Disclaimer : Kalo Vocaloid punya saya, iklan so nice bukan shinta jojo yang maenin

Vocaloid bukan punya saya. titik.


'Jadi selama ini Kaito...menyukai Luka, astaga... bodohnya aku...' Miku menangis di kamarnya.

'Jeng jeng jeng jeng' ponsel Miku berdering ala musik Beethoven.

Kaito S

Maaf, aku tadi pulang lebih awal, ada yang harus aku kerjakan...

Miku tersenyum kecil, lalu membanting ponselnya. Tiba-tiba kakak Miku mengetuk pintu kamar Miku.

"Ada apa?" tanya Miku.

"Len datang," ucap Mikuo.

"Bilang padanya aku sedang tidak bisa di ganggu!" Miku menyembunyikan dirinya di balik bantal guling.

Mikuo menyampaikan pesan Miku.

"Wah yasudah lah, arigatou Mikuo-sama," Len pamit. 'Sudah kuduga si bakaito melakukan ini semua'.

Miku masih memikirkan percakapan Kaito dan Luka. Selama ini dia tidak tahu bahwa Luka pernah menyukai Kaito. Bodoh bodoh bodoh! *Author gila sendiri*


Keesokan hari-nya di sekolah. Miku tidak masuk sekolah.

"Hee? Tumben sekali ia tidak masuk," Meiko memasang tampang berpikir.

Luka terdiam. Sementara Rin sibuk dengan kertas musiknya.

"Tugas apa itu?" tanya Len yang sudah sejak tadi ada di kelas mereka.

"Ini, aku diberi tugas untuk menjiwai sebuah lagu ciptaan sensei siapa yaaaa? Aku lupa, yang jelas lagu ini menceritakan tentang 3 sahabat yang terlibat cinta segitiga," jelas Rin.

Luka menoleh kearah Rin. Len mengamati Luka.

"Kau bisa menyuruh orang lain untuk mencontohkannya kan Rin?" tanya Len dengan senyum liciknya.

"Ng... Iya! Tentu saja. Apa kau bisamembantuku?" tanya Rin

"Bukan aku, tapi...," Len menoleh kearah Luka.

"Apa? Kenapa?" Luka sedikit gugup.

"Kau pasti bisa mencontohkannya...," ucap Len.

"Kenapa harus aku? Lagipula lagu itu butuh 3 orang, bukan hanya aku," Luka mengelak.

"Eh iya! Luka-san tau lagu ini?" tanya Rin.

Luka terdiam. Ia tidak tahu lagu itu, tapi ia sadar akan Len yang mengetahui hubungannya dengan lagu itu.

"Tidak, aku tidak tahu lagu itu," jawabnya singkat.

Lalu Gakupo bersama Kaito datang ke kelas mereka. Kebetulan memang disitulah kelas Gakupo. Kaito hanya bermain saja, sama seperti Len.

"Nah, kebetulan!" Len tertawa kecil.

"Ohayou!" sapa Kaito dan Gakupo secara bergantian.

"Ohayou!" balas Meiko, Rin, Len, dan Luka.

"Lho? Miku kemana?" tanya Kaito.

"Kau masih harus bertanya soal itu ya," Len tersenyum tipis. Kali ini Len menampilkan wajah seriusnya, belum pernah ia seserius itu di kesehariannya, apalagi pada saat masih pagi seperti ini.

"Tentu, kau pikir aku kakaknya," Kaito menjawab ketus.

"Tapi kau orang yang Miku suka," ucap Len sambil berjalan pelan menuju pintu.

"Dan oh iya! Rin, Kaito, Luka dan Miku adalah orang yang tepat untuk lagu itu," ucap Len sambil meninggalkan kelas yang suasananya mulai panas.

"Apa maksudnya sih?" Rin bingung. Meiko hanya melihat Kaito dan Luka secara bergantian.

"Luka, Kaito, kalian ada apa-apa ya?" Meiko bertanya penuh selidik.

Luka bangkit dari duduknya lalu meninggalkan kelas.

"Kaito," panggil Meiko.

"Nani?" Kaito menoleh kearah Meiko. Tatapannya tenang namun tetap terlihat ia sedang gugup.

"Pasti kalian ada hubungannya dengan kehadiran Miku hari ini," Meiko menatap sinis Kaito.

"Aku tidak tahu, jangan tanyakan soal itu," Kaito mengalihkan pandangannya ke jendela kelas.


"Kau yakin tidak masuk sekolah hari ini?" tanya Mikuo pada adiknya yang sedang menyantap sarapannya. Miku mengangguk.

"Apa kau ada masalah di sekolah? Aku lihat kau baik-baik saja, tidak terlihat demam, " Mikuo mengamati adiknya itu.

"Sudahlah, aku tidak apa-apa. Aku hanya malas masuk sekolah, kakak kan tahu, kalau aku sudah malas, tidak bisa dipaksa untuk melakukan sesuatu," ucap Miku sambil berjalan menuju kamarnya.

Mikuo mengamati tingkah adiknya yang aneh itu. Biasanya adiknya sangatlah bersemangat.

"Oh iya, antar aku ke cafe eskrim di dekat stasiun ya kak," Miku berbalik ke kakaknya.

"Hah? Kau mau makan eskrim sepagi ini?" tanya Mikuo.

"Tidak, nanti sesudah aku mandi, kau mau kan mengantarku?" tanya Miku.

"Baiklah, lagipula mata kuliah hari ini dimulai nanti siang, sudah sana mandi!" Mikuo mendrong adiknya menuju kamar mandi.


Chapter 2 selesai!

Author : Jadi niat gue, lagu spice, acute, re act, mau di adakan di suasana fic ini...

Len : 'Boffff' Maksud elo?

Author : Pake nanya lagi! Udah liat aja ntar gimana jadinya!