Tittle: OMONA
Summary:
Chanyeol dan Sehun adalah Pasangan suami istri yang bahagia dengan 2 orang putra, tapi karena Suatu hal, Sehun harus kembali menjadi Siswi SMA dan menemukan cinta yang baru, upss.../CHANHUN/TAOHUN/CHANSOO/GS UKE
Main Cast:
OH SEHUN - 32 tahun
PARK CHANYEOL - 35 tahun
HUANG ZITAO- 17 tahun
DO KYUNGSOO - 28 tahun
other cast:
SANHA ASTRO as PARK SANHA - PUTRA PERTAMA(15 TAHUN)
JACKSON as PARK JACKSON - PUTRA KEDUA (4 TAHUN)
Cameo:
Kim Heechul GS - Chanyeol's Mother.
Pairing: Chanhun(Main Pair) , TaoHun , Chansoo
Rated: 15+
Warning: GS for Uke, TYPO EVERYWHERE ,ADEGAN KEKERASAN
Chapter 2
.
.
.
.
.
.
"Halo anak Eomma yang tampan, bagaimana hari pertama sekolah hm?", Sehun bertanya pada Sanha yang baru saja memasuki mobil.
Ya benar, Sehun menjemput Sanha yang baru saja selesai dengan kelasnya.
"Menyenangkan Eomma, bahkan Sanha dapat teman baru tadi", Jawab Sanha sambil memasang Sabuk pengamannya.
"Menyenangkan? Benarkah itu? Tapi kenapa wajahmu berkata jika hari ini sangat buruk? Katakan pada Eomma ada apa sebenarnya?", Sehun dengan perlahan melajukan mobilnya.
"Tidak ada apa-apa kok", Sanha menunduk dan memainkan Smartphonenya, membuka Aplikasi musik dan memasang earphone ditelinganya, memandang keluar Jendela agar tak ditanya-tanya lagi oleh Ibunya.
Sehun menghela nafas, Ia tahu betul kebiasaan anaknya ini, Sudah di pastikan Sanha mendapat masalah disekolah barunya.
"Eomma harap Kau tidak menjadi korban bully lagi sayang", lirih Sehun, "Eomma akan melindungimu apapun yang terjadi, Eomma tak akan membiarkanmu menjadi korban lagi".
.
.
.
Sanha memasuki kamarnya begitu saja tanpa mencium pipi Eommanya seperti biasa, Sehun memutuskan untuk menghampiri kamar putra Sulungnya itu, Dilihatnya Sang putra yang duduk di atas ranjangnya, tanpa melepaskan perabotan Sekolahnya, Bahkan Tasnya masih menempel di punggung Sang Putra. Sehun duduk disamping putranya, memeluk putranya berusaha memberi ketenangan.
"Jika kau masih belum mau cerita pada Eomma, tidak apa-apa sayang", Sehun membelai rambut putra sulungnya itu, "Jika kau siap, kau bisa bercerita apapun pada Eomma hm?".
"Sanha takut Eomma", Sanha membalas pelukan Sang Eomma.
"Takut? Apa ada yang menakutimu disekolah?", Sehun melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi chubby putranya.
"Aniya, Sanha yang salah, Sanha membuat Sunbae marah, Makanya Sanha diganggu, dari kecil yang bisa Sanha lakukan hanya membuat masalah, bahkan Halmeoni tak pernah memeluk Sanha seperti Halmeoni memeluk Jack, Halmeoni bilang Sanha hanya bisa menyusahkan Eomma dan Appa dan membuat masalah dimana-mana", Sehun mengusap air mata yang mengalir dipipi Sanha, "Apa salah Sanha pada Halmeoni Eomma? Kenapa Halmeoni tidak adil"
"Sanha tidak pernah berbuat Salah, Halmeoni hanya bercanda saat mengatakan itu, jangan pikirkan hal yang tidak penting, pikirkan saja Eomma, Appa dan Jack yang sangat menyayangimu, orang-orang yang mengejekmu dan menakut-nakutimu itu hanya merasa iri padamu karena mereka tidak disayang Eomma dan Appa mereka, dan tentang Halmeoni, Sanha tahu tidak, Halmeoni bilang Halmeoni sangat iri pada Sanha karena Sanha punya Eomma dan Appa sementara Halmeoni tidak, dan sesungguhnya Halmeoni sangat menyayangi Sanha karena Sanha adalah Cucu halmeoni yang paling pandai".
"Besok, Sanha akan lulus dari Audisi GE, Sanha akan buktikan pada Halmeoni kalau Sanha adalah Cucu terbaik yang dimiliki Halmeoni dan Sanha akan buktikan pada Sunbae, kalau Sanha itu bukan Hoobae biasa hehehe", Senyum Sanha membuat Sehun ikut tersenyum.
"Kalau begitu lebih baik Kau mandi sekarang, dan kita Akan jemput Jackson", Sehun mengusap pipi Sanha.
"Jack dirumah Halmeoni, Eomma?", tanya Sanha. Sehun mengangguk, membuat Sanha Cemberut.
"Wae? Sanha tidak mau ke rumah Halmeoni?", Sehun memandang Sanha, membuat anak 15 tahun itu salah tingkah.
"Emmm... Sanha mau ke rumah Halmeoni, tapi... tapi...", Sanha nampak mencari alasan, membuat Sehun tersenyum, "Ahhh iya... Sanha harus memaksimalkan latihan sanha untuk audisi besok Eomma", Sanha tertawa Saat menemukan Alasan yang tepat agar Ia tak perlu bertemu nenek dari Ayahnya yang Sangat galak itu.
"Begitukah? Baiklah... jika begitu Eomma akan menemani Sanha latihan saja".
"Eoh? Lalu Jack? Bagaimana?", tanya Sanha bingung.
"Nanti biar Appa yang menjemputnya, Appa sebentar lagi akan pulang dari rumah sakit, jadi Appa akan mampir ke rumah Halmeoni untuk menjemput Jack", Sehun mengacak rambut Sanha, "Ayo sekarang mandilah dan latihan", Sanha mengangguk semangat dan melepas tas dari bahunya serta seragamnya, menyisakan Boxer saja, Sanha Lalu meraih handuk dan berlari ke kamar mandi.
.
.
.
.
.
OMONA
.
.
.
.
Chanyeol membuka pintu rumah orang tuanya, disambut Sapaan hangat para Maid yang ada disana, " Selamat datang Tuan", ucap para Maid kompak.
Chanyeol tersenyum, "dimana Nyonya besar dan Jackson?", tanya Chanyeol.
"Nyonya Besar Heechul dan Tuan muda Jackson sedang ada di taman belakang Tuan", jawab salah satu maid, "perlu Saya antar Tuan?", tawar Maid itu.
"Tidak perlu", Jawab Chanyeol sambil tersenyum.
"Ah... di sana ada Nona Kyungsoo juga, Tuan"
"Kyungsoo? Dia sudah kembali?"
"Benar Tuan, Nona Kyungsoo baru saja pulang dari Amerika dan mengunjungi Nyonya Besar setelah sampai di Seoul"
"Baiklah, Aku akan menghampiri mereka",
"Perlu Saya buatkan teh Tuan?"
"Itu boleh juga, antarkan kesana setelah siap ya"
"Baik", Maid itu berlalu ke dapur setelah sebelumnya membungkuk ke arah Chanyeol, Chanyeol segera menuju taman belakang rumah Ibunya itu, Chanyeol tersenyum ketika melihat interaksi Ibunya dengan Putra bungsunya, ada seorang wanita yang nampak Elegant juga disana.
"Eommoni...", Panggil Chanyeol lalu menubruk tubuh Ibunya dari belakang.
"Astaga Chanyeol! Kau mau membuat Eomma mati karena serangan jantung hah?!", Nyonya Heechuk nampak mengusak rambut Putra tunggalnya itu.
Chanyeol mencium pipi Heechul, "Eommoni semakin cantik jika marah"
"Appa~~", Jackson memeluk kaki Chanyeol, membuat Chanyeol melepas pelukannya dari badan sang Ibu dan menggendong Jackson, tak lupa memberi ciuman diseluruh wajah Jackson.
"Lama tidak bertemu, Chanyeol Oppa", Wanita berambut pirang sebahu itu berdiri dari duduknya dan menghampiri Chanyeol yang sedang menggendong Jackson.
"Lama tak bertemu Kyungsoo-ya", Chanyeol melakukan Cipika-cipiki dengan Kyungsoo, "kau masih mungil dan Imut seperti dulu".
"Oppa juga masih tampan serta gagah dan membuatku Jatuh cinta sama seperti dulu", Chanyeol menahan nafasnya mendengar ucapan Kyungsoo, "Aku bercanda Oppa", Kyungsoo menepuk bahu Chanyeol lalu tertawa keras. Nyonya Heechul ikut tertawa begitu pula Chanyeol yang tertawa garing.
.
.
Nyonya Heechul, Kyungsoo derta Chanyeol dan Jackson sedang melakukan makan malam bersama, nampak Kyungsoo sedang menyuapi Jackson dengan telaten, Nyonya Heechul tersenyum melihatnya.
"Lihatlah, Kyungsoo dan Jackson nampak seperti Ibu dan Anak kan? Kyungsoo memang menantu idaman, Jackson nampak sangat cocok dengan Kyungsoo, hah~ andai saja Kau tak melakukan kesalahan 15 tahun yang lalu, kau tidak akan terjebak dengan wanita tak tahu sopan santun itu", Heechul memasukan nasi ke kuah supnya.
"Eommoni... sudah jangan membahas ini lagi, Aku mencintai Sehun, dan 15 tahun yang lalu bukanlah sebuah kesalahan", Chanyeol bangkit berdiri, meninggalkan makanannya yang masih tersisa, lalu menghampiri Kyungsoo dan Jackson yang makan di ruang TV lalu menggendong Jackson dan pergi begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Kyungsoo yang bingung, lalu menghampiri Heechul dan duduk disamping nyonya besar itu.
"Eommonim ada apa? Kenapa Chanyeol oppa seperti itu?"
"Dia selalu begitu semenjak menikah dengan wanita murahan itu, sudahlah sayang, lebih baik kita lanjutkan makan malam kita", Kyungsoo hanya menurut saja.
.
.
.
.
.
OMONA
.
.
.
.
.
Dengkuran Halus terdengar di ruang keluarga rumah Keluarga Chanyeol, nampak disana Ada Sehun yang tertidur dengan posisi duduk serta Sanha yang tertidur sambil menumpukan kepalanya ke paha Sehun. Televisi bahkan masih menyala, menampakkan cerita drama entah apa judulnya.
Chanyeol tiba dan tersenyum melihat 2 malaikatnya tertidur, digendongannya juga ada malaikat kecil yang sedang tertidur sambil menghisap jempol tangan mungilnya.
Chanyeol memutuskan untuk menidurkan Jackson dulu sebelum membangunkan Sehun dan Sanha. Chanyeol kembali beberapa menit kemudian dan membangunkan Istri tercintanya.
"Sehun? Chagiya~~ Yeobo?", Chanyeol menepuk pelan pipi Sehun.
"Eunghh", Sehun mengerjapkan matanya lalu tersenyum saat melihat Chanyeol, "kau baru pulang yeobo?"
"Ya... tadi Eommoni menyuruhku makan dulu, apa kau dan Sanha sudah makan?", Chanyeol mengecup sekilas bibir pink Sehun.
"Ya... kami sudah makan", Sehun akan bangkit tapi ada sesuatu yang menahan pahanya, ya ... ada kepala Sanha disana.
Chanyeol yang tahu Istrinya sudah pegal, segera menggendong Sanha dipunggungnya, "Astaga... anak ini makin berat saja", Chanyeol mengeluh.
"Dia menurun tinggi dan beratmu", Sehun menimpali sambil tertawa geli.
.
.
Setelah menidurkan kedua putranya dan mengecup kening mereka, kini Sehun dan Chanyeol sedang berpelukan mesra, Sehun tidur dengan manjanya didada Chanyeol sementara Chanyeol membelai rambut panjang Sehun dengan lembut.
"Yeobo~ Apa yang harus kita lakukan? Sanha diganggu oleh seniornya", Sehun membuka Suara.
"Sanha sudah besar Sayang, Sanha pasti bisa menjaga dirinya, lagi pula dia bisa melawankan?", Chanyeol berusaha menenangkan Sehun yang memang selalu berlebihan jika menyangkut Sanha dan Jackson.
Sehun mendudukkan dirinya, "Yeobo.. bagaimanapun besar dan tingginya badan Sanha, dia tetaplah anak yang polos dan tak mengerti kekerasan, Aku tidak mau tahu, bagaimanapun caranya kau harus membebaskan Sanha dari penindasan, Dia sudah dari kecil diperlakukan tak adil, mulai dari Ibumu, pamanmu, teman-temannya, bahkan para guru. Jika kau tak mau melakukannya maka Aku yang akan bertindak sendiri"
.
.
.
.
.
OMONA
.
..
.
.
.
.
Hari telah berlalu, Sehun mengantar Sanha seperti biasa, "Jika masih ada yang mengganggumu, bilang pada Eomma nanti, Eomma akan menjemputmu nanti dan akan mengantarkanmu ke tempat Audisi".
"Tidak sperlu dijemput Eomma, Aku akan pergi bersama temanku nanti, Eomma langsung jemput Aku ditempat Audisi saja", Sanha menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, kau masuklah...", perintah Sehun. Sanha menurut dan mencium pipi Ibunya, mencubit pipi Jackson dan berlari memasuki sekolahnya. Sehun tersenyum melihat itu.
.
.
.
Sanha berjalan was-was dikoridor menuju kelasnya, Entah kenapa koridor begitu sepi, sedikit lega karena Sunbae yang membullynya tak menampakkan diri.
Kini Sanha bisa sedikit lebih santai, ketika Akan berbelok menuju kelasnya, seseorang membekap mulutnya dan Dua orang menarik tangannya entah kemana, Sanha berontak, tapi bisikan Sang pembekap(?) Membuatnya terdiam kaku dan menurut saja.
.
.
.
Tobe Continue...
.
.
.
Hehehe kok berasa kaya sinetron gitu ya kkk, oh iya Chap ini Sehun belum jadi anak SMA dan Tao juga belum muncul, Chap depan cerita sesungguhnya akan dimulai.
Ini masih mirip Angry mom kah? Kalau iya mungkin itu tidak sengaja karena Saya belun pernah lihat drama itu kkkkkk.
Jangan lupa Review ya :*
