A/N: Untuk Naruto itu Godlike, namun jarang mempergunakan kekuatannya. Naruto juga mempunyai kelemahan yang sangat fatal yaitu terhadap Air, saya tekan lagi yaitu Air. Oh ya Ch. 1 memang mirip milik Natsu – senpai, tapi selanjutnya tidak kok. Untuk yang belum saya balas lewat PM maaf ya, mungkin karena kelewatan.
~•~•~•~
Disclaimer – I own nothing, mores the pity.
Chapter Two: Perbuatan Pertama
"Jadi, pemuda itu bisa masuk Supernatural Academy. Bukankah begitu?" Sirzechs yang tertarik akan pemuda didepannya, mengajukan sebuah permintaan kepada kepala sekolah untuk menerimanya.
"Tapi Lucifer – sama, dia harus memenuhi beberapa syarat yang ada." Tsunade yang merupakan kepala sekolah dari Supernatural Academy, agak kurang setuju dengan permintaan dari sang penguasai dunia bawah. Dia juga curiga dengan pemuda yang entah berasal dari mana itu.
Naruto yang merupakan sosok yang saat ini sedang di bicarakan hanya menatap bingung mereka berempat. Apa pentingnya mereka mendebatkan dirinya? Toh dia juga tidak peduli dengan mereka.
Lama mereka mendebatkan dirinya, Naruto merasakan apa yang namanya bosan. Sudah lebih dari satu jam mereka berdebat. Tiba – tiba muncul sebuah ide di kepalanya untuk kabur dari situasi yang membuatnya bosan, sekedar untuk mencari informasi dan mencari udara segar.
Di saat yang pas, keberuntungan berpihak padanya. Ada seekor burung yang sedang bertengger di jendela kaca ruang kepala sekolah. Perlahan, lahan, dan akhirnya ia dapat menyentuh burung itu dengan tangan kanannya dan membisikan sesuatu.
"Mane Mane: Transform Self."
Bersamaan dengan selesainya bisikan pemuda itu, tubuhnya secara cepat berubah menjadi seekor burung yang baru saja ia pegang, sempurna. Ia sekarang sama persis dengan burung yang baru ia tiru.
"Hasta La Vista Moron."
Naruto segera pergi sebelum mereka menyadari dirinya, terbang. Menggunakan sayap kecilnya, ia terbang menuju bangunan yang letaknya cukup jauh dari bangunan – bangunan yang saling terhubung.
Sampai di atap bangunan tersebut, Naruto segera kembali merubah dirinya ke bentuk semula. Ia turun dan berjalan menuju pintu yang bertuliskan 'Library.' Masuk ke dalam perpustakaan, mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian gedung itu, tidak ada satu orang pun di dalamnya.
"Oh, jadi Library adalah nama bangunan untuk menyimpan buku?! Keren." Ujar Naruto dengan bintang di kedua matanya.
"Aku bisa gunakan ini sebagai referensiku, hehehehe."
Mengambil setumpuk buku yang di susun secara vertikal di kedua tangannya, ia berjalan sempoyongan untuk menyeimbangkan buku itu agar tidak terjatuh.
Meletakan semua buku – buku itu di sebuah meja baca dan ia mulai membacanya satu persatu.
Sementara di Ruang Kepala Sekolah...
"EHHH...dimana pemuda pirang itu?" Serafall yang mempunyai gelar Leviathan, tersadar akan hilangnya pemuda berambut pirang yang menyilaukan mata.
"Cih, dia kabur." Desis Tsunade dengan tatapan tajam tertuju ke arah jendela yang terbuka lebar.
"Hahahaha... hebat bukan, dia punya potensi untuk ikut turnamen internasional, dia bisa menjadi wakil dari Supernatural Academy." Sifat tenang di sertai dengan tawa yang keluar dari Sirzechs, seakan pemuda itu bukanlah ancaman bagi Underworld yang sekarang di pimpinnya.
"Sirzechs – sama, kau terlalu melebih – lebihkan pemuda aneh tersebut." Sekarang Grayfia lah yang menanggapi sikap santai suaminya itu.
"hahahaha, kau bisa saja fia – chan." Sang istri yang di goda oleh suaminya hanya menatap datar walaupun semburat merah di pipinya jelas terlihat.
Sementara Serafall dan Tsunade yang melihat interaksi antara pasangan suami-istri terkuat di dunia bawah tersebut hanya ber sweatdrop dengan rianya.
"Seperti yang aku rasakan, sekarang dia berada di perpustakaan." Ujar Sirzechs menunjukan dimana pemuda itu berada sekarang. 'Hebat, aku tidak tahu kapan ia perginya, dia meninggalkan jejak tipis di setiap perjalanannya dan menunjukan energi di setiap tujuannya. Heh menarik.'
"Baiklah kita semua lebih baik ke sana untuk mematiskan, sebelum ia pergi lagi." Leviathan itu mengajak mereka untuk membuktikan apa pemuda itu benar disana atau tidak. Karena menurutnya pemuda aneh itu mungkin dari anggota teroris yang sedang memata – matai sekolah ini, dan merekrut murid – murid yang berbakat.
Dengan Naruto...
Membaca beberapa halaman yang menurutnya penting, menyimpan informasi itu dengan sekuat tenaga dengan kapasitas otak rendah yang hanya 110 cc, bahkan lebih rendah dari sipanse yang mempunyai kapasitas otak 600 cc. Haha itu jika Naruto di lihat hanya tampilan luarnya saja, tapi sesungguhnya kapasitas otaknya tidak lebih jauh dari sipanse juga. Tidak semua itu bohong, itu hanya julukan yang dulu di berikan oleh para Dewa lain yang iri akan kekuatan dan kepintarannya saja.
Sedang asyiknya membaca, ia di kagetkan oleh suara feminim namun juga terkesan berat.
"Kau sedang apa bocah?" Suara yang berasal dari wanita yang merupakan dari kepala sekolah Supernatural Academy ini membuatnya merinding.
"Se-sedang me-membaca?!" Tanggapan gagap yang mereka dengar dari pemuda pirang di depannya.
"Lihat, dia juga rajin membaca." Ujar Sirzechs lagi – lagi mencoba untuk meyakinkan kepala sekolah itu.
"Tunggu dulu Sir – tan, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya." Serafall yang kali ini ingin menginterogasi.
"Baiklah, silahkan." Naruto yang sudah mulai menyestabilkan detak jantungnya kembali, mempersilakan sosok gadis imut di depannya untuk mengajukan beberapa pertanyaan.
"Siapa namamu?"
"Namaku Uzumaki D Naruto."
"Apa tujuanmu datang kesini?"
"Untuk awal mula saya datang ke sini adalah untuk membaca."
"Kau ini apa? Aku tidak bisa merasakan aura iblis maupun yang lain dalam tubuhmu." Pertanyaan satu inilah yang cukup serius, terbukti si penyandang title 'Leviathan' itu meyipitkan matanya.
"Aku ini adalah seorang Dewa, namun tidak ada yang mempercayaiku." Ujar Naruto menundukan kepala dengan nada suram keluar indah dari mulutnya.
Semua yang ada di situ di buatnya sweatdrop sekian kalinya, Dewa? Haha jangan bercanda! Mungkin dia sedang lapar?!
"Ya ya apapun kau ini, aku masih bisa merasakan aliran youki yang stabil dan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnnya." Sirzechs yang pertama kali sadar dari sweatdropnya, memberitahukan aura yang ia rasakan, walaupun ia hanya merasakan sedikit saja.
"Hmmm, jadi begitu." Ujar Tsunade sambil memijat hidungnya untuk menghilangkan sedikit rasa pusing yang menderanya selama ia berurusan dengan pemuda bernama Uzumaki di depannya.
"Baiklah akan ku setujui ia akan masuk sebagai murid Supernatural Academy, namun ia harus memenuhi syarat – syarat tertentu dalam waktu beberapa hari ke depan." Sirzechs yang mendengar keputusan dari kepala sekolah hanya menunjukan senyum penuh kemenangan dan berakhir pukulan di perut yang dilakukan oleh istrinya.
~•~•~•~
"Baiklah, semua seragam dan perlengkapanmu ada di asramamu. Iruka, tolong antarkan murid baru ini ke kamar."
Iruka yang mendengar perintah dari kepala sekolah mengangguk dan mengantarkan murid baru itu ke kamarnya. Berjalan, melewati beberapa lorong dengan keheningan, sebelum pemuda itu bertanya.
"Eee.. disini bertuliskan 'Anonybloods', apakah itu asramaku tempat aku akan tinggal?" Naruto memberanikan diri untuk bertanya kepada sosok di depannya, karena dia penasaran dengan kunci yang bertuliskan 'Anonybloods.' Yang saat ini ia pegang.
"Ya itu benar, itu nama tempat asramamu." Iruka menjawab pertanyaan calon muridnya dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. "Baiklah, sekarang berikan kunci itu padaku."
Naruto yang tidak tahu menahu gunanya kunci itu, ia menuruti perkataannya dan menyerahkan kunci itu kepada guru yang mengantarnya. Naruto melihat sosok yang akan menjadi senseinya itu memasukan kunci itu ke pintu besar di hadapannya dan mengucapkan sesuatu sandi untuk membukanya.
"Mystery flowing in our blood, We live in the shadow and death in the black fog. Because we are Anonymous."
Pintu besar itu pun terbuka dan menampilkan isi yang ada di dalam semu.
"Tadi itu adalah kata kunci untuk asramamu, kau mengerti?" Naruto yang sedari tadi memperhatikan hanya mengangguk sebagai tanda bahwa ia mengerti.
Naruto masuk dalam asramanya, namun ada yang janggal yang memenuhi relung hatinya. Kenapa dari sekian banyak kamar yang ada di asrama ini, hanya dia yang menenpati?!
"Iruka – sensei, ada yang aneh mengenai tempat ini. Kenapa hanya aku yang menempatinya? Padahal ada banyak kamar disini?"
"Hahaha... ya itu memang benar, asrama ini di dirikan oleh seorang misterius yang juga membantu dalam pendirian sekolah ini. Asrama ini memang di khususkan untuk para murid yang mempunyai bakat misterius dan juga kemampuan yang hebat. Salah satunya kau Naruto." Iruka menjawab dengan tawa disertai dengan penjelasan tentang asrama ini.
"Aku?" Naruto bingung atas pernyataan yang di ucapkan Iruka.
"Ya, jarang sekali murid yang di tempatkan di asrama ini. Terakhir kali murid yang menempati asrama ini adalah 100 tahun yang lalu, dan entah kenapa Tsunade – sama menenpatkan dirimu disini. Huh... mungkin kau adalah murid yang berbakat." Ujar Iruka dengan panjang lebar, juga di sertai dengan senyum kecut yang terpasang di wajahnya.
"Baiklah, semoga kau betah berada disini, saya permisi."
Naruto bukanlah dewa bodoh yang tidak mengetahui gelagat aneh dari senseinya tadi, ia merasakan adanya perubahan sikap, sesaat sebelum ia pergi. "Memang kenapa dengan murid asrama ini?"
Menghela nafas, dirinya berjalan dan memilih satu – persatu kamar asrama yang kosong ini. Setelah beberapa saat akhirnya dia menemukan tempat yang cocok untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"Hah... mungkin kamar ini cocok untukku."
Melepaskan jubahnya ia duduk di kasur berukuran medium itu, dan mengambil secarik kertas di atas seragam sekolahnya.
'Segera pakai seragammu, kau akan masuk setelah pelajaran ke tiga usai. Untuk rombel asrama kau gunakan di saat makam malam nanti di aula.'
Mengambil seragam yang tergelak di kasur, memandang sesaat dan ia segera mengganti baju yang ia kenakan dengan seragam sekolah yang telah di sediakan.
Memandang ke arah cermin, ia menaikan salah satu alisnya. Tertata dengan rapi, oh ayolah ia tidak suka dengan tipe yang seperti itu. Ia menggulung jas hitamnya sampai sikunya, mengeluarkan kemeja putihnya, dan melonggarkan dasi merahnya. Ya sekarang ia melihat ke cermin, rambut pirang acak – acakan dengan baju yang tidak rapi, Bad Boy. Itulah kesan pertama jika orang melihat dirinya, namun apa pedulinya dengan itu.
"Sempurna..." Naruto melihat pantulan dirinya dengan senyum menawan yang terpasang di wajahnya.
"Yosh... waktunya untuk berangkat." Ia mengambil beberapa buku dan memasukannya ke dalam tas, dan melangkahkan kakinya keluar asrama.
~•~•~•~
"Tsunade – sama, kenapa Anda menempatkan murid baru itu ke asrama yang seratus tahun telah kosong? Bukankah lulusan dari asrama itu akan –."
"Cukup, kali ini akan berbeda dengan seratus tahun sebelumnya. Akan ku patahkan kutukan asrama itu." Tsunade memotong perkataan itu dan menatap sensei itu dengan tatapan tajam.
"Ha'i, aku mengerti." Sosok yang ternyata adalah Iruka hanya mengangguk paham, ia tidak ingin berdebat dengan kepala sekolah. Ia sudah tahu hasilnya akan bagaimana jika perdebatan itu di teruskan.
'Cih, kali ini tidak akan ku biarkan terjadi seperti seratus tahun silam.' Tsunade menatap sensei itu. "Kau boleh kembali ke kelas sekarang."
"Ha'i, saya permisi dulu Tsunade – sama." Iruka pun berlalu untuk kembali ke kelasnya.
"Huuuuuhhh..." Terdengar helaan panjang yang keluar dari Kepala sekolah setelah kepergian Iruka dari ruangannya.
~•~•~•~
BGS: Runaway Baby – Bruno Mars
~•~•~•~
Berjalan dan berjalan, sesekali mengedipkan matanya pada siswi yang sedang beristirahat yang membuat siswi itu blushing ria, namun ada juga siswi yang menatapnya dengan berbagai pandangan yang berbeda – beda. Mulai dari takut, aneh, genit, dan menantang. Namun Naruto hanya menanggapinya dengan senyum menawan dan kedipan mata nakalnya.
"Hello Girls~!"
Dua kata yang membuat seluruh gadis yang ada di situ kembali blushing ria.
"Runaway Girls, before i catch you~!" Naruto mengucapkan dengan nada yang sensual sambil menunjuk salah satu gadis yang sedang makan siangnya.
Sedangkan gadis yang dimaksud Naruto, menjatuhkan makan siangnya tanpa sadar. Terpesona, itulah yang sekarang gadis itu rasakan.
"Hahaha, You have Big Boobs girl, i like it."
Naruto menebarkan pesona kepada setiap siswi yang berpasan dengannya, yah itulah yang ia lakukan di setiap perjalanannya.
Namun tebar pesona itu berakhir setelah ia menabrak salah satu siswa yang merupakan salah satu anggota Keamanan Sekolah yang disegani oleh semua siswa di sekolah ini. Uchiha Sasuke, salah satu Vampire keturunan dari Uchiha.
~•~•~•~
BGS: In The End – Linkin Park
~•~•~•~
"Cih, apa kau tidak punya mata, HAH!" Sasuke yang tidak terima dirinya di tabrak oleh murid dari golongan rendah itu, membentak sosok kuning di depannya.
Sementara Naruto hanya menanggapi itu dengan santai, tidak terpengaruh oleh bentakan sosok di depannya. "Aku punya, kau saja yang jalan tidak lihat – lihat."
Sementara para murid...
"Wah berani sekali dia."
Ya seluruh murid mengerubung dan membicarakan sosok kuning itu, kasihan. Benar, mereka merasa kasihan dengan sosok kuning itu yang berani menantang salah satu anggota keamanan sekolah, juga masuk dalam 'Top Ten of The Years.' Tapi juga ada murid yang mengadakan taruhan untuk sebuah pertarungan.
Kembali ke Naruto Vs Sasuke...
Sasuke menyeringai senang karena ada seorang murid yang berani menantangnya. "Hebat... sayang kau akan mati sekarang juga."
Bersamaan dengan pengucapan itu, Sasuke memukul pemuda kuning itu dengan youki di tangannya. Naruto yang tidak siap dengan pukulan itu, terpental sejauh puluhan meter dan berakhir dengan menabrak tembok hingga retak.
"Cih, kau bermain curang." Naruto kembali berdiri, memejamkan mata sesaat dan membuka iris blue saphirenya kembali.
"Mari bersenang – senang." Ujar Naruto menyeringai.
Sasuke yang tidak terima dirinya dipermalukan oleh sosok kuning di depannya, menambahkan intensitas youkinya, yang membuat seluruh murid disekitarnya terjatuh menahan aliran energi yang sangat kuat.
Melesat dengan kecepatan yang luar biasa, dia memberi Naruto dengan pukulan super keras yang bisa menghancurkan salah satu gedung sekolah. Naruto yang notabenenya adalah seoarang Dewa, dengan mudahnya menangkap pukulan dari Sasuke.
"Apakah hanya ini kemampuanmu bocah?" setelah mengucapkan itu, Naruto tanpa buang waktu balas menyerang dengan menendang perut keturunan Vampire itu dengan keras.
Sasuke yang terkena tendangan tersebut, terpental jauh dan berakhir sama dengan Naruto, yaitu menabrak tembok, bedanya adalah tembok itu hancur.
"Ohok.. ohok..." Sasuke memuntahkan darah dari mulutnya. "Hebat juga kau, hingga aku harus menggunakan wujud ini untuk melawanmu."
Sasuke terbang menggunakan sayap kelelawar hitamnya. Deskripsi dari sosok Sasuke sekarang adalah sepasang sayap hitam, mata merah dengan tanda koma berjumlah 3, dan taring yang memanjang.
"Aku memang bukan Vampire keturunan dari Vladi maupun dari tuan Alucard, tapi aku keturunan dari salah satu Vampire Hybrid berdarah murni, Uchiha."
Sementara para murid langsung berhamburan menjauh dari daerah pertarungan itu, pasalnya mereka tahu jika Sasuke menggunakan Resurreccion, maka apapun yang menghalanginya akan ia musnahkan. Para anggota keamanan sekolah yang sudah datang langsung membuat kekkai agar dampak kerusakan dapat di minimalisir.
Sasuke mengumpulkan energi hitam keunguan pada satu titik di tangannya. Bola padat berwarna hitam keunguan seukuran dengan bola sepak itu mempunyai dampak yang fatal jika mengenai musuhnya. Bahkan itu termasuk dalam kategori 'Serangan Pembunuh Masal', walaupun tidak sepenuhnya benar.
Menyeringai, ya Sasuke saat ini sedang menyeringai. "Matilah kau Dobe, Black Diamond Bomb."
Naruto yang melihat 'Bola Padat Yang Berbahaya' yang mengarah padanya, memutuskan untuk menggunakan kekuatan tipe Logia.
"Yami Yami."
Bersamaan Naruto mengucapkan salah satu kemampuannya, tiba – tiba bola hitam itu langsung jatuh ke bawah, dan meledak yang membuat retakan – retakan pada kekkai itu.
"Mari kita buktikan siapa yang mempunyai kekuatan kegelapan yang paling gelap, Bocah." Ujar Naruto dengan nada datar dan dingin. Pandangan pertemanan kini berubah menjadi pandangan dingin.
Energi berwarna hitam kelam keluar dari tubuh Naruto, membumbung tinggi hingga ratusan meter. Kekkai pembatas itu pun hancur seketika oleh kegelapan yang berasal dari Naruto karena tidak kuat menahan beban energi yang sangat besar.
"Ke-kege-la-lapan ma-ma-cam a-ap-a i-ini?"
Seluruh siswa yang berada disekitar area pertarungan dan juga di sekolah itu langsung tidak sadarkan diri merasakan kegelapan yang tak pernah mereka rasakan.
Sasuke pun juga tidak kuat merasakan aura kegelapan yang dikeluarkan oleh pemuda kuning di depannya dan akhirnya dia juga tidak sadarkan diri, jatuh bebas dari ketinggian puluhan meter.
Naruto yang lawannya jatuh, menyeringai senang dan menonaktifkan kekuatannya. "I'm the winner, Kit."
Naruto mengedarkan pandangannya, dan terkejut akan situasi saat ini. "Ara.. kenapa semua tidak sadarkan diri, apa aku terlalu berlebihan ya?"
Mencari ide, akhirnya ia mendapatkan hidayah dari Tuhan untuk menemui kepala sekolah. Berlari menuju ruang kepala sekolah, ia mencari sosok kepala sekolah. Sesampainya disana ia di hadiahkan dengan sebuah bogem mentah yang telak mengenai wajahnya.
"Ittai..kenapa Anda memukulku?" Ujar Naruto sambil mengelus – elus wajahnya yang terkena bogeman itu.
"KENAPA KAU BILANG? LIHAT AKIBAT ULAHMU, SELURUH SISWA BAHKAN GURU TIDAK SADARKAN DIRI." Tsunade membentak – bentak pemuda yang ada di depannya.
Sepersekian detik munculah empat lingkaran sihir, ya lingkaran sihir itu adalah milik empat penguasa dunia bawah.
"Kau dapat masalah besar bocah!" Ujar Tsunade kepada Naruto dengan urat – urat yang masih menempel indah di jidatnya.
"Be-benar-kah?"
.
.
.
To be Continued
A/N: Hahaha... saya kembali membawakan fic gaje ini, semoga memuaskan para readers dan senpai semua. Untuk Naruto bertemu dengan club rias dan OSIS itu di ch. 3 besok,,, oh ya terimakasih yang sudah review...
Semakin banyak review, semakin saya cepat Updatenya...^^
SEE YA
