hehe.. ok ini lanjut.. cuman twoshoot kok gak banyak banyak.. jadi langsung ja..

SELAMAT MENIKMATI..Kelas menjadi sunyi saat guru bernama Hatake Kakashi datang. Bukan, bukan karena ada guru yang masuk ke kelas itu yang membuat ruangan menjadi hening, tapi karena semua penghuni yang ada dalam ruangan itu menatap ke arah depan, penasaran. Kecuali Hinata yang menunduk membaca bukunya karena tidak begitu penasaran akan hadirnya sosok asing yang berdiri di depan kelas.

"Uchiha Sasuke"

Suara tanpa intonasi dan tanpa ekspresi yang terpasang diwajahnya, datar, 2 kata yang singkat, padat, dan sayangnya jelas sekali. Hyuga Hinata secepat kilat mangangkat kepalanya setelah mendengar suara yang familiar dan nama itu. Melihat sosok pemuda tinggi, berkulit putih, rambut raven, rahang terlihat tegas, dan sorot mata yang dingin. Hinata mematung, Hinata kenal orang itu, sangat mengenalnya.

"Hanya itu? Baiklah, Sepertinya memang hanya itu.. sekarang silahkan duduk di kursi yang kosong. Em.. sepertinya yang kosong hanya disampingnya Hyuga Hinata-san yang duduk di dekat jendela itu! Jadi silahkan Uchiha-san.. baiklah, kita mulai pelajarannya.."

Hatake Kakashi sebenarnya sedikit tak suka dengan sifat Uchiha itu, sangat irit bicara. Tapi ia suka juga memiliki murid pintar meski sifatnya seperti itu setidaknya itu tak merepotkannya. Lebih baik ia segera memulai proses belajar mengajarnya saja.

Sedangkan Sasuke sudah duduk di samping HInata yang terus menatapnya. Hinata menatap sasuke dengan mata yang berbinar sekaligus berkaca-kaca karena air mata yang menumpuk di kedua mata lavendernya. Sorot mata Senang dan haru menandakan kalau Hinata benar-benar merindukan pemuda itu, Uchiha Sasuke.

Flash back,

Dua tahun yang lalu. Di tempat yang penuh dengan bunga yang indah, tepatnya di bawah pohon sakura yang rindang menjatuhkan beberapa kelopak bunga sakura. Ada 2 orang yang sedang menikmati waktu kebersamaan mereka dengan tenang. Terlihat Hinata yang sedang membaca novel dengan serius sambil duduk dan di pangkuannya ada Sasuke yang sedang memejamkan matanya. Keheningan itu tak bertahan lama karena Sasuke memulai pembicaraan lebih dulu."Hinata?" panggil Sasuke."Hm?" Respon Hinata bahwa ia mendengarkan Sasuke."Dengarkan aku baik-baik, Hinata.."Sasuke mendudukan diri dari pangkuan Hinata ke depan Hinata yang sudah menurunkan novelnya. Hinata memandang Sasuke dengan pandangan bertanya."Kita sekarang sudah lulus dari KHS. Kau sudah menemukan tujuanmu akan kuliah aku pun juga begitu tapi tou-san menyuruhku untuk melanjutkan pendidikan bisnis di Amerika katanya itu untuk bekalku saat aku menggantikan posisi tou-san di perusahaan dan keluarga Uchiha dan itu memang benar faktanya setelah kupikirkan."Sasuke berhenti menjelaskan, menatap Hinata lurus, dan menunggu bagaimana tanggapan Hinata akan hal ini."jadi maksud Sasuke-kun adalah Sasuke-kun akan pergi ke luar negeri untuk belajar menjadi pengganti tou-san mu kelak. Dan meninggalkanku di sini sendirian? Kau kan sudah berjanji kita akan selalu bersama. Bahkan kuliah kita di tempat yang sama dan satu jurusan. Haaaaa…. A-aku tak mau berpisah dengan p-pacar ku…"Hinata yang awalnya menunjukan wajah biasa saja seperti sensei mengajari muridnya lalu berubah derastis saat menemukan sebuah pertanyaan yang mau tak mau mengetahui jawabannya dan berakhir dengan tangisan yang pecah sambil memeluk Sasuke."Oi.. Hinata jangan menangis.. dengarkan aku, aku di sana hanya 2 tahun, lalu aku akan kembali ke sini dan menjemputmu di kampus, aku berjanji. Lagi pula ini juga untuk kebaikan masa depan kita. Jadi selama 2 tahun itu kita akan terus berhubungan komunikasi ya, Hinata?"Sasuke menenangkan Hinata dan berhasil. Ia mengusap air mata di pipi chubby Hinata. Melihat Hinata yang mengangguk Sasuke tersenyum sedikit."Wakatta, Sasuke-kun.. ingat Sasuke-kun sudah janji jadi aku akan menunggu mu tapi jika aku tak mengangkat panggilan atau membalas pesan mu berarti aku sudah menemukan yang baru dan pastinya melebihi dirimu Sasuke-kun. Hihihi…"Ucap Hinata sambil tertawa kecil melihat raut cemburu Sasuke."Jangan berani macam-macam Hinata atau aku akan sangat membencimu, aku tak pernah bermain dengan kata-kata yang kukeluarkan dari mulutku Hinata. Kau tahu itu!"Kata Sasuke dengan tatapan tajam pada Hinata tapi Hinata malah mencubit pipi Sasuke."Yare-yare, Sasuke-kun.. aku tahu itu.. hahaha.. kau sangat lucu.."Dan berakhir Sasuke yang juga ikut tertawa lepas bersama Hinata.

End flah back.

"S-Sa-Sasuke-kun…"

Hinata hampir saja meneteskan air mata harunya tapi ia tahan sebisa mungkin karena ingin melihat Sasuke dengan jelas.

"Hn."

Sasuke hanya mengeluarkan 2 huruf konsonan yang singkat, padat, dan sayangnya tidak jelas. Tak memperdulikan tatapan yang diberikan Hinata.

"S-Sasuke-kun apa b-benar ini kau? Kapan k-kau kembali dari Amerika, Sasuke-kun?"

Tanya Hinata pada Sasuke yang memandang lurus ke papan tulis tanpa ekspresi apa pun, datar.

"Bukan urusanmu!"

Sasuke yang tersenyum sinis dan jawaban Sasuke membuat Hinata mengernyitkan dahi heran. Hinata merasa ada yang aneh dengan Sasuke, tapi segera ditepisnya jauh-jauh pemikiran negative yang ada di kepalannya.

"S-Sasuke kau tahu, a-aku sangat me-"

Perkataan Hinata terpotong.

"Hyuga Hinata-san, dilarang berbicara dan berisik saat perkuliahan berlangsung!"

Hatake Kakashi memperingati Hinata serasa cukup tenang ia kembali menulis pada papan tulis.

'Aku harus berbicara pada Sasuke-kun nanti, setelah perkuliahan selesai' kata Hinata dalam hati lalu mengalihkan perhatiannya dari Sasuke ke papan tulis mendengarkan penjelasan Hatake-sensei.

Dua jam sudah berlalu dan perkuliahan telah selesai, seluruh siswa dan siswi keluar kelas untuk mempersiapkan perkuliahan selanjutnya atau memiliki urusan lain. Seperti halnya 2 orang yang masih di dalam kelas perkuliahan tadi.

"A-aku sangat merindukan mu, S-sasuke-kun!"

Kata Hinata setelah menarik lengan Sasuke yang sempat beranjak dari tempat duduknya.

"kau merindukanku? Kalau kau rindu kenapa selama 2 tahun ini kau menghilang, tanpa kabar apa pun! Kau berniat memutuskan hubungan secara sepihak, eh? Apa kau sudah menemukan pria yang lebih dariku,ha? Apa sudah menemukan laki-laki melebihiku di kampus ini?"

Hinata tercengang dengan kalimat Sasuke. Kata-kata menyakitkan itu sempat membuat detak jantungnya berhenti. Sepertinya ada kesalahpahaman yang terjadi di sini.

"Sasuke-kun apa maksud mu!" Suara Hinata meninggi meskipun tak seberapa keras.

"Pura-pura tak mengerti apa pun, eh? 2 tahun yang lalu kita sudah berjanji untuk selalu menjaga hubungan. Selalu berkomunikasi dan memeberi kabar. Tapi apa yang sudah kau lakukan selama 2 tahun ini? Kemana saja kau 2 taun ini? Puas, berselingkuh dengan laki-laki di kampus ini, hah?"

Hinata terpaku, ternyata Sasuke tidak pernah tahu apa yang terjadi padanya selama 2 tahun ini.

Flash back,

1 hari setelah kejadian di bawah pohon sakura. Sekarang Hinata mengantar kepergiannya Sasuke ke luar negeri."berhentilah menangis, Hinata.."Kata Sasuke memeluk Hinata yang sedang menangis di dadanya."hiks.. b-bagaimana aku bisa b-berhenti menangishiks.. kalau k-kau akan pergi jauh, S-Sasuke-kun.."Kata Hinata sesenggukan setelah sedikit menjauh dari Sasuke ingin melihat pemuda itu dengan jelas."ayolah, Hinata.. aku kan sudah berjanji padamu jadi kau jangan khawatir, hm?"Kata sasuke sambil menghapus air mata Hinata."hai'.. aku akan menunggumu S-Sasuke-kun.."Jawab Hinata yang memeluk Sasuke lagi dan melepaskannya, melambaikan tangan, dan melihat pesawat yang dinaiki Sasuke lepas landas sambil menangis keras tak memperdulikan apa pun..Saat ini Hinata mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata dan tak mengenal haluan, hujan deras mengguyur jalanan tebing dan jurang yang dilewati Hinata sekarang. setelah mengantar kepergian Sasuke yang begitu berat bagi Hinata, Hinata langsung ingin ke apartementnya dan menangis sepuasnya. Tapi.."hiks.. S-Sasuke-kun bagaimana bisa kau meninggalkanku? Hiks.. Apa aku bisa hidup tanpa mu? Hiks.. apa aku seharusnya ikut saja bersama mu? Hiks ini akan begitu sulit S-Sasuke-kun.. haaa.. Sasuke-kun apa aku bisa hidup tanpa mu? Sasukeee…-"Teriakan Hinata terputus."Oh tidak!"Ia melihat longsoran batu dari tebing.Sreeet.. ckiiit.. ia menghindari longsoran batu itu dengan membelokkan setir penuh ke arah kiri dan.. kecelakaan hebat itu terjadi."Kyaaaaaaaa.."Hinata melihat jurang tepat di depan matanya. Ya, Hinata beserta mobilnya masuk ke dalam jurang dengan kecepatan yang masih belum berkurang.Braaakkk.. bummm..Mobil itu terbalik dan berguling dari atas jalanan ke dasar jurang dan tak lama mobil itu meledak, sang pengemudi yang kepalanya sudah terhantam setir kini terhantuk batu karena terlempar keluar dari mobil."S-sa-sasuke-kun.. a-apa aku bisa m-menunggumu? Y-ya, aku h-harus bisa m-menunggumu.."Hinata berkata dengan lemah karena sakit yang hebat menyebabkan pengelihatannya buram lalu semuanya gelap bagi Hinata. Hinata kehilangan kesadarannya.Hinata tetap memejamkan matanya, tertidur dengan tenang, terbaring di kasur putih rumah sakit. Di luar ruangan Hinata yang tubuhnya penuh dengan alat-alat rumah sakit, dokter menjelaskan keadaan Hinata pada keluarga yang ada di sana termasuk Hanabi yang menangis dalam diam, mematung melihat kakaknya dari luar pintu.Pendarahan yang hebat karena terhantam benda keras sampai 2 kali menyebabkan gegar otak yang beruntung tidak parah, tidak menyebabkan ingatan Hinata menghilang. Tetapi karena itu juga Hinata tetap tertidur dan tak tahu kapan akan terbangun dari tidurnya. Ya, koma. Hinata menutup matanya, tertidur selama 2 tahun penuh.

End flash back.

"Apapun itu aku tak peduli! Aku kembali dan kesini hanya untuk menepati janji, tapi aku tak berniat pernah berniat berhubungan kembali dengan gadis sepertimu, Hinata!"

Setelah mengatakan itu Sasuke pergi keluar kelas meninggalkan Hinata yang berdiri terdiam, mencerna apa yang terjadi dan perkataan Sasuke barusan.

Gadis itu masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi selama ia tertidur, tapi yang jelas ia harus meluruskan kesalahfahaman ini dan harus berhasil karena saat dia tertidur, menunggu jiwanya kembali, menunggu kesadaran menghampirinya ia tetap menunggu Sasuke dan menjaga cintanya untuk sasuke seorang.

Dan setelah terbangun dari tidur panjangnya selama full 2 tahun. Hinata menunggu kabar dari Sasuke yang selama 1 bulan setelah ia sadar tak menghubunginya sama sekali dan tak bisa dihubungi. Sambil menjalankan reunitasnya sehari-hari dan melanjutkan kuliahnya Hinata tetap menunggu Sasuke sampai hari di mana ia bangun dari tidur singkatnya pagi tadi.

"Sasuke-kun.. tunggu!"

Hinata segera berlari keluar kelas mengejar Sasuke sampai di luar kampus. Setelah dekat Hinata ingin memanggil Sasuke tapi terhenti karena melihat adegan di depannya saat ini. Masih bisakah ia mendekati sang kekasih, ah kekasih lama secara sepihak. Jika kekasih lamanya sudah bersama gadis lain?

Deg..

Deg..

Deg..

Jantungnya terasa begitu sakit.

Entah, Hinata juga merasakan perasaan sangat senang sekaligus kehilangan dari tadi pagi setelah ia melamun. Apa itu firasat bahwa kesenangannya yaitu Sasuke datang ke kampus untuk menemuinya meskipun hanya menepati janji dan ternyata kehilangannya yaitu Sasuke juga meninggalkannya karena kesalahfahaman yang belum terluruskan. Ya, sekarang Hinata sadar.

"Sasuke-kun.. kenapa keluarnya lama sekali? Katanya hanya ada kuliah sebentar saja!" Ujar gadis berambut soft pink kepada Sasuke.

Di hadapannya kini tersaji pemandangan yang indah. Gadis berambut soft pink itu memeluk kekasihnya dengan mesra. Gadis pink itu terlihat lebih ceria, lebih bersemangat, dan melebihi segalanya dari dirinya tersenyum hangat pada Sasukenya.

"gomen Sakura, tadi ada sedikit masalah yang muncul!"

Jawab Sasuke dengan nada yang berbeda dan menatap lurus gadis bernama Sakura itu, menambah goresan luka yang dalam pada hati Hinata.

"Oh, begitu. Jadi kita akan kemana Sasuke-kun? Dan ….."

Deg..

Deg..

Deg..

Hinata memejamkan matanya, menghapus dengan kasar cairan bening yang keluar dari mata lavender peraknya yang indah. Waktu 2 tahun itu sudah cukup lama untuk menghilangkan perasaankan? Ya, mungkin itu cukup untuk Sasuke. Seharusnya Hinata sadar bahwa Sasuke sudah tak memiliki perasaan lagi padanya, apalagi mencintainya. Tapi waktu 2 tahun itu tak cukup bagi Hinata mungkin sampai Hinata kembali pada Kami-sama perasaannya pada Sasuke tak kan berubah. Ya, itu benar lebih baik ia kembali pada kami-sama.

"Jika aku dibangunkan dari tidur lamaku hanya untuk melihat adegan dan merasakan sakit ini. Aku lebih senang tertidur selamanya dan tak pernah terbangun kembali meskipun dikehidupan selanjutnya aku bertemu dengan Sasuke tapi jika berakhir sama seperti saat ini, kami-sama.. aku benar-benar ingin tidur."

Hinata berbalik dan berlari, berharap pada kami-sama berulang-ulang untuk membuatnya kembali diterpa kantuk yang begitu hebat. Apa gunanya dia terjaga jika hanya untuk mengalami peristiwa ini. Hinata menyesal pada mimpi dalam tidurnya ia selalu berharap kami-sama membangunkannya untuk bertemu dengan Sasuke lagi.

"Hinataaa!!!"

Ino berteriak memanggil Hinata yang berlari ke parkiran tapi Hinata tidak membalasnya bahkan menoleh pun tidak Hinata hanya terus berlari. Ino sudah selesai dengan urusannya jadi ia kembali berpikir mengajak Hinata ke café baru yang ditemukannya tadi saat diperjalanan. Ino merasakan firasat itu lagi.

Dan yang dipikiran Hinata saat ini adalah hanya pergi menjauh mencari tempat tidurnya dan tidur untuk selama-lamanya karena Hinata tak akan pernah kuat jika harus melihat Sasuke-nya bersama gadis lain. Tidak akan pernah kuat itu terlalu menyakitkan. Mimpi yang selalu diimpi-impikannya ketika tidur panjangnya hanya terkabul seperempatnya saja dan sisanya menghempaskan Hinata sampai ingin kembali tertidur dikasurnya yang nyaman.

"Dia tak mendengar panggilanmu, Ino-chan.."

Kata laki-laki yang ada di samping Ino. Ino menatap kekasihnya mengerutkan dahi dan kembali menatap Hinata yang berlari masuk ke dalam mobil dan menjauhi kampus.

"Aku merasakan firasat buruk, Naruto-kun"

Kata Ino dengan khawatir menatap laki-laki berambut sama dengannya, pirang terang, bermata sapphire biru langit. Uzumaki Naruto, kekasihnya.

"eh? Apa maksud mu? Ino-chan.."

Jawab Naruto bingung yang dimaksud Ino.

"Aku merasakan firasat yang sama ketika Hinata mengalami kecelakaan hebat saat itu, Naruto-kun!"

Jelas Ino. Tanpa Ino sadari air mata itu mengalir keluar begitu saja dan menemukan dirinya terisak keras memanggil nama Hinata di pelukan Naruto.

Di sebuah café yang nampak baru karena masih asing yang tidak sengaja ditemukan Ino tadi. Sasuke dan Sakura duduk berhadapan di meja dekat dengan jendela. Semula pembicaraan mereka tentang ini dan itu saja. Sakura bercerita dan Sasuke menanggapi seandanya dengan datar. Tapi pertanyaan Sakura selanjutnya membuat Sasuke penasaran.

"Sasuke-kun aku dapat kabar yang sudah lama tapi aku baru mengetahuinya dari senpai perkuliahanku tadi waktu di kampus. Sebelum itu, tadi di kelas Sasuke-kun ada mahasiswi hyuga nggak?"

"Hn.."

Seperti biasa, ambigu. Meski sudah penasaran tingkat dewa. Dasar pelit kata.

"Dan kabarnya mahasiswi itu pernah mengalami kecelakaan hebat yang berakhir di dasar jurang dan menyebabkan ia koma selama 2 tahun penuh, lho! Dia baru menjalankan aktivitas sehari-hari dan masuk KHU dari 1 bulan yang lalu.."

Sasuke menyerap apa yang dibicarakan Sakura, mulai memikirkannya, dan mengambil kesimpulan.Di Negara Jepang kota Tokyo ini hanya ada 1 keluarga Hyuga otomatis tak sedikit juga yang bermarga Hyuga tapi jika ini di kelasnya maka hanya ada 1 hyuga yang duduk tepat di sebelahnya dan itu adalah hyuga Hinata.

Deg..

Tidak! Apa itu berarti… apa mungkin…

Deg..

Tak.. pyaarrr…

Tanpa sadar Sasuke menjatuhkan cangkir teh yang dipegangnya. Sasuke terpaku saat menyadari 1 hal. Hinatanya.. hah apa Hinata masih Hinatanya setelah ia membuat kesalahan yang besar dan berakibat fatal?

Terlambat jika pria itu ingin meminta maaf dan kembali gadis pada gadis pertamannya.

Karena si gadis kini mengulang kejadian 2 tahun yang lalu. Kali ini si gadis juga tak memiliki alasan lagi untuk tetap terjaga. Gadis itu memilih kembali ketempat tidurnya yang nyaman dan tertidur yang tak akan pernah terjaga sampai kapan pun. Memilih melupakan orang-orang yang disayanginya. Memilih melupakan semua yang pernah terjadi pada dunianya dan kembali pada penguasa dan sang pencipta.

Deg..

"HINATAAA!!!"

Sasuke terlambat, Hinata mengulang kecelakaan 2 tahun yang lalu itu. kali ini Hinata tak memiliki alasan untuk tetap hidup. Hinata memilih kembali ke kematiannya yang sempat tertunda dan tak ingin hidup di kehidupan selanjutnya. Memilih melupakan adik yang disayanginya termasuk semua yang pernah terjadi pada dunianya dan kembali pada kami-sama.

END