Author: Naywind

.

.

First Sight

Chapter 2

.

.

Baekhyun terkejut dengan apa yang sedang ia lihat saat ini, orang yang ia cari-cari selama 2 hari belakangan ini tiba-tiba muncul dan tidak sengaja menabrak dirinya.

"Chan..yeol..?!"

"kau tidak apa-apa Baekhyun?" Tanya Chanyeol sambil memegang bahu Baekhyun.

"aku tidak apa-apa… maaf tidak sengaja menabrakmu."

"tidak..tidak..aku yang salah Baek"

"kau mau kee…."

Belum Baekhyun melanjutkan pertanyaannya dengan Chanyeol, tiba-tiba seorang wanita berjalan mengahampiri dan melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Chanyeol.

"ayo sayang…"

Ya!, wanita itu adalah Luhan, Baekhyun berusaha tersenyum kepada Luhan, tapi bukan balasan senyum yang ia dapatkan, melainkan tatapan sinis dari wanita yang saat ini sedang memegang erat tangan Chanyeol. Sepertinya Tao sudah memberitahu Luhan mengenai bahasan Baekhyun yang menyebut Chanyeol dan menanyakan dirinya. Luhan yang sebelumnya masih tersenyum pada Baekhyun saat ini berubah menjadi sangat sinis.

"aku pergi dulu Baek" Chanyeol tersenyum lalu pergi bersama Luhan setelah berpamitan dengan Baekhyun.

"kau tidak apa-apa Baek?" Tanya Xiumin dan Kyungsoo yang bingung dengan sikap diam Baekhyun.

Baekhyun masih terpaku di posisinya dan tidak menjawab pertanyaan kedua sahabatnya. Tubuhnya terasa mendingin kaku.

"hei… Byun Baekhyun!" Xiumin menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Baekhyun.

"bodohhhh…. Ini sungguh bodoh" Baekhyun kembali duduk dan memposisikan dirinya disamping Kyungsoo sembari meremas rambut coklat kemerahannya dengan kedua tangannya.

"kau ini kenapa sih? Siapa yang bodoh?" Tanya Kyungsoo kesal.

"akuu Kyung..aku yang bodoh… kenapa aku merasa sangat kesal saat ini"

"kesal karena melihat Luhan dan Chanyeol bermesraan di depanmu?"

"kenapa juga aku harus memikirkan pria yang jelas-jelas sudah mempunyai kekasih"

Baekhyun merasa dirinya mulai merasa gila, bagaimana tidak, dia lebih banyak memikirkan Chanyeol pria yang baru dua hari ia temui, dibandingkan kekasihnya sendiri, dan yang lebih menyakitkan adalah dia memikirkan pria yang sudah mempunyai kekasih. Baekhyun benar-benar merasa aneh, ia tidak pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya, tatapan Chanyeol malam itu seperti memberinya sihir, hingga ia harus menderita sampai sekarang.

"sudahlah Baek lebih baik kita makan dulu, aku lapar" Ajak Xiumin.

"kau makan duluan saja, aku jadi tidak lapar"

Tak lama ponsel Baekhyun berdering, Sehun mengajaknya bertemu untuk makan siang bersama, kesempatan ini ia manfaatkan untuk melupakan Chanyeol sementara waktu. Baekhyun bergegas pergi meninggalkan Xiumin dan Kyungsoo untuk bertemu dengan Sehun. Sehun bukanlah tipe pria yang romantis, bukan termasuk pria yang akan menjemput kekasihnya dan pergi bersama, melainkan tipe pria yang akan membiarkan wanitanya pergi sendiri untuk bertemu janji dengannya. Sesampainya di tempat janji, Sehun menunjukkan wajah kesal karena Baekhyun terlambat selama 20 menit.

"aish..kau ini sudah terlambat selama 20 menit Baek, aku sudah menunggumu cukup lama, selalu saja seperti ini"

"maaf kan aku hun, kau kan tahu sendiri aku tidak mempunyai kendaraan, tempat ini dan kampusku jaraknya juga cukup jauh, aku hanya menggunakan kendaraan umum, jadi tidak bisa secepat jika aku dijemput atau naik kendaraan pribadi"

"jadi maksudmu kau ingin aku menjemputmu Baek?"

"bukankah seharusnya seperti itu?" dahi Baekhyun mengernyit, merasa heran dengan pertanyaan Sehun.

"baiklah, tidak usah membahas ini lagi, kalau itu maumu besok-besok aku akan berusaha menjemputmu jika kita akan berkencan…senang?"

"tentu saja senang..." Baekhyun tersenyum karena ucapan Sehun, menurutnya baru kali ini Sehun mau berusaha mengalah darinya. Dan untuk sementara waktu akhirnya ia bisa menghilangkan pikirannya kepada Chanyeol.

Baekhyun menghabiskan waktunya berjam-jam dengan Sehun, membicarakan banyak hal dan pergi ke tempat bermain bersama hingga tidak terasa hari semakin gelap. Sehun mengantarkan Baekhyun pulang. Sesampainya di rumah Baekhyun, Sehun menahan tangan Baekhyun yang hendak keluar mobil, Sehun seperti gugup ingin mengatakan sesuatu, namun tidak pernah diungkapkan.

"ada apa hun? Ada yang ingin kau bicarakan?" Baekhyun menggenggam tangan Sehun dan merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Sehun.

"hemm..tidak ada Baek, aku hanya ingin mengatakan terima kasih untu waktumu hari ini" sehun menepuk pucuk kepala Baekhyun.

"iyaa…iyaa..baiklah aku juga berterima kasih, kau hati-hati dijalan, kabari saja jika kau sudah sampai rumah."

"bye…" Baekhyun melambai kepada Sehun sembari keluar mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.

Baekhyun membaringkan dirinya di ranjang, mata nya mengerlip menatap atap kamarnya yang dihiasi lampu hiasan kecil penenang tidur, tak terasa saat ia menatap jam di layar ponselnya waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, untuk beberapa menit ia hanya berbaring melamun di ranjangnya, merenung memikirkan banyak hal, "terasa mengganjal" batinnya berucap. Padahal baru saja ia berkencan dengan kekasihnya, namun kesenangan itu tidak bertahan lama, terlalu banyak hal yang menggerayangi pikirannya belakangan ini, Salah satu yang mengganggu tentu saja Park Chanyeol, seakan bayangan Chanyeol tidak bisa lepas dari pikiran dan pandangannya. Baekhyun membuka folder musik yang ada di ponselnya dan mencari lagu yang pas untuk ia dengarkan saat ini, mencari yang sesuai dengan suasana hatinya. Dan pilihannya tertuju pada satu lagu.

Now Playing : RAN – Pandangan Pertama

Kurasa ku tlah jatuh cinta

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa

Berhenti mengagumi dirinya

.

.

.

.

Chanyeol baru saja kembali dari mengantarkan Luhan pulang, baru saja 5 menit ia mendudukkan dirinya diatas ranjang , ponselnya berdering, siapa lagi jika bukan Kim Jong In yang meneleponnya, hampir setiap malam Kim Jong In akan mengganggu Chanyeol untuk mengajaknya pergi ke club dan bermain dengan gadis-gadis seksi juga cantik, namun Chanyeol sudah pasti menjawab tidak.

"ada apa Jong? Aku tidak tertarik bermain bersamamu jadi lupakan saja jika kau meneleponku hanya untuk mengajakku bermain denganmu di club"

"seharusnya kata-kata yang kau ucapkan ketika mengangkat telepon itu adalah halo atau hai, bukannya berprasangka buruk seperti itu tanpa tahu apa alasanku meneleponmu"

"memangnya ada hal lain selain itu?"

"baiklah aku ulang…haloo…. Disini Park Chanyeol…ada apa Tuan Jong In menelepon saya?" ledek Chanyeol.

"bukan seperti itu bodoh maksudku..untung kau sahabatku Chan, jika tidakkk…."

"jika apaa? Selalu saja mengancam..hahaha.." Chanyeol terkekeh.

"tidak ada, sudahlah lupakan.. jadi tujuanku meneleponmu adalah.. bisakah kau membantuku untuk dekat dengan Kyungsoo si mungil temannya Baekhyun?, kulihat kau dan Baekhyun kan sempat mengobrol beberapa kali saat acara itu, siapa tahu kau bisa membantuku juga untuk dekat dengan Kyungsoo"

"hah? bukankah kau itu kakak kelasnya? Kenapa jadi aku yang harus menolongmu?, sepertinya terbalik, lebih menguntungkan jika kau sendiri yang mendekatinya karena kalian kan berada dalam satu jurusan, bodoh sekali kau."

"habisnya aku benar-benar merasa aneh Chan, tidak ada satupun wanita dikampus yang menolakku, hanya Kyungsoo yang dengan telak menolak ajakan kencan ku, bukankah itu aneh? Karena keanehan itu aku tidak berani mendekatinya lagi secara langsung."

"jadi kau takut ditolak lagi?"

"hemm.. sepertinya aku harus berteman baik dengan Kyungsoo karena sikapnya itu, sudahlah Jong…kita teruskan ceritamu besok saja ya di kampus, aku sangat lelah..aku baru pulang, kau itu seperti wanita saja jika sedang bingung bertanya kepada teman wanitanya yang lain di malam hari seperti ini, aku matikan…"

Chanyeol mematikan telepon tanpa menghiraukan suara Jong In yang masih berkicau mencibir dirinya , Chanyeol lalu meletakkan ponselnya di samping ranjang, ia berbaring sembari merentangkan kedua tangannya, saat ini suasana hatinya sedang sangat kacau. Bukan hanya Baekhyun yang merasakan perasaan aneh belakangan ini, tetapi Chanyeol juga merasakannya, pertemuan singkat itu benar-benar membawa dampak yang cukup besar bagi Chanyeol dan Baekhyun.

Chanyeol memang menyayangi kekasihnya, tapi pertemuan singkatnya dengan Baekhyun membuat hatinya menjadi bimbang.

"Kurasa besok aku akan mulai mencari tahu tentang Baekhyun."

.

.

.

.

"Jongdae…"

"Ada apa Baekhyun, kau itu baru saja masuk kelas sudah ribut"

"aku ingin bertanya padamu"

"Tanya apa?"

"apakah kau tahu nomor telepon Park Chanyeol ?"

"pertanyaanmu pas sekali, tadi pagi aku bertemu dengannya di lobbi, dan dia juga menanyakanmu"

"menanyakanku?, dia bertanya bagaimana?"

"dia bilang dia ingin bertemu denganmu"

"lalu?"

"Nanti jam makan siang aku akan bertemu lagi dengannya dilobbi dan aku janji akan mengajakmu"

"benarkah?! "

"iya dan tidak hanya itu saja, bahkan dia sempat bilang padaku…coba saja aku bertemu dengannya lebih dulu, begitu katanya"

Baekhyun sangat senang dengan apa yang diucapkan Jongdae, entah itu benar ucapan Chanyeol atau itu hanyalah tipuan Jongdae. Tetap saja ia senang. Setidaknya ia merasa tenang perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, Baekhyun tidak bisa berpikir jernih saat ini, bahkan ia sampai tidak menyadari bahwa kenyataannya Chanyeol ataupun dirinya sama-sama sudah mempunyai kekasih.

.

.

.

Jam makan siang..

Saat Baekhyun keluar dari dalam elevator, ia melihat Chanyeol dan Jongdae sedang mengobrol, benar saja ucapan Jongdae tadi yang mengatakan dia akan bertemu lagi dengan chanyeol di lobbi kampus pada jam istirahat.

"hei Baekhyun tepat sekali waktunya, kesini sebentar." Jongdae memanggil Baekhyun untuk menghampirinya.

Sejujurnya pertemuan mereka bukanlah ketidaksengajaan. Jongdae dan Baekhyun memang sudah membuat kronologi seperti itu sebelumnya.

"kyungsoo kau dan xiumin duluan saja ke kantin, nanti aku menyusul"

"baiklah Baek" jawab Kyungsoo.

Baekhyun menghampiri jongdae dan chanyeol.

"hai Chanyeol"

"hai Baekhyun, kau mau ke kantin ya?"

"iya, kau dan Jongdae sedang membicarakan apa?"

"lebih baik kalian mengobrol saja ya, aku mau menyusul Xiumin ke kantin" Jongdae pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun berdua yang membuat suasana keduanya semakin canggung.

Chanyeol dan Baekhyun memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di lobbi. Mereka hanya saling berpandangan serta tersenyum malu dicampur dengan keheningan dan kecanggungan diantara keduanya. Wajah Baekhyun seketika memerah dan jantungnya berdegup kencang saat tatapan chanyeol semakin intens memandang wajahnya. Itulah alasan Baekhyun jatuh cinta kepada Chanyeol karena mata indah tajamnya dan senyuman Baekhyun juga yang membuat Chanyeol semakin menyukai gadis itu. Tak berapa lama akhirnya Baekhyun kembali berbicara.

"sepertinya aku harus segera menyusul kyungsoo dan yang lainnya, sebentar lagi jam makan siang sudah hampir habis"

"iyaa..baiklah kau makan siang dulu saja"

Baekhyun bangun dari tempat duduknya dan pergi berjalan menuju kantin.

"Baekhyunnn..." panggil Chanyeol. Saat Baekhyun menoleh, Chanyeol melambaikan tangannya dan tersenyum, mata nya tetap mendominasi saat menatap Baekhyun.

Baekhyun balas melambai dan pergi berlalri kecil menuju kantin. Baekhyun duduk disamping Kyungsoo, sepanjang makan siang Baekhyun selalu tersenyum dan tertawa kecil jika mengingat kejadian tadi.

"kyung..kurasa aku benar-benar jatuh cinta padanya, sudah kutetapkan, aku akan terus menyukai dia"

"kau sudah gila ya Baek?, kau itu sudah mempunyai kekasih, begitu juga dia"

"iya Kyung, kurasa aku sudah gila karenanya, dan kegilaan ini akan terus aku lakukan sampai aku mendapatkannya, lagipula jika aku bisa semakin dekat dengannya, kau juga akan semakin dekat dengan oppa mu bukan?"

"betul juga kau Baek" jawab Kyungsoo sembari tertawa senang karena ucapan Baekhyun.

Jongdae dan Xiumin hanya saling berpandangan heran melihat tingkah dua sahabatnya yang terhitung berlebihan.

"aku sudah memberikan dia nomor teleponmu Baek, jadi nanti kau siap-siap saja jika dia menghubungimu" ujar Jongdae tersenyum bangga.

"kau memang temanku yang baik Jongdae, makan siangmu aku yang bayar..tapi hanya kau saja, biar Kyungsoo dan Xiumin bayar sendiri"

"begini nih kelakuanmu jika sedang jatuh cinta, kau akan berubah menjadi malaikat baik hati tapi hanya kepada orang tertentu saja, kau memang pilih kasih Baek" ucapan Kyungsoo membuat mereka tertawa.

Setelah makan siang mereka bergegas kembali kedalam kelas, sesampainya di depan lift saat pintunya terbuka tanpa sengaja Baekhyun berpapasan dengan Luhan yang baru saja keluar dari dalam lift. Tatapan Luhan sangat sinis menatap tajam dirinya. Ketika hendak masuk kedalam lift Baekhyun sangat kaget saat dengan jelas pergelangan tangannya di genggam Luhan.

"tolong jangan ganggu hubunganku dan Chanyeol" Luhan memang tersenyun namun bukan senyum ramah melainkan senyum mengancam yang sempat membuat Baekhyun pucat karena Luhan.

Seketika pintu lift tertutup, wajah Baekhyun semakin pucat, ia hanya bisa terdiam sembari memegang pergelangan tangannya yang baru saja digenggam kencang oleh Luhan. Kyungsoo yang melihat kejadian itu hanya bisa menunjukkan kekhawatirannya dengan mengelus lembut punggung Baekhyun.

"semua akan baik-baik saja Baek, mulai sekarang kau harus siap dengan segala resikonya"

Baekhyun masih terlihat terkejut dengan kejadian yang baru saja dia alami.

Baekhyun dengan yakin mengatakan.

"aku..sudah siap Kyung..."

.

.

To Be Continued

"Apa kau percaya cinta pada pandangan pertama? Jika tidak, maka aku akan mengulang hari kemarin, dan lewat didepanmu lagi- Anonymous"

.

.

.

.

Akhirnya bisa update chapter 2 nya.

Di chapter ini masih berkutat di chanbaek yang masih malu-malu.

Semoga kalian makin sukaaa.

Yang udah mampir baca jangan lupa loh review nya

Review kalian semangatku.

Aku update barengan sama author awkbaekhiee, jangan lupa mampir baca storynya juga ya.

And big thanks buat reviewnya author kesayanganku Princepink , i love u story so much..love you..

Love jugaa buat yang udah review ..thanks so much..

Xoxo