A/N : ga yakin bagus ney..maklum…nagh baru….=_="

Misstypo? Tauk deh…pusing ney.. review ya…

Disclaimer : kak masashi kishimoto..hhe..biar nunggu ampe kiamat ga bakal di kasih ke yuki…T_T

Genre: Romance / Humor…?

Rated : T

Pairing : baca sendiri siapa pair utamanya..maybe, suika..Naruhina…or…?

Made by : yukina aiko..^^ (ai-chan)

Warning : OOC! (ga sepenuhnya sey~) gaje…

Semua review sudah ku balas kah? O.o..

Oh iya…buat micon : eh? Tentang lowongan OC yah? Hm..klo bkin karakter sendiri kan susah..== (padahal males) mending nyolong nama orang gt…-di lempar massa-

Thanks ya ^^~~


~Complicated Love~

Pagi itu, damai sekali di KHS…Konoha High School…

"Pagi…" seru seorang gadis berambut pink lesu.

"Pagi, Sakura-chan! Kenapa kau lesu? Ini kan masih pagi? Kemana semangat masa mudamu?" tanya seorang gadis tomboy kacamata-an.

Sementara seorang laki-laki berambut mangkok style hanya tersenyum puas bisa menularkan penyakit jiwa-masa-muda ke pacar barunya, Meiyuu.

"Bagus, Meiyuu-chan! Ternyata kita sehati!" (author muntah pas nulis ini..maaf ya, Meiyuu!) seru si kepala mangkok tadi, Rock lee.

"Terima kasih, Lee.." Meiyuu blushing.

"Pagi, Meiyuu…Lee.. aku tidak bisa tidur semalam.." jelas Sakura.

"ah! Tapi kau harus tetap bersemangat , Sakura-chan!" seru Lee berapi-api.

"Pagi, semua! Pagi, Sakura-chan!" seru seorang anak laki-laki bertato segitiga terbalik yang baru datang dengan pacarnya, Kiba dan Miku.

"Pagi, Miku…Kiba!" seru Sakura berusaha sedikit bersemangat, kalau tidak jangan harap punggungnya bisa selamat dari tepukan maut Meiyuu atau Lee.

"Eh, Sakura…kau lemes banget, seh?" tanya Kiba.

'tuh kan! tetep tau…cape deh' batin Sakura.

"eh? Oh….gak papa kok.." balas Sakura ogah-ogahan.

"oh, eh..Miku! jangan bengong lagi!" seru Kiba sambil menepuk pundak ceweknya itu.

"Eh, iya!" seru Miku memberi hormat seperti tentara. –ditabok Miku-

Kiba hanya tertawa mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Miku.

Sementara, Sakura asyik melamun tentang kejadian kemarin , Meiyuu dan Lee malah sudah ada di cafetaria yang ada dibawah.

"Pagi,semua! Eh, kok sepi sih?" tanya seorang anak berambut duren, Naruto.

"Dasar bodoh…ini kan masih pagi!" seru Kiba.

Dan beberapa menit kemudian, kelas hampir penuh dengan murid yang berdatangan.

"Sakura-chan, pinjam Pe-eR ya..!" rengek Miku

"Iya Sakura-chan, aku juga mau pinjam! Boleh ya? Aku belum buat…" bujuk Miyuki.

"a..eh, teman-teman! Pinjam Pe-eRnya si Reika saja yah.." balas Sakura.

"Reika? Mana dia?" tanya Miku sambil toleh kiri-kanan.

"Itu, yang tidur di bangku belakang dekat jendela!" seru Sakura. Miku dan Miyuki sweatdrop.

"Sempat-sempatnya dia tidur…" keluh Miyuki.

Beberapa saat kemudian, bangku Reika penuh dengan murid-murid yang mau pinjam Pe-eRnya. Maklum, Reika kan ranking 3 setelah Shikamaru dan Sakura. (Reika : weh, iya donk! Yuki : -swt-)

BRAAAK!

Pintu kelas XI-A terbuka dengan tidak elitnya setelah daun pintunya ditendang keras oleh seorang anak laki-laki berambut biru laut keperakan gak jelas. Suigetsu.

"Heh! Kalo pintunya lepas gimana? Dasar bodoh!" seru Karin, cewek rambut merah itu marah-marah.

"Ya, berarti rusak!" jawab Suigetsu santai dan ga niat.

"Taka…" gumam Sakura pusing sendiri.

"Sasuke! Taka!" seru seorang gadis berambut pirang panjang. Ino Yamanaka.

"Ino, kenapa kemarin kau tidak masuk?" tanya Juugo.

"Eng…eto…aku demam tinggi…" desah Ino BT.

"Ooh.." gumam Sasuke gak perhatian.

Genk Taka mengambil posisi duduk di belakang dekat jendela. Posisi yang cukup dekat dengan

Genk Sakura, tentu saja Sakura merasa risih.

Bel tanda dimulainya kelas hari ini berbunyi nyaring. Semua anak kembali ke tempat duduknya termasuk Lee dan Meiyuu yang baru kembali.

"Anak-anak! Hari ini-" guru yang baru masuk itu terpotong kalimatnya.

"Kami bukan anak-anak!" seru Naruto.

'Dasar curut!' batin Kakashi, guru tadi.

"Baiklah, semuanya! Saya akan mengumumkan 2 pengumuman!" seru Kakashi.

"Yasudah! Umumkan saja!" celetuk Juugo.

"Pertama, saya mau memberitahu tentang pertunangan saya." Seru Kakashi berbinar-binar.

"Weh, sama siapa sensei?" tanya Kiba dan Lee antusias, jadilah seluruh kelas ribut.

"Uung.. namanya Kinoshimizu…" seru Kakashi gugup.

"Ah? Sensei mau tunangan sama Kino-nee?" teriak mahluk berambut biru panjang sepinggang. (=='') Ternyata manusia itu adalah Yuki. (author numpang nampang..==)

"Eh, i-iya…Kino, masuk saja!" panggil guru Kakashi.

Seorang gadis cantik berambut hitam panjang memasuki ruangan. Seluruh mata murid didalam kelas itu tertuju pada gadis itu termasuk Sasuke.

'ikh, kenapa si pantat ayam itu ikutan noleh? Apa dia menyukai Kino-senpai? Ah…tak mungkin…!' batin Sakura dalam hati, pusing sendiri.

"Hey, pink! Apa kau tak bisa anggun dan dewasa seperti gadis itu?" tanya Sasuke setengah menyindir kearah Sakura. Sakura hanya mendengus sebal.

"Hey, Sasuke! Sejak kapan kau bisa berkomunikasi dengan pimpinan genk yang bernama Sakura itu dengan lancar?" tanya Gaara panjang lebar yang disambut cengiran khas Sasuke.

'Apa Sasuke tertarik pada gadis itu?' tanya Gaara dalam hati tentunya.

"Nama saya Kino! Saya calon tunangannya guru kalian!" seru Kino sambil tersenyum.

"Ya! Saya sudah kenal!" teriak Yuki yang mendapat timpukan halus (?) dari Kakashi pake buku kimia.

"Sensei tunangannya kapan? Kita diundang kan?" tanya saudara kembar Yuki, seorang gadis berambut merah kuncir dua. Hiyori. (adoh~ kok banyak gn OC-nya? T_T)

"Eh, itu…em..2 hari lagi, yah..kalian boleh datang!" seru Kakashi yang disambut sorakan anak murid kelas XI itu.

"Dan, datangnya harus berpasangan!" perintah Kakashi.

Krik..krik…krik…(darimana ada jangkrik? Anggap saja ada.-taboked-)

"APA!" teriakan anak XI-A membahana dengan bisingnya.

"Hinata-chan, denganku saja ya!" seru Naruto riang yang disambut anggukan dari yang punya mata lavender berambut indigo.

"uyeee!" seru Naruto (minjem kata2nya baka aniki.)

Dan begitulah, semua pergi dengan pasangan masing-masing. Kecuali beberapa anak.

"Kyaa..Sasuke-kun dengan ku saja!" seru seorang gadis.

"Saskay! Pergi denganku saja ya!" seru gadis lain, sementara Sasuke sweatdrop denger namanya diubah-ubah seenaknya.

"Gaara-kun! Sama aku ya!" seru seorang gadis.

"Sama aku saja ya!" seru gadis lain.

"Hey, sudah-sudah! Nanti kami pikirkan!" seru Suigetsu jengkel karna genk mereka di kerubutin cewek-cewek.

"Siapa yang minta kamu? Ga ada yang ajak kamu juga! Huuu!" seru seorang gadis lain.

Dan Suigetsu-pun pundung dipojokan.

"Baiklah! Nanti aku pilih ya! Sekarang kami bisa duduk tenang kan?" tanya Gaara dan Sasuke.

"Kyaaaaa..Gaa-kun dan Sasu-kun tidak dingin lagi!" seru seorang cewek.

"Ah, eh…sudah sana!" seru Karin risih.

"Aku dengan siapa ya?" tanya Karin setelah mengusir Gaara dan Sasuke FG tadi.

"Sama Juugo!" seru Ino.

"Ahm, maaf.. aku tidak datang.. ada acara sama Kimimaro, sepupu jauhku." Seru Juugo.

"Tuh…huh, siapa nih?" rengek Karin.

"Heh, ga akan ada yang mau sama kamu, bulleyes!" seru Suigetsu.

"hm, begini saja, yang kupilihkan jadi pasangan Karin harus mau!" teriak Sasuke OOC didepan kelas.

"Hm, silahkan!" seru Beberapa anak cowok yang kayaknya naksir Karin.

"Hm…baiklah.." Sasuke menimbang-nimbang.

"Pasti tidak ada deh! Kalo ada ju-" perkataan Suigetsu terpotong sadis.

"SUIGETSU!" teriak Sasuke dan Gaara yang mulai sinting.

"APA KAU BILANG? Dasar sinting!" seru Suigetsu keceplosan.

Terjadilah perang deathglare antar Sasuke-Suigetsu dan Suigetsu-Karin.

Sampai akhirnya…

"Baiklah, kami pergi berdua!" seru Karin dan Suigetsu barengan.

"Tuh kan , Kompak!" seru Gaara. Sasuke mengangguk setuju.

"Huh! Merepotkan sekali." Gumam Suigetsu.

"Sakura! Tinggal kau yang belum berpasangan loh!" seru Kiba dan Miku.

"Eng…masih banyak tuh! Hiyori dan Yuki juga belum.." gumam Sakura cukup keras.

"Matsuri juga belum!" tambah Meiyuu dan Lee.

"Sai, Ino..masih banyak kok.." seru Sai dari belakang.

"Yah, jomblo kok ngaku?" tanya Naruto heran.

"Ngaku dosa tuh…" (?) seru Kiba gak nyambung.

Sementara Kakashi dan Kino malah ngobrol di meja guru.

"Eh, tunggu! Kenapa yang kau sebut cuma namamu dan Ino?" tanya Lee cepat.

"Tidak ada apa-apa.." seru Sai formal, dingin dan penuh senyum. Sifat yang aneh.

"Oh…" Naruto hanya meng-oh curiga.

"Sudah-sudah! Baiklah, saya mau umumkan pengumuman kedua!" seru Kakashi yang baru sadar. Dalam sekejap mata, murid-murid kembali tenang.

"Saya mau memilih pengurus kelas yang baru, karna Neji dan Tenten mengundurkan diri." Seru Kakashi santai sambil membagikan kertas kecil kosong.

"Tulis pilihan kalian disana!" perintah Kakashi.

15 menit kemudian, kertas-kertas tadi sudah terkumpul di meja Miku yang bertugas menghitung jumlah pilihan.

"Erng…jadi, Sasuke-san ada…18, Sakura-san ada 16..dan Gaara-san 14." Seru Miku.

"Ada 48 anak? Bukannya 50?" tanya Kakashi bingung.

"Ehm, Shikamaru dan Chouji tidak masuk, sensei.." seru Lee.

"Eeh? Kenapa?" tanya Kino yang mendadak jadi wakil guru. (emangnya ada ya?)

"Shikamaru telat bangun, Chouji sakit perut parah karna overkripik!" seru Meiyuu dan Lee ngawur. Kakashi dan Kino pun sweatdrop berjamaah.

"Baiklah, kalau begitu Sasuke jadi ketua kelas sampai tahun ajaran baru, Sakura tolong bantu Sasuke sebagai wakil ya? Dan gaara, kau jadi bendahara!" seru Kakashi.

"APA? Aku harus bekerja sama dengan si ayam ini?" seru Sakura kaget menunjuk Sasuke.

"Eh, iya..kenapa?" tanya Kakashi.

"Eng… sudahlah.." gumam Sakura.

Sasuke berjalan mendekati Sakura dan menjulurkan tangannya, seperti bersalaman.

"E-eh?" Sakura melihat wajah Sasuke yang tersenyum polos, perasaannya jadi tak keruan.

"Mohon kerja samanya ya!" seru Sasuke menjabat tangan sakura.

"Y-ya.." gumam Sakura.

"Baiklah, kembali ke tempat duduk kalian!" seru Kakashi

Sasuke kembali ke tempat duduknya dibelakang Sakura, dan menidurkan kepalanya diatas lengannya sendiri.

"Baiklah, sekian saja hari ini. Hari ini jam kosong kan? kalian boleh pulang cepat." Seru Kakashi dengan cengiran beo. (?) Kakashi dan Kino keluar dari kelas.

"Pulang yuk, aku bosan!" seru Sakura pada genk Sakura. Sakura berdiri dari kursinya dan merapikan tas.

"Gak! Kamu pengurus kelas! Gak boleh pulang awal!" seru Sasuke mencegat lengan Sakura.

"Apa? Kenapa? Ini kan jam kosong!" seru Sakura heran.

"Ayolah, aku juga mau pulang…" seru anak kelas lainnya.

"Baik, kalian boleh pulang…aku dan Sakura dan Gaara akan melapor ke guru. Bubar!" seru Sasuke. Sakura cengok, gak beda sama gaara.

Dalam hitungan menit, kelas sudah kosong.

"Tunggu sebentar, aku mau nyari Kakashi." Seru Sasuke. Sasuke meninggalkan Gaara dan Sakura berdua.

"Um, ung…Sakura.." panggil Gaara.

Hening beberapa menit.

"Ya?" balas Sakura berusaha menyesuaikan diri.

"Langsung saja ya, kau mau tidak ke pesta tunangan Kakashi-sensei denganku?" tanya Gaara langsung.

"Um..aku pikirkan, ya?" tanya Sakura ragu-ragu. Wajahnya sudah semerah kepiting.

Sementara di belakang tangga menuju kelas itu. . .

BUUKH!

Sasuke memukul dinding sekolah bercat putih itu hingga retak. Punggung tangannya mengeluarkan darah segar.

"Hosh…hosh…kenapa? Kenapa dia memikirkan ajakan Gaara?" seru Sasuke kesal.

Sasuke berjalan seperti tidak ada apa-apa menuju kelas, tapi pandangannya selama berjalan kosong.

'Tampaknya aku memang tidak bisa memusuhimu, Sakura…' batin Sasuke.

"Ah.. Sasuke! Tanganmu? Kenapa tanganmu berdarah?" tanya Sakura.

"hn…bukan apa-apa…" jawab Sasuke.

"Kakashi-sensei mengijinkan kita pulang awal, dengan syarat merapikan kelas. Merpotkan!" seru Sasuke.

"Kenapa tadi kita tidak kabur saja sih? Yasudah, aku akan merapikan bangku." Seru Sakura pasrah sambil mengatur kursi kelas dengan rapi. Sasuke dan Gaara sibuk merapikan papan tulis, menghapusnya dan merapikan buku-buku guru.

"Ne, sudah selesai.. boleh aku pulang?" tanya Gaara setengah mendengus.

"Sudah sana!" seru Sasuke asal. Gaara melangkah keluar kelas dan mengambil sepeda motornya.

"Sakura, kau pulangnya dijemput?" tanya Sasuke iseng.

"Uum, ah iya…aku lupa! Kaasa kan hari ini keluar kota… siapa yang menjemputku?" tanya Sakura panic.

"Ungg… mau kuantarkan?" tawar Sasuke.

"Apa tidak merepotkan?" tanya Sakura.

"Rumah kita kan searah!" seru Sasuke mengingatkan sambil tersenyum.

"Ah iya-ya…ya sudah, terima kasih kalau kau mau..!" seru Sakura senang.

Gaara sempat mendengar kata-kata yang diucapkan Sasuke dan Sakura tadi, karna tadi ia sempat naik lagi ke atas untuk mengambil kertas ulangannya yang tertinggal.

"Wah, kau juga mengincar Sakura ya, Sasuke? Berarti mulai sekarang… Kita bersaing!" gumam Gaara, dan ia pun melesat dengan motornya.

Sasuke dan Sakura melangkah menuju mobil Ferrari biru metallic milik Sasuke.

"Masuk.." perintah Sasuke pelan. Sakura membuka pintu mobil itu dan duduk di samping kursi pengemudi. Perjalanan itu selesai tanpa ada percakapan. (Halah!)

"Sudah sampai!" seru Sasuke mengingatkan.

"Ah, iya! Kau tidak mampir?" tanya Sakura gugup.

"Tidak, terima kasih.. aku tidak enak badan." Seru Sasuke.

"Oh, begitu… terima kasih ya!" seru Sakura tersenyum, dia menutup pintu mobil Sasuke.

Sasuke memarkir mobilnya di garasi rumahnya , mobil Fugaku dan Itachi sedang tidak ada. Berarti seluruh keluarganya tidak ada dirumah.

Sasuke memasuki rumahnya dengan kunci cadangan yang dibawanya, dan langsung menuju kamarnya sendiri.

"Sakura…" gumamnya tanpa sadar.

"Gaara… mulai hari ini, dan sampai salah satu dari kita mendapatkannya…. Kita saingan!" seru Sasuke membanting tasnya ke lantai. Frustasi.

"Arrgh! Kenapa aku tidak mengajaknya ke pesta tunangan Kakashi tadi?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri seperti orang gila. (author ditabok Sasuke.)

Sasuke turun ke lantai satu setelah mengganti bajunya. Ia mengambil obat dan perban untuk membalut luka bekas memukul tembok tidak bersalah tadi. Sasuke mengambil jaketnya dan berjalan keluar rumah.

"Dingin juga.. ini mau memasuki awal musim dingin ya?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri.

"Sasuke!" seru seorang anak laki-laki berambut bata. Gaara.

'Sedanga apa dia? Mencari Sakura?' batin Sasuke heran.

"Tumben kesini Gaar?" tanya Sasuke masih heran.

"Itu tidak penting.. ada yang ingin ku pastikan!" seru Gaara.

"Huh? Apa?" tanya Sasuke pura-pura bodoh.

"Jangan berpura-pura, kau juga mengincar Sakura?, ya tidak?" tanya Gaara to the point.

"Kalau iya?" Sasuke berbicara menantang Gaara.

"Berarti, sekarang sampai akhir. Kita bersaing!" seru Gaara.

"Hum.. seperti kata-kataku, baiklah!" balas Sasuke santai.


TuBerCulosis…eh, Tubikontinyu…XP

Ugyaaa! Apa nih? Ending chap 2-nya kok gaje gne?

Mamii~~ ==''

Jadi gini gara-gara takut rapot jelek, itu juga Cuma yang ada diotak maen kluar..T_T walopun gt, mohon di review ya?

Plis-plis..

Maaf bagi yang merasa OCnya kebanyakan dan mnganggu, buat Fuyu:

Hwaa…peran kita Cuma sedikit.

Buat Kinonee: lowongan tunangan Kakashi memang private dari Kinonee…dan g a bisa di ganggu gugat!

Mind to Review? O.o