CH 2
WRISTBAND
.
.
Story by Lee JinAe
.
.
.
This fict is mine, don't be plagiat. DLDR. Typo(s)
.
.
CHECK IT OUT
.
.
Argh! Sungguh sakit sekali kakiku. Aku baru saja menyelesaikan latihan individu jam 11 tadi. Tapi ketika akan pulang entah kenapa aku terpeleset di tangga lantai dua. Untung saja Suho Hyung masih di sana dan melihatku terjatuh. Sekarang jam 1 dini hari ini aku harus berada di sebuah ruangan rawat di sebuah rumah sakit terdekat dari SM.
"Kyungsoo-ah, gwaenchana? Kita pulang sekarang? Apa kau bisa berjalan?" Tanya Suho Hyung yang sudah berdiri di sampingku.
"Gwaenchana, Hyung. Aku masih bisa berjalan, tidak perlu kursi roda, Hyung." Ujarku sambil tersenyum. Aku tidak ingin membuat khawatir leader kami itu, masalah yang kami hadapi saat ini sudah cukup banyak.
Suho Hyung membimbingku perlahan di lorong rumah sakit itu. Entah kenapa rasanya pencahayaan rumah sakit ini semakin gelap. Beberapa pasien yang berselisih dengan kami di lorong rumah sakit itu tampak menggunakan gelang putih di lengan kanan mereka. Sesekali kami tersenyum pada orang yang mengenal dan menyapa kami. Setibanya di depan lift, Suho Hyung menekan tombol open lift tersebut. Tak berapa lama menunggu, pintu lift tersebut terbuka yang ternyata telah ada dua orang di dalamnya, seorang dokter dengan seorang gadis yang mengenakan seragam pasien rumah sakit ini. Kami membungkuk sopan sebentar sebelum ikut masuk ke dalam lift tersebut menuju basement.
"Dokter, tadi beberapa pasien yang saya lihat mengenakan gelang putih. Itu kenapa dok?" Tanyaku yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasaranku.
"Ooh itu, di rumah sakit ini kami memakaikan gelang putih pada semua pasien yang dirawat, selain itu kami juga memakaikan gelang merah pada pasien yang sudah meninggal." Jawab dokter muda itu. Ketika lift sampai di lantai 3 pintu lift terbuka, dan dokter itu keluar. "Hati-hatilah kalian jika ingin selamat!" Ujar dokter itu sebelum pintu lift tertutup. Kami hanya mengangguk dengan wajah bingung kami.
"Apa maksud dokter itu, Hyung?" Tanyaku bingung pada Suho Hyung.
"Mungkin dokter itu berpesan untuk hati-hati di jalan agar tidak kecelakaan? Tak tahulah." Jawab Suho Hyung yang juga bingung dengan perkataan dokter tadi.
Sekarang dalam lift itu hanya ada aku, Suho Hyung, dan seorang gadis yang merupakan pasien di rumah sakit itu. Entah kenapa aku merasa aneh pada gadis itu. Sedari tadi gadis itu hanya diam. Tidak menekan tombol manapun, apakah gadi itu juga ingin pergi ke basement? Kami menuju basement dalam diam. Ketika sampai di basement, aku dan Suho Hyung keluar lebih dulu.
"Chogiyo.." Ujar gadis pasien yang bersama kami tadi.
"Ne?" Tanya Suho Hyung.
"Apakah kalian Kim Junmyeon dan Do Kyungsoo Exo?"
"Aah ne, Kim Junmyeon imnida, dan dia ini Kyungsoo." Suho Hyung dengan ramah memperkenalkan diri pada gadis asing itu.
"Aku penggemar kalian." Ujar gadis itu dengan wajah datarnya. Tak biasa memang. Biasanya penggemar yang bertemu kami pasti akan histeris paling tidak kegirangan. Tapi yang ini hanya berwajah datar.
"Jinjjayo? Gamsahamnida." Kata Suho Hyung tulus.
"Seharusnya Do Kyungsoo menerima tawaran rawat inap di sini tadi, agar aku dapat membuatmu menjadi salah satu temanku."
"Kau ingin berteman denganku?" Tanyaku. Gadis itu mengangguk kaku.
"Tentu saja. Dari dulu aku penggemarmu. Dulu ketika hidup aku sering mengunjungi acara kalian. Seharusnya kau rawat inap saja tadi sehingga aku bisa memakaikan gelang ini padamu." Gadis itu menunjukkan sebuah gelang merah pada kami. Kemudian dia berbalik untuk masuk kembali ke dalam lift. Di pergelangannya, aku sempat melihat sebuah gelang merah yang melingkar di sana.
"H-hyung, sebaiknya kita segera pulang."
"A-arraseo."
.
.
.
END
.
.
.
Seramkah? Ada yang mau request untuk cast minggu depan? Silakan tuliskan di kotak review, chingudeul. See you next week, chingudeul ^_^
