"Kau bercanda? Bagaimana kalau mereka menipumu?" Jongin terus membanjiri pertanyaan pada Chanyeol setelah Chanyeol memberikan sebuah undangan yang diberikan oleh Baekhyun kemarin.
Chanyeol hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli. Itu sebuah undangan, bukan sebuah bom.
"Chanyeol! Aku sangat menjaga rahasiamu dari siapapun, tapi kau bertingkah teledor seperti ini."
Chanyel menghela napas, ia menatap Jongin, "Tenanglah, aku bisa mengatur semuanya. Dan jika aku salah, ada kau yang akan membantuku, bukan? Ini hanya sebuah pesta di club malam."
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Jongin menganggukkan kepalanya, "Baiklah. Aku ikut."
Chanyeol tersenyum dan menaruh lengannya di leher Jongin, "Kau memang yang terbaik, hyung!"
Tiga puluh menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah club malam tersebut. Alamatnya benar, namun sesuatu seperti ada yang aneh. Chanyeol mengamati daerah sekitarnya, tidak banyak orang mengetahui tempat ini.
"Perasaanku tidak enak," bisik Jongin pada Chanyeol.
Mereka berjalan menuju ke pintu masuk, dan disana ada seorang pria dengan badan besar berotot, menyilangkan kedua lengannya, tangannya mengisyaratkan untuk berhenti.
"Nama?" tanyanya dengan nada ketus.
"Park Chanyeol dan Kim—"
"Masuklah."
Chanyeol dan Jongin saling bertukar pandangan.
"Perasaanku benar-benar tidak enak," bisik Jongin lagi ketika memasuki pintu dan mendengar suara musik yang keras dari dalam sana.
Dan benar, saat Chanyeol memasuki club tersebut, tidak hanya kumpulan para pria dan wanita sedang menari di lantai dansa dengan pakaian sexy mereka.
"Apa aku bilang?! Chanyeol, kita harus pergi dari sini!" tuntut Jongin sambil memegang lengan Chanyeol.
Namun Chanyeol masih menatap arena pertandingan tersebut. Ini adalah pertandingan ilegal, Chanyeol tidak pernah melakulan hal seperti ini.
"Kau datang!"
Chanyeol menoleh dan mendapati Baekhyun berlari menghampirinya dengan senyuman di bibirnya. Tanpa aba-aba, Baekhyun menarik lengan Chanyeol dan membawanya ke dekat arena pertandingan, disana ada dua orang yang masih bertanding, penonton bersorak menyemangati pilihan mereka.
"Terkejut?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengerutkan kening, menatapnya.
"Kau benar-benar menipuku."
Baekhyun terkekeh, ia menggelengkan kepalanya, "Sudah menjadi tradisi untuk club ini menyelenggarakan sebuah permainan seperti ini. Dan kau, menjadi seorang yang special bisa datang ke sini," Mereka saling menatap, mata Chanyeol terfokus dengan bibir merah muda tersebut, dan berkat lampu club ini membuat pantulan mata Baekhyun menjadi lebih indah, dan Chanyeol tidak bisa mengalihkan pandangan tersebut.
"Lihat, siapa yang datang, Park Chanyeol!" Chanyeol melirik ke arah samping, dimana Sehun berjalan menghampiri Baekhyun dan berdiri di sampingnya. Sehun menaikkan ujung bibirnya, menyeringai ke arah Chanyeol.
Chanyeol hanya tersenyum kecil, Jongin menyentuh bahunya, namun Chanyeol tidak mengacuhkannya, ia menatap kembali pada pasangan yang ada di hadapannya.
Sehun menaikkan sebelah alisnya, lalu menatap Chanyeol dengan senyuman licik, "Bagaimana kalau kita mengulang pertandingan kita? Aku masih belum puas dengan hasil kemarin."
Jongin berbisik pada Chanyeol untuk tidak menerima tawaran tersebut, namun Baekhyun menatapnya dengan penuh senyuman sehingga Chanyeol tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Baiklah!" mungkin itu jawaban yang akan membuatnya menyesal nanti, tapi Chanyeol benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Chan! Apakah kau gila? Ini ilegal!" Jongin menarik lengan Chanyeol.
Baekhyun tersenyum, lalu berkata, "Kau ingin ku antar untuk mengganti bajumu?"
Chanyeol menoleh ke arah Jongin sejenak sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun, "Tenanglah. Aku bisa mengaturnya. Kau bisa duduk, atau minum-minum," katanya sambil menepuk bahu Jongin.
Kemudian Baekhyun menemani Chanyeol berjalan menuju ruang ganti, Chanyeol menatap Baekhyun seraya berkata, "Jika aku menang. Apa yang akan aku dapatkan? Ini pertandingan ilegal pertamaku."
Baekhyun tersenyum dan membalas tatapan Chanyeol, "Kau akan mendapatkan uang, kau akan mendapatkan banyak ucapan selamat dan hadiah spesial."
Chanyeol mengerutkan kening, "Spesial?"
Baekhyun mengangguk, "Benar. Hanya untuk satu malam."
Setelah sampai di ruangan, Baekhyun memberitahukan padanya bahwa sepuluh menit lagi, dia akan kembali ke sini. Chanyeol hanya menganggukkan kepala, ia menatap Baekhyun yang berjalan menjauhinya, kemudian Sehun muncul di samping Baekhyun seperti mengejutkannya. Chanyeol menatap mereka. Kini Baekhyun berada di punggung Sehun, dan kedua tangan Sehun menopang tubuh mungil Baekhyun, mereka sepasang kekasih yang benar-benar menarik perhatian.
"Dasar mereka!"
Chanyeol terlonjak mendengar seseorang berdiri di sampingnya, disana berdiri seorang petugas kebersihan sambil memegang sebuah alat pel.
"Maksudmu, Baekhyun dan Sehun?" tanya Chanyeol.
Pria tua tersebut menatap Chanyeol sambil tersenyum, ia menganggukkan kepala, "Iya. Baekhyun dan Sehun."
"Pasangan yang serasi."
Pria tua tersebut menatap Chanyeol, kemudian terkekeh, "Oh, ternyata kau percaya juga."
Chanyeol mengerutkan kening, "Percaya? Maksudmu?"
Pria tua tersebut menaruh alat pel di sebuah sandaran kayu disana, "Kau adalah kesekian kalinya orang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih."
Chanyeol terkejut ketika mendengar informasi tersebut, jadi sebenarnya, Baekhyun dan Sehun bukanlah sepasang kekasih. Mereka hanya— lalu apa maksud sikap mereka selama ini?
Chanyeol menyipitkan matanya menatap pria tersebut, "Mereka bukan sepasang kekasih? Apakah kau yakin?"
Pria tua tersebut terkekeh dan menganggukkan kepalanya, "Mereka adalah... mereka. Jika disana ada Sehun, tentu saja ada Baekhyun. Dan jika disana ada Baekhyun, tentu saja ada Sehun. Mereka seperti kembar siam yang selalu menempel kesana kemari. Aku juga tidak tahu mengapa mereka bertingkah seolah mereka sepasang kekasih."
Chanyeol pun mengalihkan pandangannya pada pria tersebut dan menatap tempat dimana tadi Baekhyun dan Sehun meninggalkannya.
Senyuman terukir di wajah Chanyeol.
*
Seperti yang dikatakan Baekhyun pada Chanyeol, tepat sepuluh menit, ia kembali menjemput Chanyeol. Mereka berjalan berdampingan menuju arena pertandingan.
"Jadi ini semua rencanamu dari awal? Untuk aku bertarung kembali dengan Sehun?" tanya Chanyeol secara tiba-tiba.
Baekhyun berhenti kemudian menatap Chanyeol sambil tersenyum. Tatapan mata Baekhyun menakutkan, apalagi jika ia tersenyum seperti itu. Chanyeol tidak menyukainya.
"Kalau iya, bagaimana? Ada masalah?" tanyanya polos.
Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. Baekhyun memutar bola matanya, kesal.
"Jangan berlagak seperti tidak tahu. Kau menang, kau mendapatkan uang, dan hadiah spesial."
Chanyeol terkekeh, "Hanya untuk satu malam? Tidak cukup."
Baekhyun menatapnya tajam, "Itu yang akan kau dapatkan dariku. Tidak lebih!"
Namun perlahan, Baekhyun mendekatinya, dan memegang dada Chanyeol secara perlahan sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap Chanyeol, Chanyeol pun menatapnya kembali dengan lembut.
"Sabarlah. Jika kau menang, kau akan mendapatkan hadiah itu," ucap Baekhyun seraya jemarinya menelusuri tubuh Chanyeol dengan senyuman licik di bibirnya, "Jika kau menang."
Baekhyun berjalan menjauhinya perlahan, "Dan aku yakin, kau akan kalah," katanya sambil mengerlingkan mata.
*
Baekhyun dan Sehun kini berada di dalam arena pertandingan tersebut, Sehun sudah memasang posisi untuk melawannya. Namun Sehun yang tidak sabaran, memulai melakukan serangan pertamanya. Chanyeol menunduk menghindari pukulan Sehun, dan dengan cepat Chanyeol memukul perut Sehun dengan kuat sehingga tubuhnya terpental ke belakang, namun tidak sampai terjatuh. Chanyeol sangat cepat, ia tidak membuang-buang waktu, ia memukul wajah Sehun, lagi, lagi, dan lagi sampai pada akhirnya Sehun mendapatkan kesempatan menendang perut Chanyeol.
Sehun terbatuk, bibirnya penuh darah, begitu pula wajahnya namun dia masih mempunyai tenaga untuk berlari melawan Chanyeol kembali. Namun lagi, Chanyeol sangat cepat, sehingga ia bisa menghindari pukulan Sehun tersebut. Sehun semakin tidak bisa mengendalikan diri karena gagal lagi, suara dari penonton menambah kemeriahan. Chanyeol merasakan sesuatu yang baru, sebuah adrenaline.
Ketika Sehun ingin memukul wajah Chanyeol, Chanyeol memegang tangan Sehun lalu memutarnya, kemudian menjatuhkannya ke bawah, Chanyeol menekan tubuh Sehun dengan lututnya, Sehun meronta mencoba melepaskan serangan Chanyeol.
Chanyeol tersenyum penuh kemenangan, ia melirik bahwa host pertandingan tersebut mengambil sebuah mic untuk mengumumkan siapa pemenangnya.
Sehun menoleh ke luar arena dan menatap pemandangan tersebut, Chanyeol sebenarnya tidak ingin menoleh, tapi ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia menatap suasana di luar arena.
Ia melihat Baekhyun. Namun Baekhyun tidak sendirian. Seorang pria memeluk Baekhyun dari belakang, wajahnya berada di leher Baekhyun membuat Baekhyun menggeliat sambil terkekeh, pria tersebut meninggalkan kecupan-kecupan kecil di leher Baekhyun, dan Baekhyun benar-benar menikmatinya. Kemudian pria tersebut melepas pelukannya, namun kedua tangannya masih berada di pinggang Baekhyun, tubuh pria tersebut menutupi tubuh Baekhyun, sehingga Chanyeol tidak bisa melihat. Namun tidak, ia tidak perlu mengetahuinya bahwa Baekhyun dan pria tersebut sedang bercumbu di sana.
Sehun berhasil mendorong Chanyeol sehingga Chanyeol terjatuh dan sialan, Sehun benar-benar memberikan pukulan yang hebat di tubuh Chanyeol sehingga ia mengerang kesakitan.
Chanyeol berusaha mengumpulkan tenaganya, dan ia berhasil mendorong tubuh Sehun, kemudian memberikan pukulannya pada Sehun secara bertubi-tubi.
Mereka saling menatap satu sama lain, wajah dan baju mereka berlumuran darah bercampur keringat. Entah bagaimana bisa, Sehun berhasil memukul Chanyeol sehingga terjatuh, pukulan-pukulan tersebut membuat Chanyeol tidak bisa melawan dan ia hanya memejamkan matanya menahan sakit.
Suasana menjadi hening sampai ia mendengarnya.
"Pemenang, Oh Sehun!"
*
Ketika Chanyeol keluar dari arena tersebut, Jongin menatapnya dengan tatapan tajam namun juga khawatir. Ia membantu Chanyeol memakai bajunya yang bersih, dan memberikan sebuah tisu.
Mereka berjalan menuju ke pintu keluar, dan Chanyeol tidak menyadari bahwa Baekhyun berdiri di balik pintu tersebut, jika Baekhyun tidak memanggilnya.
"Tampaknya, kau akan mendapatkan hadiah spesial tersebut di lain waktu."
Lain waktu.
Baekhyun tersenyum kecil, ia berjalan menghampiri Chanyeol dan berdiri di hadapannya, kedua tangannya berada di balik punggungnya.
"Maaf?" dengan suara lembut dan tatapan matanya. Chanyeol mengumpat dirinya sendiri karena tidak bisa membenci mata tersebut.
Dan Chanyeol benar-benar bodoh ketika Baekhyun berjinjit dan bibirnya mendarat mulus di pipinya dengan kecupan kecil itu membuat Chanyeol memejamkan mata menikmatinya.
Dia benar-benar bodoh.
Karena setelah itu, Baekhyun menjauh darinya dan berlari meninggalkannya sambil tertawa puas.
Sesekali Baekhyun melihat ke belakang dengan menunjukkan senyuman kemenangannya pada Chanyeol.
Baekhyun tahu bahwa Chanyeol akan kalah.
Mereka berdua— Sehun dan Baekhyun, merencanakan semua dari awal.
Dan Chanyeol bodoh karena berhasil masuk oleh jebakan itu.
—
Maaf kalau ada typo. Review-nya gais, terima kasih
