SEKOLAH ODAIBA TELAH BERAKHIR.
Kegiatan belajar telah usai, bel sekolah telah berbunyi menandakan pelajaran telah selesai, beberapa murid-murid ada yang masih aktif mengikuti kegiatan tambahan extrakulikuler dan ada juga yang langsung pulang kerumah masing-masing.
Taichi saat ini menunggu didepan gerbang, mengetik tombol pada keypad Handphonenya untuk meminta izin pulang terlambat, menutup menu pesan dan menyimpan kembali barang mungil itu pada kantong saku celanannya. gadis itu barulah tiba dengan berlari-lari kecil menuju dirinya. deru nafasnya kelelahan didepan pria itu dan merapihkan kacamatannya yang tidak rapih sebelumnya.
"M-Maaf jika aku terlambat Yagami-kun!" ujar Meiko merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, jadi kita mau kemana sekarang?" tanya Taichi menyerahkan segala urusan jalan-jalan ini kepada temannya.
"Itu rahasia, nanti juga Yagami-kun akan tahu. ayo kita jalan saja!" tukasnya mengelak menyembunyikan kegugupannya. Taichi yang mendengar Meiko hanya bergerutu ingin tahu kemana mereka akan pergi.
"Tch,.. dasar pelit-…"
"Taichi!" panggil seseorang, mereka berdua langsung mendongkak melihat orang yang memanggil dirinya, ditemuinya pria surai pirang dan gadis surai coklat dengan raut ragu, enggan melihat mereka berdua.
"Yamato, Sora. Ada apa?" tanya Taichi.
"Taichi, Sora ingin mengatakan sesuatu kepadamu dan Mochizuki-san, bicaralah Sora. aku akan membantumu" Kata Yamato menengahi diantara mereka. gadis itu maju kedepan dan membungkuk didepan Taichi dan Meiko.
"Aku benar-benar minta maaf kepada kalian berdua. Taichi, Meiko-chan. perkataanku benar-benar sudah kelewatan sebelumnya, maukah kalian berdua memaafkanku?!" ujar Sora menyesal, baik Taichi dan Meiko saling menatap satu sama lain, mereka berdua tertawa melihat kelakuan Sora dan Yamato yang masih bingung.
AHAHAHA!
"K-Kenapa?" Sora kebingungan melihat reaksi kedua orang itu yang masih tertawa.
"Taichi, apa yang sebenarnya terjadi, Sora benar-benar menyesal dengan apa yang dikatakan dan kau malah-…"
"Maaf, tapi itu tidak penting lagi! Benar begitu Mochizuki-san" sela Taichi memotong perkataan Yamato.
"Hm, Aku dan Yagami-kun tidak terlalu memikirkannya perkataan Sora-san sekarang. justru akulah yang harusnya meminta maaf kepadamu. maaf jika selama ini aku selalu merepotkan kalian semua termasuk kau Ishida-kun!" ujarnya membungkuk meminta maaf.
"T-Tapi?"
"Sudah-sudah, yang terpenting aku tidak mau ada pertengkaran diantara kalian berdua kembali, benar begitu, Mochizuki-san!" sahut Taichi.
"IIya"
"Kalau begitu kami permisi dulu, Sora-san, Ishida-kun" ujarnya pamit, meninggalkan Yamato dan Sora.
"Eh, kalian mau pergi kemana?" tanya Sora kembali.
"Aku ingin pergi ke festival di kuil Tsukimine bersama Yagami-kun-… are,… Eh?! keceplosan aku berkata!" jawab Meiko tanpa sadar berkata alasan yang sebenarnya, Taichi yang mendengar perkataan wanita itu menyeringai dengan senyum jahil dan menatap wajahnya.
"Hoh, jadi mau kesana ya?" sahutnya tertawa melihat Meiko yang sudah merona malu.
"Dasar, ini semua salah Yagami-kun!"
"Apa? kenapa aku yang disalahkan sih, kau sendiri yang bilang seperti itu tahu!"
"Tetap saja ini salahmu, Yagami-kun!"
"Salahkan Sora, dia sendiri yang ingin tahu kemana kita ingin pergi!"
Sora dan Yamato yang melihat pertengkaran diantara mereka hanya tertawa melihat kelakukan diantara mereka. lebih tepatnya seperti sepasang kekasih. mereka yang masih beradu argumen, akhirnya terdiam melihat kedua orang itu yang terlihat senang.
"Kalian berdua benar-benar cocok sekali, lebih baik jangan lama-lama menunda perasaanmu Taichi, nanti Meiko-chan. bisa direbut orang lain loh!" goda Sora menjahili pria itu, muka mereka berdua kini memerah. Sora pun mendekati mereka menyatukan kedua tangan mereka bersama.
"Setuju!" sahut Yamato tersenyum jahil.
"Sora-san!
"Yamato!"
"Kami bukanlah sepasang kekasih tahu!" ujar Taichi dan Meiko bersama.
"Iya… iya, sekarang belum, namun sebentar lagi pasti jadiankan!" ujar Yamato berlalu menjauhi mereka berdua bersama Sora.
"Benar sekali!" Sora hanya menyetujuinya.
"Oii, kalian berdua!"
"Tolong jaga Taichi ya. Meiko-chan!" ucap Sora dengan menggoda dirinya.
"S-Sora-san!" gerutu Meiko sudah sangat malu karena selalu digoda oleh temannya.
Mereka berdua saling menatap, entah perasaan apa diantara mereka saat ini. pernyataan Sora yang sebelumnya membuat kedua orang itu kini menjadi gugup dan canggung sekarang.
"A-Apa?" tanya Meiko sambil mencuri-curi pandang ke Taichi.
"A-Ah, tidak ada apa-apa, A-Ayo berangkat, Mochizuki-san"jawab Taichi gugup.
"H-Hm"
Mereka berdua berlalu pergi menjauhi sekolah, namun kedua temannya masih terdiam dibalik tembok bangunan menyaksikan langkah pergi kedua orang itu yang terlihat bahagia. Yamato memperhatikan gadis itu yang bersuram sedih pada wajahnya.
"Ne-… Yamato"
"Apakah kau masih mengingat hadiah yang kuberi ketika di hari natal?" Yamato menyadari kenangan itu, dirinya mengangguk mengetahui hadiah yang diberikan oleh Sora.
Note : di digimon adventure 02 episode 38. Ketika Sora memberikan hadiah kue kepada Yamato pada saat malam natal.
"Aku ini benar-benar wanita yang buruk dan pencemburu. h-hatiku tidaklah tegas, si bodoh itu memang selalu membuatku kagum dan terkadang kesal, a-aku merasa sangat tidak pantas jika berada didekatnya!" air mata Sora kini mengalir deras dari wajahnya, tangannya dia dekap memegang dadanya yang merasakan sakit. Cinta terkadang menjadi penawar obat dan terkadang menjadi racun bagi diri sendiri. Kini dirinya sudah tak mampu menyembunyikan rasa cemburu, bimbang dan sedihnya dihadapan pria itu. Yamato yang mendengar itu hanya memegang bahu pundak gadis itu.
"Aku bisa mengerti apa yang kau rasakan? Relakan dia, baik dirimu dan aku memang bukanlah orang yang dengan mudah membantu Taichi bangkit. namun Mochizuki-san, memang berbeda dengan kita berdua, tidak! dia memiliki kekuatan aneh yang dapat membuat Taichi berubah. itulah yang kurasa, jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang, Sora?" ujar Yamato hibur.
Terdiam.
Menghapus air matanya, dengan kedua lengannya dan mulai tersenyum hangat menatap Yamato.
"Aku ingin membantu mereka jadian! maukah kau membantuku Yamato?" ujar Sora mengepalkan kedua tangannya dengan semangat. Pria itu tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan membantumu!" sahut Yamato tersenyum.
KUIL TSUKIMINE
Mereka berdua pun segera berangkat menuju festival dikuil Tsukimine, perjalanan menuju tempat itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari sekolah mereka, beberapa dentungan musik tradisional menjadi penghias sore menuju malam yang akan tiba beberapa menit lagi. Meiko dan Taichi berkeliling mengunjungi setiap stand yang menurut mereka menyenangkan.
Menghabiskan waktu bersama, hingga membuat mereka kelelahan. Taichi memutuskan untuk istirahat sebentar di kursi batu dekat kuil yang kebetulan sedang sepi, melihat kondisi meiko yang sudah tak mampu bergerak kembali, ditambah isi perut mereka yang keroncongan membuat mereka semakin lemas untuk melanjutkan jalan-jalannya.
"Maaf telah membuatmu menunggu, Mochizuki-san, silahkan" Kata Taichi sambil menunjukkan kresek plastik berisi takoyaki dan teh ocha. Meiko yang melihat pria itu masih meringgis kesakitan pada dadanya.
"Y-Yagami-kun, kau baik-baik saja? harusnya aku saja yang membeli makanan, tapi kenapa kau-… Eh?"
"Aku baik-baik saja. jangan dipikirkan!" jawab Taichi dengan cengiran khasnya, Meiko yang melihat sifat pria itu akhirnya memutuskan mengalah dan mengangguk mengerti.
"Yagami-kun, selalu memudahkan sesuatu ya. sekalipun itu hal yang menyulitkan. Namun lain kali, aku akan membalas kebaikanmu!" ujar Meiko tersenyum senang melihat sikap Taichi yang mampu membuat dirinya memiliki keinginan yang kuat. dirinya tertegun akan kata-kata yang menghipnotis Taichi.
Terdiam
Taichi dan Meiko menikmati takoyaki masing-masing dalam diam, sambil melihat pemandangan aktivitas orang-orang yang berada dibawah kuil. Angin malam berhembus dengan lembut menyibak rambut gadis itu. pria itu yang melihat dirinya seakan terhipnotis akan kecantikan dan kelembutan yang dimiliki olehnya.
"Dia sangat berbeda dengan Sora" batin Taichi tersenyum hangat menatap wajah Meiko yang masih diam menikmati makanannnya. merasa ditatap tanpa henti. gadis itu hanya bersemu merona malu pada wajahnya.
"Y-Yagami-kun, j-jangan menatapku seperti itu!" mohon Meiko sudah sangat malu. Ketahuan. Taichi pun menjadi kikuk dan gugup.
"Ah, m-maaf, bukan maksudmu menganggumu kok. Mochizuki-san. maaf ya" ucapnya menerangkan salah paham.
Mereka sedang asyik mengobrol, tanpa disadari keduanya. Beberapa temannya menguntit mereka dari kejauhan dibalik bangunan kuil tsukimine.
"Wah…Taichi-san, benar-benar suka sekali menggoda Meimei. Manisnya!" ujar Mimi terkagum.
"Benarkah? Bukankah malah terlihat berlebihan cara Taichi-san pendekatan ke Mochizuki-san?" sahut Koshiro berpikiran lain.
"Seperti biasa Koshiro-san, kau terlalu rumit dalam menyimpulkan sesuatu, kupikir tergantung bagaimana mereka saling merasa nyaman saja" ucap Takeru kurang setuju.
"Eh… Takeru-kun, mengerti sekali tentang hal seperti ini ya?" sahut gadis sepantarannya.
"Apa Hikari-chan, cemburu?"
"Untuk apa aku cemburu-… a-apa?" tanya Hikari terkejut bahwa Takeru sudah berada dihadapannya, muka gadis itu merona, menjaga jarak dengan pria pirang sekelasnya.
"Takeru-kun bodoh!" ujarnya menormalkan dirinya yang kikuk akibat Takeru tersenyum didepan wajah Hikari.
"Kalian tenanglah, nanti kita ketahuan tahu! yang paling penting aku ingin Meiko-chan dan Taichi bisa jadian!" ucap Sora.
"Sora?" gumam Yamato tersenyum.
"Itu benar!" sahut Joe. mereka semua kembali memperhatikan kedua orang yang menjadi fokus tontonan mereka saat ini. perbincangan diantara mereka terasa sangat menyenangkan.
ZOOOM! ZOOOM! ZOOOM! ZOOOM!
Sebuah pilar cahaya tiba-tiba muncul dihadapan mereka saat ini, sebuah monster besar seperti ular panjang bertubuh putih transparan dengan kepala birunya sudah berada dihadapan mereka berdua, diikuti oleh semua para monster lainnya yang berdatangan membuat Taichi dan Meiko terkejut, berdiri dari posisi duduknya dan dilihat seseorang berpakaian dengan mantel dan jubah putih, turun dari tubuh digimon raksasa tersebut, wajahnya masih tertutup oleh kain tudung penutup kepala berjalan mendekati mereka berdua.
"Digimon?!"
"Siapa dia?" gumam Sora tak tahu orang misterius yang muncul dari pilar cahaya.
"B-Bukankah itu Qinlongmon?!" sahut Takeru tak percaya.
"Iya, namun apa yang dia perbuat disini?" heran Hikari tak mengerti.
"Tidak hanya itu Xianwumon, Baihumon dan Zhuqiaomon, mereka semua digimon suci berlevel mega?!" kata Koshiro khawatir tak mempercayai.
"Yamato-san?" panggil Koshiro mereka pun setuju keluar dari tempat persembunyian untuk menolong Taichi dan Meiko.
Taichi dengan segera melindungi gadis itu yang sedikit gemetar ketakutan.
"Mochizuki-san, tetap dibelakangku!"
"T-Tapi-…"
"Aku akan melindungimu!"
"Taichi!"
"Taichi-san!"
"Onii-chan!"
"Meiko-chan!"
"Meimei!"
Beberapa panggilan temannya datang menghampiri pria dan wanita itu yang khawatir.
"K-Kalian, mengapa kalian ada disini?!" delik pemuda itu ingin tahu.
"Itu tidak penting! Siapa orang itu?!" tanya Yamato fokus pada orang misterius dihadapan mereka.
"Aku tidak tahu!"
Pria itu masih mendekati Taichi dan yang lain-lainnya, berjalan pelan hingga hanya berjarak 2 meter diantara mereka semua.
"Siapa kau?!" tanya Yamato dengan nada tak ramah.
"Maaf jika kehadiranku tiba-tiba, lama tidak berjumpa. Anak-anak terpilih!" ujar pria itu dengan tersenyum menyapa mereka semua.
"G-Gennai-san?!" ucap mereka semua terkejut kecuali Meiko yang gemetar ketakutan akan kejadian sebelumnya yang menimpa dirinya. Disebabkan oleh pria paruh baya yang ada dihadapannya.
"Ini benar-benar tak kusangka sekali-…"
"Taichi-san, tunggu! Apakah kau Gennai-san yang kami kenal?!" tanya Koshiro kembali memastikan.
"Aku mengerti, bahwa kau waspada akan kejadian sebelumnya. Pada saat itu tubuhku memang dikendalikan oleh suatu kekuatan misterius yang mempengaruhiku yang disebabkan oleh orang jahat yang ingin mengatur ulang dunia digital!"
"Himekawa-san?"jawab Koshiro, semuanya terkejut.
"Benar, dialah yang menyebabkan infeksi sistem buatan manusia mempengaruhi dunia digital termasuk diriku, hingga menyebabkan distorsi energi yang menghubungkan dunia kalian dengan dunia digimon dan digimon yang memiliki kekuatan khusus yang spesial adalah Meicoomon"
"Mengapa Meicoomon?!" tanya Taichi ingin tahu.
"Meicoomon adalah digimon tipe data yang memiliki kekuatan yang besar, namun tidak stabil. Itulah yang menyebabkan orang-orang jahat seperti Himekawa, ingin menggunakan dirinya untuk mengatur ulang dunia digimon" terang Gennai.
"Jadi begitu" sahut Yamato mulai mengerti.
"Sebagai permintaan maaf, Karena aku telah menyerang kalian sebelumnya. Aku membawa mereka semua. para deva suci!" ujar Gennai meminta tolong.
Pilar cahaya kecil muncul dihadapan mereka semua, beberapa digimon yang mereka kenal muncul dihadapan semua anak-anak terpilih, mata digimon itu masih tertutup dan mulai terbuka, semua anak-anak terpilih tak mempercayainya. Berhambur dan memeluk mereka semua.
"Taichi!"
"Mei!"
"Sora!"
"Yamato!"
"Koshiro-han"
"Mimi!"
"Joe!"
"Takeru!"
"Hikari!"
"Semuanya!"
Mereka semua senang dan terharu, mendapati semua patner mereka kembali hidup dan mengingat mereka semua. Perasaan haru dan bahagia, tak terbendung dari para anak-anak terpilih. Gennai pun yang berada disitu tersenyum menyaksikan kebahagiaan para anak-anak terpilih.
"Terima kasih banyak Gennai-san!" ucap Taichi menghampiri dirinya.
"Aku juga ingin berterima kasih banyak!" Meiko pun membungkuk berterima kasih.
"Ini sudah tugasku dan para deva, justru akulah yang seharusnya berterima kasih kepada kalian berdua, Yagami Taichi dan Mochizuki Meiko!"
EH!?
"K-Kami?" ucap Taichi dan Meiko bersama.
"Ya, digivice keberanian dan digivice kasih sayang milik kalian merespon diriku ketika dikendalikan oleh kekuatan jahat. Kekuatan keberanian dari digivice Yagami bukanlah satu-satunya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua masalah yang ada, namun harus bisa mengambil keputusan yang tepat dan tenang, sehingga kekuatan murninya akan hadir pada dirimu, kemudian digivice kasih sayang milik Mochizuki membantu memulihkan energi pada digivice yang kehilangan semangat berjuang. Kekuatan digivice kalian menimbulkan resonasi semua digivice sehingga kami bisa melakukan back-up ulang dunia digital tanpa harus takut kehilangan ingatan data para digimon patner kalian!" ujar Gennai kepada semua orang.
"Jadi begitu ya" sahut Koshiro mengerti.
ZOOM!
"Kalau begitu kita berpisah disini, anak-anak terpilih!" lanjutnya melompat keatas digimon bertubuh besar itu dan menghilang bersama digimon yang lainnya dalam pilar cahaya yang menyusut kecil.
"Hei, Taichi. Aku sangat lapar bolehkah aku minta makanan yang bisa kumakan?" tanya Agumon memegang perutnya yang keroncongan.
"Aku juga Mei!" sahut Meicoomon setuju.
"Aku juga!" sahut Gabumon dan yang lainnya.
"Baiklah-baiklah, kami akan mengajak kalian ke festival, tapi jangan berbuat onar dan nakal!" ujar Sora menerangkan.
"Tentu saja!" sahut Palmon dan Tailmon senang.
"Kalau begitu, aku akan mengajak kalian semua. Lets go!" ujar Mimi dengan semangat, mengajak mereka semua, berjalan melangkah menuruni tangga kuil dan ternyata masih ada Taichi, Meiko, Agumon dan Meicoomon yang masih terdiam disana.
"Agumon dan Meicoomon tidak ikut?" tanya Piyomon teriak.
"Ne,.. Taichi ayo!"
"Mei,… kita juga, ayo pergi kefestival!"
Mohon kedua digimon itu, Sora yang mendapatkan ide pun mendekati mereka kembali.
"Meiko-chan" Sora pun mengedipkan mata kirinya, memberikan kode untuk berbicara dengan Taichi secara pribadi. Meiko pun bersemu kecil, mengerti maksud temannya, dia hanya mengangguk kecil.
"Mei-chan, bisa ikut dengan yang lainnya, nanti aku akan menyusul kok, tapi kau tidak boleh nakal ya. janji!" ujar Meiko menasihati.
"Um!" Meicoomon berlari menyusul Piyomon.
"Hoi, Agumon! Aku akan membeli Takoyaki yang banyak, apakah kau mau?" tawar Yamato, sambil mengedipkan matanya kepada Taichi.
"Um, dasar!" gumam Taichi tersenyum mengerti.
"Wah! tentu aku mau Yamato!" jawab Agumon bersemangat menghampirinya.
"Eh? Yamato curang, aku juga mau!" Gabumon pun tidak terima dan memarahi patnernya. Mereka pun menjauhi Taichi dan Meiko yang masih berdiri berhadapan. membuat Meicoomon dan Agumon tidak mengerti, memandangi mereka dari jauh.
"Sebenarnya ada apa dengan Taichi dan Meiko?" tanya Agumon penasaran.
"Ah,… intinya mereka sedang mempersiapkan hatinya!" jawab Sora menerangkan dengan tawa canggung.
"Kau mengerti Meicoomon?" dirinya hanya menggeleng tidak mengerti maksud Agumon.
"Ya, intinya. biarkan mereka sendiri dulu!" sahut Yamato menerangkan.
Mereka semua sudah turun dari kuil, baik Taichi dan Meiko masih asyik dengan pikiran masing-masing, beberapa kali mereka saling curi pandangan. Bersiap mengungkapkan perasaan masing-masing.
ANU!
Mereka berdua terkejut bersama.
"Yagami-kun duluan saja?" tawar Meiko.
"Baiklah, sebelumnya maafkan aku Mochizuki-san!"
"Aku selalu menghindarimu karena aku ragu dan takut dengan perasaan yang kumiliki bahkan ketika kita baru bertemu pertama kali, saat aku bertengkar dengan Yamato untuk melindungi kota bahkan hingga menyelamatkanmu dan Sora. rasanya itu membuat diriku menderita dan selalu berbohong kepada yang lainnya!" ujar Taichi merasa menyesal.
"Yagami-kun?"
"Sekarang akhirnya aku menyadarinya! perasaanku!"
"Kumohon jangan tertawakan aku,… aku,… aku suka padamu! Aku mencintaimu Meiko!" ujar Taichi menunduk sejenak dan mengangkat kepalanya kembali, mengungkapkan perasaannya didepan Meiko.
Tertegun.
"Benarkah? Kau tidak bohongkan kali ini Yagami-kun?" tanya Meiko memastikan.
"Tentu saja, jangan membuatku malu seperti ini-… eh? ada apa?" jawab Taichi terkejut melihat gadis itu yang menangis.
"U-Um, aku baik-baik saja, aku merasa sangat senang saat bersama Y-Yagami-kun saja. begitu menenangkan j-jiwaku dan aku merasa bahagia bisa dicintai oleh dirimu, padahal aku dan Mei-chan sudah sangat menyusahkanmu dan yang lainnya. aku merasa takut dan enggan untuk bertemu dengan kalian semua kembali, namun Takeru-kun menyemangatiku untuk terus berjuang dan mau berusaha-…!" ujar Meiko dengan isak menangis kecil senang.
Terkejut.
Memeluk gadis itu dalam dekapannya, semua kunang-kunang menghiasi seisi wilayah kuil yang berada diatas. "Terima kasih Meiko!" ucap Taichi senang. Meiko pun membalas pelukannya dan mengangguk mengerti.
"Um, sama-sama. Taichi-kun!" ucap Meiko.
FIN
A/N : Akhirnya FF ini selesai juga, Author-san sudah berusaha memaksimalkan akhir yang baik bagi mereka semua. jadi jika ada kekurangan dan ketidaksukaan baik dari segi cerita, alur dan tokoh mohon dimaafkan. Sampai jumpa.
