Chapter 2
Naruko sedang berada di bawah pohon besar sambil mengenakan headset,tersenyum-senyum sendiri memandangi laptop di depanya, hingga Karin yang sedari beberapa meter memanggilnya-pun tak dihiraukan.
"NAAARUKO!" Karin berteriak kencang di dekat telinga Naruko, setelah melepas benda besar yang menutupi kedua telinga si blonde ini. Naruko tak berteriak, hanya memegangi kepalanya yang terasa seperti akan lari meninggalkanya.
"Apa maumu?" Naruko memandangi Karin dengan tatapan kesal
"Jangan bicara bahasa tempat asalmu Blonde miskin!" Karin makin kesal karena baru saja Naruko menggunakan bahasa Indonesia kepadanya. Naruko menjauhkan sedikit badanya sebelum siap untuk berlari.
"Kau monster rambut merah!" Naruko menunjukan ekspresi terkejut, seperti dia tak sengaja menggunakan bahasa Indonesia kembali.
"Hah.. haha.. aku yakin tadi kau mengolokku, haha ahaha kemari kau blonde!" Karin sudah dalam mode menerkamnya, Naruko berlari karena Karin juga mengejarnya, dua wanita dengan satu berambut blonde dan satunya berambut merah sedang berguling-guling di rerumputan dibawah pohon besar tanpa rasa malu sedikitpun di kepala mereka, padahal pohon besar tempat mereka bertengkar sekarang berada di tengan gerbang pintu masuk unversitas. Semua murit universitas yang kebetulan lewat hanya menggelengkan kepalanya karena kejadian seperti ini sudah sering terjadi
"Ahahaha hen ahaha hentikan Karin..!" Naruko mencoba melepaskan diri dari pelukan Karin yang sedang menggelitikinya . Karin tak mau mendengar dan terus menggelitiki tubuh Naruko. Hingga disaat Sasuko yang baru saja turun dari mobilnya terkejut melihat pemandangan yang tak jauh dari tempatnya berdiri, Sasuko tetap tenang berjalan mendekat, tapi dua orang yang Sasuko yakini salah satunya adalah Naruko kekasihnya masih belum menyadari kedatanganya.
"Naruko.." Naruko maupun Karin terdiam karena merasa ada suara yang baru saja memanggil salah satu diantara mereka, Naruko yang posisinya ditindih oleh Karin menegadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya.
BUG
"Aw, teme Naruko!" Karin terjungkal karena didorong keras oleh Naruko.
"A a kau tau.. dia… dia Karin teman satu jurusanku, kita-"
"Stop touching my girlfriend, you ugly!" Sasuko tak menghiraukan penjelasan Naruko di depanya, dan malah memandangi Karin dengan tatapan tak bersahabat, Karin berdiri dari posisinya yang sedang terjatuh, lalu mendekati Sasuko. Menatapnya dingin, keduanya hanya saling menatap dengan wajah yang sama-sama dingin, Naruko yang berada disamping mereka hanya bisa memandang penuh kekawatiran.
"Kyyyaaaaaaa omae wa so kyyyuuuuuuuttttttt, kau tau aku fans AKC48, apalagi dengan Shinoda, lalu aku juga fans Sasuko, dan dan dan! Dan sekarang Sasuko ada di depankuuu… kyyyyaaaaaaaaaaaaaaaa!" Karin tiba-tiba histeris sembari memeluk Sasuko, tapi hanya sesaat karena Sasuko tak akan mau berlama-lama dipeluk kecuali oleh Naruko.
Naruko kemudian memberesakan perlengkapan yang barang-barangnya yang masih dibawah pohon, kemudian pergi bersama Sasuko sebelum menarik perhatian banyak orang atas kehadiran Sasuko.
Saat sudah sampai di tempat Naruko tinggal, Sasuko berhenti mendadak di ambang pintu.
"Hey Naruko! Kau suka kepadaku kan?" Naruko yang mau melepas jaketnya jadi urung, kemudian menghampiri Sasuko.
"Tentu saja, aku suka kepadamu Sasu-chan." Sasuko mengerutkan bibirnya, karena Naruko malah menjawab menggunakan bahasa Indonesia. Naruko senang sekali jika melihat ekspresi Sasuko yang sedang kesal.
"Hahaha, suki da yo." Naruko merangkul pundak Sasuko untuk masuk kedalam ruangan, lalu menutup pintu, dan tak lupa menguncinya.
07.00 pm
Naruko memandangi jam mejanya yang menunjukan pukul 7 malam.
"SHIT! " Naruko langsung beranjak dari tempat tidurnya, memakai kembali celana dalam, BRA, maupun pakaianya kembali.
Sasuko yang tadinya tertidur jadi ikut terbangun atas kebisingan yang dibuat oleh Naruko.
"Aku terlambat, sebaiknya kau segera pulang, jangan menginap lagi, karena besok bukan hari libur, kau mengerti onee-chan?" Naruko berpesan sembari memakai sepatunya. Sasuko beranjak dari tempat tidur dengan hanya menutupi tubuhnya dengan selimut, dan berjalan kearah Naruko.
Naruko mengdongakan kepalanya keatas, nampak wajah Sasuko yang sedikit sedih didepanya.
Naruko berdiri, mengelus rambut Sasuko sambil tersenyum.
"Aku harus bekerja, I love you." Naruko mencium kening Sasuko, dan kini nampaklah wajah Sasuko yang berseri bercampur dengan semburat merah di sekitar pipi dan telinganya.
"Itte kimasu."
"Hn.." Sasuko tetap melambaikan tanganya sebelum pintu tertutup. Karena memang Sasuko punya kunci serep, dia bisa datang dan pergi kapan saja. Setelah membersihkan badanya Sasuko menelfon supir pribadinya untuk menjemput di jalan dekat rumah Naruko berada.
…
Naruko sedang duduk dipinggiran air kolam yang terletak di depan sebuah gedung, rambut blondenya yang panjang di kepang dua, dan diletakan didepan pundaknya, memakai jelana jins panjang, dengan kaos polos berwarna pink.
Dan orang yang berlalu lalang ataupun keluar masuk gedung di depanya hanya memandang heran gadis blonde yang cukup aneh. Bagaimana tidak aneh, seorang gadis sedang duduk di depan kolam, sedang membaca sebuah buku, dengan tangan kirinya yang memegangi senter kecil untuk penerangan membacanya. Sesekali Naruko melihat jam di HPnya.
Jam menunjukan pukul 6.30pm.
Naruko mulai gusar, karena setengah jam lagi ia harus berangkat bekerja. Naruko menutup bukunya, kemudian mondar-mandir di depan kolam, sesekali memandangi ke atas arah gedung dimana Sasuko sedang mengadakan konser dari jam 4 sore, tentu saja Naruko juga berada di depan kolam dari jam 4 sore.
"Tch, Sasuko… konsermu sudah selesai sejam yang lalu, cepat keluar." Naruko makin gusar karena gadis yang minta ditunggunya tak kunjung keluar.
"Ano.. Naruko san ne? Sasu-chan menyuruhku mengatakan, kau boleh pergi dari tadi, karena kau memang tak menonton konsernya." Seorang gadis yang lumayan tinggi berlari kembali kedalam gedung setelah menyampaikan pesan pada Naruko.
Naruko mengangkat kepalanya, memandangi gedung di depanya "Gomen." Naruko berkata lirih, kemudian berlari pergi, karena tempatnya bekerja membutuhkan waktu 20menit berjalan dari tempatnya sekarang berada, sedangkan 10menit lagi jamnya bekerja.
Ditempat lain di dalam gedung, Sasuko sedang berada di depan cermin besar dengan pakaian yang habis dipakai konsernya, padahal anggota AKC48 yang lain sudah berganti pakaian bahkan akan segera pulang.
Dan akhirnya tinggalan Sasuko sendiri yang masih membereskan barang-barangnya.
"Lho? Sasuko san belum pergi?" Petugas pembersih masuk, dan sedikit kaget kalau masih ada orang di dalam. Sasuko hanya diam, karena memang moodnya sedang tak baik.
"Hati-hati Sasuko san, aku tadi memperhatikan ada gadis berambut blonde kepang dua duduk di depan kolam, padahal konser sudah dimulai, tapi dia hanya duduk di depan kolam sambil membaca, bahkan saat hari berganti gelap, dia masih membaca, tapi kelihatanya sudah pergi, aku tak melihatnya tadi, berhati-hatilah Sasuko san." Ibu separuh baya menjelaskan sembari memunguti sampah di dalam ruangan, Sasuko hanya terdiam dengan ekspresi terkejutnya, kemudian berlari keluar, mengenakan topi untuk menyamarkan wajahnya.
Brag!
Hah
Hah
Hah
Pintu kedai ramen teuci dibuka dengan kasar, sadar bahwa itu Sasuko, Naruko langsung meletakan mangkuk yang dibawanya dan membawa Sasuko kebelakang toko.
"Kau habis berlari onee-chaaaaaaaaan…!" Naruko menjewer telinga Sasuko, karena Naruko sangat melarang kebiasaan Sasuko yang berlari jika tergesa-gesa. Sasuko tak menghiraukan Naruko dan langsung memeluknya erat.
"Maaf maaf… maaf maaf…!" Sasuko terisak di dada Naruko yang memang lebih tinggi darinya sambil. Naruko melepaskan pelukan Sasuko, memegang kedua pipinya, "Dai-jou-bu." Naruko tersenyum, Sasuko masih terisak, dan mengalirkan air mata, apalagi saat Naruko dengan mudahnya tersenyum di hadapanya sekarang.
Naruko menyeka air mata Sasuko dengan kedua ibu jarinya, mencium kedua mata Sasuko agar berhenti menangis.
"Nah sekarang telp sopirmu." Lima menit menunggu, Sasuko sudah dibawa pergi oleh mobilnya, Naruko terus tersenyum, hingga mobil Sasuko berbelok dan tak terlihat. Naruko menghentikan senyumanya.
"Daijoubu.. hah.. haha.. hahaha.. ahahahahaa.. hahahahaha." Naruko tertawa keras sambil memegangi perutny.
"Hahaha… "
"kuso!" Naruko langsung menhentikan tawanya dengan ekspresi datar, dan kembali bekerja.
Sepulang bekerja, Naruko mengirim email pada Karin untuk datang ke tempat tinggalnya, karena memang sudah berteman akrab, Karin sangat tau jika gadis blonde satu ini menyuruhnya datang, berarti dia sedang depresi.
"Oii blonde miskin…!" Pintu apartemen sederhana Naruko yang memang terbuka menampakan seorang gadis berambut merah sedang berdiri di ambang pintu sambil memamerkan sekantong plastic berisi beer dan makanan. Tau bidadarinya datang Naruko menghampiri lalu menutup pintu kamarnya.
10.15am
Naruko yang masih setengah tertidur melihat jam di ponselnya, lalu duduk untuk menggenapkan nyawanya.
"Oii Karin bangun.. Karin.." Naruko menggoyang tubuh seseorang disampingnya, yang mulai menggeliyat untuk bangun juga.
"Jam berapa ini?" Karin yang juga duduk menggaruk-garuk kepalanya
"10.15" Jawab Naruko santai yang juga masih ingin tidur
"HAH 10?!" Karin maupun Naruko berteriak bersamaan, tanpa dikomando keduanya turun dari kasur, hanya mencuci muka dan menggosok gigi, langsung keluar rumah dalam waktu 3menit.
Dan memang sudah terlambat 30menit, Karin maupun Naruko tak diperbolehkan masuk kelas.
"Aaahh ngantuk sekali.." Naruko tiduran dibawah pohon besar dengan beralaskan tas punggungnya, sedangkan Karin sudah tertidur pulas lima menit lebih awal dari Naruko. Jadilah keduanya tertidur hingga mata kuliah berikutnya dimulai.
