Disclaimer: Bleach bukan buatanku, tapi buatan Tite Kubo-sensei. Klo aku yang buat, pasti ga ada yang nonton & baca komiknya…….

Di Chapter ini, flashback 1 minggu yang lalu. Dan flashback ini akan bersambung sampai chapter ke-4….

Chapter 2 : One Week Ago

At Kurosaki's Residence

Ichigo terus memandangi sosok seorang gadis mungil yang tertidur lelap didepannya. Gadis bermata violet amethyst yang sangat indah itu telah tertidur hampir selama seminggu. Tidak pernah seharipun ia membuka matanya . Sejak hari itu, Ichigo terus mengurung diri di kamarnya, menemani Rukia yang terluka parah. Bagi Ichigo, terlukanya Rukia adalah mimpi buruk terbesar yang pernah dimilikinya. Tak pernah terpikirkan olehnya Rukia akan terluka sampai seperti ini.

Flashback,1 minggu yang lalu

"KITA MENANG!!!!!" teriak Ikkaku keras saat melihat Aizen berubah menjadi spirit particle.

"Kau berhasil, Ichigo-Kun!!", seru Matsumoto sambil menghampiri Ichigo yang berlumuran darah.

Ya. Ichigolah yang berhasil mengalahkan si pengkhianat Aizen Sousuke.

"Apakah semua sudah berakhir?", Tanya Ichigo dengan nafas tersengal-sengal.

"Ya, sudah berakhir. Ini semua berkat bantuanmu. Terima kasih, Kurosaki Ichigo." Jawab Yamamoto Soutaichou.

"Aizen Sousuke, Ichimaru Gin, dan Kaname Tousen berhasil di kalahkan. Dengan ini, Saya umumkan bahwa kita, Soul Society telah memenangkan Winter War ini!!"

Setelah pengumuman dari Soutaichou, terdengar sorak sorai gembira yang sangat meriah dari semua shinigami yang berada di Real World. Di tengah kebahagiaan itu, tiba-tiba gerbang Garganta terbuka. Dari gerbang tersebut, tibalah Inoue Orihime, Ishida Uryuu, Sado Yasutora, Abarai Renji, Zaraki Kenpachi, Kusajishi Yachiru, Kurotsuchi Mayuri, Kurotsuchi Nemu, dan Kuchiki Byakuya. Awalnya, Ichigo tersenyum saat melihat teman-temannya kembali dengan selamat. Tetapi senyumannya memudar saat melihat sosok seorang gadis didalam dekapan Byakuya.

Mata Ichigo terbelalak dengan apa yang dilihatnya. Jantungnya berdegup kencang karena rasa takut dan khawatir. Ichigo langsung berlari menghampiri Rukia. Byakuya membaringkan Rukia di tanah dan membiarkan Orihime menyembuhkan luka-luka Rukia dengan menggunakan Shun Shun Rikka-nya.

"Rukia…." Bisik Ichigo lembut. Matanya menyiratkan kesedihan yang amat dalam, melihat tubuh Rukia terbaring lemah tak berdaya, dengan darah menyelimuti tubuhnya, luka goresan di wajah dan tangannya yang mungil. Selama Orihime mengobati Rukia, Ichigo terus berada di sisinya, menggenggam tangannya, dan menghangatkan tangannya yang sedingin es.

"Tenang saja, Kurosaki-kun. Kuchiki-san akan baik-baik saja." Ucap Orihime lembut, bermaksud menenangkan Ichigo.

"Aku tidak bisa tenang, Inoue! Aku tahu Rukia akan baik-baik saja. Tapi hatiku tidak bisa tenang! Melihatnya terbaring lemah tak berdaya seperti ini. Seharusnya Aku melindunginya, bukan meninggalkannya dan membiarkannya jadi seperti ini! Ini semua salahku!!" ucap Ichigo dengan nada kesal dan setengah berteriak.

Orihime terkejut mendangar Ichigo marah-marah sepeti itu. Ia berusaha menahan air matanya saat Ichigo berkata kasar padanya. Hati Orihime pun sangat sakit melihat Ichigo berusaha menahan air matanya.

Chapter 2 End

Fuuuh……akhirnya…chapter 2 selesai…

Aku membuat chapter 2 di tengah-tengah pelajaran q hari ini….

Hahahahaha

Bagi para readers…maaf ya klo cerita'y gaje bngt…..

Q masih pmula….ga pandai bkin cerita pula….

R&R ya…..

Kritik & saran please……..

Next Chapter,,,,Inoue Orihime's POV. Flashback on Hueco Mundo.

Di chapter yang ke-3 ini akan di jelaskan bagaimana Rukia bisa terluka parah….