Chapter 2 update kilat, lets for read readers...

Maaf yah kalo chapter pertama pendek bingits, :D

.

.

LOVE TO LOVE YOU

Chapter 2

Genre : Romance/Hurt/Drama

Pair : ItaIno

Disclaimer © Masashi Kishimoto

Love To Love You © Beyb Haraka

Cast : Uchiha Itachi (28), Yamanaka Ino (23), Uchiha Sasuke (23),Haruno Sakura (20)

Akasuna no Sasori (28)

And many other.

.

.

.

.

Eurwangni Beach, Seoul

Itachi berjalan santai menikmati pagi hari yang menyejukan dipantai indah yang dipenuhi oleh pepohonan pinus dan batu karang disekelilingnya tersebut, pantai yang terletak tak jauh dari Hotel tempatnya menginap itu merupakan pantai terfavorit bagi para turis domestik maupun manca negara yang sedang berkunjung ke Seoul, ia menikmati pemandangan karya Kami-sama itu dengan penuh perasaan,langit biru yang cerah,udara pagi yang segar dan deruan ombak yang tenang seolah membawanya hanyut kedalam dunia mimpi yang nyata. Bibir tipis si sulung Uchiha itu tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman damai, sudah 4 hari tak terasa ia berada di Korea Selatan, 4 hari yang sangat melelahkan karna ia harus berurusan dengan proyek Water Park terbesar milik Uchiha Corp. yang baru pertama kali ia bangun di Korea Selatan, dan dihari tersisa yang tinggal 3 hari ini,pemuda tampan itu ingin menghabiskan waktunya untuk berlibur dan menikmati indahnya kota Seoul,melepas semua penat dan rasa lelahnya karna bekerja dan untuk menjernihkan otak jeniusnya yang terus tereksploitasi oleh kerja,kerja dan kerja.

"Apakah aku bisa menemukan wanita yang asli disini... wanita yang sempurna tanpa sayatan pisau maupun silet operasi" gumam itachi lirih, sepertinya ia benar-benar mendambakan sosok pendamping yang selama ini diidam-idamkan oleh keluarganya, keluarga yang selalu menuntutnya untuk segera menikah, bahkan sering memperkenalkannya pada wanita-wanita cantik di Jepang maupun luar negeri, tapi Itachi tak pernah memperdulikannya, ia masih enggan untuk memikirkan masalah pernikahan, namun lama-lama ia bosan juga hidup sendiri, wanita-wanita yang berada disekelilingnya selama ini hanya ia anggap sebagai alat pelampiasan atas rasa jenuhnya, ia tak pernah sungguh-sungguh dalam menjalani hubungan percintaan dengan wanita manapun,karna kebanyakan bukan Itachi yang menginginkan wanita tersebut, melainkan wanita-wanita itulah yang menginginkan Itachi,menginginkan ketampanannya,menginginkan tubuh atletisnya,menginginkan kehebatannya dalam bercinta dan menginginkan kekayaannya.

Itachi belum menemukan cinta sejatinya,cinta sejati yang selama ini ia cari namun tak kunjung ia temukan, ia sudah bosan setiap hari bertemu wanita-wanita penggoda yang berwajah sama,wajah yang seperti tak ada bedanya karna operasi plastik, apalagi di negara yang ia pijak saat ini, mungkin semua wanita disini melakukan operasi tersebut untuk mempercantik diri berhubung Korea Selatan adalah negara yang menjadi ratu dalam industri operasi plastik dunia, maka dari itu wajah-wajah cantik para wanitanyapun seolah tak ada bedanya sama sekali.

"hh... mustahil Itachi"imbuhnya sambil menggeleng dan tersenyum miris, kemudian iapun segera berlari kembali ke Hotel untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Semoga saja pangeran Uchiha itu benar-benar segera menemukan wanita impiannya.

LOVE TO LOVE YOU

Ino's House

"wahhh... mashta..kau memang sangat luar biasa Ino,setiap masakan yang kau buat selalu saja bisa menggoyang lidahku" seru Ah Yun setelah mencicipi Red Spicy Chicken buatan Ino.

"Kau terlalu berlebihan Ah Yun,jangan membuatku memerah" jawab Ino sambil tersenyum malu dan menggigit bibir.

"Kau sungguh lugu Ino" Ah Yunpun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "oh iya bagaimana kencanmu dengan pria berambut merah kemarin? Apa kau... sudah benar-benar yakin dengannya?" Tanya wanita berambut coklat itu penasaran.

"Aku rasa.. aku menyukainya"

"Tapi Ino aku sepertinya tidak yakin dengannya,dia memang kelihatan baik tapi... entah kenapa aku merasa dia tidak baik untukmu" ucap Ah Yun yang tampak ragu,

"Tapi bagiku Sasori-sii adalah pria yang baik dan bertanggung jawab,dia selalu mampu membuatku tertawa dan nyaman,dan aku rasa aku memang menyukainya" Ino tersenyum dan tampak senang mengingat hari-harinya bersama Sasori.

"Tapi-"

"Ah Yuuun... aku mohon berhentilah untuk berprasangka buruk terhadap Sasori-sii,aku sudah dewasa, jadi aku mohon jangan megaturku lagi"ungkap Ino dengan kesal.

"Ino..." Ah Yun sungguh terkejut dengan ucapan Ino.

"Aku mohon..."

"Maafkan aku Ino,bukan maksudku untuk mengaturmu ,tapi aku hanya tidak ingin kau disakiti lagi,tapi jika kali ini pria yang kau temukan bisa membuatmu bahagia,aku...aku pasti akan mendukungmu,maafkan aku ya" ucap Ah Yun merasa tak enak.

"Hm" angguk Ino "terimakasih Ah Yun,aku juga minta maaf" Ino turut merasa tak enak karna sudah berkata menggunakan nada tinggi pada sepupunya.

"Iya,sama-sama" Ah Yunpun tersenyum paksa menanggapinya, sebenarnya ia merasakan feeling yang buruk terhadap Sasori,namun apa boleh buat jika Ino sudah seperti ini,ia tidak mau membuat ino sedih dan putus harapan,lagi pula percuma saja ia menasehati sepupunya itu,toh Ino pasti tak mau mendengarkannya.

Lotte Restaurant,Gang-nam Seoul

Seorang pria tampan berambut merah tengah tersenyum licik menatap anggunnya wanita lugu itu didepannya,Sasori yang berpenampilan sangat memukau itu tengah duduk berdua dengan Ino disebuah restaurant mewah milik Lotte City Hotel,menghabiskan malam yang cerah ini dengan membawa sebuah rencana jahat yang akan ia jalankan untuk Ino,entah rencana apa yang telah ia konspirasikan dengan sang kekasih untuk menghancurkan gadis polos nan suci itu,yang jelas malam ini Sasori ingin semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

"Kenapa kau terus melihatku seperti itu?" tanya Ino dengan kikuk menggunakan bahasa Jepang,meskipun Sasori mampu berbahasa Korea,namun Ino ingin berbahasa Jepang saja agar ia bisa membuat Sasori nyaman ketika bersamanya,bahasa Jepang Ino sangatlah fasih karna meskipun ia menjadi warga negara Korea,akan tetapi Ino ingin tetap bisa menguasai bahasa dan kebudayaan yang Ayahnya miliki,yaitu Jepang.

"Kau lihat bintang-bintang itu?"tanya Sasori sambil memandang langit malam yang dipenuhi dengan bintang-bintang indah.

"Iya indah sekali" Ino turut memandang langit dengan tatapan takjub.

"Tapi tak sebanding dengan keindahan yang kau miliki,itu sebabnya kenapa aku tak henti-hentinya memandangimu" ungkap Sasori yang sukses membuat kedua pipi Ino merona merah.

"E' Sasori-kun" dan Ino hanya mampu menundukan kepalanya,menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat.

'khh,gadis ini benar-benar lugu,gampang sekali untuk dirayu' ucap Sasori dalam hati sambil tersenyum remeh.

"Malam ini aku akan membuatmu bahagia dan kita akan menghabiskan malam ini hanya berdua saja,kau setuju... Ino?" tanya Sasori dengan menunjukan senyum sensualnya,membuat Ino semakin gugup dan memerah.

"A-a-aku..."

"Aku janji akan membuat malammu kali ini menjadi malam yang tidak akan pernah terlupakan" Sasoripun menuangkan setengah gelas wisky yang sudah ia masukan obat terlebih dahulu kedalam gelas Ino, "ayo kita bersulang Nona!" ajak Sasori sambil mengangkat gelasnya.

"Engh..tapi" Ino tampak ragu.

"Tapi apa? Jangan bilang padaku jika kau tidak pernah maminum wisky meskipun hanya sedikit saja" delik Sasori penasaran.

"Aku...Aku tentu saja,tentu aku pernah meminumnya" bohong,tentu saja Sasori tahu jika Ino tidak pernah meminum wisky sama sekali,pria tampan itu bisa melihat dari keraguan dimata Ino,tapi dengan itu,maka Ino pasti akan mudah untuk mabuk.

"Kalau begitu tunggu apa lagi?" Sasori kembali menyodorkan gelasnya dengan senyuman palsu.

"Tapi..." Ino kembali ragu,pasalnya baru kali ini ia meminum minuman beralkohol itu.

"Ino..." Sasori semakin gencar mendesak Ino.

"Oke baiklah.." dan akhirnya jerat perangkap pertama Sasori telah berhasil ia luncurkan dengan baik, Inopun turut bersulang dengannya dan meminum wisky tersebut.

'rencana pertama sudah berhasil dengan baik' gumam Sasori dalam hati dengan seringaian liciknya.

Tak ada kecurigaan sama sekali dibenak Ino,bahkan gadis cantik itu merasa sangat senang sekali malam ini bersama Sasori yang memiliki niat jahat padanya,Ino adalah wanita yang terlalu baik dan tidak pernah berfikir negatif terhadap orang lain,itu sebabnya ia gampang dimanfaatkan orang lain dalam setiap hal percintaan,moto hidup Ino adalah 'kebaikan',kebaikan yang akan ia berikan kepada siapapun selama masa hidupnya.

"Boleh aku ketoilet sebentar?" tanya Sasori pada Ino yang sudah mulai menunjukan tanda-tanda pusing.

"Ah,iya silahkan" jawab Ino dengan senyum yang dipaksakan.

"Tunggu sebentar ya!" ucap Sasori dengan seringaian puasnya,ia mengerti jika obat yang ia berikan pada minuman Ino sudah mulai bereaksi,lantas iapun segera pergi menuju depan toilet pria dimana wanita pujaanya itu sudah menunggunya disana.

LOVE TO LOVE YOU

Ketika Sasori sudah tiba didepan toilet pria, Mira segera menyambutnya dengan pertanyaan tentang misi yang baru saja ia jalani.

"Sayaaaang... bagaimana?"tanya Mira dengan raut gelisah.

"Hn,bukan Akasuna no Sasori namanya jika tidak bisa menjalankan misi yang sangat mudah seperti ini" Jawab Sasori dengan senyuman puasnya.

"Sayaaang...aku tahu kau memang selalu hebat" Mira sangat gembira mendengarnya dan iapun reflek memeluk Sasori dengan erat.

"Aku tahu Chagi,tapi ini semua belum selesai,aku harus membereskan target yang satunya lagi,jadi sekarang tugasmu adalah segera membawa Ino keHotel,mengerti?" Sasoripun melepas pelukan Mira.

"Iya...aku mengerti Sasori-kun" angguk Mira dengan antusias.

"Kau memang gadisku, nanti kita bertemu lagi dihotel,dan sekarang cepat kau bawa Ino kehotel sebelum obatnya bereaksi"titah Sasori kepada Mira.

"Akan segera kulaksanakan Sayangku" Seru Mira enerjik,iapun segera berjalan menuju tempat dimana Ino berada.

"Akhirnya rencanaku sebentar lagi akan berhasil,dendam Ayah harus terbalaskan,jika aku tidak bisa membalaskannya kepada Fugaku dan Inoichi,maka aku akan membalaskannya kepada anak mereka,sebentar lagi hidup anak-anak mereka akan segera hancur ditanganku,hahaha" Sasori tertawa sarkatis,tersenyum puas dan menyeringai licik penuh dendam serta kejahatan. Ia yakin jika rencana jahatnya ini akan berhasil dengan sempurna,Tinggal sebentar lagi,maka dendamnya akan segera terbalaskan.

LOVE TO LOVE YOU

3 Minggu kemudian...

Tiga minggu berlalu setelah kejadian itu, Ah Yun menatap sedih sepupunya yang kini tengah duduk diatas ranjang dengan pandangan kosong,wanita 24 tahun itu begitu prihatin melihat Ino yang terlihat sangat terpuruk dan rapuh,sudah dua minggu Ino tidak mau keluar kamar,ia terus mengurung dirinya dikamar dan menangis,malah akhir-akhir ini Ino semakin pucat dan kurusan. Ah Yun sudah tidak tahan lagi melihat semua ini, apa yang ia khawatirkanpun akhirnya terjadi, Sasori bukan pria yang baik untuk Ino, dia adalah pria biadab yang telah teganya merenggut kesucian Ino, dan yang lebih membuatnya marah lagi adalah bahwa kini Ino tengah berbadan dua, Sasoripun telah kabur kembali kenegara asalnya tanpa mau bertanggung jawab terhadap Ino.

"Pergilah ke Jepang, susul pria brengsek itu dan mintalah pertanggung jawaban,kau tidak boleh lemah seperti ini Ino,kau harus bangkit dan melawan ketidak adilan ini,apa kau mau terus-terusan seperti ini,tidak kan?" tutur Ah Yun pada sepupunya dengan mata berkaca-kaca.

"A-aku...aku hiks,aku memang bodoh,aku terlalu lugu dan aku...hiks" Ino kembali menangis tersedu-sedu,ia seperti sudah tak memiliki semangat hidup lagi,baginya semuanya sudah hancur.

"Inooo...hiks dengarkan aku,tatap mataku" Ah Yunpun mengguncangkan kedua bahu Ino,menyuruh sepupunya itu untuk menatapnya,ia turut menangis karna tak tahan melihat kesedihan Ino,apalagi saat ini Ino hanya sendirian,wanita cantik itu tak mungkin menceritakan semua masalahnya kepada keluarganya yang lain,cukup hanya Ah Yun saja yang tahu.

"Ah Yun!" dan akhirnya Inopun menatap Ah Yun.

"Kau harus berangkat ke Jepang secepatnya,kalau bisa besok,aku yang akan mengatur semuanya,baju,paspor,tiket,semua sudah kusiapkan untukmu,dan kau tidak usah khawatir mengenai panti asuhan,aku yang akan mengurus semuanya disini" jelas Ah Yun pada Ino dengan sungguh-sungguh.

"Ta-tapi Ayah dan I-"

"Ssstt... aku akan tutup mulut sampai kau mendapatkan pertanggung jawaban dari Sasori,aku akan bilang kepada paman dan bibi jika kau mendapatkan kontrak dijepang selama satu tahun dari salah satu agensi majalah fashion disana,kau tidak boleh berada disini,atau mereka akan tahu melalui para paparazzi yang tengah gencar-gencarnya mengorek informasi mengenai dirimu,aku mohon,ini demi kau dan juga janin yang ada didalam kandunganmu,sebelum dia terlahir tanpa seorang ayah,kau harus meminta pertanggung jawaban dan keadilan dari Sasori" Ah Yun terus berusaha meyakinkan Ino.

"Hiks..tapi aku-"

"Aku mohon lakukanlah ini Ino,kau harus kuat dan buktikan pada si brengsek itu jika kau bukanlah wanita yang lemah,aku janji,aku janji jika aku akan selalu ada untukmu,kau bisa menghubungiku kapanpun kau mau dari sana" Ah Yun kembali berusaha untuk meyakinkan Ino.

"Um!" akhirnya Inopun mengangguk setuju, "besok aku akan ke Jepang" dan memeluk Ah Yun dengan haru.

"Dan besok aku akan mengantarmu kebandara" jawab Ah Yun sembari mengelus rambut Ino.

"Tolong jaga mereka untukku,rawatlah panti asuhanku dengan penuh kasih sayang selama aku tidak ada di Korea" pinta Ino.

"Iya,aku janji akan merawatnya dengan sepenuh hatiku"

"Terimakasih Ah Yun,aku pasti akan menemukan Sasori secepatnya"

"Aku yakin kau pasti bisa" Ah Yunpun mengangguk lega, setidaknya ia sudah berhasil membuat keyakinan dan semangat Ino pulih kembali meskipun ia tak bisa membantu banyak.

Tragis memang nasib Ino, setelah kejadian dihotel 3 minggu yang lalu ia seperti tak mengingat apaun,yang ia ingat hanya Sasori dan restaurant,mereka tengah dinner berdua waktu itu dan meminum wisky,tentang kajadian selanjutnya ia benar-benar sudah tak mengingat apapun,tau-tau dua minggu kemudian setelah kejadian itu ia dinyatakan positif hamil,dan ia yakin sekali jika janin yang ia kandung sekarang adalah anak Sasori,karna pria yang terakhir bersamanya waktu itu adalah pria tampan berambut merah itu. Sekarang Inopun harus berusaha untuk mencari Sasori dan meminta pertanggung jawaban,ia tak perduli meskipun harus menyusuri tanah negeri Sakura yang luas itu seorang diri untuk mencari Sasori,ia akan terus mencari lelaki biadab itu meskipun nantinya Sasori tidak akan mau untuk bertanggung jawab,yang mau Ino dengar hanyalah keputusan Sasori,Ino akan sangat bersyukur jika pria itu mau menikahinya,namun jika pria itu enggan,maka terpaksa ia akan membesarkan janin yang masih berumur 1 minggu itu sendirian,tanpa seorang Ayah.

LOVE TO LOVE YOU

Welcome to...

SHIBUYA-KU TOKYO,JAPAN

Jepang, adalah negara impian bagi setiap orang yang ada di dunia ini,negara yang menjadi Macan Asia dan destinasi wisata,ekonomi,budaya dan pendidikan bagi kaum berada,negara yang menjadi incaran bagi para pengusaha-pengusaha ternama dunia dan menjadi kebanggaan benua Asia. Menjadi kebanggan seorang Uchiha Itachi yang tak henti-hentinya mengembangkan industry perekonomian negara tercintanya.

D'Akatsuki Hotel,

"Lima meeting dalam satu hari,kau sudah gila kak?" protes Sasuke, adik bungsu Itachi yang merupakan Wakil Direktur Uchiha Corp.,dan D'Akatsuki Hotel yang kini mereka singgahi adalah salah satu hotel terbesar dan termewah milik Uchiha Corp. Yang berada ditengah-tengah kota Shibuya,hotel yang berbandrol sekitar 500.000 Yen permalam itu menjadi hotel impian dan idaman bagi para wisatawan asing maupun domestik.

"Hn,lebih baik jika semuanya selesai dalam sehari" jawab Itachi sambil memainkan I-pednya.

"Aku tahu ambisimu besar Itachi,tapi kau terlalu ambisius sampai tak pernah memikirkan kebahagiaanmu sendiri" Sasuke tak habis fikir dengan tindakan kakaknya yang kelewat over terhadap pekerjaan,menurutnya Uchiha Corp. Saat ini sudah melambung tinggi diatas awan,dan Itachi tinggal menikmatinya serta memikirkan masa depannya,Ayah dan Ibunya sudah sering mendesak Sasuke untuk menasehati kakaknya agar segera menikah dan memberikan mereka seorang cucu,namun percuma saja,berapa kali Sasuke menasehati kakaknya,Itachi pasti akan mendengus kesal dan meninggalkannya pergi.

"Mereka adalah client penting Sasuke,apa kau akan mau menyia-nyiakan Jerman,Inggris,Canada,Rusia,dan Uni Emirates Arab yang menantikanmu didepan mata untuk meminta kerjasama?, ingat! Hanya orang bodoh saja yang mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu" jawab Itachi dengan tegas,seperti sifat Ayahnya yang ambisius dan begitu tegas.

"Tapi..ingat usiamu,kau harus segera menikah,apa kau mau jadi perjaka tua ha?" Sasuke benar-benar sudah frustasi menghadapi kekeras kepalaan kakaknya.

"Kau menyumpahiku,baka Outotou?" Itachi tak terima Sasuke mengatainya seperti itu.

"Cih,bukan seperti itu,maksudku..."

"Hah..sudahlah,jika kau ingin segera menikah dengan Sakura maka menikahlah,jangan menungguku,aku tahu kau tidak mau melangkahiku,makanya kau terus mendesakku" tepat sekali apa yang Itachi ucapkan, Sasuke langsung terkesiap mendengarnya.

"Tidak akan,sebelum kau menikah duluan,aku tidak akan menikah dulu dengan Sakura,meskipun aku sangat menginginkannya"

"Terserah kau saja" Itachi mendengus kesal mendengarnya.

LOVE TO LOVE YOU

Sasori dan Mira menatap keindahan gedung D'Akatsuki Hotel dengan pandangan takjub, sepertinya mereka berdua memutuskan akan menghabiskan waktu beberapa hari disini,sebenarnya Sasori enggan untuk menginap dihotel mewah tersebut karna Hotel itu milik Uchiha Corp. namun demi kelancaran misi,maka iapun rela untuk menginjakan kakinya ditempat yang ia anggap haram dan menjijikan.

'Aku jamin Uchiha Itachi pasti akan merasakan penyesalan yang tiada akhir karna telah berani bermain api denganku' ujar Sasori dalam hati,tersenyum licik sembari menatap kepergian Itachi dan Sasuke yang baru saja berjalan melewatinya.

"Kenapa tidak menginap di Akai saja? Kau malah memilih menginap dihotel lain milik musuhmu" Tanya Mira dengan tatapan heran, Akai no Sa Apartment milik Akasuna Corp. adalah hunian besar yang tak kalah mewah dari D'Akatsuki Hotel milik Uchiha Corp. jadi sangat tidak wajar bila pemilik Akasuna Corp. malah menginap dihotel lain,apalagi hotel yang ia tempati merupakan hotel milik musuhnya sendiri.

"Mira!" Sasori hanya memberi isyarat pada kekasihnya,dengan mengedipkan mata kirinya.

"Eh..oke aku mengerti" Mira yang tahu maksud Sasoripun hanya menunduk patuh tak melawan.

"Kita tunggu disini sampai dia datang" gumam Sasori disela-sela perjalanannya menuju meja resepsionis.

"Ne,Araseo!" sahut Mira mengerti.

Narita International Airport,

Seorang wanita cantik berambut pirang sepinggang tengah berjalan dengan begitu anggunnya menyusuri kemegahan bandara Internasional Narita Tokyo,Jepang. Wanita bertubuh langsing dengan balutan dress capucino selutut itu tampak begitu memukau dihadapan para pengunjung bandara,bahkan para pemilik pasang mata itu tak henti-hentinya memuji kecantikan alami yang ia miliki. Ino,si wanita yang dimaksud tersebut,tampak terlihat takut dan malu karna dilihati seperti itu,padahal ia sudah memakai kacamata hitam,namun kaca mata itu tetap tak mampu menutupi aura kecantikan alami yang ia miliki,wajahnya yang putih bersih selembut porselen,kulit yang bening,putih dan merona,menjadi ciri khas dan identitas resmi bagi wanita Korea,namun orang-orang yang menatap Ino pasti tahu jika kecantikan yang Ino miliki bukanlah hasil karya dari Plastic Surgery ,melainkan cantik alami karya sang Kami-sama.

Ino yang tengah menyeret koper merah besar itu terus melangkahkan kakinya sampai keluar bandara untuk mencari taxi,dan setelah beberapa detik menunggu,akhirnya taxi yang ia tunggupun datang,Ino langsung saja membuka pintu taxi dan menaikinya.

"Anda ingin kemana Nona?" Tanya sang supir taxi.

"D'Akatsuki Hotel,bawa aku kesana secepatnya" pinta Ino dengan pandangan kosong.

"Baiklah Nona" jawab sang supir taxi,lalu segera melajukan mobilnya menuju D'Akatsuki Hotel.

D'Akatsuki Hotel,apa yang sebenarnya mereka lakukan dihotel mewah tersebut,adakah keterkaitan antara Sasori,Ino dan Itachi? Kenapa ketiga orang tersebut berada ditempat yang sama yaitu,D'Akatsuki Hotel...

Penasaran?

Nantikan Chapter berikutnya...

To Be Continued...

Readers... jangan lupa reviewnya ya,beyb bakalan kasih kejutan-kejutan untuk kalian,

Kamsahamnida for read..