Ikanaide「いかないで」

Author : Rinsa Unuka12

Kuroko no basuke by Fujimaki Tadatoshi

Rate : T

Pair : MidoTaka

Genre : Drama, Angst, Hurt/Comfort,Tragedy

Summary :

Setiap detik waktu yang ku jalani bersamamu, setiap kepingan kenangan yang kita ciptakan bersama, setiap kehangatan kasing sayang yang kau berikan padaku walau tak terucap dalam kata-kata. Namun semua seperti kepingan bunga tidur yang layu, seolah-olah akan mati kapan saja. Kau meninggalkanku tanpa aku menginginkannya, hanya sendirian. Kini ku hanya sendiri tanpamu, ku ingin mengucapkan satu kalimat yang tak bisa ku ucapkan saat itu." Ikanaide...Takao...Onegai!".

Warning : If you not like shounen-ai or yaoi you can clik back for now,Typo,And sad content.

A/N : Holla...Aku kembali hadir ni dengan fic laknat hahahaha...ini nih kelajutannya tapi sepertinya di chapter ini banyak flashbacknya jadi mohon di maklum...hahaha...maaf author gak bisa update kilat soalnya sibuk sama urusan sekolah ...Oke Happy Reading minna-sann!

DON'T LIKE DON'T READ!

「いかないで」

Chapter 1 : Pertemuan yang tak terduga

Sinar mentari mulai menyinari bangunan- bangunan pencakar langit di kota Tokyo, menyelinap ke setiap sudut pejuru rumah melewati jendela-jendela yang masih tertutup gordeng termasuk juga ke salah satu kamar yang bernuansa kalem. Cahaya mulai menyelesap melalui gordeng jendelanya dan berakhir mengganggu tidur seorang pemuda berambut hijau lumut yang sedang begelung di balutan selimut putih tebal, karena terusik oleh cahaya tersebut pemuda itu menggerang kecil dan akhirnya membuka matanya secara sempurna dan terlihatlah pupil warna yang sama dengan surai sang pemilik. Mata itu menerawang seolah ada yang kurang di dalam dirinya.

Ah...sejak kepergiannya pemuda itu -Midorima Shintarou- lebih sering menghabiskan waktu bangun paginya dengan melamun, dia merindukan tawa cerahnya di pagi hari, suara tawa yang bagai melodi indah yang membangunkannya di pagi hari. Midorima tau ini sudah terlalu lama baginya untuk terus memikirkan orang itu, itu kejadian masa lalu ia seharusnya bergerak maju tapi takdir berkata lain walau usianya sudah menginjak kepala dua tetap saja ia tak bisa lepas dari bayang- bayang orang yang ia cintai bahkan untuk mencari pengganti dirinya -Orang yang ia Cintai- begitu sulit ia terlalu terkungkung pada masa mau bagaimana lagi ia tetap menjalani kehidupannya.

Menjadi Dokter spesialis Kanker dan menyibukan diri agar tak terlalu mengingat masa lalunya tapi sepertinya itu hal sia- sia semakin ia menyibukan diri semakin ia tenggelam dalam bayangan masa lalunya, sulit memang tapi itulah kehidupan selalu berkaitan dengan masa lalu dan masa depan. Setelah puas melamun Midorima bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat ke Rumah Sakit. Midorima adalah Seoarang Dokter Spesialis kanker di Midorima Hospital di rumah sakit warisan Kenapa dirinya mengambil Spesialis kanker, hatinya begitu perih dan merasa kecewa pada dirinya sendiri karena kenangan pahit yang ia alami. Bahkan pada saat itu ia tak tahu harus melakukan apa lagi, pada akhirnya ia hanya diam membisu dan terpaku pada kejadian yang ia alami. Kejadian yang telah merenggut orang yang Midorima sayangi, orang yang selalu ada di sampingnya. Ia tak ingat terakhir kali bertemu dengannya , tak pernah ingat kapan ia merasakan kehangatan dan cerewetannya,Ahh...Ia sangat merindukan sosok itu.

Mata hitamnya yang tajam, rambut hitamnya yang lembut dan indah saat tertiup angin, Kecerewetannya, candaannya, segala hal tentangnya aku merindukannya. Jika memang dikehendaki bisakan ia bertemu kembali dengannya lagi, membenahi segala sesuatu kesalahannya. Ingin ia bertindak tidak egois dan lebih mementikan dirinya ah...saat itu aku belum dewasa masih tak mengetahui hal yang sebenarnya. Andai waktu berputar berbalik aku ingin mengatakan yang sebenarnya sesuai perasaanku. Namun aku tahu itu tak akan bisa.

Ah...Aku tak ingat kapan dan dimana kita bertemu oh...benar saat itu bunga sakura baru saja berguguran. Ya...saat itu adalah Musim semi pertama saat kita baru saja memulai tahun ajaran baru. Rasanya aku ingin tertawa saat mengingat pertemuan kita yang penuh adu argumen yang tak penting. Ah...aku merindukanmu Takao.

[Flashback on]

DENG...DONG...DENG...DONG...

[Di mohon kepada peserta didik tahun ajaran baru, dimohon Pada jam 9 memasuki ]

DENG...DONG...DENG...DONG...

Musim semi tiba, hari baru untuk siswi maupun siswa menengah atas yang telah mengganti seragam mereka. Tak ada perbedaan mencolok dari awal setiap sekolah, pengenalan club terbaru menjadi pemandangan yang tak asing. Ntah itu Club Volly, Renang, Sastra, Music, Basket dan lainnya menggema di halaman sekolah.

Sebuah mobil mewah berhenti tepat tak jauh dari gerbang sekolah, pemuda bersurai Hijau lumut keluar dengan buku tebal ditangannya dan sebuah boneka kelinci kecil di tangan satunya, ia bersiap untuk masuk ke sekolah barunya. Berada tak jauh darinya, pria paruh baya yang senantiasa menemaninya setiap hari terlihat menunduk hormat.

"Arigatou, Takahiro-san. Cukup sampai disin saja, dan nanti aku akan pulang sendiri"

"Tapi Midorima-sama"

"Tak apa Takahiro-san aku sudah bilang pada Tou-san dan untuk selanjutnya aku akan berangkat dan pulang sendiri" Ucap Midorima semu datar.

"Wakatta"

"Haii, Ittekimasu"

"Itterasai Midorima – sama"

Pria bersurai Hijau lumut itu mulai bergegas memasuki gerbang sekolah masih dengan buku tebal di tangan kanannya dan boneka kelinci kecil di tangan kirinya ia mengabaikan orang – orang yang membicarakan dirinya entah karena ketampanannya atau benda aneh yang di bawanya atau keduanya, Midorima tak mengabaikan orang-orang yang sibuk mempromosikan clubnya. Bukannya ia ingin bersikap sombong, hanya saja ia sudah memiliki sebuah club pilihan dan sudah pasti itu adalah Club Basket. Tanpa pikir panjang Midorima segera mencari stand club basket, Tapi di saat bersamaan ada seorang pemuda bersurai hitam belah tengah dan pipul tajam yang sewarna dengan surainya datang bersamaan.

" Apakah ini stand club basket/-Nanodayo!?" Ucap keduanya bersamaan.

Midorima terkejut begitu pun pemuda itu sampai keduanya saling memandang dan si pemuda tampak terlihat sangat syok.

" Kau-...Bukannya kau adalah salah satu dari anggota Kiseki no Sedai bukan...yang dulu mengalahkan sekolahku saat winter cup...kau Midorima Shintarou Si Top Shooter asal Teiko...!" Teriak pemuda itu.

" Cih...Baka kau berisik sekali-Nanodayo...!" ucap Midorima.

" He...dasar kau itu harus tanggung jawab kau tau!" ucapnya . Dari ucapan ambigu pemuda itu dua orang penjaga stand basket membulatkan kalimat ambigu tersebut Midorima lekas menjitak kepala si pemuda tak peduli siapa dia tapi yang ia pedulikan hanya dirinya sendiri yang kini pasti harga dirinya akan hancur karena pemuda yang entah dari mana datangnya dan main tuduh tiba- tiba.

"ITTAII...KENAPA KAU MEMUKULKU!" Teriak pemuda itu.

"ITU KARENA KAU MENCEMARI NAMA BAIKKU TAK INGAT SIAPA KAU ! WALAU AKU PERNAH MENGALAHKANMU ITU KAN DULU- NANODAYO!"Teriak Midorima.

"Kau menyebalkan...!" ucap pemuda itu lalu membawa selembaran kertas formulir dan mengisinya.

"Aku tak peduli-Nanodayo" jawab Midorima, ia juga membawa selembaran formulir dan mengisinya dengan cepat agar ia bisa dengan cepat pergi ke aula dan meninggalkan orang aneh itu. Sementara itu dua orang penjaga stand club tersebut hanya bisa melongo melihat calon kouhai-kouhainya beradu argumen di hadapan mereka sugguh itu membuat telinga mereka sakit. Sepertinya saat latihan mereka akan menyiapkan penyumpal telinga.

[ Flashback Off ]

Saat itu Midorima benar-benar tak menduga ia bisa bertemu dengan sosok itu. Sosok yang ia sayangi. Mungkin ini adalah takdir yang di atas, Midorima pun tak bisa mengelak akan hal itu. Setiap hari yang Midorima jalani bersama dengannya, tanpa disadari Midorima pun memiliki perasaan kepada sosok itu. Awalnya Midorima menolak perasaan itu karena ia pikir tidak mungkin ia merasakan perasaan yang tak normal itu, ia menyatakan bahwa dirinya masih normal. Namun semakin Midorima menyangkal hal itu semakin ia terjerat pada pesonanya dan pada akhirnya Midorima menyerah dan membiarkan perasaan itu merasuk di dalam dirinya namun tanpa mau Midorima akui perasaannya kepada sosok itu. Kenapa!? Mungkin Midorima terlalu takut, takut akan balasan yang akan ia terima nanti dan pada akhirnya ia hanya memendam perasaannya pada sosok itu.

Kalian mungkin bertanya-tanya siapa sosok yang Midorima Shintarou sayangi itu. Akan aku jelaskan!, Ia adalah pemuda yang periang, yang selalu tertawa setiap saat, Cengiran dan juga Lelucon yang selalu ia buat selalu bisa membuat Midorima Shintarou bersemu maupun marah. Dia adalah Takao Kazunari pemuda yang memiliki mata hawk eyes itu mampu mengambil seluruh atensi dunia Midorima Shintarou.

Tersadar dari lamunan panjangnya, Midorima tersadar bahwa ia harus pergi ke Rumah Sakit kemungkinan banyak pasien yang menunggunya, para perawat pun mungkin akan mecari-cari keberadaannya yang hilang ah bukan tapi belum datang. Midorima mengambil jas dokternya, kunci mobil dan tak lupa ponselnya dan bergegas ke garasi setelah ia mengunci seluruh pintu rumahnya. Ah...pekerjaan sebagai dokter menyita seluruh waktu Midorima terkadang membuatnya tak tidur dan menghasilkan kantong hitam di bawah matanya. Tapi saat ini tak seburuk kondisinya saat itu, Ya saat Midorima harus mengetahui hal pahit dari Takao sampai ia tak pernah tidur dan membuatnya mengalami insomia.

Terkadang ia berfikir kenapa pemuda berisik semacam Takao bisa membuatnya mengalihkan dunianya bahkan orientasi seksualnya. Memang ya Cinta itu tak mengenal gender! tapi semakin mengingat tentang dirinya Midorima pun semakin melayang ke kenangan masa lalunya saat itu.

[Flashback On]

Pada awalnya Midorima sangat yakin jika selama 3 tahun kedepan ia tak akan mendapatkan satu teman 'pun. Selalu mengeluarkan aura tak bersahabat dan melayangkan tatapan sinis pada orang disekitar bahkan melempar perkataan super tajam cukup membuat orang-orang melangkah mundur darinya.

Entah mengapa sekarang Midorima merasa sangat merindukan 6 manusia pelangi yang selalu menemaninya semasa SMP dulu –abaikan tingkah ajaib mereka dan tak jarang kurang ajar itu. Sungguh Midorima sangat jengkel saat mengingat kelakuan ajaib dan kurang ajar 6 sohibnya itu rasanya ingin mengubur mereka hidup-hidup tapi ia bukan Akashi yang bisa melakukan semaunya dengan gunting keramatnya. Hah...Ia masih ingat ketika mengatakan hal yang keramat bagi Akashi sehingga nyawanya hampir melayang saat itu oleh gunting yang di lempar saat itu, dan Ia berjanji tak akan mengatakan pendek lagi pada Akashi.

Namun ternyata perkiraan Midorima meleset jauh. Karena ternyata ada seorang pemuda bersurai raven belah tengah dengan senyuman sejuta watt –sungguh, Midorima merasa matanya menjadi sakit karena senyuman si pemuda yang sangat menyilaukan datang menghampirinya dan tiba-tiba meneriakinya. Sungguh Midorima kesal ia hanya ingin mendaftar pada club basket namun ia datang dan sialnya menuduh-nuduhnya. Dan lagi saat pertama masuk club ternyata Midorima bertemu dengannya kembali, dengan ceringarannya yang sumpah membuatku mual saat melihatnya. Namun dengan santainya ia mengajakku berkenalan.

"Yo! Namaku Takao Kazunari! Salam kenal! Kau pasti Midorima Shintarou 'kan? Senang bertemu denganmu! Ah...kau masih ingat aku kan ituloh...waktu di stand club basket dan kau menjitakku...!"

"Kau! dan kenapa kau tau namaku juga apalagi saat itu kau seenaknya menjukku dan berteriak padaku , nanodayo?"

"Tentu saja seluruh pemain basket mengetahui dirimu, apalagi kita juga sekelas. Jadi tentu saja aku tahu namamu. Dan lagi kau kan pernah mengalahkan SMP ku saat winter club saat itu jadi saat aku bertemu denganmu saat itu aku sedikit marah hehehe..."

—Oh. Midorima baru sadar jika ia Sekelas dengan orang seheboh ini. Sangking acuhnya ia tak tau akan fakta itu.

"Hmp."

"Eh, yang kau pegang itu apa? Aku melihat kau terus membawanya."

"Ini adalah plester tangan. Lucky Itemku dari Oha-asa,nanodayo."

"Pfffttt.. Kau percaya pada ramalan? Dan apa-apaan dengan logat bicaramu itu? Sungguh lucu, pfft.. nanodayo.. pfft.. HAHAHAHA KAU LUCU SEKALIII...!" Sungguh Midorima jengkel apalagi tawanya itu membuatnya berfikir jika saat ia latihan sepertinya harus menyiapkan penyumbat telinga. Ingin sekali Midorima melempar Takao dari atas gedung sekolah.

"Tch,"

"Ne, Midorima-kun. Senang bisa berkenalan denganmu! Kuharap kita bisa menjadi teman baik!"

". . . . ." Midorima diam dengan mata sedikit melebar. Menatap tak percaya pada seseorang yang kini menampilkan cengiran lebar diwajahnya.

'Teman.. baik?'

"Midorima?" Takao merasa sedikit aneh juga saat dipandangi dengan tatapan seperti itu.

"Hn."

Satu kalimat sederhana namun berarti banyak bagi Midorima. Tanpa sadar Midorima mengulas sebuah senyuman tipis. Merasa sedikit –ya, Midorima tekankan hanya SEDIKIT tertarik dengan pemuda dihadapannya.

—Dan sebenarnya Midorima juga baru menyadari, jika pemuda di hadapannya ini ternyata sangat manis dan sedikit jengkel. Tapi tak ada yang tau, jika di lubuk hati terdalam Midorima, ia merasa sedikit bersyukur karena pertemuannya dengan Takao.

[Flashback Off]

"Ah...Dokter Midorima!"ucap seorang perawat.

"Hn...Ada apa, nanodayo!?"

"Ada pasien yang harus di tangani dokter"

"Apa keluhannya"

"Pasien mengalami mimisan hebat sampai pingsan, kami menduga itu gejala kanker, hasil CT scannya belum keluar!"

"Baik aku akan ke sana"

Midorima bergegas menuju ICU ada nyawa yang harus di selamatkan ia tak ingin kejadian saat itu kejadian yang mengharuskan nyawa Takao tak selamat,Ia seharusnya menuruti kata hatinya tapi demi Takao ia mengabaikan kata hatinya dan berakhir kehilangan dia tuk selamanya. Andai waktu berulang kembali maka aku tak akan mengabaikan waktu bersamanya seandainya aku bisa bersamanya lagi maka aku akan menjaganya sampai akhir hayatku.

"As long as my heart is still beating, I want to protect you

That's enough of a reason for me to live

As we count the same tear over and over again,

We will understand each other a little more"

TBC

A/N : Yakkkkk...Fic ini gaje...Feel angstnya belom kerasa Sekarang karena ini belom klimaks ceritanya...Kemungkinan Chapter berikutnya yaitu full flashback dari keseharian Midorima dan Takao saat di Shuuntoku kayaknya di chapter berikutnya angstnya kerasa...siapkan tisu aja yaaaa...makasih ya yang sudah meriview fic aku...luv luv

[ JANGAN LUPA RIVIEWWWWWWWNYAAAA READER TACHIIII ]

SALAM CINTA

Rinsa Unuka12