Hujan dan Tidur
:EXO (12)-Seventeen:
:HunKai-Meanie:
19.30 KST
Dorm EXO
ZRRSSHHHH!
Hujan deras tengah mengguyur kota Seoul sejak sore tadi, dan belum reda sampai sekarang. Membuat semua orang malas melakukan kegiatan apapun, termasuk member EXO dan sepuluh balita EXO ini. Tapi Sehun sedang ada kepentingan sehingga ia harus keluar di tengah derasnya hujan.
"Eomma! Eomma!" panggilan dari Chanyeol kecil mengalihkan perhatian Jongin dari jendela.
"Ada apa, Yeollie?" tanya Jongin lembut sembari mengusap rambut hitam Chanyeol.
"Eomma, aku mengantuk, tapi udalanya dingin! Bagaimana ini?" Jongin tertawa kecil.
"Baiklah, ayo eomma peluk biar hangat!" Jongin menggiring Chanyeol ke kamar. Namun langkahnya dihentikan Baekhyun, Chen, dan Tao.
"SSTOOOOPPPP!" ujar ketiganya sembari kedua tangan direntangkan.
"Apa cih? Kalian ganggu tahu nggak?" dengus Chanyeol kesal.
"Eomma! Kenapa hanya Yeollie caja? Kami kan juga mau!" Jongin tertawa mendengarnya.
"Kami juga kedinginan eomma!" rengek Tao. Chanyeol memandang kesal. Gagal sudah rencananya tidur berdua dengan sang eomma yang manis.
'Huh?! Awac caja kalian!' batin Chanyeol kesal.
"Baiklah-baiklah, kalau begitu kalian bantu eomma mengambil selimut dan bantal milik saudara-saudara kalian. Kita tidur bersama di ruang tengah. Kajja!" keempat balita mungil beda tinggi itu mengekor di belakang Jongin.
BRUK! BRUK! BRUK! BRUK! BRUK!
Semua pasang mata menatap Jongin dan empat balita yang membantunya membawa selimut dan bantal milik lainnya. Sehun saat itu tengah dipanggil sajangnim sehingga Jongin mengurus kesepuluh balita lucu itu seorang diri.
"Kalian cemua ayo bantu kami menata ini!" titah Baekhyun bak seorang raja. Jongin mendengus geli.
"Memangnya kita mau ngapain? Kenapa cemua bantal dikelualkan? Kami tak boleh tidul di kamal ya eomma? Apa kami nakal?" tanya Luhan dengan wajah mewek. Jongin tertawa pelan. Dia jongkok di hadapan Luhan dan mengusap rambutnya lembut penuh kasih.
"Tidak Luhannie. Kita akan tidur bersama di sini! Chanyeollie bilang ia kedinginan, kan kalau tidur bersama bisa mengusir rasa dingin. Kalian tidak nakal kok! Kalian anak eomma yang tampan dan manis!" ujar Jongin. Luhan yang berwajah mewek tersenyum kemudian.
"Kalau begitu Luhannie bantu! Ayo cemua bantu eomma! Kita tidul belcama eomma!" ujar Luhan memerintah yang lain.
"NEEE!" koor mereka. Jongin tertawa pelan.
'Sehun belum kembali? Kenapa lama sekali?' tiba-tiba saja ia merasa rindu pada Sehun.
"Eomma! Eomma! Ayo cepat kemali! Kita cudah celecai!" ujar Kris.
"Iya sayang iya~" Jongin menempatkan dirinya di tengah antara Lay dan Baekhyun.
"Eomma kenapa di cana? Eomma tadi bilang mau peluk Yeolliee~" tanya Chanyeol merengek.
"Sini sini, semuanya nanti dapat pelukan kok!" ujar Jongin sabar.
"Eomma eomma! Kenapa appa belum pulang?" tanya Suho penasaran. Karena sejak hujan turun ia tak melihat appa pucatnya.
"Appa sedang ada urusan sayang~" jawab Jongin sembari mengusap rambut Suho.
"Ulucan? Apa appa tidak akan pulang? Kyungcoo takut di cini eomma! Di pinggil itu mengelikan!" ujar Kyungsoo yang memang mendapat posisi di pinggir dekat sofa. Sebenarnya itu tempat Tao, tapi karena si bocah panda itu tak mau, dia bilang takut ada kecoa yang keluar nanti. Sebagai hyung yang baik, Kyungsoo merelakan tempatnya, dan ia menjadi yang di pinggir.
"Appa pulang, tidak akan ada apa-apa, Kyungsoo-ya, kan masih ada eomma. Apa yang kamu takutkan, hm?" Kyungsoo tersenyum ceria.
"NE! Ada eomma Kyungcoo tak takut apapun!" ujar Kyungsoo ceria. Jongin tersenyum lembut.
"Sudah, kalian tak mengantuk? Ini sudah pukul setengah delapan. Ayo semua tidur! Tak baik tidur terlalu malam!" ujar Jongin. Ia berdiri dan menina bobokkan sepuluh balita menggemaskan itu.
"Huaaahh~ ceokkie ngantuukkk~" Minseok menguap lebar dan mengusap matanya yang merah karena mengantuk dengan lucunya, membuat Jongin gemas.
"Cepat tidur sayang~" bisik Jongin menenangkan. Ia menyenandungkan sebait lagu untuk menina bobokkan mereka. Dan dalam hitungan detik semua sudah terlelap. Mungkin kelelahan karena bermain seharian ini.
"Selamat tidur sayang~" Jongin mengecup satu per satu kening mereka dan mengeratkan selimut agar sepuluh 'balitanya' tidak kedinginan.
21.00 KST
Hujan baru saja reda, bau tanah yang basah karena hujan tercium dengan jelas. Jongin yang duduk bersila di sofa sembari menemani 'balita-balita manisnya' yang tengah tidur, dikejutkan dengan sebuah pelukan dari belakang. Bau khas maskulin dari sang kekasih tertangkap indra penciumannya.
"Hunnie?" bisiknya lirih tak mau mengganggu tidur cantik 'balita-balitanya'.
"Iya sayang. Aku pulang, mian pulangku lama. Sajangnim benar-benar memberiku banyak petuah, belum lagi Kangta hyung dan Teukkie hyung. Apa mereka membuatmu lelah?" Jongin menggeleng. Sehun duduk di sofa dengan Jongin di pangkuannya.
"Mereka benar-benar manis. Walaupun mengurus beagle line itu susah tapi tak masalah, mereka baru saja tidur!" Sehun mengeratkan pelukkannya pada Jongin.
"Baguslah kalau begitu~" gumamnya.
"Hunnie, ayo tidur, aku sudah mengantuk!" Sehun mengangguk. Keduanya berdiri dan menempatkan diri di pinggir. Jongin disebelah Minseok, Sehun menggeser sofa dan tidur di sebelah Kyungsoo. Sebelum tidur ia menyempatkan mencium kening sepuluh 'balitanya' dan mencium bibir penuh Jongin.
"Jaljalyo babydeul~"
Dorm Seventeen
21.30 KST
Mingyu masih membuka matanya. Wonwoo menidurkan Seungkwan yang menangis karena haus, sehingga ia harus membuat susu untuk Seungkwan. Beda dengan Hansol dan Chan yang tertidur lelap. Lelah bermain dengan hyung-hyungnya.
"Mingyu~" namja tampan bertaring itu menoleh dan tersenyum pada kekasihnya.
"Apa, hm?" Wonwoo menyamankan dirinya dalam pelukan Mingyu.
"Mereka semua sudah tidur~" ujar Wonwoo. Mingyu menempatkan kepalanya di pundak Wonwoo.
"Lalu? Kenapa kau tidak segera tidur, hm? Ini sudah malam. Seungkwan bagaimana?" tanya Mingyu beruntun. Wonwoo terkekeh pelan dibuatnya.
"Jawabannya sama dengan yang sedang kau lakukan sekarang. Seungkwannie sudah tidur~" jawab Wonwoo dan setelahnya memberi kecupan di bibir tipis Mingyu.
CKLEK!
Keduanya menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka, dan menampakkan sosok mungil Jisoo yang mengucek matanya lucu.
"Ada apa, Jisoo-ya?" Wonwoo berdiri dari pangkuan Mingyu dan mendekati si kecil Jisoo kemudian menggendongnya.
"Eomma, dingin~ Jicoo tak bica tidul~" rengeknya manja. Wonwoo tersenyum kecil.
"Ini sudah malam, tidurlah. Eomma temani~" Wonwoo pun menghilang dibalik pintu. Mingyu yang melihat hanya tersenyum kecil.
CKLEK!
Dari arah kamar yang berbeda, terdengar pintu yang dibuka, dan menampakkan sosok mungil Soonyoung yang berjalan ke arahnya dengan sempoyongan sembari menyeret boneka beruang yang besarnya sama dengan tubuh mungilnya. Mingyu yang melihat itu mendekati Soonyoung kecil dan menggendongnya.
"Ada apa, hm? Kenapa bangun?" tanya Mingyu. Soonyoung masih mengucek mata sipitnya.
"Eomma~ eomma~" rengeknya. Mingyu menghela nafas, ia menepuk-nepuk punggung Soonyoung, menidurkan kembali si mata 10:10 itu.
"Ssshhuut~ tidur sayang~ eomma sedang menemani hyungmu, nanti appa katakan kalau mencarinya. Tidur Soonyoungie~" bisik Mingyu pada Soonyoung dan berhasil membuat si kecil tertidur.
"Hahh~ aku tahu sekarang kenapa appa selalu tidur larut jika tak ada kerjaan. Maafkan anakmu ini appa~" ujar Mingyu pelan. Setelah dirasa Soonyoung tidur, ia membawa tubuh kecil Soonyoung ke kamar. Dan membaringkannya di sebelah Jihoon. Mingyu tertawa pelan melihat cara tidur Seokmin yang berantakan.
"Kau ini kalau tidur yang benar, Seokmin-ah~" Mingyu membenarkan tidur si kecil Seokmin yang posisinya berubah 180 derajat. Kepala ada di bawah, sehingga kaki Jihoon mengenainya, dan kakinya di atas sehingga bisa mengenai si mungil Jihoon. Setelah ia menata tidur Seokmin, ia keluar dan mendapati sang kekasih sudah duduk manis di sofa.
"Kau tidak ingin tidur?" tanya Mingyu. Wonwoo menggeleng pelan.
"Nanti saja dulu. Apa ada yang bangun tadi?" tanya Wonwoo, Mingyu mengangguk.
"Ne, Soonyoung tadi mencarimu. Sebaiknya kau peluk dia dulu, sepertinya ia membutuhkanmu sekarang~" Wonwoo tertawa pelan dan mengangguk.
"Aku ke kamar Soonyoung dulu~" Mingyu mengangguk.
02.30 KST
Mingyu dan Wonwoo memutuskan tidur di ruang tengah berdua dan berpelukkan. Benar-benar tenang dorm Seventeen sekarang. Tapi itu tak berlangsung lama-
"HUWEEEEE~" tangisan kencang Chan berhasil membangunkan keduanya yang baru saja tidur beberapa jam itu.
"Ennghh~ EH! Mingyu-ya irreonna!" Mingyu terpaksa membuka matanya yang terasa berat.
"Hng? AH! CHAN!" keduanya langsung berlari ke kamar para bayi. Wonwoo dengan segera menggendong Chan yang menangis, beruntungnya Hansol dan Seungkwan tidak terbangun. Saat dicek, ternyata Chan menangis karena mengompol, keduanya bernafas lega karena sudah mengira yang tidak-tidak tadi.
"Aku ambil popoknya dulu~" Mingyu pergi keluar, namun ia dikejutkan dengan sosok Junghan kecil.
"Ada apa, Junghannie?" tanya Mingyu sembari menggendong si kecil Junghan.
"Channie kenapa appa? Kenapa menangic? Apa cakit?" tanya Junghan polos, Mingyu tertawa kecil.
"Tidak sayang. Chan hanya mengompol saja. Ayo appa antar ke kamar lagi~" Junghan menguap dan mengangguk. Mingyu berjalan sembari menepuk-nepuk punggung Junghan supaya kembali tidur. Setelah sampai ia membaringkan Junghan di antara Seungcheol dan Jisoo. Setelah itu ia keluar dan mengambil popok.
"Ini popoknya, apa perlu aku ambilkan air hangat?" Wonwoo mengangguk. Mingyu pergi ke dapur dan memasak air. Setelah matang, ia membawanya dalam baskom kecil beserta handuk lembut untuk membersihkan Chan yang mengompol.
"Aku ganti seprainya dulu!" Mingyu mengambil seprai baru, sedang Wonwoo mengganti popok Chan yang ia bawa ke luar sebentar, sembari menunggu Mingyu selesai mengganti seprai.
"Sudah?" tanya Wonwoo, Mingyu mengangguk. Namun saat dibaringkan mata Chan malah terbuka lebar.
"Ya Tuhannn~ kita tak akan tidur kalau begini!" dumel Mingyu kesal. Ia mengantuk sungguh! Wonwoo menepuk pundaknya.
"Kau tidur saja dulu, aku akan menemani Chan~" ujar Wonwoo, Mingyu menggeleng pelan. Keduanya duduk di lantai beralas bed cover itu dengan Chan digendongan Wonwoo.
"Aku akan menemanimu saja, hyung~" keduanya pun akhirnya tidak tidur hingga pukul empat pagi. Chan yang mulai mengantuk dibawa Mingyu ke kamarnya. Sedang Wonwoo sudah terlelap karena kelelahan. Mingyu tertawa kecil, kemudian ia membaringkan tubuhnya di sebelah Wonwoo dan memeluk sang kekasih.
"Jaljayo hyungie~"
.
.
.
TBC/END
YEEEEYYYY! syukur ternyata banyak yang suka ff ini /sujud syukur/
oke ini lanjutannya, ini mungkin sudah lumayan panjang ya...
ini 'balita-balita' Meanie dan HunKai belum masuk TK lho, chap depan baru mereka semua bakal masuk TK yang sama
Oke... tanpa banyak kata reviewnya lagiii
thanks to readersss and reviewersss /nggak kuat bales satu-satu, saya ucap terima kasih saja untuk semua/
paypay^^
